Anda di halaman 1dari 8

Cara Mengisi SPT Tahunan

Online
Untuk cara pengisian berikut adalah untuk SPT Tahunan OP 1770S
(seperti pada Contoh #1). Untuk cara pengisian pada Contoh #2
dan Contoh #3 dapat Anda ikuti penjelasan yang sudah ada di
situ efiling pajak.
Berikut tampilan awal SPT 1770S, isi Tahun Pajaknya kemudian
klik tombol "langkah Berikutnya"

1. Data Form
Keterangan:
Tahun Pajak adalah tahun diterima/diperolehnya penghasilan,
pilih

sesuai

tahun

penghasilan

Status SPT Normal adalah Jika Anda menyampaikan SPT untuk


kali pertama untuk tahun pajak tertentu. Jika Anda memilih
normal, nilai pembetulan ke akan terisi otomatis dengan angka
nol(0)

dan

tdk

dapat

diubah

Status SPT Pembetulan adalah Jika Anda menyampaikan SPT


untuk membetulkan SPT yang dilaporkan sebelumnya. Jika Anda
memilih pembetulan, Isikan nilai pembetulan ke- berapa SPT Anda
pada

kotak

isian

pembetulan

dan

pastikan

bahwa

sebelumnya telah Anda Kirimkan ke Direktorat Jenderal Pajak

2. Lampiran II
Selanjutnya untuk langkah ke-2, tampilannya sebagai berikut

SPT

Isi semua kolom yang disediakan, namun jika tidak ada, bisa
langsung Anda klik "Lanjut Ke...."
Keterangan:
Bagian

isilah kolom sesuai dengan data pemotongan PPh yang bersifat


final

yang

Anda

Bagian

miliki
B

Ketentuan pengisian Daftar Harta sbb:

Tanah (cantumkan lokasi dan luas tanah);

Bangunan (cantumkan lokasi dan luas bangunan);


Kendaraan bermotor, mobil, sepeda motor (cantumkan
merek dan tahun pembuatannya)
Kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, jetski, peralatan
olah raga khusus, dan sejenisnya
Uang Tunai Rupiah, Valuta Asing sepadan US Dollar,
Simpanan termasuk tabungan dan deposito di Bank Dalam dan
Luar Negeri, Piutang, dan sebagainya dicantumkan secara global
Efek-efek (saham, obligasi, commercial paper, dan
sebagainya) dicantumkan secara global
Keanggotaan perkumpulan eksklusif (keanggotaan golf, time
sharing dan sejenisnya)
Penyertaan modal lainnya dalam perusahaan lain yang tidak
atas saham (CV, Firma) dicantumkan secara global
Harta berharga lainnya, misalnya batu permata, logam
mulia, dan lukisan dicantumkan secara global
Kolom Keterangan : Kolom ini diisi dengan keteranganketerangan lain yang dianggap perlu. Misalnya untuk rumah dan
tanah diberi keterangan Nomor Objek Pajak (NOP) sesuai yang
tertera dalam SPPT PBB.

Bagian

Daftar ini digunakan untuk melaporkan jumlah kewajiban/utang


pada

akhir

Tahun

Pajak

Contoh:
ilustrasi:Bila Anda meminjam sejumlah uang kepada Bank A Jl.
Gatot Subroto No. 40 Jakarta sebesar Rp. 100.000.000 pada Tahun
2013. Sampai dengan akhir Tahun 2015 sisa pinjaman yang masih
harus dilunasi kepada Bank A adalah sebesar Rp. 20.000.000.
Maka

cara

pengisiannya

Nama

Pemberi

Pinjaman

adalah
:

sbb:

Bank

Alamat Pemberi Pinjaman : Jl. Gatot Subroto No. 40 Jakarta


Tahun
Jumlah

Peminjaman
:

Bagian

:
Rp.

2013
20.000.000
D

Bagian ini diisi dengan daftar susunan anggota keluarga yang


menjadi tanggungan sepenuhnya Wajib Pajak, sesuai kondisi awal
tahun pajak.

3. Lampiran I
Pada halaman ini, karena status Anda adalah pegawai/karyawan,
maka Bagian C adalah yang WAJIB Anda isi, berikut contohnya
Gambar #1 Menu Lampiran I

Gambar #2 Contoh isian bukti potong


Jumlah PPh yang dipotong bisa Anda lihat pada Bukti Potong PPh 21 dari Bendahara

Gambar #3 Tampilan Bukti potong berhasil di-input

4. Induk SPT
Pada halaman ini Anda disuruh memasukkan angka-angka yang
ada dalam bukti potong ke dalam formulir SPT Tahunan Online,
berikut tampilannya

Isi seluruh bagian (A hingga F) dan yang terpenting adalah pada


bagian E (PPh Kurang/Lebih Bayar). Untuk karyawan/pegawai
bagian ini seharusnya terisi NIHIL. Jika terjadi kurang/lebih bayar
maka cek kembali bukti potong pada Lampiran I. Konsekuensi jika
terjadi kurang bayar adalah, Anda diharuskan membayar pajak
yang kurang dibayarkan. Namun jika terjadi lebih bayar, maka
akan dilakukan Pemeriksaan Pajak atas diri Anda. Kedua opsi ini
kurang baik, untuk itu coba teliti kembali. Anda juga bisa
konsultasikan

ke

bendahara

kantor

jika

hal

ini

terjadi.

Keterangan:
Bagian

Identitas

Pada pilihan Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri, pilih :

HB apabila, suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan


putusan hakim;

PH apabila, dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri


berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan; atau

MT apabila, dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk


menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri
Bagian

A.1

Jumlah Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan


Pekerjaan

diambil

dari

Kolom B No.12 (Untuk Formulir 1721-A1)

Kolom B No.15 (Untuk Formulir 1721-A2)

Kolom 2 (Untuk Formulir 1721-VI)


Bagian

A.3

cukup

jelas

Bagian

A.5

Bagian ini diisi jumlah zakat/sumbangan keagamaan yang bersifat


wajib atas penghasilan yang menjadi objek pajak yang nyatanyata dibayarkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi kepada badan
amil zakat atau lembaga amil zakat atau lembaga pengelola
sumbangan keagamaan lainnya yang dibentuk dan disahkan
oleh Pemerintah, sesuai dengan bukti setoran yang sah.
Bagian

B.7

Tanggungan dan status. Contoh: menikah anak satu maka PTKPnya


Bagian

K-1

sebesar

Rp

42.000.000
C.10

Untuk jenis pajak Pasal 24, jumlah PPh yang dipotong/dipungut

adalah mana yang lebih kecil antara jumlah yang sebenarnya


atau jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan formula sebagai
berikut:
(Jumlah Penghasilan dari LN / Penghasilan Kena Pajak) X
Total PPh terutang
Dalam hal penghasilan yang diterima/diperoleh di luar negeri
berasal dari beberapa negara, maka penghitungan kredit pajak
berdasarkan formula tersebut tidak termasuk Pajak yang bersifat
final sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (2), Pasal 8 ayat (1) dan
ayat

(4)

Bagian

Undang-Undang
D.14

PPh.
a

Diisi dengan jumlah PPh yang telah dibayar sendiri selama tahun
pajak bersangkutan berupa PPh Pasal 25 Tahun Pajak yang
bersangkutan termasuk jumlah pelunasan PPh yang terutang
berdasarkan penghitungan sementara dalam hal Wajib Pajak
Menyampaikan pemberitahuan permohonan perpanjangan jangka
waktu
Bagian

penyampaian

SPT
D.14

tahunan
b

Diisi dengan jumlah pokok PPh yang ada di dalam Surat Tagihan
Pajak, tidak termasuk sanksi administrasi berupa bunga dan/atau
denda
Bagian

Pembayaran

Apabila berdasar hitungan sistem, status SPT Anda Kurang


Bayar, sistem akan menampilkan panel pembayaran

Apabila
Anda
sudah
melakukan
pembayaran
atas
kekurangan pembayaran pajak, pilih Sudah, dan masukkan NTPN
dari Bukti Penerimaan Negara yang Anda miliki, serta tanggal
pembayarannya

Apabila Anda belum melakukan pembayaran, sistem ini


memberikan layanan pembuatan Kode Billing, yang dapat Anda
gunakan untuk melakukan pembayaran di Bank baik secara
online(internet banking) atau datang langsung ke Bank

Apabila Anda belum aktif sebagai user ebilling di DJP Online,


aktifkan terlebih dahulu
Bagian

E.17,

Jika

Status

Lebih

Bayar

Permohonan Tidak berlaku apabila kelebihan berasal dari


PPh yang Ditanggung Pemerintah (DTP)

Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17C(WP


dengan Kriteria Tertentu), merupakan pengembalian pendahuluan
kelebihan pembayaran pajak yang diberikan kepada wajib pajak
dengan kriteria tertentu (WP Patuh)yang ditetapkan oleh Kanwil
DJP. Persayaratan WP dengan kriteria tertentu dapat dilihat pada
Pasal 17C UU KUP dan Pasal 1 PMK Nomor 192/PMK.03/2007

Pilihan DIKEMBALIKAN DENGAN SKKPP PASAL 17D (WP yang


memenuhi persyaratan tertentu), merupakan pengembalian
pendahuluan kelebihan pembayaran pajak yang dapat diberikan
kepada WP selain kriteria di atas yang memenuhi persyaratan
tertentu sesuai Pasal 17D UU KUP dan Pasal 1 dan 2 PMK Nomor
193/PMK.03/2007

5. Kirim SPT
Selesai mengisi formulir, pada langkah ke-5 Anda diminta untuk
mengirimkan SPT Tahunan Online yang sudah Anda isi,
tampilannya sebagai berikut
Klik tombol "di sini"

Silahkan Anda klik tombol "di sini" kemudian cek email yang
terhubung dengan akun efiling pajak Anda. Berikut contoh email
kode verifikasi
Copy kode Verifikasi, dan masukkan ke kolom Kirim SPT

Setelah Anda memasukkan Kode Verifikasi ke kolom Kirim SPT,


silahkan klik tombol "Kirim SPT". Jika berhasil maka Anda akan
diarahkan kembali ke halaman daftar SPT seperti berikut

Untuk melihat bukti tanda terima SPT Tahunan elektronik,


silahkan klik logo printer pada kolom daftar SPT di atas, berikut
contoh Tanda terima SPT Tahunan elektronik yang saya terima

Penutup
Jadi demikian lah proses pengisian SPT Tahunan Online dengan
Efiling DJP Online. Seluruh proses dalam artikel ini sudah saya
lakukan sendiri dari step awal hingga akhir. Cetak lah Tanda
terima SPT Tahunan elektronik jika bendahara kantor Anda
memintanya. Untuk pertanyaan seputar Cara Mengisi SPT
Tahunan Online, silahkan Anda tanyakan di blog ini atau bisa
memlalui Fanpage PajakBro.com
Artikel Sebelumnya:
Cara Pengisian SPT Tahunan Secara Online dengan E-Filing
Terbaru Update 2015
Belum punya akun efiling? Baca dulu artikel ini:
Langkah-langkah Pendaftaran Wajib Pajak E-Filing