Anda di halaman 1dari 8

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM STUDI FISIKA


Jl. Ganesha No 10, Bandung 40132, Indonesia

SOLUSI
MODUL TUTORIAL FISIKA DASAR IIA (FI-1201) KE 2
TOPIK : Potensial Listrik, Kapasitor dan Dielektrik
Semester 2 2014/2015

A. PERTANYAAN
1. Jika satu elektron di posisi mula-mula dalam keadaan diam, lalu bergerak karena diberi medan listrik
yang seragam (uniform), berikan penjelasan apakah energi potensial listrik dari sistem tersebut nilainya
bertambah atau kah berkurang atau kah sama.
JAWABAN:
Sebagai ilustrasi mari kita tinjau muatan positif q terlebih dahulu, yang berada di
dalam pengaruh medan lisitrik.
Arah lintasan ke bawah maka arah ds adalah ()
Setiap ds bertambah sama dengan dy berkurang atau

=
=
= () ()( )

= = ( )

Karena < , sedangkan E besarnya bernilai positif, maka untuk q positif < 0.
Ini menunjukan untuk muatan positif energi potensial listrik menjadi berkurang. Jika muatan positif
yang arahnya
tersebut mula-mula diam maka setelah diberi medan listrik, akan timbul gaya sebesar
, yang kemudian menimbulkan percepatan arah ke bawah meningkatkan energi kinetik atau
searah
sebanding dengan menurunkan (menjadi berkurangnya) energi potensial listrik.
Untuk muatan negatif (elektron)
Maka

= () ( ) > 0, karena < sehingga < 0 ,


Energi potensial listrik dari sistem menjadi bertambah.
2. Perhatikan grafik dari suatu potensial listrik sebagai fungsi dari posisi x.
Jika satu partikel bermuatan positif di tempatkan di titik A, kemanakah arah
gerakan partikel positif tersebut (ke kanan kah atau bergerak ke kiri kah,
atau malah tetap diam di posisi A, atau kah berosilasi di sekitar titik B).
JAWABAN:
Arah gerak partikel adalah ke kiri. Hal ini dapat dimengerti dengan analisa arah gayanya

) = (
= = (

Partikel bermuatan positif bergerak ke kiri karena di


sebelah kiri titik A nilai

>0

> 0 sehingga arah gaya ke

kiri dan diperlambat mulai di titik C. Meskipun antara


titik O dan C, gradien

< 0 artinya partikel positif

mendapat gaya yang melawan arah gaya mula mula


yang (bergerak ke kiri) dan mendapat perlawanan
dari gaya di daerah antara titik C dan O, namun
efeknya hanya ada perlambatan dan partikel positif
tetap bergerak ke kiri.

C
O
)

<0

3. Medan listrik di dalam rongga kulit bola yang bermuatan adalah sama dengan nol. Apakah ini berarti
potensial listrik di dalam rongga kulit bola itu juga pasti sama dengan nol? Jelaskan.
JAWABAN:
Karena di dalam rongga tersebut medan listrik sama dengan nol, maka ini berarti tidak ada beda
potensial antara titik-titik dalam rongga tersebut. Potensial di setiap titik dalam rongga sama dengan
potensial di permukaan (kulit bola tersebut) dan nilainya tidak harus sama dengan nol.

4. Jika besarnya potensial listrik yang berada di suatu daerah adalah tetap (konstan), apakah besarnya
medan listrik yang berada di daerah tersebut bernilai nol atau kah tidak nol? Jelaskan.
JAWABAN:
Jika besarnya potensial listrik yang berada di suatu daerah adalah konstan, maka itu berarti dari titik ke
titik di daerah tersebut nilai potensial listriknya tidak berubah, sehingga gradien potensial listrik yang
= 0. Sedangkan medan listrik diperoleh dengan menghitung =
berada di daerah tersebut adala
= 0, jadi medan listrik juga pasti bernilai nol di daerah tersebut.

5. Jelaskanlah mengapa adanya bahan dielektrik dalam kapasitor mengakibatkan perubahan kuat medan
listrik dalam ruang antara kedua keping kapasitor?
JAWABAN:
Molekul-molekul dalam bahan dielektrik akan terpolarisasi dan menghasilkan medan listrik tambahan
yang arahnya berlawanan dengan arah medan listrik yang dihasilkan keping kapasitor tersebut.
Akibatnya medan listrik (total) dalam ruang antara kedua keping kapasitor menjadi berkurang
dibandingkan tanpa adanya bahan dielektrik.

B. SOAL
1. Potensial listrik di dalam suatu ruang memiliki fungsi berbentuk V = 2x2 + 4y2, tentukanlah medan listrik
di titik (-1, 2, 4)m.
JAWABAN:

= (
(, , ) =
(, , ) = (

+
+
)

+
+
) (2 2 + 4 2 )

(, , ) = ( 4 + 8)
(1,2,4) = ( 4(1) + 8(2)) = (4 16) /

2. Hitunglah usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan +2C


dari posisi A(2,0,0) m ke B(0,2,0) m dimana muatan tersebut berada
di dalam daerah ber medan listrik = 2 4 (V/m). Hitunglah
usaha tersebut jika dipilih melalui lintasan I, dan bagaimana nilai
usaha jika dipilih lintasan II, lalu buktikan bahwa medan vektor
tersebut bersifat konservatif dengan melakukan
= 0.
JAWABAN:
Usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan sebesar +2C
dari titik A ke titik B melalui lintasan I:



=
= 0

Dalam hal ini


adalah elemen vektor perpindahan (dari lintasan) muatan yang dipindahkan, di buku
Halliday Resnick dan beberapa buku lainnya

ditulis sebagai
.

dimana 0 adalah muatan uji yang ingin dipindahkan, yang besarnya +2C.

= 2 ( 2 4) ( + + )

= (4 8 )

Persamaan garis lurus untuk lintasan I adalah + = 2, atau = 2 , sehingga

= 1, subsitusi

hasil ini ke persamaan diatas,


(0,2,0)

(0,2,0)

(4 8 ) =

=
(2,0,0)

(4 8 (2 ) () )

(2,0,0)

= ( 4 16 ) = (2 2 16 )|02 = 0 (2.22 16.2) = 0 (8 32) = 24


2

Usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan sebesar +2C


dari titik A ke titik B melalui lintasan II:

=

= 0

Pada lintasan II ada dua segmen lintasan, yaitu bergerak sepanjang sumbu x, dari A ke O (dimana
= 0, = 0, = 0), lalu dilanjutkan bergerak dari O ke B (dimana = 0, = 0, = 0).




= 0
= ( 0
) + ( 0
)

Kita hitung usaha untuk segmen, dari A ke O (dimana = 0, = 0, = 0)


(0,0,0)

0

=

2 ( 2 4) ( + + )

(2,0,0)
(0,0,0)

2 ( 2 4 (0)) ( + (0) + (0))

=
(2,0,0)
0

= 4
2

= [2 2 ] 02 = [0 8] = 8
Kita hitung usaha untuk segmen, dari O ke B (dimana = 0, = 0, = 0
(0,2,0)

0

=

2 ( 2 4) ( + + )

(0,0,0)
(0,2,0)

2 ( 2 (0) 4) ( (0) + + (0))

=
(0,0,0)
2

= (8 ) = 8
0

= [4 2 ]20 = [16 0] = 16




= 0
= ( 0
) + ( 0
) = 8 + 16 = 24.

Dari hasil perhitungan usaha untuk memindahkan muatan dari A ke B untuk kedua lintasan (lintasan I
dan II) meskipun berbeda lintasan, diperoleh hasil nilai usaha yang sama sebesar 24J, ini artinya usaha
untuk memindahkan muatan selalu sama besarnya untuk setiap lintasan yang dipilih (nilai usaha tidak
bergantung lintasan), sehingga medan listrik (yang merupakan medan vektor) dengan nilai usaha tidak
bergantung lintasan yang dipilih dinamakan medan konservatif. Secara matematik dapat dituliskan
bahwa sifat dari medan konservatif dimana usaha tidak bergantung pemilihan lintasan, ini berarti untuk
lintasan yang kembali ke titik semula, dari A ke B dan kembali dari B ke A:


= (

) + (

) = ( 0

) + ( 0
)

= 0 (

+

)

Yang secara matematis dapat ditulis usaha untuk memindahkan muatan dalam lintasan tertutup


= 0 (
)

Pembuktian bahwa untuk medan konservatif maka



= 0.
Pilih lintasan I, dimana kita ingin memindahkan muatan dari A ke B dan sedangkan kembali ke A melalui
lintasan II, maka:

= 0 (

) = ( 0

) + ( 0

) + ( 0

)

= ( 4 16 ) + 8 4
2

= 24 + (16) 8 = 0
3. Suatu muatan listrik dengan q = 4.0 C bergerak secara horizontal sejauh 0.25
m ke titik p, selama pergerakannya di bawah pengaruh medan listrik E yang
arahnya vertikal (seperti pada gambar) dan besarnya medan listrik tersebut adalah
150 V/m. Berapa perubahan energi potensial listrik dari muatan tersebut.

E
q

JAWABAN:
Jika dipilih arah vertical adalah arah sumbu y positif, dan arah horizontal adalah arah sumbu x positif,
maka:

(4106 ) (150

(4106 ) (150

Dalam hah ini karena ( )

) ( )

= 0, sehingga W=0J.

4. Tiga muatan titik Q, Q, dan +3Q terdistribusi sepanjang garis


lurus seperti pada gambar. Hitunglah berapa potensial listrik di titik
P.

+3Q
R

JAWABAN:

( ) =

( ) =

( ) =

()
2

(+3)
()
()
(+3)2
2( ) + 2(+3)
+
= 2
+
=

2
2
2
2

2( ) + 2(+3)
2

1/2
1/2

( )2 + (+3)
2( )/2 + (+3)
=

( )1,41 + 3) 1,6
=

5. Tongkat sepanjang di letakan di sepanjang sumbu x, memiliki muatan


listrik total +Q dan rapat muatan listrik nya adalah

= +/. Tentukan

potensial listrik pada titik P berjarak dari pusat sumbu koordinat.

JAWABAN:
Elemen panjang dx mengandung muatan listrik = , elemen
bermuatan tersebut jaraknya ke titik P adalah = 2 + 2 .
Potensial listrik di titik P karena keberadaan elemen muatan

2 + 2

= =
=
=
= ( )
2
2
2
2
2
2

+
0
0 +
0 +

Dari tabel integral:

2 + 2

= ( + 2 + 2 )

sehingga

+
) [( + 2 + 2 ) (0 + 02 + 2 )]

+
= ( ) [( + 2 + 2 ) ()]

= (

= (

+
+ 2 + 2
) (
)

6. Cincing dengan jari-jari memiliki muatan listrik dengan total +Q


terdistribusi secara merata (uniform). (a) Tentukan potensial listrik
pada titik P dimana jarak P dari titik pusat cincin adalah x. (b)
Hitung pula medan listrik di titik P(gunakan hasil soal 6a).

2 + 2

JAWABAN:
(a) Potensial listrik dihitung dengan cara:

=
2

+ 2

= =

2 + 2

Karena setiap elemen muatan listrik memiliki jarak

= 2 + 2 yang tetap ke titik P, maka

(+ ) = ( 2 + 2 )1/2

(b) Medan listrik dapat dihitung secara langsung dengan menghitung kontribusi medan listrik untuk tiap
elemen muatan dq, atau dengan dengan menghitungnya dari berapa potensial listrik yang diketahui
seperti pada soal ini.

= (
(, , ) =
(, , ) = (

)
+
+

) (( 2 + 2 )1/2 )
+
+

Karena V hanya fungsi dari x, maka


1
1

) (( 2 + 2 )2 ) = (
) (( 2 + 2 )2 )

1
3

1
( ) = ( ) ( 2 + 2 )2 = ( ) ( 2 + 2 )2 (2)

( ) =
3
( 2 + 2 )2

( ) = (

7. Bola isolator pejal dengan jari-jari R memiliki rapat muatan tidak seragam (non-uniform) yang diberikan
oleh fungsi () =

dalam hal ini C adalah suatu konstanta, r adalah variabel jarak yang dihitung

dari pusat bola. (Petunjuk: elemen volum bola adalah = 4 2 , hati-hati notasi V pada dV adalah
Volum bukan potensial listrik). Tentukan potensial listrik di dalam bola jika diasumsikan potensial listrik
pada permukaan bola adalah 0 .

JAWABAN:
Gunakan hukum Gauss untuk menghitung medan listrik di dalam bola isolator pejal. Permukaan Gauss
dipilih berbentuk kulit bola berjari-jari r berada di dalam bola isolator pejal:

4 3
4
=
= = ( ) 42 =

0
0

( 4 )
0
4
0

(4 2 ) =
2
=
40

=
= .

( ) ( ) =

2
.
40

2
40

1 2
[ ]
() 0 =
40 3

() 0 =
( ) =

( 2 2 ) =
( 2 2 )
120
120

(2 2 ) + 0
120

8. Kabel koaksial seperti diperlihatkan pada gambar terdiri dari kawat


tunggal dan konduktor selubung berjari-jari a meter. Kawat tunggal
berada di sumbu konduktor selubung. Rapat muatan per satuan
panjang kawat tunggal adalah coulomb/meter.
a. Hitunglah beda potensial antara kawat tunggal dan konduktor
selubung.
b. Hitunglah kapasitansi per satuan panjang kabel koaksial.

a meter

JAWABAN:
a. Gunakan hukum Gauss untuk menghitung medan listrik pada r<a

integral tertutup ini dapat dipecah menjadi 3 bagian (medan listrik yang melalui

permukaan tutup silinder sebelah kiri, tutup sebelah kanan, dan selimut/selubung silinder).

Karena

pada tutup kiri dan kanan adalah nol, maka perhitungan integral menyisakan integrasi

medan listrik yang melalui selimut silinder permukaan Gauss, dimana di setiap titiknya arah
se arah

cos 00 =
=

(2) =
(2) =

sedangkan

selalu

20

Karena kita ingin mengukur beda potensial antara 2 titik, yaitu titik dibagian dalam selurung berjarak a
diukur dari pusat sumbu, lalu titik sebut saja d yaitu jari-jari kawat yang nilainya kecil. Maka beda
potensial dihitung

[ln( ) ln()]

. =
=
20
20

20

[ln( ) + ln()] =
=
ln( )
20
20

= .
=

b. Kapasitansi per satuan panjang kabel koaksial

20 ln( )

20

ln( )

20
=
ln( )

9. Kapasitor pelat sejajar dengan luas penampang A= 30cm2 dan jarak antar keping d=6mm dihubungkan
dengan sumber tegangan 200 V, lalu terjadi pengisian kapasitor tersebut sehingga penuh, selanjutnya
sumber tegangan dilepas, dan jarak antar pelat dipersempit menjadi setengahnya, tentukan kapasitansi
C, kuat medan listrik E, dan beda potensial V.
JAWABAN:
Setelah kapasitor terisi penuh dengan total muatan (setelah terisi penuh adalah):

30104
= = (0 ) = (8.851012 )
200 = 8.8 1010 .

6103
Kemudian sumber tegangan dilepas, dan jarak antar pelat kapasitor dipersempit menjadi setenganya
(kapasitor terakhir ini kita notasikan sebagai

).

V = 200 volt

Kapasitansi kita notasikan dengan

30 104
12
= 0
= (8.85 10 )
= 8.8 1012
(6 103 )2
2
Karena muatan terisi penuh lalu sumber tegangan dilepaskan, maka untuk menghitung
beda potensial yang dihasilkan oleh pelat kapasitor adalah

dimana muatan kapasitor yaitu = 8.8 1010

8.81010

Beda potensial = = 8.81012 = 100

100

Kuat medan listrik = 2 = (6103 )2 = 3.3 104

10.Sebuah kapasitor keping sejajar diisi oleh dua bahan dielektrik dimana
konstanta dielektriknya adalah 1 dan 2 . Luas tiap keping kapasitor
adalah A, dan terpisah sejauh d. Beda potensial antara dua keping
kapasitor adalah . Sebagai informasi, bahwa muatan pada bahan 1
(1 ) dan bahan 2 (2 ) dan berlaku hubungan 1 + 2 = . Buktikan
bahwa

0 (1 + 2 )
2

JAWABAN:
Diketahui bahwa hubungan kapasitansi tidak berbahan dielektrik yang dinotasikan sebagai 0 , dengan
kapasitansi berbahan dielektrik adalah

= 0
Sedangkan 0

sehingga = 0 =

Untuk bahan dielektrik campuran sebagai mana di soal ini maka

1 = 1
2 = 2

0 /2

0 /2

seolah ada 2 kapasitor yang disusun paralel, sehingga kapasitansi total:

0
0 /2
0 /2
0 (1 + 2 )
= 1 + 2 = 1
+ 2
= (1 + 2 ) 2 =