Anda di halaman 1dari 5

Resume Geologi Teknik

Batuan dan Tanah

Disusun Oleh:
Muhammad Tidar Wirayudha
270110140130
Kelas B

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jatinangor
2016/2017

Material Geologi
Pengertian dari batuan dan tanah yang dapat diaplikasikan pada semua kasus sulit
didefinisikan. Namun, kedua hal tersebut dapat diartikan sebagai berikut:

Batuan
Material yang berasal dari kerak bumi yang tersusun dari satu atau lebih
mineral yang berikatan satu sama lain dan sedikit mengalami pelapukan dan mineral
asalnya masih muncul.

Tanah
Massa yang mempunyai ciri khas tersendiri yang berupada partikel butiran
dari hasil pelapukan batuan dengan atau tanpa campuran dari bahan organik tanpa
mengalami litifikasi.

Definisi dari kedua hal ini dilihat dari aspek kegeologian dan tidak dapat
diaplikasikan dalam aspek keteknikan. Dalam dunia keteknikan, pendeksripsian dan
pengklasifikasian material merupakan hal yang lebih penting daripada pengertian perbedaan
definisi dari batuan dan tanah.

Kategori
Rock

Transition zone

Soil

Either

Material
Fresh Rock Intact

Deskripsi
Batuan yang tidak terlapukan dan tidak memiliki
rekahan ataupun unsur-unsur pelapukan lain
Non intact
Batuan yang tidak terlapukan, tetapi terbagi
menjadi blok karena memiliki rekahan
Decomposed Rock Batuan terlapukan, struktur dan kemasnya masih
Intact
bersisa namun mineralnya telah terubah dan
terlapukan menjadi lebih halus
Non intact
Batuan menjadi lebih halus dan terubah karena
pelapukan dengan adanya diskoninuitas
Residual Soil
Mineral secara umum terurai dalam tingkat yang
tinggi. Fabric masih tersisa, materialnya lepas
Transported Soil
Terpindahkan dan penyusunannya dipengaruhi
oleh agen transportasi berupa: angin, air, gravitasi,
dan glasier
Sedentary Soil
Deposit organik yang terbentuk secara insitu dari
penguraian vegetasi
Duricrust
Terbentuk dari evaporasi dari air tanah, caliche,
laterite, ferrucrete, silcete
Klasifikasi material geologi

Pengelompokkan Batuan
Melihat dari aspek kegeologian, batuan dikelompokkan menjadi batuan beku, batuan
sedimen, dan batuan metamorf. Selain itu, pengklasifikasian batuan juga dapat berdasarkan
karakteristik petrografinya.
Dalam aspek keteknikan, batuan dibagi menjadi dua, yaitu batuan utuh atau batuan in
situ:
1. Batuan utuh adalah fragmen yang tidak terdapat kecacatan dimana sifat hidrolik dan
sifat mekanisnya dikendalikan oleh karakterisitik petrografi materialnya. Klasifikasi
batuan utuh berdasarkan kekuatan tekanan uniaksial dan kekerasannya.
2. Batuan in situ merujuk kepada massa batuan yang telah mengalami kerusakan seperti
rekahan yang membaginya dengan batuan utuh dan dikontrol oleh hidrolik dan sifatsifat mekanik. Pengklasifikasian berdasarkan kualitas batuan yang dibagi menjadi
kompeten dan inkompeten.

Pengelompokkan Tanah
Dari sisi kegeologian, tanah dibagi menjadi berdasarkan beberapa basis, yaitu:
Asal: residual, colluvial, alluvial, aeloian, glasial, dan sedentary
Proses: floodpain, estuaries, marine, moraine, dan lain-lain
Tekstur: ukuran butir dan gradasi
Pedologi: iklim dan morfologi
Sedangkan dalam sisi keteknikan, tanah dibagi kelasnya berdasarkan gradasi, sifat plastis,
dan keterkandungan organik. Umumnya cara mendeskripsinya sebagai tidak kohesif atau
kohesif, granular, dan non granular. Pengelompokkan tanah berdasarkan karakteristik kuat
atau lemahnya tanah, sensitif dan insensitif, compressible atau incompressible, swelling atau
nonswelling, pervious atau impervious. Pengelompokkan juga dapat dibagi menjadi kerikil,
pasir, lanau, lempung, organik, atau campuran.

Batuan
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat dari kristalisasi magma yang berasal
dari bawah permukaan bumi. Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari sedimen
yang terkadang tertransportasi dan didalamnya mengandung presipitasi kimia, atau berasal
dari sisa dari makhluk hidup yang terlitifikasi dibawah tekanan dan suhu. Batuan metamorf
adalah batuan yang terbentuk dari batuan sebelumnya (batuan beku, batuan sedimen, atau
batuan metamorf) karena metamorfisme.

Identifikasi Petrografi
Batuan dideksripsi dan diklasifikasikan berdasarkan karakteristik petrografinya
seperti kandungan mineral, tekstur, dan fabric.
Unsur mineral dalam tubuh batuan membantu para engineer untuk mengetahui residu
dari komposisi kimia dalam perubahan iklim lingkungan. Residual tanah umumnya adalah
material lempung yang formasinya dapat memberitahukan mengenai mineral batuan asalnya.

Ukuran butir mineral

Skala Mohs kekerasan mineral

Metode Laboratorium

Percobaan Kimia
Percobaan yang sederhana adalah dengan mereaksikan sample dengan asam
hidrokolik.
Mikroskop Petrografi
Cahaya yang terpolarisasi digunakan dalam mikroskop petrografi untuk mempelajari
sayatan tipis suatu mineral atau batuan.
Percobaan Lain
Mineral dan batuan juga dapat diidentifikasikan dengan menggunakan mikroskop
standar, mikroskop elektron, atau difraksi X-ray.

Tanah
Secara umum, tanah dibagi menjadi empat berdasarkan ukuran butir, karakteristik
fisik, dan komposisi, yaitu:
1. Bongkah dan berangkal merupakan satuan unit
2. Tanah granular, termasuk lanau, kerikil, dan pasir merupakan material yang tidak
berkohesi
3. Tanah lempung adalah material yang berkohesi
4. Tanah organik yang mengandung material organik.

Keterkaitan dengan Keteknikan


Pembagian tanah yang mempunyai karakteristik yang berbeda memberikan
keterkaitan yang berbeda pula terhadap keterkaitannya dengan keteknikan.
Karakteristik

Tanah granular: gradasi, densitas yang relatif, bentuk butir, dan komposisi mineral
Tanah lempung: tipe mineral, kimia, sifat plastis, dan sejarah tekanan.
Material organik: perbandingan presentase materi organik dengan partikel tanah, dan
sejarah tekanan.

Campuran: gabungan dari beberapa karakteristik tetapi densitas relatifnya menjadi


tidak signifikan.

Referensi:
Hunt, R. E. (2006). Characteristics of Geologic Material and Formations: a Field
Guide for Geotechnical Engineers. New York: CRC Press.