Anda di halaman 1dari 14

DASAR-DASAR EVOLUSI

Pada tahun 1859, Charles Darwin mempublikasikan bukunya berjudul : The


Origin of Species. Buku ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap cara befikir
dunia barat. Isinya yaitu:
1.

Semua organisme hidup berasal dari nenek moyang yang sama yang telah
mengalami evolusi.
Species ini tidak Tixed tetapi tidak berasal dari species lain yang telah
mengalami perubahanyang bertahap. Teori evolusi ini berlawanan, dengan
faham/konsep yang telah diterima masyarakat luas, yaitu bahea spicies tidak
pernah berubah, setiap species ditempatkan di bumi dalam bentuk seperti yang
ada sekarang.

2.

Buku darwin mengemukakan banyak fakta yang dapat dijelaskandengan teori


evolusi, tetapi tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh teori special creation /
ciptaan khusus.

3.

Darwin mengusulkan suatu mekanisme untuk menerapkan bagaimana


perubahan evolusi terjadi. Teori ini yang disebut seleksi alamiah merupakan dasar
dari Origin of Species.

Bukti-Bukti Evolusi
1.

Palaeontologi
Fosil adalah semacam sisa organisme yang hidup pada masa geologis yang
lampau. Telah ditemukan bermacam-macam fosil, antara lain : tapak kaki
dinosaurus yang hidup 120 juta tahun yang lalu (crelasius), semut yang terjebak
dalam amber cresino, tulang-tulang dinosaurus yang membatu, pohon yang
membatu.
Fosil-fosil yang terdapat dalam lapisan yang lebih sederhana dibandingkan
dengan yang terdapat dalam lapisan lebih atas.

2.

Pembandingan Anatomi
Dengan membandingkan anatomi anggota-anggota kelas Mamalia satu
dengan yang lain, kita melihat persamaan dasar yang menyimak pada setiap
spesimen.

111

Contoh : Organisme tulang-tulang pada lengan manusia, paus dan kekelawar yang
digunakan untuk aktivitas yang berlainan, mempunyai struktur dasar yang sama.
Organ yang demikian disebut organ yang homolog.
Dapat dikatakan bahwa makin banyak organ-organ yang homolog antara
dua species makin besar kemungkinan bahwa nenek moyangnya sama. Sedangkan
bila masing-masing species diciptakan khusus, maka kecil kemungkinannya ada
persamaan dalam pola-pola dasar.
3.

pembandingan emberiologis
Pertumbuhan

emberional

awal

dari

semua

vertebrata

menunjkan

keseragaman yang menyolok. Walaupun beberapa struktur selalu muncul baik


pada

vertebrata

rendah

maupun

vertebrata

tinggi

pada

tahap

awal

pertumbuhannya. Struktur tersebut dapat hilang atau tidak dapat dikenali lagi pada
stadium lanjut. ( lekuk branchial pada ikan, insang, pada manusia penutup, salah
satu menjadi saluran Eustachius). Oleh sebab itu makn jauh kekerabatan antaradua
spesiesvertebrata makin pendek periode persamaan stadium emberyonalnya.
Sebaliknya makin deka kekerabatan antara dua vrtebrata makin lama periode
persamaan pertumbuhan emberionalnya.
4.

Pembandingan biokimiawi
Studi biokimia macam-macam organisme megungkapkan homolgi biokimia
yang sangat mengagumkan pada bermacam-macam organisme.
Contoh : Enzim sitochrom terdapat pada hampir semua organisme hidup.
Salah satu diantaranya, yaitusitochrom c adalah suatu rantai polipeptida
yang terdiri yang terdir dari 104-112 asam amino, tergantung organismenya.
Dalam tahu-tahun belakangan ini telh diteliti urutan yang tepat asam amaino dari
sitochrom c dari berbagai macam organisme seperti manusia, kelinci, penguin,
ular, ikan tuna, ngengat, kapang (neurospora) dll.
Meskipun ada variasi yang agak besar dalam urutannya, terutama pada
organisme yang kekerabatannya jauh, tetapi adapula sejumlah persamaan yang
mrnyolok. Umpama antara sitochrom c manusia dengan sitochrom c kera rhesus
anya terdapat ssatu perbedaan asam amino dalam rantai. sitochrom c dari gandum
berbeda 35 a a dari mosommanusia . tetapi ada 35 a a lainya dalam rantai tersebut
yang sama pada setiap species yang di teliti. Keberadaan gen untuk sitocrom c
pada bermacam-macam organisme yang mengandung informasi genetis yang
sama hanya dapat dijelaskan melalui teori evolusi.
112

Contoh lainnya : Jumlah perbedaan asam amino dalam rantai dari haemoglobin
bermacam-macam species, dan reaksi antara anti human anti
bodies terhadap beberapa macam species.
5.

Pembanding Struktur Kromosom


Makin dekat kekerabatan dua species makin mirip kariotipenya. Karir tipe
dari chimpanse dan orang utan hampir tidak dapat dibedakan, yaitu terdiri dari 48
kromosommasing-masing,

demikian

pula

gorilla.

Manusia

memiliki

46

kromosom, diperkirakan bahwa kromosom no. 12 dan 13 milik chimpanse (no. 11


dan 12 dari gorilla dan orang utan).
Pada Drosophila yang mempunyai kromosom raksasa pada kelenjar
ludahnya dapat terlihat dengan jelas bagaimana konfigurasi sinapsis yang terjadi
bila diadakan hibridisasi interspesifik yang biasanya menghasilkan keturunan
yang steril.
6.

Kemiripan yang Protektif


Contoh mekanisme industri : Biston Butuaria, suatu species ngengat di
Inggis yang biasanya berwarna terang berbintik-bintik, pada tahun 1849
ditemukan mutan yang berwarna hitam legam disekitar kota Manchester. Pada
akhir abad 19 bentuk yang hiam ini jumlahnya, lebih besar dari yang terang, dan
pada saat ini lebeh dari 90% dari ngengat tersebut adalah hitam. Ini adalah suatu
contoh dari perubahan suatu species yang terjadi di alam dalam waktu yang
singkat, sehingga dapat direkam oleh ilmuan.

7.

Distibusi Geografis
Dalam ekspedisinya (The Beagle) Darwin mengunjungi antara lain
kepulauan alapagos dan menemukan 13 species burung Finch yang belum pernah
ditemukan ditempat lain. Darwin berpendapat bahwa masing-masing species
burung tersebut adalah hasil evolusi dari nenek moyang burung finch biasa yang
secara kebetulan mencapai pulau-pulau tersebut dan berasal dari tempat aslinya
yaitu benua amerika selatan. Dengan burung-burung finch tersebut Darwin
berhasil membuktikan pendapatnya bahwa species dapat berubah dan adalah
produk evolusi (Geospiza magnirostris, funtis, fuliginosa, camarhynchus puper,
psittacula).

8.

Domesrikasi
Selama ribuan tahun manusia telah melakukan domestikasi tanaman dan
hewan. Dari kegiatan ini timbullah varietas-varietas atau galur-galur tanaman dan
113

hewan yang menguntungkan manusia dan yang sudah sangat berbeda dari nenek
moyang. (contoh: anjing, kuda, sapi, kambing, domba, ayam, kelinci, jagung, dll)
ini membuktikan bahwa species ini mempunyai variabilitas yang besar dan bahwa
kita dapat menciptakan perubahan-perubahan evolusi demi keuntungan kita. Jika
distibusi geografis hewan-hewan yang di temukan Darwin memberinya bukti
bahwa evolusi telah terjadi, maka proses domestikasi memberinya kunci
bagaimana hal itu terjadi.
MEKANISME EVOLUSI
1.

Variasi yang diwariskan adalah bahan baku evolusi


Dengan mengamati peternak-peternak yang melakukan pemuliaan hewanhewan domestik. Darwin menemukan bahwa strain baru dapat diciptakan dari
variasi-variasi yang muncul secara spontan pada ternak yang dipelihara (lebih
berat, tinggi, warna dan sebagainya). Variasi-variasi ini bukannya muncul karena
perubahan lingkungan, tetapi karena perubahan dalam informasi genetiknya, jadi
dapat diwariskan.Dalam melakukan perkawinan secara selektif dan mengulangi
cara ini pada generasi selanjutnya, akhirnya akan dihasilkan galur murni yang
menunjukan sifat yang baru (yang diinginkan).
Apakah di alam juga terjadi mekanisme yang sama. Syarat yang pertama
adalah bahwa dalam populasi alami harus ada variasi yang temurun yang dapat
menjadi bahan baku bagi evolusi. Ada dua macam variasi :
a.

Variasi yan kontinu : sifat tersebut muncul dengan variasi yang


bedanya hanya kecil dari satu ekstreem ke ekstreem lainnya berat tubuh,
tinggi tubuh, warna bunga dsb).

b.

Vaiasi yang diskontinu : sifat yang muncul hanya dapat dikategorikan


kedalam 2 kelompok tanpa ada yang intermediat (contoh gol. darah A, B, O).
Variasi seperti ini disebut polimorfisme.
Kedua macam variasi ini dapat menyediakan bahan baku bagi evolusi hanya

bila sifat tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang diwariskan dan bukan
diperolehnya dari lingkungan. Bagaimana dapat kita ketahui diwariskan atau tidak
?
Bila persilangan antara Besar X besar menghasilkan > rata-rata, maka dikatakan
bahwa heritabilitas besar. Bila persilangan antara Besar X Besar menghasilkan =
rata-rata, maka dikatakan bahwa heritabiltas kecil = 0.
114

2.

Seleksi Alamiah
Apakah dialam terjadi juga selective breeing seperti yang dikemukakan
Darwin dalam domestikasi ?. jawabannyadidapat setelah Darwin membaca buku
Malthus yang berjudul : Essay on Population. Malthus menunjuka bahwa semua
organisme mempunyai potensi reproduksi yang besar. Umpama : kemampuan
bakteriuntuk membelah setiap 20 menit akan mampu menyelimuti permukaan
bumi dalam beberapa hari bila tidak ada rintangannya. Dala kondisi yang ideal
populasi akan tumbuh secara eksponensial. Jadi apakah yang menghalangi species
untuk tumbuh secara eksponensial. Ada beberapa faktor yang bekerja sama yang
oleh darwin disebut Seleksi Alamiah.
Teori Seleksi Alamiah merupakan satu konklusi yang didasarkan pada tiga
fakta yang nyata di alam, dan satu konklusi pendahuluan.
Fakta No 1
Semua species mempunyai potensi reproduksi yang tinggi, dari bakteri
sampai gajah, mereka dapat mengisi seluruh dunia denganjenisnya.
Fakta No 2
Dengan beberapa kekecualian populasi setiap species tertentu dapat
dikatakan konstan dai tahun ketahun.
Konklusi No 1
Jadi kita berkesimpulan bahwa semua makhluk hidup terus menerus
menghadapi

Struggle

for

Existance,

suatu

perjuangan

yang

banyak

mengalahkan mereka semasa prematur.


Fakta No 3
Ada variasi yang diwariskan diantara individu-individu dalam satu species.
Konklusi No 2
Individu-individu dengan variasi yang paling cocok dengan lingkungan itu
mempunyai peluang besar untuk lulus hidup. Gagasan sarvival the fittest (lulus
hidup bagi yang cocok sesuai) adalah yang disebut teori seleksi alamiah. Menurut
jalan pikiran Darwin ini adalah mekanisme yang terjadi di alam yang dapat
disejajarkan dengan

selective Breeding yang dilakukan manusia dengan

tanaman dan hewan yang didomestikasi.

115

3.

Ukuran Fitness
Teori Darwin tentang Seleksi Alamiah sering kali di salah artikan. Kesannya
seolah-olah di alam terjadi perebutan sumber daya dengan cara saling makan
memakan secara agresif.
Fitnes adalah suatu konsep biologis yang dapat di ukur hanya dari
kemampuan individu untuk enghasilkan keturunan yang berbiak. Individuindividu alam populasi yang meninggalkan sejumlah besar keturunan dewasa,
adalah yang paling fit
a.

Survival (lulus hidup)


Yang paling penting dalam fitness adalah berusaha hidup sambil
melewati masa reproduksi. Jadi semua sifat yang memperbesar kemungkinan
untuk melewati periode reproduksi tadi membuat organisme tersebut lebh fit
dari pada individu-individu lain dari species yang sama. Kemampuan (sifatsifat) tersebut dinamakan adaptasi. Ini dapat melibatkan : perubahan dalam
struktur tubuh, perubahan dalam fisiologi,perubahan dalam kelakuan, dan
lain-lain.
Contoh : mekanisme pada Biston butularia var corbonari adalah suatu
contoh dari adaptasi morfologi yang membuat ngengat tersebut lebih fit
dengan mengurangi kemungkinan untuk dimangsa oleh predatornya.
Nilai sur dan vival (survival value) dari suatu sifat selalu harus dikaitkan
dengan lingkungan dimana organisme tersebut hidup. Nilai survival B.
Betularia tadi tinggi karena ia hidup dihutan yang pohon-pohonnya menjadi
berwarna gelap karena terpolusi industri.
Contoh lain : sickle cell haemoglobin mengurangi survival ditempat
yang tidakada malaria, tetapi mempunyai nilai survival positif di Afrika tropis,
dimana malaria faleiparum berkecamuk.

b.

Seleksi seksual
Setiap sifat menurun yang membuat bebedak ada seekor punrapa
individu lebih menarik, bagi jenis kelamin yang berlawanan, akan menjamin
suatu perkawinan yang berhasil. Dalam suatu eksperiman oleh scheldon dan
Elizabeth Reed dibuat kultur yang berisi drosophyla dan yang bermata
merah dan dan yang bermata putih dicampur dalam jumlah yang sama.
Setelah 25 generasi tidak ada seekor pun Drosophyla bermata putih yang
tinggal, semua bermata merah. Para peneliti tersebut melaporkan juga tidak
116

hanya bermata merah saja yang menyukai yang berwarna merah, bahkan
berwarna putih pun lebih tertarik kepada yang berwarna merah. Disini
terlihat bahwa seleksi seksual tadi cukup kuat untuk menyingkirkan yang
tidak fit dalam waktu yang cukup pendak (25 x 10 hari = 250 hari).
4.

Besar Keluarga (Family Size)


Setiap sifat yang menyebabkan jumlah keturunan dewasa menjadi besar,
merupakan ukuran dari fitness. Penting untuk memberi tekanan kepada
keturunan Dewasa karena hanya keturunan dewasa yang dapat mewariskan
sifat-sifat tersebut pada generasi berikutnya. Pada hewan yang tidak mengurusi
keturunannya seperti : ikan, kodok, dsb, fitness diukur dari jumlah telur yang
berhasil dibuahi. Sebaliknya bagi hewan yang mengurusi keturunannya sampai
dewasa, jumlah keturunan tereduksi jumlahnya. Jadi bila memperhaikan besar
keluarga, maka individu-individu yang paling fit adalah mereka yang mempunyai
jumlah keluarga yang besar pada akhirnya dan bukan pada awalnya.
Bagaimana dengan manusia ? beberapa orang berpendapat bahwa dengan
kemajuan bidang kedokteran, sanitasi, dsb, manusia terhindar dari seleksi alam.
Kenyataannya ialah bahwa mungkin kekuatan seleksi alamiah terhadap kita
memang berubah tetapi tidak sama sekali hilang.
Dari semua sel telur manusia yang telah dibuahi hanya kurang dari
setengahnya yang tumbuh menjadi individu-individu yang berreproduksi. 20%
dari 50% sisanya merupakan dewasa yang tidak kawin, sedangkan 10% dari 30%
tidak mempunyai anak.
50% yang tidak mencapai dewasa = 15% aborsi spontan
5 % mati lahir
3 % mati masa anak-anak
Pada saat ini kita memahami prinsip-prinsip genetika dan dengan demikian
meningkatkan apresiasi kita dalam mengerti mekanisme evolusi. Evolusi
melibatkan perubahan graduil dalam sifat-sifat suatu species. Sedangkan sifat
adalah ekspresi dari genotif, jadi evolusi harus melibatkan perubahan dalam
fenotif ndividu-individu dalam species. Marilah kita menganalisis teori seleksi
alamiah dengan bahasa genetika.

117

5.

Sumber Genetik dari Variabilitas


Reproduksi seksual menciptakan kombinasi gen baru, genotif baru, jadi
hasilya adalah fenotif atau variasi baru.
Kombinasi baru ini terjadi dengan 3 cara, yaitu:
a.

Crossing over

b.

Random assortment

c.

Out breaeding.
Yang paling penting selain ketiga cara ini adalah mutasi, karena kejadian

ini menghasilkan alel-alel baru.


6.

Hukum Hardy dan Weinberg


Dalam penerapan hukum-hukum genetika pada subyek evolusi, yang harus
diperhatikan adalah genotif seluruh populasi dan bukan individu tersendiri. Ini
disebut genetika populasi.
Bila kita mengawinkan 2 individu yang heterozigotik untuk sifat tertentu .
maka 25 % dari keturunan akan homozigotik untuk gen dominan, 50 %
heterozigotik seperti parentalnya, dan 25 %homozigotik resesif.
Parental

Bb X Bb
1

Bb

25 %

Bb

50 %

Bb

25 %

ini sesuai dengan Hukum Mendel I

Diumpamakan dalam suatu populasi hamster 80 % dari gamet membawa


gen b untuk warna bulat hitam, sedangkan 20 % dari gamet membawa gen b untuk
warna abu-abu.
Bagaimana genotif yang akan dihasilkan pada generasi berikutnya ?

0,8
B
0,2
B

0,8
B
0,64
BB
0,16
Bb

0,2
B
0,16
BB
0,04
bb

Jadi

0, 64 + 0,32

= 0,96
= 0,96 % hitam
4 % abu-abu

118

Apa yang terjadi bila generasi ini berkembang biak ?


64 % BB menghasilkan gamet B 64 %

gamet B = 80 %

menghasilkan gamet B 16 %
32

% Bb
menghasilkan gamet b 16 %

gamet b = 20 %

4 % bb menghasilkan gamet b 4 %
Jadi setelah satu generasi frekunsi gendi dalam gene pool tetap seperti semula. Ini
berlangsung terus menerus dari generasi-ke generasi. Hasil yang sama dapat
diperoleh dengan rumus:
( p + q )2 = p2 + 2 pq + q2
Yaitu ekspansi dari binomial (p + q)2.
Bila p mewakili frekuensi gen B, sedangkan q mewakili frekuensi gen q, maka
dalam populasi tersebut p + q = 1.jumlah keseluruhan gen dalam populasi disebut
gene pool
Dalam contoh

= 0,80; q = 0,20; jadi :

(0,80 + 0,20)2 = (0,80)2 + 2(0,80) (0,20) + (0,20)2


= 0,64 + 0,32 + 0,04.
Hasil ini persis seperti hasil yang kita dapatkan dengan menggunakan tabel di
alam.
Apa implikasi hukum Herdy dan Weinberg dalam evolusi ? Mekanisme
Hardy & Weinberg seperti yang dibicarakan tadi tidak dapat menyebabkan
perubahan frekuensi gen di dalam gene pool (konstan), jadi tidak dapat
menyebabkan evolusi. Evolusi melibatkan perubahan dalam gene pool dan ini
justru tidak terjadi dengan kondisi seperti berlau dalam hukum Hardy &
Weinberg.
Artinya hukum ini adalah bahwa populasi itu mampu menyediakan
reservoir of variability sehingga bila kondisi di kelak kemudian hari
membutuhkan, konstitusi genetis dari populasi dapat berubah. Bila alel-alel resesif
cenderung untuk secara kontinu meghilang dari populasi, maka populasi segera
akan menjadi homozigotik. Genotif yang uniform seperti itu tidak dapat
meyediakan variabilitas sehingga tidak ada kemungkinan untuk terjadingnya
perubahan evolusi.

119

Sebaliknya dengan kondisi hukum Hardy & Weinberg, gen-gen yang pada
saat ini tidak mempunyai selevtive value akan terus dipertahankan. Pada saat
dikemudian hari gen-gen ini mungkin justru memegang kunci dalam survival
dalam lingkungan yang berubah, dan kehadirannya memungkinkan populasi
tersebut untuk menghindari kemusuhan.
7.

Bila Hukum Hardy & Weinberg gagal berlaku


Untuk mengetahui kekuataankekuatan apa saja yang menyebabkan
perubahan evolusi, maka yang harus kita perhatikan adalah hal-hal yang
menyebabkan hukum hardy & weinberg gagal berlaku.
a.

Mutasi
Molekul DNA sebenarnya sangat stabil, ini berkat redudancy dari
kemampuannya untuk mengkoreksi kesalahan penempatan nukleotida yang
kadang-kadang terjadi tetapi kadang kala kesalahan tersebut tidak terkoreksi,
dan ini yang disebut mutasi. Penyebabnya dapat radiasi alamiah, mutagenmutagen fisik dan kimiawi. Frekuensi mutasi tidak sama untuk macam-macam
gen. Pada manusia diperkirakan sudah 40 mutasi pada lokus gen
tertentuperlu gamet (100) per generasi.
Sulit diperkirakan karena mutasi itu cenderung resesif jadi tidak langsung
tampak (kecuali bila tepaut X dan diekspresikan pada jamtan). Hanya melalui
mutasi ini alel-alel baru dihasilkan, jadi evolusi sangat bergantung kepada
mutasi. Alel-alel baru menghasilkan varietasatau fenotif baru yang merupakan
bahan baku bagi seleksi alamih.

b.

Drift (Penghanyutan)
Hukum Hardy & Weinberg adalah suatu hukum statistik, jadi agar berlaku
ukuransample harus cukup besar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
deviasi. Bila populasi kecil oleh suatu kebetulan individu-individu tertentu
dapat tereliminasi (umpama homozigot resesif) dari populasi itu, sehingga
frekuensi gen-gen tertentu dalam populasi itu akan hanyut ke arah harga
yang tinggi atau rendah. Bahkan dapat mewakili 100% dari gene pool atau
malah lenyap sama sekali dari populasi. Fenomena ini disebut genetic drift.
Genetic drift menimbulkan gangguan dalam gene pool populasi, jadi
menghasilkan perubahan evolusi. Penyebab genetic drift yang utama adalah
peluang (chance). Marilah kita lihat bagaimana peluang dapat merubah
frekuensi gen. Diumpamakan sekelompok kecil organisme meninggalkan
120

populasi parentalnya yang besar dan bertindak sebagai inti untuk memulai
populasi baru pada suatu pulau yang tidak nerpenghuni. Jadi gene pool dari
populasi kecil itu mungkin tidak mewakili gene pool dari populasi baru itu
akan beda dari yang lama. Fenomena ini disebut faunder effect
Contoh : Ariaantje dan Gerrit Janz yang beremigrasi dari Holland ke afrika
selatan pada tahun 1688. salah seorang dari keduanya membawa gen untuk
penyakit

porphyria

(metabolic

desease).

Rupa-rupanya

keberhasilan

reproduksinya sangat baik, sehingga pada saat ini lebih dari 8,000
keturunannya mambawa gen tersebut. Frekuensi gen lain jauh lebih besar dari
yang didapatkan pada populasi Belanda dari mana mereka berasal.
c.

Migrasi gen
Anggota-anggota dari suatu populasi biasanya kawin satu dengan yang lain,
tetapi kadang-kadang mereka kawin dengan imigran dari populasi tetangga
dari species yang sama. Meskipun populasi lokal mempunyai gene pool
tersendiri yang khas, tetapi bila imigran datang dari populasi lain dengan gene
pool yang beda pula, maka terjadi introduksi gen-gen baru. Fenomena ini
dsebut migrasi gen.
Migrasi gen adalah kebalikan dari random genetic drift, karena justru
menambah dan bukan menguragi variabilitas dalam gene pool.

d.

Perkawinan yang tidak acak (non random)


Salah satu syarat bagi hukum Hardy & Weinberg ialah bahwa perkawinan
dalam populasi harus acak. Bila fenotif (juga genotif) tertentu memilih-milih
jodohnya, maka frekuensi gen dalam populasi dapat berubah. Banyak bukti
menunjukkan bahwa perkawinan adalah non random, seperti:

e.

adanya wilayah perkawinan (breeding territories)

peragaan rayuan (courtship display)

pecking order, dsb.


Reproduksi deferensial

Bila individu-individu yang mempunyai gen-gen tersebut berkemampuan


lebih baik untuk menghasilkan keturunan dewasa dari pada yang lain, maka
frekuensi gen-gen tersebut naik dalam populasi itu. Ini adalah cara modern
dalam mendefinisikan seleksi alamiah : perubahan frekuensi gen dalam gene
pool sebagai hasil dari reproduksi diferensial.

121

ASAL-USUL SPESIES
Gagasan dalam evolusi melibatkan 2 proses yaitu :
1.

perubahan gradulla dalam genotif dan fenotif populasi organisme hidup.


Biasanya perubahan ini adaptif, yaitu organisme menjadi makin efisien dalam
mengeksploitasi lingkungan.

2.

pembentukan spesies baru


bila kita menganggap bahwa macam spesies yang berjumlah 1,2 juta
(mikroorganisme, tanaman, hewan) yang hidup sekarang (belum terhitung yang
sudah punah) itu berasal dari nenek moyang yang sama, maka teori evolusi tidak
hanya dapat menjelaskan bagaimana organisme beradaptasi lebih baik terhadap
lingkungannya, tetapi harus pula dapat menjelaskan bagaimana spesies baru dapat
terbentuk.

Apakah Spesies Itu ?


Ernst mayr mendefinisikan suatu spesies sebagai populasi alamiah yang
berpotensi melakukan antara perkawinan (inter-breeding), tetapi yang tidak
melakukan antara-perkawinan dengan populasi lain, meskipun kesempatan itu ada
waktu terjadi juga perkawinan antar spsies, maka keturunan yang dihasilkan tidak
sesubur dengan atau tidak seefisien parentalnya.
Contoh :

kuda x keledai mule (steril)


Lion x tiger

liger (steril)

Rupanya sudah jelas bahwa proses perubahan evolusi dalam populasi dan
proses pembentukan spesies berkaitan. Setelah periode tertentu, akumulasi perubahanperubahan dalam gene pool dalam populasi telah mencapai suatu titik dimana dapat
dikatakan bahwa spesies telah terbentuk. Spesies adalah pembentukan satu atau lebih
spesies keturunan dari spesies leluhur yang tunggal. Seringkali proses ini terjadi
karena spesies leluhur tadi dipisahkan ke dalam dua atau lebih sub populasi yang
terisolasi secara geografis. Kemudian seleksi alamiah dan atau drift berpengaruh
secara berbeda untuk membentuk gene pool yang berbeda.
Bila proses ini berjalan cukup lama maka kedua spesies tersebut secara
alamiah tidak mampu untuk melakukan antar perkawinan, maka dikatakan bahwa
spesies telah lengkap. Penghalang (barrier) yang menghalangi pertukaran gen yang
utama adalah : geographical barriers yang kemudian disusul oleh : temporal barriers

122

(different breeding times), ecological barriers (different habitat), behavioral barriers,


hybrid inviability, hybrid sterility
Spesies pada tumbuhan dapat terjadi karena poliploidi yang terbentuk sebagai
hasil hibridisasi antar spesies. Spesies baru ini dapat dihasilkan hanya dalam waktu
satu generasi.
Contoh : kapas, gandum, tembakau, dsb
Raphanus sativa
2 n = 18
n=9

Brassica oleracea
2 n = 18
n=9

Raphanobrassica
(allotetraploid)

2n=9+9
Chromosome doubling
2 N = 36

123

DAFTAR KEPUSTAKAAN

BAWA, WAYAN, 1988, Dasar-dasar Biologi Sel, Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Proyek Pengembangan
Lembaga Tenaga Pendidikan, Jakarta.
DWIDJOSEPUTRO, D., 1981, Pengantar Genetika, Bhratara Karya Aksara, Jakarta.
JASIN, MASKOERI, 1982, Biologi Umum Untuk Perguruan Tinggi, Bina Pustaka
Tama, Surabaya.
KASTOWO, HADI, 1982, Zoologi Umum, Alumni, Bandung.
KYMBALL, JOHN W., 1988, Terjemahan H. Siti Soetarmi Tjitrosomo dan
Nawangsari sugiri, Biologi Jilid 2, Erlangga Jakarta.
SOEMARWOTO, IDJAH, Dkk, 1987, Biologi Umum 3, Gramedia, Jakarta.
SOERIAATMADJA, R.E. , 1991, Ilmu Lingkungan, ITB, Bandung .
VILLEE, CLAUDE. A., et-al, 1988, Alih bahasa Nawangsari sugiri, Zoologi Umum,
Erlangga, Jakarta.
WEISZ, P.B. , 1969, Element of Biology, McGraw Hill, Tokyo, Kagokusha.
YATIM, WILDAN , 1990, Biologi Modern Histologi, Tarsito, Bandung.

124