Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kita semua tahu kalau kita mengerjakan sesuatu atau membaca sesuatu
ada yang melatar belakanginya. Begitu juga penulis dalam menyusun karya tulis
ini mempunyai latar belakang tersendiri diantaranya adalah kewajiban penulis
siswa kelas 3 yang di tuntut untuk membuat sebuah karya tulis yang
bermanfaat.
Penulis ingin memperluas wawasan dalam pembuatan karya tulis ini
penulis akan mengemukakan tentang sejarah museum pusat TNI AU Dirgantara
Mandala. Dan yang terakhir penulis agar mendapatkan pengalaman yang luas
akan menyusun karya tulis dengan baik
B. Perumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini penulis akan memberikan sebagian kecil
yang terdapat dalam museum khusunya bagian pembinaan benda benda.
Adapun rumusan masalah tercantum di bawah ini
1. Bagaimana sejarah di dirikanya museum Pusat TNI AU Dirgantar Mandala?
2. Bagaimana usaha pelestarian benda benda, dokumentasi, pameran dan
administrasi?
3. apa saja ciri khusus dana keunikan di negera negara luar negeri?
C. Tujuan Penelitian
Di samping tugas dari sekolah tujuan penelitian ini mempunyai arti yaitu
diantaranya:
1. Untuk mengetahui nilai budaya yang tinggi yang pernah di capai oleh suatu
wilayah
2. Untuk mengetahui bagaimana dan berupa apa sejarah yang ada di
museum Dirgantara Mandala

BAB II
MENGENAL MUSEUM PUSAT TNI AU DIRGANTARA MANDALA

A. Sejarah Singkat Museum Pusat TNI AU


Hasrat untuk mengabdikan atau mendokumentasikan kegiatan - kegiatan
maupun peristiwa - peristiwa bersejarah di lingkungan AURI adalah gagasan
Pimpinan AURI yang di tuangkan dalam keputusan menteri Panglima Angkatan
Udara Nomor 491 tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumentasi. Sejarah dan
Museum Angkatan Udara Republik Indonesia. Museum Angkatan Udara baru
bisa diwujudkan pada tanggal 21 April 1967 yang bersifat embrio dan
organisasinya masih berada di bawah pembinaan Asisten Direktorat Hubungan
Masyarakat Angkatan Udara Republik Indonesia. Museum yang masih berstatus
embrio ini mempunyai tiga (3) bagian yaitu:
1. Bagian pembinaan benda benda
2. Bagian administrasi dan deskripsi
3. Bagian dokumentasi dan pameran
Kegiatan museum pada waktu itu masih sangat terbatas karena
kurangnya tenaga profesional maupun biaya sejak di keluarkannya instruksi
menteri atau panglima Angkatan Udara no. 2 tahun 1967 tanggal 30 juli 1967
tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya dan museum angkatan
udara
Kemudian pada tanggal 4 april 1969 telah di resmikan berdirinya museum pusat
TNI AU oleh : Menpangan Laksamana Udara Roemin Nuryadin. Dalam
peresmian tersebut hadir pula para perintis dan tokoh tokoh antara lain:
Panglima Komando Wilayah Udara Laksamana Muda Udara Saleh Basarah,
Kapusjarah ABRI Kolonel Tit. Drs. Nugroho Notosusanto. Museum ini berlokasi
di kawasan markas Komando wilayah V. Jl. Tanah Abang Bukit Jakarta
Pimpinan TNI AU menunjuk dan memutuskan bahwa gedung bekas
pabrik gula di wowocatur Lanud Adi Sucipto segera di rehab untuk di
manfaatkan sebagai museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Maka pada
tanggal 17 desember 1982 Kepala Staf TNI Au no Sprin / 05 / IV / 1984/
tanggal 11 april 1984 tentang rehabilitasi gedung bekas pabrik gula untuk
persiapan sebagai gedung permanen museum pusat TNI AU Dirgantara
Mandala. Dari 4.200 M bangunan induk yang ada saat ini telah di gunakan
seluas 3.600 M untuk pameran dan 600 M lainya untuk gedung dan mushola

B. Tata Ruang
a. Ruang Utama
1. Beberapa foto Mantan Pimpinan TNI AU
1) Laksamana Udara suryadi Pimpinan TNI AU (Kepala stafmTRI
AU tahun1946 1962)
2) Laksamana Udara Omar Dani (Mentri Panglima Angkatan Udarta
tahun 1962 1965)
3) Laksamana Muda Udara Sri Muljono Herlambang (Menteri
Panglima Angkatan Udara 1965 1966)
4) Laksamana Muda Udara Roesmin Nurjadin ( Menteri Panglima
angkatan udara tahun 1966 1969
5) Marsekal TNI Suwoto Sukendar (Kepala Staf TNI Angkatan Udara
tahun 1969 1973
6) Marsekal TNI Saleh Baasarah (Kepala Staf TNI Angkatan Udara
Tahun 1973 1976)
2. Lambang Lambang
1) Swa Bhuwana adalah lambing TNI angkatan Udara, yang artinya
sayap Tanah Air
2) Panji Panji TNI AU diresmikan oleh presiden angkatan perang
pada tanggal 5 Oktober tahun 1952 bersama dengan panji panji
angkatan Darat dan Panji panji angkatan Laut
3) Pataka Komando Opearesi TNI AU (Koopsau)
Motto

Abhibuti Antarikhse

Artinya

Keunggulan di udara adalah tujuan utama

4) Pataka Komando Panduan tempur Udara (Kopatdara)


Motto

Nitya Smakta Maarwati Sarwabaya

Artinya

Senantias siap bertindak terhadap segala ancaman

bahaya
5) Pataka komando pertahanan Udara (Kohadud)
Motto

Surakhsita Nabhastata

Artinya

Udara yang di pertahankan dengan baik

b. Ruang Kronologi I
Pada tanggal 23 Agustus 1945 di umumkan berdirinya Badan
Keamanan rakyat (BKR). Tugas utama BKR udara adalah rakyat merebut
dan menguasai pangkalan Udara setempat, beserta pesawat terbang dan
fasilitas lainya dari tang jepang, sesuai dengan adanya maklumat
pemerintah 5 Oktober 1945. BKR di tingkatkan menjadi TKR (tentara
Keamanan Rakyat)

Kegiatan yang berhasil dan menunjukan eksistensi TKR Jawatan


Penerbangan antara lain:
1. Pada bulan oktober 1945 Penerbangan pertama di am Indonesia
merdeka, pesawat dan fasilitas lainya di rebut dan dikuasi oleh BKR
Yogyakarta dari tangan jepang
2. Sekolah penerbangan pertama di Maguwo. Sekolah penerbangan
pertama yaitu pada tanggal 15 November di resmikan dan diperingati
sebagai hari jadi komando pendidikan TNI AU atau Kodikau
3. Latihan terjun payug. Penerbangan yang membawanya waktu Bapak
Agustinus, Adisucipto, Iswahyudi dan makmur Suhodo
c. Ruang Kronologi II
Pendidikan kadet kadet AURI di dalam dan luar negeri:
1. Sekolah

Penerbangan

lanjut

di

Andir

dan

Kalijati

Angkatan ke I SPI Primary Training dengan pesawat T-^ / AT-16 A


Angkatan ke III SPI adalah kelas terakhir yang di selenggarakan di
Andir (Husen Sastranegara) karena tahun 1953 SPI di pindahkan ke
pangkalan udara Kalijati yang menghasilkan empat (4) angkatan atas
pertimbangan Historis SPI di pindahkan ke Lanud Adi Sutjipto tahun
1959
2. Pengiriman Kadet kadet ke luar negeri
Selain pendidikan SPI di dalam negeri, maka pada tahun 1950 dikirim
pula 60 Kadet untukl mengiokuti Pendidikan penerbangan pada Taiola
Akademi Of Aeronautis di Oakland California dan menjelang akhir
tahun 1951 pendidikan telah selesai dan para Kadet kembali ke
Indonesia
d. Ruang Alutsista
1. Mitsubishi A6 MS Zero Sen
Negara asal

Jepang

Jenis

Pemburu Taktis

Buatan tahun

1983

Panjang Sayap

11 M

Panjang badan

9,06 m

Berat Maksimum

2,744 Kg

Kecepatan Maksimum

570 Km/jam

Akomodaasi

1 awak Pesawat

Sejarah :
1941

Pertama kali digunakan jepang dalam perang


melawan Amerika di Cina

1942 1945

Dalam perang pasifik melawan sekutu zero


berpangkalan di daerah irian barat

1984

Diabadikan di museum pusat TNI AU Dirgantara


Mandala

2. P 51 Mustang
Negara asal

Amerika Selatan

Jenis

Pemburu Taktis

Panjang Sayap

11,28 m

Panjang badan

9,81 m

Berat Maksimum

7000 Kg

Kecepatan Maksimum

735 Km/jam

Akomodaasi

1 awak Pesawat

Persenjataan

6 buah browing kaliber 12,7 = 8 Buah


roket Laucher, 2 buah bom

Sejarah :
1950 1965

Operasai penumpasan DI TII Jawa Barat,Aceh,


Sulawesi Selatan

1958

Operasi PRRI

1962 - 1963

Operasi Trikora

1964

Operasi Dwikora

1965

Operasi G30S/PKI

1967 1969

Operasi Trisula

1978

Diabadikan di museum Pusat TNI AU Dirgantara


Mandala

e. Ruang Paskhas
1. Sisa sisa Operasi Trikora
a. Oleh

Penduduk setempat

b. Tanggal

27 mei 1992

c. Tempat

Gunung Madogma Kecamatan

pasir, kabupaten Fak fak Irian Barat


2. Uniform Pasukan TNI AU
3. Meriam PSU (Cannon)
Negara asal

Swedia

Merk Pabrik

Bafors

Kaliber type

40 m/1 60

Tahun pembuiatan

1962Berat : 1.586 Kg

Panjang laras

2,5 m

Kecepatan tembak

2,742 m

Kecepatan awak

873 m/detik

f.

Ruang Diorama
1. Serangan udara pertama dan penembakan VT CIA
2. Peristiwa 19 Desember 1948
Pada tanggal 19 Desember 1984 terjadi pertempuran yang heroik di
pangkalan udara Maguwo Angkatan Belanda Udara Mengarahkan:
9 buah pesawat tempur P 40 Kitty Hawk
5 Buah Pesawat tempur P 15 Mustang
17 Buah pesawat Ngkut C 47 Dakota
3. Sekolah penerbanagan AURI Angkatan I 15 November 1945, 21 Juli
1947 peristiwa bersejarah di mulainya pendidikan penerbangan yang
pertama kalinya sejak Indonesia merdeka di resmikan sebagai hari jadi
komando pendidikan TNI AU (Kodkau) sehingga tanggal 15 November
di peringati dan dirayakan setiap tahunya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Museum Pusat TNI AU Dirgantar Mandala memilki cirri khusus dan
keunikan yang luar biasa dan berharga bagi bangsa Indonesia .
2. Untuk mengatahui wawasan ilmu pengetahuan tinggi yang pernah di capai
oleh para pejuang dan para pahlawan udara dalam membina dan merintis
angkatan udara Republik Indonesia.
3. Sebagai usaha pelestarian benda benda bersejarah.
B. Saran
1. Kepala pengelola objek wisata agar meningkatkan pelayanan dan menarik
pengunjung.
2. Kepada pemerintah agar melengkapi sarana dan prasarana serta benda
yang ada di dalam museum dapat di perbaiki kembali supaya tahan lama
keunikannya.
3. kepada masyarakat agar dapat bersama sama menjaga objek wisata baik
berupa alam maupun peninggalan bersejarah masa lampau dan agar dapat
di nikmati sepanjang masa

DAFTAR PUSTAKA

www.google.co.id

Anda mungkin juga menyukai