Anda di halaman 1dari 2

Muhammad Nabil Ar-Ridho, 13/349606/EK/19534

Executive Summary Chapter 4


Accumulating and Assigning Costs to Products
Dalam menghitung kos produksi, akuntansi manajemen harus mengetahui biaya-biaya yang
muncul pada setiap arus di kegiatan perusahaan. Dalam bisnis, prioritas praktek akuntansi manajemen
berbeda-beda tergantung dari jenis perusahaan itu sendiri apakah manufaktur, ritel, atau jasa.
1. Pada perusahaan manufaktur, biaya yang muncul pertama kali yaitu biaya penggunaan bahan
baku. Kemudian ketika proses produksi dimulai, muncul biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead. Apabila produk tersebut belum jadi, maka biaya tersebut dikumpulkan dalam
akun work in process, sedangkan apabila sudah jadi, semua biaya masuk ke dalam akun
finished goods.
2. Pada perusahaan ritel, biaya yang muncul pertama kali yaitu biaya pembelian persediaan.
Kemudian biaya overhead seperti biaya tenaga kerja, depresiasi, utilitas muncul selama
persediaan itu belum terjual. Sebanyak 80% biaya dari total biaya adalah dari biaya
pembelian persediaan.
3. Pada perusahaan jasa, biaya yang muncul dan mendominasi adalah biaya tenaga kerja seperti
gaji dan upah pegawai. Biaya-biaya overhead lain juga muncul dalam perusahaan ini untuk
menunjang kegiatan utama perusahaan yaitu memberikan pelayanan jasa.
Setelah memahami tentang alur kegiatan pada setiap jenis perusahaan, terdapat beberapa
istilah di dalam perhitungan kos produksi yaitu,
1. Costs object adalah seluruh hal baik produk, kegiatan, dll. yang menghasilkan suatu biaya.
2. Consumable resource (variable cost) adalah biaya yang melekat pada jumlah sumber daya
yang digunakan.
3. Capacity related resource (fixed cost) adalah biaya yang dipengaruhi oleh kapasitas sumber
daya yang didapatkan dan bukan yang digunakan.
4. Direct costs adalah biaya yang dilekatkan secara langsung pada suatu hal dan indirect costs
adalah biaya yang dilekatkan secara tidak langsung pada suatu hal tetapi masih memiliki
andil/hubungan pada hal tersebut.
Apabila suatu biaya tergolong indirect costs, maka biaya tersebut dimasukkan ke dalam cost
pool yang nantinya akan dilekatkan pada costs object sesuai proporsinya. Misalnya biaya pemanasan,
pencahayaan, depresiasi pabrik atau peralatan dikelompokkan dalam fixed manufacturing overhead
dan biaya pemakaian listrik, material-material minor dikelompokkan dalam variable overhead. Dalam
melekatkan indirect costs kepada setiap produk, akuntan perlu menetapkan dasar pemicu biaya (costs
driver) seperti jam kerja tenaga kerja langsung, jam mesin beroperasi. Setelah menetapkan cost
driver, akuntan kemudian menghitung rate per unit dari cost driver. Beberapa perusahaan
menggunakan beberapa cost driver karena banyak biaya-biaya indirect yang terlibat dalam proses
tersebut.
Pengalokasian biaya overhead menggunakan biaya yang sudah direncanakan dan bukan biaya
yang sebenarnya terjadi karena biaya aktual tidak dapat diketahui hingga akhir periode akuntansi dan
dapat menjadi benchmark dalam melakukan kegiatan.

Pada bagian awal bab 4, dijelaskan bahwa metode akuntansi biaya produksi dibagi menjadi 2
metode yaitu job order costing dan process costing. Job order costing adalah pendekatan perkiraaan
biaya untuk pelanggan yang spesifik. Pendekatan ini melihat setiap permintaan pelanggan itu unik dan
memiliki kos yang berbeda-beda. Process costing adalah pendekatan perhitungan biaya ketika semua
produk perusahaan itu identik. Biaya per unit dapat dicari dengan mengakumulasikan seluruh biaya
langsung dan tidak langsung lalu dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.
PR dari Pak Ertambang Pas Pertemuan Sebelumnya

Apakah fixed cost selalu tidak relevan? Tidak demikian, fixed cost menjadi relevan apabila
manajer dihadapkan pada kondisi untuk meningkatkan produksi padahal kapasitas pabrik
sudah maksimal. Penambahan unit pabrik perlu dilakukan sehingga memunculkan tambahan
fixed cost yang harus ditanggung perusahaan.
Apakah variable cost selalu relevan? Menurut saya benar, karena meskipun biaya tetap yang
menjadi bahan utama pengambilan keputusan, selalu ada biaya variabel (incremental) yang
muncul atau hilang.
Apakah biaya depresiasi selalu sunk cost/tidak relevan? Tidak demikian, apabila perusahaan
dihadapkan pada kondisi untuk membeli suatu aset tetap yang harganya dan kapasitasnya
sama, tetapi berbeda pada umur ekonomisnya, tentu perusahaan akan memilih aset yang
memiliki umur ekonomis lebih lama dan depresiasi paling kecil. Namun, apabila biaya
depresiasi tersebut sudah dikeluarkan, biaya tersebut tidak relevan.
Apa itu reservation price, estimated price, dan premium price? Reservation price adalah titik
suatu harga dari produk yang dapat diterima oleh penjual sehingga produk tersebut tidak akan
terjual sebelum mencapai harga tersebut. Estimated price adalah titik perkiraan suatu harga
dari produk dapat terjual dan disanggupi oleh pembeli. Premium price adalah selisih/interval
dari reservation price dan estimated price.
Biaya idle capacity sebaiknya diperlakukan bagaimana dan dibebankan kepada siapa? Idle
capacity harus dibebankan kepada bagian dari perusahaan yang memiliki wewenang untuk
mengelola kapasitas tersebut. Bagian produksi belum tentu berwenang untuk menggunakan
idle capacity tersebut, bisa jadi manajemen headquarter yang bertanggungjawab untuk
memaksimalkan aset yang memiliki idle capacity tersebut. Idle capacity dapat disewakan
kepada pihak luar apabila dapat menghasilkan laba atau minimal mengurangi beban idle
capacity tersebut. Namun, apabila hal tersebut hanya menambah biaya, lebih baik kapasitas
tersebut dibiarkan saja.

Anda mungkin juga menyukai