Anda di halaman 1dari 2

ALKALIMETRI

A. Pengertian Alkalimetri
Alkalimetri (Alkali = basa, metri = pengukuran) diartikan sebagai titrasi untuk
penetapan asam dengan standart basa sebagai alat ukurnya.
Faktor utama dalam menentukan pengukuran adalah [H+] dan [OH-] dalam
larutan, baik sebagai titrat maupun sebagai titran. Karena itulah maka dalam
mempersiapkan larutan pemeriksaan harus menggunakan air suling sebagai bahan
pelarut, sebab air suling adalah netral.
Dalam titrasi alakalimetri, didalam titrat asam sudah mempunyai harga pH
tertentu. Perjalanan titrasi dengan penambahan titran yang akan menyebabkan
perubahan pH, yang pada suatu saat nanti dimana meq titrat = meq titran akan
mempunyai pH tertentu
B. Standart Primer Alkalimetri
Asam Oksalat ( H2C2O4 ) = BM : 126,07 Valensi : 2
Pembuatan larutan standart primer asam oksalat :
Timbang 6,3 gram asam oksalat dalam air hingga 100 ml.
Standarisasi asam oksalat :
1. Memipet 10,0 ml standart primer H2C2O4.2H2O dan masukkan dalam erlenmeyer.
2. Tambahkan 3 tetes indikator PP 1%.
3. Titrasi denag larutan NaOH standart hingga terbentuk warna merah muda yang
konstan.
C. Standart Sekunder Alkalimetri
Natrium Hidroksida ( NaOH ) = BM : 40,00 Valensi : 1
Pembuatan standart sekunder Asam oksalat :
1. Timbang seksama 1,5 gram.
2. Larutkan dalam 40 ml air bebas karbondioksida.
3. Dinginkan larutan sampai suhu kamar, tambahkan penolptalein, dan titrasi
dengan asam sulfat 1N.

4.

Pada saat terjadi warna merah muda catat volume asam yang dibutuhkan,

tambahkan jingga metil dan lanjutkan titrasi hingga terjadi warna merah muda yang
tetap.
D. Indikator Alkalimetri
Selama titrasi asam basa terjadi perubahan pH yang besar, untuk menentukan titik
akhir diperlukan suatu zat penolong yang disebut indikator. Banyak asam-asam
organik lemah atau basa-basa organik lemah yang berbeda warnanya bila berbentuk
molekul atau
terdissosiasi zat semacam ini disebut sebagai indikator visuil. Oleh sebab itu
diperlukan cara pemilihan indikator yang benar, sehingga apabila digunakan dalam
titrasi titik akhir dekat dengan titik ekivalen Contoh indikator asam-basa :
Indikator :
Fenolftalein (PP) :
BM : 318,33
Cara pembuatan :
0,1 gram fenolftalein dilarutkan dalam 500 ml alkohol absolut dan tambahkan NaOH
0,1 N tetes demi tetes sampai warna menjadi tepat kuning

Sumber: http://ristimonica.blogspot.com/2012/05/titrasi-metode-alkalimetri.html