Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KESUBURAN TANAH DAN NUTRISI TANAMAN

Faktor Pembatas Pertumbuhan Tanaman serta Hubungan Tanah dan


Tanaman
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi
Tanaman (KTNT)

Disusun oleh:
Kelompok 1
Nurul Azmi Hidayanti

150510150020

Eunike Ayu Sabatania

150510150025

Veni Sriyanti

150510150040

Ayu Nurul Hikmah

150510150068

Dita Agustin Purbayanti

150510150072

Reza Muhammad Rifqi

150510150120

Kelas:
Agroteknologi A

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Puji dan Syukur hanya untuk Allah Rabb seluruh alam, Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena rahmat dan hidayah-Nya, kami telah
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa salawat dan salam
semoga senantiasa tercurah lestari pada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga
dan seluruh umatnya yang setia terhadap ajarannya hingga akhir zaman.
Penyusunan makalah Faktor Pembatas Pertumbuhan serta Hubungan
Tanah dan Tanaman ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Selain itu bertujuan untuk memperkaya
ilmu pengetahuan khususnya bagi kami selaku penyusun dan umumnya untuk
semua pembaca.
Makalah ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
sebab itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Allah SWT karena telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada
kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini
Kami menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif
guna menyempurnakan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca (aamiin).

Jatinangor, 20 September 2015


Kelompok 1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
1.1

Latar Belakang...................................................................................................

1.1

Rumusan Masalah...............................................................................................

1.2

Tujuan..............................................................................................................

BAB II ISI.....................................................................................................................
2.1 Hubungan tanah dengan Tanaman................................................................................
Gambar 2. 1 hubungan timbal balik atau interaksi antar komponen yang terkait dalam
dalam rumah tangga tanah...............................................................................................
Gambar 2. 2 Komponen-komponen organik Penyusun Tanah....................................................
2.2 Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman..........................................................................
2.3 Keterkaitan Faktor Pembatas Terhadap Tanah dan Pertumbuhan Tanaman..............................
Gambar 2. 3 Keterkaitan faktor pembatas terhadap tanah.......................................................
BAB III PENUTUP........................................................................................................
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Populasi manusia di dunia seiring berjalannya waktu terus meningkat.
Keberadaan manusia di muka bumi mengganggu ekosistem bumi demi
memproduksi pangan dan serat yang menempati permintaan terbesar terhadap
tanah yang menyediakan hara esensial. Memahami dan mengerti tentang sifatsifat kimia, biologi, dan fisika tanah serta hubungan kontinu antara tanahtanaman-atmosfir yang mengontrol ketersediaan hara adalah sangat penting.
2

Kemampuan tanah menyuplai hara yang cukup akan terus menurun sejalan
dengan kebutuhan tanaman akan hara yang terus meningkat dalam
mempertahankan produktivitas tanah dan tanaman. Hal ini seiring dengan
permintaan manusia akan pangan dan serat semakin meningkat. Satu
tantangan yang besar bagi setiap generasi adalah mengembangkan dan
mengimplementasikan

teknologi

pengelolaan

tanah-tanaman-hara

yang

mempertinggi produktivitas tanaman dan kualitas tanah, air dan udara, serta
menjaga kelestarian fungsi lingkungan. Jika kita tidak mengembangkan atau
menopang kapasitas produksi tanah yang kita olah, kita tidak dapat secara
kontinu mendukung permintaan pangan dan serat akibat pertumbuhan
populasi manusia.
1.1 Rumusan Masalah
Setelah kita mengetahui bagaimana latar belakang dibuatnya makalah ini
maka dapat ditarik perumusan masalah berupa faktor pembatas pertumbuhan
tanaman serta bagaimana hubungan tanaman dan tanah.
1.2 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini untuk mengetahui faktor pembatas apa saja
yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta bagaimanakah hubungan
tanaman dan tanah.

BAB II

ISI
2.1 Hubungan tanah dengan Tanaman
Tanaman akan tumbuh dan berkembang pada tanah yang telah tersedia
berbagai kebutuhannya berupa unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah
yang besar atau dalam jumlah kecil. Hal ini sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor di antaranya : kondisi tekstur, struktur (aerasi tanah, drainase,
kemampuan mengikat air dan kemampuan tanah dalam mengikat nutrisi),
aktivitas biologi tanah dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Tanah yang
memiliki sifat fisik, sifat biologi dan sifat kimia yang baik adalah tanah yang
dapat memberi kehidupan bagi tanaman.
Penurunan produksi tidak hanya ditentukan oleh hal-hal seperti di atas
namun perilaku usaha tani mengenai pengelolaan lahan (tanah, air dan
tanaman) sangat menentukan, di samping terjadinya penurunan kualitas
struktur dan tekstur tanah yang sekaligus mempengaruhi aktivitas biologi
tanah dan terancam terjadinya degradasi biodiversitas, dari yang kompleks
menjadi lebih sederhana akibat kandungan bahan organik yang dikandung
tanah sangat kurang karena perlakuan terhadap lahan kurang memperhatikan
kaidah-kaidah ekologis.
Tanah sehat dan subur dengan struktur yang baik (optimum) aktivitas
mikrobia tinggi dan kandungan nutrisi yang siap pakai (telah dirombak) bagi
tanaman untuk tetap berdiri tegak dan secara keseluruhan berpengaruh
terhadap kesehatan tanaman. Tanah sehat secara umum didefinisikan sebagai
kemampuan tanah secara terus menerus dalam fungsinya sebagai sistem
kehidupan yang penting dalam ekosistem dan memanfaatkan tanah untuk
berproduksi secara biologi, mengikat banyak udara dan air dari lingkungan
untuk menjaga kesehatan tanaman, hewan dan manusia. Pada dasarnya, tanah
yang sehat menghasilkan tanaman yang sehat pula.
Salah satu upaya memulihkan kesuburan tanah perlu mempelajari dan
memahami tentang Ekologi Tanah (Rumah Tangga Tanah). Berikut
digambarkan secara ilustratif hubungan timbal balik atau interaksi antar
komponen yang terkait dalam rumah tangga tanah :
4

Gambar 2. 1 hubungan timbal balik atau interaksi antar komponen yang terkait dalam
dalam rumah tangga tanah

Bahan Organik

Makroorganisme
(cacing)

Rhizobium pengikat
N

Gambar 2. 2 Komponen-komponen organik Penyusun Tanah

2.2 Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman


Unsur hara tanaman adalah unsur yang diserap oleh tumbuhan. Menurut
Hanafiah (2007: 252), unsur kimiawi yang dianggap esensial sebagai unsur hara
tanaman adalah jika memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:
a. Unsur ini harus terlibat langsung dalam penyediaan nutrisi yang dibutuhkan
tanaman
b. Unsur ini tersedia agar tanaman dapat melengkapi siklus hidupnya
c. Jika tanaman mengalami defesiensi hanya dapat diperbaiki dengan unsure
tersebut. Unsur hara makro esensial jika dibutuhkan dalam jumlah besar,

biasanya diatas 500 ppm dan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, biasanya
kurang dari 50 ppm disebut mikro esensial.
Yang tergolong ke dalam unsur hara makro antara lain Nitrogen, hidrogen,
oksigen, fosfor, kalium, belerang, kalsium dan magnesium. Sedangkan unsur hara
mikro antara lain boron, besi, mangan, tembaga, seng, molibdenum, dan khlorin.
Menurut Sutejo, (1995 :22-39) jumlah besar yang dibutuhkan tanaman unsur hara
tanaman dibedakan menjadi unsur hara makro dan mikro. Unsur makro terdiri atas
:
a. Carbon, Oksigen, dan Hidrogen ( C, O, H )
Carbon, Oksigen, da Hidrogen, merupakan bahan baku dalam pembentukan
jaringan tubuh tanaman. Berada dalam bentuk H2O (air), H2CO3(asam arang),
dan CO2 dalam udara.
1) Carbon (C)
Penting sebagai pembangun bahan organik, karena sebagian besar bahan
kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil dalam bentuk CO2.
2) Oksigen (O)
Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangun
bahan organik, diambil dalam bentuk CO2.
3) Hidrogen (H)
Merupakan elemen pokok pembangun bahan organik, supplai dari air.
b. Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman yang pada
umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagianbagian vegetatif tanaman seperti daun, batang, dan akar, tetapi kalau terlalu
banyak dapat menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanamannya.
Fungsi:
1) Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.
2) Dapat menyehatkan pertumbuhan daun, daun tanaman lebar dengan warna
yang lebih hijau (pada daun muda berwarna kuning).
3) Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman.
4) Meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan.
5) Meningkatkan berkembangbiaknya mikroorganisme di dalam tanah.
Kekurangan : unsur Nitrogen dapat terlihat dimulai dari daunnya,warnanya yang
hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap. Jaringan

daun mati daun mati inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering
dan berwarna merah kecoklatan.
c. Fosfor
Fosfor diambil tanaman dalam bentuk H2PO4-, dan HPO4. Secara umum, fungsi
dari fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut:
1) Dapat mempercepat pertubuhan akar.
2) Dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda
menjadi tanaman dewasa.
3) Dapat mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
4) Dapat meningkatkan produksi biji-bijian.
Fungsi : dapat mempercepat pertumbuhan akar semai, mempercepat pertumbuhan
tanaman, meningkatkan produk biji-bijian dan dapat memperkuat tubuh tanaman
sehingga tidak mudah rebah. Bagian-bagian tubuh tanaman yang bersangkutan
dengan pembiakan generatif, seperti daun-daun bunga, tangkai-tangkai sari,
kepala-kepala sari, butir-butir tepung sari, daun buah seta bakal biji ternyata
mengandung P.
Kekurangan: akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan sistem perakaran,
daun, batang, seperti misalnya pada tanaman serelia (padi-padian, rumputrumputan penghasil biji yang dapat dimakan, jewawut, gandum, jagung), daundaunnya berwarna hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen
merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Tangkai-tangkai daun kelihatan
lancip-lancip. Pembentukan buah jelek, merugikan hasil biji.
d. Kalium
Kalium diserap dalam bentuk K+ (terutama pada tanaman muda). Kalium banyak
terdapat pada sel-sel muda atau bagian tanaman yang banyak mengandung
protein, inti-inti sel tidak mengandung kalium. Zat kalium mempunyai sifat
mudah larut dan hanyut, selain itu mudah difiksasi dalam tanah.
Kalium berperan membantu :
1)
2)
3)
4)

Pembentukan protein dan karbohidrat.


Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman.
Meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit.
Meningkatkan kualitas biji/buah.

Kekurangan: yang terdapat pada daun, pada awalnya tampak agak mengkerut dan
kadang-kadang mengkilap, selanjutnya sejak ujungdan tepi daun tampak

menguning, warna seperti ini tampak pula diantara tulang-tulang daun, pada
akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor, berwarna coklat, dan jatuh kemudian
mengering dan mati. Gejala yang terdapat pada batang yaitu batangnya lemah dan
pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil.
e. Kalsium
Kalsium diserap dalam bentuk Ca++, sebagian besar terdapat dalam daun
berbentuk kalsium pektat yaitu bagian lamella pada dinding sel. Selain itu terdapat
juga pada batang, berpengaruh baik dalam pertumbuhan ujung dan bulu-bulu akar.
Kalsium terdapat pada tanaman yang banyak mengandung protein.
Beberapa fungsi kalsium yaitu :
1) Kalsium dapat menetralkan asam-asam organik yang dihasilkan pada
metabolisme.
2) Kalsium penting bagi pertumbuhan akar.
3) Kalsium dapat menetralkan tanah asam, dapat menguraikan bahan
organik,tersedianya pH dalam tanah tergantung pada kalsium.
Kekurangan: menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran.
f. Magnesium
Magnesium diserap dalam bentuk Mg++, merupakan bagian dari klorofil. Kadar
Mg di dalam bagian-bagian vegetatif dapat dikatakan rendah daripada kadar Ca,
akan tetapi di dalam bagian-bagian generatif malah sebaliknya.
Kekurangan: menimbulkan gejala-gejala yang tampak pada bagian daun, terutama
daun-daun tua. Klorosis tampak diantara tulang-tulang daun, sedangkan tulangtulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau.
g. Sulfur (S)
Sulfur diserap dalam bentuk SO4-. Sulfur yang larut dalam air akan segera diserap
akar tanaman, karena zat ini sangat diperlukan tanaman (terutama tanamantanaman muda). Pada kenyataannya S yang dibutuhksn banyak terdapat didalam
tanah, sehingga tanah jarang menderita kekurangan S, bahkan terjadi kadangkadang keracunan S.
Kekurangan: gejalanya klorosis terutama pada daun-daun muda, perubahan warna
tidak berlangsung serempak, melainkan pada bagian daun selengkapnya, warna
hijau makin pudar berubah menjadi hijau sangat muda, kadang mengkilap

keputih-putihan dan kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada


bagian daun selengkapnya.
Menurut Sutejo (1995: 74-77), yang termasuk unsur hara mikro adalah:
a. Besi (Fe)
Zat besi penting dalam pembentukan hijau daun (klorofil), pembentukan zat
karbohidrat, lemak, protein, dan enzim.
Kekurangan : gejala tampak pada daun muda, mula-mula tidak secara bersamaan
berwarna hijau muda pucat atau hijau kekuningan, sedangkan tulang daun serta
jaringannya tidak mati. Kemudian tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya hijau
menjadi kuning dan adapula yang menjadi putih. Dan jika terjadi pada musim
kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan.
b. Borium
Borium

diserap

tanaman

dalam

bentuk

BO 3

dan

berperan

dalam

pembentukan/pembiakan sel terutama pada titik tumbuh pucuk, juga dalam


pertumbuhan tepungsari, bunga dan akar. Kekurangan: unsur ini dapat
berpengaruh pada kuncup-kuncup pucuk yang tumbuh dan akibatnya adapat
mematikan. Juga pertumbuhan meristem akan terganggu, dapat menyebabkan
terjadinya kelainan-kelainan dalam pembentukan berkas pembuluh.
c. Mangan (Mn)
Mangan diserap tanaman dalam bentuk Mn+. Mangan diperlukan oleh tanaman
untuk pembentukan zat protein dan vitamin terutama vitamin C. Mn juga penting
untuk mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua. Tersedianya Mn
bagi tanaman tergantung pada pH tanah, dimana pH rendah Mangan akan banyak
tersedia. Kelebihan Mn bisa dikurangi dengan cara menambah zat fosfor dan
kapur.
Kekurangan: gejalanya daun-daun muda di antara tulang-tulang daun secara
bersamaan terjadi klorosis, dari warna hijau menjadi kuning dan selanjutnya putih.
d. Tembaga (Cu)
Unsur tembaga diserap oleh akar tanaman dalam bentuk Cu++. Tembaga sangat
diperlukan dalam pembentukan enzim-enzim dan juga pembentukan hijau daun
(klorofil). Pada umumnya tanah jarang sekali kekurangan Cu, apabila terjadi maka
akan berpengaruh pada daun yaitu daun bercoreng-coreng (belang), ujung daun

memutih, dan juga pada pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal (pelayuan
cepat disertai batang-batang tanaman melemah).
e. Seng (Zn)
Zn diserap tanaman dalam bentuk Zn++. Dalam keadaan yang sedikit Zn sudah
cukup untuk tanaman dan apabila kelebihan dapat menjadi racun bagi tanaman.
Kekurangan: menyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat selain juga dapat
menghambat pertumbuhan biji.
f. Molibdenum (Mo)
Mo diserap akar tanaman dalam bentuk MoO4(ion Molibdat). Mo dalam tanah
terdapat dalam bentuk MoS2. Tersedianya Mo bagi tanaman dipengaruhi oleh pH.
Dalam hal ini apabila pH rendah maka tersedianya Mo bagi tanaman akan kurang.
Mo diperlukan tanaman dalam jumlah yang sedikit.
Kekurangan: menimbulkan beberapa gejala pada tanaman, antara lain
pertumbuhannya tidak normal. Secara umum daun-daunnya mengalami perubahan
warna, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum
mengering dan mati.
g. Klorida (Cl)
Dari hasil analisis pada tanaman ternyata bahwa Cl banyak terdapat pada abu
tanaman (relatif besar) dari hasil penyelidikan Cl banyak terdapat pada tanaman
yang mengandung serat.
Kekurangan: menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal
(terutama pada tanaman sayuran), daun akan nampak kurang sehat dan berwarna
tembaga.
2.3 Keterkaitan Faktor Pembatas Terhadap Tanah dan Pertumbuhan
Tanaman
Faktor-faktor pembatas yang telah dijelaskan sebelumnya memberikan
pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap tanaman dan
tanah . Energi matahari dan temperatur udara memberikan efek langsung pada
tanaman. Sedangkan temperatur tanah dan hujan memberikan efek tidak langsung
kepada tanaman melalui tanah.

10

Gambar 2. 3 Keterkaitan faktor pembatas terhadap tanah

Air
Tumbuhan : Air berfungsi sebagai pelarut nutrisi pada tanah sehingga dapat
tersedia untuk tanaman.
Tanah: Air membuat struktur tanah menjadi tidak keras dan membantu
pertumbuhan akar tanaman.
Udara
Tumbuhan: udara membantu dalam proses penyerbukan Tanaman
Tanah: pembawa oksigen untuk bakteri yang berada ditanah karena bila
ketersedian oksigen sedikit akan berdampak terhadap pH tanah
Energi matahari / Cahaya
Tumbuhan: cahaya sangat diperlukan dalam proses fotosintesis
Tanah: Cahaya matahari akan menekan siklus hidup pathogen yang ada
didalam tanah dan juga mempengaruhi temperatur suhu dalam tanah.

Faktor Pembatas Pertumbuhan Tanaman

Tanah
Tanah merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan tanaman. Tanah
dapat menjadi faktor pembatas terhadap pertumbuhan tanaman. Tanah yang
subur akan memberikan pengaruh yang baik bagi pertumbuhan tanaman
begitu pun sebaliknya apabila tanah yang tidak subur maka akan

berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman.


Iklim
Air

11

Air merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan


tanaman. Air bagi tanaman berperan sebagai pelarut dan pembawa
nutrisi yang dibutuhkan tanaman dari dalam tanah. Ketersediaan air
sangat bergantung pada curah hujan dan curah hujan bergantung pada
keadaan iklim dari wilayah yang bersangkutan. Air menjadi faktor
pembatas pertumbuhan karena apabila ketersediaan air bagi tanaman
kurang atau bahkan tidak mencukupi maka tanaman akan kering dan
tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga hasil dari produksi tanaman
pun dapat menurun.
Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi utama bagi ekosistem terutama
bagi

tumbuhan.

Cahaya

berperan

dalam

membantu

proses

fotosintesis untuk tanaman. Tanpa adanya cahaya yang cukup


tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga hal ini dapat
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tersebut.
Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman. Suhu dapat berperan langsung hampir pada
setiap fungsi tanaman dengan mengontrol laju proses-proses kimia
dalam tanaman dan berperan secara tidak langsung mempengaruhi
faktor lainnya terutama ketersediaan air. Suhu akan mempengaruhi
laju

evaporasi

dan

transpirasi

pada

tanaman

yang

akan

mempengaruhi keseimbangan air dalam tanaman.


Kelembaban udara
Kelembaban udara merupakan faktor lingkungan yang dapat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkemabgan tanaman.
Tempat yang memiliki kelembaban udara yang baik akan
menguntungkan bagi beberapa tanaman terutama mempermudah
tanaman untuk mendapatkan air serta mengurangi penguapan yang
akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

12

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kemampuan tanah menyuplai hara yang cukup akan terus menurun sejalan
dengan

kebutuhan

tanaman

akan

hara

yang

terus

meningkat

dalam

mempertahankan produktivitas tanah dan tanaman. Sedangkan tanaman sendiri


akan tumbuh dan berkembang pada tanah yang telah tersedia berbagai
kebutuhannya berupa unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar atau
dalam jumlah kecil. Tanah sehat dan subur dengan struktur yang baik (optimum)
aktivitas mikrobia tinggi dan kandungan nutrisi yang siap pakai (telah dirombak)
bagi tanaman untuk tetap berdiri tegak dan secara keseluruhan berpengaruh
terhadap kesehatan tanaman.
Faktor Pembatas Pertumbuhan Tanaman dapat berasal dari tanah yang
merupakan pemenuhan kebutuhan nutrisi (unsur hara) dan iklim. Nutrisi penting
yang diperlukan oleh tanaman terdiri dari Unsur Hara Makro & Unsur Hara
Mikro.unsur hara makro : N, P, K, S, Ca, Mg, C, O, H sedangkan unsur hara
mikro : Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl. komponen iklim yang menjadi pembatas
pertumbuhan tanaman air, cahaya, suhu dan kelembaban udara.

13

DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.uny.ac.id/9381/3/BAB%202%20-%2005308141018.pdf di lihat
pada tanggal 19 September 2016 pukul 20.17

14