Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan

paradigma

penyelenggaraan

pendidikan

dari

sentralisasi

ke

desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek


pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum sekolah menengah pun
menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mengalami perubahanperubahan kebijakan.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36
Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan
dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi
daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah apa yang
dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum

Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada
standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari
Badan Standar Nasional Pendidikan
Untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional serta tujuan pendidikan sekolah, SMA
Negeri 1 Gaung Anak Serka sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang
perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan ( KTSP )
Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan
karaktristik,

potensi

dan

kebutuhan

peserta

didik.

Untuk

itu

dalam

pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dan berkoordinasi kepada


pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah.
B. Landasan
1. Landasan Filosofis.
Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang amat
penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan
merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya
manusia. Masyarakat Indonesia dengan laju pembangunannya masih menghadapi

masalah pendidkan yang berat, terutama berkaitan dengan kualitas, relevansi, dan
efisiensi pendidikan.
Mentalitas sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama pada masyarakat agraris,
dengan ketertinggalannya sebagai akibat penjajahan, belum mendukung tercapainya
cita-cita pembangunan nasional. Berbagai kekurangan dan kelemahan mentalitas
masyarakat Indonesia tersebut

antara lain : suka melakukan terobosan dengan

mengabaikan mutu, kurang rasa percaya diri, tidak berdisiplin murni, tidak
berorientasi ke masa depan, dan suka mengabaikan tanggung jawabtanpa rasa malu.
Terdapat ciri-ciri manusia Indonesia yang menghambat, yaitu hipokrit atau munafik,
segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya, putusannya, kekuatannya,
pikirannya, berjiwa feodal, percaya pada takhayul, boros, lebih suka tidak bekerja
keras kecuali kalau terpaksa, ingin cepat kaya, berpangkat, cepat cemburu, dengki
dan tukang meniru, Di samping itu terdapat kelemahan lain yang kurang menunjang
pembangunan.
Menghadapi

kondisi

masyarakat

Indonesia

sebagaimana

diuraikan

di

atas,

pembangunan pendidikan merupan suatu keharusan dan amat penting untuk dilakukan
perubahan kea rah yang lebih baik lagi guna meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat Indonesia
2. Landasan Yuridis.
a. Undang-Undang Dasar 1945 ;
Ketentuan dalam UUD 45 Pasal 31 mengamanatkan bahwa :
1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, setiap warga negara
wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya;
2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang;
3) Negara memprioritaskan anggaran

pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari

anggaran pendapatan dan belanja negara serta APBD untuk memenuhi


kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional;
4) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjung
tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia.
b.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional.
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah :
1) Pasal 1 ayat (19); Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

2) Pasal 18 ayat (1), (2), (3), dan (4) yang berbunyi :


(1)

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.

(2)

Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan


pendidikan menengah kejuruan.

(3)

Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah


aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah
kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

(4)

Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada


ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan
pemerintah.

3) Pasal 32 ayat (1), (2), dan (3) berbunyi :


(1)

Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang


memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena
kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi
kecerdasan dan bakat istimewa.

(2)

Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di


daerah

terpencil

atau

terbelakang,

masyarakat

adat

yang

terpencil,dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak


mampu dari segi ekonomi.
(3)

Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan


layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan peraturan pemerintah

4) Pasal

35 ayat (2);

Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan

pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,


pengelolaan, dan pembiayaan.
5) Pasal 36 ayat :
(1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional
pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
(2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan
prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan
peserta didik.
(3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:
a. peningkatan iman dan takwa;
b. peningkatan akhlak mulia;
c.

peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;

d. keragaman potensi daerah dan lingkungan;


e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
f.

tuntutan dunia kerja;

g.

perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

h. agama;
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

i. dinamika perkembangan global; dan


j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
(4)

Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud


pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan
pemerintah.

6) Pasal 37 ayat
(1)

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:


a. pendidikan agama;
b. pendidikan kewarganegaraan;
c. bahasa;
d. matematika;
e. ilmu pengetahuan alam;
f. ilmu pengetahuan sosial;
g. seni dan budaya;
h. pendidikan jasmani dan olahraga;
i. keterampilan/kejuruan; dan
j. muatan lokal.

(2)

Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat:


a. pendidikan agama;
b. pendidikan kewarganegaraan; dan
c. bahasa.

(3)

Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan


ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

7) Pasal 38 ayat
(1)

Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah


ditetapkan oleh Pemerintah.

(2)

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan


relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau
kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan
provinsi untuk pendidikan menengah.

c.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan.


Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah
1) .Pasal 1 ayat (5) Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan,
kompetensi

bahan

kajian,

kompetensi

mata

pelajaran,

dan

silabus

pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis
pendidikan tertentu.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

Ayat (13) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai


tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Ayat (14) Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan
dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan
kurikulum tingkat satuan

pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan

pendidikan.
Ayat (15) Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional
yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
2) Pasal 5 ayat (1) Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi
untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan
tertentu. Ayat (2) Standar isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat
kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat
satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik.
3) Pasal 7 ayat
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket
A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C, SMK/MAK, atau
bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan
agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olah raga, dan kesehatan.
(2) Kelompok

mata

pelajaran

kewarganegaraan

dan

kepribadian

pada

SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C,


SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan
dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni
dan budaya, dan pendidikan jasmani.
(6) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK,
atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau
kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan
sosial, keterampilan, kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta
muatan lokal yang relevan.
(7) Kelompok

mata

pelajaran

estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A,

SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/ MAK, atau bentuk


lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan
bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.
(8) Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan

kesehatan

pada

SD/MI/SDLB/ Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C,


SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan
dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan,
ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

4) Pasal 8 ayat :
(1) Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan
dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan.
(2) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas standar
kompetensi dan kompetensi dasar.
(3) Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan
Menteri.
5) Pasal 10 ayat (1), (2), (3)
(1) Beban

belajar

untuk

SD/MI/SDLB,

SMP/MTs/SMPLB,

SMA/MA/SMLB,

SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran


setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan
terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan
ciri khas masing-masing.
(2) MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban
belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian

sesuai dengan kebutuhan dan ciri

khasnya.
(3) Ketentuan mengenai beban belajar, jam pembelajaran, waktu efektif tatap
muka, dan persentase beban belajar setiap kelompok matapelajaran
ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP.
6) Pasal 11 ayat :
(3) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat
pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan
kredit semester.
(4) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat
pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit
semester.
(5) Beban belajar minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan
sistem SKS ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usul dari BSNP.
7) Pasal 13 ayat :
(1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat,
SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat, SMK/MAK atau bentuk lain
yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup.
(2) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan
kecakapan vokasional.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

(3) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2)
dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia, pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
dan kepribadian, pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi, kelompok mata pelajaran pendidikan estetika, atau
kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan.
(4) Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2), dan
(3) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan
atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.
8) Pasal 14 ayat :
(1) Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan
kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat
memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal.
(2) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia, pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
dan kepribadian, pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi, pendidikan kelompok mata pelajaran estetika, atau
kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan.
(3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan (2) dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang
bersangkutan

atau

dari

satuan

pendidikan

nonformal

yang

sudah

memperoleh akreditasi.
9)

Pasal 16 ayat :
(1) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan
dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.
(2) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi sekurang-kurangnya:
a. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/
SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB,

dan

SMK/MAK

pada

jalur

pendidikan formal kategori standar;


b. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/
SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB,

dan

SMK/MAK

pada

jalur

pendidikan formal kategori mandiri;


(3) Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan
dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun
oleh BSNP.
(4) Panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berisi sekurang-kurangnya
model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan
dasar dan menengah.
(5) Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dan (4) sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum


tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester.
10) Pasal 17 ayat :
(1) Kurikulum

tingkat

satuan

pendidikan

SD/MI/SDLB,

SMP/MTs/SMPLB,

SMA/MA/SMALB, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan


sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah,
sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
(2) Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah,
mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya
berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di
bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang
pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani
urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.
11) Pasal 18 ayat :
(1) Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan

tahun

ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
(2) Hari libur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk jeda
tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. (3)
Kalender pendidikan/akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk
setiap satuan pendidikan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri.
12) Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana
pelaksanaan

pembelajaran

pembelajaran, materi

yang

memuat

sekurang-kurangnya

tujuan

ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan

penilaian hasil belajar.


3. Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI
adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis
dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No.
22 Tahun 2006.
4. Standar Kompetensi Lulusan
SKL

merupakan

kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,

pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas


No. 23 Tahun 2006.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum


1.

Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi sekolah ( Pendidik dan Tenaga
Kependidikan ) dalam rangka penyelengaraan pendidikan dan pengajaran
yang

bermutu,

terukur,

berkesinambungan

dan

dapat

dipertanggungjawabkan.
2.

Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Stakeholders ( pemangku


kepentingan ) dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun
pengendalian untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, bermutu
dan memenuhi harapan masyarakat.

D. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
Kurikulum ini disusun oleh satu tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan
komite sekolah dibawah koordinasi dan suverpisi Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri
Hilir. Pengembangan kurikulum ini didasarkan apada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya;
2. beragam dan terpadu;
3. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
4. relevan dengan kebutuhan kehidupan;
5. menyeluruh dan berkesnambungan;
6. belajar sepanjang hayat; dan
7.

seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
A. Tujuan Pendidikan Menengah Atas
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian , akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut
B. Visi
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, dan berubahnya kesadaran
masyarakat dan orangtua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon
tantangan tersebut. SMA Negeri 1 GAS mengambarkan profil sekolah yang diinginkan di
masa sekarang dan yang akan datang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut ini :
VISI SMA NEGERI 1 GAUNG ANAK SERKA

Menjadi SMA yang berprestasi, berbudaya, beriman dan bertaqwa


kepada Tuhan Yang Maha Esa.
C. Misi
Untuk mewujudkan visi, sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang
dinyatakan dalam Misi berikut :
1. Menyelenggarakan KBM dengan baik dan terencana
2. Menciptakan peserta didik yang berkepribadian luhur dan sopan santun
3. Menjadikan peserta didik yang beriman dan bertaqwa dan menguasai IPTEK
4. Melatih siswa berdisiplin tinggi
5. Menjadi model sekolah yang ada di kabupaten Indragiri Hilir
6. Menyiapkan peserta didik untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri,
dan
7. Memberi wadah yang tepat untuk menopang minat dan bakat siswa dalam
kegiatan yang diminati.
D. Tujuan Sekolah
1. Menyiapkan siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi
2. Menciptakan situasi yang kondusif di dalam keluarga sekolah

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

10

3. Menjadikan SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka sebagai sarana untuk menciptakan
SDM yang berkualitas di kabupaten Indragiri Hilir
4. Meningkatkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang sesuai
dengan potensi dan minat siswa
5. Menjalin kerjasama dengan lembaga/ industri dalam rangka pengembangan
pendidikan yang berakar budaya bangsa dan mengikuti perkembangan IPTEK
6. Meningkatka kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan
yang akan dicapai
7. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah
dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.
Kepala Sekolah dan Para Guru serta dengan persetujuan KomiteSekolah menetapkan
sasaran program, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Sasaran program dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi sekolah.
Sasaran Program Sekolah
SASARAN PROGRAM 1 TAHUN
( 2008/2009 )
(Program Jangka Pendek)

SASARAN PROGRAM 4 TAHUN


( 2008 / 2012 )
(Program Jangka Menegah)

SASARAN PROGRAM 8 TAHUN


( 2008/2016 )
(Program Jangka Panjang)

1.

1.

1.

2.
3.

4.

5.

6.
7.

Kehadiran peserta didik,


Guru dan Karyawan lebih
dari 95%
Target pencapaian rata-rata
Nilai Ujian Akhir 5,0
10% lulusan dapat diterima
di PTN, baik melaui jalur
PMDK maupun UMPTN
90% peserta didik yang
beragam
Islam
dapat
membaca Alquran dengan
baik dan benar
Memiliki ekstra kurikuler
unggulan
(KIR
&
Keterampilan B. Inggris)
25% peserta didik dapat
aktif berbahasa inggris
70% peserta didik dapat
mengoperasikan
program
MS Word dan Ms Excell

8. 15% peserta didik mampu


mengembangkan
tanam
mengrove
9. 50% sarana pembelajaran
telah dapat dipenuhi
10. 75% kesejahteraan guru dan
karyawan sudah baik

Kehadiran peserta didik,


Guru dan Karyawan lebih
dari 97%
2. Target pencapaian rata-rata
NUAN lulusan 6,0
3. 15% lulusan dapat diterima
di PTN, baik melaui jalur
PMDK maupun UMPTN
4. 95% peserta didik yang
beragam
Islam
dapat
membaca Alquran dengan
baik dan benar
5. Ekstra kurikuler unggulan
dapat menjuarai tingkat
kota Pekanbaru
6. 40% peserta didik dapat
aktif berbahasa inggris
7. 70% peserta didik dapat
mengoperasikan 2 program
komputer (MS Word, Excell,
Power Point dan Internet)
8. 30% peserta didik mampu
mengembangkan
tanam
mengrove
9. 70% sarana pembelajaran
telah dapat dipenuhi
10. 85% kesejahteraan guru dan
karyawan sudah baik

Kehadiran peserta didik,


Guru dan Karyawan lebih
dari 98%
2. Target pencapaian rata-rata
NUAN lulusan 7,0
3. 25% lulusan dapat diterima
di PTN, baik melaui jalur
PMDK maupun UMPTN
4. 100% peserta didik yang
beragam
Islam
dapat
membaca Alquran dengan
baik dan benar
5. Ekstra kurikuler unggulan
dapat
meraih
prestasi
Provinsi
6. 70% peserta didik dapat
aktif berbahasa inggris
7. 100% peserta didik dapat
mengoperasikan 2 program
komputer (MS Word, Excell,
Power Point dan Internet)
8. 40% peserta didik mampu
mengembangkan
tanam
mengrove
9. 90% sarana pembelajaran
telah dapat dipenuhi
10. 95% kesejahteraan guru dan
karyawan sudah baik

Sasaran program tersebut selanjutnya ditindak lanjuti dengan strategi pelaksanaan


yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah sebagai berikut :
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

11

1. Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara


berkelanjutan.
2. Mengadakan jam tambahan pada pembelajaran tertentu
3. Melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan / Dinas lain yang komit
dengan pendidikan dan perusahaan untuk membantu sekolah dalam memenuhi
kebutuhan pendidikan serta memberikan bantuan kepada siswa yang berprestasi
untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi
4. Mengadakan Tadarusan menjelang pelajaran dimulai, peringatan hari besar
Islam, dan membentuk kelompok-kelompok pengajian peserta didik.
5. Menjalin komunikasi yang baik dengan Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi untuk
meningkatkan prestasi bidang olahraga, terutama Sepak Bola.
6. Memaksimalkan penggunaan laboratorium IPA
7. Membentuk kelompok gemar Bahasa Inggris
8. Membentuk kelompok belajar
9. Pengadaan buku penunjang
10. Memaksimalkan kegiatan berwawasan keunggulan dan kelautan (BKLk) /
Pengelolaan Hasil Laut.
11. Mengintensifkan komunikasi dan kerja sama dengan orang tua.
12. Pelaporan kemajuan peserta didik secara berkala kepada orang tua.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

12

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.

Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka memuat kelompok mata
pelajaran sebagai berikut :
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Kelompok mata pelajaran estetika.
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut di implementasikan dalam
kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran secara menyeluruh. Dengan
demikian, cakupan dari masing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui
mata pelajaran yang relevan. Cakupan setiap kelompok mata pelajaran adalah
sebagai berikut :
CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN
No

Kelompok Mata
Pelajaran

1.

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia


dimaksudkan untuk membentuk peserta didik
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau
moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2.

Kewarganegaraan dan
Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan


kepribadian
dimaksudkan
untuk
peningkatan
kesadaran dan wawasan peserta didik akan status,
hak,
dan
kewajibannya
dalam
kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Cakupan

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan


kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,
penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia,
kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup,
kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab
sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar
pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi,
dan nepotisme.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

13

No

Kelompok Mata
Pelajaran

Cakupan

3.

Ilmu Pengetahuan dan Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan


Teknologi
teknologi pada SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut
ilmu
pengetahuan
dan
teknologi
serta
membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif
dan mandiri.

4.

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan


untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan
mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi
keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan keindahan serta harmoni
mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam
kehidupan individual sehingga mampu menikmati
dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan
kebersamaan yang harmonis.

5.

Jasmani, Olahraga dan


Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan


kesehatan pada SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta
membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama,
dan hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan
perilaku hidup sehat yang bersifat individual
ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan
seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas,
kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah,
muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk
mewabah.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

14

a. Struktur Kurikulum Kelas X


Muatan mata pelajaran yang diberikan di SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
sesuai dengan struktur kurikulum yang terdapat dalam Standar Isi
Kelas X

Komponen

Alokasi Waktu
Semester 1

Semester 2

A. Mata Pelajaran
1)

Pendidikan Agama

2)

Pendidikan Kewarganegaraan

3)

Bahasa Indonesia

4)

Bahasa Inggris

5)

Matematika

6)

Fisika

7) Biologi

8)

Kimia

9)

Sejarah

10)

Geografi

11)

Ekonomi

12)

Sosiologi

13)

Seni Budaya

14) Pendidikan Jasmani, Olahraga


dan Kesehatan

15) Teknologi Informasi dan


Komunikasi

16)

B. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

39

39

Bahasa Arab

Jumlah

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

15

b. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII


Kelas XI dan XII program IPA

Alokasi Waktu
Kelas XI

Komponen

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

Smt 1

Smt 2

A. Mata Pelajaran
1)
2)

Pendidikan Agama
Pendidikan
Kewarganegaraan

3)

Bahasa Indonesia

4)

Bahasa Inggris

5)

Matematika

6)

Fisika

7)

Kimia

8)

Biologi

9)

Sejarah

10)

Seni Budaya

11) Pendidikan Jasmani,


Olahraga dan Kesehatan

12) Teknologi Informasi dan


Komunikasi

C. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

39

39

39

39

13) Keterampilan/Bahasa
Asing lain
- Bahasa Arab

Jumlah

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

16

Kelas XI dan XII program IPS


Alokasi Waktu

Komponen

Kelas XI

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

Smt 1

Smt 2

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

6. Sejarah

7. Geografi

8. Ekonomi

9. Sosiologi

10. Seni Budaya

11. Pendidikan Jasmani, Olahraga


dan Kesehatan

12. Teknologi Informasi dan


Komunikasi

B. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

39

39

39

39

A. Mata Pelajaran

Jumlah
B.

Muatan Kurikulum
Muatan Kurikulum SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka meliputi sejumlah mata
pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang
dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangan diri.
1. Mata Pelajaran
Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib Basional, mata pelajaran
wajib Persyarikatan dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut :
a. Mata pelajaran wajib :
Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi,
Sosiologi,

Penjaskes,

Seni

dan

Budaya,

dan

Tekhnologi

Informasi

Komunikasi.
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

17

b. Mata pelajaran pilihan :


Bahasa Arab ( pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya
sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan masyarakat yang
menunjang program pembelajaran tersebut ). Mata pelajaran ini inklud
dengan mata pelajaran wajib yang ditetapkan.
Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang saling
menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat antara peserta didik
dan pendidik.
Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai
fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif, baik
fisik maupun mental. Selain itu, dalam pencapaian setiap kompetensi pada
masing-masing

mata

pelajaran

diberikan

secara

kontekstual

dengan

memperhatikan perkembangan kekinian dan berbagai aspek kehidupan.


2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata
pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata
pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan
pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal
merupakan

mata

pelajaran,

sehingga

satuan

pendidikan

harus

mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap


jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat
menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini
berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan
dua mata pelajaran muatan lokal
Dengan mengacu pada substansi yang ada serta letak geografis SMA negeri 1
Gaung Anak Serka yang berada didaerah melayu dan perairan maka program
muatan lokal yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan budaya daerah yaitu
pengenalan budaya melayu dan pemberdayaan potensi sungai daerah
pasang surut.
Berikut ini adalah program Muatan Lokal yang wajib diikuti oleh seluruh
peserta didik.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

18

3. Kegiatan Pengembangan Diri


Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka.
a. Pengembangan

diri

yang

dilaksanakan

dengan

dua

cara

yaitu

Intrakurikuler dan Ekstrakulikuler


1. Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier
peserta didik. Pengembangan diri bagi peserta didik SMA Negeri 1
Gaung

Anak

Serka

terutama

ditujukan

untuk

pengembangan

kreativitas dan bimbingan karier.


2. Kegiatan Pengembangan Pribadi dan Kreatifitas siswa dilaksanakan
melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang mencakup Kegiatan:

keagamaan (Al-berjanji, Nasyid, Jamaah Yasin)


keolahragaan (bulu tangkis, basket, bola voli, tenis meja, Pencak
silat)

kepemimpinan

(Latihan

Dasar

Kepeminpinan

Siswa/LDKS,

Paskibra, Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka)

Seni (Teater, Paduan Suara, Band, Tarian Daerah, Modern Dance,


Modern Dance, Cheerleaders)

Pertanian ( Penanaman. Pemeliharaan, dan cara panen yang


benar untuk tanaman sayur sayuran).

Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih

jenis

ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka. Segala


aktifitas peserta didik berkenaan dengan kegiatan ekstrakurikuler
dibawah pembinaan dan pengawasan guru pembina yang telah ditugasi
oleh Kepala Sekolah.
b. Program Pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan
karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan
keteladanan.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

19

RUTIN

SPONTAN

KETELADANAN

Upacara

Membiasakan antri

Berpakaian rapi

Senam

Memberi salam

Memberikan pujian

Sholat berjamaah

Membuang sampah pada


tempatnya

Tepat waktu

Kunjungan Pustaka

musyawarah

Hidup sederhana

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh


guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah
ditetapkan oleh sekolah.
Penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif. Potensi,
ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologi peserta didik merupakan
portofolio yang digunakan untuk penilaian.
C. Beban Belajar
Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik s ebagai berikut :
a. Jam pelajarn untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana
tertera dalam struktur kurikulum
b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka pelajaran yang
bersangkutan
c. Alokasi waktu untuk praktek adalah satu jam tatap muka setara dengan
dua jam kegiatan praktek di sekolah atau empat jam praktek di luar
sekolah
Jumlah Jam tatap muka yang tercantum dalam struktur kurikulum sekolah
adalah sebagai berikut:
Satu jam
Kelas

tatap
muka
(menit)

Jumlah jam
Pembelajaran
Perminggu

Minggu
efektif
pertahun
ajaran

Waktu
Pembelajaran
Pertahun

Jumlah
jam
pertahun
(60 menit)

45

39

38

1710

12.825

XI

45

39

38

1710

12.825

XII

45

39

38

1710

12.825

D. Ketuntasan Belajar
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

20

Berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Propinsi


Riau dan memperhatikan kemampuan peserta
sekolah

menetapkan

ketuntasan

belajar

didik

pada

dari hasil tes awal,

mamsing-masing

mata

pelajaran.
Target Ketentuan Belajar Peserta Didik
MATA PELAJARAN

2007/2008

2008/2009

Pendidikan Agama

70 %

70 %

Pendidikan Kewarganegaraan

65 %

70 %

Bahasa Indonesia

65 %

70 %

Bahasa Inggris

65 %

65 %

Matematika

65 %

65 %

Fisika

65 %

65 %

Biologi

65 %

65 %

Kimia

65 %

65 %

Sejarah

65 %

65 %

Geografi

65 %

65 %

Ekonomi

65 %

65 %

Sosiologi

65 %

65 %

Seni Budaya

65 %

70 %

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

65 %

70 %

Teknologi Informasi dan Komunikasi

65 %

65 %

Keterampilan / Bahasa Asing

65 %

65 %

Muatan Lolak ( BKLK )

65 %

65 %

Pengembangan Diri

65 %

65 %

Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat


setiap

tahunnya.

Oleh

karena

itu,

setiap

sekolah

diharapkan

untuk

memperhatikan kemapuan para peserta didik dan memberikan bimbingan belajar


agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Penentuan mencari SKBM atau KKM atau TPK mempergunakan sistim poin yaitu
dengan memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan. Caranya adalah
dengan terlebih dahulu menganalisa Kompetensi Dasar menjadi indikator
pencapaian terutama tingkat kesulitan ( kompleksitas setiap indikator ), Daya
Dukung ( ketersediaan sarana / prasarana pembelajaran yang tersedia,
kemampuan guru menyampaikan indicator / materi ), dan kemampuan siswa
menerima indicator / materi ajar tersebut.
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

21

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan melaui Permen tahun
2006, merupakan Standar Minimal yang harus dicapai dan diajarkan oleh Guru
(Pendidik), oleh sebab itu maka SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka menganggap
bahwa semua SKL harus diajarkan oleh guru 100%
Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran sebagai berikut :
Kelas X
Kriteria Ketuntasan Minimal

Mata Pelajaran

PPK dan Praktek

Sikap

1. Pendidikan Agama

70

2. Pendidikan Kewarganegaraan

70

3. Bahasa Indonesia

70

4. Bahasa Inggris

65

5. Matematika

65

6. Fisika

65

7. Biologi

70 / 65

8. Kimia

65

1. Sejarah

65

10. Geografi

65

11. Ekonomi

65

12. Sosiologi

65

13. Seni Budaya

70

14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan


Kesehatan

70

15. Teknologi Informasi dan Komunikasi

65

Muatan Lokal ( BKLK )

65

Pengembangan Diri

65

Program Ilmu Alam


Kriteria ketuntasan minimal
Kelas XI

Mata Pelajaran

PPK dan

Kelas XII

Sikap

PPK dan

Sikap

Pendidikan Agama

65

70

Pendidikan Kewarganegaraan

65

70

Bahasa Indonesia

65

70

Bahasa Inggris

65

C
C

65

C
C

Matematika

65

65

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

22

Fisika

65

65

Kimia

65

65

Biologi

70 /65

65

Sejarah

65

65

Seni Budaya

70

65

Pendidikan Jasmani, Olahraga


dan Kesehatan

65

70

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

65

65

Bahasa Arab

65

65

Muatan Lokal

65

65

Pengembangan Diri

65

65

Program Ilmu Sosial


Kriteria ketuntasan minimal

Mata Pelajaran

Kelas XII

Kelas XI
PPK dan

Sikap

PPK dan

Sikap

Pendidikan Agama

70

65

Pendidikan Kewarganegaraan

70

65

Bahasa Indonesia

70

65

Bahasa Inggris

65

C
C

65

C
C

Matematika

65

65

Sejarah

65

65

Geografi

65

65

Ekonomi

70

65

Sosiologi

65

65

Seni Budaya

70

65

Pendidikan Jasmani, Olahraga


dan Kesehatan

70

65

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

65

65

Bahasa Arab

65

65

Muatan Lokal

65

65

Pengembangan Diri

65

65

E. Kenaikan Kelas dan Kelulusan


Kenaikan kelas dan kelulusan diatur oleh sekolah dengan mengacu kepada
ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

23

a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada
akhir semester 2
b. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan
pada semester 2
c. Peserta didik dinyatakan naik ke kelas XI apabila yang bersangkutan
memiliki :
Mata pelajaran Agama mencapai ketuntasan minimal ( KKM )
Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
(KKM), maximum 3 (tiga) mata pelajaran
Untuk jurusan Ilmu Alam, semua mata pelajaran yang menjadi ciri
khas jurusan Ilmu Alam (matematika, fisika, kimia, dan biologi)
mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM)
Untuk jurusan Ilmu Sosial semua mata pelajaran yang menjdai ciri
khas jurusan Ilmu Sosial (ekonomi, geografi, sejarah, dan sosiologi)
mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM)
Kehadiran minimal 90%
e. Peserta didik dinyatakan lulus sekolah, apabila yang bersangkutan
memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut :
Memiliki rapor kelas X, XI dan XII
Mengikuti ujian praktek dan teori
Memiliki nilai minimal 5.01 untuk setiap mata pelajaran
Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 5,26
F. Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan

hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan

bagian integrasi dari pembelajaran pada setiap mata pembelajaran. Dengan


demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui
kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban oleh mata pelajaran yang
bersangkutan.
G. Penjurusan
a. Sesuai kesepakatan sekolah dengan Komite Sekolah

serta dengan

memperhatikan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah,


maka sekolah menetapkan hanya ada 2 (dua) jurusan yang diprogramkan,
yaitu jurusan Ilmu Alam (IA) dan Ilmu Sosial (IS).
b. Waktu Penjurusan

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

24

1). Penentuan penjurusan program studi Ilmu Alam dan Ilmu Sosial
dilakukan akhir semester 2 kelas X
2). Pelaksanaan penjurusan di semester 1 kelas XI
c. Kriteria penjurusan :
1) Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI
2) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Alam, apabila yang
bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu dan nilai mata pelajaran yang
menjadi ciri khas jurusan Ilmu Alam ( matematika, fisika, kimia, dan
biologi ) mencapai kategori tuntas.
3) Peseta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Sosial apabila yang
bersangkutan berminat kejurusan Ilmu Sosial dan nilai mata pelajaran
yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Sosial ( ekonomi, geografi, sejarah
dan sosiologi ) mencapai kategori tuntas.
d. Mutasi
SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka menentukan persyaratan pindah/mutasi
peserta didik sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, melaui
suatu mekanisme yang obyektif dan transparan antara lain mencakup halhal sebagai berikut :
1) Memenuhi persyaratan yang ditentukan
2) Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar ( LHBS ) dari sekolah asal
sesuai dengan bentuk rapor yang digunakan di sekolah tujuan
3) Mengikuti seleksi masuk dengan tes sesuai program yang diminati dan
hasilnya diumumkan secara terbuka

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

25

Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk
mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada
Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah,
kebutuhan peserta didik dan masyarakat serta ketentuan dari pemerintah /
pemerintah daerah.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun
ajaran adalah sebagai berikut :
A.

Permulaan Tahun Pelajaran


Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari senin minggu ketiga bulan Juli,
atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran
dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur.
Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 ( tiga ) hari dengan
pengaturan sebagai berikut :
- kelas X melaksanakan Masa Orientasi Sekolah ( MOS )
- kelas XI melaksanakan Tes Awal
- kelas XII melakukan Tes Awal

B.

Waktu Belajar
Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran
menjadi semester 1 ( satu ) dan semester 2 ( dua ).
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 ( enam ) hari , yaitu :
HARI

WAKTU BELAJAR

Senin

07.30 s.d 13.15

Selasa

07.30 s.d 14.00

Rabu

07.30 s.d 14.00

Kamis

07.30 s.d 13.15

Jumat

07.30 s.d 11.15

Sabtu

07.30 s.d 13.15

KETERANGAN

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif


belajar ditetapkan sebanyak 20 minggu untuk semester 1 ( ganjil ) dan 18 minggu
untuk semester 2 ( genap ) setiap untuk Tahun Pelajaran 2009/2010
C.

Libur Sekolah
Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat,
provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di
sekolah.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

26

Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini :

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan / atau Menteri Agama dalam hal yang
terkait dengan hari raya keagamaan.

Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan hari


libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis
pendidikan.

Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut ini :

Libur Awal Puasa

Libur Semester 1

Libur Semester 2

Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat anatara lain :

D.

Hari Kemerdekaan RI
Isra Miraj Nabi Muhammad
Idul Fitri
Hari Raya Natal
Idul Adha
Tahun Baru
Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Hijriah
Maulid Nabi Muhammad SAW
Hari Raya Nyepi
Hari Raya Waisak
Wafat Isa Al Masih
Kenaikan Isa Al Masih

Jadwal Kegiatan
Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagaimana tertera
pada tabel berikut ini :
Jadwal Kegiatan SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka Tahun 2009/2010
NO

JENIS KEGIATAN

PELAKSANAAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Rapat persiapan PSB


Penerimaan peserta didik baru
Rapat persiapan KBM Semester 1
Hari pertama tahun pelajaran 2009/2010
Masa Orientasi peserta didik kelas X
Rapat koordinasi TU
Rapat koordinasi Wali Kelas
Rapat koordinasi Pembina Osis
Rapat koordinasi Staf & wakil
Rapat pleno Komite ( OT siswa baru )
Peringatan Kemerdekaan RI
Ulangan Harian 1

27 Juni 2009
29 juni 4 juli 2009
11 Juli 2009
13 Juli 2009
13 s.d 15 Juli 2009
21 Juli 2009
Minggu I / bulan
1 / 3 bulan
1 / 3 bulan
Akhir tahun ajaran
17 Agustus 2009
10 - 15 Agustus 2009

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

KET

27

13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

E.

Ulangan harian 2
Libur Awal Puasa
Ulangan Mid Semester
Libur Idul Fitri
Ulangan Harian 3
Ulangan Harian 4
Ujian Semester 1 / Ganjil
Remedial / Perbaikan
Pembagian Rapor
Libur Semester 1
Ulangan Harian 1
Ulangan Harian 2
Ulangan Harian 3
Ulangan Harian 4 Kelas X dan XI
Ujian Semester Kelas XII
Ujian Mid Semester
Ujian Nasional
Ujian Semester kelas X dan XI
Remedial Kelas X dan XI
Penerimaan Rapor Semester 2 / genap
Libur Semester 2 T.P 2009/2010
Pengumuman Kelulusan Kelas XII
Tahun Pelajaran 2009/2010 dimulai

5 10 0kt 2009
20 -22 Agustus 2009
2 7 Oktober 2009
18 -26 Septemb 2009
26 31 Oktober 2009
23 30 Nov 2009
10-19 desember 2009
21-23 Desember 2009
26 Desember 2009
28 Des09-3 Jan10
18 23 Jan10
15 -20 Jan 10
22 27 Maret 10
10 15 Mei 2010
5 10 Mei 2010
1 -6 Maret 10
19 24 April 2010
7 15 Juni 2010
16 22 Juni 2010
26 Juni 2010
28 Juni 10 Juli 10
Minggu II Juni 2010
12 juli 2010

Kalender Pendidikan
KALENDER PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 GAUNG ANAK SERKA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

BULAN
HARI

BULAN
HARI

J U L I 2009

AGUSTUS 2009

12

19

26

MINGGU

16

23/30

SENIN

13

20

27

SENIN

10

17

24/31

SELASA

14

21

28

SELASA

11

18

25

MINGGU

RABU

15

22

29

RABU

12

19

26

KAMIS

16

23

30

KAMIS

13

20

27

JUMAT

10

17

24

31

JUMAT

14

21

28

SABTU

11

18

25

15

22

29

BULAN
HARI

SABTU

BULAN
HARI

September-09

OKTOBER 2009

MINGGU

13

20

27

MINGGU

11

18

25

SENIN

14

21

28

SENIN

12

19

26

SELASA

15

22

29

SELASA

13

20

27

RABU

16

23

30

RABU

14

21

28

KAMIS

10

17

24

15

22

29

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

KAMIS

28

JUMAT

11

18

25

JUMAT

16

23

30

SABTU

12

19

26

SABTU

10

17

24

31

BULAN
HARI

BULAN
HARI

NOPEMBER 2009

DESEMBER 2009

MINGGU

15

22

29

MINGGU

13

20

27

SENIN

16

23

30

SENIN

14

21

28

SELASA

10

17

24

SELASA

15

22

29

RABU

11

18

25

RABU

16

23

30

KAMIS

12

19

26

KAMIS

10

17

24

31

JUMAT

13

20

27

JUMAT

11

18

25

SABTU

14

21

28

SABTU

12

19

26

BULAN
HARI

BULAN
HARI

JANUARI 2010
3

MINGGU

10

SENIN

11

SELASA

12

RABU

13

KAMIS

JUMAT

SABTU

14
15

BULAN
HARI

16

17
18
19
20
21
22
23

24/31
25
26
27
28
29
30

14

21

SENIN

15

22

SELASA

16

23

RABU

10

17

24

KAMIS

11

18

25

JUMAT

12

19

26

SABTU

13

20

27

MINGGU

BULAN
HARI

MARET 2010

MINGGU

FEBRUARI 2010
28

April-10

14

21

28

MINGGU

11

18

25

SENIN

15

22

29

SENIN

12

19

26

SELASA

16

23

30

SELASA

13

20

27

RABU

10

17

24

31

RABU

14

21

28

KAMIS

11

18

25

KAMIS

15

22

29

JUMAT

12

19

26

JUMAT

16

23

30

SABTU

13

20

27

SABTU

10

17

24

BULAN
HARI

MEI

BULAN
HARI

2010

J U N I 2010

MINGGU

16

23/30

MINGGU

13

20

27

SENIN

10

17

24/31

SENIN

14

21

28

SELASA

11

18

25

SELASA

15

22

29

RABU

12

19

26

RABU

16

23

30

KAMIS

13

20

27

KAMIS

10

17

24

14

21

28

JUMAT

11

18

25

15

22

29

SABTU

12

19

26

JUMAT
SABTU

: Hari pertama masuk sekolah (MOS )


: Hari libur Nasional
: Ujian Akhir Blok I Tanggal
: Ujian Akhir Blok II Tanggal
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

29

: Pembagian Rapor Semester I Tanggal


: Pembagian Rapor Semester II Tanggal
: Hari Libur Semester I Tanggal
: Hari Libur Semester II Tanggal
: Ujian Nasional SMA
: Libur Awal Puasa
: Libur sebelum dan sesudah lebaran
: Awal Tahun Pelajaran

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

30

SMA NEGERI 1 GAUNG ANAK SERKA


ALAMAT : JALAN MERDEKA TIMUR NO. 90 TELUK PINANG
KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
PROVINSI RIAU

HALAMAN REKOMENDASI
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite sekolah, dengan ini
Kurikulum SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka ditetapkan/disahkan untuk
diberlakukan mulai tahun pelajaran 2009 / 2010
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

31

Ditetapkan/ disahkan
Di
: Pekanbaru
Tanggal
:
Agustus 2009

Ketua Komite Sekolah

Kepala SMA Negeri 1 GAS,

RAMLI. M

Drs. TRISJONI
NIP. 19550405 199103 1 001

Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Indragiri Hilir

Drs. Fahror Rozi, M.M


NIP.

DAFTAR ISI
HALAMAN REKOMENDASI.....................................................

HALAMAN PENGESAHAN .....................................................

ii

KATA PENGANTAR ..

iii

DAFTAR ISI .

iv

I. PENDAHULUAN ..

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

32

A.
B.
C.
D.

Latar Belakang.
Landasan......................... ..
Tujuan Penyusunan Kurikulum...
Prinsip prinsip Pengembangan Kurikulum.

1
1
2
2

II. VISI , MISI DAN TUJUAN SEKOLAH .


A. Tujuan Pendidikan Menengah Atas
B. Visi................. ..
C. Misi................
D. Tujuan Sekolah

3
3
3
3
3

III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ..


A. Struktur Kurikulum....
B. Muatan Kurkulum.... .
1. Mata Pelajaran
2. Muatan Lokal
3. Kegiatan Pengembangan Diri .
C. Beban Belajar ..........................................................
D. Ketuntasan Belajar ...................................................
E. Kenaikan Kelas dan Kelulusan .....................................
F. Pendidikan Kecakapan Hidup.......................................
G. Penjurusan.............................................................

6
6
10
10
11
12
13
14
17
17
17

IV. KALENDER PENDIDIKAN ...................................................


A. Permulaan Tahun Pelajaran .........................................
B. Waktu Belajar ..........................................................
C. Libur Sekolah ..........................................................
D. Jadwal Kegiatan .......................................................
E. Kalender Pendidikan .................................................

19
19
19
20
20
21

LAMPIRAN
1. SILABUS
2. RPP
3. Keadaan dan Potensi Sekolah

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat, rahmat dan
hidayahNya, SMA Negeri 1 gaung anak serka telah dapat menyusun Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan ( KTSP ) . Penyusunan kurikulum ini merupakan salah satu upaya
mengimplementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan
pembelajaran yang operasional, sehingga siap dilaksanakan oleh sekolah, sesuai
dengan karaktristik daerah dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

33

Kurikulum SMA Negeri 1 gaung Anak Serka

disusun dengan mengacu pada

Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan
model-model pembelajaran atau program yang dihasilkan oleh Pusat Kurikulum.
Namun demikian , kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna .
Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan sering dengan timbulnya
standar-standar lainnya.
Kurikulum ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2009 / 2010. Kami
mengucapkan terima kasih dan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Gaung Anak Serkab beserta jajarannya, yang telah
berpartisipasi di dalam workshop penyusunan KTSP.
2. Guru-guru SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka, yang telah berpartisipasi secara aktif di dalam
workshop hingga terselesaikannya silabus, RPP, serta dokumen KTSP SMA Negeri 1 Gaung
Anak Serka.
3. Karyawan SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka, yang telah berpartisipasi membantu kelancaran
pelaksanaan workshop penyusunan KTSP.
4. Semua pihak yang telah membantu hinggga terselesaikannya dokumen KTSP SMA Negeri 1
Gaung anak Serka, sejak persiapan hingga selesai.
Kami tidak bisa menyampaikan penghargaan yang sepadan dengan jerih payah yang
dikeluarkan, semoga jerih payah Bapak/Ibu sekalian mendapatkan balasan pahala yang
sebesar-besarnya dari Alloh SWT, amien.
Kami selalu memegang prinsip pengembangan silabus yang berkelanjutan, karena itu
saran dan kritik dari Bapak/Ibu sekalian maupun stakeholder pendidikan yang lain sangat kami
harapkan.
Teluk Pinang,
2009
Kepala SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka

Drs. TRISJONI
NIP 19550405 199103 1 001

LAMPIRAN III :
KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH
A.

Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka


SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka terletak di Jalan Merdeka Timur No 90 Teluk
Pinang.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

34

B.

Keadaan Sekolah
1. Sarana dan Prasarana
a. Tanah dan Halaman
Tanah sekolah sepenuhnya merupakan milik sekolah dengan sertifikat
tanah nomor : 05.04.06.07.4.00005
Keadaan Tanah Sekolah SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
Status

: Tanah Sekolah / Persyarikatan

Luas Tanah

: 30.000 m2

Luas Bangunan

: 3.600 m

Pagar

: 180 m

b. Gedung Sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas
untuk menunjang kegiatan belajar memadai.
Keadaan Gedung SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
Luas Bangunan

Jumlah

Ruang Kepala Sekolah

Ruang Tata Usaha

Ruang Guru

Ruang Kelas

16

Ruang Lab. IPA

Ruang Lab Komputer

Ruang Koperasi

Ruang Perpustakaan

Ruang BK

Musholla

Ruang Osis
2. Anggaran Sekolah

Keterangan

Anggaran sekolah berasal dari dana yang berasal dari PEMDA INHIL.
Sumber Dana Pendidikan SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka
Tahun
Pelajaran

Pemerintah
( Rupiah )

2004/2005

316.643.000,-

Komite Sekolah /
Masyarakat
(Rupiah)
77.400.000,-

2005/2006

384.818.000,-

85.680.000,-

470.498.000,-

2006/2007

356.724.000,-

88.348.000,-

445.072.000,-

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

Jumlah (Rupiah)
394.043.000,-

35

2007/2008

382.686.000,-

117.840.000,-

500.526.000,-

2008/2009

733.069.200

Alokasi dana terutama diperuntukan untuk menunjang kegiatan-kegiatan


intrakurikuler, dan juga untuk memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta
didik.
C.

Personil Sekolah
Keadaan Personil Sekolah
NO

NAMA

JABATAN

PENDIDIKAN

(1)

(2)

(3)

(4)

Kepala Sekolah

S.1 B. INGGRIS

Wakasek / Biologi

D.3 BIOLOGI

Wakasek / B. Inggris

D.3 B. INGGRIS

Wakasek / Matematika

S.1 M T K

Wakasek / PPKn,

S.1 PPKn

GT / Kimia

S.1 KIMIA

GT / Biologi, Geografi

S.1 BIOLOGI

GT / Matematika

S.1 M T K

GT / Penjaskes

S.1 PENJASKES

GT / Fisika

S.1 FISIKA

GT / Sejarah

S.1 SEJARAH

GT / PAI, Sosiologi

S.1 P A I

GT / PAI

S.1 P A I

GT / Sejarah, B. Indo.

S.1 SOSPOL

GT / Kimia

S.1 KIMIA

GT/ BP

S.1 BPI

GT / B. Inggris

S.1 B. INGGRIS

GTT / B. Indonesia

S.1 B. INDO.

GTT / Pend. Seni

D3 EKONOMI

GTT / B. Indo

S.1 PAI

1.

19.

Drs. TRISJONI
NIP. 19550405199103 1 001
LAMRIA MANURUNG
NIP. 19690131199101 2 001
FITRIANI
NIP. 19650707199003 2 006
RUSTON AFENDI, S.Pd
NIP. 19770620200012 1 002
ENDRISAPTA, S.Pd
NIP. 19741107200501 1 004
Drs. NELSON
NIP. 19600405199103 1 007
Dra. SYAMSIYAH
NIP. 19641208199802 2 001
MEIRIYANTI, S.Pd
NIP. 19820516200501 2 008
LENIKURNIA, S.Pd
NIP. 19800416200501 2 010
DEVI ASTUTI, S.Pd
NIP. 19780521200604 2 003
IDA RIANI, S.Pd
NIP. 19750224200604 2 010
MUKHLIS, S.Ag
NIP. 19721209200701 1 004
ALI JOHAN, S,Ag
NIP. 19700510200701 1 007
SITI AISYAH, S.Sos
NIP. 19701111200701 2 005
HETY MISDAWATI, S.Pd
NIP. 197804242008012023
HASBULLAH,S.Sos.I
NIP. 19760502200801 1 019
ROSLAINI, S.Pd
NIP. 1978 0206200903 2 005
SAFIYAH, S.Pd
NIP. 19811203200903 2 006
MUTIARA AMINAH, A.Md

20

YUSMARLENI, S.Ag

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

36

21
22
23
24
25

Drs. RUSNI
WARSONO
NURAINI, S.E
HERMAYATI, A. Md
MISBAHUL MUNIR,S. Pd

26

SRI HARTUTI, S. Pd

27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38

GTT/ PAI
GTT / Penjas
GTT / Ekonomi, B.Arb
GTT / Akuntansi
GTT / Geografi,
Pengembangan diri
GTT / KWN

S.1 PAI
D.2 BUDHA
S.1 EKONOMI
D.3 AKUNTANSI
S.1 KIMIA

HARNITA, S.Sos
WILDA YUNITA, A.Md
HAZIZAH, S.HI

GTT / TIK
GTT / Sosiologi , TIK
GTT / Seni, . Arab

YULISA , S.Sos.I
TRY ANGGRAINI, S.Pd
SUFRIADI, S.Si
LILI HERDAYANI, S.Pd
A. NASIR
NIP. 19630101 199303 1 010
KAF RAW I
NIP. 19581001 198809 1 001
DEDI SUSANTO
YUSNIMARNI. Z
NAIM

GTT / Seni, Bud. Mel


GTT / Fisika, MTK
GTT / MTK
GTT / Eko, Geo
PT / Tata Usaha

S.1. SOSPOL
D.3. EKONOMI
S.1. HUKUM
ISLAM
S.1. DAKWAH
S.1. FISIKA
S.1. MTK
S.1. EKONOMI

S.1 KWN

PT / Tata Usaha
PTT / Tata Usaha
PTT / Tata Usaha
PTT / Penjaga Sekolah

Dari sejumlah guru, 50% yang berstatus guru PNS, 3,12% sebagai guru bantu, dan
46,88% sebagai guru honorer.
Susunan Pengurus Komite SMAN 1 Gaung Anak Serka
Ketua

: RAMLI. M

Wakil Ketua

: ARMAN RIDAR

Sekretaris

: ZAINAL ASWAT

Bendahara

: DEDI SUSANTO

Anggota

: 1. MUSTAMIRSYA BA
2. H. HASBULLAH J

D.

Peserta Didik
1. Jumlah peserta didik
Jumlah peserta didik pada tahun 2008/2009 seluruhnya berjumlah 648
orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di
kelas X ada sebanyak 6 rombongan belajar. Peserta didik pada program IPA di
kelas XI ada 3 kelas, rombongan belajar IPS di kelas XI ada 3 kelas, rombongan

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

37

belajar IPA di kelas XII ada 2 kelas dan rombongan belajar IPS di kelas XII ada 3
kelas rombongan belajar.
Jumlah Peserta Didik Tahun 2008/2009
Jumlah

Kelas

Jumlah

Laki-laki
117

Perempuan
140

XI IPA

21

64

85

XI IPS

70

64

134

XII IPA

18

49

67

XII IPS

57

48

105

JUMLAH

283

365

648

257

2. Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah / Droup Out


Peserta didik yang tidak naik kelas dan angka putus sekolah (Droup Out)
peserta didik setiap tahunnya tidak terlalu besar, berikut adalah gambaran
siswa tidak naik kelas dan angka putus sekolah 5 tahun terakhir.
Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah
Tahun
Pelajaran

Kelas

Jumlah

Tidak Naik

Putus
Sekolah /
DO

2001 / 2002

I
II
II

175
101
97

1
2
1

5
2
-

2002 / 2003

I
II
III

169
143
100

1
-

1
2
1

2003 / 2004

I
II
III

180
152
140

1
1
-

4
4
-

2004 / 2005

I
II
III

176
164
136

1
-

7
2
-

2005 / 2006

I
II
III

185
155
156

2
1
-

8
3
1

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

38

2006 / 2007

I
II
III

200
158
150

2
-

15
1
2

2007 / 2008

I
II
III

240
180
159

2008/2009

I
II
III

257
219
159

Sebagian besar siswa yang putus sekolah atau Droup Out adalah mereka yang
kurang mampu. Untuk mengatasi kendala ekonomi siswa yang kurang mampu,
sekolah telah mengupayakan berbagai bantuan dari berbagai pihak, terutama
bantuan beasiswa BKM BBM.
Beasiswa Peserta Didik Tahun 2008
JUMLAH PENERIMA
( PESERTA DIDIK )
57

ASAL BANTUAN
1. Bantuan Khusus Murid
2. Bakat dan prestasi

3. Input dan Output NEM


Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung
mengalami kenaikan. Namun demikian, peserta didik yang melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya PMDK atau UMPTN ternyata
kurang memuaskan.

Input dan Output NEM Peserta Didik


Output Tahun

Rata-rata
NEM

IPA

Output Tahun

Rata-rata
NEM

Yang Ke
PTN

IPS

2002 2003

7,05

2002 2003

6,40

30

2003 2004

7.24

2003 2004

6,58

34

2004 2005

7,33

2004 2005

6,62

40

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

39

2005 2006

7,54

2005 2006

6,32

46

2006 2007

7,98

2006 2007

7,04

45

2007 -2008

7,81

2007 2008

6,41

50

2008 -2009

8,10

2008 - 2009

7,03

65

Faktor ekonomi keluarga dan kurangnya kesadaran terhadap pendidikan


diduga menjadi penghambat dalam kemajuan pendidikan di sekolah.
E.

Orang Tua Peserta Didik


Peserta didik pada SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka terdiri dari latar belakang
sosial ekonomi membawa dampak terhadap kondisi belajar sisiwa, tidak heran
jika disiplin siswa perlu diperketat secara kolektif, sehingga perlakuan sekolah
terhadap mereka juga sama. Pada umumnya latar belakang ekonomi orang tua
adalah sebagai berikut :
No

F.

Pekerjaan

Jumlah

Persentase

Pedagang

115

20

Petani

347

60

Pegawai Negeri Sipil/ABRI

29

Buruh

59

10

Lain-lain

29

Kerjasama Sekolah
1. Kerjasama dengan Orang Tua
Kerjasama dengan orang tua peserta didik dolaksanakan melalui Komite
Sekolah. Ada 5 peran orang tua dalam pengembangan sekolah, yaitu sebagai
berikut :
a. Donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana sekolah, namun belum
berjalan optimal mengingat kondisi ekonomi.
b. Mitra sekolah dalam pembinaan pendidikan.
c. Mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik.
d. Mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan.
e. Sumber belajar.
2. Kerjasama dengan Alumni
Kerjasama antara sekolah dengan alumni belum dapat digali secara maksimal
mengingat keberadaan alumni yang tidak berada di wilayah
3. Prestasi yang pernah diraih / dicapai

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

40

A. Bidang Akademis
a. Juara Olimpiade Kimia
b. Juara Olimpiade Komputer Kab Inhil
B. Bidang Non Akademis
a. Juara tenis Meja Popda
b. Juara Voli ball Putri
c. juara karate Kab Inhil

Lampiran- 1
Contoh Silabus

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA


DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

41

kTSP SMAN.1 GAS 2009/2010

42