Anda di halaman 1dari 2

RENUNGAN

( IBRANI 11 : 1 7 )

Bapak-Ibu Pengawas, BapakIbu Guru serta temanteman yang Tuhan Yesus


Kasihi
Untuk memahami ibrani 11 : 1 - 7 dari bacaan tadi, saya mengajak kita untuk
mendengar cerita di bawah ini, sebuah mobil bertabrakan dengan sebuah motor dan
kita melihat sendiri tabrakan tersebut maka untuk menyelesaikan masalah ini di
perlukan saksi.
Apakah kita mau menjadi saksi ??? Mungkin juga tidak, sebab menjadi saksi itu
sangat merepotkan. Kita di panggil oleh polisi dan kita harus bersumpah menjawab
pertanyaan polisi, jaksa dan hakim. Pasti itu sangat menakutkan. Ketika kita salah
bicara mungkin ada pihak yang marah atau yang mengancam kita padahal kita tidak
punya masalah apa-apa. Kalau demikian apakah kita perlu menjadi saksi atau kita
cepat meninggalkan tempat kejadian supaya tidak menjadi saksi.

Yang di kasihi Bapak-Ibu Pengawas, Bapak-Ibu Guru, dan teman-teman yang


Tuhan Yesus Kasihi
Menjadi saksi tidak mudah, kita harus ingat apa yang kita lihat, dengar dan alami.
Ada hal-hal kecil sekalipun misalnya kendaraan kecepatan tinggi, mana yg
menyalakan lampu, mana yang duluan di tempat persimpangan, siapa yang mengemudi
mobil pasti kita pusing. Selanjutnya bersaksi itu harus benar artinya jangan sampai
itu keluarga kita lalu kita berbicara yang tidak jujur.

Dan kalau kesaksian kita

merugikan orang lain maka kita akan merasa bersalah dan hati kita mengatakan
bahwa karena kesaksian kita merugikan orang lain, dan lebih sulit lagi kalau
kesaksian kita ternyata keliru atau salah. Bagaimana dengan perasaan kita ??? Kalau
menjadi saksi tabrakan mobil dan motor saja susah apalagi menjadi saksi untuk
perkara yang lebih besar.

Bapak-Ibu Pengawas, Bapak-Ibu Guru, dan teman-teman yang Tuhan Yesus


Kasihi
Bacaan ini berbicara tentang saksi-saksi iman. Siapakah yang di maksud dengan
saksi-saksi iman? Tentunya kita semua. Pengertian Iman adalah sesuatu yang kita
harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, misalnya: kita beriman
kepada Yesus yang mati dan bangkit. Artinya kita menyaksikan langsung kebangkitan
Yesus tapi kita beriman bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati, di sinilah
iman kita di perlihatkan dan Yesus dalam firman-Nya mengatakan berbahagialah
kamu yang tidak melihat aku namun percaya!!!

Bapak-Ibu Pengawas, Bapak-Ibu Guru, dan teman-teman yang Tuhan Yesus


Kasihi
Kita di tuntut untuk menjadi saksi-saksi iman dalam hidup kita tiap-tiap hari. Di sini
kita juga belajar iman dari beberapa tokoh Alkitab.
HABEL ia adalah seorang yang mempersembahkan kepada Allah : Hasil
terbaik dari penghasilannya berupa lembu yang terbaik dan itu yang diterima
oleh Tuhan.
HENOKH adalah seorang yang bergaul dekat dengan Tuhan atau dikatakan
sebagai orang beriman.

Bapak-Ibu Pengawas, Bapak-Ibu Guru, dan teman-teman yang Tuhan Yesus


Kasihi
Renungan pembacaan Ibrani 11 : 1-7 ini mengajak kita semua agar marilah kita
pulang dalam hidup kita sehari-hari dan menjadi saksi-saksi Iman dalam Kristus
baik di kantor, di sekolah, di rumah dan di lingkungan manapun kita berada.
Dengan mencontohi HABEL dan Henokh, bergaul dekat dengan Tuhan dan
mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dalam kata sikap perbuat kita
dimana saja kita berada. Amin
ROLLAN REZKY LAIYAN