Anda di halaman 1dari 5

RESUME ARTIKEL

EPISTEMOLOGI TINDAKAN MUHAMMAD IQBAL


PENULIS: SUHERMANTI JAFAR
Sumber Jurnal THEOSOFI UINSA Volume 5 NO 1 TAHUN 2015
Muhammad Iqbal merupakan filosof muslim di abad modern. Memiliki gagasan
besar, kepedulian yang tinggi serta kemauan yang kuat terhadap perkembangan
keilmuan islam. Iqbal tampila sebagai pelopor pembaharuan dunia islam di saat
peradaban islam mengalami stagnasi. Sebagaimana umumnya filosof muslim lainya,
dalam membangun landasan ontologis dan epistemilogis, Iqbal mengangap realitas
metafisik yang bersifat intuitis sebagai salah satu dari sumber ilmu pengetahuan.
Iqbal menganggap bahwa Al-Quran (Tuhan) dan sejarah (ruang dan waktu)
sebagai sumber pengetahuan. Sehingga dari sinilah dapat tangkap bahwa Iqbal dan
sebagaimana filusuf muslim lainya selalu meletakan dasar-dasar ketauhidan dalam
ide-ide filsafatnya. Seperti halnya teori kosmologi atau tantang alam, bahwa menurut
iqbal dan islam pada umumnya, alam bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Alam dan
kehidupan sosial manusia merupakan realitas yang dinamis, selalu bergerak menuju
perubahan-perubahan selanjutnya. Maka dalam hal ini ijtihad menjadi sangat penting.
Iqbal mendorong perubahan-perubahan paradigma dalam Islam, dari islam yang
mengedepankan ketaan tradisi dan kepasrahan total pada takdir, menjadi islam yang
mengedepankan penafsiran kontekstual, kreatis dan aktif bergerak menuju perubahan.
Pada tataran inilah hubungan manusia dengan tuhan bukan sekedar ibarat pembuat
sepatu denan sepatu (yang dibuat), namun lebih dari itu. Manusia memiliki daya
kreatif seperti halnya Tuhan, yang dalam hal ini manusia adalah patner Tuhan (ko
kreator) dalam menciptakan.
Sekilas tentang sejarah Muhammad Iqbal, beliau adalah ahli pemikiran barat
dan timur (Islam), lahir 1873 M. di kota Sialkot propinsi Pundap Barat dan wafat
1938 M. di Lahor dan dimakankan di lahor. Pendidikan Iqbal diawali dengan

RESUME FILSAFAT ILMU

pendidikan di Maktab di asuhan Maulana Mir Hasan, kemudian melanjutkan studinya


di Government callage dan pada tahun 1899 mendapat gelar magister filsafat.Pada
tahun 1905 Iqbal berkesempatan melanjutkan studinya di universitas Combridge
Inggris untuk mendalami filsafat, sembari mendalami ilmu hukum di Lincoln In
London, kemudian pindah ke Munic Jerman. Di Munic Iqbar meraih gelar PhD
dengan desertasi yang berjudul Develeopment of Metaphisies In Persia.
Relasi Epistemeologi Dengan Metafisika.
Konstruksi Epistemologi Iqbal dibangun pasca perdebatan filsafat, yaitu
perdebatan sengit di dunia barat pada persoalan metafisika. Tiga pemikiran filsafat
dari tiga filusuf barat setidaknya bisa merepresantasikan bagaiman tanggapan filosof
barat terhadap metafisika. Francil Bacon yang menganggap bahwa pengetahuan
spekulatif tidak menghasilkan apa-apa, hanya kenikmatan intelektual. Seddangakan
pengetahuan empiris melahirkan hukum-hukum alam yang pada akhirnya
memperbesar peran manusia terhadap perubahan alam.
David hume menganggap metafisika bukan salah satu dari ilmu pengetahuan.
Metafisika dan bahkan tuhan adalah realitas yang tidak dapat ditangkap dengan
indera, relitas non inderawi bukanlah sesuatu yang ada. Begitu pula Immanuel Khan
memandang realitas metafisik bukanlah entitas yang inderawi oleh karenanya
anggapan matefisika sebagai salah satu dari barisan ilmu pengetahuan sama halnya
dengan menghianati rasio. Akan tetapi dengan pendapat itu, Khan hanya bertujuan
memisah realitas metafisika dari jangkauan rasio belaka.
Iqbal membuka khazanah pemikiran baru dalam dunia filsafat. Secara
Ontologis pemikiran Iqbal lebih mengarah pada realitas Absolut, Realitas ultim,
sebagai realitas yang sebenarnya dalam hubungan manusia dengan alam. Secara
epistemologis pada awalnya Iqbal mendapat tugas yang amat berat yaitu bagaimana
cara manusia mendapat pengetahuan tentang ralitas ulltim. Pada wilayah ini
penemuan pengetahuan tidaklah melalui rasionalis empiris, namun menggunakan
intusi sebagai sarana mengungkap tabir pengetahuan.

RESUME FILSAFAT ILMU

Banyak hal yang tidak dapat diungkap oleh rasio manusia, seperti apakah
hakikat warna, bau dan rasa. Kita akan sulit menjelaskan warna biru, merah etau
kuning kepada orang yang mengalami kebutaan sejak lahir. Kerena itulah kemudian
tidak dapat intuisi menjadi sangat perlu dibela kembali agar tampil dalam dunia
filsafat setelah sekian lama diabaikan di duna barat. Banyak kesan-kesan, realitasrealitas yang hanya bisa diungkap melalui intuisi dan tidak dapat ditangkap oleh
panca indera. Seperti halnya rasa benci dan rasa cinta, yang keduanya rasa cinta dan
benci itu ada dan dapat dirasakan keberadaanya oleh manusia, namun indera atau
rasio tidak dapat menangkap eksistensinya. Intuisi juga merupakan sarana bagi
manusia untuk mengungkap realitas mutlak, realitas ultim, realitas diri, wujud mutlak
atau ego mutlak. Ego mutlak inilah yang dalam Al-Quran disebut dengan (Allah).
Pendapat Muhammad Iqbal tentang intuisi sejalan dengan pandangan para
mistikus dalam memandang cara mendapat pengetahuan. Yakni sebuah pengalaman
mistik, pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi sebagaimana pengetahun tentang
realitas ultim yang hanya di dapat dengan intuisi, hati atau qolbu. Akan tetapi teori
iqbal tidaklah sama persis dengan para mistikus. Menurut pandangan para mistikus,
untuk mendapat pengetahuan, pengetahuan intuitif harus bertolak dari realitas ultim
menuju realitass diri atau kebenaran dan ego. Menurut Iqbal pengetahuan intuitif dan
pengetahuan tentang realitas ultim justru dapat diungkap melalui pemahaman
terhadap mengenal diri, mempelajari gejala-gejala diri, maka realitas ultim dapat
diungkap dengan diawali mempelajari gejala diri itu.
Lebih jauh lagi, melalui intuisi manusia dapat mengetahui ego/ diri yang
terpusat, bebas dan imortal. Aktifitas intuitif bisa dialami oleh manusia jika manusia
menambil keputusan sebuah tindakan untuk melakukan penggalian pengetahuan
intuitif, bahkan tanpa harus diperintahkan oleh agama yang formal sekalipun.
Sehingga alam semesta menurut iqbal bukanlah realitas yang diam dan tidak
berkembang. Namun alam semesta adalah merupakan kumpulan gerak atau tindakan
yang dihasilkan dari tindakan ego mutak atau Tuhan. Alam semesta diciptakan oleh
Tuhan sebagai karunia yang diperuntukan manusia, digunakan sebagai sarana
beribadah sebagai sarana untuk memperkenalkan eksistensi Tuhan kepada para
RESUME FILSAFAT ILMU

manusia. Pada giliranya alam semesta yang merupakan kumpulan dari tindakantindakan menjadi sentral dari segala tindakan makhluq hidup di jagat raya.
Pengetauan inilah dapat dihasilkan dari proses intuitif.
Tindakan bermakna
Kehidupan didunia ini adalah merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan. Ada
istilah tindakan bermakna (meaningful Action) yang gunakan untuk mengistilahkan
dari tindakan-tindakan memiliki pengaruh besar, positif dan bermakna dalam aktifitas
alam semesta. Dalam kajian ontologis religiusnya iqbal menamakan meaningful
Action dengan istilah agama yaitu amal. Amal adalah merupakan aktifitas tindakan
yang dilakukan dengan berpusat pada alam sebagai sentral dari tindakan, yang
memiliki implikasi positif terhadap kehidupan di dunia.
Dalam mengawali pembahasan tindakan, Iqbal mengawali pembicaraan dengan
membahas tindakan (action) individual dan tindakan social. Secara epistemologis
tindakan merupakan eksistensi manusia yang dapat diamanti dan disimpulkan secara
logis, baik tindakan tersebut merupakan interaksi individual manusia atau dengan
benda lain disekitarnya yang disebut dengan tindakan tindividu, dan juga tindakan
manusia yang berelasi dengan tindakan manusia lain yang disebut dengan tindakan
social.
Dalam diskusi filsafat barat tindakan juga menjadi tema sentral yang memiliki
corak berbeda-beda sesuai dengan cara pandang filosof itu sendiri. Mereka berbeda
pendapat dalam memandang tindakan sebagai dasar eksistensi manusia. Mulai dari
plato sudah membahas tentang tidakan, plato mengatakan tindakan adalah juga
merupakan sarana untuk menemukan kebenaran, sebagaimana manusia yang berani
keluar dari hegemoni dogmatis untuk meraih kebenaran yang haqiqi. Aristoteles juga
berpandangan tentang gerak, bahkan konsep filsafat aristoteles tentang penggerak
yang tidak bergerak menjadi inspirasi para filusuf pada era berikutnya.
Filusuf diera modern kita kenal Max waber yang memiliki istilah meaningful
action. Dia berpandangan bahwa meaningful action adalah sebuah tindakan yang
bermakna yang dapat dirasakan oleh individu lain, dapat dilihat, ditafsiri dan dapat
RESUME FILSAFAT ILMU

diterima oleh obyek lain. Pendapat lain dari ahli komunikasi, habermas menganggap
bahwa tindakan adalah komunikasi yang efektif antara dua orang yang mana fihak
pertama menyampaikan informasi kepada fihak yang kedua begitu pula sebaliknya,
sehingga antara keduanya terjadi interaksi yang harmonis, komunikatif. Dari
beberapa pandangan filosof barat tentang tindakan, mayoritas membicarakan dan
beranggapan bahwa tindakan dihasilkan oleh dua sumber yang empiris dan rasionalis
yakni tindakan individu dan tindakan sosial.
Pada akhir resume ini kami mengampaikan bahwa realitas tindakan menurut
Iqbal bukan hanya individu dan sosial saja. Namun ada tindakan yang lain yang
merupakan inti dan pusat dari segala tindakan yaitu tindakan ilahiyyah, yaitu tindakan
hubungan antara Tuhan dan alam semesta. Dan alam semesta ini merupakan
rangkaian dari tindakan-tindakan. Sehingga dengan kesadaran spiritualnya tindakan
manusia sebagai tindakan intensionalital. Dalam memandang disekitarnya, manusia
tidak hanya menganggap sekitarnya adlah benda dalam ruang waktu atau kelompokkelompok sosial, namun harus lebih dari itu bahwa pandangan terhadap sekitar harus
merupakan penafsiran, pemahaman terhadap tindakan-tindakan melaui menghargai,
sikap, kemauan dan cita-cita.
Tindakan manusia sebagai wujud ego tidak hanya terbatas pada manusia lain,
akan tetapi menambah tindakan manusia lain. Tindakan yang bermaknalah yang
memiliki keabadian, tindakan yang memberi manfaat kepada sesama dan tidak
merugikan orang lain, akan menjauhkan diri dari penyakit dan kematian.

RESUME FILSAFAT ILMU