Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

KEBIJAKAN MONETER

OLEH:

ROZIAN FITRI
NIM : 1102120726

JURUSAN ILMU EKONOMI PRODI EKONOMI


PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya maka penulis
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul KEBIJAKAN MONETER
matakuliah Ekonomi Makro 2.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada
mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai
ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin.

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai
dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam
bidang

ekonomi.

Pertumbuhan

ekonomi

merupakam

laju

pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi


yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan
ekonomi yang terjadi.
Kuznets dan Sirojuzilam mendefinisikan pertumbuhan ekonomi
sebagai Kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu Negara
untuk menyediakan semakin banyak barang kepada penduduknya,
kemampuan ini bertambah sesuai dengan kemajuan teknologi dan
penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukan.
Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi
stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini
ibaratnya mata uang 2 sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi
yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan
kebijakan moneter.
Kebijakan

moneter

bertujuan

mengarahkan

perekonomian

makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi


tersebut diukur dengan menggunakan indicator-indikator makro
utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik,
stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat
pengangguran.
Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia
yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan,
maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui
pengelolaan atau pengaturan system perkreditan secara dinamis,
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi
masyarakat daerah (resource base) yang akan digerakkan.

Kebijakan moneter tujuannya adalah untuk mencapai stabilisasi


ekonomi. Berhasil tidaknya tujuan dari kebijakan moneter tersebut
dipengaruhi oleh dua faktor, pertama: kuat tidaknya hubungan
kebijakan moneter dengan kegiatan ekonomi tersebut, kedua: jangka
waktu perubahan kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan pada latar belakang, maka terlihat
pentingnya pemahaman mengenai Apa yang dimaksud kebijakan
moneter, apa tujuan dari kebijakan moneter dan apakah kebijakan
moneter memiliki dampak terhadap perekonomian Pemahaman
tentang analisis kebijakan moneter akan menjadi lebih penting bagi
Indonesia.
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan tujuan dari kebijakan moneter
2. Mengetahui jenis jenis kebijakan moneter
3. Mengetahui hal hal yang perlu di perhatikan dalam kebijakan moneter

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter yaitu suatu usaha dalam mengendalikan
keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang
diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam
perekonomian atau langkah pemerintah untuk mengatur penawaran
uang dan tingkat bunga. Kebijakan moneter dapat melibatkan
mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi
untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir
atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan
untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas
harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca
pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi
ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca
pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan
perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan
(tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh
sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
B. Tujuan Kebijakan Moneter
Tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut ini:
Menjaga kestabilan ekonomi artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang

dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.


Menjaga kestabilan harga yaitu harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara

jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia dipasar.
Meningkatkan kesempatan kerja yaitu pada saat perekonomian stabil pengusaha
akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga
adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas

kesempatan kerja mayarakat.


Memperbaiki neraca perdagangan

kerja

masyarakat

yaitu

dengan

jlan

meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk kedalam
negeri atau sebaliknya.
C. Jenis-jenis kebijakan moneter

Dalam prakteknya, untuk menerapkan semua jenis kebijakan


moneter alat utama yang digunakan adalah memodifikasi jumlah
uang primer yang beredar. Otoritas moneter melakukan hal ini
dengan membeli atau menjual aset keuangan (biasanya kewajiban
pemerintah). Ini operasi pasar terbuka berubah baik jumlah uang atau
likuiditas (jika bentuk cair kurang dari uang yang dibeli atau dijual).
The multiplier effect perbankan cadangan fraksional memperkuat
dampak dari tindakan. transaksi pasar Konstan oleh otoritas moneter
memodifikasi pasokan mata uang dan ini dampak variabel pasar lain
seperti suku bunga jangka pendek dan nilai tukar.

Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua,


yaitu :

Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy yaitu


suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang
beredar disuatu Negara, apabila tidak ada kebijakan ini maka
jumlah uang di suatu negara akan menipis sehingga transaksi

atau jual beli disuatu negara akan terganggu.


Kebijakan Moneter Kontraktif/ Monetary Contractive Policy yaitu
suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar.
Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu).

Kebijakan
menjalankan

moneter

dapat

instrumen

dilakukan

kebijakan

dengan

moneter,

yaitu

antara lain :

Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)


Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan
menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika
ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga
pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka
pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat
berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari
Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar
Uang.

Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan


memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang
mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk
membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank
sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang
beredar berkurang.

Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)


Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan
memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada
pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio
cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan
rasio.

Himbauan Moral (Moral Persuasion)


Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang
beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti
menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan
kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank
meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar
pada perekonomian.

D. Hal hal yang perlu di perhatikan dalam kebijakan

moneter

Inflasi penargetan
Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah untuk menjaga inflasi , di
bawah sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen , dalam kisaran
yang diinginkan. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada
Bank Sentral suku bunga target. Tingkat bunga yang digunakan adalah umumnya
tingkat antar bank di mana bank meminjamkan kepada satu sama lain semalam
untuk keperluan arus kas. Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang
bisa disebut uang bunga atau sesuatu yang serupa.
Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan
operasi pasar terbuka. Biasanya durasi bahwa target suku bunga dipertahankan
konstan akan bervariasi antara bulan dan tahun. Target suku bunga biasanya ditinjau
secara bulanan atau kuartalan oleh komite kebijakan.

Perubahan target suku bunga dibuat sebagai tanggapan terhadap berbagai


indikator pasar dalam upaya untuk memperkirakan tren ekonomi dan dengan
demikian pasar tetap pada jalur untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan.
Sebagai contoh, satu metode sederhana inflation targeting disebut aturan Taylor
menyesuaikan tingkat suku bunga sebagai respon terhadap perubahan dalam tingkat
inflasi dan kesenjangan output . Aturan diusulkan oleh John B. Taylor dari
Universitas Stanford .
Penargetan inflasi pendekatan untuk pendekatan kebijakan moneter ini
dipelopori di Selandia Baru. Hal ini saat ini digunakan di Australia , Brazil ,
Kanada , Chile , Kolombia , yang Republik Ceko , Selandia Baru , Norwegia ,
Islandia , Filipina , Polandia , Swedia , Afrika Selatan , Turki , dan Inggris .

Harga Penargetan Tingkat


Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa
pertumbuhan CPI dalam satu tahun atas atau di bawah target tingkat harga jangka
panjang adalah offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang
ditargetkan tercapai dari waktu ke waktu, misalnya lima tahun, memberikan
kepastian lebih lanjut tentang masa depan kenaikan harga kepada konsumen. Dalam
inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak
diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan.

Agregat Moneter
Pada 1980-an, beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan
pada pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Pendekatan ini disaring
untuk memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit (M0, M1 dll). Di
Amerika Serikat ini pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan
Alan Greenspan sebagai Ketua Fed. Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut
monetarisme . Sementara kebijakan yang paling moneter berfokus pada sinyal
harga satu bentuk atau lain, pendekatan ini difokuskan pada jumlah moneter.

Nilai Tukar Tetap


Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan
mata uang asing. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap, yang dapat peringkat dalam
kaitannya dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar.
Di bawah sistem nilai fiat tetap, pemerintah daerah atau otoritas moneter
menyatakan nilai tukar tetap tetapi tidak aktif membeli atau menjual mata uang
untuk mempertahankan tingkat. Sebaliknya, tingkat dipaksakan oleh-konvertibilitas
tindakan-tindakan non (misalnya kontrol modal , impor / lisensi ekspor, dll). Dalam

hal ini ada tingkat pasar gelap tukar dimana perdagangan mata uang pada pasar /
nilai tidak resmi.
Di bawah sistem fixed-konvertibilitas, mata uang dibeli dan dijual oleh bank
sentral atau otoritas moneter setiap hari untuk mencapai nilai tukar target. Tingkat
mungkin target tingkat tetap atau sebuah band tetap di mana nilai tukar dapat
berfluktuasi sampai otoritas moneter campur tangan untuk membeli atau menjual
yang diperlukan untuk mempertahankan nilai tukar dalam band. (Dalam kasus ini,
nilai tukar tetap dengan tingkat tetap dapat dilihat sebagai kasus khusus dari kurs
tetap dengan band-band di mana band-band yang diatur ke nol.)
Di bawah sistem nilai tukar tetap dikelola oleh suatu dewan mata uang
setiap unit mata uang lokal harus didukung oleh unit mata uang asing (mengoreksi
nilai tukar). Hal ini memastikan bahwa basis moneter lokal tidak akan mengembang
tanpa didukung oleh mata uang keras dan menghilangkan segala kekhawatiran
tentang berjalan di mata uang lokal dengan mereka yang ingin mengkonversi mata
uang lokal ke mata uang (jangkar) keras.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang
membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat
harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan
ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan
harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha
mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi
dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam
pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu
namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib
minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank
untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan
untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas
harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca
pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi
ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca
pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan
perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan
(tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh
sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

DAFTAR PUSTAKA

Bernanke, Ben (2006). Agregat Moneter dan Kebijakan Moneter di Federal Reserve: Sebuah
Perspektif Sejarah . Federal .
BM Friedman ,(2001) Kebijakan Moneter, Abstrak. . Ensiklopedi Internasional &
Perilaku Ilmu Sosial. hal 9976-9984.
Mahendra, A. 2008. Analisis Kebijakan Moneter dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia. Universitas Sumatra Utara: Medan.
1961-2006 :. Federal Reserve Bank of St Louis Review (89 171
Rogoff, Kenneth , 1985. Komitmen optimal ke Target Moneter Intermediate, Quarterly
Journal of Economics 100, hal 1169-1189