Anda di halaman 1dari 4

Nama

Kelas :
Tugas :
Tanggal

:
Zerris Johanna Halette
XII IPA 5
Fisika
:
2 Februari 2016

Pemanfaatan Radioisotop dalam Keseharian


Radioaktifitas adalah sifat suatu unsur yang dapat memancarkan radiasi
(pancaran sinar) secara spontan. Tergolong ke dalam zat radioaktif, unsur
tersebut biasanya bersifat labil, berarti tergolong zat radioaktif adalah
isotopnya, karena untuk mencapai kestabilan salah satunya harus
melakukan peluruhan. Peluruhan zat radioaktif untuk menghasilkan unsur
yang lebih stabil sambil memancarkan partikel seperti, partikel alpha
(sama dengan inti 4He), partikel beta (), dan partikel gamma ().
Radioaktif atau radiasi yang berasal dari bahan radioaktif adalah satu bentuk
energi yang dipancarkan oleh atom atau molekul yang disebarkan melalui
ruang atau materi sebagai partikel / partikel ataupun gelombang
elektromagnetik. Radioaktifitas (juga disebut radioaktif juga merupakan
fenomena alami atau buatan, dimana ditimbulkan oleh zat tertentu atau
bahan kimia. Ada dua radio aktif yang ada pada umumnya yaitu
Radioaktifitas spontan atau alami: Hal ini diwujudkan dalam unsur-unsur
radioaktif dan isotop ditemukan di alam dan mencemari lingkungan seperti
uranium dan thorium dalam lingkungan (tanah, pohon, air dan udara) dan
Radioaktifitas buatan atau induksi: radioaktif ini merupakan salah satu yang
disebabkan oleh transformasi nuklir buatan seperti Technitium-99m yang
digunakan dalam medis dan Iridium-192 yang digunakan dalam industri
termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
Radioaktifitas atau peluruhan radioaktif adalah perubahan atau konversi
secara spontan inti nuklida stabil ke inti lainnya di mana ada radiasi pengion.
Setiap kali jumlah proton dalam inti, maka akan ada unsur perubahan.
Radioaktifitas ditemukan pada tahun 1896 oleh Henri Becquerel pada garam
uranium. Untuk memperjelas sifat radioaktifitas signifikan,fisikawan Perancis
Pierre Curie dan Marie Curie asal Polandia berkontribusi untuk hal ini.
Sinar radioaktif ini berbentuk seperti gelombang cahaya, gelombang radio,
sinar infra-red (panas), microwave dan sinar X. Antara sinar mengion yang
ada adalah partikel Alfa, partikel beta, sinar Gamma, sinar X dan juga
Neutron.

Radioaktifitas digunakan untuk memperoleh energi nuklir, dan juga


digunakan dalam pengobatan (radioterapi dan radiologi) dan aplikasi industri
(misalnya mengukur ketebalan dan ukuran kerapatan).

MANFAAT BERBAGAI JENIS RADIOISOTOP


1. Manfaat Pancaran Sinar Alfa Di Kehidupan
Sinar alfa sebagai sinar utama untuk memunculkan keberadaan dari radio
isotop itu sendiri. Tanpa keberadaan sinar alfa maka tidak akan ada
radioisotop di dunia. Sinar alfa akan membidik neutron dan kemudian jadilah
radioisotop.
2. Manfaat Sinar Beta Di Kehidupan
Sinar beta menjadi sinar yang bermanfaat untuk mendukung penelitianpenelitian ekstrim. Para peneliti seperti arkeologi kerap memanfaatkan
pancaran sinar beta untuk menemukan fosil dan juga untuk menentukan
sudah berapa lama usia dari fosil yang ditemukan. Selain itu juga sinar beta
dapat digunakan di pabrik-pabrik yang mengunakan pipa tertimbun di dalam
tanah, untuk melihat apakah ada kebocoran pipa tanpa harus membongkar
setiap timbunan pipa yang ada.
3. Manfaat Sinar Gamma Di Kehidupan
Sinar gamma memiliki banyak manfaat dibanding dua sinar sebelumnya.
Walaupun ketiga sinar tetap memiliki bobot manfaat yang sama-sama besar.
Sinar gamma mampu bermanfaat dalam bidang pertanian yang menyangkut
budidaya tanaman. Sinar gamma juga bermanfaat dalam bidang medis dan
kedokteran. Serta sinar gamma bermanfaat dalam bidang yang berkaitan
dengan logam-logam seperti contoh logam baja.

N
o.

Nama Unsur

Manfaat / Kegunaan

1.

Iodium (I-131)

- mencari ketidaknormalan pada tiroid / kelenjar tiroid.


- di bidang hidrologi dapat digunakan untuk mengetahui
kecepatan aliran sungai.

Iodium (I-123)

-disuntikkan pada pasien untuk mengetahui ada tidaknya


gangguan ginjal.

Karbon (C-14)

-mencari ketidaknormalan yang berhubungan dengan diabetes


dan anemia.

Kromium (Cr-51)

-keperluan scanning limpa.

Selenium (Se75)

-keperluan scanning pankreas.

Teknetium (Tc99)

-keperluan scanning tulang dan paru-paru


-scanning kerusakan jantung
-menyelidiki kebocoran saluran air bawah tanah.

Ti-201

-mendeteksi kerusakan jantung, digunakan bersama dengan Tc99.

Galium (Ga-67)

- keperluan scanning getah bening.

Xe-133

-mendeteksi kesehatan paru-paru.

10 Fe-59

-mempelajari pembentukan sel darah merah.

11 Natrium (Na-24)

-untuk deteksi penyempitan pembuluh darah/trombosis


-mendeteksi kebocoran saluran air bawah tanah dan menyelidiki
kecepatan aliran sungai
- di bidang kesehatan digunakan untuk mendeteksi gangguan
peredaran darah.

12 Radioisotop
Silikon

-perunut radioisotop pada proses pengerukan lumpur pelabuhan


atau terowongan.

13 Fosfor (P-32)

-di bidang pertanian ddapat digunakan untuk memperkirakan


jumlah pupuk yang diperlukan tanaman.
-di bidang kesehatan dapat digunakan mendeteksi penyakit
mata, tumor dan hati.

14 Karbon (C-14)

-mengukur umur fosil hewan, tumbuhan dan manusia (dengan


pengukuran pancaran sinar beta).

15 Uranium (U-238)

-menaksir umur batuan.

16 Uranium (U-235)

Reaksi berantai terkendali dalam PLTN.

17 Kobalt (Co-60)

-mengontrol pertumbuhan beberapa jenis kanker melalui sinar


gamma yang dihasilkan.

18 Isotop 8O15

-menganalisis proses fotosintesis pada tanaman.

19 Isotop O-18

-di bidang kimia dapat digunakan sebagai atom tracer / perunut


asal mula molekul air yang terbentuk.

20 K-40

K-40 digunakan bersama-sama dengan dan Ar-40 stabil untuk


mengukur umur batuan, dengan membandingkan konsentrasi K40 dan Ar-40 pada batuan.

Bahaya Radioaktifitas:

- dapat merusak sel-sel penting seperti sel tulang sumsum /penghasil sel
darah, akibat radiasi tinggi yang tidak terkendali (termasuk juga radiasi sinar
gamma)
- dapat merusak/mematikan jaringan atau sel-sel pada makhluk hidup
- dapat merusak/mengubah struktur DNA makhluk hidup
- dapat mengakibatkan tumor atau kanker
- Radon yang terhirup paru-paru memancarkan alpha dapat menimbulkan
kerusakan dan pertumbuhan kanker
- dapat menimbulkan luka bakar (akibat radiasi dosis tinggi).
Sumber: http://ivan15037.web.unej.ac.id/2015/08/16/manfaat-radio-isotop-dalamkehidupan-sehari-hari/, http://manfaat.co.id/manfaat-radioisotop-dalam-kehidupansehari-hari, http://fisikastudycenter.com/skl-un-fisika/79-manfaat-dan-bahayaradioisotop