Anda di halaman 1dari 6

Apa sih hotspot? Titik cahaya? Kawasan konflik?

Semuanya benar, karena begitulah


yang dikenal selama ini.
Belakangan, perkembangan teknologi, tepatnya information technology (IT),
menyumbangkan definisi baru buat istilah tersebut. Hotspot merupakan area publik
yang telah dipasangi jaringan internet wireless atau nirkabel. Jaringan wireless
fidelity (Wi-Fi) ini memakai standar teknologi IEEE 802.11 dengan frekuensi 2,4
Gigahertz. Teknologi tersebut juga dikenal dengan nama WLAN (wireless local area
network).
Dalam beberapa tahun ini, hotspot mulai marak dipasang oleh beberapa ISP
(penyedia layanan internet). Meski dilihat dari pangsa pasar pengguna masih kecil,
layanan koneksi komunikasi nirkabel ini bisa menjadi tren yang positif.
Dilihat dari kegunaannya, jelas layanan ini sangat membantu Anda dalam
berinternet. Anda tak perlu lagi harus mencolokkan kabel jaringan ke dalam
notebook atau komputer jinjing Anda. Selama ada sinyal wireless, tinggal setel
koneksi internet komputernya, maka langsung terhubung.

Kecepatan Akses
Hotspot sebenarnya muncul seiring dengan kebutuhan konsumen yang ingin bisa
berkomunikasi di mana saja. Penggunaannya pun masih diarahkan untuk
kepentingan personal.
Namun dalam perkembangannya, WLAN mulai digunakan untuk kepentingan publik.
Biasanya WLAN publik disediakan di lobi hotel, ruang tunggu bandara, dan kafe.
Dengan demikian, Anda dapat berinternet sembari rileks, ngobrol santai, dan
menyeruput kopi hangat.
Teknologi ini mulai diperkenalkan di tanah air oleh sejumlah ISP dan operator seperti
Millenia Net (www.milenia.net), CBN (www.cbn.net.id), Biznet (www.biz.net.id), dan
Telkomsel (www.telkomsel.com). Sayangnya, teknologi nirkabel yang sering
digunakan sebagai penghubung (bridge) antara ISP dan pelanggannya kadang
menimbulkan interferensi gelombang. Ini disebabkan teknologi WLAN menggunakan
frekuensi ISM yang free-licensed. Padahal, frekuensi ini pada mulanya hanya
digunakan sebagai akses internet indoor, sebagai pengganti kabel UTP.
Sebenarnya ada dua jenis konfigurasi WLAN yang digunakan dalam hotspot. Jenis
pertama disebut dengan Mode Infrastruktur, yang memerlukan adanya sebuah
access point atau titik akses, konfigurasi yang cocok untuk layanan publik. Secara
teoritis, sebuah access point dapat melayani maksimal 255 pengguna.

Mode kedua adalah Mode Ad-hoc yang tidak memerlukan titik akses, tetapi
pengguna dapat berhubungan lewat adaptor nirkabel.
Selama mengakses jaringan WLAN di area hotspot, pengguna bisa mendapatkan
akses koneksi internet dengan kecepatan sampai dengan 11 Mbps (megabits per
second). Kecepatan ini bisa ditingkatkan hingga 54 Mbps, tergantung standar yang
dipakai.
"Saat ini sebagian besar lokasi yang kita trial kecepatan akses yang sudah dibuka
sebesar 512 Kbps (kilobits per second), dan bisa dibesarkan jika pengguna di lokasi
tersebut cukup banyak. Seperti contoh di kantor PT Telkom, kita buka sampai 2
Mbps," papar Yoseph Garo R., general manager Internal Liaison Officer Telkomsel,
Jakarta.
Sementara itu, Biznet berani memasang access point di hotel Ritz Carlton, Bali,
dengan kecepatan akses lebih besar. "Untuk access point-nya kami menggunakan
standar 802.11b+ (kecepatan maksimum 22 Mbps) yang tentunya kompatibel
dengan 802.11b (11 Mbps)," tutur Adi Kusuma, president director PT Supra
Primatama Nusantara (BIZNET), Jakarta.
Namun, rata-rata operator hotspot di dalam negeri memberi kecepatan akses
internet sebesar 2 Mbps bagi penggunanya. Dari access point yang ada di area
hotspot, bisa dipancarkan sinyal sejauh 100-400 meter. Sementara untuk terhubung
ke NOC ISP, kebanyakan area hotspot dihubungkan dengan koneksi ADSL dan
wireless. </font face>

Masih Terbatas
<font face=comic sans ms size=14 color=blue>Secara komersial, hotspot
sendiri masih sangat terbatas populasi penggunanya. Masih minimnya pengguna
antara lain disebabkan peranti yang dilengkapi Wi-Fi card sangat mahal.
Beberapa peranti digital, seperti notebook atau PDA (personal digital assistant),
yang telah mendukung Wi-Fi bermunculan selama tahun 2003. Vendor-vendor IT
seperti Toshiba, Acer, Hewlett-Packard, Palm, Microsoft, telah memasarkan produk
yang memiliki Wi-Fi built-in. Intel pun sebagai rajanya prosesor telah mendukung
koneksi Wi-Fi dengan produk terbarunya, teknologi Centrino, yang mendukung
fasilitas nirkabel.

Minimnya pengguna layanan hotspot itu dikeluhkan oleh Rudi Rusdiah (47), pemilik
Millenia Net yang terletak di Pasaraya Grande, Jakarta. Tak banyak pengunjung
warnet yang telah menerapkan teknologi nirkabel sejak 2001 itu yang
memanfaatkan teknologi hotspot disana.
"Kebanyakan masih membawa notebook yang hanya mendukung IEEE 802.11 alias
masih wireline, bukan wireless," tutur Rudi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua
Asosiasi Pengusaha Warnet (APWKomitel) dan anggota Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Indonesia. "Jujur saja wireless-nya kurang laku, tapi wireline-nya yang laku
keras, makanya kita katakan masih sekedar hype saja deh," tambahnya.
Kondisi serupa bisa ditemui di beberapa tempat lainnya yang dipasangi jaringan WiFi. Di kafe Coffee Club, Plaza Senayan Jakarta (salah satu dari lokasi tiga kafe yang
dipasangi Wireless Access Point dari CBN), misalnya, rata-rata pengunjung yang
memanfaatkan layanan hotspot masih sedikit, sekitar 2-5 orang per hari. Kalau
weekend bisa mencapai 5-10 pengguna.
"Masalahnya awareness orang mengenai teknologi wireless dan layanan hotspot
masih kecil," tutur Sugiharto Darmakusuma, chief commercial officer CBN, sembari
menambahkan, "sedikitnya pengguna layanan hotspot juga disebabkan mahalnya
peranti untuk mengakses jaringan wireless."
Karena masih sedikit penggunanya, CBN memberikan akses gratis bagi pengguna
layanan hotspot di kafe Cofee Club, Mister Bean, dan Lamoda. Kesemuanya di
Jakarta. Di bulan November, CBN akan memberlakukan sistem penarifan dengan
sistem pre-paid card. Pelanggan non-CBN bisa mengakses internet di area hotspot
dengan membeli kartu akses, yang berisi username dan password.</font>

Isu Keamanan
Tak bisa dipungkiri, masalah mendasar yang masih dihadapi dalam layanan hotspot
adalah masalah keamanan. Banyak pengguna yang masih khawatir akan sistem
keamanan jaringan nirkabel. Mungkin saja data yang ditransfer dari internet ke PC
bisa disadap oleh orang lain.
"Masalah keamanan memang masih berbau trade off. Artinya, kita timbang untung
ruginya," papar Rudi, "Kalau terlalu secure maka akibatnya setup-nya jadi susah,
sehingga true connect-nya nggak bisa jalan. Tapi kalau kita bikin security-nya agak
rendah, maka user mudah setup-nya."
Beberapa ISP lain juga melengkapi sistem keamanan hotspot bagi penggunanya
dengan menggunakan sistem billing SSL. Kebanyakan operator hotspot dan

pabrikan Wi-Fi telah menerapkan teknologi keamanan untuk melindungi penguna


Wi-Fi dari masalah intersepsi dan penyadapan. Namun demikian, pengguna bisa
memproteksi sendiri dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network).
Menanggapi masalah security, Yoseph mengatakan, "Sistem keamanan yang kita
gunakan sesuai dengan standar IEEE 802.11, dan untuk security tambahan kita
menggunakan authentication center yang terintegrasi dengan core network
Telkomsel."
Sementara itu, Sugiharto tetap menyarankan pengguna layanan hotspot untuk
menggunakan sistem proteksi keamanan sendiri. "Tak mungkin menerapkan sistem
enkripsi di layanan publik seperti hospot, " tuturnya.
Masalah keamanan jaringan Wi-Fi, termasuk di dalamnya koneksi di area hotspot,
telah masuk di agenda The Indonesian Wi-Fi Consortium. Konsorsium yang dibentuk
pada tanggal 10 Oktober 2003 yang beranggotakan CBN, Acer, Cisco Systems
Indonesia, Elexmedia Komputindo, Intel Indonesia Corporation, Microsoft Indonesia
dan Polaris Net, itu bisa membahas dan mempromosikan teknologi Wi-Fi di
Indonesia.

Terus Berkembang
Hotspot dengan standar IEEE 802.11 merupakan rangkaian standar yang masih
terus berkembang. Kini sedang dilakukan riset mengenai standar baru, IEEE 802.16.
Standar ini nantinya diharapkan bisa menghubungkan antar-hotspot.
Menurut laporan In-Stat/MDR dan Gartner Dataquest, distribusi peranti Wi-Fi
berkembang sekitar 60-73 persen tahun ini. Menurut prediksi Gartner Dataquest,
sampai akhir tahun mendatang, setengah jumlah laptop yang beredar akan
dilengkapi dengan Wi-Fi. Dan di tahun 2007, jumlah laptop yang telah ber-Wi-Fi
mencapai 90 persen.
Microsoft Corp. pun telah melengkapi sistem operasi Windows XP-nya dengan
dukungan ke Wi-Fi. Begitu pula Intel.
Dengan melihat faktor pendukung tersebut, perkembangan layanan hotspot di
masa depan diperkirakan akan cerah. Berbagai layanan dapat dikembangkan
apabila hotspot telah terhubungkan menjadi sebuah jaringan raksasa berbasis
nirkabel. Salah satu aplikasi yang diperkirakan dapat menjadi alternatif adalah
telepon berbasis IP (internet protocol).

Perusahaan NTT di Jepang sudah memberikan layanan telepon dengan hotspot


sejak tahun 2002. Dengan menggunakan PDA yang dilengkapi headset khusus,
seseorang yang berada di dalam area hotspot dapat menelepon memakai jaringan
nirkabel.
Di Indonesia, boleh dibilang kita masih dalam perkembangan awal. Dan mereka
yang tergabung dalam konsorsium itu tentunya akan terus berupaya, memberi
dorongan ke pencapaian yang lebih tinggi. @DIT
HOTSPOT AREA
Jakarta
. Lobi Graha Surya Internusa (Telkomsel)
. Lobi Graha Citra Caraka (Telkom)
. StarBuck Cafe Plaza Senayan
. Sunda Kelapa Executive Lounge Bandara Soekarno Hatta
. Marche Restaurant
. Lobi & Ruang Rapat Hotel Grand Melia
. Ruang Pers Istana Negara
. Fashion Cafe, Java Bay, Food Court, Bakmi Keriting Wisma 46
. Lobi Mall Taman Anggrek
. Millenia Net Pasaraya
. Coffee Club Caf Plaza Senayan
. Mister Bean Caf Town Square Cilandak
. Lamoda Caf Plaza Indonesia
. Lobi Hotel Intercontinental Mid Plaza I Sudirman
Batam
. Lobi Hotel Melia Panorama
. Lobi Hotel Harmoni
. Lobi Hotel Novotel
Surabaya
. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Informatika (STIKOM)
Bali
. Ritz Carlton Resort & Spa Jimbaran

JARGON

Wi-Fi Wireless Fidelity. Sertifikasi yang diberikan oleh Wi-Fi Alliance untuk peranti
yang telah memenuhi standar IEEE 802.11, atau standar jaringan nirkabel. Peranti
berlogo Wi-Fi bisa terkoneksi dengan peranti lain yang memiliki logo sama.
IEEE 802.11 Standar koneksi interoperasional dengan menggunakan jaringan
wireless yang telah disahkan oleh komisi Institute of Electrical and Electronics
Engineers Inc. (IEEE). Ada beberapa platform yang dipakai, di antaranya IEEE
802.11a, 802.11b, 802.11g.
NOC Network Operations Center. Lokasi untuk mengatur, memonitor, dan
menjalankan jaringan telekomunikasi. Biasanya adalah kantor pusat ISP.
ADSL Asymmetric Digital Subscriber Line. Teknologi baru yang memungkinkan
pengiriman data berukuran besar dengan menggunakan jalur telepon biasa. ADSL
mendukung data rate 1,5-9 Mbps ketika menerima data (downstream rate), dan dari
16640 Kbps ketika mengirim data (upstream rate).
Sumber: buletin:melsa