Anda di halaman 1dari 10

1

MAKALAH

DASAR DASAR ILMU PENDIDIKAN


LANDASAN PENDIDIKAN

OLEH :
YULIA EFRONIA (15063011)
FARIL ANTAMA FANI (16020102)
NESA MAIYURISKA (16006148)
TRI YULI PAHTONI (16076101)
WIDIA WULANDARI (16076097)
YOLANDA ISMUDAR (16003192)

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, Tuhan pencipta alam
semesta. Atas rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
landasan pendidikan. Makalah ini dibuat sebagai sarana untuk mempelajari salah satu
materi dalam mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Selain itu makalah ini juga diajukan
sebagai salah satu tugas mata kuliah tersebut.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam proses penyusunan makalah ini, semoga semua amal kebaikan kita dibalas oleh Allah
SWT. dan semoga dapat memberikan manfaat bagi pembacanya. Saran dan kritik dari
pembaca yang bersifat menyempurnakan makalah ini sangat dinantikan.

Padang, 14 September 2016


Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN

DAFTAR ISI

ii

BAB I
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan masalah

1
1

2.1 Religious
2.2 Filosofis
2.3 Sosiologis
2.4 Legalitas
2.5 Kultural (Kebudayaan )
2.6 Psikologis
2.7 Ilmiah dan teknologis
2.8 Ekonomi
2.9 Historis

2
2-3
3
4
4
4
5
5-6
6

BAB II

BAB III
Penutup

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan diselenggarakan berdasarkan filsafat hidup serta berlandaskan sosiokultural
setiap masyarakat, termasuk di Indonesia. Kajian ketiga landasan itu (filsafat, sosiologis dan
kultural) akan membekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang
tepat tentang bidang tugasnya. Selanjutnya, ada dua landasan lain yang selalu erat kaitannya
dalam setiap upaya pendidikan, utamanya pengajaran, yakni landasan psikologis yang akan
membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan caracara belajarnya, landasan IPTEK yang akan membekali tenaga kependidikan tentang sumber
bahan ajaran serta landasan-landasan lainnya sebagai berikut.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalahnya adalah
1. Apa saja jenis-jenis landasan pendidikan yang mendukung kegiatan pendidikan?

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Religious
Landasan agama merupakan landasan yang paling mendasari dari landasan-landasan
pendidikan, sebab landasan agama adalah landasan yang diciptakan oleh Allah SWT.
Landasan agama berupa firman Allah SWT dalam kitab suci Al-Quran dan Al-Hadis berupa
risalah yang dibawakan oleh Rasulullah SAW untuk umat manusia yang berisi tentang
tuntutan-tuntutan atau pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di
dunia

maupun

diakhirat,

serta

merupakan

rahmat

untuk

seluruh

alam.

Bahkan Sistem pendidikan nasional mengharuskan setiap peserta didik mengikuti pendidikan
agama tidak hanya pendidikan formal saja. Karena sistem pendidikan agama diharapkan tidak
saja sebagai peyangga nilai-nilai, akan tetapi sekaligus sebagai penyeru pikiran-pikaran
produktif dan berkolaborasi dengan kebutuhan zaman yang semkin modern. Pendidikan
agama adalah hak setiap peserta didik dan bukan Negara atau organisasi keagamaan.

2.2 Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakekat
pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok dalam pendidikan, seperti
apakah pendidikan itu, mengapa pendidikan diperlukan, dan apa yang seharusnya menjadi
tujuan pendidikan. Landasan filosofis bersifat filsafat,yang menelaah sesuatu secara radikal,
menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-konsepsi mengenai kehidupan dan
dunia. Antara filsafat dengan pendidikan mempunyai hubungan yang sangat erat, yakni
filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat,sedangkan pendidikan
berusaha mewuudkan citra tersebut. Rumusan tentang harkat dan martabat manusia beserta
masyarakatnya ikut menentukan tuuan dan cara-cara penyelenggaraan pendidikan. Rumusan

tentang harkat dan martabat manusia beserta masyarakatnya di Indonesia dilandasi oleh
filsafat yang dianut bangsa Indonesia, yakni Pancasila.
2.3 Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik
masyarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan polapola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh
sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:
1. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
2. Hubungan kemanusiaan.
3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
4. Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah
dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
Pendidikan merupakan peristiwa sosial yang berlangsung dalam latar interaksi sosial karena
pendidikan tidak dapat dilepaskan dari upaya dan proses saling pengaruh dan mempengaruhi
antara individu yang terlibat di dalamnya. Suatu hal yang dapat dipastikan adalah bahwa
pendidikan tidak akan pernah berada dalam kehampaan sosial, artinya pendidikan tidak akan
pernah teradi tanpa interaksi antara individu, antara satu generasi dengan generasi lainnya,
dan bahkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

2.4 Legalitas

Dengan berlandaskan legalistik, kebijakan, penyelenggaraan, dan pengembangan


pendidikan dapat terhindar dari berbagai benturan kebutuhan. Setidaknya dengan landasan
legalistik segala hak dankewajiban pendidik dan peserta didik dapat terpelihara. Selanjutnya
dapat dikatakan bahwa berbagai pihak yang terkait dengan kebijakan, penyelenggaraan, dan
pengembangan pendidikan perlu memperoleh perlindungan hukum, dengan landasan
legalistik semua pihak tersebut mengetahui hak dan kewajibannya dalam penyelenggaraan
pendidikan.
2.5 Kultural (Kebudayaan )
Pendidikan merupakan peristiwa budaya dikarenakan pendidikan dan kebudayaan
mempunyai hubungan timbal balik, yakni kebudayaan dapat dilestarikan dan dikembangkan
dengan jalan mewariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pendidikan.
Sebaliknya, ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat
tempat proses pendidikan berlangsung. Maka dari itu, langkah pengembangan pendidikan
tidak boleh bebas dari kebudayaan tempat pelaksanaan pendidikan tersebut dikembangkan.
2.6 Psikoloogis
Dalam pendidikan selalu melibatkan kejiwaan, landasan psikologis pendidikan
terutama tertuju kepada pemahaman manusia, khususnya berkenaan dengan proses belajar
manusia. Pengembanngan kepribadian yang merupakan tugas pendidikan, psikologi
menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta
gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi khususnya.

2.7 Ilmiah dan teknologis


a. Pengertian Landasan IPTEK

Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk


mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan
pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah
mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan
bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang
sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan
fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.
b. Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah
Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang
lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan,
utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi
perkembangan iptek. Bahan ajar seyogyanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang
berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memperoleh informasi itu dan
manfaatnya bagi masyarakat.
2.8 Ekonomi
Manusia pada umumnya tidak bisa lepas dari kebutuhan ekonomi. Sebab kebutuhan
dasar manusia membutuhkan ekonomi. Orang tidak mampu pun memerlukan uang untuk
mengisi perutnya dan sekedar berteduh di waktu malam. Dengan demikian pembahasan
tentang ekonomitidak hanya menyangkut orang kaya saja, melainkan semua orang, termasuk
dunia

pendidikan

yang

ditekuni.

Dunia sekarang ini tidak hanya di timbulkan oleh dunia politik, melainkan juga masalah dari
dunia ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi, dan penghasilan Negara bertambah,
walaupun hutang luar negri cukup besar dan penghasilan rakyat kecil masih minim.

Perkembangan ekonomi pun menjadi pengaruh dalam bidang pendidikan. Sudah banyak
orang kaya bersedia secara sukarela menjadi orang tua angkat agar anak kurang mampu bisa
sekolah. Sikap dan tindakan ini sangat terpuji dan membantu pemerintah menyukseskan
wajib belajar 12 tahun.

2.9 Historis
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan
yang didasari oleh konsep tertentu. Sejarah penuh dengan informasi yang mengandung
kejadian kejadian, model-model, konsep-konsep, teori-teori, praktik-praktik, moral, citacita dan sebagainya. Informasi yang lampau ini terutama yang bersifat kebudayaan pada
umumnya

berisi

konsep,

praktik,

dan

hasil

yang

diperoleh.

Setiap bidang kegiatan yang dikerjakan oleh manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan
juga dengan bagaimana keadaan bidang itu pada masa lampau. Demikian juga dalam bidang
pendidikan sebelum menangani bidang itu, terlebih dahulu mereka memeriksa sejarah tentang
pendidikan baik yang bersifat nasional maupun internasional.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pendidikan sangatlah penting didalam kehidupan kita, ada beberapa landasan yang
mendukung pendidikan tersebut. Landasan pendidikan disini mempunyai arti sebagai titik
tumpu atau titik tolak dalam mewujudkan pendidikan tersebut. Landasan pendidikan disini
mempunyai tujuan yaitu Mengarahkan peserta didik agar mampu melaksanakan berbagai
peran sesuai dengan statusnya, berdasarkan nilai nilai dan norma norma yang berlaku
yang telah diakui.

DAFTAR PUSTAKA

Syafril , Zelhendri Zen , dkk. 2012. Pengantar Pendidikan. Padang : Sukabin Press