Anda di halaman 1dari 7

MATERIAL PESAWAT TERBANG

TEKNIK PENERBANGAN

A.MATERIAL PESAWAT UDARA


1.1KARAKTERISTIK
Perkembangan dunia penerbangan juga diikuti perkembangan logam untuk
konstruksi pesawat udara. Banyak kesalahan disebabkan oleh logam yang tidak
cukp kuat. Pada industri penerbangan, telah membawa padapengembangan
struktural material yang baru. Kita temukan sekarang pada industri penerbangan :
a.Kekuatan (Strength)
Kekuatan logam adalah salah satu karakteristik yang paling penting. Kekuatan
adalah kemapuan logam untuk melawan tekanan struktural tanpa gagal. Untuk
kebanyakan logam, kita menghitung dengan istilah Tensile Strength atau
kemampuan untuk melawan beban yang menariknya.
b.Kekerasan (Hardness)
Kekuatan logam menunjukan untuk menahan pemotongan, penetrasi atau abrasi.
Untuk baja kekerasan ini berhubungan langsung dengan Tensile Strength. Logam
mungkin menjadi lunak oleh annealing atau mengeras pada pengerasan.
c.Mampu Tempa (Malleability)
Pesawat udara terbuat dari banyak bagian bagian bentuk yang kompleks.
Kemampuan logam untuk bengkok, dibentuk dan dipukul tanpa retak atau pecah
adalah mengukur mampu tempanya. Normalnya material yang lebih keras, lebih
kecil mampu tempanya. Bila suatu bagian harus di bentuk menjadi bentuk yang
komplek dan mempunyai kekuatan yang tinggi, ini dibentuk dengan kondisi logam
dilunakan. Setelah semua pembentukan, bagian itu mendapat perlakuan yang panas
untuk menambah kekuatan. Logam mungkin secara penuh dilunakan ketika
pembentukan di mulai, tetapi pemukulan atau pembengkokan mungkin menjadi
kerasdan ini memerlukan pelunakan kembali.
d.Kekenyalan (Ductility)
Ductility adalah sama dengan malleability, kecuali adalah kemampuan logam
terbantuknya secara permanen.
e.Kerapuhan (Britteleness)
Kerapuhan adalah kebalikan dari kekenyalan dan mampu ditempa. Ini adalah
karakteristik yang menyebabkan logam menjadi hancur dibengkokan atau dibentuk
lainnya. Baja keras seperti yang digunakan untuk kikir ia cukup rapuh dan akan
picah bila dibengkokan.
f.Daya Hantar (Conductivity)
Kemampuan mengahntar baik listrik maupun panas karakteristik yang pentingdari
seluruh logam. Sebuah logam dikatakan mempunyai penghantar panas baik bila
membawa panas dengan kehilangan yang minimum cylinder head yang terbuat dari
alumunium karena menghantarkan panas keluar dari engine secara cepat. Kawat
tembaga digunakan untuk hampir semua sirkuit kelistrikan pesawat udarasebab ia
penghantar listrik yang baik, ia membawa arus listrik dengan turun tegangan yang
minimum.
g.Pemuaian Panas (Thermal Expansion)
Hamir semua bentuk material berubah ukuran fisiknya dengan berubah suhu
pengetahuan perubahan ini penting bagi teknisi pesawat udara. Contoh, banyak
struktur pesawat udara adalah alumunium yang mempunyai perubahan ukuran lebih

besar dengan perubahan suhu. Baja yang digunakan untuk kabel kontrol ,
mempunyai perubahan yang lebih kecil. Jika kabel kontrol di rigging pada tegangan
yang sesuai saat pesawat panas, kabelakan menjadi longgar yang membahayakan
bila pesawat udara terbang pada altitude tinggi untuk waktu yang cukup lama
menjadi dingin sekali.

1.2PENGARUH UNSUR PADUAN


Untuk memberi kekerasan lebih tinggi pada temperatur tinggi (Mo, Cr, V, Wo)
Untuk memberikan kekuatan tari lebih tinggipada suhu menarik (mangan, nickel,
silicon, carbon, Cr, Mo)
Untuk menghalangi pertumbuhan kristal dalam austenit selama perlakuan panas
(V, Al)
Untuk memberi sifat tahan korosi (Cr, Ni)
Untuk memberi penambahan bahan abrasive keras, memperbaiki sifat tahan aus
(V, Mo, Cr, W)
Untuk mencampur dengan oksigenuntuk mencegah gelembung udara (Si, Al, Ti)
Untuk menggabung dengan sulfur yang dengan cara lain menyebabkan
kerapuhan (Mn)
Untuk memperbaiki sifat mampu mesin (Sufur, P, Plumbum)

1.3PENGARUH DARI SATU UNSUR


Nikel (Ni); yang dapat larut dalam semua perbandingan pada kedua bentuk alpha
dan gamma dari besi. Kuat dan kenyal pada fase ferrite. Memberi elasticity,
kekerasan dan tahan lelah pada baja. Titk transformasi yang lebih rendah dan
komposiseutecloid
Chromium (Cr); membentuk seri yang komples dari karbid chrom dalam baja serta
disebut pembentuk karbid karbid ini sangat keras. Chromium memperbaiki
kemampuan mesin dan keausan. Kerendahan kandungan karbon pada komposisi
eutectoid. Kombinasi dari nikel dan chrom yang digunaka untuk memperbaiki sifat
mekanik baja.
Molybdenum (Mo); dapat membentuk larutan padat pada fase ferrite dari baja.
Juga bisa membentuk karbid yang kompleks dengan perbandingan tertentu antara
karbon dan molybdenum. Molybdenum mengurangi kecenderungan kerapuhan baja.
Manganese (Mn); unsur paduan yang mana jumlah persentasenya lebih dari
jumlah yang dibutuhkan untuk mereduksi, membentuk karbid mangan, dapat larut
dalam besi alpha dan gamma. Menambah dalamnya kekerasa. Baja yang
mengandung 1 15 % C dan 11 14 % Mn tahan terhadap aus dan aus kejutan.
Silicon (Si); ini mempertimbangkan unsur paduan jikan jumlahnya melampaui
jumlah yang diperlukan untuk mereduksi. Silicon dapat larut dalam komponen ferrite.
Jika digunakan di atas 2,5 % menambahkan kekuatan tanpa mengurangi keliatan.
Vanadium (V); ini membentuk karbid dengan baja. Memberi kekuatan dan
kekenyala pada baja. Memperbaiki jumlah kekerasa pada baja. Memperbaiki jumlah
kekerasan pada baja. Memperbaiki jumlah kekerasan pada baja. Menaikan titik
transformasi dan menurunkan kandungan karbon pada pada eutectoid.
Boron (B); boron ditambahkan dalam jumlah ynag berfariasi dari 0,0005 0,001
%. Memperbaiki kekerasan dan sifat mekanik baja. Juga memperbaiki kualitas
pengerolan pada baja.

Alumunium (Al); penambahannya mengkontrol pertumbuhan kristal. Dalam baja


nitriding digunakan dari 0,9 % - 1,5 % untuk pengerasan permukaan pada
pembentukan aluminium nitrid yang kuat.
Tungsten (Wo); menambah kekerasan pemotonan dan menyimpan magnetic.
Juga menyebabkan pembersihan kristal.

1.4SISTEM PENOMORAN SAE


Kebanyakan baja digunakan dalam konstruksi pesawat udara di klasifikasikan
menurut SAE (Society of Automotivr Engineers) dengan sistem penomoran 4 digit.
Digit pertama menunjukan paduan yang digunakanpada baja, digit kedua ialah
persentase paduan tersebut, dua digit terakhir ialah kandungan karbon dalam
seperseratus persen. Contoh : Baja Nikel yang dipasang untuk hardware pesawat
udara yang dikenal sebagai baja SAE 2330, angka 2 menunjukan bahwa paduan
nikel, angka 3 pertam menunjukan persentase nikel antara 3,25 3,75. 2 digit
terakhir, angka 30 menyatakan 0,30 % karbon
Tabel Penomoran SAE
Carbon Steel
Plain Carbon Steels
Free Cutting Steels
Manganese Steels (Mg 1,60 % - 1,90 %)
Nickel Steels
3,50 % Nickel
5,00 % Nickel
Nickel chromium Steels
9,70 % Nickel 0,07 % Chromium
1,25 % Nickel 0,60 % Chromium
1,75 % Nickel 1,00 % Chromium
3,50 % Nickel 1,50 % Chromium
Corrosion and Heat Resisting
Molybdenum Steels
Chromium Molybdenum Steels
Nickel Chromium Molybdenum Steels
Nickel Molybdenum Steels
1,75 % Nickel, 0,25 % Molybdenum
3,50 % Nickel, 1,50 % Molybdenum
Chromium Steels
Low Chromium
Medium Chromium
Corrosion and Heat Resisting
Chromium Vanadium Steels
1,0 % Chromium
National Emergency Steels
Silicon Manganese Steels
2,00 % Silicon
Logam dibagi menjadi 2 yaitu :
LOGAM FERRO DAN NON FERRO
Logam ferro adalah adalah logam besi(Fe). Besi merupakan logam yang penting
dalam bidang teknik, tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja,

bahan konstruksi dlln. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain,
terutama zat arang/karbon (C). Sebutan besi dapat berarti : 1. Besi murni dengan
simbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan jalan reaksi kimia. 2. Besi
teknik adalah yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain. Besi teknik
terbagi atas tiga macam yaitu : 1. Besi mentah atau besi kasar yang kadar
karbonnya lebih besar dari 3,7%. 2. Besi tuang yang kadar karbonnya antara 2,3
sampai 3,6 % dan tidak dapat ditempa. Disebut besi tuang kelabu karena karbon
tidak bersenyawa secara kimia dengan besi melainkan sebagai karbon yang lepas
yang memberikan warna abu-abu kehitaman, dan disebut besi tuang putih karena
karbon mampu bersenyawa dengan besi. 3. Baja atau besi tempa yaitu kadar
karbonnya kurang dari 1,7 % dan dapat ditempa. Logam ferro juga disebut besi
karbon atau baja karbon. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon ( C) ,
tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium, mangan, fosfor,
belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. Unsur-unsur dalam
campuran itulah yang mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya, tetapi
unsur zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja
terutama kekerasannya. Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih
besi di dalam dapur tinggi yang akan menghasilkan besi kasar atau besi mentah.
Besi kasar belum dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat benda jadi
maupun setengah jadi, oleh karena itu, besi kasar itu masih harus diolah kembali di
dalam dapur-dapur baja. Logam yang dihasilkan oleh dapur baja itulah yang
dikatakan sebagai besi atau baja karbon, yaitu bahan untuk membuat benda jadi
maupun setengah jadi.
Logam Non Ferro Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang
tidak mengandung unsur besi (Fe). Logam non ferro murni kebanyakan tidak
digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain, karena biasanya sifatsifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kecuali logam non ferro murni,
platina, emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik,
misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat,
sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. Tetapi karena harganya mahal,
ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya dalam
teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan
sejenisnya. Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan
tujuan memperbaiki sifat-sifat bajja. Dari jenis logam non ferro berat yang sering
digunakan uintuk paduan baja antara lain, nekel, kromium, molebdenum, wllfram
dan sebagainya. Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain: magnesium,
titanium, kalsium dan sebagainya Logam Bukan Besi Logam bukan besi, yaitu logam
yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Adapun yang termasuk logam bukan besi
antara lain: a. Tembaga (Cu) Warna cokelat kemerah-merahan, sifatnya dapat
ditempa, liat, baik untuk penghantar panas, listrik, dan kukuh. Tembaga digunakan
untuk membuat suku cadang bagian listrik, radio penerangan, dan alat-alat dekorasi.
b. Alumunium (Al) Warna biru putih, sifatnya dapat ditempa, liat, bobot ringan,
penghantar panas dan listrik yang baik, mampu dituang. Alumunium digunakan
untuk membuat peralatan masak, elektronik, industri mobil, dan pesawat terbang. c.
Timbel (Pb) Warna biru kelabu, sifatnya dapat ditempa, sangat liat, tahan korosi, air
asam, dan bobot sangat berat. Timbel digunakan sebagai bahan pembuat kabel,

baterai, bubungan atap, dan bahan pengisi. d. Timah (Sn) Warna bening keperakperakan, sifatnya dapat ditempa, liat, dan tahan korosi. Timah digunakan sebagai
pelapis lembaran baja lunak (pelat timah) dan industri pengawetan.
Logam Besi Logam besi adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran
unsur karbon dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang
mempunyai sifat yang berbeda dengan besi dan karbon maka dicampur dengan
bermacam-macam logam lainnya. Logam besi terdiri dari komposisi kimia yang
sederhana antara besi dengan karbon. Masuknya unsur kimia ke dalam besi dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Adapun jenis-jenis logam besi antara lain:
a. Besi Tuang Komposisinya yaitu campuran besi dan karbon. Kadar karbon sekitar
4%, sifatnya rapuh tidak dapat ditempa, baik untuk dituang, liat dalam pemadatan,
lemah dalam tegangan. Digunakan untuk membuat alas mesin, meja perata, badan
ragum, bagian-bagian mesin bubut, blok silinder, dan cincin torak. b. Besi Tempa
Komposisi besi tempa terdiri dari 99% besi murni, sifat dapat ditempa, liat, dan tidak
dapat dituang. Besi tempa antara lain dapat digunakan untuk membuat rantai
jangkar, kait keran, dan landasan kerja pelat.
c. Baja Lunak Komposisi campuran besi dan karbon, kadar karbon 0,1%-0,3%,
mempunyai sifat dapat ditempa dan liat. Digunakan untuk membuat mur, sekrup,
pipa, dan keperluan umum dalam pembangunan.
d. Baja Karbon Sedang Komposisi campuran besi dan karbon, kadar karbon 0,4%0,6%. Sifat lebih kenyal daripada yang keras. Digunakan untuk membuat benda
kerja tempa berat, poros, dan rel baja.
e. Baja Karbon Tinggi Komposisi campuran besi dan karbon, kadar karbon 0,7%1,5%. Sifat dapat ditempa, dapat disepuh keras, dan dimudakan. Digunakan untuk
membuat kikir, pahat, gergaji, tap, stempel, dan alat mesin bubut.
f. Baja Karbon Tinggi dengan Campuran Komposisi baja karbon tinggi ditambah
nikel atau kobalt, khrom, atau tungsten. Sifat rapuh, tahan suhu tinggi tanpa
kehilangan kekerasan, dapat disepuh keras, dan dimudakan. Digunakan untuk
membuat mesin bubut dan alat-alat mesin.
Pengelompokan Baja
1) Baja Karbon Baja karbon adalah paduan besi karbon di mana unsure karbon
sangat menentukan sifat-sifatnya, sedang unsur-unsur paduan lainnya yang biasa
terkandung di dalamnya terjadi karena proses pembuatannya. Sifat baja karbon
biasa ditentukan oleh persentase karbon dan mikrostruktur.
2) Baja Paduan Baja paduan adalah baja yang mengandung sebuah unsur lain atau
lebih dengan kadar yang berlebih daripada karbon biasanya dalam baja karbon.
Menurut kadar unsur paduan, baja paduan dapat dibagi ke dalam dua golongan
yaitu baja paduan rendah dan baja paduan tinggi. Baja rendah unsur paduannya di
bawah 10% sedangkan baja paduan tinggi di atas 10%.
3) Baja Khusus Baja khusus mempunyai unsur-unsur paduan yang tinggi karena
pemakaian-pemakaian yang khusus. Baja khusus yaitu baja than karat, baja tahan
panas, baja perkakas, baja listrik. Unsur utama dari baja tahan karat adalah Khrom
sebagai unsure terpenting untuk memperoleh sifat tahan terhadap korosi. Baja tahan
karat ada tiga macam menurut strukturnya yaitu baja tahan karat feritis, baja tahan
karat martensitas dan austenitis. Baja tahan panas, tahan terhadap korosi. Baja ini
harus tahan korosi pada suhu lingkungan lebih tinggi atau oksidasi. Baja perkakas

adalah baja yang dibuat tidak berukuran besar tetapi memegang peranan dalam
industri-industri. Unsure-unsur paduan dalam karbitnya diperlukan untuk
memperoleh sifat-sifat tersebut dan kuat pada temperature tinggi. Baja listrik banyak
dipakai dalam bidang elektronika.
Standarisasi Baja :
1)Amerika Serikat a) ASTM ( American Society for Testing Materials )
o Strogen Steel (H3 9M-94)
o High Strength Low alloy Structure Steel (H2 42M-93a)
o Low and Intermediate tensile Strength carbon silicon, steel plate for machine pane
and general construction (A 284M-38)
o High Steel Strength. Quenhead and Temporal alloy steel plate euatable for
andirum (A 514-94m)
o Structural Steel mide 290 MPa minimum Yield point (BMM) maximum
o High Strongth Low alloy alambium vanadium steel of structural quality (43,72m94a)
o Structural carbon steel plate of improved longers (AS 37M-93a)
o High Strength Low alloy Structural Steel 345 MPa minimum yield point 100 mm
thickness (AS 88M-94a)
o Normalized high Strength Low alloy Structural Steel (A633-94a)
o Low carbonate hardening, nikel copped evanium monodin, corombium and nikel
copper columbion allow steel (A710M-94)
o Hot road stuktural steel high Strength Low alloy plate with improved in ability (A
610 M-93a)
o Quenhead and tempered carbon steel plates for structural aniration (A 678-94a) b)
AISI (Americal Iron and Steel Institute) and SAE (Society of Automotive Engineers)
Baja menurut standarisasi AISI dan SAE merupakan spesifikasi dengan loxx
digunakan untuk paduan yang sangat minimal. Contoh baja AISI, SAE 1445, ini
berarti kandungan karbonnya adalah 0,4% dengan paduan uranium (0,4%-1,4%) c)
Menurut UNS (United Numbering System) Baja menurut standar UNS hampir sama
dengan standar AISI dan SAE, hanya saja menggunakan huruf di depan ditambah
lima digit untuk jenis tambahan lainnya misalnya baja AISI,SAE A 0,70% UNS
menjadi G41070 di mana awalnya G untuk baja karbon paduan rendah.
2)Jepang (JIS = Japan Industrial Standar)
o Rolled Steel for general structural (G 3101-87)
o Rolled Steel for walled structural (G 3106-92)
o Hot Rolled Atmosphetle corrosion resisting steel (G 3128-87)
o Hot Yield Strength Steel plate for walled structural (G 3128-87)
o Superior atmosphere corrosion resistant steel (G 3215-87) 3) Standarisasi Jerman
(DIN = Deutsche Industrie Norm.)
o Steel for general structural purposes (17100-80)
o Waldable tine astin steel (17102-83)
3)Standarisasi Perancis (NF)
o Structural Steel (A 35-501-87)
o Structural Steel Imprived atmosphere votection vistance (H 35-502-DA)