Anda di halaman 1dari 12

Bermain & belajar si balita 20 bulan

Di bulan Desember ini, Neo genap 20 bulan. Wow, nggak terasa 4 bulan lagi sudah akan
merayakan ulang tahunnya yang ke-2.
Banyak sekali yang terjadi menuju ulang bulan ke 20 ini, ada yang menyenangkan (fun weekend
bareng opa-oma, para mama dan sepupu; jalan-jalan ke Bandung ketemu sepupu baru dsb) dan
juga yang TIDAK menyenangkan (jari terjepit pintu, jempol kaki yang lebam tertimpa mainan
dan benjol serta luka di bibir karena jatuh... arghhh!). Apapun itu, mama lega Neo memasuki
bulan ke 20 ini dengan begitu banyak perkembangan yang membanggakan pula.
Di posting ulang bulan ini, saya ingin berbagi tentang keseharian Neo dan kegiatan apa saja yang
ia lakukan dalam rangka bermain dan belajar ;)
Neo tergolong sangat jarang dibelikan mainan, sebagian besar tentunya karena semua mainan
lungsuran kakak Arvin yang cukup banyak, mama lebih suka membuatkan mainan sendiri dan
fakta bahwa anak usia ini relatif gampang bosan dan mama harus selalu putar otak untuk selalu
mengenalkan kegiatan/permainan 'segar' untuk si kecil.
Jangan bete dulu, karena meski gampang bosan, mereka juga gampang tertarik kok. Apalagi
kalau diijinkan untuk memakai barang-barang orang dewasa, wah pasti semangat deh! daripada
menghabiskan uang di toko untuk mainan-mainan yang belum tentu dimainkan anak (dan
seringkali tidak berguna), ada beberapa barang biasa di sekitar rumah yang bisa memuaskan rasa
penasarannya dan juga membantunya belajar. Berikut benda-benda yang digunakan untuk
bermain dan belajar Neo sehari-hari.

Buka-pasang baut dan mur

Kegiatan ini super mantap untuk latihan motorik halusnya, koordinasi tangan dan mata,
konsentrasi dan kesabaran! Tujuan permainannya adalah memasang baut dan mur serta
memutarnya dari awal samapai ke ujung dan kembali lagi ke awal hingga terlepas.

Tidak percaya hal sederhana ini menarik perhatian Neo? lihat saja ekspresi mukanya! ;D

Balok bangunan (Building Blocks)

Salah satu mainan klasik sepanjang masa. Hampir semua balita menyukainya. Cara
memainkannya yang bisa begitu banyak, hingga sangat fleksibel dan tahan lama. Kami memiliki
2 macam balok mainan, terbuat dari kayu dan terbuat dari foam. Keduanya sangat digemari di
rumah
ini.
Beberapa cara memainkan balok mainan adalah menumpuknya (dan tentu merobohkannya!),
latihan memilah warna, latihan memilah bentuk, latihan mencocokkan bentuk (berpasangan),
mendesain aneka bentuk (seperti foto di bawah menjadi kereta api dsb). Bisa dibilang, balok
bangunan mainan adalah salah satu benda wajib balita yang tidak boleh tidak punya :)

Memindahkan obyek ke berbagai wadah

Salah satu kegiatan terfavorit Neo! benda apa saja yang ukurannya kecil (sebaiknya sama
jenisnya) bisa dijadikan obyek pemindahan. Wadahnya pun bisa apa saja, biasanya sih saya pakai
wadah-wadah bekas saja yang penting bentuknya menarik. Memasukkan kelereng ke dalam leher
botol bisa sangat menantang lho untuk balita, bila balita sudah menguasai dengan baik, berikan
alat tambahan seperti sendok untuk sedikit meningkatkan kesulitannya. Selain sangat baik untuk
motorik halusnya, koordinasi tangan dan mata, kegiatan ini juga bagus untuk melatih
kemahiran menggunakan peralatan makan anak dan tidak lupa konsentrasinya. Gunakan
juga wadah yang terbuat dari bahan-bahan berbeda, untuk melatih kepekaan auditoris anak,
misalnya diajak untuk mengenal perbedaan bunyi kelereng yang jatuh di wadah plastik,
kaca/beling dan kaleng.

Bahkan si kakak pun bahkan nggak bisa menahan diri untuk ikutan! hehehe (perhatikan ada
tangan di foto)

Memasukkan mini pom-poms ke lubang kecil

Kegiatan ini melatih motorik halusnya, saat menangani benda-benda yang ukurannya kecil.
Kegiatan
memasukkan ke lubang kecil ini juga berfungsi untuk melatih
konsentrasi, koordinasi tangan dan mata Neo. Seperti bisa dilihat digambar, bahannya nggak
perlu mahal, semuanya menggunakan wadah-wadah bekas pakai.

Membaca buku

Neo tertarik sekali dengan buku-buku yang penuh dengan gambar warna-warni. Entah kenapa, ia
kurang betah berlama-lama duduk di pangkuan dan mendengarkan saya membacakan buku
untuknya (seperti kakaknya dulu). Neo lebih suka memegang sendiri bukunya dan membolakbalik tiap lembaran (pastikan lembarannya tebal, atau siap-siap sakit hati akan tiap halaman yang
robek) dan memperhatikan tiap detail gambar dan kadang berpura-pura 'membacakan' isi buku
itu kepada mama :) too sweet.

Bermain bebas bersama kakak

Jika dibiarkan tanpa mainan apapun di sekitarnya, Arvin dan Neo selalu mencari cara untuk
bermain dengan apa yang ada. Pada foto diatas Arvin dengan Neo sedang asyik bermain petak
umpet dan cilukba di dalam lemari. Permainan lain yang tak kalah seru adalah main kudakudaan dengan kakak jadi kudanya, kejar-kejaran atau dengan bermodalkan pita suara mereka:
bermain "Siapa yang bisa berteriak paling keras?" Hmmm...

Memainkan Mini Bowling, I Spy Bottles dan alat-alat


musik.

Melatih ketelitian, ingatan, konsentrasi dan motorik halus semuanya hanya dalam 1 botol.
Couldn't ask for more.

Meski Neo tidak sungguh-sungguh meluncurkan bola ke pin seperti pada permainan aslinya, tapi
tidak habis-habis tawa dan keceriaannya terpancar tiap kali memainkan bowling set-nya ini.