Anda di halaman 1dari 4

1.

Model: gambaran dari sebuah sistem, dapat secara fisik atau matematis
2. Simulasi: Simulasi adalah tiruan dari sebuah sistem dinamis dengan
menggunakan model computer yang digunakan untuk melakukan evaluasi dan
meningkatkan kinerja sistem

3. model fisik statik adalah model bangunan yang dirancang oleh para arsitektur
maupun teknik sipil. Model tersebut dapat berupa gambar maupun maket
bangunan. Contoh model fisik dinamik adalah model pesawat (berukuran kecil)
yang sedang dalam pengujian di ruang pengujian angin. Ruang pengujian tersebut
berupaya mencontoh kondisi udara, kecepatan dan lain sebagainya dengan
berbagai kondisi ukuran untuk menguji model pesawat yang akan dibangun. Contoh
lain model fisik dinamik adalah model bangunan anti erosi yang akan dibangun di
pantai. model bangunan ini sebelum dipasang di pantai memerlukan pembangunan
dalam skala kecil (model) yang diuji dalam laboratorium dengan berbagai kondisi
gelombang selama beberapa waktu.
Model matematik merupakan imitasi sistem nyata dalam bentuk simbol-simbol
matematik. Model matematik statik tidak mempertimbangkan waktu dalam
pengolahan datanya sehingga sistem tidak berubah oleh waktu, sedangkan model
matemtik dinamik adalah sebaliknya. Contoh model matematik adalah model
inventori (persediaan). Model persediaan ini ada yang statik yaitu yang data
permintaan, data lead time diasumsikan berfsifat statik (deterministik), ada pula
model persediaan dinamik dimana data permintaan, dan lead time bersifat
probabilistik.
Model komputer menurut Singh (2009) merupakan perkembangan lanjut dalam
pemodelan karena seluruh model matematik baik statik maupun dinamik dapat
dimodelkan secara lebih baik melalui komputer. Model komputer dinamik dapat kita
lihat secara sederhana pada model permainan (game) yang meniru dunia nyata.
Berbeda dengan singh (2009), Banks et al (2001) hanya mengelompokkan model
dalam dua jenis yaitu model fisik dan model matematik. Model matematik ini dapat
dinyatakan dalam bentuk notasi simbol atau persamaan matematik, dan bisa juga
disajikan dalam bentuk model simulasi. Model simulasi ini kemudian lebih jauh
dapat diklasifikasin sebagai model simulasi statik atau dinamik, model simulasi
deterministik atau stokastik, dan model simulasi diskrit atau kontinu.
Model simulasi statik dikenal juga dengan nama Simulasi Monte Carlo yang
merepresentasikan sebuah sistem pada suatu waktu tertentu. Sebagai contoh, ingin
dismulasikan jumlah pelanggan yang membeli suatu produk di sebuah toko
berdasarkan data historis yang berdistribusi eksponensial. Kemudian dibangkitkan
bilangan random untuk menunjukkan jumlah pelanggan yang dibangkitkan sesuai
posisi interval distribusinya. Model simulasi dinamik merepresentasikan sistem dari
waktu ke waktu, misal, simulasi sebuah bank dalam rentang jam kerja tertentu.
Namun harus diperhatikan bahwa model simulasi dinamis dalam pengertian ini

berbeda dengan model simulasi sistem dinamis (dynamic system). Simulasi sistem
dinamis akan dijelaskan dalam tulisan lainnya.
Model simulasi deterministik adalah model simulasi yang tidak memiliki variable
random dalam inputnya. Sebagai contoh, simulasi kedatangan pasien seorang
dokter praktek yang telah diatur jadwal pelayanannya. Model simulasi stokastik
adalah model simulasi yang memiliki satu atau beberapa variabel random dalam
inputnya. Random input ini akan menghasilkan output yang random pula. Simulasi
layanan teller bank adalah salah satu contoh model simulasi stokastik.
Model simulasi diskrit adalah model simulasi yang status variabelnya berubah
secara diskrit pada satu waktu tertentu. Contohnya, simulasi layanan teller bank,
dimana jumlah pelanggan yang menunggu/antri berubah secara diskrit dari waktu
ke waktu. Model simulasi kontinu adalah model simulasi yang status variabel
berubah secara kontinu dari waktu ke waktu. Simulasi permukaan air bendungan
adalah contoh simulasi kontinu.
4. Simulasi adalah metode yang paling luas penggunaannya dalam mengevaluasi
berbagai alternatif sistem sumberdaya air. Teknik ini mengandalkan cara cobabanding (trial-and-error) untuk memperoleh hasil yang mendekati optimal. Model
simulasi mempunyai maksud untuk mereproduksi watak esensial dari sistem yang
dipelajari. Teknik simulasi dapat dibayangkan dengan percobaan (eksperimen),
sebagai penyelesaian masalah untuk mempelajari sistem yang kompleks yang tidak
dapat dianalisis secara langsung dengan cara analitik. Teknik simulasi merupakan
metode kuantitatif yang menggambarkan perilaku suatu sistem. Digunakan untuk
memperkirakan keluaran (output) dari masukan (input) sistem yang telah
ditentukan.
5. Simulasi diperlukan ketika,,,,,
1. Model sangat rumit dengan banyak variabel dan komponen yang saling
berinteraksi.
2.

Hubungan antar variabel tidak linear

3.

Model memiliki variate acak

4.

Output dari model akan divisualisasikan sebagai animasi komputer 3D.

Simulasi tidak tepat digunakan untuk suatu studi apabila hal-hal berikut ini
detemui:
suatu masalah dapat diselesaikan dengan nalar.
Suatu masalah dapat diselesaikan secara analitik.
Suatu percobaan sederhana dapat dilakukan.
Biaya simulasi sangat besar.
Waktu dan sumber daya yang tidak tersedia.
Tidak tersedia data (termasuk data estimasi/hipotetik).

Adanya ekspektasi yang berlebihan terhadap hasil.


Sistem terlalu kompleks dan tidak bisa didefinisikan.
6. Perbedaan antara model stokastik & model deterministik
Model deterministik adalah yang menghasilkan penaksiran kuantitas defenitif
seperti hasil tanaman yang tidak disertai dengan informasi mengenai peluang. Ini
dapat berlaku untuk kasus tertentu, tapi kurang memuaskan untuk kuantitas yang
sangat bervariasi seperti curah hujan. Sebaliknya model stokastik mengandung
unsur acak atau distribusi peluang, sehingga tidak hanya membuat penaksiran
keluaran yang definitif tapi juga disertai dengan deviasi (variance).
Model simulasi stokastik : adalah model simulasi yang mengandung input-input
probabilistik (random) dan output yang dihasilkan pun sifatnya random
(probabilistik). Pengelompokan Model sedangkan Model Deterministik :Model yang
dipergunakan untuk memecahkan suatu persoalan dalam situsai yang pasti

7. Dalam melakukan studi sistem bahwa sebenarnya simulasi merupakan turunan


dari model matematik dimana sistem, berdasarkan sifat perubahannya sendiri
dikategorikan menjadi dua (2) yaitu sistem diskrit dan sistem kontinyu. Sistem
diskrit mempunyai maksud bahwa jika keadaan variabel-variabel dam sistem
berubah seketika itu juga pada poin waktu terpisah, misalnya pada sebuah bank
dimana variabelnya adalah jumlah nasabah yang akan berubah hanya ketika
nasabah datang atau setelah selesai dilayani dan pergi. Sedangkan Sistem kontinyu
mempunyai arti jika keadaan variabel- variabel dalam sistem berubah secara terus
menerus (kontinyu) mengikuti jalannya waktu, misalnya pesawat terbang yang
bergerak diudara dimana variabelnya seperti posisi dan kecepatannya akan terus
bergerak
8. Prinsip dasar pengembangan model yaitu:
a. Elaborasi merupakan model di mulai dari yang sederhana, sampai di dapatkan
model yang repsentatif.
b. Analogi merupakan pengembangan menggunakan prinsip-prinsip dan teori yang
sudah dikenal luas
c. Dinamis merupakan pengembangan mungkin saja terdapat proses pengulangan

Sebuah model deterministik / pendekatan telah ditetapkan hasil seperti yang kita
ketahui kemungkinan input.On sisi lain seorang model stokastik / pendekatan
memiliki real-time input sehingga tidak diketahui priorly.A contoh mungkin dapat
menjadi diffeence antara filter digital seperti IIR / FIR dan Kalman filter.
MODEL STOKASTIK / PROBABILISTIK
Model stokastik / probabilistik

Model stokastik adalah model matematik yang gejalanya dapat diukur dengan
derajat kepastian yang tidak stabil. Pada model stokastik peluang dari masingmasing kejadian dapat dihitung. Pada umumnya model stokastik umumnya dapat
dijumpai pada teori antrian dan teori permainan.
Perbedaan antara deterministik dan stokastik adalah kalau deterministik nilai
parameternya yang pasti dan time-invariant, sedangkan kalau stokastik nilai nya
tidak pasti dan time-varian.
Biasanya model stokastik digunakan pada soal : Rantai Markov dengan waktu
diskret, Proses Poisson, Rantai Markov yang waktunya Kontinu.
Contoh Soal Stokastik :
Jumlah penumpang bus ketika pagi hari, mendekati jam kerja sangat banyak.
Jumlah ini akan berangsur-angsur menurun ketika jam kerja sudah dimulai dan
menjelang jam istirahat. Jumlah penumpang akan kembali naik ketika jam pulang
kerja. Hal ini berlangsung hampir setiap hari, namun tidak dapat dipastikan fungsi
apa yang mendekatinya.
Jumlah pengunjung Gunung Bromo akan meningkat tajam pada saat liburan
sekolah maupun weekend. Namun setiap harinya juga terdapat pengunjung yang
jumlahnya tidak menentu. Dari jumlah pengunjung ini tidak dapat ditentukan fungsi
yang pasti, namun dapat didekati dengan suatu fungsi interval yang bentuknya
akan meningkat pada saat weekend ataupun liburan.
Pengunjung restaurant rumah makan akan meningkat pada saat jam-jam makan
siang dan istirahat, dan akan berangsur-angsur berkurang ketika jam makan sudah
usai. Begitu seterusnya.
Macam macam formulasi :
Formulasi statis termasuk persamaan aljabar atau fungsi dengan satu atau lebih
variabel random, dapat berupa skalar atau vektor, berniali diskrit atau kontinyu dan
berkendala atau tidak berkendala.

Formulasi dinamis, termasuk proses stokastik dengan variabel benas t yang


mewakili waktu jika digunakan untuk model dinamis tak pasti.