Anda di halaman 1dari 38

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

NILAI NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL


DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA PROVINSI BALI

NAMA

: dr. I Komang Adhi Amertajaya, S.Ked

NIP

: 19860408 2015031006

NDH

:2

DIKLAT PRAJABATAN CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XII


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BALI
TAHUN 2016

LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
PEGAWAI NEGERI SIPIL

Nama

: dr. I Komang Adhi Amertajaya, S.Ked

NIP / NDH

: 198604082015031006 / 2

Jabatan
Instansi

: Calon Dokter Umum Pertama


: Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali

Telah memenuhi syarat untuk diseminarkan pada Seminar Rancangan Aktualisasi


Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara di Badan Pendidikan dan Pelatihan
Provinsi Bali yang diselenggarakan pada tanggal 29 Pebruari 2016.

Denpasar, 29 Pebruari 2016


Coach

Mentor

I Made Sedana Yoga, ST, M.Si

Drg. AA Istri Purnayu Utami.

NIP. 19700101997031018

NIP. 196508121993122001

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi
PNS di Rumah Sakit Mata Bali Mandara ini dapat tersusun sesuai rencana.
Keberhasilan penyusunan rancagan kegiatan aktualisasi ini tidak cukup berbekal kerja
keras dan motivasi tinggi, namun juga karena adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu
penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Ida Bagus Sedhawa, S.E, M.Si., selaku Kepala Badan Diklat Provinsi
Bali sekaligus penguji.
2. Bapak I Made Sedana Yoga, ST. M.Si., selaku coach yang senantiasa memberikan
bimbingannya
3. Ibu Drg. AA Istri Purnayu Utami selaku mentor dan atasan langsung di RS Mata
Bali Mandara yang memberikan pengarahan pada penulis.
4. Keluarga besar RS Mata Bali Mandara sebagai tempat penulis melakukan
aktualisasi.
5. Seluruh Widyaiswara dan Pegawai Badan Diklat Provinsi Bali atas fasilitas dan
dukungannnya.
6. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta diklat prajabatan golongan III Provinsi
Bali tahun 2016 yang selalu memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses penyusunan rancangan aktualisasi
ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkann

Denpasar, 29 Februari 2016

dr. I Komang Adhi Amertajaya, S.Ked

DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................................

Lembar Persetujuan...................................................................................................

ii

Kata Pengantar...........................................................................................................

iii

Daftar Isi....................................................................................................................

iv

Daftar Tabel................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................

1.1 Latar Belakang.........................................................................................


1.2 Tujuan......................................................................................................
1.3 Lokus Kegiatan........................................................................................

1
2
2

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI RS MATA BALI MANDARA.......................

2.1 Visi dan Misi Organisasi..........................................................................

2.2 Nilai dan Filosofi.....................................................................................

2.3 Struktur Organisasi..................................................................................

2.4 Tugas dan Fungsi Dokter Umum Gawat Darurat....................................

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR .....................................

3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi..............................................................

3.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan..................................................................

32

BAB IV PENUTUP...................................................................................................

33

4.1 Simpulan..................................................................................................

33

Daftar Pustaka............................................................................................................

34

DAFTAR TABEL
4

Tabel 1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS....................................7


Tabel 2. Keterkaitan Rancangan Aktualisasi dengan Nilai-Nilai Dasar PNS dan
Analisis Dampak...........................................................................................14
Tabel 3. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan...........................................................................32

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki semua prakondisi untuk mewujudkan tujuan negara sebagaimana
tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, yang ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya
manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Namun prakondisi
yang sudah terpenuhi ini belum mampu dikelola secara efektif dan efisien oleh para aktor
pembangunan, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya laju pembangunan
global dewasa ini.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan keberhasilan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Namun dewasa ini citra PNS semakin
buruk karena ulah beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab. Oleh sebab itu
diperlukan sosok PNS yang memiliki kemampuan melakukan aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi PNS, mampu memenuhi standar kompetensi jabatan, memiliki kesehatan fisik dan
mental, mampu menjaga sikap dan perilaku disiplin dalam melaksanakan tugas
jabatannya serta memahami peran dan kedudukannya sebagai pelayan publik
professional.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang
diarahkan untuk tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dalam
mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, maka
pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang terpadu,
menyeluruh, dan berkesinambungan..Salah satu institusi pelayanan kesehatan yang
bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan adalah rumah sakit.
Rumah Sakit Mata Bali Mandara merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat
Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.Visi Rumah Sakit Mata Bali
Mandara adalah menjadi pusat pelayanan dan rujukan mata regional untuk mewujudkan
Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera. Dalam mewujudkan visi tersebut salah satu
persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009
adalah persyaratan pelayanan gawat darurat
Pelayanan gawat darurat rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit
yang memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, dan dokter umum sebagai salah
satu tenaga medis memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan pada pasien.
6

Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan medis, mengharuskan adanya
perubahan pelayanan ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi pelayanan
prima. Perubahan orientasi tersebut membuat seorang dokter dituntut untuk
meningkatkan kompetensinya dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan perilaku
sehingga dapat melaksanakan tugas yang menjadi kewenangannya dengan baik, salah
satunya adalah dengan mengikuti Diklat Prajabatan.
Sistem pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan (Diklat) Prajabatan pola baru,
menuntut setiap peserta Diklat Prajabatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
profesi PNS yaitu Akuntabilitas PNS, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi yang diakronimkan menjadi ANEKA. Melalui proses pembelajaran
aktualisasi ini, seluruh atau beberapa nilai dasar akan melandasi pelaksanaan setiap
kegiatan peserta Diklat Prajabatan sehingga setiap peserta mampu menemukan dan
mengungkapkan makna dibalik penerapan nilai dasar tersebut di tempat tugas masingmasing.
Hal tersebut dapat menjadi peluang sekaligus merupakan tantangan bagi profesi
dokter yang sekaligus aparatur sipil negara untuk maju meningkatkan kompetensinya
serta dapat memberikan pelayanan medis secara komprehensif dengan menerapkan nilainilai dasar profesi PNS sehingga dapat berperan serta dalam mewujudkan visi Rumah
Sakit Mata Bali Mandara dan meningkatkan citra Rumah Sakit Mata Bali Mandara di
masyarakat.
1.2 Tujuan
Tujuan dari rancangan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ini adalah sebagai dasar
melakukan aktualisasi di tempat kerja sehingga diharapkan akan membentuk dokter
umum IGD yang karakternya mencerminkan nilai-nilai dasar profesi PNS sehingga
mampu melaksanakan tugas dan peranan secara professional dalam melayani pasien dan
masyarakat
1.3 Lokus Kegiatan
Kegiatan Aktualisasi ini dilakukan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Provinsi Bali
mulai tanggal 1 Maret 2016 sampai dengan 19 Maret 2016

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI RS MATA BALI MANDARA

Rumah Sakit Mata Bali Mandara yang sebelumnya bernama Badan Pelayanan
Khusus RS Indera Masyarakat adalah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali yang berdiri
sejak tanggal 28 Februari 2002 berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 3 tahun 2002.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 456 tahun 2015, maka
sejak bulan Mei 2015, RS Indera berubah menjadi RS Mata Bali Mandara dan menyandang
status sebagai RS Khusus Kelas A yang memberikan pelayanan kesehatan spesialistik di
bidang Indera Pengelihatan (Mata), Indera Pendengaran (THT) dan Indera Peraba (Kulit dan
Kelamin). Tugas pokok RS Mata Bali Mandara adalah membantu Gubernur dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan Indera.
2.1 Visi dan Misi Organisasi
Adapun visi Rumah Sakit Mata Bali Mandara adalah menjadi pusat pelayanan dan
rujukan mata regional untuk mewujudkan Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera.
Sedangkan misi yang diemban RS Mata Bali Mandara adalah :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata secara paripurna, bermutu,
berorientasi pada kepuasan masyarakat, terjangkau dan berkeadilan
2. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan keterampilan di bidang kesehatan
mata
3. Menyelenggarakan penelitian dalam rangka mendukung jejaring pendidikan di
bidang kesehatan mata
2.2 Nilai dan Filosofi
Adapun nilai-nilai yang dianut dalam setiap pelaksanaan tugas di lingkungan RS
Mata Bali Mandara adalah nilai kerjasama, keterbukaan, tanggung jawab dan tulus ihklas
sedangkan filosofi yang dimunculkan adalah menunjang tingkat harkat dan martabat manusia
yang dilandasi paham Tat Twam Asi.

2.3 Struktur Organisasi

2.4 Tugas dan Fungsi Dokter Umum Instalasi Gawat Darurat


Dokter umum instalasi gawat darurat memiliki tugas dan fungsi memberikan
pelayanan medis kepada pasien di RS Mata Bali Mandara, dengan kewenangan klinis sesuai
dengan SK Direktur sebagai berikut :

Melaksanakan Tindakan resusitasi


Melaksanakan Tindakan BHD
Melaksanakan tindakan bedah minor
Melakukan pemeriksaan visus
Melaksanakan tindakan perawatan luka
Melakukan pemeriksaan slit lamp
Melakukan pemeriksaan funduskopi
Melakukan pemeriksaan tekanan bola mata dengan tonometer schiotz
Melakukan tindakan irigasi mata
Melakukan tindakan ekstraksi korpal mata
Melakukan pemeriksaan otoskop
Melakukan tindakan irigasi telinga
Melakukan tindakan ekstraksi korpal telinga
Melakukan tindakan ekstraksi korpal hidung
Penanganan syok anafilaktik
Penanganan serangan asthma
Melakukan tindakan ekstraksi korpal tenggorok
9

Melakukan pengecekan pH mata


Melakukan pemeriksaan EKG
Penanganan epistaksis

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR
3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Berikut beberapa kegiatan yang akan penulis aktualisasikan di unit kerja RS
Mata Bali Mandara dari tanggal 1 Maret 2016 sampai dengan 19 Maret 2016 yaitu :
1. Konsultasi medik kegawatdaruratan di IGD
2. Persiapan pasien operasi mata di ruang pra operasi
10

3. Operasi bedah minor incise hordeolum di ruang tindakan


4. Perawatan luka erosi kornea di IGD
5. Pembuatan catatan medik pasien IGD dengan lengkap dan tulisan yang jelas
6. Penulisan resep sesuai dengan diagnosis dan menggunakan tulisan yang jelas
7. Pemeriksaan penunjang mata sederhana (pH mata)
8. Pembuatan surat keterangan sehat umum
9. Berpartisipasi dalam kegiatan bakti social kesehatan mata
10. Pembuatan daftar riwayat dan resiko kesehatan pegawai RS Mata Bali
Mandara
11. Pembuatan alat peraga edukasi pasien IGD

11

Tabel 3.2.1 Rancangan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS


No

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Konsultasi

a. Melakukan triase

kegawatdaruratan di

pasien
b. Anamnesis terhadap

IGD

pasien
c. Menentukan

Output/Hasil

Nilai-Nilai

Kontribusi

Penguatan Nilai

Kegiatan

Dasar

terhadap Visi

organisasi

Jumlah pasien

Akuntabilitas

Misi Organisasi
Membantu

Mendukung penguatan

yang telah

Nasionalisme

mewujudkan visi

nilai kerjasama,

mendapat

Etika Publik

dan misi RS

keterbukaan, tanggung

penanganan IGD

Komitmen

Mata Bali

jawab dan tulus ikhlas

mutu

Mandara dengan

Anti Korupsi

memberikan

diagnosis kelainan
yang dialami pasien
d. Merencanakan dan

pelayanan pasien

memberi penanganan

IGD

sesuai kelainan yang


ditemukan
e. Memberikan
informasi dan
edukasi terhadap
pasien sesuai dengan
keadaan pasien
2

Persiapan pasien
operasi mata di ruang

a. Melakukan
pengecekan identitas

Jumlah pasien

Akuntabilitas

Membantu

Mendukung penguatan

pra operasi yang

Nasionalisme

mewujudkan visi

nilai kerjasama,

12

pra operasi

pasien
b. Melakukan

siap menjalani

Etika Publik

dan misi RS

keterbukaan, tanggung

operasi

Komitmen

Mata Bali

jawab dan tulus ikhlas

mutu

Mandara dengan

Anti Korupsi

memberikan

anamnesis pasien
c. Melakukan
pemeriksaan tanda

pelayanan pasien

vital pra operasi


d. Melakukan

pra operasi

penanganan terhadap
factor penyulit
operasi
e. Melakukan KIE pada
3

Operasi bedah minor


incise hordeolum di
ruang tindakan

pasien
a. Memeriksa
kelengkapan syarat
operasi
b. Memberi informasi

Jumlah pasien

Akuntabilitas

Membantu

Mendukung penguatan

dengan

Nasionalisme

mewujudkan visi

nilai kerjasama,

hordeolum yang

Etika Publik

dan misi RS

keterbukaan, tanggung

telah dioperasi

Komitmen

Mata Bali

jawab dan tulus ikhlas

mutu

Mandara dengan

Anti Korupsi

memberikan

persiapan operasi
c. Melakukan operasi
incise hordeolum
d. Memberikan terapi

pelayanan pasien

dan penanganan

bedah minor

paska operasi
e. Melakukan KIE
4

Perawatan luka erosi

kepada pasien
a. Anamnesis terhadap

mata

Jumlah pasien
13

Akuntabilitas

Membantu

Mendukung penguatan

kornea di IGD

pasien
b. Melakukan penetesan
anestesi local mata
c. Melakukan penetesan

erosi kornea yang

Nasionalisme

mewujudkan visi

nilai kerjasama,

telah mendapat

Etika Publik

dan misi RS

keterbukaan, tanggung

perawatan

Komitmen

Mata Bali

jawab dan tulus ikhlas

mutu

Mandara dengan

Anti Korupsi

memberikan

flouresin untuk
melokalisasi area

pelayanan pasien

erosi
d. Melakukan irigasi

IGD

mata
e. Memberikan terapi
dan penutupan luka
erosi
f. Memberikan KIE
pada pasien
5

Pembuatan catatan
medik pasien dengan
lengkap dan tulisan
yang jelas

a. Mengecek kembali
kesesuaian identitas
pasien
b. Mencatat semua hasil

Jumlah catatan

Akuntabilitas

Membantu

Mendukung penguatan

medik yang terisi

Nasionalisme

mewujudkan visi

nilai kerjasama,

dengan lengkap

Etika Publik

dan misi RS

keterbukaan, tanggung

dan benar

Komitmen

Mata Bali

jawab

mutu

Mandara dengan

Anti Korupsi

membuat catatan

pemeriksaan dan
rencana tindak lanjut
pada form catatan

medik yang

medik
c. Membubuhkan nama

lengkap dan
jelas

dan tanda tangan


14

pada kolom yang


6

Penulisan resep
sesuai dengan
diagnosis dan
menggunakan tulisan
yang jelas

tersedia
a. Menuliskan tanggal
pembuatan resep
b. Menanyakan riwayat
alergi obat
c. Menanyakan berat
badan pasien (bila

Resep yang baik

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

dan sesuai

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

standarisasi RS

Etika Publik

pelayanan

keterbukaan, tanggung

Mata Bali

Komitmen

kepada

jawab dan tulus ikhlas

Mandara

mutu

masyarakat

Anti Korupsi

diperlukan)
d. Menuliskan jenis
obat, dosis dan cara
pemberian
e. Menuliskan identitas
pasien (nama , umur,
alamat dan nomor
7

Pemeriksaan
penunjang mata
sederhana (pH mata)

rekam medis
a. Melakukan
anamnesis pasien
b. Meneteskan anestesi
local mata
c. Mengukur pH mata
menggunakan kertas

Hasilpemeriksaa

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

n penunjang yang

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

akurat dan jelas

Etika Publik

memberikan

keterbukaan, tanggung

untuk membantu

Komitmen

pelayanan

jawab dan tulus ikhlas

diagnose pasien

mutu

paripurna pada

Anti Korupsi

masyarakat

lakmus
d. Mencatat hasil
pengukuran
15

e. Memberikan KIE
8

Pembuatan surat
keterangan sehat
umum

pada pasien
a. Menuliskan identitas
pasien
b. Mengukur tinggi dan
berat badan pasien
c. Melakukan
pemeriksaan tanda

Surat keterangan

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

sehat yang akurat

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

dan dapat

Etika Publik

memberikan

keterbukaan, tanggung

dipertanggung

Komitmen

pelayanan

jawab dan tulus ikhlas

jawabkan

mutu

paripurna pada

Anti Korupsi

masyarakat

Jumlah pasien

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

yang mendapat

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

layanan bakti

Etika Publik

memberikan

keterbukaan, tanggung

social

Komitmen

pelayanan

jawab dan tulus ikhlas

mutu

paripurna pada

Anti Korupsi

masyarakat

vital
d. Melakukan
pemeriksaan fisik
umum
e. Meyimpulkan hasil
pemeriksaan
f. Menjelaskan hasil
pemeriksaan
g. Membubuhkan nama
9

Berpartisipasi dalam
kegiatan bakti social
kesehatan mata

dan tanda tangan


a. Persiapan sarana dan
prasarana bakti social
b. Melakukan
pemeriksaan mata
umum dan
pembagian kacamata
baca bila diperlukan

16

10

Pembuatan daftar
riwayat dan resiko
kesehatan pegawai
RS Mata Bali
Mandara

a. Meminta dan
membuat daftar nama
pegawai RS
b. Menyusun kuisioner
riwayat kesehatan
c. Membagikan
kuisioner kepada

Laporan riwayat

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

kesehatan dan

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

resiko kesehatan

Etika Publik

memberikan

keterbukaan, tanggung

pegawai yang

Komitmen

pelayanan

jawab dan tulus ikhlas

lengkap dan

mutu

paripurna pada

akurat

Anti Korupsi

masyarakat

Kit peraga

Akuntabilitas

Mewujudkan

Mendukung penguatan

edukasi yang

Nasionalisme

visi misi

nilai kerjasama,

efektif serta

Etika Publik

memberikan

keterbukaan, tanggung

efisien

Komitmen

pelayanan

jawab dan tulus ikhlas

mutu

paripurna pada

Anti Korupsi

masyarakat

seluruh pegawai
d. Mengumpulkan dan
merekap kuisioner
e. Melaporkan data
11

Pembuatan alat
peraga edukasi pasien
IGD

pada atasan
a. Melihat data laporan
jumlah dan sebaran
kasus IGD
b. Menyusun Kit alat
peraga berdasarkan
kasus-kasus tersering
c. Mensosialisasikan
penggunaan alat
peraga pada seluruh
dokter IGD

17

Tabel 3.2.2 Keterkaitan Rancangan Kegiatan Aktualisasi Dengan Nilai Nilai Dasar Serta Analisa Dampak
No
1

Tahapan Kegiatan
a. Melakukan triase pasien
b. Anamnesis terhadap pasien
c. Menentukan diagnosis kelainan
yang dialami pasien
d. Merencanakan dan memberi
penanganan sesuai kelainan yang
ditemukan
e. Memberikan informasi dan edukasi
terhadap pasien sesuai dengan
keadaan pasien

Output/Hasil

Nilai-Nilai Dasar

Kegiatan
Jumlah pasien

Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

yang telah

Bekerja dengan penuh

akuntabilitas maka dampak internal yang

mendapat

tanggung jawab sesuai

muncul adalah terjadi kesalahan baik dalam

dengan SOP yang

penanganan maupun diagnosis pasien dan

berlaku

dampak eksternalnya adalah ketidakpuasan

Nasionalisme

pasien serta bukan tidak mungkin bisa

Bekerja sesuai dengan

menurunkan kepercayaan pasien terhadap

kewajiban,

intitusi.

mengembangkan

nasionalisme bila tidak diterapkan maka

kerjasama yang baik

secara internal akan menimbulkan gesekan

dengan rekan

dan konflik di lingkungan unit kerja dan

paramedis dan

secara eksternal tentunya akan menurunkan

memberikan pelayanan

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

secara adil serta tidak

bila tidak diterapkan dengan baik akan

membeda-bedakan

menimbulkan ketersinggungan baik pada

Etika Publik

pasien maupun rekan di unit kerja.

penanganan
IGD

18

Analisis Dampak

Selanjutnya

didalam

bidang

Penanganan pasien

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

dengan santun,

akan menurunkan kualitas hasil pelayanan

komunikasi yang

dan secara eksternal akan menimbulkan

ramah, sesuai dengan

ketidakpuasan dari pasien. Anti korupsi

etika kedokteran

jika tidak diterapkan maka dampak secara

Komitmen mutu

internal yang akan mengemuka adalah

Bekerja dengan teliti,

terjadinya kecurangan dan memungkinkan

cepat dan cermat agar

adanya transaksi suap menyuap maupun

tidak terjadi kesalahan

penyalahgunaan wewenang yang akan

dalam diagnosis

menghambat kinerja organisasi. Sedangkan

maupun terapi

secara eksternal tentu dampak langsung

Anti Korupsi

yang dirasakan oleh pasien seperti harus

melakukan penanganan

membayar lebih mahal dan tidak menutup

pasien sesuai dengan

kemungkinan bisa berujung ke tuntutan

standar diagnosis dan

hukum.

terapi, tidak melebihlebihkan ataupun


2

a. Melakukan pengecekan identitas


pasien
b. Melakukan anamnesis pasien
c. Melakukan pemeriksaan tanda
vital pra operasi

menguranginya
Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

pra operasi

Bekerja dengan penuh

akuntabilitas maka dampak internal yang

yang siap

tanggung jawab sesuai

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

menjalani

dengan SOP yang

penanganan

Jumlah pasien

19

dan

dampak

eksternalnya

d. Melakukan penanganan terhadap


factor penyulit operasi
e. Melakukan KIE pada pasien

operasi

berlaku

adalah ketidakpuasan pasien serta bisa

Nasionalisme

menurunkan kepercayaan pasien terhadap

Bekerja sesuai dengan

intitusi.

kewajiban,

nasionalisme bila tidak diterapkan makan

mengembangkan

secara internal akan menimbulkan gesekan

kerjasama yang baik

dan konflik dilingkungan unit kerja dan

dengan rekan

secara eksternal tentunya akan menurunkan

paramedis dan

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

memberikan pelayanan

bila tidak diterapkan dengan baik akan

secara adil serta tidak

menimbulkan ketersinggungan baik pada

membeda-bedakan

pasien maupun rekan di unit kerja.

Etika Publik

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

Penanganan pasien

akan menurunkan kualitas hasil pelayanan

dengan santun,

dan secara eksternal akan menimbulkan

komunikasi yang

ketidakpuasan dari pasien. Anti korupsi

ramah, sesuai dengan

jika tidak diterapkan akan maka dampak

etika kedokteran

secara internal yang akan terjadi adalah

Komitmen mutu

terjadinya kecurangan dan memungkinkan

Bekerja dengan teliti,

adanya transaksi suap menyuap maupun

cepat dan cermat agar

penyalahgunaan wewenang yang akan

tidak terjadi kesalahan

menghambat kinerja organisasi. Sedangkan

dalam tindakan

secara eksternal tentu dampak langsung

20

Selanjutnya

didalam

bidang

Anti Korupsi

yang dirasakan oleh pasien seperti harus

melakukan penanganan

membayar lebih mahal.

pasien sesuai dengan


standar diagnosis dan
terapi, tidak melebihlebihkan ataupun
3

a. Memeriksa kelengkapan syarat


operasi
b. Memberi informasi persiapan
operasi
c. Melakukan operasi incise
hordeolum
d. Memberikan terapi dan
penanganan paska operasi
e. Melakukan KIE kepada pasien
f. Menulis laporan operasi

menguranginya
Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

dengan

Bekerja dengan penuh

akuntabilitas maka dampak internal yang

hordeolum

tanggung jawab sesuai

terjadi adalah terjadinya kesalahan baik

yang telah

dengan SOP yang

dalam

dioperasi

berlaku

eksternalnya adalah ketidakpuasan pasien

Nasionalisme

serta bisa menurunkan kepercayaan pasien

Bekerja sesuai dengan

terhadap

kewajiban,

bidang nasionalisme bila tidak diterapkan

mengembangkan

maka secara internal akan menimbulkan

kerjasama yang baik

gesekan dan konflik dilingkungan unit

dengan rekan

kerja dan secara eksternal tentunya akan

paramedis dan

menurunkan kinerja pelayanan. Dibidang

memberikan pelayanan

etika publik bila tidak diterapkan dengan

secara adil serta tidak

benar akan menimbulkan ketersinggungan

membeda-bedakan

baik pada pasien maupun rekan di unit

Jumlah pasien

21

penanganan

intitusi.

dan

Selanjutnya

dampak

didalam

Etika Publik

kerja.

Komitmen

Penanganan pasien

diterapkan tentu akan menurunkan kualitas

dengan santun,

hasil pelayanan dan secara eksternal akan

komunikasi yang

menimbulkan ketidakpuasan dari pasien.

ramah, sesuai dengan

Anti korupsi jika tidak diterapkan maka

etika kedokteran

dampak secara internal yang akan terjadi

Komitmen mutu

adalah

Bekerja dengan teliti,

memungkinkan

cepat dan cermat agar

menyuap

tidak terjadi kesalahan

wewenang yang akan menghambat kinerja

dalam tindakan

organisasi. Sedangkan secara eksternal

Anti Korupsi

tentu dampak langsung yang dirasakan oleh

melakukan penanganan

pasien seperti harus membayar lebih mahal

pasien sesuai dengan

dan tidak menutup kemungkinan bisa

standar diagnosis dan

berujung ke tuntutan hukum.

terjadinya

mutu

kecurangan

adanya

maupun

jika

transaksi

tidak

dan
suap

penyalahgunaan

terapi, tidak melebihlebihkan ataupun


menguranginya
4

a. Anamnesis terhadap pasien


b. Melakukan penetesan anestesi local
mata
c. Melakukan penetesan flouresin

Jumlah pasien

Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

erosi kornea

Bekerja dengan penuh

akuntabilitas maka dampak internal yang

yang telah

tanggung jawab sesuai

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

22

untuk melokalisasi area erosi


d. Melakukan irigasi mata
e. Memberikan terapi dan penutupan
luka erosi
f. Memberikan KIE pada pasien

mendapat

dengan SOP yang

penanganan

perawatan

berlaku

adalah ketidakpuasan pasien serta bukan

Nasionalisme

tidak

Bekerja sesuai dengan

kepercayaan

kewajiban,

Selanjutnya didalam bidang nasionalisme

mengembangkan

bila tidak diterapkan makan secara internal

kerjasama yang baik

akan menimbulkan gesekan dan konflik di

dengan rekan

lingkungan unit kerja dan secara eksternal

paramedis dan

tentunya

memberikan pelayanan

pelayanan. Dibidang etika publik bila tidak

secara adil serta tidak

diterapkan dengan baik akan menimbulkan

membeda-bedakan

ketersinggungan baik pada pasien maupun

Etika Publik

rekan di unit kerja. Komitmen mutu jika

Penanganan pasien

tidak diterapkan tentu akan menurunkan

dengan santun,

kualitas

komunikasi yang

eksternal akan menimbulkan ketidakpuasan

ramah, sesuai dengan

dari pasien. Anti korupsi jika tidak

etika kedokteran

diterapkan maka dampak secara internal

Komitmen mutu

yang

Bekerja dengan teliti,

kecurangan dan memungkinkan adanya

cepat dan cermat agar

transaksi

tidak terjadi kesalahan

penyalahgunaan wewenang yang akan

23

dan

dampak

mungkin
pasien

akan

hasil

akan

bisa

menurunkan

terhadap

intitusi.

menurunkan

pelayanan

terjadi
suap

eksternalnya

kinerja

dan

adalah
menyuap

secara

terjadinya
maupun

dalam tindakan

menghambat kinerja organisasi. Sedangkan

Anti Korupsi

secara eksternal tentu dampak langsung

melakukan penanganan

yang dirasakan oleh pasien seperti harus

pasien sesuai dengan

membayar lebih mahal dan tidak menutup

standar diagnosis dan

kemungkinan berujung ke tuntutan hukum.

terapi, tidak melebihlebihkan ataupun


5

a. Mengecek kembali kesesuaian


identitas pasien
b. Mencatat semua hasil pemeriksaan
dan rencana tindak lanjut pada form
catatan medik
c. Membubuhkan nama dan tanda
tangan pada kolom yang tersedia

Jumlah catatan

menguranginya
Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

medik yang

Responsibilitas

akuntabilitas maka dampak internal yang

terisi dengan

terhadap semua

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

lengkap dan

pemeriksaan dan

pengisian

tindakan yang telah

eksternalnya adalah menghambat kerja unit

dilakukan

rekam medis dan bisa berujung pada

Etika Publik

buruknya data administrasi rumah sakit

Kejujuran dan

Selanjutnya didalam bidang nasionalisme

netralitas dalam

bila tidak diterapkan maka secara internal

mengisi sesuai dengan

akan menimbulkan gesekan antar unit dan

fakta yang kita

konflik dilingkungan unit kerja dan secara

dapatkan

eksternal

Komitmen mutu

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

Mengisi rekam medis

bila tidak diterapkan dengan baik akan

benar

24

rekam

tentunya

medis

akan

dan

dampak

menurunkan

dengan cermat, lengkap menimbulkan ketersinggungan baik pada


dan mudah terbaca

rekan di unit kerja lain. Komitmen mutu

sehingga mencegah

jika

kekeliruan dalam

menurunkan kualitas hasil pencatatan dan

penafsiran

secara

Anti Korupsi

ketidakpuasan dari unit selanjutnya dan

Rekam medis yang

berdampak

ditulis sesuai dengan

administrasi pasien rumah sakit. Anti

fakta dan tanpa tekanan

korupsi jika tidak diterapkan maka dampak

dari siapapun karena

secara internal yang akan terjadi adalah

rekam medis juga

terjadinya

digunakan dalam

manipulasi data yang akan menghambat

proses klaim asuransi

kinerja

tidak

diterapkan

eksternal

akan

pada

akan

menimbulkan

buruknya

kecurangan

organisasi.

tentu

dan

Sedangkan

data

adanya
secara

eksternal tentu dampak langsung yang


dirasakan

oleh

pasien

seperti

harus

batalnya klaim asuransi hingga tidak


menutup kemungkinan bisa berujung ke
6

Akuntabilitas

tuntutan hukum.
Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

Menulis resep yang

akuntabilitas maka dampak internal yang

rasional sesuai dengan

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

standarisasi RS indikasi diagnosis dan

pemberian obat dan dampak eksternalnya

a. Menuliskan tanggal pembuatan

Menghasilkan

resep
b. Menanyakan riwayat alergi obat
c. Menanyakan berat badan pasien

resep yang

(bila diperlukan)

baik dan sesuai

25

d. Menuliskan jenis obat, dosis dan

Mata Bali

pedoman penulisan

adalah menghambat kerja unit farmasi dan

cara pemberian
e. Menuliskan identitas pasien (nama ,

Mandara

formularium rumah

bisa berujung pada buruknya pelayanan

sakit

farmasi rumah sakit. Selanjutnya didalam

Nasionalisme

bidang nasionalisme bila tidak diterapkan

Membuat resep yang

maka secara internal akan menimbulkan

sesuai diagnosis tanpa

gesekan dan konflik dilingkungan unit

umur, alamat dan nomor rekam


medis

melakukan diskriminasi kerja dan secara eksternal tentunya akan


Etika Publik

menurunkan kinerja pelayanan. Dibidang

Penulisan resep yang

etika publik bila tidak diterapkan dengan

jelas akan

baik akan menimbulkan ketersinggungan

memudahkan petugas

baik pada pasien maupun rekan di unit

farmasi untuk

kerja.

menyiapkan obat

diterapkan

sehingga waktu tunggu

kesalahan penyiapan obat dan secara

pasien berkurang

eksternal akan terjadi kesalahan pemberian

Komitmen mutu

obat selanjutnya bisa berdampak buruk

Penulisan resep yang

seperti efek samping maupun keracunan

jelas akan membantu

pada pasien rumah sakit. Anti korupsi jika

petugas farmasi

tidak diterapkan maka dampak secara

memberikan obat yang

internal yang akan terjadi adalah terjadinya

benar dan mencegah

kecurangan dan memungkinkan adanya

kesalahan yang

penyalahgunaan wewenang yang akan

26

Komitmen
tentu

mutu
akan

jika

tidak

menimbulkan

mungkin terjadi

mencoreng citra organisasi. Sedangkan

Anti Korupsi

secara eksternal tentu dampak langsung

Memberikan obat

yang

dengan nama generic

mendapat obat yang salah baik dari jenis,

dapat menghindarkan

cara pemberian maupun jumlah hingga

pasien membayar lebih

tidak menutup kemungkinan bisa berujung

untuk obat yang

ke tuntutan hukum.

dirasakan

oleh

pasien

seperti

kandungannya sama
7

a. Melakukan anamnesis pasien


b. Meneteskan anestesi local mata
c. Mengukur pH mata
menggunakan kertas lakmus
d. Mencatat hasil pengukuran
e. Memberikan KIE pada pasien

tapi berbeda merk


Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

Melakukan

akuntabilitas maka dampak internal yang

penunjang

pemeriksaan dengan

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

yang akurat

peralatan standard an

pemeriksaan dan pengukuran, dampak

terjamin sehingga hasil

eksternalnya adalah salahnya penetapan

pemeriksaan dapat

diagnosis

hingga

dipertanggungjawabka

buruknya

pelayanan

n untuk meneggakan

Selanjutnya didalam bidang nasionalisme

diagnosis

bila tidak diterapkan maka secara internal

Etika Publik

akan menimbulkan gesekan dan konflik

Melakukan

dilingkungan

pemeriksaan sesuai

eksternal tentunya akan menurunkan citra

dengan indikasi akan

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

Menghasilkan
pemeriksaan

dan jelas untuk


membantu
diagnose
pasien

27

unit

berdampak
rumah

kerja

dan

pada
sakit.

secara

meningkatkan

bila tidak diterapkan dengan baik akan

ketepatan diagnosis

menimbulkan ketersinggungan baik pada

sehingga pasien

pasien maupun rekan di unit kerja.

mendapat penanganan

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

yang tepat

akan menimbulkan kesalahan pengukuran

Komitmen mutu

hasil dan secara eksternal akan terjadi

Melakukan

kesalahan diagnosis yangselanjutnya bisa

pemeriksaan untuk

berdampak buruk pada pasien rumah sakit.

menegakkan diagnosis

Anti korupsi jika tidak diterapkan maka

sehingga pelayanan ke

dampak secara internal yang akan terjadi

pasien menjadi lebih

adalah

akurat

manipulasi data yang

Anti Korupsi

adanya penyalahgunaan wewenang yang

Mengenakan tariff

akan

pemeriksaan penunjang

Sedangkan secara eksternal tentu dampak

sesuai dengan PERDA

langsung yang dirasakan oleh pasien

yang berlaku di RS

seperti mendapat diagnosis yang salah

Mata Bali Mandara

sehingga penanganan yang diberikan juga

terjadinya

merugikan

kecurangan

dan

memungkinkan

kinerja

organisasi.

salah dan harus mengelurkan biaya lebih


8

a. Menuliskan identitas pasien


b. Mengukur tinggi dan berat

Surat

Akuntabilitas

mahal
Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

keterangan

Membuat surat

akuntabilitas maka dampak internal yang

28

badan pasien
c. Melakukan pemeriksaan tanda
vital
d. Melakukan pemeriksaan fisik
umum
e. Meyimpulkan hasil pemeriksaan
f. Menjelaskan hasil pemeriksaan
g. Membubuhkan nama dan tanda
tangan

sehat yang

keterangan dengan

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

akurat dan

sungguh-sungguh dan

pembuatan surat sehingga secara eksternal

dapat

bertanggungjawab baik

akan membuat buruk citra pelayanan

dipertanggung

mengenai kelengkapan

rumah sakit. Selanjutnya didalam bidang

data pasien maupun

nasionalisme bila tidak diterapkan maka

administrasi surat

secara internal akan menimbulkan gesekan

Nasionalisme

dan konflik dilingkungan unit kerja dan

Memberikan pelayanan

secara eksternal tentunya akan menurunkan

pada pasien tanpa

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

diskriminasi dan semua

bila tidak diterapkan dengan baik akan

pasien mendapatkan

menimbulkan ketersinggungan baik pada

alur pelayanan yang

pasien maupun rekan di unit kerja.

sama sesuai prosedur

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

yang ada

akan menimbulkan kesalahan pembuatan

Etika Publik

surat dan secara eksternal akan terjadi

Memberikan pelayanan

kesalahan pembuatan maupun pemberian

yang ramah dan sopan

surat. Anti korupsi jika tidak diterapkan

dan menjelaskan

maka dampak secara internal yang akan

dengan sabar bila

terjadi adalah terjadinya kecurangan dan

terdapat pertanyaan

memungkinkan adanya suap menyuap yang

dari pasien

akan

Komitmen mutu

Sedangkan secara eksternal tentu dampak

jawabkan

29

menghambat

kinerja

organisasi.

Memberikan pelayanan

langsung yang dirasakan oleh pasien yang

dengan cepat, cermat

mungkin

dan teliti sesuai dengan

kemungkinan

format baku yang

keterangan yang dibuat.

harus

membayar
tidak

lebih

sahnya

dan
surat

tersedia sehingga
informasi yang
dibutuhkan dapat
tercantum dengan baik
Anti Korupsi
Mengenakan tarif pada
pasien sesuai dengan
tarif RS Mata Bali
9

a. Persiapan sarana dan prasarana

Jumlah pasien

Mandara yang berlaku


Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

bakti social
b. Melakukan pemeriksaan mata

yang mendapat

Bekerja sesuai dengan

akuntabilitas maka dampak internal yang

SOP yang berlaku

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

Nasionalisme

pemeriksaan, dampak eksternalnya adalah

Bekerja ikhlas dengan

salahnya

kewajiban memberikan

berdampak

pelayanan secara adil

rumah sakit. Selanjutnya didalam bidang

serta tidak membeda-

nasionalisme bila tidak diterapkan maka

bedakan

secara internal akan menimbulkan gesekan

umum dan pembagian kacamata


baca bila diperlukan

layanan bakti
social

30

penetapan
pada

diagnosis

buruknya

hingga

pelayanan

Etika Publik

dan konflik dilingkungan bakti social dan

Komunikasi yang

secara eksternal tentunya akan menurunkan

ramah, sopan sesuai

citra Rumah Sakit. Dibidang etika publik

dengan etika

bila tidak diterapkan dengan baik akan

kedokteran

menimbulkan ketersinggungan baik pada

Komitmen mutu

pasien maupun rekan di unit kerja.

Bekerja dengan teliti,

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

cepat dan cermat agar

akan menimbulkan kesalahan diagnosis

tidak terjadi kesalah

dan secara eksternal akan terjadi kesalahan

dalam diagnosis

diagnosis yang selanjutnya bisa berdampak

maupun terapi

tidak tepatnya sasaran penerima bakti

Anti Korupsi

social rumah sakit. Anti korupsi jika tidak

melakukan penanganan

diterapkan maka dampak secara internal

pasien sesuai dengan

yang

standar diagnosis dan

kecurangan dan manipulasi data yang akan

terapi, tidak melebih-

merugikan kinerja organisasi. Sedangkan

lebihkan ataupun

secara eksternal tentu dampak langsung

menguranginya

yang dirasakan oleh pasien seperti tidak

akan

terjadi

adalah

terjadinya

sesuainya pembagian kacamata dengan


10

a. Meminta dan membuat daftar


nama pegawai RS

peruntukannya
Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

Laporan

Akuntabilitas

riwayat

menyusun laporan yang akuntabilitas maka dampak internal yang


31

b. Menyusun kuisioner riwayat


kesehatan
c. Membagikan kuisioner kepada
seluruh pegawai
d. Mengumpulkan dan merekap
kuisioner
e. Melaporkan data pada atasan

kesehatan dan

sesuai fakta dan dapat

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

resiko

dipertanggungjawabka

pembuatan

eksternal akan menyesatkan pengguna

Nasionalisme

lanjutan dari laporan ini. Selanjutnya

Laporan ini sendiri

didalam bidang nasionalisme bila tidak

dibuat karena adanya

diterapkan maka secara internal akan

kepedulian dan rasa

mengikis rasa kepedulian dan empati

memiliki terhadap

dilingkungan

insitusi

eksternal

Etika Publik

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

Proses pengumpulan

bila tidak diterapkan dengan baik akan

data dilakukan secara

menimbulkan ketersinggungan baik pada

sopan dan jujur

rekan di unit kerja dan secara eksternal

Komitmen mutu

akan menghambat pelayanan. Komitmen

Data yang diperoleh

mutu jika tidak diterapkan tentu akan

diperiksa kembali

menimbulkan

untuk mencegah

laporan

kesalahan pencatatan

menghambat

Anti Korupsi

dimasa datang. Anti korupsi jika tidak

Dalam pengumpulan

diterapkan maka dampak secara internal

data dilakukan secara

yang

transparan dan tidak

kecurangan dan manipulasi data yang akan

kesehatan
pegawai yang
lengkap dan
akurat

32

laporan

sehingga

secara

unit

kerja

dan

tentunya

akan

menurunkan

dan

akan

kesalahan
secara

terjadi

pembuatan

eksternal

pengambilan

adalah

secara

akan

keputusan

terjadinya

memihak

merugikan kinerja organisasi di masa


datang. Sedangkan secara eksternal tentu
dampak langsung yang dirasakan oleh
pegawai

yang

didata

mungkin

akan

mendapatkan layanan yang salah


Inovasi : Kegiatan ini sendiri merupakan sebuah inovasi karena belum pernah diadakan sebelumnya. Fungsi dari laporan ini sendiri
sangat penting untuk menunjang pelaksanaan tugas dimasa datang baik untuk unit kerja penulis maupun bagi atasan penulis. Dengan
adanya laporan ini maka apabila terjadi peristiwa kegawatdaruratan di masa depan bisa menyediakan info awal yang lengkap untuk
penanganan. Bagi atasan penulis, data laporan ini bisa dipergunakan untuk evaluasi kesehatan pegawai dan mungkin bisa digunakan
untuk kepentingan pembinaan pegawai.
11

a. Melihat data laporan jumlah


dan sebaran kasus IGD
b. Menyusun Kit alat peraga
berdasarkan kasus-kasus
tersering
c. Mensosialisasikan
penggunaan alat peraga pada
seluruh dokter IGD

Kit peraga

Akuntabilitas

Bila dalam kegiatan ini tidak didasari oleh

edukasi yang

Melaksanakan edukasi

akuntabilitas maka dampak internal yang

efektif serta

secara tepat, benar dan

terjadi adalah terjadinya kesalahan dalam

bertanggungjawab

pemberian informasi diagnosis pasien dan

Nasionalisme

dampak eksternalnya adalah ketidakpuasan

Memberikan edukasi

pasien serta bukan tidak mungkin bisa

dan sosialisasi secara

menurunkan kepercayaan pasien terhadap

adil dan tidak

intitusi.

membeda-bedakan

nasionalisme bila tidak diterapkan maka

Etika Publik

secara internal akan menimbulkan gesekan

Memberikan pelayanan

dan konflik dilingkungan unit kerja dan

efisien

33

Selanjutnya

didalam

bidang

yang terbaik, sopan dan

secara eksternal tentunya akan menurunkan

ramah serta memberi

kinerja pelayanan. Dibidang etika publik

penjelasan yang jelas

bila tidak diterapkan dengan baik akan

Komitmen mutu

menimbulkan ketersinggungan baik pada

memberikan edukasi

pasien maupun rekan di unit kerja.

dengan cermat dan

Komitmen mutu jika tidak diterapkan tentu

teliti hingga pasien

akan menurunkan efektivitas pelayanan

paham betul dengan

dan secara eksternal akan menimbulkan

diagnosis dan

ketidakpuasan dari pasien. Anti korupsi

penanganan yang

jika tidak diterapkan akan maka dampak

didapat

secara internal yang akan terjadi adalah

Anti korupsi

terjadinya

Memberikan edukasi

memungkin akan menghambat pelayanan

secara benar dan sesuai

pada pasien. Sedangkan secara eksternal

standar diagnosis tanpa

tentu dampak langsung yang dirasakan oleh

melebihkan maupun

pasien seperti ketidakjelasan informasi dan

misformasi

diagnosis

dan

mengurangkan
menurunnya kepercayaan pada dokter.
Inovasi : Kegiatan ini sendiri merupakan sebuah inovasi karena belum pernah diadakan sebelumnya. Fungsi dari kit edukasi ini sangat
penting untuk menunjang pelayanan ke pasien di unit kerja penulis. Dengan adanya kit ini, diharapkan transfer informasi diagnosis maupun
terapi menjadi lebih jelas dan lancar serta meminimalkan kesalahpahaman.

34

Tabel 3.2.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No

Kegiatan
1

Maret 2016
Tanggal
9 1 11 1
0

1
2
3
4
5
6
7
8

Konsultasi medik kegawatdaruratan di IGD


Persiapan pasien operasi mata di ruang pra
operasi
Operasi bedah minor incise hordeolum di ruang
tindakan
Perawatan luka erosi kornea di IGD
Pembuatan catatan medik pasien dengan lengkap
dan tulisan yang jelas
Penulisan resep sesuai dengan diagnosis dan
menggunakan tulisan yang jelas
Pemeriksaan penunjang mata sederhana (pH
mata)
Pembuatan surat keterangan sehat umum
35

19

9
10
11

Berpartisipasi dalam kegiatan bakti social


kesehatan mata
Pembuatan daftar riwayat dan resiko kesehatan
pegawai RS Mata Bali Mandara
Pembuatan alat peraga edukasi pasien IGD

36

BAB IV
PENUTUP

4.1 Simpulan
a. Telah disiapkan 11 kegiatan yang menjadi Rancangan Aktualisasi nilai dasar PNS yang
rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 1 Maret 2016 sampai dengan 19 Maret
2016 di Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali.
b. Kegiatan yang dirancang adalah Konsultasi medik kegawatdaruratan di IGD,
Persiapan pasien operasi mata di ruang pra operasi, Operasi bedah minor incise
hordeolum di ruang tindakan, Perawatan luka erosi kornea di IGD, Pembuatan catatan
medik pasien IGD dengan lengkap dan tulisan yang jelas, Penulisan resep sesuai
dengan diagnosis dan menggunakan tulisan yang jelas, Pemeriksaan penunjang mata
sederhana (pH mata), Pembuatan surat keterangan sehat umum, Berpartisipasi dalam
kegiatan bakti social kesehatan mata, Pembuatan daftar riwayat dan resiko kesehatan
pegawai RS Mata Bali Mandara, Pembuatan alat peraga edukasi pasien IGD
c. Kegiatan Aktualisasi tersebut diharapkan benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai
dasar ANEKA bagi PNS sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta
perekat dan pemersatu bangsa di tempat kerja masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Aktualisasi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

37

Lembaga Administrasi Negara. 2016. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Komitmen Mutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan
III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2016. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Yoga, Sedana I Made. 2016. Penjelasan Aktualisasi (Slide Power Point). Denpasar: Badan
Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali

38

Anda mungkin juga menyukai