Anda di halaman 1dari 10

I.

DASAR
1. PELAKSANAAN
Kurikulum STPP Yogyakarta TA 2014/2015 tentang Fieldtrip
Mata Kuliah Dasar Dasar Penyuluhan pada Semester I di BPP
Gunung Kidul.
2. TEORI
A. Pengertian Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan

pertanian

merupakan

proses

penyebar

luasan informasi yang diperlukan dan berkembang selama


pelaksanaan

pembangunan

pertanian.

Informasi

tersebut

dapat berupa inovasi yang dihasilkan dari penilitian maupun


pengalaman lapang, masalah-masalah yang perlu memperoleh
pemecahannya , maupun peraturan dan kebijakan yang
ditetapkan

demi

terlaksananya

dan

tercapainya

tujuan

pembangunan pertanian yang direncanakan


Penyuluhan

pertanian

merupakan

suatu

sistem

pendidikan non formal yang tidak sekedar memberikan


penerangan

atau

menjelaskan,

tetapi

berupaya

untuk

mengubah perilaku sasarannya agar memiliki pengetahuan


pertanian dan berusaha tani yang luas, memiliki sikap
progresif untuk melakukan perubahan dan inovatif terhadap
suatu informasi baru, serta trampilmelaksanakan berbagai
kegiatan.

Penyuluhan

berswadaya
diperlukan

pertanian

memobilisasikan
untuk

berlangsung

juga

berupaya

sumberdaya
dan

mampu

(input)yang

tercapainya

tujuan

pembanguna pertanian yang direncanakan.


Sebagai

suatu

sistem

pendidikan

non-formal,

penyuluhan pertanian adalah suatu pendidikan bagi rang


dewasa yang lebih mengutamakan terciptanya dialog. Oleh
sebab itu penyuluhan pertanian bukan merupakan pendidikan
Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

yang bersifat vertikal, yaitu pendidkan yang hanya mencekoki


tampa

memberikan

peluang

kepada

sasaran

didik.

Mengutamakan pendapat dan pengalamanmmerupakan suatu


hal yang sangat diperlukan demi keberhasilan pembangunan
pertanian.
Penyuluhan

sebagai

proses

rekayasa

sosial,

perlu

dilaksanakan secara bijak dan hati-hati, serta harus dijaga


agar tidak terperangkap kepada upaya terciptanya tujuan
dengan mengorbankan kepentingan masyarakat (petani) yang
sebenarnya ingin diperbaiki mutu hidupnya.
B. Filosof / Falsafah
Falsafah penyuluhan menurut Kelsey dan Hearne (1955)
adalah bekerja bersama masyarakat untuk membantunya agar
mereka dapat meningkatkan harkatnya sebagai manusia
(helping people to help themselves). Pemahaman konsep
membantu masyarakat agar dapat membantu dirinya sendiri
harus dipahami secara demokratis, di mana mengandung
pengertian:
1. Penyuluh harus bekerja sama dengan masyarakat, dan
bukannya bekerja untuk masyarakat (Adicondro, 1990).
Kehadiran penyuluh bukan sebagai penentu atau pemaksa,
tapi harus mampu menciptakan suasana dialogis dengan
masyarakat dan mampu menumbuhkan, menggerakkan
dan memelihara partisipasi masyarakat.
2. Penyuluh tidak boleh menciptakan ketergantungan, tapi
mampu

mendorong

kemandarian

terciptanya

masyarakat

agar

kreativitas

mampu

dan

berswakarsa,

swadaya, swadana dan swakelola dalam berkegiatan agar


tercapai tujuan, harapan dan keinginan.
Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

3. Penyuluhan mengacu pada terwujudnya kesejahteraan


ekonomi masyarakat dan peningkatan harkatnya sebagai
manusia.
Ellerman (2001) mencatat 8 (delapan) peneliti yang
menelusuri teori pemberi bantuan, yaitu :
Hubungan Penasehat dan Aparat Birokrasi Pemerintah (Albert
Hirschman), melalui proses pembelajaran tentang: ide-ide
baru, analisis keadaan dan masalahnya yang diikuti dengan
tawaran solusi dan minimalisasi konfrontasi/kete-gangan yang
terjadi: antara aparat pemerintah dan masya-rakat, antar
sesama aparat, dan antar kelompok-kelompok masyarakat
yang merasa dirugikan dan yang menimati ke-untungan dari
kebijakan pemerintah.
C. Prinsip-Prinsip Penyuluhan.
Mathews menyatakan bahwa : prinsip adalah suatu
pernyataan tentang kebijakan yang dijadikan pedoman dalam
pengambilan keputusan dan melaksanakan kegiatan secara
konsisten. Prinsip akan berlaku umum, dapat diterima secara
umum, telah diyakini kebenarannya dari berbagai pengamatan
dalam

kondisi

yang

beragam.

Prinsip

dapat

dijadikan

landasan pokok yang benar, bagi pelaksanaan kegiatan.


Meskipun prinsip biasanya diterapkan dalam dunia
akademis, Leagans(1961) menilai bahwa setiap penyuluh
dalam melaksanakan kegiatannya harus berpegang teguh pada
prinsip-prinsip penyuluhan. Tanpa berpegang pada prinsipprinsip yang sudah disepakati, seorang penyuluh (apalagi
administrator

penyuluhan)

tidak

mungkin

dapat

melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

Bertolak dari pemahaman penyuluhan sebagai salah


satu sistem pendidikan, maka penyuluhan memiliki prinsipprinsip:
1. Mengerjakan, artinya, kegiatan penyuluhan harus sebanyak
mungkin

melibatkan

menerapkan

sesuatu.

masyarakat
Karena

untuk

melalui

mengerjakan/
mengerjakan

mereka akan mengalami proses belajar (baik dengan


menggunakan pikiran, perasaan, dan ketrampilannya) yang
akan terus diingat untuk jangka waktu yang lebih lama.
2. Akibat, artinya, kegiatan penyuluhan harus memberikan
akibat atau pengaruh yang baik atau bermanfaat. Sebab,
perasaan senang/puas atau tidak-senang/kecewa akan
mempengaruhi semangatnya untuk mengikuti kegiatan
belajar/ penyuluhan dimasa-masa mendatang.
3. Asosiasi, artinya, setiap kegiatan penyuluhan

harus

dikaitkan dengan kegiatan lainnya. Sebab, setiap orang


cenderung
kegiatannya

untuk
dengan

mengaitkan/menghubungkan
kegiatan/peris-tiwa

yang

lainnya.

Misalnya, dengan melihat cangkul orang diingatkan kepada


penyuluhan tentang persiapan lahan yang baik; melihat
tanaman yang kerdil/subur, akan mengingatkannya kepada
usahaa-usaha pemupukan, dll.
Lebih
lanjut,
Dahama

dan

Bhatnagar

(1980)

mengungkapkan prinsip-prinsip penyuluhan yang lain yang


mencakup Minat dan Kebutuhan, artinya, penyuluhan akan
efektif jika selalu mengacu kepada minat dan kebutuhan
masyarakat. Mengenai hal ini, harus dikaji secara mendalam:
apa yang benar-benar menjadi minat dan kebutuhan yang
dapat menyenangkan setiap individu maupun segenap warga
masyarakatnya, kebutuhan apa saja yang dapat dipenyui
Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

sesuai dengan terse-dianya sumberdaya, serta minat dan


kebutuhan

mana

yang

perlu

mendapat

prioritas

untuk

dipenuhi terlebih dahulu.

3. WAKTU DAN TEMPAT


Hari/Tanggal
: Rabu, 05 Nopember 2014
Waktu
: 08.00 WIB 12.00 WIB
Tempat
: Sekretariat Kelompok Wanita Tani,
Dusun Kernen, Desa Ngunut, Playen
Kab. Gunung Kidul
4. ALAT DAN BAHAN
- Alat tulis
- Petani di lokasi setempat
- Kertas quisioner / pertanyaan tentang pokok masalah :
a. Pengertian Penyuluhan Pertanian sebagai perubahan perilaku
; Pengetahuan, Sikap Keterampilan ( PSK )
b. Filosofi Penyuluhan Pertanian
c. Prinsip
5. PETUNJUK KERJA
a. Mahasiswa membuat pertanyaan masing masing perorangan
maximal 4 ( empat ) pertanyaan seputar 3 pokok bahasan Mata
Kuliah Dasar Dasar Penyuluhan Pertanian terdiri dari :
1)
Pengertian Penyuluhan Pertanian merupakan perubahan
perilaku ( PSK ).
2)
Filosofi Penyuluhan Pertanian
3)
Prinsip Penyuluhan Pertanian
b. Masing masing mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada
petani secara berurutan dan sistematis sehingga tercipta suatu
notulen.
c. Membuat dokumentasi seputar pelaksanaan fieldtrip guna
laporan ke dosen yang bersangkutan.
d. Membuat laporan fieldtrip dengan sebaik baiknya sebagai
persyaratan nilai untuk mid semester / tengah semester.

Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

6. PERSONIL
Terdiri dari

= 38 orang Mahasiswa reguler


= 1 (satu) Dosen sebagai Ketua Rombongan
Ir. Totok Sevenek Munanto, MP
= 4 (Orang) Penyuluh pendamping
= 11 Orang Petani
= 1 (satu) Kepala Desa Ngunut

7. TUJUAN PELAKSANAAN
a. Untuk mengetahui tingkat perubahan perilaku pada Petani
daerah setempat terhadap adanya penyuluhan pertanian
b. Untuk mengetahui dan menggali potensi antara petani dan
penyuluh daerah setempat / lokasi Fieldtrip
c. Untuk mengetahui dan meningkatkan daya nalar mahasiswa
nantinya sebagai penyuluh untuk menyikapi suatu masalah
dilapangan.

8. HASIL PELAKSANAAN
a. Quisioner / Pertanyaan
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Jenis Petani
Jenis Tananam
Luas Lahan Yang diolah

:
:
:
:
:
:

Anjar Sumarni
38 Tahun
Perempuan
Petani Hortikultura
Cabai
0,5 Hektar

Perubahan Perilaku ( PSK )


Tanaman apa yang sementara ibu tanam?
Untuk saat ini saya menanam tanaman cabai, walaupun saat
ini masih musim kemarau tapi berhubung lahan yang saya
usahakan untuk menanam cabai berdekatan dengan sungai
jadi tidak begitu sasah dalam perawatannya

Kenapa ibu memilih untuk menanam cabai?


Cabai salah satu hasil pertanian yang cukup laris di pasaran,
karena harganya juga menguntungkan kami sebagai petani,
Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

lalu cara menbudidayakan tanaman cabai tidak begitu susah


hanya butuh ketelatenan dalam perawatan.
Apakah Ibu pernah mendapatkan penyuluhan tentang
cara budidaya tanaman cabai yang baik?
Iya Pernah, berbekal dari ilmu yang disampaikan oleh bapak
penyuluh kepada kami maka kami dapat menaman cabai
dengan

baik,

dari

mulai

pembenihan,

lalu

kemudian

pembibitan, cara persiapan lahan yang baik, cara menanam,


lalu memupuk dan merawat tanaman cabai sampai panen

bahkan sampai pemasarannya juga di bantu oleh penyauluh


Apa yang ibu rasakan jika tidak pernah mendapatkan
penyuluhan tentang cara menanam cabai yang baik?
Mungkin kami hanya bisa menanam tapi tidak dapat
menghasilkan buah cabai yang bagus dan hasilnya banyak.

Filosofi /pandangan
Kendala apa yang sering Ibu temui dilapangan? lalu ibu
adukan

kepada

siapa?

Kemudian

jalan

keluarnya

bagaimana?
Banyak hal yang menjadi kendala dilapangan, diantaranya
kendala saat musin panen kita bingung untuk menjualnya
kadang permintaan pasar dengan harga yang relatif murah,
biasanya kami meminta bantuan kepada penyuluh untuk
menbuntu kami dalam hal pemasaran
Apa ada solusi lain yang diberikan penyuluh kepada ibu?
Ada, contohnya sebelum kami menanam tanaman kami di
berikan arahan untuk melihat permintaan pasar, tanaman apa
yang sedang dibutuhkan dipasaran, dari situlah kami akan
memilih tanaman yang akan kami tanam sehingga pada saat

panen kami tidak merasa kesulitan saat menjualnya.


Prinsip Penyuluhan Pertanian
Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

Bisakah ibu ceritakan bagaimana ibu bisa menanam cabai


dengan baik ? sehingga bisa menghasilkan hasil produksi
yang tinggi?
Yang utama kita harus telatan dalam hal merawatnya
tanaman cabai juga merupakan tanaman yang sedikit manja

dalam

perawaratannya

ikutilah anjuran yang disamapiakan oleh penyuluh tentang


cara menanam, tentang jarak tanam, cara memupuk, cara
memelihara sampai dengan cara memanen yang baik.
Dengan adanya teknologi tentang cara menanam cabai
yang baik, dampak apa yang ibu rasakan?
Dengan adanya teknologi tersebut hasil panen saya cukup
tinggi sehingga mendapatkan keuntungan yang cukup besar
pula
Dengan hasil pertanian yang ibu dapatkan sekarang,
apakah ibu merasa cukup puas dengan apa yang ibu
dapatkan?
Iya, saya merasa cukup puas karena walaupun saya petani
tapi saya dapat menyekolahkan anak saya sampai ke jenjang
perguruan yang lebih tingggi.
9. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan :
Pembangunan Pertanian dapat berjalan dengan baik apabila
penyuluhan yang diberikan dapat diterapkan oleh petani

dengan baik
Adanya kerjasama yang baik yang dilakukan oleh penyuluh
dan petani dalam meningkatkan harkat dan martabat petani

Saran

Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

Petani harus lebih kreatif dalam hal menerapkan teknologi


pertanian walaupun memiliki keadaan wilayah yang kurang

akan air
Perlu ada bantuan dari pemerintah khususnya bantuan irigasi
yang dapat mengalirkan air dari sungai untuk pemanfaatan
lahan kering yang jauh dari dari jangkauan air sehingga
semua lahan masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai lahan
pertanian.

DAFTAR PUSTAKA
Mardikanto,Totok.2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS
Press.
Mardikanto, Totok.2009. Membangun Pertanian Modern. Surakarta: UNS
Press.

Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

Laporan Fieldtrip Dasar penyuluhan Pertanian-2014.smt1

10