Anda di halaman 1dari 6

Ada Apa Dengan Kancil?

Di sebuah hutan nan luas tinggalah


beberapa binatang diantaranya kancil.
Hewan yang cerdik tetapi baik hatinya
itu, sedang berjalan jalan menghirup
udara segar. Pepohonan rindang nan
hijau, udara segar dan siraman sinar
hangat sang surya membuatnya lebih
semangat tuk jalani hidup. Disamping
itu, juga di sapa oleh beberapa
temanya. Wajar ia memiliki banyak
teman karena budi pekertinya yang
suka menolong. Tiba tiba seekor kancil
teringat dengan kedua orang tuanya
yang sudah lama pergi meninggalkan di
hutan sendirian. Sungguh malang nasib
hewan tersebut tanpa alasan pasti
kedua orangtuanya tega melakukan hal
semacam itu.
Tidak lama kemudian, si raja rimba
berambut emas pun datang. Dengan
gagah berani Ia berkata,Selamat pagi
kancil.. Aku membawakan kabar

gembira untukmu. Ketika mendengar


hal itu si otak brilian langsung bertanya
dengan nada terkejut dan raut muka
penuh tanda tanya, Ada apa? Apakah
ada pesta rakyat atau para pemburu
tidak akan ke hutan ini lagi?. Ia tidak
sabar menunggu jawaban dari si raja
rimba tersebut. Ketika ia
menjawab,Besok pagi kedua orang
tuamu akan datang. jika engkau ingin
bertemu maka besok pagi tunggulah
mereka di dekat sungai. Mendengar hal
itu, kancil sangat senang bukan
kepalang. setelah selesai bebincang
antara kancil dan singa, akhirnya
mereka pulang ke rumah masing
masing. Di tengah perjalanan, dengan
muka yang penuh keceriaan ia
tersenyum sendiri membayangkan
besok dia akan bertemu dengan orang
yang telah dinanti selama ini. Hingga ia
tak sadar ketika teman temanya telah
menyapa dia. Sapi

berkata,Hei...lihatlah kawan tidak


biasanya kancil berperilaku seperti itu.
Gajah berfikir jika perilaku kancil
berubah sombong. Seekor kerbau
menjawab perkataan sapi dan gajah
dengan nada kecewa, Iya...nampaknya
kancil sudah tidak ingin berteman
dengan kita lagi. Sesaat kemudian,
seekor kupu kupu berparas cantik
dengan dua sayap nan elok hinggap di
setangkai bunga. tepat Di sebelah
kananya, ada seekor singa yang lagi
bersantai santai di bawah pohon
rindang sambil
berkata,Ha..ha..ha..kena kau kancil.
Akhirnya aku berhasil membuat jebakan
untukmu. Tak sabar aku ingin memakan
dagingmu yang segar. Tidak sengaja
kupu kupu itu mendengar perkataanya
yang licik.
Akhirnya seekor serangga berparas
cantik pun segera menghampiri teman
temanya. Dan memberitahukan hal ini

kepada mereka, Kawan..gawat!


bagaimana ini kancil dalam bahaya
seekor singa telah menjebaknya.
Mendengar perkataan itu, kerbau
memutuskan bahwa esok ia bersama
kawan kawan mengikuti kancil. Akhirnya
usul tersebut diterima. Dan akan
bersiap siap untuk memberi pelajaran
terhadap singa yang licik. sehari telah
berlalu ketika sang malam telah disapu
surya hawa hangat mulai menyelimuti
bumi. beberapa hewan bergegas
mengikuti kemana kancil itu akan pergi.
Setibanya di tempat tujuan, kancil
menunggu kedua orang tuanya. Di situ
juga ada singa yang sedang
menyembunyikan batang hidungnya di
balik pohon. Setelah teman temanya
tiba di tempat tersebut, akhirnya
mereka segera membuat lubang. ketika
si licik ingin menerkam seekor hewan
yang tak bersalah itu, ia jatuh ke dalam
jebakan mereka dan berteriak minta

tolong. Kancil mendengar suara jeritan


tersebut. Dan ketika ia ingin
menolongnya, tiba tiba kerbau
menghalangi niat baik si kancil. Ia
berkata,Jangan kancil...singa sengaja
membawamu ke tempat ini agar bisa
mendapatkan daging segarmu itu.
gajah bertanya kepada kancil,Hai ada
apa denganmu kawan? Apakah engkau
tak sadar akan jebakan ini? Dimana otak
brilianmu itu?. kancil pun menjawab
dengan nada sedih,Aku sungguh
kecewa karena berita ini hanya tipuan
belaka. Tetapi teman teman ku mohon
selamatkan singa itu. aku tahu kalian
memang sedang marah kepadanya,
tetapi berilah kesempatan kepada
siapapun yang telah melakukan
kesalahan. Gajah pun menuruti
permintaan kancil. Dengan belalainya,
ia segera menyelamatkan hewan
tersebut.

Dan ketika itu singa langsung


berkata, Terimakasih teman teman
kalian sudah berbuat baik kepadaku
terutama kau kancil. Aku berjanji tidak
akan berbuat kejahatan kepada
siapapun lagi. Sejak saat itu singa
berteman kepada siapapun tanpa ada
maksud tertentu.
TAMAT
NAMA:FARADIBA MAHADEWI BUDIANTO
KELAS:8H
TUGAS BAHASA INDONESIA CERITA FABEL
INDIVIDU