Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH FARMAKOLOGI

OLEH KELOMPOK 6
KELAS C.11

PROGRAM DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013

KATA PENGANTAR

Allhamdulilah ,segala puji da syukur bagi Allah SWT .Yang telah


memberikan Rahmat dan Hidayat,saya sehingga Makalah
FARMAKOLOGI yang berjudul HORMON TIROID & ANTI TIROID
dapat terselesaikan.
Di dalam makalah ini di jelaskan tentang seluruh mekanisme
hormon tiroid &anti tiroid .kami telah berusaha menyelesaikan makalah
ini dengan kemampuan yang ada,Namun bagian-bagian mana dari
kekurangan dan kejanggalan itu orang yang lebih mengetahui.
Kemudian tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada dosen pengajar.Serta teman yang telah bersedia memeberikan
bantuan kepada saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Kepada Allah SWT semua saya kembalikan , akhirnya semoga
makalah ini bermanfat bagi yang membacanya.

Makassar , 10 JanuarI 2013


Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kelenjar tiroid terletak tepat dibawah laring pada kedua sisi dan sebelah
anterior trakea. Tiroid menyekresikan dua hormon utama, tiroksin dan
triiodotironin serta hormon kalsitonin yang mengatur metabolisme kalsium
bersama dengan parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid
Kerja kelenjar tiroid ini dipengaruhi oleh kecukupan asupan iodium.
Defisiensi hormon tiroid ini dapat menimbulkan gangguan tertentu yang
spesifik. Cretinism, misalnya, yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan
dibawah normal disertai dengan retardasi mental merupakan akibat dari hormon
tiroid yang inadekuat pada saat perkembangan janin. Kekurangan asupan
yodium yang biasanya terjadi pada daerah goiter (gondok) endemis banyak
terjadi karena defisiensi yodium menyebabkan hipotiroidisme sehingga
mengakibatkan pembengkakan kelenjar.
Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yang akan disimpan sebagai
residu asam amino tiroglobulin, tiroglobulin merupakan glikoprotein yang
menempati sebagian besar folikel koloid kelenjer tiroid.
Secara garis besar, sintesis, penyimpanan, sekresi dan konversi hormone tiroid
terdiri dari beberapa tahap:
ambilan ion yodida oleh kelenjer
oksidasi yodida dan yodinasi gugus tirosil pada tiroglobulin
penggabungan residu yodotirosin dan menghasilkan yodotironin
resorpsi koloid tiroglobulin dari lumen kedalam sel
proteolsis tiroglobulin dan pengeluaran atau sekresi tiroksin ( T4 ) dan ( T3 )
ke aliran darah
recyling yodium diantara sel-sel tiroid melalui deodinasi dari mono dan
diadotirasin dan penggunaan kembali ion yodida dan konversi T4 menjadi T3 di
jaringan perifer da dalam kelenjer tiroid.

BAB II

PEMBAHASAN

1. HORMON TIROID
A. Hormon Tiroid
Tahap pertama pembentukan hormon tiroid adalah pompa iodida dari
darah ke dalam sel dan folikel kelenjar tiroid. Membran basal sel tiroid
memompakan iodida masuk ke dalam sel yang disebut dengan penjeratan
iodida (iodide trapping). Sel-sel tiroid kemudian membentuk dan
mensekresikan tiroglobulin dari asam amino tirosin. Tahap berikutnya adalah
oksidasi ion iodida menjadi oleh enzim peroksidase. Selanjutnya terjadi iodinasi
tirosin menjadi monoiodotirosin, diiodotirosin, dan kemudian diatur oleh enzim
iodinase. Kemudian, hormon tiroid yang telah terbentuk ini disimpan di dalam
folikel sel dalam jumlah yang cukup untuk dua hingga tiga bulan. Setelah
hormon tiroid terbentuk di dalam tiroglobulin, keduanya harus dipecah dahulu
dari tiroglobulin, oleh enzim protease. tiroid. Keduanya diangkut dengan
menggunakan protein plasma. Karena mempunyai afinitas yang besar terhadap
protein plasma, hormon tiroid, khususnya tiroksin, sangat lambat dilepaskan ke
jaringan. Kira-kira tiga perempat dari tirosin yang teriodinasi dalam tiroglobulin
tidak akan pernah menjadi hormon tiroid, hanya sampai pada tahap
monoiodotirosin atau diiodotirosin. Yodium dalam monoiodotirosin dan
diiodotirosin ini kemudian akan dilepas kembali oleh enzim deiodinase untuk
membuat hormon tiroid tambahan
Regulasi hormon tiroid adalah sebagai berikut. Hipotalamus sebagai master
gland mensekresikan TRH (Tyrotropine Releasing Hormone) untuk mengatur
sekresi TSH oleh hipofisis anterior. Kemudian tirotropin atau TSH (Thyroid
Stimulating Hormone) dari hipofisis anterior meningkatkan sekresi tiroid
dengan perantara cAMP. Mekanisme ini mempunyai efek umpan balik negatif,
bila hormon tiroid yang disekresikan berlebih, sehingga menghambat sekresi
TRH maupun TSH. Bila jumlah hormon tiroid tidak mencukupi, maka terjadi
efek yang sebaliknya

B. Fungsi dan Efek Hormon Tiroid

Secara garis besar, hormon tiroid mempunyai fungsi:


1) meningkatkan aktivitas metabolik
2) hormon pertumbuhan, dan
3) mempengaruhi mekanisme tubuh yang spesifik (seperti pada metabolisme
dan sistem kardiovaskular), serta mempengaruhi sekresi sebagian besar
kelenjar endokrin lain.
Efek yang umum dari hormon tiroid adalah mengaktifkan transkripsi inti
sejumlah besar gen. Oleh karena itu, di semua sel tubuh sejumlah besar enzim
protein, protein struktural, protein transpor, dan zat lainnya akan disintesis.
Hasil akhirnya adalah peningkatan menyeluruh aktivitas fungsional di seluruh
tubuh. Hormon tiroid meningkatkan aktivitas metabolik selular dengan cara
meningkatkan aktivitas dan jumlah sel mitokondria, serta meningkatkan
transpor aktif ion-ion melalui membran sel. Hormon tiroid juga mempunyai
efek yang umum juga spesifik terhadap pertumbuhan. Efek yang penting dari
fungsi ini adalah meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak selama
kehidupan janin dan beberapa tahun pertama kehidupan pascalahir .
Efek hormon tiroid pada mekanisme tubuh yang spesifik meliputi
peningkatan metabolisme karbohidrat dan lemak, peningkatan kebutuhan
vitamin, meningkatkan laju metabolisme basal, dan menurunkan berat badan.
Sedangkan efek pada sistem kardiovaskular meliputi peningkatan aliran darah
dan curah jantung, peningkatan frekuensi denyut jantung, dan peningkatan
kekuatan jantung. Efek lainnya antara lain peningkatan pernafasan, peningkatan
motilitas saluran cerna, efek merangsang pada sistem saraf pusat (SSP),
peningkatan fungsi otot, dan meningkatkan kecepatan sekresi sebagian besar
kelenjar endokrin lain

Ada 4 golongan penghambat sintesis hormon tiroid, yaitu


1) antitiroidmenghambat sintesis hormon secara langsung;
2) penghambat ionyang memblok mekanisme transpor iodida;
3) yodium dengan konsentrasi tinggiyang dapat mengurangi sintesis dan
pengeluaran hormon dari kelenjarnya
4) yodium radioaktifyang merusak kelenjar dengan radiasi ionisasi. Juga ada
beberapa obat yang tidak berefek pada hormon di kelenjar, tetapi digunakan

sebagi terapi ajuvan, bermanfaat untuk mengatasi ejala tirotoksikosis, misalnya


antagonis reseptor- dan penghambat kanal Ca++

C . Gangguan Fungsi Tiroid


1) Hipofungsi Tiroid ( Hipotiroid )
Akibat kekurangan T3 dan T4 dan penurunan metabolisme umum.
Hipotiroidisme, bila hebat disebut miksedema , merupakan penyakit gangguan
tiroid yang paling umum. Kegagalan kelenjer tiroid untuk memproduksi
hormone tiroid yang cukup merupakan penyebab paling umum dari hipotiroid
dan ini disebut sebagai hipotiroidisme primer.
Hipotiroidisme non goiter umumnya berhubungan dengan degenerasi dan artrofi
kelenjer atau terjadi setelah operasi tiroid atau destruksi akibat yodium
radioaktif. Hipotiroid ini dapat terjadi sesudah penggunaan obat anti tiroid.
Hipotiroidisme dengan goiter terjadi bila ada gangguan sintesis hormone tiroid
yang hebat. Bila penyakit ini tidak ringan gejala tidak nyata, sementara
progresivitras penyakit dapat berjalan terus, dengan gejala :
- Keadaan mental mundur
- Lesu dan mengantuk
- Kulit menebal
- Struma (gondok di leher )
- Kekerdilan
- Bicara melambat , nada suara rendah dan parau
- Anoreksia, gangguan saluran cerna
- Tonus otot berkurang.
2) Hipertiroid
Hipertiroid adalah suatu keadaan akibat dari produksi hormone tiroid yang
berlebihan oleh kelenjar tiroid sehingga menyebabkan kadar hormone tiroid di
dalam darah berlebihan, akibat kelebihan T3 dan T4.
Penyebab yang paling umum ( lebih dari 70% orang) adalah produksi berlebih
dari hormon tiroid oleh keseluruhan kelenjar tiroid. Kondisi ini juga dikenal
sebagai graves disease. Hipertiroidisme pada graves disease adalah akibat

antibodi reseptor TSH yang merangsang aktivitas TSH (Thyreoid Stimulating


Hormone) untuk mengeluarkan terlalu banyak hormon tiroid. Penyebab
hipertiroidisme lainnya adalah strauma noduler toksik, tiroiditis, penyakit
troboblastis, pemakaian yodium yang berlebihan ( lee 2006 ).
Gejala hipertiroid :
Peningkatan frekuensi denyut jantung
Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap
ketokolamin
Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas,
intoleran terhadap panas, keringat berlebihan
Penurunan berat badan, peningkatan rasa lapar
Peningkatan frekuensi BAB
Gondok
Gangguan reproduksi
Cepat letih
Haid sedikit dan tidak tetap
Mata melotot

2. Hormon Anti Tiroid


Ada 4 golongan penghambat sintesis hormon tiroid :

(1) antitiroid, yang mengganggu sintesis hormon secara langsung


(2) penghambat ion yang menghalangi mekanisme transport yodida;
(3) yodida yang pada konsentrasi tinggi memiliki efek supresi terhadap
kelenjar tiroid dan
(4) yodium radioaktif yang merusak kelenjar dengan radiasi ion.
(a.) Mekanisme kerja Antitiroid yang mengganggu sintesis hormone secara
langsung.
Antitiroid menghambat sintesis hormon tiroid dengan jalan menghambat
proses pengikatan ion antitiroid juga menghambat proses penggabungan dari gugus
yodotirosil

untuk membentuk yodotironin.

Cara

kerjanya

dapat

dijelaskan

dengan adanya hambatan terhadap enzim peroksidase sehingga oksidasi ion yodida
dan gugus yodotirosil terganggu.
Efek samping
Reaksi yang paling sering timbul adalah demam obat, yang terutama terjadi
dalam pengo batan. Gejala lain yang jarang sekali timbul adalah nyeri dan kaku
sendi, terutama pada lengan dan pergelangan: nyeri itu dapat pindah ke sendi lain.
Indikasi
Antitiroid

digunakan

untuk

pengobatan

hipertiroidisme,

baik

untuk

mengatasi gejala klinik sambil menunggu remisi spontan, maupun sebagai


persiapan operasi. Selain itu, obat ini juga dapat dipakai dalam kombinasi dengan
yodium radioaktif,dengan tujuan mempercepat timbulnya perbaikan klinis sementara
menunggu efek terapi yodium radioaktif. Efek terapi biasanya baru tampak setelah
masa laten yang agak panjang, dari beberapa hari sampai 1-2 minggu.

D . Jenis jenis obat anti tiroid


1. Thionamides

Terdiri dari : propilthyourasil, methimazol, carbimazole.


- Mekanisme kerja
Inhibisi thyroksin peroksidase :
inhibisi oksidasi iodida menjadi iodine
inhibisi iodinasi tiroglobulin
inhibisi organifikasi ( pembentukan T3 dan T4 )
PTU ( kecuali methimazole ) : menghambat deodinasi T4 di perifer. Tidak
mempengaruhi up take iodida oleh tiroid.
PTU pada dosis 100 mg mempunyai masa kerja 6 8 jam, sedangkan
methimazole pada dosis 30 40 mg bekerja selama kira kira 24 jam. Dengan
dosis ini keadaan eutiroid biasanya tercapai dalam waktu 12 minggu. Setelah ini
tercapai, dosis perlu dikurangi tapi terapi sebaiknya jangan dihentikan.
PTU pada umumnya tidak berefek buruk pada kehamilan. Dapat diberikan pada
ibu menyususi, tapi sebaiknya dosis obat ini dikurangi terutama pada trimester
ketiga kehamilan untuk menghindari terjadinya goiter pada fetus.
PTU tersedia dalam bentuk tablet 50 mg. Biasanya diberikan dengan dosis 100
mg setiap 8 jam. Methimazole tersedia dalam bentuk tablet 5 mg dan 10
mg,dosis dianjurkan 30 mg sekali.

Dosis dan aturan pakai :


PTU : untuk anak 5 7 mg / kgBB / hari, dosis terbagi setiap 8 jam.
Untuk dewasa : 3000 mg / hari, dosis terbagi setiap 8 jam.
Untuk hipertiroid berat 450 mg / hari, untuk hipertiroid acasional 600 900
mg / hari, dosis pelihara 100 150 mg / hari,dosis terbagi setiap 8 jam sampai
12 jam.
Untuk orang tua : 150 300 mg / hari.
Methimazole : untuk anak 0,4 mg / kgBB / hari ( 3 kali sehari ), dosis pelihara
0,2 mg / kgBB / hari ( 3 kali sehari ), maksimum 30 mg dalam sehari.
Untuk dewasa : hipertiroid ringan 15 mg / hari, sedang 30 40 mg / hari, berat
60 mg / hari, dosis pelihara 5 15 mg / hari.
Nama dagang metimazole adalah tapazole.
Kontra indikasi hipersensitif terhadap methimazole dan wanita hamil.
Carbimazole suatu derivat methimazole, terdapat dalam bentuk tablet 5 mg
dan 10 mg. Dosisnya sama dengan methimazole.

- Efek samping
PTU dan methimazole jarang sekali menimbulkan efek samping. Tapi bila
timbul biasanya mempunyai gambaran yang sama ( frekuensinya 3 % untuk
PTU dan 7 % untuk methimazole ). Agranulositosis akibat dari PTU
menimbulkan frekuensi 0,44 % dan methimazole 0,12 %. Meski jarang,
agranulositosis merupakan efek samping yang serius, efek ini bersifat
tergantung dosis ( dose dependent ), sedangkan untuk PTU tidak tergantung
dosis.

- Gejala yang ditimbulkan :


Nyeri dan kaku sendi, terutama pada tangan dan pergelangan
Reaksi demam obat
Hepatitis dan nefritis ( pada penggunaan PTU dosis tinggi )
Kelainan kulit
Iritasi usus
Timbulnya hipotiroid, bila dosis obat tidak diturunkan
2. Penghambat Transpor Ion Yodida ( Ionic Blockers )
Penghambat ion yodida adalah obat yang dapat menghambat aktif ion yodida
kedalam kelenjar tiroid. Obat tersebut berupa anion monovalen yang bentuk
hidratnya mempunyai ukuran hampir sebesar ion yodida, misalnya :
thiocyianate, perchelorate, nitrate, pertechnetate, fluoroborate. Obat ini jarang
digunakan.
3. Yodida
Merupakan obat tertua yang digunakan untuk pengobatan hipertiroid sebelum
ditemukan berbagai macam anti tiroid. Pemberian yodida pada pasien
hipertiroid memberikan efek yang nyata, yaitu menekan fungsi tiroid. Goiter
yang terjadi karena pemberian anti tiroid, dapat diperbaiki dengan pemberian
sediaan tiroid dan yodida. Jadi dalam hal ini yodida memperbaiki fungsi tiroid.
Natrium yodida ( NaI ) dan kalium iodida ( KI ) Tersedia dalam bentuk kapsul,
tablet, dosis sehari cukup dengan 3 kali 0,3 mg sehari.
Efek samping : hipersensitifitas terhadap yodida, iritasi gastrointestinal, erupsi
kulit, ISPA, metalic taste.
Kontra indikasi : tidak diberikan pada wanita hamil karena dapat menembus
sawar darah plasenta dan menyebabkan goiter pada fetus.

4. Yodium Radioaktif ( Radioactive Iodine )


Cepat terkonsentrasi di kelenjar tiroid. Terutama dalam kondisi hipertiroidisme.
Pada proses radiasi oleh suatu unsur radiaktif dipancarkan sinar sinar alfa
( inti helium ), sinar beta ( elektron ), dan sinar gamma ( gelombang elektro
magnetik yang sejenis dengan sinar X ).
Bentuk sediaan larutan natrium iodida dapat diberikan secara oral dan intra
vena, sedangkan kapsul natrium iodida tersedia dalam bentuk pemberian secara
oral. Pada setiap sediaan biasanya disebutkan jumlah dan macam campuran
dalam larutan, dosis terapi, dan sebagainya.
Indikasi :
- hipertiroid pada usia lanjut atau dengan penyakit jantung.
- Penyakit graves yang menetap atau kambuh setelah tiroidektomi subtotal atau
setelah memakai obat anti tiroid dalam jangka waktu lama.
- Goiter nodular toksik
- Goiter multi nodular non toksik yang disertai gejala kompresi
- Karsinoma tiroid
- Sebagai alat diagnostik fungsi tiroid
Efek samping : resiko perubahanneoplastik dan hipotiroidisme
Dosis : 0,03 mg. Dosis tunggal.
Kontra indikasi : bahan radioaktif tidak boleh digunakan selama kehamilan dan
pada anak anak, yodium ini sebaiknya diberikan pada pasien 25 30 tahun
keatas.