Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Laboratorium merupakan tempat yang penting dalam
mendukung proses belajar siswa. Tempat dimana siswa
memperoleh pengetahuan fisik dan metode percobaan
melalui aktivitas menangani peralatan yang dirancang untuk
menunjukkan arti dan aplikasi prinsip. Laboratorium adalah
suatu tempat untuk memberikan kepastian atau menguatkan
informasi, menentukan hubungan sebab akibat, menunjukkan
gejala, memverifikasi (konsep, teori, hukum, rumus)
mengembangkan keterampilan proses, membantu siswa
belajar menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan
masalah dan untuk melaksanakan penelitian. Oleh karena itu,
sarana laboraorium sangat diperlukan. Selain kelengkapan
peralatan laboratorium, hal yang mendasar adalah perawatan
terhadap
alat-alat
laboratorium.
Perawatan
alat-alat
laboratorium meliputi penataan dan penyimpanan alat-alat
laboratorium, dimana sangat perlu mengetahui karakeristik
dan spesifikasi alat tersebut. Dalam pengelompokkan alat-alat
laboratorium ada yang disebut sebagai alat permanen. Alat
permanen turut menunjang proses belajar kita dalam
laboratorium. Oleh karena itu, kita harus mengenal apa saja
yang termasuk alat permanen, fungsi dan bagaimana
pemasangannya dalam laboratorium.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang
dimunculkan adalah sebagai berikut:
1. Apa saja yang termasuk ke dalam alat permanen dan
fiungsinya dalam laboratorium fisika?
2. Bagaimana
pemasangan
alat
permanen
dalam
laboratorium fisika?
3. Bagaimana perawatan alat-alat permanen?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Berbagai Alat Permanen dan Fungsinya


Alat-alat permanen adalah alat-alat yang disimpan sekaligus
dan sekaligus dipasang (siap pakai) di tempat tertentu, tidak
harus atau bahkan tidak perlu dipandah-pindah tempatnya.
Berikut berbagai contoh alat permanen dan fungsinya:
N
o
1

Nama Alat

Gambar

Fungsi

Barometer

Mengukur
tekanan udara di
dalam
laboratorium

Termometer

Mengukur suhu di
dalam
ruangan
laboratorium

Hygrometer

Mengukur
kelembaban
udara di dalam
laboratorium

Bandul fisis

Pesawat Ethwood

Pembakar bunsen

Foto,
diagram,
gambar, poster,
dan contoh grafik

Digunakan dalam
percobaan
ayunan
dan
sekaligus
dapat
digunakan untuk
menentukan
percepatan
gravitasi
Digunakan dalam
percobaan gerak
jatuh bebas

Mensterilkan alat
atau
sebagai
sumber
panas
untuk
memanaskan alat
atau bahan yang
akan digunakan
Berisi
hal-hal
yang
berkaitan
dengan fisika

B. Pemasangan Alat Permanen dalam Laboratorium


Dalam
pemasangan
alat-alat
permanen
hendaknya
memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Pemilihan tempat yang strategis untuk pengamatan atau
bahkan melakukan percobaan.
2. Ketepatan posisi pemasangan di tempat yang sudah
ditentukan.
3. Tempat pemasangan dan alat yang dipasang ditempat itu
harus terhindar dari faktor-faktor yang dapat mengganggu
atau merusak alat seperti panas matahari, kelembaban,
banyak getaran dan sebagainya.

4. Setiap alat permanen dapat diberi kartu alat yang


menjelaskan nama dan atribut-atribut lain alat tersebut
seperti jumlah, spesifikasi, asesoris, dan tempat
penyimpanannya.
Dari alat-alat permanen di atas, kita dapat memasang
termometer dalam ruangan dengan menggantungkannya di
sisi ruangan dalam posisi tegak. Untuk alat permanen seperti
barometer dan hygrometer, letakkan di tempat yang datar
karena barometer bergantung dengan ketinggian. Untuk alat
permanen seperti
bandul fisis,
pesawat ethwood, dan
pembakar bunsen kita dapat memasangnya dengan
memperhatikan 4 hal yang telah kita jelaskan di atas,
sesuaikan dengan desain ruangan.
C. Perawatan alat-alat permanen
Berikut akan dijelaskan cara merawat berbagai alat
permanen:
1. Barometer
Meletakkan barometer di tempat yang datar secara
horizontal. Membersihkan barometer secara berkala dari
debu dan benda-benda lain.
2. Thermometer
Memperhatikan permukaan kaca thermometer. Setelah dipakai, segera
membersihkan kaca dari kotoran atau endapan yang mungkin menempel
dengan kain. Memeriksa keadaan thermometer secara berkala.
3. Hygrometer
Setelah digunakan, membersihkan kembali hygrometer
dari kotoran dan benda-benda lain. Memeriksa hygrometer
secara berkala.
4. Bandul Fisis
Setelah digunakan, pastikan kita telah mencabut stop
kontak (bandul fisis tidak dalam keadaan tersambung arus
listrik), merapihkan kembali alat-alat tersebut, dan
memeriksanya sekala berkala.
5. Pesawat Ethwood
Setelah digunakan, pastikan kita telah mencabut stop
kontak
(pesawat
ethwood
tidak
dalam
keadaan
tersambung arus listrik), merapihkan kembali alat-alat
tersebut, dan memeriksanya sekala berkala.
6. Pembakar bunsen
Meletakkan pembakar bunsen jauh dari benda yang dapat
meledak, sehingga tidak berbahaya saat digunakan.
Mematikan kembali api setelah digunakan. Membersihkan
secara berkala.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa:
1. Alat-alat
permanendalam
laboratorium
fisika
diantaranya:barometer, thermometer, higrometer, bandul
fisis, dan pesawat ethwood.
2. Dalam pemasangan alat-alat permanen hendaknya
memperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Pemilihan tempat yang strategis untuk pengamatan
atau bahkan melakukan percobaan.
b. Ketepatan posisi pemasangan di tempat yang sudah
ditentukan.
c. Tempat pemasangan dan alat yang dipasang ditempat
itu harus terhindar dari faktor-faktor yang dapat
mengganggu atau merusak alat seperti panas matahari,
kelembaban, banyak getaran dan sebagainya.
d. Setiap alat permanen dapat diberi kartu alat yang
menjelaskan nama dan atribut-atribut lain alat tersebut
seperti jumlah, spesifikasi, asesoris, dan tempat
penyimpanannya.
3. Perawatan alat-alat permanen, pada prinsipnya yaitu
setelah menggunakan kita hendaknya
a. Membesihkan kembali peralatan tersebut

b. Memperhatikan sensitivitas alat, artinya jangan


meletakkan alat pada benda-benda yang dapat
mengganggu kerja alat
c. Apabila alat berhubungan dengan listrik maka pastikan
alat tidak sedang tersambung arus setelah digunakan
d. Memeriksanya secara berkala
B. Saran
Penulis menyarankan hendaknya kita sebagai mahasiswa
fisika khususnya dapat memahami berbagai alat-alat di
laboratorium fisika secara baik, cara menggunakan,
membersihkan, meyimpan, dan
meletakkan alat dengan
tepat dan benar agar daya guna dan waktu pemakaian
optimal.