Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya, penulis dapat menulis makalah ini hingga selesai. Makalah
berjudul Analisis Terhadap Kesesuaian Kebijakan Pemerintah Saat Ini
dengan Pancasila. Makalah ini merupakan salah satu tugas yang harus
diselesaikan oleh Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan. Makalah
ini merupakan materi dari mata kuliah Pancasila Program Sarjana
Universitas Universal.
Makalah ini dibuat studi literatur dari berbagai sumber. Penulisan
makalah ini diharapkan memberikan manfaat kepada para pembaca
mengenai pentingnya penerapan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari hari termasuk dalam bidang politik. Terutama agar masyarakat
turut kritis memahami kebijakan pemerintah agar tidak melenceng dari
nilai nilai Pancasila.
Penulis menyadari, makalah ini kurang sempurna. Maka dari itu,
kritik dan saran dari para pembaca akan bermanfaat dalam perbaikan
makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
dan para pembaca.

Batam, 14 September 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................i
KATA PENGANTAR..................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................2
2.1 Pancasila sebagai Dasar Ideologi Bangsa.........................................2
2.2 Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam
Menaikkan Harga BBM......................................................................3
2.3

Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam


Mengeksekusi Narapidana Pengedar Narkoba.................................4

2.4 Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam


Pencegahan Illegal Fishing................................................................6
BAB III PENUTUP......................................................................................8
3.1 Kesimpulan.........................................................................................8
3.2 Saran..................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki landasan dalam

penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari


segala sumber hukum yang ada. Pancasila berperan sebagai sumber hukum
yang memiliki kedudukan tertinggi.

iii

Segala bentuk penyelenggaraan negara serta kebijakan yang diambil


pemerintah tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Pancasila merupakan
ciri khas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu. Jika ada penyimpangan
terhadap pancasila berupa penyelewengan kebijakan yang tidak sesuai dengan
nilai nilai Pancasila, maka masyarakat berhak untuk memprotes kebijakan
tersebut.
Oleh karena itu, perlu pemahaman dalam menerapkan dan menjalankan
nilai

nilai

Pancasila

dalam

kehidupan

bernegara

yang

berupa

penyelenggaraan dan pemerintahan negara dan kehidupan bermasyarakat.


B.Maksud dan tujuan
Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai pembelajaran dan
pertimbangan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus
didasarkan pada Pancasila. Terutama kebijakan yang diambil oleh pemerintah,
harus sesuai dengan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pancasila sebagai Dasar Ideologi Bangsa


Istilah ideologi sendiri berasal dari kata idea yang berarti gagasan,
konsep, pengertian dasar, cita cita, dan kata logi yang artinya ilmu atau
pengetahuan. Pengertian ideologi bangsa secara umum adalah suatu
kumpulan gagasan, ide ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat
sistematis dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan
nasional suatu bangsa dan negara. Ideologi bangsa menunjukkan ciri khas
serta karakteristik dari bangsa itu sendiri. Ideologi bangsa Indonesia yaitu
Pancasila sudah ada sejak zaman dahulu yang terdapat dalam adat istiadat,
perilaku, kebudayaan, nilai agama dan nilai- nilai lain. Ini menunjukkan bahwa

Pancasila merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sebenarnya. Tujuan


yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional Negara Indonesia adalah untuk
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus
berdasarkan kepada nilai nilai yang terkait pada Pancasila serta tujuan
nasional bangsa Indonesia.
2.2 Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam
Menaikkan Harga BBM

Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM pertama kali pada tanggal
18 November 2014 dengan rincian sebagai berikut :
1. Premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter
2. Solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter
3. Minyak tanah Rp 2.500 per liter
Hal ini menimbulkan protes dari berbagai pihak, mengingat kondisi
perekonomian di Indonesia yang cenderung tidak stabil sejak pemerintahan
Presiden Joko Widodo. Kenaikan BBM ini menyebabkan naiknya harga barang
barang dan jasa jasa di masyarakat.
Sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab berkaitan erat
dengan kemanusiaan. Artinya, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh
pemerintah harus memperhatikan nasib rakyat setelah kebijakan diberlakukan.
Sehubungan dengan sila ke-2, maka kebijakan menaikkan harga BBM ini harus
mempertimbangkan keadaan ekonomi dari rakyat Indonesia. Apakah kebijakan
menaikkan harga BBM ini sudah sesuai dengan sila ke-2? Pertanyaan ini cukup
sulit untuk dijawab. Tergantung dari individu masing masing. Tentu saja
kebijakan ini cukup berat untuk diterima oleh kaum menengah kebawah.
Karena dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM ini mencakup
hampir seluruh sektor perdagangan di Indonesia. Tetapi, tentu saja kebijakan ini
sudah dipertimbangkan matang matang oleh pemerintah kita. Mereka tentu

tidak akan mempunyai niat untuk menyengsarakan rakyat Indonesia. Mungkin


dampak positifnya belum ada saat ini, tapi siapa tahu dampak positifnya akan
dirasakan oleh rakyat Indonesia beberapa saat lagi.
Salah satu alasan pemerintah menaikkan harga BBM ini adalah untuk
memangkas

biaya

pengeluaran

APBN.

Pemerintah

bertujuan

untuk

mengalokasikan dana yang dipangkas ini untuk melakukan pembangunan


pembangunan, guna meningkatkan kualitas dan taraf hidup rakyat Indonesia
nantinya. Tujuan ini bersesuaian dengan tujuan nasional bangsa Indonesia
yaitu memajukan kesejahteraan umum rakyat Indonesia.
Referensi

https://www.academia.edu/11958236/Makalah_Hubungan_Pancasila_dengan_
Kenaikan_BBM
http://ukhybelajar.blogspot.co.id/2014/12/kolerasi-pancasila-dan-kebijakan.html

2.3 Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam


Mengeksekusi Narapidana Pengedar Narkoba

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian publik era pemerintahan


Presiden Joko Widodo adalah mengeksekusi mati 6 terpidana kasus narkoba.
Bahkan Presiden Joko Widodo bersikeras tidak akan memberikan grasi kepada
para terpidana mati kasus narkoba.Hal ini mengisyaratkan bahwa Presiden
Joko Widodo tidak main main dalam mengatasi masalah narkoba di
Indonesia. Presiden Joko Widodo juga meminta negara lain untuk menghormati
kedaulatan negara Indonesia. Namun,banyak pro dan kontra yang timbul akibat
kebijakan ini, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
Hukuman mati adalah salah satu hukuman yang diakui dalam sistem
hukum pidana di Indonesia. Banyak pertentangan yang timbul akibat hukuman
mati ini. Indonesia memuat hak hak asasi manusia dalam UUD 1945.
Ditambah lagi Indonesia telah menyepakati perjanjian internasional tentang hak

hak asasi manusia, terutama International Covenant on Civil and Political


Rights (ICCPR) dan International Covenant on Economic, Social and Cultural
Rights (ICESCR) yang telah menjadi bagian hukum nasional dengan ratifikasi
kedua instrumen HAM tersebut.Semua isi perjanjian tersebut menjamin hak
hidup manusia sebagai hal yang mutlak, tidak dapat dikurangi dengan cara apa
pun dan oleh siapa pun.
Amandemen kedua UUD 1945 dengan tegas menyebutkan bahwa, Setiap
orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya. Berikutnya UUD menyatakan, Hak untuk hidup, hak untuk tidak
disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk
tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak
untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi
manuisia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
Mengacu pada kedua ayat tersebut, menunjukkan bahwa Negara Kesatuan
Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi Hukum Kodrat,
sebagaimana dijelaskan pada batang tubuh UUD diatas, bahwa hak hidup
melekat pada setiap individu dan tidak dapat dirampas dan dikurangi oleh
siapapun,atas nama apapun dan dalam situasi apapun termasuk oleh negara
atas nama hukum,agama atau dalam situasi darurat. Tentu saja kebijakan dari
pemerintah masih menimbulkan perdebatan sampai saat ini karena kebijakan
tersebut bertentangan dengan apa yang tertulis pada batang tubuh UUD 1945.
Tetapi bukan berarti pemerintah tidak melakukan pertimbangan sebelum
mengeluarkan dan menyetujui sebuah kebijakan. Tentu saja pemerintah telah
melakukan berbagai pertimbangan yang matang sebelum menyetujui pidana
hukuman mati terhadap 6 terpidana kasus narkoba ini. Tetapi disisi lain,
pemerintah telah melindungi kedaulatan bangsa Indonesia. Pemerintah telah
menunjukkan bahwa Indonesia betul betul serius dalam menghadapi masalah
narkotika ini. Pemerintah memberi sinyal kepada negara lain untuk tidak ikut
campur dengan urusan ini dan menghormati keputusan negara Indonesia.

Referensi

https://makaarim.wordpress.com/2007/10/22/beberapa-

pandangan-tentang-hukuman-mati-death-penalty-dan-relevansinyadengan-perdebatan-hukum-di-indonesia/
http://www.pusakaindonesia.org/hukuman-mati-dalam-perspektifpancasila/
2.4 Keterkaitan antara Pancasila dan Kebijakan Pemerintah dalam
Pencegahan Illegal Fishing
Sila ke- 5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
memiliki arti bahwa seluruh rakyat Indonesia harus merasa adil saat
membandingkan apa yg dimilikinya dengan apa yang dimiliki oleh rakyat
lain.Contohnya saja kasus illegal fishing yang sering menimpa negara
kita.Kasus ini telah memakan kerugian hingga Rp. 3000 Triliun. Tentu saja hal
ini membuat pemerintah Indonesia era Presiden Joko Widodo ini segera
mengambil tindakan yang tegas dengan melakukan pengeboman terhadap
kapal kapal asing yang secara ilegal telah memasuki wilayah perairan
Indonesia dan mengambil kekayaan alam Indonesia secara diam diam yang
merupakan hak dari rakyat Indonesia sendiri khususnya para nelayan nelayan
disekitar. Kebijakan ini menuai kontroversi dan juga menuai pujian terhadap
keberanian pemerintah Indonesia dalam mengatasi kasus illegal fishing ini.
Sila ke- 4 yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan .Sila ini menunjukkan bahwa bangsa
Indonesia menganut kedaulatan rakyat. Sistem ini menganut paham bahwa
kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Tentu saja jika ada rakyat dari negara
lain yang memasuki wilayah Indonesia serta mencuri kekayaan alam Indonesia,
akan mengganggu pertahanan dan keamanan negara Indonesia serta
mengganggu kedaulatan rakyat Indonesia.
Bagaimana dengan kebijakan pemerintah dalam mengatasi illegal fishing
ini? Apakah sudah sesuai dengan nilai nilai yang terkandung dalam
Pancasila? Kasus ileggal fishing ini selain mengancam keamanan dan

pertahanan negara karena memasuki daerah perbatasan tanpa izin dari negara
bersangkutan, juga mengancam kemakmuran rakyat Indonesia. Hak hak
yang dimiliki oleh rakyat Indonesia atas kekayaan alamnya telah direnggut oleh
rakyat dari negara luar tanpa adanya izin. Tentu saja rakyat Indonesia terutama
para nelayan berhak untuk memprotes ketidakadilan yang dialaminya
ini.Mereka berhak atas keadilan yang seharusnya didapat, bukannya direbut
oleh negara lain yang bahkan tidak memiliki izin atas tindakan tersebut.Dengan
adanya kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia melindungi
kedaulatan negara yang berdasarkan sila ke- 4 dan menegakkan keadilan
sosial untuk rakyat Indonesia yang berdasarkan kepada sila ke- 5. Dengan
adanya kebijakan ini, pemerintah telah membantu para nelayan dalam
meningkatkan perekonomian mereka, serta telah menjalankan nilai nilai dari
sila Pancasila yaitu memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
serta melindungi kedaulatan Indonesia terhadap segala ancaman yang ada.
Referensi

http://ukhybelajar.blogspot.co.id/2014/12/kolerasi-pancasila-

dan-kebijakan.html
BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Pancasila merupakan sumber hukum tertinggi dan berperan sebagai
dasar negara Indonesia. Segala kebijakan yang diambil pemerintah harus
sesuai dengan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kebijakan pemerintah dalam mengatasi illegal fishing merupakan salah
satu tindakan untuk melindungi kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara
serta menegakkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia, khususnya para
nelayan yang mencari nafkah didaerah yang kekayaan alamnya diambil tanpa
izin oleh warga negara asing.
Kebijakan pemerintah dalam mengeksekusi mati terpidana kasus narkoba
merupakan salah satu tindakan untuk menegakkan hukum yang ada. Tetapi
sayangnya hal ini bertentangan dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan

Yang Maha Esa. Setiap orang memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan
kehidupannya. Kehidupan manusia tidak ditentukan oleh orang lain, meskipun
memiliki jabatan yang tinggi. Oleh karena itu, kebijakan ini dirasa tidak sesuai
jika diterapkan di Indonesia.
Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM merupakan salah
satu

tindakan

untuk

meningkatkan

kemakmuran

rakyat

dengan

cara

mengalokasikan dana yang selama ini digunakan untuk subsidi harga BBM.
Tetapi, dampak positifnya belum ada hingga saat ini. Malah, kebijakan ini
dianggap menyulitkan rakyat kalangan menengah kebawah karena imbas dari
kenaikan harga BBM ini mengakibatkan kenaikan harga barang barang dan
jasa jasa.

3.2

Saran
1. Sebagai Warga Negara Indonesia, kita berhak untuk mengkritisi
kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan nilai nilai Pancasila.
2. Dalam menentukan kebijakan, pemerintah harus berpedoman pada
nilai nilai Pancasila.
3. Penerapan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari dimulai
dari hal hal yang terkecil.

TUGAS MAKALAH
KESESUAIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH SAAT INI
DENGAN PANCASILA

Disusun oleh:
Darwin
2016142001
Universitas Universal
Fakultas Teknik
Teknik Lingkungan
2016