Anda di halaman 1dari 8

Tahap perkembangan Visual Spasial anak usia balita (0 5 tahun)

Tahapan Menggambar dan Perkembangan Kemampuan Mencoret


12 18 bulan Kemampuan menggambar umumnya dimulai saat anak berusia 12
hingga 18 bulan, yaitu saat ia mampu membuat tanda diatas kertas.
Setelah itu pada 18 hingga 24 bulan kemampuan ini meningkat.Orang
tua akan dikejutkan dengan kemapuan anak membuat gambar garis garis
vertikal dan kurva kurva. Ini yang dinamakan perkembangan benang
kusut. Benang kusut ini merupakan dasar dari perkembangan menulis
sikecil kelak.Selain melatih kecerdasan visual-spasialnya, membuat
benang kusut juga melatih perkembanga motorik halus anak pada saat
anak menggenggam atau memegang pensil, menggerakkannya diatas
kertas, dan memberikan tekanan pada pinsil atau krayon yang
digunakan.Kemampuan mencoret anak pada usia ini ada dalam tahap
mencoret sembarangan.

2 tahun

3 4 tahun

Anak belum bisa mengendalikan aktivitas motoriknya

Coretan yang dibuat masih berupa goresan tak menentu, seperti


benang kusut

Pensil dan krayon masih dipegang seperti memegang palu

Gerakan pergelangan tangan juga masih kaku

Setelah periode benang kusut, garis garis vertikal dan kurva kurva yang
dibuatnya semakin jelas. Berbagai objek dalam bayangan pikirannya
akan menjadi referensi yang akan merangsang anak untuk
menuangkannya dalam gambar.Kemampuan mencoret anak pada usia ini
masuk pada tahap mencoret terkendali.

Anak sudah mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan


tangan dengan hasil gerakan tangannya

Sudah dapat mengubah goresan menjadi garis panjang, kemudian


kurva kurva

Sekitar usia 3 tahun, saat kemampuan imajinasi anak meningkat, ia mulai


berani menggambar objek objek yang hadir dari pengalamannya.
Misalnya ketika melihat gajah, sikecil akan mencoba
menggambarnya.Kemampuan berbahasanya yang meningkat akan
menunjang anak untuk menjelaskan apa yang telah digambarnya.Pada
usia ini, biasanya anak mulai dapat membuat bentuk seperti lingkaran,

bujursangkar, persegi panjang, segitiga dan lainnya meski belum halus


benar. Seringnya anak berlatih, membuat ia semakin mahir dan mampu
membuat gambar secara keseluruhan.Kemampuan mencoret anak pada
tahap ini sudah pada kemampuan untuk menamakan coretan.

Pergelangan tangan anak lebih luwes

Sudah mahir menguasai gerakan tangan

Hasil coretan lebih berbentuk

Meskipun masih berupa garis atau lingkaran, anak sudah


memberi nama pada goresan yang dibuatnya.

Perkembangan Kreativitas Anak


Kreativitas adalah suatu proses membuat sesuatu dari yang sebelumnya
tidak ada menjadi ada. Proses ini melibatkan elemen pengetahuan, yakni
dengan pengalaman yang lalu kemudian menghasilkan sesuatu yang
baru.Misalnya seorang anak yang mencampurkan cat warna merah dan
kuning yang kemudian untuk pertama kalinya ia mengetahui bahwa
mencampur warna itu akan menghasilkan warna orange maka anak
tersebut telah melakukan proses kreatif.Kebanyakan anak suka membuat
sesuatu, dan dengan senang hati mereka melakukan proses kreatif.
Mereka menggambar, mewarnai gambar, membentuk tanah liat,
menempel, yang tanpa mereka sadari kegiatan kegiatan tersebut akan
membuat mereka berkembang dalam cara berfikir yang tak terhingga.
Berfikir tidak hanya dari satu arah melainkan dari berbagai sudut
pandang.
18 bulan 3
tahun

Senang mewarnai, melukis dan mencetak tetapi tidak terlalu


memikirkan hasilnya

Suka membuat coretan, tidak hanya dikertas tetapi juga di


dinding kamar, rak, sofa atau bahkan dibadan anak lainnya

Diusia sekitar 2 tahun sudah dapat membuat garis vertikal dan


kurva dan sudah mulai membentuk lingkaran

Suka melakukan fingger painting yaitu melukis menggunakan


jari atau dengan seluruh tangannya

Sekitar usia 30 bulan sudah dapat menamai warna

3 tahun

Masih tetap menyukai kegiatan proses kratif tetapi sudah mulai


melihat tujuan (goal oriented)

Sudah dapat menggunakan gunting

Belajar menggunakan peralatan gambar dengan mudah, kertas


tidak lagi dipegangnya, sementara tangannya dengan mudah
memegang kuas atau krayon

Sudah mampu menamai semua warna

Menyukai pola pola dalam menggambar atau melukis

Suka dengan garis garis yang sejajar, bentuk bentuk geometri dan
warna.

Menggambar berulang ulang gambar/ model yang disukainya


(misal mobil, rumah, atau gunung)

Suka membuat pola pola sederhana

Sudah mulai bisa menceritakan apa yang digambarnya

Menggenggam pensil dan krayon seperti halnya orang dewasa

Mulai membuat figur manusia dengan kepala, mata dan kaki

Sangat menyukai fingger paint, menggunakan semua gerakan


untuk mendapat bermacam macam efek

Sudah dapat menggunakan gunting dengan mengikuti garis


panjang dan kurva

Sudah mampu menuturkan apa yang digambarnya dengan lebih


bermakna

Objek gambarnya menjadi lebih kaya (misal menggambar rumah


sudah ditambah bunga, pohon, hewan, atau menggambar gunung
sudah lebih lengkap dengan awan, matahari, burung, atau
menggambar mobil sudah dengan gedung, jalan, awan, dll)
meskipun belum proporsional.

4 tahun

5 tahun

Mengawali kegiatan dengan rencana. Ia dapat menjelaskan


konsep, rencana, peralatan dan warna yang akan digunakan

Sudah menggambar dengan detailnya meskipun lebih banyak


tidak proporsional

Dapat menggunting dengan lebih detail/rapi misalnya


mengunting bentuk persegi atau segitiga

Mencampur atau menggunakan warna dengan penuh keyakinan.

Kegiatan kegiatan yang bisa menstimulasi kecerdasan visual-spasial (yang ini mungkin lebih
banyak diambil dari kegiatan apa yang sering dilakukan Azzam ditambah panduan dari beberapa
buku)

Mencorat coret

Untuk mampu menggambar, anak memulainya dengn tahapan mencoret terlebih dahulu.
Mencoret merupakan aktivitas yang kadang tidak mendapat perhatian dari orang tua karena
tampak tidak berarti. Padahal kegiatan ini sarat manfaat bagi sikecil.
Mencoret yang biasanya dimulai sejak anak berusia 18 bulan ini adalah sarana anak untuk
mengekspresikan diri. Dari cara anak mencoret yang tidak setenang biasanya misalnya, kita bisa
tahu kalau ia sedang kesal.
Coretan coretan anak biasanya diawali dengan benang kusut kemudian terlihat membentuk garis
dan kurva kurva, lama lama garis dan kurva ini semakin tegas bentuknya. Gerakan tangan yang
dilakukan anak untuk membuat garis dan kurva pada dasarnya melatih keterampilan motorik
halus selain itu juga melatih koordinasi mata dan tangan sikecil.
Coretan coretan ini merupakan bekal bagi anak untuk membuat huruf huruf.
Hal ini juga sangat terlihat pada Azzam, diusia 18 bulannya Azzam sudah asik dengan
krayonnya,, untuk memfasilitasi energi coret mencoret Azzam, Ayah menempelkan kertas
besaaar didinding (ada yang dari kalender bekas disusun susun ada yang dari kertas besar ukuran
A1) untuk Azzam coret coret. Ini sangat membantu supaya dinding rumah tidak kotor (maklum
masih kontraktor mengontrak rumah maksudnya) Kemampuan coret mencoret akhirnya lambat
laun berkembang,, Ngga tahu lagi sudah berapa banyak kertas yang dicoret dan digambari
Azzam (mungkin kalo dikumpul semua sekarang bisa dikilo he he,,)

Diusia 2 tahun Azzam sudah bisa memegang pensil dengan posisi yang benar walaupun masih
kaku (yang ini Ayah yang mengajari, bunda ngga tahu persis karena tahu tahu Azzam sudah bisa
memegang pinsil dengan benar).
Ayah kemudian menuliskan huruf abjad di kertas kertas besar yang ditempel didinding,, Mulanya
Azzam tidak mengikuti, dia hanya memperhatikan dan melihat kembali coretan coretan
didinding kamarnya sebelum tidur, tapi rupanya ini cikal bakal Azzam bisa menulis huruf dan
mulai belajar mengenal huruf,,
Mulai dari menulis huruf tunggal, diusia 2,5 tahunan Azzam sudah mengenal alphabet A Z,,
yang kemudian diteruskan Ayah dengan menuliskan dua suku kata Ba, Bi, Bu Be, Bo, Ca, Ci, Cu
Ce, Co dengan susunan menurun,, Lagi lagi Azzam hanya memperhatikan dan tidak berusaha
untuk meniru,, Sampai Azzam bisa menunjuk sendiri suku kata yang dia mau dan mengeja,, Ca,
Do, Ma, Na, Sa, Ka,, atau suku kata yang lainnya, sampai akhirnya suku kata suku kata itu
dihafalnya,, Kami juga menggunakan alat bantu belajar membaca untuk play group (seperti
buku puzzle dari bahan semi karet yang bisa dibongkar pasang) keluaran BIP Gramedia,,,
Catatan belajar membacanya Azzam ada di azzam-dan-belajar-membaca/
Diusianya yang ke 3 Azzam sudah mulai dikenalkan dengan mengenal kata kata yang mudah
yang sudah sering dia denganr sehari hari seperti Sa-ya, Su-Su, Ro-Ti, Ka-Ki, Ma-Ta, Sa-Tu, SaTe, So-To,Ca-be, Bo-la, dll. Dan kemudian bersyukurlah ayah dan bunda karena Azzam bisa
meniru dengan mudah (Subhannalloh wal Hamdulillah,,).
Inilah awal mula Azzam belajar membaca, kami berusaha memanfaatkan kemampuan visual
Azzam untuk bisa mengeluarkan potensi yang sudah Alloh berikan, tanpa paksaan tanpa tekanan
dan tanpa target apapun,,
Kami juga memanfaatkan media vcd untuk memapar Azzam dengan kata kata baru,, Bunda dan
Ayah juga suka membacakan buku dan karena Azzam memang tipe belajar visual Azzam juga
sangat suka dibacakan buku,,
Diusianya Azzam yang menjelang 4 tahun Azzam sudah berlatih membaca kalimat 3 4 kata
sederhana seperti Sa-ya Su-ka Ro-ti Ke-ju, Sa-ya Su-ka Su-su Sa-pi, Da-si A-yah Ba-ru,, dll.
Bunda menuliskannya dikertas dengan pemenggalan persuku kata lalu Azzam mencoba
membacanya. Kami juga menggunakan alat bantu buku terbitan Talenta Media Utama berjudul
Aku Mahir Membaca
Wah dari stimulus coret mencoret sampai cerita Azzam belajar membaca,, Hmm tapi memang
dari coret mencoretlah semua bermula,,

Menggambar dan Melukis

Dua kegiatan ini juga dapat menstimulus kecerdasan visual-spasial anak. Dengan
dua media ini anak dapat menuangkan imajinasinya, anak dapat menuangkan ide ide
berceritanya dalam bentuk gambar yang kemudian bisa dia ceritakan kembali pada orang lain.
Media yang digunakan sangat beragam mulai dari menggambar di kertas, menggambar di kayu,
menggambar di kain, menggambar gelas , bisa dengan pinsil warna, krayon, cat air. Seperti
Azzam belajar menggambar di kayu keminting,, melukis-kayu-keminting/
Bisa juga dengan melukis menggunakan kuas, dengan jari, dengan tangan, membuat cetakan
cetakan tangan, membuat cetakan cetakan kaki (wuaahh kalo yang ini Azzam rusuuuuhhh banget
deh,,).
Bisa juga mencetak buahan misalnya dengan buah belimbing yang dipotong rata tengah
sehingga membentuk bintang yang kemudian bisa dicetak menggunakan cat warna, atau
mencetak daun, atau Azzam juga belajar mencetak lingkaran dengan tutup botol atau uang
logam, Azzam sebenernya suka mencetak apaaa aja,, Apa yang menurut dia bisa dicetak, maka
akan dia cetak misal penggaris aneka betuk, hapusan Cars series aneka bentuk, mainan
mainannya,, yang kemudian diwarnai,,
Azzam juga berlatih mewarnai mengunakan lembar lembar mewarnai yang bisa didownload di
internet,, Atau Azzam juga belajar menggambar dengan contoh online, catatannya ada di magicpencil-di-mightybookjr-com/
Sebagian catatan menggambar Azzam ada di azzam-dan-gambar-mobil/
Ayah dan bunda sepakat untuk menempel gambar Azzam yang bagus menurut Azzam dan Ayah
Bunda untuk ditempel ditembok kamar (tapi space-nya dibatasi karena bisa penuh satu rumah
kalo ngga dibatasi,, he,,he,, Azzam maunya semua gambarnya ditempel,,)

Melakukan permainan konstruktif dan kreatif

Untuk stimulasi ini bisa menggunakan media apaaa saja yang ada
disekitar kita,, Anak anak bisa menggunakan media balok kayu atau plastik atau yang biasa
Azzam gunakan, Azzam biasa mengumpulkan barang barang bekas seperti kardus aneka bentuk,

tutup botol plastik aneka warna yang kemudian disusun sedemikian rupa membentuk bangunan
bangunan ala Azzam. Sebagian bentuk bangunan ala Azzam ada di membangun-jembatanbelajar-keseimbangan/
Azzam juga main balok plastik seperti lego yang bisa dibongkar pasang menjadi betuk yang dia
inginkan atau yang dia hayalkan.
Azzam juga sering main dengan jepitan baju yang kemudian dibetuk menjadi beraneka bentuk
(lagi lagi seperti hayalannya). Catatan belajarnya Azzam sebagian tercatat di azzam-homeeducation/art-and-craft/

Bermain Puzzle dan Bermain Maze

Puzzle adalah salah satu mainan favorit Azzam,, Sejak usia 2 tahun, Azzam sudah kenal dengan
puzzle dan senang memainkannya,, Sekarang Azzam sudah cukup terbiasa memainkan puzzle
yeng berjumlah lebih dari 90 keping,, Cerita mainnya Azzam dengan puzzlenya ada di azzamdan-puzzlenya/
Azzam juga suka main maze atau mencari jalan keluar di labirin sederhana,, Azzam main maze
dengan media Lembar Sisipan Buncil (Bonus untuk anak dari majalah Ayah Bunda) dan Azzam
juga main dengan media majalah Cars,,

Membuat prakarya

Seni melipat kertas juga merupakan latihan yang bisa melatih kecerdasan visual-spasial. Lipat
melipat yang paling mudah ya membuat perahu atau pesawat pesawatan dari kertas seperti jaman
bunda dan ayah kecil duluuu,, yang ini juga sering ditiru Azzam (walaupun sampai sekarang
Azzam belum bisa mengikuti melipat sampai berbentuk,, he ,,he,,)
Azzam juga suka membuat bentuk bentuk gambar dengan kertas warna (seperti mobilan atau
roket roketan ala Azzam) atau potongan majalah yang kemudian ditempel di kertas yang lebih
keras. Dari tempelan tempelan gambar itu Azzam bisa bercerita tentang gambar apa yang dia
buat. Sebagian prakarya Azzam yang juga sering masih dibuatkan ayah ada di truck-trailer-darikardus-bekas-buatan-ayah/

Mengatur dan merancang

Untuk mengasah kemampuan visual spasialnya, sikecil juga bisa diajak untuk ikut serta dalam
mengatur ruangan dirumah. Kegiatan ini bisa disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia 3
4 tahun mungkin sudah dapat diajak untuk mengatur kamar tidurnya atau taman mini dibelakang
rumah. Membiarkan anak untuk berkreasi akan meningkatkan kepercayaan dirinya sekaligus
memberi ruang untuk berimajinasi menciptakan keindahan . Untuk anak dengan usia lebih
muda mungkin bisa dilatih dengan merapihkan rak buku atau rak mainannya sendiri.

Menyanyi, mengenal dan membayangkan suatu konsep

Dibalik kegembiraan anak saat melakukan kegiatan ini, seni juga dapat membuat anak menjadi
cerdas. Melalui bernyanyi misalnya, anak mengenal berbagai konsep. Lagu mengenai
pemandangan misalnya, akan membuat anak mengenal konsep bukit, sawah, sungai dan gunung .
Ketika ia menyanyikannya, ia juga membayangkan objek objek alam yang dinyayikannya,
referensi imajinasi anakpun kian bertambah.

Mengunjungi berbagai tempat

Mengunjungi berbagai tempat bisa memperkaya pengalaman visual anak. Orang tua bisa
mengajak anak anak ke museum, toko buku, perpustakaan, kebun binatang, laut, sungai, sawah,
gunung, dan mungkin dengan berkemah. Semua pengalaman yang didapat akan memperjelas
gambaran visual yang ada dalam benaknya.
Segala puji bagi Alloh yang memindahkan kami dari satu tempat ketempat lain diatas bumiNya
yang seluruhnya memperkaya pengalaman visual Azzam dan juga kami kedua orangtuanya.
Segala Puji Bagi Alloh pula yang telah melimpahkan kemampuan visual sapsial yang begitu baik
atas Azzam,, Hal ini kami (ayah dan bunda) coba maksimalkan dalam proses belajar Azzam,.
Kami menggunakan media menggambar untuk menggambarkan hal hal yang ingin kami jelaskan
pada Azzam walaupun dengan gambar yang sederhana,, Catatan belajar dengan media gambar
antara lain ada di marifatullah-azzam-lewat-hujan-dan-qs-an-nahl-1011/dan di membuat-petamenuju-syurga /,,