Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

HASIL WAWANCARA DENGAN PENGUSAHA OPTIK


DAN KULINER
dibimbing oleh Muhammad Iqbal Akbar, S.ST., M.MT.

Disusun Oleh:
KELOMPOK 4
AKHSANAL HAKIM ASRORI

(140533600235)

ANNISA DWI NUR KHOLIFAH (140533600666)


HAFIZD RIZKY KURNIAWAN

(140533601174)

IMA YULIANI

(140533602121)
S1 PTI14 OFF A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
SEPTEMBER, 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Optik
Kacamata merupakan sebuah alat bantu penglihatan bagi seseorang yang
memiliki

gangguan

perkembangan

pada

teknologi

indera
khususnya

penglihatan.

Semakin

benda-benda

menggunakanan layar monitor, setiap orang

pesatnya

elektronik

yang

dituntut untuk mampu

mengikuti perkembangan tersebut seringnya melihat layar monitor,


terkena paparan radiasi dari layar monitor baik komputer, telepon seluler,
maupun

benda

elektronik lainnya

maka semakin

lama

akan

berpengaruh terhadap daya penglihatan seseorang.


Pada umumnya gangguan akut pada mata bisa diatasi dengan tindakan
operasi, namun hal tersebut tentunya akan memakan biaya yang cukup
besar, untuk menanggulangi hal tersebut maka mayoritas orang yang
mengalami gangguan pada indera penglihatannya memilih jalur alternatif
yaitu dengan menggunakan kacamata maupun lensa kontak
.
Banyaknya permintaan konsumen akan kacamata semakin banyak pula
dijumpai toko-toko di pinggir jalan raya atau gerai-gerai di dalam pusat
perbelanjaan yang menjual kacamata atau sering disebut dengan istilah
optik.
Optik adalah sebutan untuk perusahaan, toko, atau gerai yang melakukan
kegiatan usaha di bidang kaca mata.
Kuliner
Menurut Vemale, (2012) ada fakta yang menyebutkan bahwa konsumsi
buah dan sayur di negara maju seperti Amerika dan Kanada adalah lebih
besar 60% dari total populasi masyarakat dinegaranya atau dapat
disebutkan sebanyak 35 porsi buah atau sayur per hari. Sementara di
negara berkembang seperti Indonesia, konsumsinya hanya sebanyak 1-2
buah per hari, yaitu 40% dari jumlah populasi. Total jumlah porsi yang
seharusnya diperlukan oleh tubuh adalah sebesar 7-15 porsi buah dalam
sehari. Fakta lain pun menyebutkan 6 dari 10 orang Indonesia tidak

mengonsumsi asupan buah atau sayur yang cukup. Dari kedua data
tersebut di atas dapat dilihat bahwa kurangnya porsi buah yang dikonsumsi
masyarakat Indonesia dalam setiap harinya. Hal ini yang mendasari untuk
membuka usaha jus.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa karakteristik yang di miliki oleh entrepreneur?
2. Apa saja yang menjadi kelebihan enterpreneur?
3. Apakah karakter tersebut ada pada diri seseorang yang bukan
entrepreneur?
C. TUJUAN
1. Mengetahui karakteristik yang di miliki oleh entrepreneur.
2. Mengetahui kelebihan enterpreneur.
3. Menganalisis karakter tersebut pada diri seseorang yang bukan
entrepreneur.
D. TOPIK WAWANCARA
Usaha Optik dan Kuliner
E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Wawancara ini dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 4 September 2016
Waktu
: 11.00 WIB - selesai
Tempat:
F. LAPORAN HASIL WAWANCARA
Narasumber : Roso Hadi
Ketua
: Hafizd Rizky Kurniawan
Pewawancara : Ima Yuliani
Juru Rekam : Annisa Dwi Nur Kholifah
Koordinator : Akhsanal Hakim Asrori
BAB II
HASIL WAWANCARA
A. PERTANYAAN
1. Siapa nama lengkap Anda?
- Nama lengkap saya Roso Hadi, bisa di panggil Hadi.
2. Usaha apa yang sedang Anda jalankan?
- Usaha optik dan kuliner (Jus Buah).
3. Sejak kapan Anda mulai berbisnis di bidang ini?
- Pada tahun 2011 sampai sekarang.
4. Bersama siapa Anda merintis bisnis ini?
- Bersama dengan istri.
5. Apa hal yang menarik dari bisnis yang Anda tekuni saat ini?

Banyak pengalaman dan bisa bertemu banyak orang dengan berbagai

karakter serta memperoleh penghasilan (omset).


6. Kenapa Anda lebih memilih bisnis ini?
- Karena basicnya di optik. Dulu pernah menjadi karyawan di optik
mulai 2001-2011, setelah memiliki modal lalu membuka optik sendiri.
Selain itu bisnis jus buah itu hanya iseng-iseng.
7. Apa saja kendala yang pernah Anda hadapi dalam mengelola bisnis ini?
- Ketika mahasiswa libur, karena 70% pelanggan adalah mahasiswa.
Jadi kalau mahasiswa libur maka penghasilan (omset) akan menurun.
8. Apa keuntungan dari bisnis ini?
- Dari segi finansial, banyak pengalaman dan bagaimana cara inovasi
bisnis agar tidak monoton.
9. Apa kerugian dari bisnis ini?
- Kalau sedang sepi, penghasilan (omset) menurun.
10. Apakah Anda pernah mengalami kegagalan dalam mengelola bisnis ini?
- Pernah, dulu pernah punya beberapa bisnis yaitu usaha kuliner siomay
dan otak-otak sampai 9 outlet. Tahun 2015 bangkrut semua, tinggal 2
usaha yaitu optik dan jus yang masih bertahan.
Usaha kuliner sebelumnya gagal karena SDM, cari karyawan susah.
Apalagi SDM itu bermacam-macam karakter, ada yang mogok, jujur,
ada yang tidak jujur. Selain itu, kondisi sepi sedangkan uang sewa
tetap berjalan.
11. Bagaimana cara Anda dapat bangkit kembali dari kegagalan?
- Pertama yaitu fokus atau dalam Islam istiqomah.
Kedua yaitu mental. Rata-rata kalau orang tidak kuat mental akan
selesai usahanya. Spiritualnya juga. Belajar dari kegagalan.
12. Apa motivasi Anda dalam mengembangkan bisnis ini?
- Harus mempunyai goal atau target. Karena saat terpuruk dan kita tidak
punya target maka akan susah sendiri. Misalnya kita memiliki aset,
saat kita terpuruk maka aset tersebut dapat digunakan. Orang bisnis itu
disamping memiliki mental juga harus memiliki modal. Walaupun kita
pinjam ke bank, kita juga harus tahu apakah usaha kita berjalan atau
tidak untuk mengembalikan pinjaman tersebut.
13. Sifat apa saja yang Anda miliki sebagai seorang enterpreneur?
- 1. Mental yang kuat.
2. Harus bisa menjadi pemimpin. Contohnya saat kita mengikuti
organisasi di kampus, kita bisa belajar menjadi seorang pemimpin.
Nanti itu akan berguna saat kita sudah bekerja, entah itu nantinya akan
bekerja sebagai pengusaha, karyawan, ataupun pimpinan.

3. Komunikasi. Setelah menjadi pengusaha kita akan bertemu banyak


orang, bagaimana cara kita berkomunikasi dengan banyak orang,
attitude kita sopan atau tidak. Kalau attitude kita jelek maka pelanggan
tidak berminat memakai produk kita.
14. Keunggulan/inovasi apa yang terdapat di dalam bisnis Anda?
- 1. Passion
Bidang ini memang passion yang saya dimiliki, jadi kita harus
menguasai knowledge itu.
2. Produk
Semakin banyak kita memiliki profit. Kita harus pandai berinovasi dan
mengatur harga jual. Karena harga jual yang mahal maka kita akan
ditinggalkan. Jika harga murah maka kita akan rugi, bisa-bisa
bangkrut. Belajar menghitung berapa keuntungan dan berapa biaya
operasionalnya. Kalau terlalu murah kita tidak untung, itu sama saja
dengan kerja bakti.
15. Pelayanan seperti apa yang Anda berikan kepada customer?
- Kalau di optik itu ada namanya purna jual. Jadi kita bukan hanya
sekedar jual kacamata dan setelah itu selesai, tapi disitu kita juga
melakukan perawatan kacamata, nyaman tidak memakai kacamata itu.
Selain itu di bidang kuliner, kita tahu bahwa rasa dari produk kita itu
enak atau tidak. Harganya murah atau mahal, tapi kita juga harus
untung.
16. Berapa biaya operasional dalam sebulan?
- Untuk kuliner, jika dihitung per bulan, biaya operasionalnya yaitu
harga sewa dari kios jus sebesar Rp. 850.000, dan gaji karyawan jika
sedang ramai dapat mencapai Rp. 1,5jt/bulan. Setelah itu, untuk
modalnya, kita dapat melihatnya dari penjualan kita tiap harinya.
Anggaplah keuntungan bersihnya sebesar 40%.
Untuk optik itu tanda tanya, karena pada bidang optik terdapat kode
etik yang tidak semua orang boleh tahu tentang biaya operasionalnya
karena hal ini menyangkut masalah kesehatan orang. Kalau harga sewa
optiknya sebesar Rp. 20jt/tahun.
17. Teknologi apa yang diterapkan dalam bisnis ini?
- Untuk teknologi optik modern, kita memiliki alat-alat khusus
penunjangnya sendiri, contohnya lens meter, alat periksa mata khusus,

mesin potong yang digunakan memotong lensa kacamata (seperti yang


terdapat pada video).
Untuk bidang kuliner, menggunakan blender dan tenaga manusia.
18. Apakah dalam bisnis ini menerapkan sistem informasi?
- Sistem informasi yang diterapkan pada bisnis ini cenderung simple
yaitu hanya memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook
dan dari mulut ke mulut. Karena jaman seperti sekarang sudah jarang
memakai fasilitas radio.
19. Siapa target pemasaran bisnis Anda?
- Hampir 80% adalah mahasiswa dan 20% masyarakat umum. Tapi
dengan berjalannya waktu nilai prosentase tersebut bisa dikurangi.
20. Apa alasan para customer lebih memilih produk Anda?
- 1. Pelayanan yang maksimal
2. Produknya harus benar-benar bagus
3. Produk yang dijual harus sesuai dengan kualitas
4. Memberi pengetahuan mengenai produk kepada customer, bukan
hanya sekedar jual.
21. Bagaimana promosi bisnis yang diterapkan?
- Melalui sosial media dan dari mulut ke mulut, karena bisnis ini sudah
berjalan cukup lama. Namun, jika masih baru maka lebih relatif sulit
untuk mencari pelanggan.
22. Apa resiko usaha yang mungkin akan muncul?
- 1. Jika kita tidak bisa menjaga kualitas, maka kita akan ditinggalkan
pelanggan
2. Dari segi harga, kita tersaingi oleh pesaing baru yang menjual
produknya dengan harga murah namun kualitasnya lebih rendah
daripada kita.
23. Bagaimana cara Anda mengatasinya?
- 1. Harus pandai berinovasi di dalam bisnis agar dapat bersaing
2. Sebisa mungkin harus mempertahankan customer yang sudah ada.
24. Apakah bisnis ini memiliki hubungan kerjasama dengan pihak lain?
- Bisnis ini murni milik sendiri tanpa ada kerjasama dengan pihak lain.
25. Apa suka duka dalam menjalani bisnis ini?
- Sukanya, dari segi finansial dan bebas waktu tanpa terikat oleh apapun
dan siapapun. Dukanya, kita harus fokus dan memiliki dana
talangan/cadangan saat omset mulai menurun.
26. Bagaimana cara Anda mengelola dan mempertahankan bisnis ini sampai
sekarang?
- 1. Harus kerja keras
2. Profesional dalam bekerja
3. Tidak bermalas-malasan walaupun itu usaha sendiri

4. Jangan sampai pelanggan kecewa.


27. Mengapa Anda lebih memilih sebagai seorang enterpreneur?
- Karena saya dulu pernah menjadi karyawan, karyawan itu memiliki
batasan-batasan, dan terikat aturan. Dalam lingkup pekerjaan,
karyawan banyak mengalami permasalahan seperti dengan teman,
finansial, rugi waktu, tenaga, ongkos, bahkan masalah dengan bos. Jika
kita tidak kompetitif dengan pekerjaan itu maka kita akan ditinggalkan
oleh teman dan kita bisa dipecat. Jadi saya memutuskan untuk menjadi
seorang pengusaha karena bebas finansial, waktu, dan tenaga.
28. Adakah perubahan dalam kehidupan sosial Anda?
- Ada. Kita bisa membeli apapun, namun tetap harus terukur.
29. Bagaimana tips menjadi seorang enterpreneur sukses?
- 1. Mental
2. Spiritual
3. Menguasai manajemen keuangan, barang, dan bisnis.
30. Untuk generasi muda, apakah pesan yang ingin Anda disampaikan?
- Kalau bisa, kalian semua harus selesai kuliah secepatnya, menjadi
seorang pengusaha, dan bisa membuka peluang kerja sebanyakbanyaknya karena ada banyak orang yang membutuhkan pekerjaan.
Karena di dunia usaha ada namanya hitam putih atau take and give,
dimana tidak semua orang ingin menjadi pengusaha dan juga tidak
semua orang ingin menjadi karyawan, tapi bagaimana caranya kita
untuk menjadi pengusaha dan memberikan orang lapangan pekerjaan.
Apabila semua mahasiswa berpikir untuk menjadi pegawai, maka
siapa yang akan menjadi pengusaha? Di dalam pertumbuhan ekonomi,
dilihat dari banyaknya pengusaha otomatis negaranya akan sejahtera.
B. ANALISIS HASIL
1. Karakter yang dimiliki enterpreneur tersebut
2. Kelebihan yang dimiliki enterpreneur tersebut
3. Karakter yang dimiliki oleh enterpreneur itu pada diri seseorang yang
bukan entrepreneur

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Untuk menjadi seorang enterpreneur/pebisnis yang sukses diperlukan
mental, spiritual, pengetahuan serta modal untuk membuka sebuah usaha. Agar
usaha tersebut dapat terus berjalan dan berkembang di butuhkan inovasi yang
menarik sekaligus memiliki kualitas yang dapat di percaya oleh konsumen. Tidak
hanya produk yang berkualitas, tetapi sebagai pebisnis harus mempunya attitude
yang baik untuk menarik hati konsumen. Usaha tersebut harus dikelola dengan
sungguh-sungguh, jika usaha tersebut dikelola secara tidak sungguh-sungguh,
pasti usaha tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan akhirnya gagal/bangkrut.

LAMPIRAN
DOKUMENTASI WAWANCARA
1. Narasumber

2. Alat-alat Penunjang Optik

3. Proses Wawancara