Anda di halaman 1dari 2

A.

Apa itu Komunikasi Non verbal


Komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dimana pesan yang
disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi non verbal
ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa pakaian, potongan rambut, dan
sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan,
kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan devinisi
tidak menggunakan kata dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi
non verbal dengan komunikasi non lisa. Contohnya, bahasa isyarat dan
tulisan tidak di anggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan
kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi
nonverbal. Komunikasi non verbal juga berbeda dengan komunikasi bawah
sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun non verbal.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang
dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif
apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima
pesan tersebut.1
A. Fungsi Komunikasi Nonverbal dalam Public Speaking
Menurut Mark L. Knapp ( Rahmat, 2004: 287) ada lima fungsi pesan
komunikasi non verbal yang perlu diperhatikan dalam Public Speaking:
Repetisi, Kontradiksi, Subtitusi, Aksetuasi dan Komplement.
Repetisi, berfungsi untuk mengulangi. Kita juga dapat mengulangi atau
merumuskan ulang makna dari pesan verbal. Misalnya, Anda dapat
menyertakan pertanyaan verbal Apa Benar? denfan mengangkat Alis
mata anda, atau anda dapat menggerakkan kepala atau tangan untuk
mengulangi pesan verbal ayo kita pergi.
Kontradiksi, berfungsi untuk menunjukkan makna yang berlawanan. Kita
juga bisa dengan sengaja mempertentangkan pesan verbal kita dengan
gerakan non verbal. Sebagai contoh, Anda dapat menyilangkan jari atau
1 Rahmat, Jalaluddin, Public Speaking, Yogyakarata: Pustaka Pelajar, hlm 74-75.

mengedipkan mata untuk menunjukkan bahwa apa yang anda katakan tidak
benar.
Subtitusi, berfungsi untuk menggantikan lambing-lambang verbal. Kita
bisa

menggunakan

bahasa

nonverbal

seperti

melambaikan

sebagai

pengganti bahasa verbal saat perpisahan dengan berkata kita akan


berpisah .
Aksentuasi, berfungsi untuk menekankan. kita menggunakan komunikasi
nonverbal untuk menonjolkan atau menekankan beberapa bagian dari pesan
verbal. Misalnya saja, Anda mungkin tersenyum untuk menekankan kata
atau ungkapan tertentu, atau anda memukulkan tangan anda ke meja untuk
menekankan suatu hal tertentu.
Komplemen,

berfungsi untuk melengkapi. Kita juga menggunakan

komunikasi nonverbal untuk memperkuat warna atau sikap umum yang


dikomunikasikan oleh pesan verbal. Jadi, Anda mungkn tersenyum ketika
menceritakan

kisah

lucu,

atau

menggeleng-gelengkan

kepala

ketika

menceritakan ketidakjujuran seseorang.


Lima fungsi komunikasi nonverbal dalam public peaking di atas bisa
membantu kita dalam berinteraksi social antarsesama. Dalam praktik
berkomunikasi,

sadar

atau

tidak

sadarsebetulnya

kita

mempraktikkan semua fungsi tersebut dalam kehidupan kita.

sudah

sering