Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga
kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. Solawat serta salam kami haturkan
kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta para
pengikutnya sampai akhir zaman.
Makalah ini membahas tentang gravitasi universal dengan sub pokok bahasan
yaitu teort geosentris dan heliosentris, hukum Kepler, hukum gravitasi Newton dan
tafsiran Newton terhadap hukum Keper.
Makalah ini disususn unutk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pada
semester ganjil tahun akademik 2016/2017
Kami menyadari bahwa isi dalam makalah ini masih sangat kurang. Oleh karena
itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan untuk
perbaikan di masa yang akan datang.

Banda Aceh, September 2016


Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................
Daftar Isi.....................................................................................................................
Bab I Pendahuluan...................................................................................................1
1.1.Latar Belakang Masalah.................................................................................1
1.2.Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3.Tujuan ............................................................................................................1
Bab II Pembahasan..................................................................................................2
2.1.Teori Geosentris dan Heliosentris..................................................................2
2.2.Hukum Kepler................................................................................................3
2.3.Hukum Gravitasi Newton...............................................................................5
2.4. Penerapan Hukum Newton tentang Gravitasi Universal...............................6
2.5. Hukum Newton tentang Gravitasi Universal (Gravitasi Umum)..................7
2.6. Hukum Kepler dan Sintesa Newton..............................................................9
Bab III Penutup........................................................................................................10
Daftar Pustaka............................................................................................................11

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Pemahaman manusia akan ilmu pengetahuan tentang alam semesta (sains) pada

tiga setengah abad sebelum masehi hanya didasarkan pada pengamatan atau observasi
tanpa ada penjelasan yang didukung oleh percobaan atau eksperimen seperti yang lazim
dilakukan untuk mengetahui suatu fenomena alam.
Sejak dahulu kala manusia tertarik akan benda-benda antariksa yang terlihat di
langit. Para ahli pada waktu itu mencoba melukiskan sifat gerak benda-benda antariksa.
Berdasarakan pengamatan sehari-hari tampak bahwa semua benda anatariksa terbit di
timur dan tenggelam di barat. Jadi mereka berpandangan bahwa bumi sebagai pusat
alam semesta. Pandangan ini disebut pandangan geosentris (teori geosentris) atau
disebut juga sistem Ptolemaeus.
Orang pertama yang menyatakan bahwa bumi kita ini bergerak mengelilingi
matahari adalah Nicholas Copernicus. Tetapi orang pertama yang memperhitungkan
tentang perubahan posisi planet-planet terhadap matahari adalah Trycho Brahe dan
orang yang serius mencermati dan menganalisis data posisi planet-planet yang
dikumpulkan oleh Trycho Brahe adalah Johanes Kepler. Johanes Kepler menghasilkan
tiga hukum tentang gerak planet. Sedangkan orang yang mencoba memahami hukumhukum Kepler adalah Sir Issac Newton sampai dia berhasil menyusun hukum gravitasi
universal yang sangat terkenal.
1.2.

Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, beberapa masalah yang akan dibahas yaitu
sebagai berikut :
1. Bagaimanakah Teori Geosentris dan Heliosentris?
2. Bagaimana bunyi jenis-jenis Hukum Kepler?
3. Bagaimana penerapan Hukum Gravitasi Newton?
1.3.

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan yang hendak dicapai dalam

penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui Hukum Newton tentang Gravitasi Universal
2. Untuk mengetahui bunyi dari jenis-jenis Hukum Kepler
3. Untuk Mengetahui Implementasi Hukum Gravitasi Newton

iii

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Teori Geosentris dan Heliosentris
Astronomi sebagai ilmu baru berkembang di Yunani pada abad IV SM yang
berpendapat bahwa bumi berbentuk datar. Dua abad kemudian muncul terobosan
pertama dalam astronomi yang dilakukan oleh Aristoteles yang berpendapat bahwa
bumi bulat bundar. Terobosan kedua hampir dilakukan oleh Arisrarchus pada abad III
SM yang menyatakan bahwa bumi berputar dan beredar mengelilingi matahari yang
merupakan pusat gerak langit (heliosentris). Namun dia tidak cukup banyak pendukung.
Zaman astronomi klasik Yunani ditutup oleh Hipparchus pada abad I SM yang
menyatakan bumi yang bundar itu diam, matahari, bulan dan planet-planet mengelilingi
bumi dalam lintasan yang lebih rumit yang terdiri dari lingkaran-lingkaran kecil
dinamakan epicycle yang menumpangi lingkaran-lingkaran yang lebih besar. Sistem
geosentris ini disempurnakan oleh Cladius Ptolemaus pada abad II M yang merupakan
ilmuwan astronomi Mesir Kuno. Sistem geosentris ini disebut juga teori geosentris atau
lebih dikenal sistem Ptolemaus. Pandangan Ptolemaus ini memang sesuai dengan
pengamatan mata telanjang yaitu semua benda antariksa terbit di timur dan terbenam di
barat. Tetapi bila sistem ini digambarkan di atas kertas, maka gerak benda langit
menjadi sulit dan rumit untuk ditelusuri.
Adanya dua teori yang bertentangan tersebut telah merangsang para ahli ilmu
hitung untuk memperoleh data pengamatan yang lebih teliti. Data seperti itu akhirnya
didapat oleh Tycho Brache. Namun dalam melakukan pengamatan, Brache belum
menggunakan teleskop. Pada tahun 1609, Kepler mendukung gagasan teori heliosentris
dengan mengeluarkan tiga hukumnya yang selain menyebutkan bahwa matahari adalah
pusat tata surya juga memperbaiki mengenai bentuk orbit planet, yaitu yang berbentuk
ellips. Pada tahun yang sama, Galileo menjadi penemu teleskop yang pertama. Melalui
pengamatang dengan menggunakan teleskopnya, Galileo menyimpulkan bahwa bumi
bukanlah pusat gerak. Penemuan teleskop oleh Galileo ini bukan saja mmbantu
menguatkan konsep heliosentris Copernicus tetapi juga membuka lembaran baru dalam
perkembangan ilmu astronomi selanjutnya.

iv

Hukum Copernicus (Heliosentris)

2.2. Hukum Kepler


Johanes Kepler merupakan orang ketiga yang paling menonjol di antara para
ahli astronomi pada abad pertengahan setelah Tycho Brache dan Sir Issac Newton.
Kepler dilahirkan pada tahun 1572 di suatu kota di Jerman.
Orang Yunani Kuno mempunyai anggapan bahwa lingkaran adalah bentuk yang
mulia sehingga mereka percya bahwa benda langit bergerak dalam lintaasan yang
berupa lingkaran. Paham ini menimbulkan kesulitan, bahkan Nicholas Copernicus
(1473-1543), dengan teori heliosentrisnya yang menempatkan matahari sebagai pusat
tata surya, pada saat itu masih beranggapan bahwa orbit planet mengelilingi matahari
berupa lingkaran.
Menjelang akhir abad XVI, Tycho Brache mempelajari tentang gerakan planet.
Ia sempat menerbitkan buku mengenai posisi-posisi bintang, perubahan warnanya, jarak
dan arti arti dari semua bintang. Buku itulah yang menjadikan Tycho Brache terkenal
sebagai ahli astronomi.
Dengan mengunakan data dari Brache, Johanes Kepler, selama kurang lebih dua
puluh tahun

telah bereksperimen sampai dia mengemukakan bahwa orbit planet

mengelilingi matahari tidaklah berbentuk lingkaran melainkan berbentuk ellips. Ia juga


menunjukkan bahwa planet tidak bergerak dengan kelajuan konstan tetapi bergerak
lebih cepat ketika dekat dengan matahari dibandingkan bila jauh. Kepler berhasil
mengembangkan hubungan matematika antara periode planet dan jarak rata-ratanya dari
matahari yang kemudian dituangkan melalui ketiga hukummya tentang gerakan planet.

Ketiga hukum Kepler merupakan hukum empiris yang

hanya berdasarkan hasil

pengamatan.. Adapun ketiga hukum ketiga Kepler tersebut adalah :


1. Semua planet bergerak dalam lintasan berupa ellips dengan matahari sebagai
salah satu titik fokusnya

Hukum Kepler I

2. Garis yang menghubungkan tiap planet dan matahari dalam selang waktu yang
sama akan menyapu luas daerah yang sama

Hukum Kepler II

3. Kuadrat periode tiap planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet
ke matahari

Hukum Kepler III


..( 1 )

Hukum Kepler ini sekaligus memperkuat teori heliosentris yang dikemukakan oleh
Copernicus. Sayangnya Kepler tidak dapat menjelaskan tentang konsep gaya yang
menyebabakan keteraturan tersebut. Namun hukum gravitasi Newton nantinya akan

vi

memberikan penjelasan fisis pada ketiga hukum Kepler. Dalam kasus inihukum
gravitasi Newton mengharuskan setiap planet ditarik menuju matahari dengan sebuah
gaya yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari planet ke matahari. Dengan
cara ini, Newton mampu menerangkan gerak planet dalam tata surya dan gerak benda
jatuh di dekat permukaan bumi dengan konsep yang sama. Newton menggabungkan
konsep mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya dianggap sebagai
dua masalah yang berbeda.
2.3. Hukum Gravitasi Newton
Newton dilahirkan di Woolsthrope, Lincolnshire, Inggris ketika musim dingin
tahun 1642. Penemuan Newton tentang gravitasi diilhami dari pengamatan peristiwa
buah apel yang jatuh dari pohonnya ketika dia sedang duduk di bawah pohon tersebut.
Saat itu sekolahnya, dimana ia menjadi asisten dosen, ditutup karena wabah penyakit
menular.
Hukum Kepler memberikan kemudahan bagi Newton dalam menghubungkan
percepatan sebuah planet dalam orbitnya dengan gaya yang dilakukan oleh matahari
pada planet, yang berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak antara matahari dan
planet. Newton mampu membuktikan bahwa gaya yang berubah secara terbalik dengan
kuadrat jarak pisah akan menghasilkan orbit elips yang diamati oleh Kepler.
Newton berusaha menentukan besar gaya gravitasi yang diberikan bumi pada
bulan dengan membandingkan gaya gravitasi pada benda-benda dipermukaan bumi.
Dari penemuan ilmuwan sebelumnya, percepatan sebuah benda yang jatuh bebas karena
gravitasi adalah 9,8 m/s2 dan percepatan bulan dapat dihitung dari persamaan ar = v2/r
(karena bulan dianggap bergerak melingkar), dimana v adalah laju bulan dalam
mengelilingi bumi dan r adalah orbit bulan dalam mengelilingi bumi. Kita tahu bahwa
orbit bulan dalam mengelilingi bumi adalah 384.000 km dan bulan sekali mengorbit
bumi selama 27 hari (T = 27) maka:
ar = v2/r = (2r2) / (Tr r) = 0,00272 m/s2
Dengan membandingkan percepatan gravitasi bumi dan percepatan sentripetal bulan
didapat :
ar 1/3600 g

vii

Dengan demikian, percepatan bulan terhadap bumi kira-kira 1/3600 kali percepatan
benda yang ada dipermukaan bumi atau 3600 kali lebih kuat dari apel yang jatuh. Jarak
antara bumi dan bulan adalah 384.000 km, atau sama dengan 60 kali radius bumi yang
besarnya 6400 km (ini merupakan jarak apel dari pusat bumi dimana diameter bumi
dihitung sekitar 12.800 km). Jarak dari pusat bumi ke bulan adalah 60 kali lebih jauh
dari benda-benda di permukaan bumi. Dari sinilah Newton menyimpulkan bahwa
hubungan antara percepatan gravitasi dan jarak benda terhadap bumi yaitu :
g 1/R2
Menurut hukum Newton ketiga, ketika bumi memberikan gaya gravitasi ke
benda apapun, seperti bulan misalnya, benda tersebut akan memberikan gaya yang sama
besar tetapi berlawanana arah pada bumi. Berdasarkan simetri ini, Newton
menyimpulkan bahwa besar gaya gravitasi harus sebanding dengan kedua massa
sehingga :
F ME MB / R2
dimana ME adalah massa bumi dan MB adalah massa benda lain dan R adalah jarak dari
pusat bumi ke pusat benda lain tersebut. Seratus tahun setelah Newton
mempublikasikan hukumnya, pada tauhn 1798 Henry Caveroish berhasil menemukan
nilai konstanta G yang besarnya 6,67 x 10 11 N/m2/kg2.
2.4. Penerapan Hukum Newton tentang Gravitasi Universal
Selain mengembangkan tiga hukum mengenai gerak, Sir Issac Newton juga
meneliti gerak planet-planet dan bulan. Terutama, beliau mempertanyakan tentang gaya
yang harus bekerja untuk mempertahankan bulan pada orbitnya yang hampir berupa
lingkaran yang mengelilingi bumi.
Newton juga memikirkan tentang masalah gravitasi. Karena benda yang jatuh
dipercepat, Newton menyimpulkan bahwa pasti ada gaya yang bekerja pada benda itu,
yang kita sebut dengan gaya Gravitasi. Ketika sebuah benda mempunyai gaya maka
gaya itu akan diberikan oleh benda lain, dan Newton menyimpulkan bahwa pasti bumi
itu sendiri yang memeberikan gaya gravitasi pada benda-benda di permukaannya.
Newton menyadari bahwa percepatan Gravitasi pada sebuah benda tidak hanya
bergantung pada jarak, tetapi juga pada massa benda tersebut. Pada kenyataanya, gaya
ini berbanding lurus dengan massa, sebagaimana yang dapat kita lihat.

viii

Dalam penelitiannya tentang orbit-orbit planet, beliau menyimpulkan bahwa


dibutuhkan gaya untuk mempertahankan planet-planet itu di orbit masing-masing di
sekeliling matahari. hal ini membutnya percaya bahwa pasti juga ada gaya Gravitasi
yang bekerja antara matahari dan planet-planet tersebut agar tetap berada di orbit
masing-masing. Oleh karena itu, muncullah hukum Newton mengenai Gravitasi
Universalnya yang terkenal, yang bisa kita nyatakan sebagai berikut:
Semua partikel di dunia ini menarik semua partikel lain dengan gaya yang
berbanding lurus dengan hasil kali massa partikel-partikel itu dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak di antaranya. Gaya ini bekerja sepanjang garis
yang menghubungkan kedua partikel itu.
Hukum Gravitasi universal tidak boleh dikacaukan dengan hukum garak Newton
kedua, F= ma. Hukum Gravitasi mendeskripsikan suatu gaya tertentu, gravitasi, dan
bagaimana kekuatannya bervariasi dengan jarak dan gaya total pada sebuah benda
dengan massa dan percepatan benda.
2.5. Hukum Newton tentang Gravitasi Universal (Gravitasi Umum)
ketika tidur siang di bawah pohon, Newton kena di kepalanya oleh apel jatuh.
Ini dugaan kecelakaan yang seharusnya mendorongnya untuk membayangkan bahwa
mungkin semua benda di alam semesta yang tertarik satu sama lain dengan cara yang
sama seperti apel tertarik oleh Bumi. Newton menganalisis data astronomi pada gerakan
Bulan mengelilingi Bumi. Dari hasil analisis tersebut, ia membuat pernyataan berani
bahwa hukum gaya yang mengatur gerakan planet adalah sama dengan hukum gaya
yang menarik apel jatuh ke bumi.
.
Jika partikel memiliki massa m1 dan m2 dan dipisahkan oleh jarak r, besarnya gaya
gravitasi ini adalah:
(13.1)

di mana G adalah konstanta, disebut konstanta gravitasi universal. Nilainya dalam


satuan SI adalah:

ix

G = 6,674 x 1011 N.m2/kg2

(13.2)

Henry Cavendish (1731-1810) mengukur konstanta gravitasi universal dalam


sebuah percobaan penting 1798. Aparatus Cavendish terdiri dari dua bola kecil, masingmasing dengan massa m, tetap sampai ke ujung cahaya, batang horisontal ditangguhkan
oleh serat halus atau kawat logam tipis seperti yang diilustrasikan pada Gambar 13.1.
Ketika dua bola besar, masing-masing dengan massa M, ditempatkan di dekat yang
lebih kecil, gaya tarik menarik antara bola kecil dan bola yang lebih besar menyebabkan
batang berputar dan memutar suspensi kawat baru ke sebuah orientasi keseimbangan
baru. Sudut rotasi diukur dengan defleksi sinar cahaya yang dipantulkan dari cermin
yang melekat pada suspensi vertikal.
Bentuk hukum gaya yang diberikan oleh Persamaan 13.1 sering disebut sebagai
hukum kuadrat terbalik karena besarnya gaya bervariasi sebagai kuadrat terbalik dari
jarak partikel. Kita akan melihat contoh-contoh lain dari jenis hukum gaya dalam babbab berikutnya. Kita dapat mengekspresikan gaya ini dalam bentuk vektor dengan
mendefinisikan vektor satuan r12 (Gambar. 13.2). Karena vektor satuan ini diarahkan
dari partikel 1 terhadap partikel 2, gaya yang diberikan oleh partikel 1 pada partikel 2
adalah:

(13.3)
di mana tanda negatif menunjukkan bahwa partikel 2 tertarik pada partikel 1, maka,
gaya pada partikel 2 harus diarahkan ke partikel 1. Secara hukum ketiga Newton, gaya
yang diberikan oleh partikel 2 pada partikel 1, ditunjuk F21, sama besarnya dengan F12
dan dalam arah yang berlawanan. Artinya, gaya-gaya ini membentuk pasangan aksireaksi, dan F21 = -F12. Dua bentuk Persamaan 13.3 pantas disebutkan. Pertama, gaya
gravitasi adalah medan gaya yang selalu ada antara dua partikel, terlepas dari media
yang memisahkan mereka. Karena gaya bervariasi sebagai kuadrat terbalik dari jarak
antara partikel, menurun dengan cepat dengan meningkatnya jarak. Persamaan 13.3 juga
dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa gaya gravitasi yang diberikan oleh ukuran
tertentu, berbentuk sebuah bola yang simetris dengan distribusi massa partikel luar
distribusi adalah sama seperti jika seluruh massa terdistribusi terkonsentrasi di pusatnya.

Misalnya, besarnya gaya yang diberikan oleh bumi pada suatu partikel bermassa m
dekat permukaan bumi adalah:

dimana ME adalah massa bumi dan RE radiusnya. Gaya ini diarahkan menuju pusat bumi
(Serway,2010:374-376).
2.6. Hukum Kepler dan Sintesa Newton
Lebih dari setengah abad sebelum Newton mengajukan ketiga hukumnya tentang
gerak dan hukum gravitasi universalnya, ahli astronomi jerman, Johannes Kepler (15711630), telah menghasilkan sejumlah karya astronomi dimana kita bisa mendapatkan
penjelasan rinci mengenai gerak planet di sekitar matahari. Diantara hasil karya Kepler
terdapat tiga penemuan yang biasa disebut sebagai Hukum Kepler mengenai gerak
planet.
Sementara itu, Newton bisa menunjukkan bahwa hukum-hukum Kepler mengenai
gerak dapat diturunkan secara matematis dari Hukum Gravitasi Universal dan Hukum
Gerak. Beliau kemudian mengguanakan Hukum Kepler sebagai bukti Hukum Gravitasi
Universalnya.
Pengembangan Hukum Gravitasi Universal oleh Newton dan ketiga Hukum gerak
merupakan kemajuan intelektual yang besar. Karena dengan hukum-hukum inilah,
Newton bisa menjelaskan gerakan benda-benda di bumi dan di luar angkasa sebagai
pembenaran terhadap hukum Kepler. Gerakan benda-benda luar angkasa dan bendabenda di bumi tampak mengikuti hukum yang sama. Untuk alasan ini, kita sering
menyebut sintesa Newton.

BAB
KESIMPULAN

xi

Teori Geosentris menyatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya sedangkan
matahari dan planet-planet lain bergerak mengelilingi bumi.
Teori Heliosentris menyatakan bahwa menyatakan bahwa mataharilah yang
merupakan pusat tata surya sedangkan bumi dan poanet-planet lainnya bergerak
mengelilingi matahari.
Hukum Kepler menyatakan bahwa :
1) Semua planet bergerak dalam lintasan berupa elips dengan matahari sebagai
salah satu titik fokusnya
2) Garis yang menghubungkan tiap planet dan matahari dalam selang waktu
yang sama akan menyapu luas daerah yang sama
3) Kuadrat periode tiap planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata
planet ke matahari
Hukum Gravitasi Newton merupakan penjelasan lebih rinci mengenai konsep
gaya yang tidak dapat diterangkan oleh Kepler
Hukum Gravitasi Newton (hukum gravitasi universal) menyatakan bahwa:
F = - G

m1m2
r212

dimana :
F

= gaya gravitasi (N)

= konstanta gravitasi universal (6,67 x 10 11 N/m2/kg2)

m1,2 = massa benda/planet 1 dan 2 (kg)


r1,2 = jarak antara kedua benda/planet (m)
(tanda negatif menunjukkan gaya pada kedua benda/planet besarnya sama
namun berlawanan tanda).

DAFTAR PUSTAKA
Foster, Bob. (2003). Terpadu Fisika SMU Kelas 2. Jakarta : Erlangga
Giancoli, Douglas C. (2001). Fisika (terjemahan Yuhilza Hanum). Jakarta : Erlanggga

xii

Suratman, M. (2002). Pegangan Fisika I SMU Untuk Kelas I. Bandung : CV Armico


Sutantyo, Winardi. (1984). Astrofisika : Mengenal Bintang. Bandung : ITB
Tipler, Paul A. (1998). Fisika untuk Sains dan Teknik (terjemahan Lea Prasetyo dan
Rahnad W Adi). Jakarta : Erlangga

xiii