Anda di halaman 1dari 7

IPA

Energi Alternatif

Disusun oleh :
Muhammad Farhan Fauzi (19)
7C

Energi Alternatif
Energi alternatif adalah energi yang digunakan dengan bertujuan untuk
menggantikan bahan bakar yang ada saat ini tanpa akibat yang tidak diharapkan dari
hal tersebut. Minyak bumi dan batu bara sering disebut sebagai bahan bakar fosil.
Bahan bakar fosil ini terbentuk dari hewan dan tumbuhan yang mati ratusan juta
tahun lalu. Pembentukan bahan bakar ini membutuhkan waktu sangat lama.
Apabila& kita tidak berhemat, bahan bakar tersebut akan habis. Penggunaan energi
alternatif merupakan salah satu cara menghemat persediaan bahan bakar fosil. Ciriciri energi alternatif adalah sebagai berikut : (1) Dapat digunakan berulang-ulang,(2)
Jumlahnya berlimpah, (3) Pengolahannya tidak merusak alam, (4) Tidak berbahaya,
aman,
serata
tidak
menimbulkan
berbagai
penyakit
akibat
pengolahan/penggunaanya, (5) Ramah lingkungan.
Sumber Energi Alternatif
1. Matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi yang berupa energi panas
dan energi cahaya. Energi panas matahari dapat digunakan secara langsung,
misalnya untuk mengeringkan pakaian. Energi cahaya matahari menerangi bumi
pada siang hari. Selain itu, cahaya matahari dimanfaatkan tumbuhan hijau untuk
melakukan fotosintesis. Pemanfaatan energi matahari yang paling sering digunakan
adalah memanfaatkan tenaga surya untuk mengalirkan listrik (menyalakan lampu
serta menghidupkan berbagai perangkat elektronik).

Untuk menghasilkan energi listrik dari sinar matahari memerlukan alat yang disebut
panel surya (solar cell, photovoltaic, atau fotovoltaik ). Sel surya dapat digunakan
tanpa polusi, baik polusi udara maupun suara, dan di segala cuaca. Panel surya
untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menghasilkan energi listrik dengan
mengubah tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (di dalam solar cells atau sel
surya) yang ada di panel surya (solar panel) disinari matahari/ surya, membuat
proton bergerak menuju electron dan menghasilkan arus dan tegangan listrik.
Sebuah solar cells/ sel surya menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi
sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel surya (untuk
menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).
Listrik tenaga surya sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan atau tempattempat terpencil. Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, televisi,
bahkan lemari es. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik
menggunakan sel surya. Kegunaan sel surya di antaranya untuk menjalankan jam,

kalkulator, dan penerangan luar ruangan. Bahkan, sel surya dengan susunan yang
rumit dapat memberikan tenaga listrik ke satelit.
2. Angin

Angin merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting. Sejak zaman
dahulu, angin telah banyak digunakan untuk menggerakkan perahu layar. Selain itu,
angin digunakan untuk menggerakkan roda-roda penggilingan padi, sagu, dan
gandum. Saat ini, angin banyak digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Misalnya angin digunakan untuk memutar turbin yang memiliki bilah-bilah. Bilahbilah ini dihubungkan dengan sebuah generator. Saat bilah bergerak, generator akan
membangkitkan listrik. Selain ditentukan oleh kecepatan angin, energi listrik yang
dihasilkan juga ditentukan oleh panjang bilah turbin. Semakin panjang bilah yang
dimiliki suatu turbin, semakin besar pula listrik yang dihasilkan. Sebagai contoh,
sebuah turbin angin setinggi 40 m dapat menghasilkan listrik yang dapat digunakan
sekitar
100150
rumah.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengubah energi angin menjadi energi listrik
dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup
sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar
rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan
energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum
dapat dimanfaatkan.
3. Air
Air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat bermanfaat. Air
dapat menghasilkan energi dalam bentuk arus air, gelombang, dan air panas. Arus
air biasa dihasilkan oleh air terjun atau sungai. Tenaga yang dihasilkan air ini biasa
digunakan untuk memutar turbin dari suatu generator listrik.

Air menyimpan energi yang besar. Air yang jatuh tersebut dapat diarahkan untuk
memutar turbin. Akibatnya, turbin& akan berputar sehingga generator listrik
bekerja. Generator tersebut dapat menghasilkan listrik yang digunakan untuk
keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, di sekitar bendungan biasanya dibangun
pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu
pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik.
Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. Pembangkit
listrik ini bekerja dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari bendungan
atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi
mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Kemudian energi listrik
tersebut dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya
energi listrik tersebut sampai ke rumahmu.
Turbin juga dapat digerakkan menggunakan tenaga pasang. Saat laut pasang, air
yang mengalir ke sungai atau muara sungai arusnya dapat memutar turbin raksasa.
Pada turbin ini dilengkapi penahan arus. Penahan arus bekerja seperti bendungan
yaitu memerangkap air, kemudian mengalirkannya untuk menghasilkan listrik.
4. Gelombang Air Laut
Salah satu tenaga alternatif adalah tenaga air laut. Air laut memiliki banyak manfaat.
Salah satunya, menghasilkan energi listrik dari pusat pembangkit listrik tenaga
ombak. Sifat ketersediannya terus setiap waktu menjadikan ombak baik untuk
dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik Melalui pembangkit listrik ini, energi
besar yang dimiliki ombak dapat diubah menjadi tenaga listrik.

Cara kerja pembangkit listrik baru ini sangat sederhana. Sebuah tabung beton
dipasang pada suatu ketinggian tertentu di pantai dan ujungnya dipasang dibawah
permukaan air laut. Tiap kali ada ombak yang datang ke pantai, air di dalam tabung
beton itu akan mendorong udara yang terdapat di bagian tabung yang terletak di
darat. Pada saat ombak surut, terjadi gerakan udara yang sebaliknya dalam tabung
tadi. Gerakan udara yang bolak-balik inilah yang dimanfaatkan untuk memutar
turbin yang dihubungkan dengan sebuah pembangkit listrik. Sebuah alat khusus

dipasang pada turbin itu supaya turbin hanya berputar satu arah, walaupun arah
arus udara dalam tabung beton itu silih berganti.
Selain arus air dan gelombang, air panas dalam bumi juga dapat menghasilkan
listrik. Air panas ini menghasilkan uap. Uap ini kemudian digunakan untuk
menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan generator. Dari proses ini
dihasilkan listrik.
5. Bahan Bakar Bio (biodisel)
Bahan bakar bio merupakan bahan bakar yang berasal dari makhluk hidup, baik dari
tumbuhan maupun hewan. Bahan bakar bio dari tumbuhan di antaranya tumbuhan
berbiji yang mengandung minyak. Seperti bunga matahari, zaitun, jarak, kacang
tanah, dan kedelai. Minyak yang dihasilkan biasa digunakan sebagai campuran solar
untuk menjalankan mesin diesel dan bus.
Bahan bakar bio dari hewan biasanya berasal dari lemak sapi, biri-biri, dan paus.
Lemak ini dapat dibuat lilin sebagai penerangan. Bahan bakar bio juga berasal dari
kotoran hewan. Kotoran hewan ini dimasukkan ke ruangan bawah tanah (lubang)
yang disebut pencerna biogas. Kotoran tersebut kemudian melepaskan gas metana.
Gas ini bersifat mudah terbakar sehingga dapat digunakan untuk memasak dan
memanaskan
air.
6.
Biogas
Biogas merupakan gas dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh
bakteri-bakteri anaerob yang berasal dari limbah rumah tangga, misalnya kotoran
hewan (sapi, babi, ayam) dan sampah organik. Biogas cocok dikembangkan di
daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra
produksi padi dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan
lain-lain
Untuk membuat biogas dibutuhkan digester yang berfungsi untuk menampung gas
metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Besar kecilnya digester
tergantung pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknya biogas yang
diinginkan. Proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:

Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur pada bak
penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan
kedalam digester

Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada


pengisianpertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan
lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada
pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang
banyak sampai digester penuh.

Melakukan penambahan bakteri (banyak dijual dipasaran). Setelah digester


penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.

Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena
yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14
baru terbentuk gas metan. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat
digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya.
Mulai hari ke-14 sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu
terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya,
digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinyu sehingga dihasilkan
biogas yang optimal.

Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak
tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan
bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai
pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan
dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk
organik
pada
tanaman
/
budidaya
pertanian.
7. Panas Bumi ( Geothermal )

Energi alternatif lain yang dapat digunakan adalah panas bumi. Panas bumi adalah
panas yang berasal dari panas yang ada pada inti bumi. Apabila ada daerah yang
pusat buminya dekat dengan permukaan maka panas bumi ini dapat dimanfaatkan
sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi. Energi panas bumi cukup ekonomis
dan ramah lingkungan, tetapi terbatas hanya pada dekat area perbatasan lapisan
tektonik. Dikatakan ramah lingkungan karena unsur-unsur yang berhubungan
dengan energi panas tidak membawa dampak lingkungan atau berada dalam batas
yang berlaku. Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar
lempeng tektonik yang bertemperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di
dekat
permukaan.
Untuk membangkitkan listrik dengan panas bumi dilakukan dengan mengebor tanah
di daerah yang berpotensi panas bumi untuk membuat lubang gas panas yang akan

dimanfaatkan untuk memanaskan ketel uap (boiler) sehingga uapnya bisa


menggerakkan turbin uap yang tersambung ke Generator. Untuk panas bumi yang
mempunyai tekanan tinggi, dapat langsung memutar turbin generator, setelah uap
yang
keluar
dibersihkan
terlebih
dahulu.
Keuntungan
Keuntungan

dan

kerugian

energi

alternatif

Sumber energi alternatif dapat digunakan terus karena tidak akan habis

Energi yang dihasilkan sangat besar

Energi alternatif tidak mencemari lingkungan

Kerugian

Dibutuhkan biaya yang besar untuk memanfaatkan energi alternatif.

Dibutuhkan teknologi tinggi dan pemikiran yang rumit untuk memanfaatkan


energi alternatif

Tersedianya juga dipengaruhi musim. Contoh air akan banyak ketika musim
penghujan tetapi akan berkurang ketika musim kemarau