Anda di halaman 1dari 2

PIPS

Antropologi Masa Kini


1. Perbedaan-perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah
Ilmu antropologi masih tergolong muda (kurang lebih satu abad) menyebabkan tujuan
dan ruang lingkupnya masih merupakan suatu kompleks masalah yang sampai sekarang
menjadi pokok perbedaan paham berbagai aliran.
Di Amerika Serikat, ilmu antropologi memakai dan mengintegrasikan seluruh warisan
bahan dan metode ilmu antropologi dalam fase 1,2,3, dan berbagai spesialisasi yang telah
dikembangkan secara khusus masyarakat dan kebudayaan menusia yang tampak pada
masa sekarang ini. (Fase keempatnya telah berkembang seluas-luasnya)
Di Inggris dan Negara jajahannya, ilmu antropologi dalam fase perkembangannya masih
pada tahap yang ketiga, namun seiring dengan hilangnya daerah jajahan Inggris, maka
sifat dari ilmu Antropologi akan berubah. Para sarjana Antropologi Australia mempelajari
suku bangsa asli di Papua Nugini untuk keperluan pemerintah-pemerintah jajahannya.
Disini Antropologi menunjukan fungsi untuk keperluan pemerintah.
Di Eropa Tengah, seperti Jerman, Austria, Swiss, sampai awal tahun 1970-an, ilmu
Antropologi masih bertujuan untuk memahami tentang penyebaran kebudayaan seluruh
umat manusia di muka bumi. Jadi masih ada di fase kedua. Di Eropa Utara, di Negaranegara Skandinavia, ilmu Antropologi bersifat akademikal, dan memiliki keistimewaan
dalam meneliti tentang kebudayaan bangsa Eskimo.
Di India, Antropologi dan Sosiologi sudah bukan ilmu yang berbeda lagi, melainkan telah
menjadi ilmu social yang baru. Di Indonesia, baru mau dikembangkan ilmu Antropologi
khas Indonesia. Di Indonesia kita belum terikat dan bebas untuk mengombinasikan
unsur-unsur dari berbagai aliran antropologi yang paling cocok dan pantas diselaraskan
dengan masalah kemasyarakatan di Indonesia. Penggunaan antropologi sebagai suatu
ilmu praktis untuk mengumpulkan data tentang suatu kehidupan masyarakat dan budaya
dari berbagai suku bangsa yang berbeda, konsepsi mengenai luas dari batas-batas
lapangan dan integrasi luas dari metode antropologi, penggunaan sebagai ilmu praktis
untuk mengumpulkan data tentang kebudayaan daerah dan masyarakat pedesaan, dan
penggunaan antropologi bersama dengan sosiologi sebagai ilmu praktis dapat memberi
bantuan dalam hal memecahkan masalah kemasyarakatan.
2. Perbedaan Istilah

Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut antropologi di berbagai Negara, padahal
artinya sama saja dengan mempelajari kebudayaan di bangsa-bangsa.
Ethnography, artinya pelukisan tentang bangsa-bangsa. Dipakai di Eropa Barat.
Ethnology, artinya ilmu bangsa-bangsa, lama dipakai di Amerika dan Inggris untuk
menyebut bagian dari antropologi yang mempelajari tentang sejarah perkembangan
kebudayaan manusia.
Volkerkunde, artinya ilmu bangsa-bangsa, dipakai di Eropa Timur.
Kulturkunde, ilmu kebudayaan, dipakai di Jerman, memiliki arti sama dengan pemkaain
kata ethnology.
Antropology, berarti ilmu tentang manusia, dulu digunakan dalam istilah lain, ilmu
tentang ciri-ciri tubuh manusia. Penggunaan kata antropology di Eropa barat berarti
tentang ilmu yang mempelajari ras-ras manusia dipandang dari ciri-ciri fisiknya.