Anda di halaman 1dari 10

kebebasan pers di indonesia

ABSTRAKSI
Kebebasan pers adalah kebebasan seseorang untuk mendapatkan informasi dari
berbagai media massa baik media massa cetak maupun media massa elektronik,
dan kebebasan ini merupakan hak setiap individu, namun kebebasan pers tidak
boleh melanggar azas-azas atau norma-norma yang berlaku pada agama
tertentu. Kebebasan pers dapat berfungsi sebagai suatu informasi yang berguna
bagi pemerintah dan bagi masyarakat. Bagi pemerintah, media massa dapat
berfungsi untuk menyampaikan kebijakan yang sedang di bahas oleh
pemerintah dan pemerintah akan menyampaikan kebijakan yang sedang dibahas
melalui media massa. Bagi masyarakat, media massa berfungsi untuk dapat
mengkritik atau menyampaikan aspirasi yang mereka rasakan agar suatu
kebijakan baru yang sedang dibahas oleh pemerintah tidak membebani rakyat
yang dapat dikatakan memiliki ekonomi menengah kebawah.
Pers Indonesia sendiri dimulai sejak dibentuknya kantor berita ANTARA
didirikan pada tanggal 13 Desember 1937 sebagai kantor berita perjuangan
dalam rangka perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, yang mencapai
puncaknya dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus
1945.
Kemerdekaan pers dalam arti luas adalah pengungkapan kebebasan berpendapat
secara kolektif dan hak berpendapat secara individu yang diterima sebagai hak
asasi manusia. Masyarakat yang demokratis dibagun atas dasar konsepsi
kedaulatan rakyat yang ditentukan dengan opini publik yang dinyatakan secara
terbuka. Hak publik inilah inti dari kemerdekaan pers, sedangkan wartawan
profesional, penulis dan produsen hanya pelaksanaan langsung. Tidak adanya
kemerdekaan pers tidak adanya Hak Asasi Manusia. Media massa mempunyai
dua pengertian yaitu :

1. media massa cetak : surat kabar, majalah, koran dan lain sebagainya.
2. Media massa cetak elektronik misalnya televisi, laptop, hp dan lain
sebagainya. Media massa memiliki berbagai macam jenis yaitu :
Media massa tradisional yaitu media massa dengan otoritas dan memiliki
organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional dapat
digolongkan sebagai berikut : surat kabar, majalah, radio, televisi dan film
(layar lebar).
Media massa modern yaitu media massa yang telah berkembang seiring
dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang dan
dikelompokkan menjadi media-media seperti internet dan telepon seluler. Media
massa juga memiliki pengaruh pada perkembangan budaya di suatu daerah baik
dalam skala kecil (individu) maupun luas (masyarakat) juga dalam
kecepatannya yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan
tahun/abad) dampak itu terjadi. Selain berpengaruh pada perkembangan suatu
budaya, media masa juga memiliki pengaruh pada diri sendiri/individu. Secara
berlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan pada pemirsanya
terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang
seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.

Pengertian Kebebasan Pers


Ada banyak pengertian mengenai kebebasan pers menurut berbagai sumber
antara lain sebagai berikut :
1. Kebebasan pers (bahasa inggris: freedom of the press) adalah hak yang
diberikan oleh konstitusi atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan
media atau bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebarluaskan,
percetakan dan penerbitan melalui surat kabar, majalah, buku atau dalam
material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari
pemerintah.
2. Kebebasan pers menurut pandangan islam haruslah sesuai dengan azas atau
norma yang berlaku jangan samapai pers tersebut menyimpang dari azas atau
norma tersebut. Hal ini dikarenakan pada saat ini realitanya banyak sekali pers
yang menyimpang dari ajaran-ajaran norma yang berlaku misalnya maraknya
pers majalah yang bersifat porno aksi, hal tersebut tentu saja menyimpang dari
ajaran agama islam.
3. Kebebasan pers adalah istilah untuk menunjukan jaminan atas hak warga
memperoleh informasi sebagai dasar untuk membentuk sikap dan pendapat,
baik dalam konteks sosial mapun estetis.(1) Premis di atas menunjukan sebuah
fungsi imperatif daripada sebuah hak. Apa yang dimaksudkan sebagai fungsi
imperatif? Menurut Ashadi Siregar, kebebasan pers bukan merupakan hak bagi
media pers, melainkan sebagai landasan bagi kewajiban yang lahir dari fungsi
imperatif yang harus dijalankan.(2) Fungsi imperatif yang dimaksudkan oleh
Siregar adalah hakikat fungsi pertalian antara kemerdekaan berdemokrasi,
warga negara dan juga fungsi pers untuk menyalurkannya. Maka dalam sudut
pandang politik, kemerdekaan pers merupakan sebuah ilustrasi gambaran
adanya sebuah ruang kemerdekaan bagi pengetahuan masyarakat dan
bagaimana masyarakat menyalurkan pengetahuan dan gagasan politiknya dalam
ruang yang lebih besar yakni kehidupan berdemokrasi negara. Bisa dikatakan
3

dalam kalimat yang lebih sederhana bahwa kebebasan pers tidak ada pada
dirinya sendiri. Kemerdekaan pers bukan hanya terletak pada eksistensi
keberadaan dirinya sendiri melainkan bermatarantai dan berelasi dengan proses
hidup demokrasi.
4. Kebebasan pers adalah lembaga sosial (social institution) atau lembaga
kemasyarakatan yang merupakan sub sistem dari sistem pemerintahan di negara
dimana ia beroperasi bersama-sama dengan subsistem lainnya. Ada 2 macam
pengertian pers yaitu:
Arti sempit : media massa cetak seperti : surat kabar, majalah, tabloid dan
sebagainya.
Arti luas : media massa cetak elektronik seperti : radio siaran, televisi siaran
sebagai media yang menyediakan karya jurnalistik.
Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa kebebasan pers
adalah kebebasan seseorang untuk mendapatkan informasi dari berbagai media
massa baik media massa cetak maupun media massa elektronik, dan kebebasan
ini merupakan hak setiap individu, namun kebebasan pers tidak boleh
melanggar azas-azas atau norma-norma yang berlaku pada agama tertentu.

KemerdekaanPers
Kemerdekaan pers dalam arti luas adalah pengungkapan kebebasan berpendapat
secara kolektif dari hak berpendapat secara individu yang diterima sebagai hak
asasi manusia. Masyarakat demokratis dibangun atas dasar konsepsi kedaulatan
rakyat, dan keinginan-keinginan pada masyarakat demokratis itu ditentukan
oleh opini ias a yang dinyatakan secara terbuka. Hak publik untuk tahu inilah
inti dari kemerdekaan pers, sedangkan wartawan profesional, penulis, dan
produsen hanya pelaksanaan langsung. Tidak adanya kemerdekaan pers ini
berarti

tidak

adanya

Hak

Asasi

Manusia

(HAM).

Pembahasan RUU pers terakhir 1998 dan awal 1999 yang kemudian menjadi
UU no. 40 Tahun 1999 tentang pers sangat gencar. Independensi pers, dalam arti
jangan

ada

lagi

campur

tangan

birokrasi

terhadap

pembinaan

dan

pengembangan kehidupan pers nasional juga diperjuangkan oleh kalangan pers.


Komitmen seperti itu sudah diuslukan sejak pembentukan Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) tahun 1946. Pada saat pembahasan RUU per situ di DPR-RI,
kalangan pers dengan gigih memperjuangkan independensi pers. Hasil
perjuangan itu memang tercapai dengan bulatnya pendirian sehingga muncul
jargon biarkanlah pers mengatur dirinya sendiri sedemikian rupa, sehingga
tidak ada lagi campur tangan birokrasi. Aktualisasi keberhasilan perjuangan itu
adalah dibentuknya Dewan Pers yang independen sebagaimana ditetapkan
dalam

UUD

No.

40

tahun

1999

tentang

Pers.

Kemerdekaan pers berasal dari kedaulatan rakyat dan digunakan sebagai perisai
bagi rakyat dari ancaman pelanggaran HAM oleh kesewenang-wenangan
kekuasaan atau uang. Dengan kemerdekan pers terjadilah chek and balance
dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Kemerdekaan pers berhasil diraih,
karena keberhasilan reformasi yang mengakhiri kekuasan rezim Orde Baru pada
tahun 1998.

B. Jenis Jenis Media Massa


Media Massa Tradisional
Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki
organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa
digolongkan sebagai berikut L: surat kabar, majalah, radio,televise dan film
(layar lebar). Dalam jenis media ini terdapat ias -ciri seperti:
1) Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan.
2) Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran
tertentu.
3) Penerima tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi
informasi yang mereka terima.
4) Interaksi antara sumber berita dengan penerima sedikit.
Media Massa Modern
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan social
budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke
dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Dalam jenis media ini
terdapat ciri-ciri seperti:
1) Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui
SMS atau internet misalnya)
2) Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga
oleh individual
3) Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
4) Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
5) Penerima yang menentukan waktu interaksi

C. Pengaruh Media Massa Pada Budaya


Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media cukup kompleks, dampak bisa
dilihat dari:
1. skala kecil (individu) dan luas (masyarakat)
2. kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan
tahun/ abad) dampak itu terjadi.
Pengaruh media bisa ditelusuri dari fungsi komunikasi massa, Harold Laswell
pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model sederhana yang sering
dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang, yaitu:
1. Siapa (who)
2. Pesannya apa (says what)
3. Saluran yang digunakan (in what channel)
4. Kepada siapa (to whom)
5. Apa dampaknya (with what effect)
Model ini adalah garis besar dari elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model
tersebut, Laswell mengidentifikasi tiga dari keempat fungsi media.
Fungsi-fungsi media massa pada budaya
1. Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.
2. Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi
untuk suatu masalah.
3. Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan
pendidikan.
4. Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang
mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas
kategori dan daftar fungsi. Pada model ini Charles Wright menambahkan fungsi
hiburan. Wright juga membedakan antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi
negative (disfungsi).

Pengaruh Media Massa Pada Pribadi


Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan pemirsanya
terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang
seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
1. media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi
seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah
layak, atau apakah iatelah memenuhi standar itu dangam baranini banyak
dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.
2. Kedua, penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi
memengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media
mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai
membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana
kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan
mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya, atau mereka mulai
menertawakan prilaku tokoh yang aneh dan hal-hal kecil yang terjadi pada
tokoh,tersebut.
3. Ketiga, media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan
kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anakanak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti
Harry Potter, atau putri raja seperti tokoh Disney. Bagi pemirsa dewasa, proses
pengidolaaan ini terjadi dengan lebih halus, mungkin remaja ABG akan meniru
gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk
orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan
gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih halus. Mungkin saat
kita menyisir rambut kita dengan cara tertentu kita melihat diri kita mirip gaya
rambut lupus, atau menggunakan kacamata ala Catatan Si Boy.
4. Keempat, bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai
penonton atau pendengar, mereka juga menjadi penentu, dimana mereka
menentukan arah media popular saat mereka berekspresi dan mengemukakan
8

pendapatnya.
Penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mendukung pemirsanya
menjadi lebih baik atau mengempiskan kepercayaan dirinya. Media bisa
membuat pemirsanya merasa senang akan diri mereka, merasa cukup,atau
merasa rendah dari yang lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://suara-santri.tripod.com/files/nasional/nasional5.html
http://rimahayani.blogspot.com/2009/03/dampak-penyalahgunaan-kebebasanmedia.html
http://ibnusalam.tripod.com/kompol.htm

10