Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYULUHAN KESEHATAN SENAM NIFAS DI RUANGAN


NIFAS RSUD TENGKU RAFIAN SIAK SRI INDRAPURA

OLEH
MAHASISWA STIKes TENGKU MAHARATU
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bakri Irawan, S.Kep


Denny Irawan, S.Kep
Nirwana, S.Kep
Restu Sulistio, S.Kep
Syahruddin, S.Kep
Yeni Dewanti, S.Kep
Yori Prima Sari, S.Kep
Zulianto, S.Kep

PRAKTIK PROFESI NERS KEPERAWATAN MATERNITAS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKes TENGKU MAHARATU
PEKANBARU
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SENAM NIFAS
DI RSUD TENGKU RAFIAN SIAK SRI INDRAPURA
1

A. Latar Belakang
Lazimnya seorang ibu nifas tetap bekerja selama kenifasannya, sehingga sangat
penting pada kenifasannya diberikan keterangan tentang pernafasan dasar pernafasan
dasar serta sikap sewaktu bekerja dan waktu senggang. Salah satu aktivitas yang
dilakukan adalah senam nifas. Tindakan relaksasi dan senam setiap hari berguna untuk
seorang ibu nifas agar dapat mempersiapkan tubuhnya untuk menghadapi persalinan serta
dapat belajar bernafas dan beristirahat pada waktu yang tepat selama persalinan untuk
membantu kemajuan persalinan yang alamiah.
Senam nifas ini mempunyai manfaat yang berarti bagi ibu-ibu setelah melahirkan.
Kebanyakan dari ibu-ibu tentunya ingin sekali mengembalikan penampilannya seperti
semula. Senam nifas ini berguna mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki
regangan pada otot-otot setelah kehamilan. Tak banyak kaum ibu-ibu setelah melahirkan
lebih suka segera membenahi penampilannya. Dalam melakukan senam nifas ada juga
hal-hal yang perlu diperhatikan, karena ada perbedaan tersendiri senam nifas pasca
melahirkan dengan normal dan caesar. Perlu diperhatikan juga bahwa kondisi fisik setiap
orang berbeda-beda. Jadi sebelum memulai senam nifas atau olahraga, sebaiknya
berkonsultasi dengan dokter.

B. Tujuan
a. Umum
Setelah dilakukan pembelajaran senam nifas oleh instruktur, ibu nifas dapat
melakukan senam nifas secara mandiri.
b. Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran senam nifas, diharapkan ibu nifas dapat:
1. Memahami tujuan senam nifas.
2. Menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum latihan senam nifas.
3. Menyebutkan teknik latihan senam nifas.
2

C. Rancangan Kegiatan
1. Topik
2. Metoda
3. Media
4. Waktu dan Tempat

: Senam Nifas
: Ceramah, Diskusi dan Demonstrasi
: Flipchart

Tanggal/Hari

: Kamis, 22 September 2016

Waktu

: 11.00 WIB

Tempat

: Ruangan Nifas

5. Pengorganisasian
a. Demonstrasi : Nirwana dan Yeni Dewanti
Tugas : Mendemonstrasikan senam nifas
b. Moderator : Syahrudin, S.Kep
Tugas:
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan mahasiswa
3) Membuat kontrak waktu
4) Menjelaskan tujuan kegiatan penyuluhan
c. Penyaji : Yori Primasari
Tugas: 1) Memberikan penyuluhan kesehatan tentang senam nifas
2) Mendemonstrasikan tehnik cara senam nifas
d. Fasilitator : Denny Irawan
Tugas :
1) Memotivasi pasien atau keluarga untuk berperan aktif dalam penyuluhan
2) Memfasilitasi peserta untuk berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan
e. Tj Pertanyaan Pasien : Restu Sulistiyo
Tugas :
1) Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasien
f. Observer
Tugas :
1) Mengamati jalannya pelaksanaan kegiatan Penkes Senam Nifas mulai dari
persiapan , pelaksanaan sampai evaluasi
g. Dokumentasi : Bakri Irawan
Tugas :
1) Mendokumentasikan penyuluhan senam nifas

i. Kegiatan penyuluhan
NO
Nama kegiatan
1. Pembukaan

2.

Penyampaian materi

Kegiatan mahasiswa
- Mengucapkan salam
- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan
- Menjelaskan kontrak
waktu.

Kegiatan peserta
- Menjawab salam
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan.

Menjekaskan isi materi


tentang senam nifas

Menjelaskan dan
demonstrasi senam
nifas
3.

Penutup

Waktu

5 menit

15 menit

Memperhatikan dan
mendengarkan
Memperhatikan

- Mengevaluasi
- Memperhatikan dan
secara verbal pada
menjawab
peserta penkes
- Menyimpulkan hasil - Memperhatikan dan
Kegiatan
mendengarkan
- Mengakhiri
- Menjawab salam
kegiatan dengan
mengucapkan salam

10 menit

D. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Keluarga dan pasien, mahasiswa menghadiri penyuluhan
2) Tempat, media serta alat penyuluhan tersedia sesuai rencana
b. Evaluasi proses
1) Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan
2) Pasien dan keluarga yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3) Pasien dan keluarga yang hadir berperan aktif selama kegiatan berlangsung
c. Evaluasi hasil
1) 80 % peserta dapat memahami pengertian dan tujuan senam nifas.
2) 80 % peserta dapat menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum latihan
senam nifas.
4

3) 80 % peserta dapat menyebutkan dan mempraktekan teknik latihan senam nifas.

Ringkasan materi

A. Defenisi
Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan guna
mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah
kehamilan.
B. Tujuan
1. Memperbaiki regangan otot perut
2. Untuk relaksasi dasar panggul
3. Memperbaiki tonus otot pinggul
4. Memperbaiki sirkulasi darah
5. Memperbaiki regangan otot tungkai
C. Kontra Indikasi
1. Ibu yang menderita anemi
2. Ibu yang mempunyai penyakit jantung dan paru-paru
D. Pelaksanaan
Sebelum melakukan senam nifas, sebaiknya perawat mengajarkan kepada ibu untuk
melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan dapat dilakukan dengan latihan
pernapasan dan menggerak-gerakkan kaki dan tangan secara santai. Hal ini bertujuan untuk
menghindari kekejangan otot selama melakukan gerakan senam nifas.
1. Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area iga-iga.
Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut,
kencangkan dinding abdomen untuk membantu mengosongkan paru-paru

2. Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas. Kendurkan
lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang bersamaaan rilekskan
kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan penuh pada seluruh bagian
kanan tubuh.

3. Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar
panggul, tahan selama tiga detik dan kemudian rileks.

4. Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot perut


sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3 detik
kemudian rileks.

5. Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan bahu kira
kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.

6. Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.

7. Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat kedua
kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu luruskan dan
angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan kembali ke lantai.

8. Tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di ujung
kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas. Lakukan
gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini selama
setengah menit.

9. Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam
keluar. Lakukan gerakan ini selama setengah menit.

10. Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan
menggergaji. Lakukan selama setengah menit.

11. Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut mendekati
badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang ujung kaki, dan
urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha. Lakukan gerakan ini 8
sampai 10 setiap hari.

12. Berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah bantal
diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan angkatlah pantat
dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4 sampai 6 kali selama
setengah menit.

13. Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan
disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan kaki dan
kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah ini 4 sampai 6
kali selama setengah menit.

Daftar Pustaka
Ambarwati. R. 2010. Asuhan Kebidanan Nifas. Nuha Medika. Yogyakarta: Mitra Cendikia.
Mellyana. H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Puspa Suara: Jakarta.
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Fitramaya: Yogyakarta.
Saleha, S. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Salemba Medika: Jakarta.
Widianti, A. 2010. Senam Kesehatan. Nuha Medika: Yogyakarta.

10