Anda di halaman 1dari 15

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Pasien Global Developmental Delay

Assesment adalah suatu penilaian tentang kondisi pasien yang dihadapi oleh terapis, hal
ini sangat penting dalam proses fisioterapi karena dengan assesmen yang lengkap, terapis
dapat mengetahui masalah yang dihadapi oleh pasien dan intervensi apa saja yang harus
diberikan oleh terapis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam assesment meliputi:
Anamnesis
Anamnesis adalah cara pengumpulan data dengan cara tanya jawab antara terapis
dengan sumber data. Dilihat dari segi pelaksanaannya anamnesis dibedakan menjadi dua,
yaitu :
Auto Anamnesis : Tanya jawab secara langsung antara terapis dengan pasien.
Allo Anamnesis : Tanya jawab yang dilakukan antara terapis dengan care giver, yakni
keluarga atau orang terdekat pasien.
Data yang diidentifikasi dalam anamnesis meliputi :
Data Identitas Pasien
Terdiri dari identitas lengkap pasien yang bertujuan untuk menghindari kesalahan
dalam pemberian intervensi fisioterapi. Dari identitas pasien kita juga bisa
memperkirakan keadaan ekonomi serta pendidikan terakhir pasien sehingga terapis
dapat menyesuaikan bagaimana cara berkomunikasi yang tepat dan memberikan
edukasi sesuai dengan latar belakang pasien. Data identitas pasien terdiri dari :
Nama Jelas
Tempat & Tanggal Lahir
Alamat
Pendidikan Terakhir
Pekerjaan
Hobi
Diagnosis Medik
Pengumpulan Data Riwayat Penyakit
Keluhan Utama (KU)
Hal ini adalah bagian terpenting dari tatalaksana fisioterapi. Keluhan utama
pasien akan memberikan acuan kepada terapis apa yang diinginkan oleh pasien
sehingga ini akan menjadi goal dari intervensi yang dilakukan terapis.
Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
Berisi penjelasan mengenai riwayat penyakit pasien sekarang yang
berhubungan dengan keluhan utama. RPS terdiri dari apa yang pertama kali
dikeluhkan oleh pasien, di organ mana letak keluhan pasien, sejak kapan keluhan itu
muncul, apa saja pengobatan yang sudah dijalani pasien, apa saja keterbatasan

fungsional yang dialami pasien sejak sakit, dan aktivitas yang masih bisa dilakukan
sejak sakit.
Riwayat Kelahiran
Berisi penjelasan mengenai riwayat kelahiran pasien yang meliputi:
Riwayat Prenatal
Mencakup usia ibu saat hamil, kehamilan direncanakan atau tidak, rutin
kontrol ke dokter atau bidan dengan intensitas . selama berapa sering, hamil ibu
pernah mengalami trauma, perdarahan, dan menderita penyakit lainnya sampai
dirawat atau tidak, mengkonsumsi obat-obatan atau jamu-jamuan tidak.
Riwayat Natal
Mencakup usia kehamilan, lahir normal atau caesar, ditolong oleh siapa,
dimana, langsung menangis atau tidak, berat badan lahir, panjang badan lahir, saat
lahir apakah anak berwana biru atau kuning tidak.
Riwayat Post Natal
Mencakup penah kejang atau tidak, pernah jatuh atau tidak dan anak biru
atau kuning tidak.
Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)
Riwayat penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang berhubungan
maupun tidak berhubungan dengan keluhan utama pasien saat ini.
Riwayat Penyakit Keluarga (RPK)
Riwayat penyakit yang diderita keluarga pasien sehingga kita bisa
memperkirakan penyakit turunan yang diderita oleh pasien.
Riwayat Psikososial
Riwayat kehidupan pasien di keluarga dan lingkungan meliputi status
pernikahan, jumlah anggota keluarga, keadaan ekonomi, dan tempat tinggal.
Riwayat Tumbuh Kembang
Riwayat tumbuh kembang normal anak meliputi: fase-fase perkembangan dan
pertumbuhan anak dapat dilalui pada saat usia anak berapa tahun, senyum pada
orang untuk pertama kali, berbicara pertama kali, riawayat makan dan minum dan,
bahasa yang dapat anak ucapkan, baik sebelum sakit maupun setelah sakit jika ada
perubahan tumbuh kembang. Riwayat tumbuh kembang normal dapat dilihat
berdasarkan grafik Denver II (terlampir)
Pemeriksaan
Pemeriksaan Umum
Cara Datang
Cara datang dituliskan menurut apa yang kita lihat. Apakah pasien datang
mandiri, di gendong atau menggunakan alat bantu.
Kesadaran24

Compos Mentis adalah kesadaran penuh, sadar sepenuhnya, pasien dapat


menjawabpertanyaan terapis dengan baik.
Apatis adalah keadaan dimana pasien terlihat mengantuk tetapi mudah
dibangunkan dan reaksi penglihatan, pendengaran, sertaperabaan normal.
Somnolen adalah kesadaran menurun, respon psikomotor lambat,
mudahtertidur,

namun

kesadaran

dapat

pulih

bila

dirangsang

(mudahdibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi bila rangsanganberhenti,


mampu memberi jawaban verbal.
Sopor adalah sudah tidak mengenali lingkungan, kantuk meningkat,
dapatdibangunkan dengan rangsangan yang kuat tapi kesadaranmenurun.
Soporokoma adalah keadaan seperti tertidur lelap. Reflek motoris terjadi
hanyabila dirangsang nyeri.
Koma adalah tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap
rangsanganapapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah).
Kooperatif / Tidak Kooperatif
Ditentukan dengan kerja sama pasien dalam proses pemeriksaan dan
intervensi fisioterapi.
Tensi
Tekanan darah merupakan tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri
ketika darah kita di pompa oleh jantung untuk dialirkan ke seluruh anggota tubuh.
Menurut Pamela (1993), jumlah tekanan darah yang normal berdasarkan
usia seseorang adalah :28
Table 2 tekanan darah normal (Pamela 1993)

USIA

TEKANAN DARAH

Bayi usia di bawah 1 bulan

85/15 mmHg

Usia 1 - 6 bulan

90/60 mmHg

Usia 6 - 12 bulan

96/65 mmHg

Usia 1 - 4 tahun

99/65 mmHg

Usia 4 - 6 tahun

160/60 mmHg

Usia 6 - 8 tahun

185/60 mmHg

Usia 8 - 10 tahun

110/60 mmHg

Lingkar Kepala
Mengukur lingkar kepala berfungsi untuk mengetahui perkembangan
otaknya. Meskipun ukuran lingkar kepala anak tidak berpengaruh pada tingkat
kecerdasannya, namun ukuran lingkar kepala berkaitan dengan volume otaknya.
Lingkar kepala anak akan bertambah sesuai dengan usia dan juga dipengaruhi
oleh jenis kelamin.(Arif Mansjoer, 2000 )
Lingkar kepala pada anak laki-laki seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 4 : Grafik Lingkaran Kepala Anak Laki-Laki


(Berdasarkan Nelhaus G. Pediatr. 41: 106; 1986) Dalam
Arif Mansjoer 2000.)

kepala pada anak perempuan seperti di bawah ini :

Lingkar

Gambar 5 :

Grafik Lingkaran Kepala Anak Perempuan

(Berdasarkan Nelhaus G. Pediatr. 41: 106; 1986) Dalam Arif

Nadi

Mansjoer 2000)

Pengukuran denyut jantung dilakukan dengan meletakan 2 atau 3 jari


(bukan ibu jari) tepat pada lateral tendon fleksor pada sisi radial pada pergelangan
tangan. Mengetahui denyut nadi merupakan dasar untuk melakukan latihan fisik
yang benar dan terukur atau mengetahui seberapa keras jantung bekerja.
Pengukuran nadi dilakukan dengan durasi 1 menit.
Berikut dibawah ini adalah frekuensi denyut nadi normal:
Table 3: denyut nadi normal (Pamela, 1993)

Usia

Denyut Nadi

1 minggu

100 - 140 kali/menit

2 - 8 minggu

90 - 130 kali/menit

3 - 12 bulan

90 - 130 kali/menit

1 - 6 tahun

75 - 115 kali/menit

7 - 12 tahun

70 - 80 kali/menit

Respiratory Rate (RR)


Respiratory rate adalah jumlah seseorang mengambil napas per menit.RR
biasanya dinilai dengan mengamati pergrakan dinding dada atau perut.Hal ini
sangat penting bahwa pasien tidak menyadari ketika kita sedang mengamati
pergerakan tersebut. Tingkat respirasposisi diam dan hanya melibatkan
menghitung jumlah napas selama satu menit dengan menghitung berapa kali dada
meningkat.28
Table 4 Repsiraory rate pada anak (Pamela 1993)

Usia

Pernapasan

1 minggu

30 - 60 kali/menit

2 - 8 minggu

30 - 40 kali/menit

3 - 12 bulan

20 - 30 kali/menit

1 - 6 tahun

19 - 29 kali/menit

7 - 12 tahun

15 - 20 kali/menit

Status Gizi
Status gizi anak dapat dilihat dari pemeriksaan turgor kulit, konjungtiva
mata, dan proporsi tubuh.
Suhu
Pemeriksaan suhu badan bisa menggunakan punggung tangan. Afebris
berarti dalam batas normal, subfebris berarti demam yang tidak tinggi atau saat
dipalpasi terasa hangat, febris berarti demam.
Pemeriksaan Khusus
Suatu tindakan pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan untuk
mendeteksi karakteristik normal atau tanda tertentu dari bagian tubuh atau fungsi
tubuh pasien. Pemeriksaan ini meliputi :
Pengamatan Posisi
Pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai ada tidaknya gerakan
ekstremitas abnormal, asimetris, posisi dan gerakan yang abnormal.
Pengamatan posisi dilakukan pada saat terlentang, berguling, telungkup,
merayap, ke duduk, duduk, merangkak, ke berdiri, berdiri, dan berjalan.
Pengamatan posisi anak dilakukan sesuai dengan kemampuan anak. Setiap
posisi memiliki komponennya masing - masing.
Terlentang
Komponen yang dilihat:
Gerakannya (aktif, simultan, kecenderungan posisi)
Posisi kepala
Posisi shoulder
Posisi elbow
Posisi wrist
Posisi jari
Posisi hip
Posisi knee
Posisi ankle

Berguling
Komponen yang dilihat:
Via (hip atau shoulder)
Rotasi trunk (ada,cukup atau tidak ada)
Telungkup
Komponen yang dilihat:
Head lifting
Head control
Forearm support
Hand support
Posisi trunk
Posisi hip
Posisi knee
Posisi ankle
Merayap
Komponen yang dilihat:
Head control
Forearm support
Rotasi trunk
Gerakannya simultan
Transfer weight bearing
Proses : posisi telungkup forearm support rotasi trunk
forearm support tangan kanan ke depan bersamaan tungkai kiri
posisi fleksi ke depan begitupun pada sisi satunya.
Duduk
Komponen yang dilihat:
Head control
Trunk control
Hand support
Weight bearing
Sitting balance
Protective reaction
Ke duduk
Komponen yang dilihat:
Posisi awal (dari telungkup / terlentang)
Fiksasi gerakan di salah satu Hip
Forearm dan Handsupport ada
Rotasi trunk ada
Transfer weight bearing dari satu tangan ke tangan lain
Proses: posisi awal di mulai dari terlentang/telungkup forearm
support transfer weight bearing pada sisi dengan hand support
sisi kontra lateral hand support sisi ipsilateral transfer weight
bearing ke bokong.
Merangkak
Komponen yang dilihat:
Head control
Weight bearing : kedua tangan dan kedua Lutut

Rotasi trunk
Transfer wieght bearing
Gerakannya simultan atau tidak
Proses : posisi awal di mulai dari telungkup hand support weight
bearing kedua tangan dan lutut rotasi trunk tangan kanan ke
depan bersamaan lutut kiri ke depan begitupun pada sisi
satunya
Berdiri
Komponen yang dilihat
Head control
Posisi shoulder
Posisi elbow
Posisi wrist
Posisi jari-jari
Posisi trunk
Trunk control
Posisi hip
Posisi knee
Posisi ankle
Weight bearing di seluruh kaki
Standing balance
Ke berdiri
Komponen yang dilihat:
Proses posisi awal Jongkok, duduk di kursi kecil, berlutut, atau
duduk bersila di lantai Transfer weight bearing dari bokong ke
tangan dan lutut lalu ke kaki dengan (nungging) atau tanpa tangan
(jongkok) Pola ke berdiri ke depan ke atas Weight bearing di
kedua kaki
Head control
Trunk control
Berjalan
Komponen yang dilihat:
Proses : Transfer weight bearing dari satu tungkai ke tungkai lain
Head control
Trunk control
Rotasi trunk
Balance Berdiri
Klonus
Klonus ialah kontraksi ritmik dari otot, yang timbul bila otot
diregangkan secara pasif. Klonus merupakan refleks regang otot yang
meninggi dan dapat dijumpai pada lesi supranuklir (upper motor neuron). 26
Spastisitas

Spastisitas
diukur dan di
interpretasikan
dengan

skala

Ashworth.27

Gambar 6 Skala Ashworth (Bohannon, R. et al, 1987)

Head Lag
Head Lag adalah ketidakmampuan kepala terangkat saat lengan diangkat.
Cara Pemeriksaan Head Lag:
Posisikan anak pada posisi tidur terlentang, kemudian angkat lengan pasien seperti saat
membangunkan anak. Di katakan positif jika ketika lengan anak di angkat dan kepala
tertinggal di belakang seperti menggantung.

Joint Laxity
Joint Laxity di definisikan sebagai kelonggaran atau ketidakstabilan sendi.
Cara Pemeriksaan Joint Laxity:
Pada Elbow
: Posisikan lengan pasien fleksi elbow, kemudian gerakkan menuju arah
ekstensi elbow. Jika ketika di posisikan ekstensi elbow dan lingkup gerak sendi melebihi batas
normal.
Pada Wrist

: Gerakkan wrist menuju dorsal fleksi wrist. Jika ketika di

posisikan dorsal fleksi wrist dan lingkup gerak sendi melebihi batas normal.

Pada Hip

: Pada posisi terlentang, rapatkan kedua tungkai dengan fleksi

hip dan fleksi knee kemudian gerakkan kearah abduksi hip sejajar. Jika ketika
di posisikan abduksi hip, tungkai menyentuh lantai dan dalam satu garis lurus
Pada Knee

: Pada posisi terlentang, posisikan tungkai pasien fleksi knee, kemudian

gerakkan menuju arah ekstensi knee. Jika ketika di posisikan ekstensi knee dan lingkup gerak
sendi melebihi batas normal.
Pada Ankle
: Gerakkan ankle menuju dorsal fleksi ankle. Jika ketika di posisikan dosal
fleksi ankle dan lingkup gerak sendi melebihi batas normal.

Pemeriksaan Tightness
Pemeriksaan tightness pada m. hamstring

Posisi anak
Tatalaksana

: terlentang
: fleksikan salah satu hip. Positif jika hip pada sisi

kontralateral terangkat.
Pemeriksaan tightness pada m.adductor hip
Posisi os : terlentang
Tatalaksana
: gerakan abduksi hip. Positif jika hip pada sisi
kontralateral adduksi.
Pemeriksaan tightness pada m. illiopsoas
Posisi os : telungkup
Tatalaksana
: fleksikan kedua knee. Positif jika hip fleksi.
Pemeriksaan tightness tendon achilles
Posisi os : terlentang
Tatalaksana
: dorsi fleksikan ankle. Positif jika ankle sulit didosi
fleksikan.
Pemeriksaan 7 refleks
Merupakan

salah

satu

komponen

penentu

prognosis

berjalan.

Pemeriksaan 7 refleks dilakukan mulai usia 1 tahun hingga usia kurang dari 7
tahun. Pemeriksaan 7 refleks meliputi (Pamela, 1993):
ATNR (Asymetrical Tonic Neck Refleks)
Aplikasi : Posisi pasien terlentang , kepala di midline. Kepala dirotasikan
ke salah satu sisi,positif jika elbow dan knee sisi yang sama
flexi dan sisi yang berlawanan shoulder abduksi dan elbow
extensi
STNR (Symetrical Tonik Neck Refleks)
Aplikasi : Posisi pasien di pangkuan pemeriksa, kepala anak di flexi kan
positif jika kedua lengan flexi dan tungkai ekstensi.
Sebaliknya,jika kepala anak di extensi kan positif jika kedua
lengan extensi dan tungkai flexi
Neck righting
Aplikasi : posisi pasien terlentang, kepala dirotasikan ke salah satu sisi,
positif jika tubuh berputar mengikuti kepala mulai dari
shoulder, trunk, pelvic, hip, knee, ankle.
Extensor thrust
Aplikasi : Posisi pasien terlentang, knee dalam posisi flexi lalu sentuh
teapak kaki dan positif jika knee menjadi lurus atau ekstensi.
Moro
Aplikasi : Posisi pasien terlentang, kepala dan punggung anak disangga

oleh tanga terapis. Secara tiba-tiba jatuhkan pegangan kepala


anak tanpa di tekan, positif jika ada reaksi terkejut dari anak.
Parasut
Aplikasi : Posisi pasien seperti posisi akan terjun. Handling terapis di
thorakal, posisi kepala lebih rendah dari kaki. Positif jika kedua
lengan lurus, jari-jari di extensikan seolah hendak mendarat
(posisi hand support)
Foot placement
Aplikasi : anak diberdirikan dengan handling terapis di bagian aksila anak,
lalu punggung tungkai anak digoreskan pada meja, positif jika
kaki anak ke atas meja
Penilaian 7 refleks:
ATNR

(-)

STNR

(-)

Neck righting

(-)

Extensor thrust

(-)

Moro

(-)

Paracute

(+)

Foot placement ( + )

Keterangan:
Jika skor 0, maka anak bisa berjalan.
Jika skor 1, maka anak bisa berjalan tanpa atau dengan alat bantu.
Jika skor 2 atau lebih dari 2, maka prognosa berjalan buruk.
Pemeriksaan Fungsi Bermain
Anak kecil mempunyai organ memori yang belum banyak terisi. Melalui
bermain anak akan mengeksplorasi dan memanipulasi benda-benda di
sekitarnya. Setelah mengenali dan mempelajari, selanjutnya anak akan
menyimpannya di dalam sel-sel memori atau otak. Semakin banyak sel
memorinya terisi oleh data-data tertentu yang diperolehnya melalui permainan,
maka akan semakin meningkatkan kemampuan kognitifnya. Fungsi bermain
anak berbeda-beda sesuai dengan usianya. Fungsi bermain bertujuan untuk
mengetahui kognisi anak.

Pemeriksaan denver II adalah suatu pemeriksaan yang digunakan untuk


screening perkembangan anak dari lahir sampai usia 6 tahun, yang meliputi 4
aspek penilaian yaitu personal sosial, motorik kasar, bahasa, dan motorik
halus. (terlampir)
Pengumpulan Data Tertulis Penunjang
Merupakan data-data yang dijadikan sebagai referensi untuk mengetahuidiagnosa
medis, menegakkan diagnosa fisioterapi, dan memberikan metode fisioterapi. Misalnya
hasil dari CT scan, MRI, BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry), rontgen dan
lain-lain.
Problematik Fisioterapi
Urutan masalah Fisioterapi berdasarkan prioritas
Urutan masalah didapatkan dari hasil pemeriksaan fisik baik pemeriksaan
umum maupun pemeriksaan khusus dan juga keluhan dari pasien itu sendiri.Lalu
masalah - masalah itu diurutkan sesuai dengan prioritas.
Diagosa Fisioterapi
Impairment adalah hilangnya atau abnormalitas dari struktur psikologis,
fisiologis, atau anatomi dan abnormalitas fungsi.
Functional limitation adalah adanya keterbatasan akibat dari impairment
yangbelum menimbulkan kecacatan tetapi mempengaruhi fungsi normal.
Participation Restriction adalah keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang
lain atau melakukan pekerjaan karena keterbatasan fungsional.
Program Pelaksanaan Fisioterapi
Pengumpulan data program fisioterapi dari dokter Rehabilitasi Medik
Merupakan program yang disusun oleh dokter Rehabilitasi Medik yang
bersangkutan.
Tujuan
Tujuan jangka pendek
Tujuan jangka pendek biasanya dibuat berdasarkan prioritas masalah utama
dan tujuan yang akan dicapai ole h pasien setelah diberikan intervensi fisioterapi.
Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka panjang juga dibuat berdasarkan prioritas masalah, tetapi
bukan masalah yang utama atau segera.Biasanya mengembalikan aktivitas
fungsional tanpa menimbulkan keluhan kembali sesuai fungsi yang masih ada dan

harus realistis.
Metode Pemberian Fisioterapi
Berisikan tentang semua terapi yang dapat diberikan kepada pasien sesuai
dengan masalah fisioterapi, yang tedapat dalam metoda ini adalah jenis intervensi,
metoda intervensi, dosis (frekuensi, durasi, dan intensitas) dan keterangan
.
Uraian Tindakan Fisioterapi
Berisi mengenai tindakan apa saja yang bisa dilakukan pada masalah Global
Developmental Delay terutama untuk berguling. Fisioterapi dapat memberikan
intervensi
Program untuk dirumah
Memberikan edukasi kepada pasien untuk mengulang kembali latihan dirumah
serta memberikan edukasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan
sehingga intervensi yang dilakukan oleh terapis dapat optimal.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan
terapi yang diberikan.Evaluasi dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah terapi.Terdiri
dari evaluasi hasil terapi yang berisikan SOAP dan jadwal evaluasi ke dokter.

UNDERLYING PROCCESS

Natal
Postnatal
Asfiksia karena gangguan pada plasenta dan tali pusat
elainan genetik
Pola asuh yang salah dan infeksi
Kesukaran persalinan
ang kekurangan makronutrien dan atau
mikronutrien
Gangguan syaraf dan perilaku karena pengaruh lingkungan yang tida
Infeksi
ORCH
Trauma lahir
Prenatal

Tindakan pada persalinan patologik

Limitasi Fungsi

Impairment
Global Developmental Delay
Keterampilan motorik kasar, halus
Kelainan tonus postural
Bicara dan bahasa
Involuntary movement
Keterampilan kognitif
ANCP Spastik Quadriplegi
Head control dan trunk control
Sosial dan keterampilan emosional
Forearm support dan hand support
Fungsi Motorik Kasar Terlambat
Balance dan protective reaction
Weight bearing dan Transfer Weight Bearing
Gangguan muskuloskeletal
Ortotik Prostetik

Okupasi Terapi

Fisioterapi

Terapi Wicara

Terapi Latihan

NDT

Stretching

Manipulasi

Group Terapi

Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar

Massage

UNDERLYING PROCCESS KHUSUS


Prenatal

Posisi bayi melintang

Natal
Postnatal
Caesar ( kepala besar
)
Dirawat
3 bulan di RSCM karena hidrochepalus
Langsung menangis
Kejang (+)

Global Developmental Delay


Limitasi Fungsi

Impairment

ANCP Spastik Quadriplegi

n motorik kasar berupa belum bisa duduk stabil dan belum lancar berguling
Tonus postural rendah
Tightness m. hamstring dan
m. illiopsoas
Problem
Fore arm support, hand support, Head control, trunk control, balance, protectiv
Adanya head lag

Massage

Stretching

NDT

Fasilitasi Berguling

Maintanance

Group terapi

Duduk Stabil