Anda di halaman 1dari 9

Kurikulum Sebagai Suatu Sistem

Oleh M. Hapiz Yulia Saputra (160132800835)


Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang
Program Studi Manajemen Pendidikan
putrap35@ymail.com
Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji komponen-komponen yang
terdapat dalam kurikulum dan hubungan antara komponen atau komponen sebagai
suatu sistem. Kurikulum dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan program
pendidikan. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, strategi penyampain, dan evaluasi. Kurikulum sebagai sistem
adalah seperangkat komponen yang saling terkait satu sama lain.
Kata Kunci : Kurikulum, Sistem

Pendahuluan
Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang
strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum.
Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru.
Oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuannya guru dalam proses belajarmengajar perlu secara terus-menerus mendapatkan perhatian dari penanggung
jawab sistem pendidikan. Salah satu tanggung jawab yang harus dikerjakan adalah
penyusunan kurikulum sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan peserta
didik dan tidak memberatkan kepada guru selaku penghubung antara tujuan
kurikulum dan peserta didik.
Penyusunan kurikulum perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat
dijadikan sebagai acuan antara lain prinsip-prinsip penyusunan kurikulum dan
komponen-komponen

yang

terdapat

didalamnya.

Komponen-komponen

kurikulum tersebut meliputi komponen tujuan, isi materi, strategi penyampaian,


dan evaluasi. Keempat hal itu harus benar-benar diperhatikan oleh penanggung
jawab sistem pendidikan. Komponen tujuan memberikan gambaran kepada guru
tentang apa yang harus dicapai dari pendidikan. Isi materi merupakan informasi
yang harus diberikan kepada peserta didik sebagai substansi yang harus dimiliki.
Strategi penyampaian berkaitan dengan panduan untuk guru bagaimana mereka

harus memberikan materi itu agar didalam proses belajar mengajar peserta didik
mampu dan mau menerima tanpa paksaan dan bisa mewujudkan suasana belajar
yang bermakna. Evaluasi sebagai komponen terakhir dalam kurikulum akan
berguna untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan dari komponen-komponen
sebelumnya, apakah strategi yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang
ingin disampaikan dan apakah strategi dan materi yang dighunakan dan
disampaikan bisa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi
selanjutnya digunakan untuk melakukan sebuah pengembangan kurikulum itu
sendiri.
Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentra kegiatan pendidikan,
maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat,
melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam. Pada dasarnya kurikulum
merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Setiap komponen
yang menyusun kurikulum saling berhubungan satu sama lain, sehingga dalam
proses pengembangan kurikulum harus memperoleh perhatian yang sama
besarnya. Komponen-komponen kurikulum memang memiliki fungsinya masingmasing, tetapi keempat hal itu adalah satu kesatuan yang memiliki keterkaitan.
Sebagai contoh ketika strategi yang digunakan tidak sesuai maka materi yang
akan disampaikan ntidak bisa diterima oleh peserta didik sehingga mengakibatkan
tujuan yang ingin dicapai tidak bisa terealisasi. Begitu juga dengan ketidak
sesuaian dari materi yang ingin disampaikan, penggunaan strategi pembelajaran
terbaikpun tidak akan mampu untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Seperti halnya pada tubuh manusia, kita mengenal tentang sistem organ
pada tubuh manusia antara lain sistem reproduksi, sistem gerak, sistem pernafasan
dan lain-lain. Sebagai contoh didalam sistem pernafasan terdapat beberapa organ
yang memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Jika salah satu saja dari organ
tersebut terganggu maka proses pernafasan akan terganggu. Begitu pula pada
sistem kurikulum pendidikan. Semua kompenen harus bekerja secara sinergi agar
fungsi dan tujuannya bisa dirasakan. Pada artikel ini akan dibahas tentang hal-hal

yang berkaitan dengan kompenen sebagai sistem antara lain pengertian kurikulum
sebagai sistem dan komponen-komponen yang ada didalamnya.
Pengertian kurikulum
Menurut beberapa ahli kurikulum merupakan rencana pendidikan atau
pengajaran. Kurikulum adalah salah satu alat yang digunakan untuk meningkatkan
mutu pendidikan. Soeparto mendefinisikan kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Menurut Sukmadinata (2008:5) Kurikulum (curriculum) merupakan suatu
rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar
mengajar. Kurikulum dapat dikatakan sebagai peta yang dapat digunakan oleh
pendidik sebagai penentu atau penunjuk arah kemana pendidikan itu akan dibawa,
karena didalam kurikulum tersebut terdapat tujuan, isi materi, proses atau cara
penyampaian dan langkah evaluasi. Komponen itulah yang akan membimbing
pendidik untuk proses pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum
merupakan suatu rencana pendidikan yang berisikan tujuan, isi, cara
penyampaian, dan evaluasi yang bisa digunakan oleh guru sebagai pedoman
dalam kegiatan proses belajar-mengajar.
Sangat disayangkan apabila dalam suatu proses pembelajaran, guru tidak
mengerti (materi atau pengalaman) apa yang akan diberikan kepada
muridnya, serta bagaimana (aktivitas) metode penyampaiannya. Artinya,
dapat dikatakan bahwa kurikulum sebenarnya telah menjadi bagian dari
aktivitas manusia itu sendiri pada saat dia melaksanakan proses pendidikan
(interaksi belajar) dari pihak pendidik kepada peserta didik meskipun pada
zamannya belum berbentuk dokumen tertulis.
Pengertian sistem

Menurut Jujun S. Suriasumantri sistem merupakan bentuk keseluruhan dari


hasil objek telaah dimana unsur dari objek tersebut memiliki keterkaitan satu
sama lain dalam suatu jalinan yang teratur.
Sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Sistem bertujuan bersama dan berorientasi pada tujuan.
b. Tujuan sistem dapat dijabarkan kepada beberapa fungsi.
c. Sistem memiliki komponen-kornponen yang dapat menjalankan fungsifungsi tersebut.
d. Komponen-komponen sistem saling berkaitan dan tergantung satu sama
lain.
e. Sistem memiliki aspek keterpaduan antar komponen.
f. Sistem memiliki mekanisme umpanbalik
g. Memproses masukan (input) menjadi keluaran (output). (Salamah, 2006)
Kurikulum sebagai suatu sistem
Kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu sistem. Kurikulum memiliki
tujuan dan memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan antara satu
dengan yang lainnya seperti sistem. Sistem merupakan suatu kesatuan sejumlah
elemen yang terkait dalam proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu
kesatuan organisasi dalam mencapai sebuah tujuan.
Jika pengertian diatas dipadukan maka dapat di simpulkan bahwa kurikulum
sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berkaitan
dan membentuk satu kesatuan utuh yang tak dapat dipisah-pisahkan. Sebagai
sebuah sistem, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan yang harmonis,
saling mendukung, dan tidak saling bertentangan.
Sebagai suatu sistem setiap komponen harus saling berkaitan satu sama
lain. Manakala salah satu komponen yang membentuk

sistem

kurikulum

terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnya, maka kurikulum pun
akan terganggu pula. Komponen-komponen dari sebuah sistem kurikulum yang
utama adalah Tujuan, Isi Materi, Proses belajar mengajar atau cara penyampaian
serta Evaluasi.

Komponen-komponen kurikulum
Tujuan
Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan hal pertama yang harus
didahulukan sebelum komponen-komponen yang lainnya. Mengapa tujuan harus
didahulukan karena tujuan inilah yang akan memberikan gambaran bagi
komponen lain agar dapat menyesuaikan.
Tujuan merupakan rumusan yang dapat memberikan gambaran harapan
yang terukur dan operasional yang harus dicapai setelah pembelajaran selesai.
Agar mampu memberikan gambaran bagi komponen-komponen lain maka
perumusan tujuan juga haru smemperhatikan komponen-komponen lain. Disinilah
letak keterkaitan antar masing-masing komponen yang saling memiliki hubungan,
ketergantungan, dan umpan balik.
Komponen tujuan kurikulum berkaitan dengan arah atau hasil yang
diinginkan. Dalam skala makro Kurikulum erat kaitannya dengan sistem nilai
yang dianut oleh masyarakat. Sistem nilai yang dianut oleh masyarakat indonesia
adalah sistem nilai yang tercantum dalam pancasila, maka tujuan yang diharapkan
adalah terbentuknya masyarakat yang pancasilais. Sedangkan dalam skala mikro
kurikulum erat kaitannya dengan visi dan misi sekolah atau jika lebih dipersempit
lagi skala mikro ini berkaitan dengan tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan
proses pembelajaran.
Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
a. Tujuan pendidikan nasional
Tujuan nasional merupakan tujuan paling umum yang harus dicapai. Seperti
yang tercantum dalam UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 bahwa
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi


warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b. Tujuan institusional
Institusi pendidikan adalah lembaga penyelenggara pendidikan, jadi tujuan
institusional berkaitan dengan tujuan yang dimiliki dan harus dicapai oleh
lembaga pendidikan tersebut. Tujuan institusional dirumuskan dalam bentuk
kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, seperti standar kompetensi
pendidikan dasar, menengah, kejuruan dan pendidikan tinggi.
c. Tujuan kurikuler
Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi
atau mata pelajaran. Atau dapat dikatakan tujuan kurikuler adalah tujuan yang
harus dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan sebuah pembelajaran.
Tujuan kurikuler ini juga berhubungan dengan tujuan institusional yang
dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang.
d. Tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran
Tujuan instruksional merupakan tujuan yang paling khusus dalam
pembelajaran. Tujuan instruksional terdapat dalam tujuan kurikuler. Tujuan
ini adalah tujuan yang harus dicapai oleh pesesrta didik setelah
menyelesaikan pembelajaran dalam satu kali pertemuan. Dalam hal ini guru
memiliki peranan terpenting untuk membawa peserta didik agar sampai pada
tujuan tersebut. Beberapa hal yang harus dicapai yaitu bidang kognitif,
afektif, dan psikomotor.
Isi Materi
Isi kurikulum merupakan pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh
siswa. Komponen isi merupakan materi yang diprogram untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Isi yang dimaksud disini berupa bidang-bidang studi yang
akan disampaikan. Isi kurikulum dibedakan menjadi dua. Kedua isi kurikulum ini
dibedakan berdasarkan tujuan institusional dan tujuan instruksional. Isi kurikulum
yang berkaitan dengan tujuan institusional akan membedakan bidang studi oleh
masing-masing jenis dan jenjang sekolah. Sebagai contoh bidang studi yang
disampaikn di jenjang SD akan berbeda dengan bidang studi yang di sampaikan di
SMP dan SMA. Dilihat dari jenisnya, bidang studi yang disampaikan s=di SD

akan berbeda dengan bidang studi yang disampaikan di MI. sama halnya pula
dengan bidang studi di SMP, SMA, dan SMK akan berbeda dengan bidang studi
yang disampaikan di MTS, MA, dan MAK. Isi kurikulum yang berkaitan dengan
tujuan instruksional adalah isi program suatu bidang studi yang disampaikan yang
selanjutnya disebut sebagai silabus. Silabus akan dijabarkan kedalam bentuk
pokok-pokok bahasan serta uraian bahan pelajaran. Penguraian bahan pelajaran
dilakukan oleh guru yang bersangkutan sebagai dasar pengambilan bahan dalam
segala kegiatan belajar mengajar dikelas.
Proses belajar mengajar atau cara penyampaian
Proses belajar merupakan realisasi dari tujuan dan materi yang telah
disusun. Cara penyampaian atau strategi penyampaian berhubungan dengan
implementasi kurikulum. Strategi penyampaian bisa meliputi rencana tindakan,
metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan sesuai
tujuan kurikulum itu sendiri.
Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar
yang digunakan dalam pengajaran. Tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran
tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tergambar
dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaan, mengadakan penilaian,
pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan, baik yang secara umum berlaku
maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran.
Strategi pelaksanaan kurikulum berhubungan dengan bagaimana kurikulum
itu dilaksanakan disekolah. Kurikulum merupakan rencana, ide, harapan, yang
harus diwujudkan secara nyata disekolah, sehingga mampu mampu mengantarkan
anak didik mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang baik tidak akan
mencapai hasil yang maksimal, jika pelaksanaannya menghasilkan sesuatu yang
tidak baik bagi anak didik.
Evaluasi

Evaluasi merupakan komponen terakhir dari kurikulum. Komponen ini


digunakan untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Selain itu evaluasi juga
digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum, dengan evaluasi dapat
diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran,
keberhasilah siswa, guru dan proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan hasil
evaluasi dapat dibuat keputusan kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan
dan upaya bimbingan yang diperlukan.
Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk meninjau kembali, apakah suatu
proses atau kegiatan yang terdapat dalam kurikulum itu telah dan dapat
dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dirumuskan diawal. Evaluasi
kurikulum dimaksudkan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik terhadap tujuan atau nilai-nilai kurikulum (Nur Ahid, 2006).
Kesimpulan
Kurikulum merupakan rencana pendidikan atau pengajaran yang akan
memandu guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum memiliki komponenkomponen penyusun antara lain tujuan, isi, strategi, dan evaluasi. Tujuan
berkaitan dengan cita-cita yang ingin dicapai melalui proses pendidikan, isi
adalahinformasi yang harus disampaikan kepada peserta didik yang terangkum
dalam beberapa bidang studi, strategi merupakan cara yang digunakan untuk
menyampaikan isi demi kemudahan mencapai tujuan, dan evaluasi digunakan
sebaga kontrol dari komponen-kompoen yang telah diberlakukan sudah sesuai dan
bekerja secara efisien atau belum. Keempat komponen tersebut memiliki fungsi
dan tugasnya masing-masing yang berbeda antara satu dan yang lain tetapi semua
kompenen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Pengertian tersebut merupakan pengertian dari kurikulum sebagai sebuah sistem.
Daftar Rujukan
Ahid, Nur. 2006. Konsep dan Teori Kurikulum dalam Dunia Pendidikan.
ISLAMICA, Vol. 1. No. 1. September 2006. STAIN KEDIRI.

http://islamica.uinsby.ac.id/index.php/islamica/article/download/5/5.
Diakses tanggal 7 September 2016.
Jujun S. Suriasumantri. 2000. System Thinking. Bandung: Bhina Cipta.
Salamah. 2006. Penelitian Teknologi Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan
Sistem. JURNAL PENDIDIKAN. Vol. 12, No. 2, Desember 2006 :152
-163.http://www.upy.ac.id/digilib/journal/salamah/15_PENELITIAN_TEK
NOLOGI_PEMBELAJARAN.pdf. Diakses tanggal 7 September 2016.
Soeparto,
Pengembangan
Kurikulum
SD.
http://educloud.fkip.unila.ac.id/index.php?dir=Ilmu
%20Pendidikan/Pendidikan%20Guru%20Sekolah%20Dasar/Pengembangan
%20Kurikulum/&file=pengembangan_kurikulum_1.pdf. Diakses tanggal 7
September 2016.
Sukmadinata, Nana S. 2008. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek.
Remaja Rosdakarya : Bandung.