Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

PERCOBAAN INGENHOUSZ
Ditujukan untuk memenuhi tugas Biologi

Oleh :
Kelompok 7
M. Rizky Ilham R.

(23)

Neta Bening Sitoresmi

(29)

N. R. Tazkia Az-Zahra

(31)

Wuri Utami

(41)

XII IPA 3
LABORATORIUM BIOLOGI SMA NEGERI 3 BANDUNG
TAHUN AJARAN 2016/2017

Percobaan Ingenhousz
I. Pendahuluan
1.1.
Tujuan
Mengamati hasil fotosintesis serta mengamati faktor-faktor yang
memengaruhi fotosintesis.
1.2.
Dasar Teori
Metabolisme adalah suatu mekanisma yang terjadi di dalam tubuh
makhluk hidup. Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk
hidup tentunya tidak sama, bergantung komponen penyusun
makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hingga organisme.
Dalam proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk
menyusun
penyusunan

maupun
tersebut

menguraikan
disebut

senyawa

anabolisme,

tertentu.

Proses

sedangkan

proses

penguraiannya disebut katabolisme.


Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering
kita dengar adalah proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu
mekanisme penyusunan energi pada tanaman berkrolofil dengan
bantuan cahaya matahari. Proses fotosintesis terbagi atas dua
tahapan yaitu tahap reaksi terang dan tahap reaksi gelap. Reaksi
terang adalah reaksi yang membutuhkan energi cahaya, khusunya
cahaya matahari sedangkan reaksi gelap adalah suatu reaksi yang
tidak membutuhkan cahaya matahari.
Faktor utama yang menentukan laju fotosintesis antara lain;
intensitas cahaya, konsentrasi karbon dioksida, dan suhu.
II. Alat dan Bahan
2.1.
Alat
Gelas kimia ukuran 500 ml, 1 buah
Corong kaca 1 buah
Tabung reaksi 1 buah
Kawat ukuran 10 cm 3 buah
Tusuk sate

2.2. Bahan
Air
Soda kue
Tanaman Hydrilla

III. Cara Kerja


a. 3 Batang tanaman Hydrilla, daunnya dicabut 1 cm dari atas.
b. Batang Hydrilla dipotong miring kemudian diikat menggunakan benang. Sisa benang
dililit pada tusuk sate.
c. Tusuk sate dimasukkan ke corong sampai ujung batang Hydrilla masuk ke lubang
corong.

d. Tusuk sate dicabut, lalu sisa benang dililit ke corong.


e. Tiga kawat penyangga dimasukkan ke dalam gelas kimia untuk menjaga
keseimbangan dari corong yang telah diisi dengan Hydrilla.
f. Gelas kimia dimasukkan ke dalam ember yang berisi air, diikuti dengan corong yang
berisi Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas kimia tersebut.
g. Bagian tabung corong ditutup dengan tabung reaksi. (diusahakan tidak terbentuk
h.
i.
j.
k.

ruang udara)
Percobaan I (tidak terkena sinar matahari langsung)
a) Gelas kimia diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari
b) Tabung reaksi diamati selama 5 menit.
Percobaan II (terkena sinar matahari langsung)
a) Gelas kimia diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
b) Tabung reaksi diamati selama 5 menit.
Percobaan III (terkena sinar matahari langsung dan ditambah NaHCO3)
a) Gelas kimia ditambahkan NaHCO3
b) Tabung reaksi diamati selama 5 menit.
Percobaan IV (terkena sinar matahari langsung dan ditambah es)
a) Mengulangi langkah a-g
b) Gelas kimia ditambahkan es
c) Tabung reaksi diamati selama 5 menit.

IV. Hasil Pengamatan


4.1
Tabel Pengamatan

4.2
Pembahasan
4.2.1
Percobaan I (tidak terkena sinar matahari langsung)
Pada percobaan I, tidak ada gelembung yang dihasilkan di
dasar tabung reaksi. Hal ini disebabkan tidak adanya energi
yang

berasal

dari

cahaya

untuk

melakukan

proses

fotosintesis. Walaupun bahan untuk melakukan fotosintesis


sudah tersedia, bila tidak ada energi yang cukup, maka tidak
akan terjadi proses fotosintesis.
4.2.2
Percobaan II (terkena sinar matahari langsung)
Pada percobaan II, terdapat sedikit gelembung di dasar
tabung reaksi. Hal ini disebabkan adanya energi yang berasal
dari cahaya (walaupun sedikit) untuk melakukan proses
fotosintesis.
4.2.3
Percobaan III (terkena sinar matahari langsung dan
ditambah NaHCO3).
Pada percobaan III, terdapat sedikit gelembung di dasar
tabung reaksi, namun jumlahnya sedikit lebih banyak dari

percobaan II. Hal ini disebabkan terjadinya reaksi setelah


penambahan NaHCO3 sehingga menambah kadar CO2 di
dalam gelas kimia. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O
Selain itu, ada energi yang berasal dari cahaya matahari
untuk melakukan proses fotosintesis.
4.2.4
Percobaan IV (terkena sinar matahari langsung dan
ditambah es).
Pada percobaan IV, terdapat sedikit sekali gelembung di dasar
tabung reaksi. Hal ini disebabkan suhu yang rendah pada
gelas kimia akibat penambahan es. Suhu yang rendah
menyebabkan enzim rubisco pada reaksi fotolisis tidak bekerja
sehingga menghambat proses fotosintesis.
V. Jawaban Pertanyaan
1. Berdasarkan data di tabel, faktor apa yang berpengaruh pada
fotosintesis?
Faktor yang berpengaruh pada fotosintesis adalah intensitas cahaya (terang/gelap),
kadar karbon dioksida, serta suhu/temperatur.
2. Apa peran soda kue?
Peran soda kue dalam percobaan ini adalah sebagai katalis dalam
reaksi fotosintesis dengan reaksi yang terjadi sebagai berikut:
NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O
Pada percobaan yang diberi soda kue dan ditempatkan di sinar
matahari langsung, kadar CO2 dalam gelas kimia menjadi tinggi
serta memiliki energi yang banyak untuk melakukan fotosintesis.
Hasilnya proses fotosintesis terjadi sangat cepat.
3. Gas apa yang keluar berupa gelembung?

Jelaskan

alasan

jawabanmu!
Gas yang keluar berupa gelembung adalah gas oksigen (O 2). Gas ini
dihasilkan

dari

proses

fotosintesis

dan

fotolisis.

Persamaan

reaksinya adalah:
Fotosintesis : 6CO2 + 6H2O C6H12O6 +6O2 (bantuan cahaya dan
klorofil)
Fotolisis
: 2H2O 4H+ + O2
Dari persamaan tersebut, terlihat bahwa molekul gas oksigen
dihasilkan dari penguraian air.
4. Berdasarkan data tersebut, tentukan:
a. Variabel manipulasi

Cahaya dan soda kue


b. Variable kontrol
Tanaman Hydrilla
c. Variabel respon
Gelembung oksigen (O2)
5. Perhatikan data percobaan I dan III. Faktor apa yang menyebabkan
perbedaan hasil fotosintesis?
Faktor yang menyebabkan perbedaan hasil fotosintesis adalah
intensitas cahaya matahari (percobaan I: gelap, percobaan III:
terang), dan suhu (percobaan I: suhu kamar, percobaan III: suhu
rendah).
6. Apa tujuan penambahan NaHCO3 pada perlakuan III? Bagaimana
hasil percobaannya?
Tujuan penambahan NaHCO3 pada perlakuan III adalah menambah
kadar CO2 di dalam air. Persamaan reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut:
NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O
7. Dari data percobaan fotosintesis

tersebut,

faktor

apa

yang

mempengaruhi fotosintesis?
Faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah intensitas cahaya (terang/gelap), kadar
karbon dioksida, serta suhu/temperatur.
8. Carilah bacaan tentang percobaan Ingenhousz, simak bacaan
tersebut. Apa tujuan dirangkainya tabung reaksi secara terbalik?
Jelaskan hubungannya dengan hasil fotosintesis!
Bagian tabung corong ditutup dengan tabung reaksi, dan diusahakan tidak terbentuk
ruang udara. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya gelembung udara sebelum
percobaan dilakukan. Karena pada saat percobaan, tumbuhan Hydrilla akan
berfotosintesis dan menghasilkan gelembung udara yang nantinya akan naik ke bagian
tabung corong. Gelembung udara yang dihasilkan dapat diamati dari tabung reaksi
yang diletakkan terbalik.
9. Bagaimana menguji jenis zat yang dihasilkan dari percobaan
Ingenhousz tersebut?
Pengujian jenis zat yang dihasilkan adalah dengan mendekatkan
bara api ke mulut tabung reaksi. Bara api akan menyala jika
didekatkan dengan gas oksigen.
VI. Kesimpulan dan Saran
5.1
Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan


sebagai berikut:
Pada percobaan I, tidak ada gelembung yang dihasilkan karena
tidak ada energi untuk melakukan proses fotosintesis. Pada
percobaan II, terdapat sedikit gelembung yang dihasilkan karena
adanya sedikit energi untuk melakukan proses fotosintesis. Pada
percobaan III, terdapat jumlah gelembung sedikit lebih banyak
dari percobaan II karena penambahan kadar CO2 di dalam gelas
kimia. Pada percobaan IV, terdapat sedikit sekali gelembung di

dasar tabung reaksi karena suhu yang rendah.


Suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya

proses

fotosintesis. Hal ini disebabkan enzim rubisco pada reaksi


fotolisis tidak bekerja sehingga menghambat proses fotosintesis.
Proses fotosintesis menjadi maksimal jika berada dalam suhu

yang optimal.
Intensitas cahaya yang cukup akan membuat proses fotosintesis
menjadi maksimal, sedangkan intensitas cahaya yang kurang

akan membuat proses fotosintesis menjadi lambat.


Penambahan NaHCO3 akan membuat kadar CO2 di dalam gelas
kimia bertambah sehingga proses fotosintesis berlangsung cepat

5.2
Saran
Pada saat melakukan percobaan, sebisa mungkin terkena sinar
matahari langsung agar proses fotosintesis terjadi secara maksimal.
Selain itu, ketika tabung corong ditutup dengan tabung reaksi,
diusahakan tidak ada gelembung udara yang tertinggal di dasar
tabung reaksi agar hasilnya lebih akurat.

VII. Daftar Pustaka


Deva. (2010, 27 April). Percobaan Ingenhousz. Diperoleh pada tanggal
18 September 2016 dari
http://deyasmadani.blogspot.co.id/2010/04/percobaan-ingenhousz.html
2012. Percobaan Ingenhousz. Diperoleh pada tanggal 18 September
2016 dari http://bahasapedia.com/percobaan-ingenhousz/

Robbins, Izzie. (2009). Percobaan Ingenhousz. Diperoleh pada tanggal


20 September 2016 dari
http://www.academia.edu/4826659/PERCOBAAN_INGENHOUSZ

VIII. Lampiran