Anda di halaman 1dari 8

1.

Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein


Diet TKTP adalah pengaturan jumlah protein dan kalori serta jenis zat makanan yang
dimakan disetiap hari agar tubuh tetap sehat. Tujuan diet TKTP:
a. Memberikan makanan secukupnya atau lebih dari pada biasa untuk memenuhi
kebutuhan protein dan kalori. Maksudnya, jumlah makanan khusus kebutuhan protein
dan kalori dibutuhkan dalam jumlah lebih dari pada kebutuhan biasa.
b. Menambah berat badan hingga mencapai normal.
Penambahan berat badan hingga mencapai normal menunjukkan kecukupan energi.
Untuk mengetahui berat badan yang normal, seseorag dapat menggunakan kartu
menuju sehat (KMS), untuk anak balita, anak sekolah, remaja, ibu hamil dan
kelompok usia lanjut. Bagi orang dewasa digunakan Indek MasaTtubuh (IMT).
c. Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan.
Artinya, dengan terpenuhinya kebutuhan energi / kalori dan protein di dalam tubuh,
sehingga menjamin terbentuknya sel-sel baru di dalam jaringan tubuh.
Indikasi pemberian diet TKTP:
a. Malnutrisi, defisiensi kalori, protein, anemia, kwashiorkor.
b. Sebelum dan sesudah operasi.
c. Baru sembuh dari penyakit dengan panas tinggi atau penyakit berlangsung lama.
d. Trauma perdarahan.
e. Infeksi saluran pernafasan
Bahan Makanan Yang Termasuk Diet TKTP:
a. Bahan makanan sumber protein
Sumber protein hewani : ayam, daging, hati, ikan, telur, susu, keju.
Sumber protein nabati : kacang-kacangan.
b. Bahan makanan sumber kalori.
Sumber hidrat arang : beras, jagung, ubi singkong, roti, kentang, mie, tepung.
Sumber lemak : minyak goreng, mentega.

2. Diet RK (Rendah Kalori)


3. Diet Serat Tinggi
4. Diet Diabet
Bagi tubuh, protein berfungsi sebagai zat pertumbuhan dan pemelihara jaringan
tubuh, pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air,
memelihara netralitas tubuh, mengangkut zat-zat gizi, serta berfungsi sebagai sumber
tenaga atau sumber energi. Jadi, bila tubuh kekurangan energi yang berasal dari

lemak dan hidrat arang, maka protein dapat berperan sebagai energi. Apabila keadaan
kekurangan energi dari lemak dan hidrat arang berlangsung terus-menerus dalam
jangka waktu relatife lama akan mengakibatkan PCM (Protein Calori Malnutrition)
atau KEP (Kurang Energi Protein).
Peningkatan kebutuhan gizi pada penderita kanker menurut Wilkes (2000)
disebabkan oleh (1) cedera pada sel serta jaringan yang berhubungan dengan terapi
seperti pembedahan, kemoterapi dan radioterapi; (2) komplikasi terapi seperti infeksi;
(3) keadaan hipermetabolik; dan (4) penggunaan nutrien yang tidak efektif.
Peningkatan penggunaan protein dalam diit diperlukan untuk perbaikan jaringan
akibat luka pembedahan; pembentukan jaringan untuk menggantikan sel berpoliferasi
cepat yang rusak karena kemoterapi, seperti sel mukosa gastrointestinal serta sel
sumsum tulang; dan mencegah katabolisme simpanan protein visceral dan rangka.
Malnutrisi merupakan keadaan yang sering terjadi pada penderita kanker.
Keadaan ini dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas serta kualitas hidup
penderita, sehingga membutuhkan nutrisi yang baik sebagai bagian dari terapi
penderita kanker. Malnutrisi pada penderita kanker disebabkan oleh kakeksia.
Karakteristik umum dari kakeksia yaitu anoreksia, keadaan mudah kenyang,
penurunan berat badan yang tidak dikehendaki, kehilangan simpanan otot dan lemak,
kelemahan, anemia, edema dan gangguan kekebalan (Ottery,1994).
Makanan Tinggi Protein seperti makanan hewani merupakan sumber protein
yang baik, dalam jumlah maupun mutunya, seperti telur, susu, ikan, daging, unggas
dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang-kacangan dan hasil olahannya,
seperti tempe dan tahu, dan sebagainya. Padi-padian dan hasil olahannya, relatif
rendah dalam protein, tetapi karena dimakan dalam jumlah banyak akan member
sumbangan besar terhadap konsumsi protein sehari (Almatsier,2002).
1) Terapi Antioksidan
Senyawa antioksidan terdapat pada bahan makanan yang banyak mengandung
vitamin A, vitamin C atau vitamin E. Selain itu, mineral Selenium dan Zink juga
merupakan antioksidan yang dapat mengurangi resiko kanker. Contoh

bahan

makanan sumber vitamin A, seperti sayuran hijau, atau buah yang berwarna kuning.
Contoh bahan makanan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, stroberi, apel, sirsak,
dan sebagainya. Contoh bahan makanan sumber vitamin E, yaitu biji gandum, padi,
minyak kacang, minyak jagung, minyak biji kapas, kecambah, susu, daging, mentega,

susu dan sebagainya. Contoh bahan makanan sumber selenium, yaitu makanan laut
(kerang, udang, cumi-cumi, dan sebagainya), hati, ginjal, daging dan unggas. Contoh
bahan makanan sumber zink, yaitu sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, kacangkacangan, dan serelia tumbuk (Almatsier, 2002).
a. Vitamin A
Beta karoten merupakan salah satu bentuk vitamin A yang berfungsi sebagai
antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Senyawa radikal bebas
banyak berasal dari reaksi oksidasi di dalam tubuh maupun dari polusi di
lingkungan. Antioksidan di dalam tubuh dapat mencegah kerusakan pada materi
genetik ( DNA dan RNA ) yang disababkan oleh radikal bebas, sehingga laju
mutasi dapat ditekan. Penurunan laju mutasi akan menurunkan resiko
pembentukan sel kanker dan pencegahan proses penuaan sel kulit (Wikipedia
Bahasa Indonesia, 2012). Sumber vitamin A banyak terdapat pada pangan hewani,
sedang karoten banyak terdapat dalam pangan nabati. Sumber vitamin A pada
bahan makanan hewani adalah hati, kuning telur, susu, dan mentega. Sumber
vitamin A pada bahan makanan nabati adalah sayuran berwarna hijau tua, kuning,
jingga, seperti : kangkung, bayam, daun singkong, brokoli, wortel, labu kuning,
jagung kuning, tomat, dan sebagainya. Disamping pada sayuran, vitamin A juga
terdapat pada buah-buahan yang berwarna kuning, jingg atau merah, seperti :
papaya, semangka, jeruk, mangga masak, dan sebagainya (Almatsir, 2002).
b. Vitamin C
Pada penderita kanker yang menjalani pembedahan atau pengangkatan tumornya,
menjalani kemoterapi dan radioterapi sangat membutuhkan vitamin C yang sangat
banyak untuk penyembuhan luka atau infeksi paska bedah dan kerusakan sel
akibat kemoterapi dan radioterapi. Pada pasien kanker yang mendapatkan
pengobatan kanker juga sering mengalami sariawan atau scurvy, sehingga
membutuhkan asupan vitamin C yang tinggi pula. Kekurangan vitamin C akan
menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, karena adanya perubahan pada fungsi
imunitas seluler dan kemampuan sel-sel neurofil serta makrofag untuk membunuh
bakteri (Chandra, 1990). Vitamin C banyak terdapat pada bahan makanan nabati,
seperti jeruk, nanas, rambutan, pisang, apel, tomat, papaya, dan sebagainya
(Almatsir, 2002).
c. Vitamin E

Beberapa manfaat Vitamin E bagi tubuh, yaitu : (a) Meningkatkan daya tahan
tubuh, membantu mengatasi stress, meningkatkan kesuburan, meminimalkan
resiko kanker dan penyakit jantung koroner; (b) Kesehatan kulit, yaitu menjaga,
meningkatkan elasttisitas dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini,
melindungi kulit radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat penyembuhan luka;
(c) Sebagai antioksidan; dan (d) Melindungi sel darah merah yang mengangkut
oksigen ke seluruh tubuh dari kerusakan (Wikipedia bahasa Indonesia, 2012).
Sumber vitamin E banyak terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan, sayur dan
buah-buahan. Contoh sumber dari minyak tumbuhan: minyak kelapa, minyak
kelapa sawit, minyak jagung, dan sebagainya. Vitamin E dapat rusak karena
pemanasan (penggorengan) dan oksidasi. Sumber vitamin E diutamakan dari
bahan makanan segar atau tidak terlalu mengalami pemrosesan. Karena vitamin E
tidak larut air, maka vitamin E tidak hilang selama dimasak dengan air (Almatsir,
2002).
5. Diet untuk Penderita Tuberculosis
Diet untuk penderita TB sangat penting karena kebanyakan penderita mengalami
kekurangan gizi.Kekurangan (defisiensi) protein menghambat kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi. Selain pengobatan antibiotik, diet TB yang tepat juga diperlukan untuk
memasok tubuh dengan berbagai nutrisi penting.Konsumsi alkohol harus benar-benar
dihindari selama mengidap TB karena bisa menyebabkan memburuknya kondisi dan
komplikasi lebih lanjut.Makanan berminyak dan pedas juga harus dihindari.Dengan
pengobatan yang tepat dan diet sehat, suat kemungkinan untuk mendapatkan berat badan yang
sehat. Diet TB harus terdiri dari banyak buah dan sayuran segar. Hal ini penting untuk
mempertahankan asupan kalori yang tepat.Mengkonsumsi berbagai buah-buahan dan
sayuran.Diet untuk pasien tb juga harus memasukkan kacang-kacangan.Hal ini membantu
untuk menjaga berat badan dan juga membangun kekebalan terhadap penyakit lebih lanjut.
Susu dan produk susu juga harus menjadi bagian dari diet. Ada juga produk susu rendah
lemak dan lemak bebas tersedia saat ini.
a. Kebutuhan nutrisi pada penderitaTB
- Energi

Kebutuhan energi pada pasien TB meningkat karena penyakit itu sendiri.Kebutuha


-

energy sekitar 35 - 40 kkal per kilogram berat badan ideal.


Protein
Asupan protein diet adalah penting untuk mencegah pemborosan cadangan tubuh
(misalnya jaringan otot). Sebuah asupan 1.2 - 1,5 g per kilogram berat badan atau

15% dari energi total harian asupan atau sekitar 75 - 100 g per hari akan cukup.
b. Makanan dan zat yang perlu dihindari untuk digunakan
Seperti yang selalu terjadi untuk kesehatan yang baik, ada makanan tertentu yang tidak
boleh makan dan zat Anda tidak harus menggunakan.
Hindari tembakau dalam segala bentuk.
Jangan minum alkohol - dapat menambah risiko kerusakan hati dari beberapa obat

yang dipakai untuk mengobati TB Anda.


Batasi kopi dan minuman berkafein lainnya.
Batasi produk olahan, seperti gula, roti putih, dan nasi putih.
Hindari tinggi lemak, tinggi kolesterol daging merah dan bukannya beban di sumber

protein lebih ramping seperti unggas, kacang, tahu, dan ikan.


Dapat dilihat dibawah ini bahanmakanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan pada
penderita tuberculosis:
Bahan Makanan
Sumber karbohidrat

Dianjurkan

Nasi, roti, dan hasil olahan Dimasak


tepung seperti kue

Sumber protein

Tidak Dianjurkan
dengan

minyak kelapa atau santan

kental
Daging sapi, ayam, ikan, telur, Dimasak

dengan

susu, dan hasil olahan seperti minyak kelapa


Sumber protein nabati

keju dan yoghurt


Semua jenis kacang-kacang
dan hasil olahannya seperti

Sayuran

tempe dan keju


Semua jenis sayuran seperti;
bayam, buncis, daun singkong,
kacang panjang, labu siam dan
wortel direbus, ditumis dan

Buah-buahan

kukus
Semua jenis segar seperti;

banyak

banyak

pepaya,

semangka,

melon,

pisang, buah kaleng, buah


Minuman

kering dan jus buah


Madu, sirup, teh dan kopi Minuman rendah kalori

Lemak dan minyak

encer
Minyak

goreng,

mentega, Santan yang kental

margarin, santan encer, salad

Daftar Pustaka
Escott-Stump, Sylvia. 2008. Nutrition and Diagnosis-Related Care 6th Edition. Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins
Fong, Bethany, R.D. 2011.A Diet for Tuberculosis Patients. http://www.livestrong.com diakses
pada tanggal 8 April 2012
Hughes, Martin. 2011. Nutritional Diet for TB. http://www.livestrong.com diakses pada tanggal 8
April 2012.
Nutrition Information Centre University of Stellenbosch (NICUS).Tuberculosis and Nutrition.
Afrika Selatan: Department of Human Nutrition
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). 2009. Kamus Gizi Pelengkap Keluarga Sehat.
Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Rodriguez, Diana. 2009. The Right Diet to Beat Tuberculosis. http://www.everydayhealth.com
diakses pada tanggal 8 April 2012
Somantri, Irman. 2007. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem
Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.
Wikipedia. 2012. Diet (nutrition). http://en.wikipedia.org diakses pada 11 April 2012.
World Health Organization. 2012. Nutritional care for adults with active tuberculosis.
http://www.who.int diakses pada tanggal 8 April 2012.