Anda di halaman 1dari 40

Laporan Studi Pustaka (KPM 403)

EFEK TAYANGAN HIBURAN TELEVISI TERHADAP GAYA


HIDUP REMAJA

CITRA TRESNA ASIH

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN


MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Studi Pustaka yang berjudul Efek Tayangan
Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup Remaja benar-benar hasil karya saya
sendiri yang belum pernah diajukan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau
lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari pustaka yang
diterbitkan atau tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam naskah dan
dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Laporan Studi Pustaka. Demikian
pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya bersedia
mempertanggungjawabkan pernyataan ini.

Bogor, Januari 2016

Citra Tresna Asih


NIM. I34120129

ABSTRAK
CITRA TRESNA ASIH, Efek Tayangan Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup
Remaja. Dibawah bimbingan HADIYANTO
Gaya hidup merupakan pandangan masyarakat mengenai cara hidup yang dapat
dilakukannya. Hedonisme merupakan salah satu gaya hidup yang sudah mempengaruhi
masyarakat tak terkecuali pada remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya
gaya hidup hedonisme pada remaja, salah satunya adalah tayangan televisi. Televisi
merupakan media massa yang luas dan mampu menyajikan informasi secara menarik.
Salah satu ciri dari remaja adalah masih mencari jati diri sehingga masih
memungkinkan untuk belajar dan mengadopsi hal-hal yang dilihatnya. Melalui televisi,
banyak hal yang mungkin belum pernah dialaminya dan memungkinkan untuk mereka
ikuti. Melalui televisi remaja dapat menemukan banyak tayangan yang mengedepankan
tayangan hiburan yang bertemakan glamor, kisah percintaan remaja dan sebagainya.
Melalui penulisan ini, penulis akan mengidentifikasi bagaimana televisi mempengaruhi
gaya hidup hedonisme remaja dan apa saja faktor pendukung remaja dalam mengadopsi
gaya hidup tersebut.

Kata Kunci : televisi, remaja, hedonisme

ABSTRACT
CITRA TRESNA ASIH, The effects of television entertainment shows for teen
lifestyle.Under the guidance of HADIYANTO
Lifestyle is the view of the public about the way of life that can be done to live.
Hedonism is a lifestyle that has been affecting the community is no exception in
adolescents. Many factors affect the lifestyle of hedonism in adolescents, one of which
is a television show. Television is a mass media that is broad and able to present the
information in an interesting way. One characteristic of adolescents are still looking for
identity so it is still possible to learn and adopt the things he saw. Through television, a
lot of things that probably never happened and allow for them to follow. Through
television teens can find a lot of impressions that promote entertainment shows with
themes that have less moral values. Through this writing, the author will identify how
television affects teen hedonistic lifestyle and what are the factors supporting young
people in adopting a lifestyle.

Keywords: television, teenager, hedonism

EFEK TAYANGAN HIBURAN TELEVISI TERHADAP GAYA


HIDUP REMAJA

Oleh

CITRA TRESNA ASIH

I34120129

Laporan Studi Pustaka


sebagai syarat kelulusan KPM 403

pada

Mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat


Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN


MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

LEMBAR PENGESAHAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa Laporan Studi Pustaka yang disusun oleh
Nama Mahasiswa

Citra Tresna Asih

Nomor Pokok

I34120129

Judul

Efek Tayangan Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup


Remaja

dapat diterima sebagai syarat kelulusan Mata Kuliah Studi Pustaka (KPM 403) pada
Mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Departemen Sains
Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut
Pertanian Bogor.

Disetujui oleh

Ir Hadiyanto, MSi
Dosen Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Ir Siti Amanah, MSi


Ketua Departemen

Tanggal Pengesahan : _______________

PRAKATA
Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
Studi Pustaka berjudul Efek Tayangan Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup
Remaja ini dengan baik. Laporan Studi Pustaka ini ditujukan untuk memenuhi syarat
kelulusan MK Studi Pustaka (KPM 403) pada Departemen Sains Komunikasi dan
Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Ir. Hadiyanto, MSi
sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan saran dan masukan selama proses
penulisan hingga penyelesaian laporan studi pustaka ini. Tulisan ini penulis
persembahkan untuk keluarga penulis tercinta Ibu Rina, Ayah Endang, Kakak Novan,
Kakak Ichsan dan Teh Evi yang selalu mendoakan penulis dan memberikan dukungan
serta kasih sayang kepada penulis. Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada sahabat sekaligus teman seperjuangan Lamboys, Paramita Dwi Febriani, dan
Umi Wasilah yang telah memberi semangat dan dorongan kepada penulis selama proses
penulisan laporan Studi Pustaka ini. Serta tidak lupa penulis ucapkan terima kasih
kepada seluruh keluarga besar SKPM dan SKPM 49 atas kebersamaannya,
HIMASIERA 2015 khususnya divisi Advertising and Multimedia serta senior-senior
seluruh angkatan SKPM seluruh angkatan atas kesediaannya berbagi pengalaman
dan memberikan saran-saran dalam penulisan Laporan Studi Pustaka ini. Semoga
studi pustaka ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor, Januari 2016

Citra Tresna Asih


NIM. I34120129

DAFTAR ISI

ABSTRAK..................................................................................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................................................v
DAFTAR TABEL.....................................................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................viii
PENDAHULUAN........................................................................................................................1

Latar Belakang...............................................................................................................1
Tujuan Penulisan............................................................................................................2
Metode Penulisan...........................................................................................................2
RINGKASAN PUSTAKA...........................................................................................................3

Pengaruh Penggunaan Media Televisi terhadap Penyimpangan Nilai dan Perilaku


Remaja (Kekerasan, Seks dan Konsumtif) di Kota Yogyakarta)...................................3
Dampak Negatif Program Televisi pada Remaja Kota Semarang.................................4
Pola Konsumsi Remaja dalam Menonton Televisi........................................................6
Hubungan Minat, Motif dan Pola Menonton Sinetron di Televisi dengan Perilaku
Hedonis Remaja (Kasus SMA Negeri dan Swasta Kota Bogor)...................................7
Pengaruh Program MTV terhadap Gaya Hidup Remaja Jakarta...................................9
Pengaruh Sinetron Televisi dan Film terhadaop Perkembangan Moral Remaja.........11
Pengaruh Sinetron Remaja di Televisi Swasta terhadap Sikap Mengenai Gaya Hidup
Hedonis........................................................................................................................12
Potret Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa
Sosiologi FISIP Universitas Lampung).......................................................................13
Youth hedonistic behaviour: moderating role of peer attachment on the effect of
religiosity and worldview............................................................................................15
Kecenderungan Pembelian Kompulsif: Peran Perfeksionisme dan Gaya Hidup
Hedonistic....................................................................................................................16
RANGKUMAN DAN PEMBAHASAN....................................................................................18

Tayangan Televisi........................................................................................................18
Remaja.........................................................................................................................19
Gaya Hidup Hedonisme...............................................................................................20
Efek Tayangan Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup Remaja................................26
SIMPULAN...............................................................................................................................28

Hasil Analisis dan Sintesis...........................................................................................28


Usulan Langkah Analisis Baru....................................................................................28
Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian Skripsi..............................................29
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................30
RIWAYAT HIDUP.....................................................................................................................32

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme..................21

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Proses Belajar Sosial (Bandura).................................................................................27
Gambar 2 Kerangka Pemikiran Baru.........................................................................................29

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Gaya hidup merupakan salah satu pandangan dalam masyarakat tentang cara
bagaimana mereka hidup. Menurut Setiadi (2008), Gaya hidup secara luas didefinisikan
sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana seseorang menghabiskan
waktu, apa yang mereka anggap paling penting dalam lingkungan, dan apa yang mereka
pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya. Hedonisme
merupakan salah satu gaya hidup di masyarakat yang sudah berkembang dari ratusan
tahun yang lalu. Secara luas, hedonisme merupakan gaya hidup seseorang yang
cenderung konsumtif yaitu membeli dan mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan.
Menurut Collins Gem dalam Damayantie dan Praja (2013), Hedonisme adalah doktrin
yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup, atau
hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup
semata-mata.
Gaya hidup hedonisme kini telah mempengaruhi pada kehidupan remaja, dimana
sebagian besar dari perilaku mereka bertujuan untuk kesenangan dan ingin
mendapatkan sesuatu secara instan. Remaja yang mengenal gaya hidup ini bukan hanya
remaja perkotaan yang memang dekat dengan modernisasi, dengan hal-hal yang mewah
dan glamor. Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 1218 tahun. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja merupakan tingkat dimana seseorang
memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi dan sikap yang masih terbilang labil serta
masih mencari jati diri. Oleh karena itu, remaja adalah tahap yang sangat rentan bagi
seseorang terpengaruh oleh lingkungannya baik apa yang ia dengar, rasakan dan ia lihat.
Banyak faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonisme pada remaja, seperti sifat
remaja dengan keingintahuan yang tinggi, mudah mengadopsi pengetahuan baru yang ia
lihat dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat mendorong gaya
hidup hedonisme remaja adalah televisi.
Televisi merupakan salah satu sumber utama informasi dan hiburan bagi
masyarakat luas. Pemerintah juga menggunakan televisi sebagai sarana pendidikan dan
sarana penyebaran informasi bagi masyarakat luas dengan mengandalkan sifat-sifat
televisi yaitu media massa audio visual yang mempunyai jangkauan luas sehingga dapat
menjangkau masyarakat luas dengan tampilan yang menarik. Hal terebut sesuai dengan
UU No. 32 Tahun 2002, disebutkan bahwa penyiaran televisi adalah media komunikasi
massa dengar pandang, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara
dan gambar secara umum, baik terbuka maupun tertutup, berupa program yang teratur
dan berkesinambungan. Melalui kekuatannya media massa mampu menjangkau semua
kalangan dari mulai anak-anak hingga dewasa, tentunya tak terkecuali kalangan remaja
desa.
Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai dampak negatif televisi terhadap
gaya hidup hedonisme terhadap remaja. Menurut penelitian-penelitian yang telah
dilakukan (Pinasthika, 2010; Takariani, 2013), televisi mempunyai peran yang

signifikan terhadap pembentukan gaya hidup hedonisme remaja, remaja cenderung


ingin mengikuti gaya hidup idolanya, malas belajar, suka nongkrong, dan sebagainya.
Menurut penelitian-penelitian yang telah dilakukan, hedonisme memang bukan hanya
tentang perilaku konsumtif tetapi juga tentang keinginan seseorang yang cenderung
hanya ingin hidup senang tanpa berusaha keras.
Hal tersebut menjadi sebuah kenyataan yang seharusnya menjadi suatu
kekhawatiran tentang rusaknya mental remaja saat ini. Indonesia sebagai negara
bekembang masih sangat membutuhkan perbaikan di segala aspek, tentunya dengan
bantuan remaja-remaja yang giat belajar, kreatif, mampu bekerja keras dan siap
bersaing dengan remaja dari negara maju yang kualitas pendidikannya sudah jauh
dibandingkan dengan kualitas pendidikan di Indonesia. Keadaan remaja yang semakin
lama hanya ingin hidup bersenang-senang tanpa berusaha, secara tidak langsung dapat
menghambat proses pembangunan di negeri ini, khususnya pada bidang pendidikan dan
kesejahteraan. Disamping itu, remaja desa yang sebagian besar hidupnya masih jauh
dari sejahtera, seharusnya dapat bekerja keras lebih dari remaja di perkotaan untuk
memperbaiki kehidupannya.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan Studi Pustaka ini, ialah agar dapat mengetahui efek-efek
yang ditimbulkan oleh tayangan-tayangan televisi terhadap gaya hidup hedonisme
remaja khususnya remaja desa.
Metode Penulisan
Metode yang dilakukan dalam melakukan studi pustaka ini ialah berupa metode
analisis data sekunder. Adapun data sekunder tersebut merupakan hasil penelitian yang
berupa jurnal ilmiah, buku teks, skripsi, tesis ataupun disertasi yang relevan dengan
topik studi pustaka. Selanjutnya, kajian pustaka tersebut dibaca, diringkas, dan
dianalisis serta dikritisi hingga menjadi sebuah ringkasan yang sesuai dengan teori-teori
yang ada dan relevan yang kemudian dapat ditarik kerangka teoritis yang menjadi dasar
perumusan masalah untuk kepentingan penelitian ilmiah berikutnya.

RINGKASAN PUSTAKA
1.

Judul Pustaka

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL
Tanggal Diunduh
Ringkasan:

: Pengaruh Penggunaan Media Televisi terhadap


Penyimpangan Nilai dan Perilaku Remaja
(Kekerasan, Seks dan Konsumtif) di Kota
Yogyakarta)
: 2005
: Jurnal
: Elektronik
: Redatin Parwadi
: : : : Sosiohumaniora
: Vol.7 No.1
: 35-50 (16 Halaman)
: https://www.dropboxstatic.com/static/javascript/ext
ernal/pdf-js-e9072ac/build/pdf.workervfl7uR4US.js
: 08 Desember 2015

Persaingan yang terjadi antar televisi swasta mengakibatkan banyaknya produksi


tayangan hiburan untuk menarik perhatian pemirsa. Namun persaingan tersebut semakin
lama memunculkan tayangan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di
Indonesia seperti adegan seks, dendam, dan kekerasan. Oleh sebab itu banyak
kekhawatiran muncul akan dampak yang dihasilkan oleh tayangan-tayangan tersebut
terhadap pemirsa usia muda. Disamping itu, semakin sibuknya orangtua sehingga tidak
bisa mengawasi anak-anak atau remaja saat menonton televisi. Namun, walaupun
didampingi orang tua bukan tidak mungkin tayangan-tayangan tersebut berpengaruh
kepada anak-anak sehingga mereka terbiasa dengan hal-hal negatif yang ditayangkan di
televisi seperti contohnya kekerasan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada kontribusi atau
pengaruh penggunaan media televisi terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan
perilaku serta apakah faktor seperti pendidikan, gaya hidup konsumtif, lingkungan
keluarga, dan ketataan beragama ikut menentukan besarnya pengaruh penggunaan
media televisi terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan perilaku. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan metode angket campuran.
Responden dari penelitian ini adalah orang yang menonton televisi di Kota Yogyakarta
yang berusia 14-30 tahun, pendidikan minimal adalah sekolah dasar, belum menikah
dan minimal menetap di Yogyakarta selama 2 tahun.
Menurut hasil penelitian Parwadi, hipotesis pertama yaitu penggunaan media
mempunyai kontribusi atau pengaruh terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan
perilaku dapat terbukti secara empiris. Parwadi menemukan bahwa melalui penggunaan
media, terjadi penyimpangan perilaku yang dilakukan di Kota Yogyakarta yaitu remaja
cenderung lebih permisif, berani dan tidak sungkan-sungkan lagi melakukan hal-hal
yang dianggap tabu atau dilarang agama maupun masyarakat. Pada penelitian Parwadi
ditemukan bahwa penyimpangan yang disebabkan oleh penggunaan media sebagian

besar adalah masyarakat yang berusia 14-22 tahun (73,87%) dan sering menonton
acara-acara yang berbau seks (76,13%), kekerasan (62,40%) dan iklan (66,93%).
Selanjutnya, hasil uji dari hipotesis kedua yaitu faktor pendidikan, gaya hidup
konsumtif, lingkungan keluarga, dan ketaatan beragama ikut menentukan besarnya
pengaruh penggunaan televisi terhadap penyimpangan nilai dan perilaku juga terbukti
secara signifikan. Dalam pengujian hipotesis ini, variabel yang paling berpengaruh
terhadap terjadinya penyimpangan nilai dan perilaku adalah variabel lingkungan
keluarga dan ketaatan beragama. Menurut hasil pengujian kedua variabel tersebut,
penyimpangan nilai dan perilaku cenderung terjadi pada remaja yang tumbuh dan
berkembang dalam lingkungan keluarga dan ketaatan agama yang kurang baik.
Ketaatan beragama mempunyai peran yang sangat penting bagi remaja sehingga dapat
menjaga remaja dari kepungan sikap dan perilaku permisif dan agresif.
Analisis:
Jurnal ini menambah wawasan mengenai pengaruh penggunaan media televisi
terhadap penyimpangan nilai dan perilaku remaja. Jurnal ini juga dilengkapi dengan
teori yang menjadi landasan peneliti dalam menguji hipotesis dalam penelitian. Parwadi
menemukan bahwa tayangan televisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
penyimpangan perilaku remaja, khususnya remaja yang sering menonton tayangan seks,
kekerasan dan iklan sehingga menimbulkan perilaku seks bebas, agresif dan konsumtif.
Namun saat peneliti membandingkan dengan hasil uji variabel lain seperti tingkat
pendidikan, ketaatan agama dan lingkungan keluarga, pengaruh tayangan televisi masih
kecil dibandingkan dengan tiga variabel lain tersebut.
Pada penelitian ini ditemukan pula bahwa pendidikan tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap perilaku menyimpang, karena perilaku menyimpang dapat terjadi
kepada individu dengan tingkat pendidikan rendah atau tinggi. Kekurangan dari jurnal
penelitian ini adalah tidak adanya data hasil penelitian yang dilakukan dan dianalisis
dengan uji regresi linier, sehingga pembaca sulit untuk memahami darimana
pembahasan yang dilakukan peneliti berasal. Selain itu, tidak adanya pembahasan yang
lebih rinci mengenai hasil uji variabel.
2.

Judul Pustaka
Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL
Tanggal Diunduh

: Dampak Negatif Program Televisi pada Remaja


Kota Semarang
: 2008
: Jurnal
: Elektronik
: Pandiya
: : : : Ragam: Jurnal Pengembangan Humaniora
: 8
: 6 (Hal 41-46)
: http://www.polines.ac.id/ragam/index_files/jurnalra
gam/paper_6%20apr
: 07 Desember 2015

Ringkasan:
Media televisi yang sudah berkembang di Indonesia telah mempengaruhi
kebiasaan masyarakat. Berbagai macam program televisi yang ditawarkan oleh
perusahaan penyiaran banyak menarik perhatian sehingga masyarakat cenderung
ketergantungan atau kecanduan dengan program-program yang ditayangkan. Namun
tidak semua program-program yang ditayangkan memberikan efek positif pada
masyarakat. Program-program yang ditayangkan tersebut ditayangkan untuk berbagai
kalangan, tak terkecuali remaja. Oleh karena itu, remaja pun tidak luput dari dampak
negatif dari program televisi.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi macam-macam program
televisi favorit bagi kalangan remaja di Kota Semarang; 2) Mengidentifikasi motif
menonton program televisi pada kalangan remaja Kota Semarang; 3) Mengidentifikasi
berbagai macam dampak negatif program televisi bagi remaja di Kota Semarang; 4)
Memuat skala prioritas dampak negatif yang ada; dan 5) Mengidentifikasi alternatif
pemecahan dan penanggulangan terhadap dampak negatif yang ada.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel 120 orang pelajar di Kota
Semarang, yang terbagi atas tiga tingkatan pendidikan yaitu SLTP, SLTA dan
mahasiswa. Jumlah sampel pada masing-masing tingkatan pendidikan adalah 40 orang.
Pangambilan data untuk penelitian ini adalah melalui kuesioner yang mencakup
pengukuran variabel-variabel yang diuji.
Hasil dari penelitian ini adalah program televisi favorit dari remaja di Kota
Semarang yaitu liputan olahraga (21,7%), film luar negeri/film asing (15,8%),
petualangan (8,3%) dan lainnya (40%). Motif remaja pada penelitian ini dalam
menonton televisi adalah untuk pemenuhan kebutuhan hiburan (37%) , kebutuhan akan
informasi (28,3%), kebutuhan akan ilmu pengetahuan (27,5%), pengalaman baru
(9,2%), kebutuhan akan materi (3,3%), mengisi waktu luang (0,8%) dan lain-lain
(0,1%). Dampak negatif yang ditemui pada penelitian ini adalah radiasi (24,2%),
kecanduan (21,7%), pornografi dan pornoaksi (13,3%).
Kiat yang dilakukan untuk menghindari dampak negatif program televisi yang
paling banyak digunakan responden adalah memindahkan saluran televisi (36,7%),
menonton bersama orang tua (30%) dan pembatasan waktu menonton televisi (19,2%).
Dalam penelitian ini, responden sebagian besar tidak mempunyai waktu menonton
televisi yang pasti, namun 39 orang reponden atau sebesar 32,5% dari responden yang
memakai waktu malam hari untuk menonton televisi. Durasi yang paling banyak
digunakan responden untuk menonton televisi adalah 1-4 jam perhari (18,3%).
Meskipun begitu, terdapat pula 14 orang responden yaitu 11,7% dari responden yang
durasi menonton televisinya sebanyak 5-8 jam perhari.
Analisis:
Jurnal ini menambah wawasan mengenai dampak negatif televisi terhadap
remaja. Pada tinjauan pustaka, peneliti membagi menjadi dua yaitu pandangan umum
dan pandangan pakar bukan membagi tinjauan pustaka atas variabel-variabel yang
diteliti. Kekurangan lain pada jurnal penelitian ini adalah tidak adanya uji antar
variabel, sehingga, tidak dibuktikan apakah dampak negatif televisi yang ditemukan
dialami oleh responden atau hanya sebatas pengetahuan responden semata. Selain itu,

Pada bagian kesimpulan peneliti tidak memberikan saran yang spesifik dan hanya
terpaku hanya pada masyarakat tidak ada saran untuk pemerintah, komisi penyiaran
maupun pihak perusahaan penyiaran.
3.

Judul Pustaka
Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Tulisan
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL
Tanggal Diunduh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Pola Konsumsi Remaja dalam Menonton Televisi


2010
Prosiding
Elektronik
Riza Hernawati, Maya Amalia Oesman Palapah
Prosiding SnaPP2010
Edisi Sosial
150-164 (15)
http://prosiding.lppm.unisba.ac.id/index.php/sosial/
:
article/viewFile/170/34
: 07 Desember 2015

Ringkasan:
Kebebasan stasiun televisi berekspresi dalam pembuatan program televisi
memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Karena memunculkan banyak tayangan
yang berbau seks, pornografi, dan mistik tanpa dikemas dengan baik. Dampak negatif
tersebut cukup berbahaya bagi sasaran tayangan-tayangan tersebut yang sebagian besar
adalah remaja. Berbagai studi juga telah mengungkapkan masalah-masalah yang
ditimbulkan akibat televisi seperti: menimbulkan ketergantungan, merusak hubungan
keluarga/sosial, menimbulkan keterasingan dari realitas, rusaknya disiplin kehidupan,
diabaikannya tugas utama seperti belajar.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menerangkan aspek media
consumption remaja pada keluarga yang menerapkan media literacy; 2) Untuk
menerangkan media consumption remaja pada keluarga yang tidak menerapkan media
literacy; 3) Untuk menerangkan dan menguraikan perilaku khas remaja pada keluarga
yang menerapkan media literacy, berdasarkan pola media consumption-nya; dan 4)
Untuk menerangkan dan menguraikan perilaku khas remaja pada keluarga yang tidak
menerapkan media literacy, berdasarkan pola media consumption-nya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode riset etnografi yang
mencoba meneliti efek media secara alamiah dalam waktu dan tempat yang tertentu.
Narasumber yang diamati dalam penelitian ini adalah remaja yang mewakili
karakteristik keluarga yang berbeda, yaitu keluarga yang sudah mengadopsi prinsipprinsip media literacy dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya dengan
keluarga yang belum melek media atau keluarga yang membiarkan anggota
keluarganya mengkonsumsi media tanpa pembatasan.
Hasil dari penelitian ini adalah remaja dari keluarga yang menerapkan media
literacy menghabiskan waktunya untuk menonton televisi lebih sedikit dibandingkan
keluarga yang tidak menerapkan media literacy, yaitu kurang dari satu jam per harinya

dengan pendampingan orang tua. Pada saat remaja sedang menonton tayangan televisi,
remaja tersebut masih berada di bawah bimbingan orang tuanya. Akhirnya, remaja dari
keluarga tersebut lebih peka terhadap proses manipulatif yang dilakukan televisi.
Pada remaja dari keluarga yang tidak menerapkan media literacy, memiliki
kecenderungan meniru atau terpengaruh oleh adegan atau tayangan yang ditontonnya
yang rata-rata adalah 4 jam perharinya dan tanpa pendampingan orang tua. Remaja yang
berasal dari keluarga ini terlihat lebih dewasa dari umurnya karena menirukan gaya dari
tayangan yang telah dimanipulasi oleh televisi.
Analisis:
Penelitian ini menambah pengetahuan mengenai pentingnya media literacy
untuk menjaga remaja dari hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh tayangan televisi
yang kini kualitasnya cukup memburuk karena sebagian besar hanya mementingkan
ketertarikan sasaran tanpa memperhatikan kualitas dari tayangan tersebut. Media
literacy sendiri merupakan kemampuan individu dalam memahami sifat komunikasi,
mencerna dan menggunakan media. Melalui penelitian tersebut dibuktikan bahwa pola
konsumsi tayangan televisi yang berlebihan dapat mempengaruhi penontonnya,
terutama remaja. Pembahasan dari hasil penelitian ini dijelaskan cukup jelas oleh
penulis, sehingga menghasilkan pembahasan yang menjawab rumusan masalah dan
tujuan dari penelitian ini. Kekurangan dalam prosiding ini adalah tidak adanya data
hasil uji korelasi ataupun hasil penelitian, penulis prosiding hanya menjelaskan
temuannya dilapang secara garis besar.
4.

Judul Pustaka

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL
Tanggal Diunduh

: Hubungan Minat, Motif dan Pola Menonton


Sinetron di Televisi dengan Perilaku Hedonis
Remaja (Kasus SMA Negeri dan Swasta Kota
Bogor)
: 2010
: Skripsi
: Elektronik
: Andaru Wyakti Kinathik Pinasthika
: : : : : : 103
: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60030
: 19 Oktober 2015

Ringkasan:
Sinetron merupakan salah satu program televisi yang saat ini menarik perhatian
masyarakat. Secara tidak langsung, sinetron dapat membentuk pola pikir individu
sesuai yang diberikan melalui sinetron tersebut. Sinetron televisi merupakan sumber
penghasilan terbesar bagi industri pertelevisian. Namun keuntungan tersebut tidak
terkontrol karena seringkali memuat adegan sinetron yang tidak layak ditonton oleh
anak-anak dan remaja. Meskipun banyak dilakukan penayangan sinetron bertema

remaja, sinetron tersebut memiliki unsur gaya hidup metropolitan dengan adegan hurahura, percintaan remaja, tawuran dan lain-lain. Jika tayangan ini dikonsumsi dalam
jangka waktu yang lama dan secara terus menerus maka tentunya akan berdampak pada
gaya hidup remaja. Melihat kondisi seperti itu, tujuan dari penelitian skripsi ini adalah:
1) Mengetahui minat, motif dan pola menonton sinetron di televisi oleh remaja; 2)
Mengetahui perilaku hedonis remaja; dan 3) Mengetahui hubungan minat, motif dan
pola menonton sinetron di televisi dengan perilaku hedonis remaja.
Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif korelasional. Melalui
metode tersebut, penulis menggambarkan hubungan karakteristik individu dengan motif
dan minat menonton tayangan sinetron di televisi. Selain itu penelitian ini juga
menggambarkan hubungan motif dan minat menonton tayangan sinetron di televisi
dengan pola menonton tayangan sinetron di televisi serta hubungan pola menonton
sinetron di televisi dengan perilaku hedonis remaja.
Hasil penelitian ini menjawab semua tujuan dari penulisan skripsi ini. Pertama,
menurut hasil penelitian ini diketahui bahwa minat menonton televisi keseluruhan
responden rendah. Meskipun demikian, menurut rataan minat menonton siswa SMA
Swasta lebih tinggi dibandingkan siswa SMA Negeri (2,38 dan 1,92). Pada penelitian
ini, motif menonton televisi diukur dengan dua sub variabel yaitu kesukaan dan
ketertarikan pada tayangan sinetron. Tingkat kesukaan remaja terhadap sinetron lebih
tinggi dibandingkan ketertarikannya, dengan rataan skor 2,23 untuk tingkat kesukaan
dan 2,11 untuk tingkat ketertarikan siswa terhadap sinetron.
Selanjutnya, motif menonton sinetron remaja pada penelitian ini cenderung
berminat untuk menonton sinetron untuk pemenuhan kebutuhan akan hiburan dengan
skor 2,53 untuk siswa SMA Negeri dan 2,72 untuk siswa SMA Swasta. Pola menonton
sinetron pada penelitian ini diukur dengan tiga subvariabel yaitu intensitas, durasi dan
jumlah sinetron. Melalui pengukuran ketiga subvariabel tersebut, didapatkan bahwa
pola menonton sinetron tertinggi adalah dilakukan oleh siswa SMA Swasta dengan
rataan skor 2,30.
Terakhir, pengujian hubungan antara pola menonton televisi dengan perilaku
hedonis remaja. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa intensitas menonton sinetron
SMA Negeri mempunyai hubungan negatif nyata dengan perilaku konsumtif. Dengan
hasil tersebut, diketahui bahwa semakin tinggi intensitas remaja SMA Negeri menonton
televisi, semakin rendah kesempatan mereka untuk keluar rumah dan berperilaku
konsumtif. Hal tersebut dapat dibandingkan dengan hasil pengujian pada siswa SMA
Swasta yang ditemukan bahwa durasi menonton sinetron behubungan positif dan nyata
terhadap perilaku malas bekerja keras. Melalui hasil tersebut diketahui bahwa semakin
tinggi durasi menonton sinetron televisi semakin tinggi kemungkinan remaja malas
bekerja keras.
Analisis:
Skripsi ini menambah wawasan mengenai hubungan minat, motif dan pola
menonton sinetron di televisi dengan perilaku hedonis remaja. Penelitian ini
mengangkat studi kasus siswa SMA negeri dan swasta di Kota Bogor. Hasil penelitian
ini dibahas dan dipaparkan secara jelas oleh peneliti dengan dukungan data hasil
penelitian. Hasil yang dijabarkan Pinasthika menggambarkan bahwa siswa SMA Swasta

mempunyai waktu menonton sinetron remaja yang lebih dibandingkan siswa SMA
negeri, sehingga siswa SMA Swasta mempunyai pola dan ketertarikan yang tinggi
terhadap sinetron remaja. Perilaku hedonisme yang ditemukan melalui penelitian ini
adalah perilaku malas bekerja keras, bukan konsumtif atau hura-hura namun bukan
berarti siswa SMA Negeri dan SMA Swasta tidak melakukan perilaku konsumtif atau
hura-hura. Kekurangan pada skripsi ini adalah variabel pengukuran gaya hidup
hedonisme yang kurang jelas berasal dari teori apa.

5.

Judul Pustaka
Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL

: Pengaruh Program MTV terhadap Gaya Hidup


Remaja Jakarta
: 2011
: Jurnal
: Elektronik
: Nurlailah, Suzy Azeharie
: : : : Jurnal Komunikasi Universitas Tarumanegara
: : 16
: http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/FIKOM
/article/view/1141/1233
: 19 Oktober 2015

Tanggal Diunduh
Ringkasan:
MTV merupakan akronim dari Music Television merupakan salah satu stasiun
dari Amerika Serikat yang khusus menyiarkan program musik yang kala itu merupakan
salah satu ikon dari remaja di seluruh penjuru dunia. Segmentasi program dari stasiun
ini adalah remaja berusia 12-24 tahun. Tak terkecuali di Indonesia, program-program
MTV ini juga menjadi ikon dari remaja di Indonesia. Selain menayangkan programprogram musik yang memang merupakan kegemaran remaja, MTV juga menayangkan
program yang menyoroti kehidupan idola-idola remaja yang tidak jarang dijadikan
sesuatu untuk ditiru oleh remaja yang menontonnya. Menurut penulis, melalui MTV,
remaja mempelajari nilai-nilai dan norma dalam kehidupan kalangan sekitar, baik
belajar mengenai masyarakat, bagaimana cara-cara remaja seharusnya bersikap,
bertindak, dan berpikir mengenai dunia sosial di sekeliling mereka. Dari proses
pembelajaran melalui MTV, remaja diduga mulai meniru apa yang mereka lihat, baik
dari tingkah laku, gaya bicara, gaya berpakaian dan sebagainya sehingga diperkirakan
MTV berpengaruh terhadap gaya hidup remaja.
Metode yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah
penelitian eksplanatif. Melalui metode tersebut, penulis menjelaskan hubungan,
perbedaan, atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain. Pengumpulan data
yang dilakukan adalah dengan melakukan wawancara pertanyaan terstruktur dan
kuesioner. Pemilihan sampel untuk penelitian ini menggunakan nonprobability
sampling, yaitu sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu
dari peneliti, yakni remaja Jakarta yang menonton MTV, usia 12-24 tahun.
Menurut hasil penelitian pada jurnal ini, ditemukan bahwa MTV mempunyai
daya tarik program yang sangat kuat karena program acara yang ditayangkan cukup
bagus dan tidak monoton sehingga penonton akan terus mengikuti jalannya program-

10

program yang ditayangkan oleh MTV, sehingga penonton tidak hanya menonton suatu
program acara 1-3 jam saja dalam sehari. Program yang ditayangkan merupakan
tayangan yang sejalan dengan tren yang berkembang sehingga menjadi petunjuk
terhadap selera audiens. Jika remaja Jakarta menonton program acara MTV responden
kemungkinan besar akan merasa sudah mengikuti tren dan tidak ketinggalan dalam
selera bermusik diantara teman-temannya.
Salah satu program unggulan MTV adalah program penayangan video klip yang
dibawakan oleh Video Jocker atau yang lebih dikenal dengan istilah VJ. Pada saat
program pada MTV ini ditayangkan, VJ tersebut mampu membawakan acara dengan
baik, menarik minat audiens dan berpenampilan menarik dengan gaya berbusana
mengikuti tren. Sehingga VJ MTV cukup mampu menciptakan tren di kalangan remaja.
Program acara MTV mempunyai pengaruh terhadap gaya hidup remaja yang tercermin
dalam aktivitas, minat, dan pendapat. Dimana dalam hal ini MTV telah mempengaruhi
persepsi remaja Jakarta sehingga berpengaruh kepada remaja Jakarta menjadi konsumtif
dengan berbelanja barang-barang yang sedang tren serta bermerek.
Siaran program MTV sebaiknya melalui tahap seleksi yang ketat serta
pengaturan jadwal penayangan atas program dan juga video klip musik yang akan
ditayangkan di Indonesia, baik yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam
negeri. Diharapkan pula, pencantuman klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran
sehingga memperkecil program acara MTV ditonton oleh khalayak di luar batas usia
yang telah ditentukan.
Analisis:
Jurnal penelitian ini merupakan jurnal lanjutan dari tugas akhir (skripsi) salah
satu penulis jurnal ini. Jurnal ini menambah wawasan mengenai pengaruh program
MTV terhadap gaya hidup remaja jakarta. MTV merupakan program musik yang
menayangkan tayangan-tayangan musik terkini, selain mempengaruhi selera musik
remaja juga secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi gaya hidup remaja
mulai dari gaya berpakaian, gaya berbahasa dan gaya hidup lainnya. Gaya hidup yang
mungkin dipengaruhi program tersebut adalah menuju gaya hidup hedonis dimana
remaja akan cenderung ingin mengikuti gaya hidup selebriti atau artis yang ditayangkan
pada program ini.
Kekurangan pada jurnal penelitian ini adalah tidak tercantumnya tujuan umum
dari dilakukannya penelitian ini. Setelah penulis menuliskan latar belakangnya, penulis
langsung memaparkan tinjauan pustaka. Selain itu tidak adanya keterangan bahwa
analisis pada penelitian ini menggunakan suatu teori komunikasi massa tertentu,
sehingga sumber indikator-indikator yang dipakai penulis tidak jelas acuannya. tidak
adanya data yang mendukung yang dicantumkan dalam pembahasan hasil penelitian.
Sehingga pembaca tidak mengetahui sumber asumsi-asumsi ataupun hasil yang
dijelaskan

6.

Judul Pustaka

: Pengaruh Sinetron Televisi dan Film terhadaop


Perkembangan Moral Remaja

11

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL
Tanggal Diunduh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

2012
Jurnal
Elektronik
Carmia Diahloka
Reformasi
Vol.2 No.1
23-29 (7 halaman)
http://jurnal.unitri.ac.id/index.php/reformasi/article/
download/15/12
: 08 Desember 2015

Ringkasan:
Televisi sebagai media massa turut mempunyai andil dalam mempengaruhi
perkembangan moral dan mental remaja. Sikap dan perilaku remaja yang kini mulai
berubah seperti mencemaskan penampilan, depresi, suka berkelahi dan melakukan
kekerasan, seks bebas, dan gangguan perilaku lainnya salah satu penyebabnya adalah
pengaruh dari media massa salah satunya televisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui lebih dalam pengaruh program tayangan hiburan yaitu sinetron dan film
yang ditayangkan di televise terhadap perkembangan moral remaja. Dalam penelitian
ini, peneliti memilih siswa SMU dan SMK sebagai responden karena menurut penulis,
siswa pada tingkatan tersebut melalui masa peralihan yang cukup sulit.
Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatoris yaitu penelitian yang berusaha
menggambarkan dan menerangkan tentang suatu gejala dan keadaan yang diteliti seperti
apa adanya dengan sekaligus menerangkan latar belakang yang menimbulkan gejala dan
keadaan tersebut.
Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang bermakna antara variabel
bebas yaitu ide cerita sinetron, isi sinetron/cerita, penampilan pemain, peran antagonis,
judul film, aktor&aktris, adegan mesra, adegan kekerasan, isi film/cerita dengan
variabel terikat yaitu perkembangan moral remaja.
Analisis:
Jurnal ini memberikan pengetahuan baru mengenai pengaruh sinetron dan film
terhadap perkembangan moral remaja. Dalam jurnal penelitian ini memiliki beberapa
kekurangan seperti terdapat beberapa kesalahan pengetikan kata, tujuan dan manfaat
penelitian yang tidak dijabarkan secara jelas. Selain itu, pembahasan pada jurnal ini
tidak jelas karena hanya menjelaskan hasil uji analisis korelasi dan kurang
menggambarkan hasil di lapang. Saran yang disampaikan oleh penulis hanya tertuju
pada siswa SMU, seharusnya juga diberikan saran untuk orangtua dan pemerintah agar
tayangan film maupun sinetron mendapatkan pengawasan yang lebih baik lagi untuk
kedepannya.
7.

Judul Pustaka

: Pengaruh Sinetron Remaja di Televisi Swasta


terhadap Sikap Mengenai Gaya Hidup

12

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL/doi
Tanggal Diunduh

Hedonis
2013
Jurnal
Elektronik
C. Suprapti Dwi Takariani
Jurnal Penelitian Komunikasi
Volume 16, Nomor 1 (Juli 2013)
15
http://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpk/article/vie
wFile/106/97
: 19 Oktober 2015
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Ringkasan:
Sinetron televisi saat ini banyak menyedot perhatian pemirsa. Menurut peneliti,
faktor yang mendorong lakunya permintaan terhadap tayangan sinetron di antaranya
adalah daya tarik cerita dan tokoh cerita. Sinetron televisi banyak menampilkan cerita
mengenai remaja dari kalangan kelas atas dan mempunyai konflik hampir sama yaitu
problematika cinta. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi perilaku remaja
terutama perilaku konsumtif dan hedonis. Gaya hidup hedonis diyakini peneliti kini
tidak hanya terjadi pada kehidupan remaja perkotaan namun juga remaja di daerah
pinggiran, dimana arah orientasi hidupnya telah berarah pada kesenangan dan hidup
instan.
Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah penulis mencoba meneliti
hubungan antara intensitas waktu menonton sinetron, daya tarik sinetron dan seberapa
besar pengaruh isi pesan sinetron remaja memberikan efek terhadap gaya hidup hedonis
remaja. Dalam mengukur sikap remaja dan gaya hidup hedonis dapat menggunakan
komponen sikap yaitu aspek kognitif, afektif dan konatif.
Penelitian pada jurnal ini menggunakan metode Survey Penjelasan (Explanatory
Survey Method) yaitu suatu penelitian penjelasan terhadap suatu peristiwa atau keadaan.
Untuk pengumpulan data, penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapun sampel pada
penelitian ini adalah siswa remaja yang bersekolah di SMA Negeri 4 Cimahi. Dalam
pemilihan responden, peneliti menggunakan teknik Stratified Proporsional Random
Sampling. Dengan menggunakan teknik tersebut, peneliti memperoleh sample sebanyak
45 orang dari 625 orang siswa SMA Negeri 4 Cimahi.
Hasil pertama yang dibahas pada jurnal penelitian ini adalah jawaban dari
hipotesis pertama yaitu pengaruh intensitas menonton tayangan sinetron remaja di
televisi swasta terhadap sikap mengenai gaya hidup hedonis. Menurut hasil penelitian,
intensitas menonton tayangan sinetron remaja memberi kontribusi pengaruh sebesar
24,9% terhadap sikap mengenai gaya hidup hedonis remaja. Melalui angka tersebut
dijelaskan bahwa semakin lama remaja menonton televisi, semakin kuat dan melekat
pesan dari tayangan sinetron tersebut. Hasil ini didukung oleh teori dari Bandura bahwa
melalui proses perhatian, pengingatan, reproduksi motoris, dan motivasional, seseorang
akan meniru atau meneladani apa yang dilihatnya di televisi dalam hal ini adalah
tayangan sinetron remaja di televisi.
Hasil kedua dari penelitian ini adalah adanya pengaruh lain terhadap sikap
remaja mengenai gaya hidup hedonis yaitu daya tarik dari tayangan sinetron remaja
tersebut. Adapun pengaruh yang diberikan dari daya tarik tayangan tersebut adalah

13

sebesar 8,4%. Menurut hasil tersebut, dibuktikan bahwa daya tarik tayangan sinetron
remaja tidak memberikan pengaruh yang besar. Hasil terakhir yaitu hubungan antara
pengaruh isi pesan tayangan sinetron remaja di televisi swasta terhadap sikap mengenai
gaya hidup hedonis. Berdasarkan hasil penelitian dari jurnal ini, hubungan diantara
kedua variabel tersebut adalah sebesar 12,4%.
Analisis:
Jurnal penelitian ini menambah pengetahuan tentang hubungan atara intensitas
menonton, daya tarik tayangan, dan isi pesan tayangan sinetron temaja terhadap sikap
mengenai gaya hidup hedonis remaja, dalam penelitian ini objeknya adalah siswa
remaja SMA Negeri 4 Cimahi. Penulis secara jelas memaparkan dari mulai kerangka
berpikir, hipotesis hingga pembahasan hasil penelitian. Melalui jurnal penelitian ini,
diketahui bahwa ada beberapa faktor internal maupun eksternal tayangan televisi yang
mempengaruhi sikap mengenai gaya hidup hedonis pada remaja.
8.

Judul Pustaka

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL/doi

: Potret Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan


Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Sosiologi
FISIP Universitas Lampung)
: 2013
: Jurnal
: Elektronik
: Anita Damayantie, Dauzan Deriyansyah Praja
: : : : Jurnal Sociologie,
: Vol. 1, No. 3
: 10
: http://pshi.fisip.unila.ac.id/jurnal/files/journals/5/art
icles/224/submission/original/224-646-1-SM.pdf
: 19 Oktober 2015

Tanggal Diunduh
Ringkasan:
Hedonisme muncul sejak awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Seiring
perkembangan zaman hedonisme meluas ke kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan
masyarakat Indonesia. Ditambah lagi dengan semakin pesatnya perkembangan
teknologi dan informasi yang menjadi bagian pemacu berkembangnya hedonisme
dalam perubahan sosial. Hedonisme mempengaruhi hampir seluruh kehidupan
masyarakat, tak terkecuali mahasiswa.
Mahasiswa yang diyakini sebagai penerus bangsa, masyarakat yang
berpendidikan juga termasuk dari masyarakat yang terpengaruh oleh gaya hidup
hedonisme, dimana gaya hidup ini dikenal sebagai gaya hidup yang selalu mencari
kesenangan, hidup mewah dan serba instan. Kehidupan hedonisme di kalangan
mahasiswa dicirikan dengan tempat nongkrong yaitu di mall, cafe, hingga diskotik; gaya
berpakaian mengikuti tren masa kini; perbincangan yang lebih memperhatikan
perkembangan hal-hal yang dianggap menyenangkan seperti dunia hiburan, fashion
terkini, dan sebagainya. Akhirnya penulis jurnal tersebut tertarik untuk meneliti faktorfaktor penyebab gaya hidup hedonisme di kalangan mahasiswa yang dianggap telah
berada di tingkat mengkhawatirkan bagi para penerus bangsa.
Penelitian yang digunakan penulis jurnal ini adalah penelitian deskriptif, dengan
metode kualitatif. Dengan begitu, penulis memberikan gambaran atau uraian atas

14

keadaan yang ditemukan di lapang atau tentang perlakuan yang ia lakukan pada obyek
penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah wawancara
mendalam, yaitu melakukan percakapan secara langsung dengan informan untuk
mendapatkan keterangan-keterangan secara mendalam dari permasalahan yang ingin
dikemukakan. Peneliti melakukan wawancara mendalam kepada mahasiswa Sosiologi
FISIP Universitas Negeri Lampung yang bergaya hidup cenderung foya-foya dan
mengikuti gaya hidup hedonisme.
Berdasarkan hasil wawancara mendalam tersebut, peneliti memperoleh 5 (lima)
informan yang mewakili untuk memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti. Dari
kelima informan tersebut, dibuktikan bahwa kegiatan hedonisme mereka adalah sama
seperti yang telah peneliti sebutkan sebelumnya yaitu nongkrong di cafe dan mall,
berbelanja berlebihan di mall dan akrab dengan dunia malam sehingga kegiatan
perkuliahannya terkesampingkan.
Adapun faktor penyebab dari gaya hidup hedonisme tersebut adalah pengaruh
pergaulan yang juga sudah lebih dulu bergaya hidup demikian, pengaruh media seperti
internet, faktor lingkungan yang tidak peka dengan perilaku menyimpang mahasiswa
serta kurangnya kontrol dari orang tua mahasiswa. Dampak dari kehidupan hedonisme
mahasiswa sendiri adalah penurunan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa,
perubahan pola hidup menjadi materialistis, serta perubahan pola pikir menjadi
pragmatis dan acuh tak acuh.
Analisis:
Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang beragam bentuk dari gaya
hedonisme yang terjadi dikalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Negeri Lampung. Selain itu, penelitian
ini juga menambah pengetahuan tentang faktor penyebab dan dampak yang terjadi
antara mahasiswa hedonis dan perannya sebagai agen perubahan. Penelitian ini hanya
menggunakan wawancara mendalam sebagai sumber utama dalam menggali informasi
terkait kehidupan hedonis mahasiswa. Namun peneliti tidak menyebutkan bagaimana
langkah-langkah peneliti dalam memilih informan, baik metode atau pun teknik yang
dipakai. Peneliti juga tidak menyebutkan jumlah awal informan yang menjadi obyek
penelitian.
Pada bagian pendahuluan, penulis tidak memaparkan secara terstruktur tujuan
maupun manfaat dari penelitian ini karena penulis hanya menuliskannya dalam latar
belakang. Kesimpulan pada penelitian ini menjawab sekaligus membuktikan hipotesis
penulis mengenai gaya hidup hedonisme mahasiswa dan dampaknya terhadap kegiatan
perkuliahannya.

9.

Judul Pustaka

Tahun

: Youth hedonistic behaviour: moderating role of peer


attachment on the effect of religiosity and
worldview
: 2014

15

Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL/doi
Tanggal Diunduh

: Jurnal
: Elektronik
: Siti Rabaah Hamzaha*, Turiman Suandia, Steven
Eric Kraussb, Azimi Hamzahb and
Ezhar Tamam
: : : : International Journal of Adolescence and Youth
: Vol. 19, No. 4
: 14
: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC423
5496/
: 24 Oktober 2015

Ringkasan:
Penelitian ini meneliti bagaimana kebiasaan hedonistik diantara Mahasiswa di
Malaysia terbentuk oleh beberapa penyebab. Penelitian ini lebih fokus dalam penyebab
komunikasi, kepercayaan dan aliansi diantara para remaja. Remaja telah didefinisikan
secara berbeda-beda seiring berjalannya waktu dan menyesuaikan dengan budaya yang
berbeda-beda. Di Malaysia, remaja adalah termasuk diantara umur 15 sampai 40 tahun.
Seiring perkembangan pembangunan dan modernisasi yang sangat cepat yang terjadi di
Malaysia, terjadi perubahan perkembangan sosial yang terjadi pada remaja. Sehingga
remaja di Malaysia saat ini begitu cepat dalam beradaptasi dalam perubahan yang
terjadi di lingkungannya. Perilaku remaja dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
Menurut penelitian yang sebelumnya telah dilakukan Turiman & Ezhar (2000)
terindikasi banyaknya nilai dan motif budaya baru diantara remaja. Perilaku remaja di
Malaysia dipengaruhi beberapa faktor, meskipun orangtua dari remaja tersebut
berpengaruh terhadap pola perilaku remaja, teman sebaya adalah pengaruh dari luar
yang memberi pengaruh yang cukup kuat.
Menurut hasil pada penelitian ini yang menguji religiusitas, pandangan dunia
dan rekan mempengaruhi perilaku hedonisme secara langsung maupun tidak langsung
adalah pandangan dunia seseorang akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan
perilaku hedonistiknya. Begitupula tingkat religi seseorang mempunyai pengaruh
terhadap perkembangan perilaku hedonistik seseorang. Disamping itu, rekan sebaya
berperan sebagai faktor lain yang menghubungkan antara pandangan dunia dan
religiusitas terhadap perilaku hedonistik seorang remaja. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa rekan sebaya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatan
seorang remaja dalam perilaku hedonistik.
Analisis:
Jurnal ini memberi pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku hedonisme pada remaja di Malaysia. Melalui jurnal ini diketahui bahwa
pandangan dunia dan rekan sebaya mempunyai pengaruh yang penting terhadap
perilaku hedonisme remaja. Disamping itu, religiusitas remaja di Malaysia juga menjadi
suatu kontrol terhadap perilaku hedonisme remaja di Malaysia.
10.

Judul Pustaka

: Kecenderungan Pembelian Kompulsif: Peran


Perfeksionisme dan Gaya Hidup Hedonistic

16

Tahun
Jenis Pustaka
Bentuk Pustaka
Nama Penulis
Nama Editor
Judul Buku
Kota dan Nama Penerbit
Nama Jurnal
Volume (Edisi)
Jumlah Halaman
Alamat URL/doi
Tanggal Diunduh

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

2014
Jurnal
Elektronik
Fenny Felicia, Rianda Elvinawaty, dan Sri Hartini
Omar K. Burhan, Indri Kemala, Vivi Gusrini Pohan
Psikologia: Jurnal Pemikiran & Penelitian Psikologi
19
103-112
http://jurnal.usu.ac.id/index.php/psikologia/article/v
iew/10960/4733
: 26 November 2015

Ringkasan:
Pesatnya perkembangan mode berpakaian saat ini mulai dari pakaian, aksesoris,
sepatu, tas dan lain-lain menyebabkan individu yang memakainya menjadi sorotan baik
ia adalah masyarakat biasa ataupun artis. Akibatnya, keinginan masyarakat untuk
mengikuti perkembangan mode adalah meningkatnya tingkat konsumsi. Khususnya
bagi wanita, yang dikenal dengan tingkat konsumtif yang paling tinggi daripada pria
karena ada wanita yang memang memanfaatkan kegiatan berbelanja ini sebagai salah
satu aktivitas yang digemari. Jika tingkat konsumtif ini terus meningkat dapat
menyebabkan sikap dan perilaku hedonisme kepada seseorang yang cenderung
menjadikan kegiatan berbelanja sebagai kegiatan untuk hanya mengejar kesenangan dan
kepemilikan. Hal tersebut juga dapat dikatakan sebagai pembelian kompulsif, yang
menurut OGuinn dan Faber (dalam Manolis, 2011) merupakan perilaku pembelian
yang berulang dan akut yang menjadi respon utama untuk menghadapi perasaan atau
kejadian yang tidak menyenangkan seperti sedih, depresi, frustasi, dan lain-lain serta
perilaku pembelian kompulsif ini menjadi salah satu tujuan utama yaitu perbaikan
suasana hati.
Metode penelitian ini adalah mengambil data dengan pembagian skala, yaitu
skala perilaku pembelian kompulsif, perfeksionisme dan gaya hidup hedonisme.
Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa fakultas ekonomi manajemen Institute of Trade
and Business yang berjumlah 100 orang. Metode analisis data pada penelitian ini
menggunakan metode analisis regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara perfeksionisme dan
gaya hidup hedonisme dengan kecenderungan perilaku pembelian kompulsif. Sekitar
80% perfeksionisme dan gaya hidup hedonisme mempengaruhi kecenderungan perilaku
pembelian kompulsif dan selebihnya 20% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini. Melalui hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
perfeksionisme dan hedonisme saling mempengaruhi untuk terjadinya perilaku
pembelian kompulsif. Semakin tinggi tingkat perfeksionisme dan hedonisme seseorang,
maka perilaku pembelian kompulsif akan terjadi pada seseorang untuk mencapai
kesenangan individu.
Analisis:
Jurnal ini memberi pengetahuan mengenai hubungan tentang perfeksionisme
dan gaya hidup hedonistik terhadap perilaku pembelian kompulsif. Kekurangan dalam

17

jurnal ini adalah tidak tertulis dengan jelas tujuan penelitian ini sehingga sulit untuk
mengukur keberhasilan penulis/peneliti dalam menggali pembahasan.

RANGKUMAN DAN PEMBAHASAN


Tayangan Televisi
Pada kehidupannya, masyarakat mempunyai kebutuhan untuk memperoleh
informasi terkini yang terjadi di luar lingkungan hidupnya. Televisi merupakan salah
satu media massa populer bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini serta
hiburan. Dalam UU No. 32 Tahun 2002, disebutkan bahwa penyiaran televisi adalah

18

media komunikasi massa dengar pandang, yang menyalurkan gagasan dan informasi
dalam bentuk suara dan gambar secara umum, baik terbuka maupun tertutup, berupa
program yang teratur dan berkesinambungan. Dalam menyampaikan pesan, televisi
mempunyai tiga karakteristik yaitu: 1) Pesan media ini dapat disampaikan kepada
pemirsanya tanpa memerlukan bimbingan atau petunjuk; 2) Pesan itu sampai tanpa
memerlukan pemikiran; dan 3) Televisi tidak memberikan pemisahan bagi para
pemirsanya, artinya siapa saja dapat menyaksikan siaran televisi (Haryatmoko dalam
Pinasthika, 2010). Sedangkan menurut Ardianto, Komala dan Karlinah (2007) ada tiga
karakteristik televisi berdasarkan stimulasi alat indra yaitu: 1) Audiovisual; 2) Berpikir
dalam gambar; dan 3) Pengoperasian lebih kompleks.
Disamping itu, Hoffman dalam Pinasthika (2010) menggambarkan peranan
televisi dalam lima fungsi televisi antara lain: 1) Pengawasan situasi masyarakat dan
dunia; 2) Menghubungkan satu dengan yang lain; 3) Menyalurkan kebudayaan; 4)
Hiburan; dan 5) Pengerahan masyarakat dalam keadaan darurat. Peranan tersebut dapat
kita lihat dalam tayangan-tayangan televisi setiap harinya. Melalui tayangan-tayangan
tersebut, masyarakat mampu mendapatkan informasi mengenai dunia luar, mengenal
budaya-budaya yang ada, mendapatkan hiburan dan mendapatkan informasi mengenai
keadaan darurat seperti gempa bumi, banjir, dan sebagainya.
Tayangan televisi merupakan sarana yang dibuat perusahaan televisi dalam
menyampaikan pesan tertentu. Tayangan-tayangan yang menarik pemirsa menjadikan
televisi sebagai salah satu kebutuhan utama bagi rumah tangga. Seiring dengan hal
tersebut, persaingan antar stasiun televisi swasta dalam memproduksi dan menyajikan
tayangan yang menarik semakin tinggi agar pemirsa tertarik terhadap tayangan yang
disiarkan. Menurut Diahloka (2012), Program-program televisi memiliki banyak
keunggulan diantaranya orang bisa melihat gambar-gambar yang menarik,
dibandingkan dengan meda elektronik lainnnya seperti radio yang hanya dapat
dinikmati dengan indera pendengaran saja.
Menurut Ardianto, Komala dan Karlinah (2007) berpendapat bahwa fungsi
televisi sama dengan fungsi media massa lainnya, yaitu memberi informasi, mendidik,
menghibur, dan membujuk. Hal tersebut didukung oleh penjelasan Suharto dalam
Pinasthika (2010) mengenai tiga bagian acara televisi yang sesuai dengan fungsi dan
peranannya, yaitu: 1) Pendidikan, program acara ini berisi tayangan yang dapat
menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan penonton; 2) Informasi,
program acara ini berisi acara yang dapat memberi informasi seperti berita, fakta, opini,
kritik dan saran; dan 3) Hiburan, program acara ini berisi tayangan yang dapat
menghibur, berupa film, sinetron, drama, kuis, dan lain-lain. Tentunya, diantara
tayangan maupun program-program tersebut ada program yang paling berpengaruh dan
menarik perhatian masyarakat. Seperti dalam penelitian Pandiya (2008), yang
menemukan bahwa program televisi favorit remaja Kota Semarang adalah berita liputan
olahraga, film luar negeri, dan petualangan. Selain itu, menurut hasil penelitian lain juga
dibuktikan bahwa tayangan sinetron berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan
perilaku pemirsanya. Seperti hasil penelitian Pinasthika, yang membuktikan bahwa

19

intensitas menonton televisi, daya tarik dan isi pesan dari sinetron mempengaruhi sikap
dan perilaku remaja di Cimahi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tayangan hiburan
saat ini adalah salah satu tayangan yang memberikan pengaruh dan diminati oleh
remaja.
Efek yang timbul akibat menonton tayangan televisi bukan hanya akibat
seseorang menonton tayangan tersebut. Melalui penelitian-penelitian yang telah
dilakukan, ditemukan beberapa faktor yang mendukung tayangan televisi dalam
mempengaruhi sikap dan perilaku pemirsanya, khususnya pemirsa remaja. Faktorfaktor tersebut adalah sebagai berikut: 1) Intensitas menonton yaitu seberapa sering
pemirsa menggunakan waktunya untuk menonton televisi; 2) Pola menonton yaitu
bagaimana seorang individu memakai waktunya dalam menonton televisi; 3) Minat
menonton yaitu daya tarik yang menjadi alasan seseorang untuk menonton televisi; 4)
Media literacy yaitu kemampuan individu dalam memahami, mencerna, dan
menggunakan televisi sebagai media; 5) Motif menonton yaitu tujuan individu untuk
menonton televisi dan 6) Faktor lain yaitu faktor eksternal seperti lingkungan,
pergaulan, agama, keluarga, dan sebagainya.
Remaja
Remaja merupakan suatu tingkatan dimana seseorang beralih dari masa anakanak menuju masa dewasa. Tingkat ini juga biasa disebut dengan masa peralihan.
Chaplin dalam Pinasthika (2010) mendefinisikan remaja sebagai periode antara pubertas
dan kedewasaan, biasanya usia 12-21 tahun untuk perempuan dan 13-22 tahun untuk
laki-laki. Disamping itu, menurut Diahloka (2012), masa remaja dikenal dengan masa
storm dan stress dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan
fisik yang pesat dan pertumbuhan secara psikis yang bervariasi. Perbedaan
pendefinisian remaja biasanya terjadi pada stratifikasi usia seseorang. Menurut Monks
dalam Diahloka (2012), masa remaja asalah pada usia 12 sampai dengan 21 tahun dan
terbagi atas beberapa fase yaitu fase remaja awal (12-15 tahun), remaja pertengahan
(15-18 tahun) dan remaja akhir (18-21 tahun).
Pada masa remaja, biasanya remaja memiliki rasa keingintahuan yang sangat
tinggi. Menurut Pandiya (2008) remaja merupakan masa puber dimana ia akan mencari
role model di luar lingkungan keluarga, berbeda dengan anak-anak yang menjadikan
sosok yang ditemui di keluarganya sebagai role model. Menurut Yusuf (2000), Remaja
sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming),
yaitu berkembang ke arah kematanagan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan
tersebut, remaja memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki
pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam
menentukan arah kehidupanya.
Sehubungan dengan itu, Yusuf (2000) mengatakan bahwa perkembangan
identitas pada saat remaja ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1.

Iklim keluarga, yaitu berkaitan dengan interaksi sosio-emosional antar


anggota keluarga, sikap dan perlakuan orangtua dengan anak. Apabila

20

hubungan dan kondisi keluarga positif, maka remaja akan mampu


mengembangkan identitasnya secara realistik dan stabil.
2. Tokoh idola, yaitu orang-orang yang menurut persepsi seorang remaja
merupakan figur yang mempunyai posisi di masyarakat. Ada umumnya,
tokoh idola bagi remaja adalah seseorang yang berasal dari kalangan
selebritis.
3. Peluang pengembangan diri, yaitu kesemparan seorang remaja untuk
melihat kedepan dan menguji dirinya dalam adegan kehidupan yang
beragam
Dalam kehidupan sehari-hari, remaja saat ini meluangkan waktunya cukup
banyak untuk menonton televisi khususnya film atau sinetron remaja. Melalui tayangantayangan di televisi, remaja mendapatkan pengetahuan dan role model yang selanjutnya
memungkinkan untuk menjadi panutannya dalam menjalani kehidupannya. Seperti hasil
penelitian Nurlilah dan Azeharie (2008) yang membuktikan bahwa remaja
menghabiskan waktunya 1-3 jam perharinya untuk menonton televisi. Perubahan sikap
dan perilaku serta gaya hidup dapat terjadi pada remaja melalui tayangan-tayangan
hiburan televisi khususnya film atau sinetron remaja dengan rata-rata jam menonton 1-3
jam setiap harinya. Hal tersebut telah dibuktikan dalam beberapa penelitian, salah
satunya adalah penelitian Parwadi (2005) yang membuktikan bahwa melalui tayangan
hiburan televisi, remaja cenderung menganggap bahwa menonton tayangan agresif, seks
dan konsumtif merupakan hal yang wajar bahkan merupakan sesuatu yang harus diikuti
dalam kehidupan nyata.
Gaya Hidup Hedonisme
Gaya hidup merupakan cara pandang dan perilaku seseorang untuk melakukan
aktivitasnya sehari-hari. Menurut Setiadi (2008), Gaya hidup secara luas didefinisikan
sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana seseorang menghabiskan
waktu, apa yang mereka anggap paling penting dalam lingkungan, dan apa yang mereka
pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya. Gaya hidup sangat
mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupannya. Sehubungan dengan hal
tersebut, Sihabudin (2011) berpendapat gaya hidup sebagai pembeda kelompok akan
muncul dalam masyarakat yang terbentuk atas dasar stratifikasi sosial. Sedangkan
menurut Adlin dalam Sari (2015) gaya hidup mencakup sekumpulan kebiasaan,
pandangan-pandangan dan pola-pola respon terhadap hidup, serta terutama
perlengkapan untuk hidup.
Dengan karakter dan minat individu yang berbeda-beda, muncul berbagai
macam gaya hidup di kehidupan masyarakat. Menurut Chaney dalam Praja dan
Damayantie (2013) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain: 1) Industri gaya hidup;
2) Iklan gaya hidup; 3) Public relations dan journalisme gaya hidup; 4) Gaya hidup
mandiri; 5) dan gaya hidup hedonis.
Menurut Damayantie dan Praja (2013), Hedonisme sudah muncul sejak awal
sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonis merupakan gaya hidup yang terus
berkembang seiring berkembangnya jaman. Hedonisme berasal dari kata Hedone yang
berasal dari bahasa Yunani yang berarti kesenangan atau kenikmatan. Menurut Takariani
(2010), Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan

21

kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini,
bersenang-senang, pestapora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup,entah ini
menyenangkan bagi orang lain atau tidak.
Brahm dalam Takariani (2010) berpendapat hedonisme menyatakan bahwa
tujuan hidup adalah kebahagiaan atau mencapai kesenangan sebanyak mungkin
(sebesar-besarnya) dengan jerih paya sesedikit mungkin. Mendukung pernyataan
tersebut, Veenhoven dalam Felicia dkk (2014) mengatakan individu yang hidup dengan
gaya hidup hedonis adalah individu yang memandang secara positif mengenai
kesenangan dan akan mengambil atau memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk
mencapai kesenangan yang diharapkan.
Menurut Plumer (Kasali, 2000) ada tiga aspek gaya hidup hedonis yaitu: 1)
Activities (Kegiatan), merupakan tindakan nyata yang dilakukan seseorang; 2) Interest
(minat) yaitu objek, peristiwa atau topik yang menjadi perhatian khusus seseorang; dan
3) Opinion (Opini) yaitu jawaban lisan atau tertulis yang diberikan sebagai stimulus
mengenai pemikiran, harapan dan evaluasi dalam perilaku. Melalui ketiga aspek
hedonisme tersebut, individu mewujudkan aspek gaya hidup hedonis dalam bentuk suka
mencari perhatian, boros, memilih-milih teman, dan waktu luang yang dihabiskan
dengan bersenang-senang.
Menurut Kotler dalam Rianton (2013) menyatakan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi gaya hidup seorang individu terdiri atas faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang dimaksud adalah sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian,
konsep diri, motif, dan persepsi. Menurutnya, faktor internal ini adalah sesuatu yang
datang dari diri seseorang setelah ia mencerna apa yang ia lihat, amati lalu pelajari.
Sedangkan faktor eksternal menurut Kotler terdiri dari kelompok referensi, keluarga,
kelas sosial dan kebudayaan.
Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme
No. Judul

Variabel Pengaruh

Penggunaan televisi
1. Frekuensi
menonton acara
televisi
2. Tingkat
perhatian
menonton
televisi
3. Pendidikan
4. Gaya hidup
konsumtif
5. Lingkungan
keluarga
6. Ketaatan
beragama

Pengaruh
Penggunaan
Media Televisi
Terhadap
Penyimpangan
Nilai dan
Perilaku
Remaja
(Kekerasan,
Seks dan
Konsumtif) di
Kota
Yogyakarta)

Variabel
Terpengaruh
Nilai dan
perilaku
1. Kekerasan
2. Seks
3. Konsumtif

Hasil
Pengaruh
dari
tayangan-tayangan
televisi
yang
berkurang
kualitasnya, ada pula
faktor
yang
mempengaruhi dalam
penyimpangan yang
terjadi pada perilaku
remaja
yaitu
pendidikan,
gaya
hidup
konsumtif,
lingkungan keluarga,
serta
ketaatan
beragama.

22

Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme


No. Judul

Variabel Pengaruh

Variabel
Terpengaruh
Persepsi
Remaja:
1. Dampak
negatif
2. Kiat
menanggul
angi

Hasil

Dampak
Negatif
Program
Televisi pada
Remaja Kota
Semarang

Dampak negatif
Program televisi
1. Jenis program
2. Motif menonton
3. Durasi
menonton

Pola Konsumsi
Remaja dalam
Menonton
Televisi

Media literacy
1. Pola
konsumsi
media
2. Kebiasaan
menonton
3. Penggunaan
media
4. Cara
mengakses
media

Perilaku
remaja
1. Meniru
adegan
2. Kepekaan
terhadap
tayangan
manipulatif

Remaja yang berasal


dari keluarga yang
menerapkan
media
literacy lebih peka
terhadap
tayangan
yang
manipulatif.
Sedangkan
remaja
yang berasal dari
keluarga yang tidak
menerapkanmedia
literacy tidak peka
terhadap
tayangan
manipulatif sehingga
dengan mudah meniru
apa yang ia dapatkan
melalui
tayangan
televisi.

Hubungan
Minat, Motif
dan Pola
Menonton
Sinetron di

Perilaku menonton
1. Minat
2. Motif
3. Pola

Perilaku
Hedonis
Remaja
1.Konsumtif
2. Hura-hura

Minat
remaja
menonton
sinetron
televisi adalah untuk
memenuhi kebutuhan
hiburan. Selain itu,

Program
televisi
favorit dari remaja di
Kota Semarang yaitu
liputan olahraga, film
luar negeri/film asing,
dan
petualangan.
Sedangkan motif dari
remaja
pada
penelitian ini dalam
menonton
televisi
adalah
untuk
pemenuhan
kebutuhan
hiburan,
pengalaman
baru,
materi, dan mengisi
waktu luang. Dampak
negatif yang ditemui
pada penelitian ini
adalah
radiasi,
keecanduan,
pornografi
serta
pornoaksi.

23

Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme


No. Judul

Variabel Pengaruh

Televisi dengan
Perilaku
Hedonis
Remaja (Kasus
SMA Negeri
dan Swasta
Kota Bogor)

Variabel
Terpengaruh
3. Malas
bekerja keras

Hasil
ditemukan
bahwa
minat
dan
motif
menonton
berhubungan dengan
pola
menonton
televisi namun tidak
berhubungan dengan
perilaku
hedonis.
Namun, hal tersebut
berhubungan dengan
tingginya
perilaku
malas bekerja keras
remaja.

Pengaruh
Program MTV
Terhadap Gaya
Hidup Remaja
Jakarta

Program MTV
- Frekuensi
menonton
tayangan
- Konsep program
- Audio
- Visualisasi

Gaya Hidup
-Aktivitas
-Minat
-Pendapat

Music
Television
(MTV) membangun
konsep-konsep
tertentu guna menarik
perhatian
remaja.
Sehingga
program
tersebut mempunyai
pengaruh
terhadap
gaya hidup remaja
yang tercermin dalam
aktivitas, minat dan
pendapat.
Dimana
program
tersebut
mempengaruhi
persepsi
remaja
Jakarta
sehingga
berpengaruh
besar
kepada remaja Jakarta
menjadi konsumtif.

Pengaruh
Sinetron
Televisi dan
Film Terhadap
Perkembangan
Moral Remaja

Sinetron Televisi dan


Film
1. Ide cerita
sinetron
2. Isi cerita
sinetron
3. Penampilan
pemain
4. Peran
antagonis
5. Judul film
6. Aktor&aktris

Perkembangan
Moral Remaja

Pengaruh
variabel
bebas yaitu ide cerita
sinetron,
isi
sinetron/cerita,
penampilan pemain,
peran antagonis, judul
film,
aktor&aktris,
adegan mesra, adegan
kekerasan,
isi
film/cerita
dengan
variabel terikat yaitu

24

Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme


No. Judul

Variabel Pengaruh

Variabel
Terpengaruh

7. Adegan
mesra
8. Adegan
kekerasan
9. Isi film

Hasil
perkembangan moral
remaja.

Pengaruh
Sinetron
Remaja di
Televisi Swasta
Terhadap Sikap
Mengenai Gaya
Hidup Hedonis

Sinetron Remaja
-Intensitas menonton,
-Daya tarik
-Isi Pesan

Sikap Gaya
Hidup Hedonis
-Pengetahuan
- Perasaan
-Keinginan
mengikuti
gaya hidup
hedonis

Sikap Gaya Hidup


Hedonis dipengaruhi
oleh intensitas yang
ditunjukkan dengan
frekuensi dan durasi
menonton
sinetron
remaja di televisi
swasta.
Sedangkan
daya tarik menonton
ditunjukkan dengan
tema-tema
cerita
sinetron remaja yang
ditayangkan
di
televisi swasta.

Potret Gaya
Hidup
Hedonisme di
Kalangan
Mahasiswa
(Studi pada
Mahasiswa
Sosiologi FISIP
Universitas
Lampung)

Gaya Hidup
Hedonisme
1. Tingkah laku
2. Persepsi
3. Kebiasaan

Dampak

Dampak gaya hidup


hedonisme
pada
mahasiswa
mengerucut pada tiga
hal yaitu, penurunan
motivasi dan prestasi
belajar
mahasiswa,
perubahan pola hidup
menjadi matrealistis,
serta perubahan pola
pikir
menjadi
pragmatis dan acuh
tak acuh.

Youth
hedonistic
behaviour:
moderating role
of peer
attachment on
the effect of
religiosity and
worldview

Faktor pengaruh:
-rekan sebaya
- religiusitas
-pandangan dunia

Perilaku
hedonistik
remaja

Pandangan
dunia
seorang remaja akan
memberikan perilaku
hedonismenya.
Perilaku tersebut juga
akan dipengaruhi oleh
tingkat religi remaja.
Semakin
rendah
tingkat religi seorang
remaja,
semakin

25

Tabel 1 Hasil Penelitian terkait televisi, remaja, dan hedonisme


No. Judul

10

Kecenderungan
Pembelian
Kompulsif:
Peran
Perfeksionisme
dan Gaya
Hidup
Hedonistic

Variabel Pengaruh

Variabel
Terpengaruh

Peran perfeksionisme Pembelian


dan gaya hidup
kompulsif
hedonistik

Hasil
rentan
remaja
berperilaku hedonis.
Ditemukan pula bawa
rekan sebaya menjadi
penghubung
antara
pandangan dunia dan
religi dengan perilaku
hedonistik remaja.
Semakin
tinggi
tingkat
perfeksionisme
seseorang, semakin
tinggi tingkat gaya
hidup hedonistik yang
menyebabkan
meningkatnya tingkat
pembelian kompulsif

Dari penjelasan Tabel 1 diketahui bahwa efek yang diberikan oleh televisi
terhadap remaja cukup beragam, begitu pula peran televisi dalam membangun perilaku
hedonisme pada remaja. Seperti yang dijelaskan dalam tabel, beberapa penelitian
mengenai tayangan televisi dalam mempengaruhi gaya hidup hedonisme remaja
menggunakan beberapa indikator yang digunakan dalam mempengaruhi gaya hidup
remaja. Begitupula kehidupan dengan gaya hidup hedonisme juga diukur dan
dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Pada penelitian mengenai efek televisi terhadap gaya hidup remaja, tolak ukur
yang digunakan adalah seperti intensitas menonton, daya tarik sinetron, isi pesan, motif
reaja dalam menonton televisi, minat remaja dalam menonton televisi, pola remaja
dalam menonton televisi. Sedangkan pada penelitian mengenai gaya hidup hedonis dan
remaja dibeberapa penelitian menggunakan tolak ukur pengetahuan remaja, perasaan
remaja, keinginan remaja mengikuti gaya hidup hedonis. Disamping itu dijelaskan pula
faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gaya hidup hedonisme seperti pandangan
remaja mengenai perkembangan dunia, religiusitas, pengaruh teman sebaya, tingkat
perfeksionisme, dan penerapan media literacy oleh orang tua ( Hernawati dan Palapah,
2010; Hamzaha dkk, 2014; Felicia dkk, 2014)
Melalui penelitian-penelitian pada Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa televisi
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup hedonis pada remaja jika
memang tayangan-tayangan tersebut mendorong pola dan minat remaja dalam
mengkonsumsi tayangan yang disiarkan melalui televisi. Efek yang ditimbulkan melalui
tayangan televisi tersebut juga di pengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal
remaja tersebut.

26

Belajar dari
mengamati
(Observational
learning)

Fase-fase:
Attention
Retention
Production
Motivational

Sikap
dan
Perilaku

Efek Tayangan Hiburan Televisi Terhadap Gaya Hidup Remaja


Televisi mempunyai daya tarik karena media ini mempunyai keunggulan yaitu
dapat memvisualisasikan berbagai macam informasi kepada pemirsa. Tak hanya
masyarakat dan pemerintah yang mengambil keuntungan dari hal tersebut, pihak swasta
pun tertarik untuk mengembangkan usaha di bidang produksi televisi. Menurut
Soetrisno dalam Parwadi (2005), ketika stasiun televisi dikuasai oleh pemilik modal
atau kaum kapitalis, maka kepentingan konsumen dikalahkan oleh kepentingan kaum
pemilik modal. Sehingga dapat dilihat saat ini banyak tayangan yang mementingkan
komersialitas saja, dibandingkan kualitas dari tayangan tersebut. Pihak swasta
cenderung memikirkan bagaimana tayangan yang diproduksinya menarik perhatian
pemirsanya, namun mengabaikan pesan moral yang seharusnya dapat disampaikan pada
tayangan-tayangan yang disiarkan. Seperti contohnya adalah tayangan televisi untuk
remaja. Menurut penelitian Pandiya (2008) Tayangan televisi yang remaja nikmati
sebagian besar adalah liputan olahraga, film luar negeri, dan petualangan. Tayangan
favorit remaja lainnya adalah acara musik dan sinetron. Contohnya adalah program
Music Television atau yang disingkat MTV, menurut penelitian Nurlilah dan Azeharie
(2011) merupakan program televisi yang memberikan pengaruh terhadap gaya hidup
remaja karena pada program tersebut menampilkan idola-idola remaja, musik yang
sedang tenar di kalangan remaja, gaya pakaian idola remaja, dan sebagainya sehingga
memotivasi remaja untuk mengikuti gaya hidup yang ditayangkan melalui program
tersebut. Selanjutnya melalui penelitian yang dilakukan Pinasthika (2010), Nurlilah dan
Azeharie (2011), Diahloka (2012), dan Takariani (2013) ditemukan pula efek tayangan
sinetron remaja yang merupakan tayangan fiktif, sering mengangkat kegiatan sekolah
remaja seperti hidup mewah, percintaan remaja, nongkrong, bullying dan sebagainya
terhadap penyimpangan perilaku seks, agresi, konsumtif dan hedonis pada remaja.
Dari tayangan-tayangan tersebut, diyakini bahwa remaja mendapatkan
pengalaman-pengalaman baru. Kejadian-kejadian yang digambarkan ataupun
diiulustrasikan melalui tayangan televisi sebagian besar belum pernah dialami oleh
remaja tersebut. Disamping itu, motif remaja dalam menonton televisi yaitu cenderung
untuk memenuhi kebutuhan hiburan, bukan untuk mendapatkan berita maupun
informasi terkini yang terjadi di masyarakat. Sedangkan menurut teori belajar sosial
Bandura, televisi membantu pengalaman belajar seseorang yang sebelumnya hanya
dapat diimajinasikan sehingga dapat divisualisasikan. Asumsi terpenting pada teori ini
adalah belajar observasional terjadi ketika tingah laku observer berubah sebagai hasil
dari pandangannya terhadap tingkah laku seorang model seoerti orangtua, guru, saudara,
teman, pahlawan dan bintang film. Berdasarkan teori itu pula, dijelaskan bahwa
seseorang dapat mendapatkan pembelajaran melalui pengamatan pada perilaku orang
lain. Proses pembelajaran tersebut adalah seperti berikut:
Gambar 1 Proses Belajar Sosial (Bandura)

27

Menurut Bandura dalam Yusuf (2000) meyakini bahwa belajar melalui observasi
(observational learning) atau modeling itu melibatkan empat proses, yaitu sebagai
berikut:
1) Attentional yaitu proses dimana observer atau anak menaruh perhatian terhadap

tingkah laku atau penampilan model orang yang diimitasi


2) Retention, yaitu proses yang merujuk kepada upaya anak untuk memasukkan

informasi tentang model, seperti karakteristik penampilan fisiknya, mental, dan


tingkah lakunya ke dalam memori
3) Production,

yaitu proses mengontrol tentang bagaimana anak dapat


memproduksi respons atau tingkah laku model. Kemampuan mereproduksi ini
bisa berbentuk keterampilan fisik atau kemampuan mengidentifikasi tingkah
laku model.

4) Motivational, yaitu proses pemiihan tingkah laku model yang diimitasi oleh

anak. Dalam proses ini terdapat faktor penting yang mempengaruhinya, yaitu
reinforcement atau punishment, apakah terhadap model atau langsung
kepada anak.
Untuk mencegah terlalu mendalamnya pesan-pesan negatif dari televisi pada
remaja, membutuhkan pengetahuan mengenai pengendalian pola penggunaan media
televisi salah satunya adalah Media literacy. Menurut Potter dalam Baran (2003)
media literacy merupakan keterampilan untuk memahami sifat komunikasi, mencerna
dan menggunakan media. Melalui media literacy, individu sebagai pemirsa televisi
diarahkan agar dapat bersikap kritis terhadap program televisi, menganalisis acara,
mengenali fungsi media, dan memilah acara yang baik dan buruk. Menurut hasil
penelitian Hernawati dan Palapah (2010) membuktikan bahwa remaja yang
menerapkan media literacy mampu memilah acara yang baik dan tidak baik, frekuensi
menonton kurang dari satu jam perharinya, dan peka terhadap tayangan-tayangan yang
dimanipulasi. Melalui perilaku yang dihasilkan melalui penerapan media literacy juga
muncul dampak yang positif yaitu remaja tidak mudah terpengaruh bahkan mengikuti
adegan yang ditayangkan melalui tayangan televisi yang ditontonnya.

SIMPULAN
Hasil Analisis dan Sintesis
Televisi merupakan salah satu media massa yang menjawab kebutuhan
masyarakat luas dalam kebutuhannya atas informasi dan hiburan. Sebagai sebuah
media, televisi mempunyai ciri khas yang menjadi keunggulan yaitu alat komunikasi
audio-visual dimana melalui media ini pesan dapat disampaikan dengan baik karena
disertakan dengan ilustrasi dari pesan tersebut. Seiring dengan berkembangnya produksi
siaran televisi, berbagai program televisi pun bermunculan dengan masing-masing
fungsi dan daya tarik seperti sinetron, acara infotainment, film televisi (FTV), acara
musik, talk show, variety show, reality show, dan sebagainya.

28

Melihat semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap tayangan


televisi, perusahaan-perusahaan produksi siaran televisi semakin banyak memproduksi
berbagai macam tayangan hiburan yang tentunya menarik perhatian penonton. Oleh
sebab itu, saat ini terlalu banyak tayangan hiburan yang isinya tidak terdapat pesan
moral tertentu untuk pemirsanya. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Soetrisno
dalam Parwadi (2005) yang mengatakan bahwa ketika stasiun televisi dikuasai oleh
pemilik modal atau kaum kapitalis, maka kepentingan konsumen dikalahkan oleh
kepentingan kaum pemilik modal. Ditambah dengan pernyataan Parwadi (2005) yaitu
banyak kekhawatiran muncul karena pemilik modal tidak memperhatikan nilai yang
disampaikan dari tayangan yang diproduksinya, tanpa memikirkan dampaknya.
Gaya hidup remaja kini telah dipengaruhi oleh tayangan-tayangan maupun
program yang diciptakan untuk menarik perhatiannya dengan tema-tema remaja dengan
gaya hidup perkotaan. Dalam beberapa penelitian yang telah dijabarkan sebelumnya,
telah dibuktikan bahwa televisi mempunyai pengaruh secara langsung terhadap gaya
hidup remaja saat ini. Melalui pengaruh tersebut, remaja cenderung berperilaku
menyimpang. Salah satu gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup hedonis dimana
remaja lebih suka menghabiskan waktunya untuk kesenangan, ingin mendapatkan
sesuatu secara instan dan perkembangan masa puber yang lebih cepat karena pengaruh
gaya hidup remaja yang diilustrasikan di televisi.
Pencegahan terjadinya efek negatif dari tayangan televisi perlu dilakukan guna
mengurangi remaja yang terpengaruh efek negatif tersebut. Salah satunya menggunakan
gerakan media literacy, dimana seseorang diajarkan untuk mampu memahami isi pesan
dari tayangan televisi, pembatasan waktu penggunaan televisi, dan melatih kepekaan
terhadap tayangan yang telah dimanipulasi.
Usulan Langkah Analisis Baru
Perilaku menonton tayangan hiburan diduga mempunyai pengaruh yang
signifikan dalam pembentukan sikap dan perilaku khalayak, termasuk gaya hidup yang
dijadikan cara hidup dalam kehidupan sehari-hari khalayak tersebut, tak terkecuali pada
remaja. Perilaku menonton tayangan hiburan dapat ukur dengan frekuensi menonton,
perhatian terhadap tayangan, dan motif menonton tayangan hiburan. Frekuensi
menonton adalah waktu yang digunakan remaja untuk menonton tayangan hiburan.
Perhatian terhadap tayangan adalah mengukur apakah remaja yang menonton tayangan
hiburan secara penuh memperhatikan seluruh tayangan hiburan yang sedang ia tonton.
Terakhir, motif menonton tayangan hiburan merupakan dorongan yang menjadi alasan
remaja dalam menonton tayangan hiburan.
Melalui perilaku menonton tayangan hiburan tersebut, diduga dapat
mempengaruhi gaya hidup remaja. Gaya hidup hedonisme remaja yang dimaksud
diukur dengan alokasi waktu, alokasi penggunaan uang saku, keinginan mengikuti
tayangan. Alokasi waktu merupakan pembagian prioritas waktu remaja. Pengukuran
alokasi penggunaan uang saku dilakukan untuk mengukur bagaimana remaja
menggunakan uang sakunya dengan prioritasnya. Terakhir, keinginan mengikuti
tayangan digunakan untuk mengukur sejauhmana pesan yang ditayangkan pada
tayangan hiburan terhadap remaja. Melalui perilaku menonton tayangan hiburan yang
tinggi, remaja diduga dapat menerapkan hal-hal yang ia lihat dan pelajari melalui
tayangan tersebut. Disamping itu, ada faktor-faktor lain yang diduga menjadi pemicu

29

lain terjadinya gaya hidup pada remaja yaitu kelompok pergaulan, tingkat ekonomi
keluarga, interaksi dengan keluarga dan media lain yang tidak dikaji dalam tulisan ini.
Perilaku menonton
tayangan hiburan (X1):
1. Frekuensi menonton
2. Perhatian terhadap
tayangan
3. Motif menonton
tayangan hiburan

Gaya hidup hedonisme remaja


(Y)
1. Alokasi waktu
2. Alokasi penggunaan uang
saku
3. Keinginan mengikuti
tayangan

Faktor lain (X2)


1. Kelompok pergaulan
2. Tingkat ekonomi
keluarga
3. Interaksi dengan
keluarga
4. Media lainnya

Gambar 2 Kerangka Pemikiran Baru


Keterangan:

mempengaruhi

Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian Skripsi


Berdasarkan rangkuman, pembahasan, dan simpulan yang telah dibuat, maka
dapat dirumuskan pertanyaan penelitian, antara lain:
1. Sejauh mana perilaku menonton tayangan dalam mempengaruhi gaya hidup
hedonisme remaja desa?
2. Apa saja faktor yang mendukung terjadinya gaya hidup hedonisme pada remaja
desa?

DAFTAR PUSTAKA
Ardianto E, Lukianti K, Siti K. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi.
Bandung[ID]: Simbiosa Rekatama Media
Baran SJ, Davis DK. 2003. Mass Communication Theory. Belmont [USA]: Thomson
Wadsworth
Damayantie A, Dauzan DP. 2013. Potret Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan
Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Lampung).
[internet].
Dapat
diunduh
di:
http://pshi.fisip.unila.ac.id/jurnal/files/journals/5/articles/224/submission/origi
nal/224-646-1-SM.pdf. diunduh pada: 19 Oktober 2015.
Diahloka C. 2012. Pengaruh Sinetron Televisi dan Film Terhadap Perkembangan Moral
Remaja.
[internet].
Dapat
diunduh
di:

30

http://jurnal.unitri.ac.id/index.php/reformasi/article/download/15/12. Diunduh
pada: 08 Desember 2015.
Felicia F, Rianda E, Sri H. 2014. Kecenderungan pembelian Kompulsif: Peran
Perfeksionisme dan Gaya Hidup Hedonistic. [internet]. Dapat diunduh di:
http://jurnal.usu.ac.id/index.php/psikologia/article/view/10960/4733. diunduh
pada: 26 November 2015
Hamzaha SR, Turiman S, Steven EK, Azimi H, Ezhar T. 2014. Youth hedonistic
behaviour: moderating role of peer attachment on the effect of religiosity and
worldview.
[internet].
Dapat
diunduh
di:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4235496/. Dunduh pada: 24
Oktober 2015
Hernawati R, Maya AO Palapah. 2010. Pola Konsumsi Remaja dalam Menonton
Televisi.
Dapat
diunduh
di:
http://prosiding.lppm.unisba.ac.id/index.php/sosial/article/viewFile/170/34.
[Diunduh pada 07 Desember 2015]
Kasali R. 2000. Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting, dan Positioning.
Jakarta[ID]: Gramedia Pustaka Umum
Martha, Sri H, Imam S. 2010. Correlation among Self-esteem with a Tendency Hedonist
Lifesytle of Students at Diponegoro University. [internet]. Dapat diunduh pada:
http://eprints.undip.ac.id/24778/1/Harga_Diri_dan_KEcenderungan_Gaya_Hi
dup_Hedonis.pdf . Diakses pada: 14 Januari 2016
Nurlailah, Suzy A. 2011. Pengaruh Program MTV Terhadap Gaya Hidup Remaja
Jakarta.
[internet]
Dapat
diunduh
di:
http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/1141/1233.
Diunduh pada: 19 Oktober 2015
Pandiya. 2008. Dampak Negatif Program Telvisi pada Remaja Kota Semarang.
[internet].
Dapat
diunduh
di:
http://www.polines.ac.id/ragam/index_files/jurnalragam/paper_6%20apr.
[Diunduh pada 07 Desember 2015]
Parwadi R. 2005. Pengaruh Penggunaan Media Televisi Terhadap Penyimpangan Nilai
dan Perilaku Remaja (Kekerasan, Seks dan Konsumtif) di Kota Yogyakarta).
[internet].
Dapat
diunduh
di:
https://www.dropboxstatic.com/static/javascript/external/pdf-jse9072ac/build/pdf.worker-vfl7uR4US.js . [Diunduh pada 08 Desember 2015]
Pinasthika AWK. 2010. Hubungan Minat, Motif dan Pola Menonton Sinetron di Televisi
dengan Perilaku Hedonis Remaja (Kasus SMA Negeri dan Swasta Kota Bogor).
[internet]. Dapat diunduh di: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60030.
[Diunduh pada 19 Oktober 2015]
Rianton. 2013. Hubungan Antara Konformitas Kelompok Teman Sebaya dengan Gaya
Hidup Hedonis Pada Mahasiwa Kab. Dhamasraya Di Yogyakarta. [internet]. Dapat
diunduh
pada:
http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=123272&val=5545 . [Diunduh pada: 14 Januari 2016]

31

Sari DN. 2015. Perbedaan Gaya Hidup Mahasiswa ditinjau dari Status Ekonomi dan
Jenis Kelamin pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi
Universitas
Mulawarman.
[internet].
Dapat
diunduh
di:
http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wpcontent/uploads/2015/02/ejurnal%20(02-09-15-02-06-40).pdf [Diunduh pada:
10 Januari 2016]
Sihabudin A. 2011. Media Massa dan Gaya Hidup Mahasiswa.[internet]. Dapat diunduh
di:
http://www.stiabanten.ac.id/lightcode/uploads/Media-Massa-Dan-GayaHidup-Mahasiswa.pdf [Diunduh pada: 09 Desember 2015]
Takariani CSD. 2013. Pengaruh Sinetron Remaja di Televisi Swasta Terhadap Sikap
Mengenai
Gaya
Hidup
Hedonis.
[Internet].
Dapat
diunduh
di:
http://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpk/article/viewFile/106/97.
diunduh
pada: 19 Oktober 2015
Yusuf S LN. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung[ID]: PT
Remaja Rosdakarya

RIWAYAT HIDUP
Citra Tresna Asih atau biasa dipanggil Citra dilahirkan di Bogor pada tanggal 12
Juli 1994. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Rina
Ratnawati dan Endang Hamdan. Penulis memulai pendidikan formal di TK Pertiwi pada
tahun 1999-2000, TK Ar-Rifqi pada tahun 2000-2001, SDN Babakan Dramaga 4 pada
tahun 2001-2007, SMP Negeri 1 Dramaga pada tahun 2007-2009, SMA Negeri 10 Kota
Bogor pada tahun 2009-2012. Pada tahun 2012 penulis diterima di Institut Pertanian
Bogor melalui Seleksi Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tulis di
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi
Manusia. Penulis juga merupakan penerima beasiswa BIDIK MISI.
Selama menjalani perkuliahan di IPB, penulis aktif dalam berbagai kegiatan
organisasi dan kepanitian. Penulis juga pernah menjadi anggota divisi Advertising and
Multimedia HIMASIERA selama periode 2014 dan 2015. Selain itu penulis juga pernah
menjadi staf Layouter Majalah KOMUNITAS Fakultas Ekologi Manusia. Penulis juga
aktif mengikuti kepanitiaan dalam berbagai acara yang diselenggarakan kampus
maupun diluar kampus seperti menjadi panitia Dana Usaha The 7th Ecology Sport and
Art Event (ESPENT) 2014, anggota divisi Dana Usaha KPM Gabung Antar Angkatan
(KPM GARANG), anggota divisi Publikasi, Dokumentasi dan Dekorasi Familiarity
Night 2014, anggota divisi Multimedia Gebyar Nusantara 2015 dan Kepala divisi

32

Desain, Dekorasi dan Dokumentasi 2nd connection 2015. Selama menjalani perkuliahan
di IPB penulis pernah menjadi juara 1 desain poster The 8th Ecology Sport and Art
Event.