Anda di halaman 1dari 12

TUGAS SOFTSKILL

ETIKA BISNIS DI PASAR DAN


PERSAINGAN

Kelompok 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Aulia Rahmadhani Putri


Betty Herlina
Maria Martha Handayani
Satrio Nur Rachman
Septiani Permata Sari
Yusi Yusnia

(11213507)
(11213717)
(15213283)
(18213305)
(18213393)
(19213621)

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT
2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang karena atas segala
karunia dan nikmat yang diberikan, penulis dapat menyusun tugas Etika Bisnis ini sampai selesai.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan menambah pengalaman tentang
Etika Bisnis di Pasar dan Persaingan yang berkembang di masa saat ini dan sampai ada kaitannya
dengan perkembangan ekonomi indonesia sekarang ini.
Penulis menyadari sepenuhnya,bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh ari sempurna,segala hal yang penulis tuangkan ini adalah hasil terbaik dari pemikiran
penulis kepada pembaca.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini,penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih
kepada beberapa pihak berikut ini :
1. Allah S.W.T yang telah memberikan sehat,akal dan pikiran sehingga dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
2. Ibu Tantyo Setyowati, selaku dosen pembimbing Etika Bisnis.
3. Seluruh anggota kelompok yang telah bekerja sama dan saling suport untuk segera
menyelesaikan karya tulis ini.
Bekasi 27, November 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN..........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................... 2
1.4 Metode Penulisan..................................................................................................... 2

BAB II.............................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.............................................................................................................................3
2.1 PENGERTIAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, MONOPOLI

DAN OLIGOPOLI.....3

2.1.1

Pasar Persaingan Sempurna............................................................................. 3

2.1.2

Pasar Monopoli............................................................................................ 3

2.1.3

Pasar Oligopoli............................................................................................ 3

2.2 MONOPOLI DAN DIMENSI ETIKA BISNIS................................................................4


2.3 ETIKA DI DALAM PASAR KOMPETITIF JENIS KOPERASI ( PP 60 TAHUN 1959).............5
2.4 KOMPETISI PADA PASAR EKONOMI GLOBAL..........................................................6

BAB III...........................................................................................................................................8
PENUTUP......................................................................................................................................8
3.1 Kesimpulan............................................................................................................ 8
3.2 Saran................................................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara
leluasa. Ada pun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan
konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan
keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang
produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa.
Bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak
memerlukan keahlian istimewa (pertukangan,kerajinan ).
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual dan pembeli. Artinya jumlah
penjual dan pembeli sama-sama banyak, maka harga tidak bisa dipengaruhi oleh satu penjual atau
pembeli saja. Sehingga penjual dan pembeli telah menerima tingkat harga yang terbentuk didalam
pasar sebagai fakta yang tidak dapat diubah.
Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan
jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual
menurunkan harga, ia akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari
penjual lainnya.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan menentukan kegiatan berbisnis. Sebagai
kegiatan sosial, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat
modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal yang wajar, asalkan dalam
mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam
kegiatan berbisnis ada batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.

1.2 Rumusan Masalah


a.
b.
c.
d.

Apa pengertian persaingan sempurna, monopoli dan oligopoli?


Apa yang di maksud dengan monopoli dan dimensi etika bisnis?
Bagaimana etika di dalam pasar kompetitif?
Bagaimana kompetisi pada pasar ekonomi global?

1.3 Tujuan Penulisan


a. Pembaca dapat mengerti secara jelas dan detail tentang persaingan sempurna, monopoli
dan oligopoli
b. Pembaca dapat mengetahui apa yang di maksud dengan monopoli dan dimensi etika bisnis
c. Pembaca dapat mengethui bagaimana etika di dalam pasar kompetitif
d. Pembaca dapat mengetahui bagaimana kompetisi pada pasar ekonomi global.
1.4 Metode Penulisan
Penulis melakukan analisa dengan beberapa artikel di media internet dan kemudian di
diskusikan dengan anggota kelompok lainnya dan dituangkan dalam tulisan ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA, MONOPOLI
DAN OLIGOPOLI
2.1.1

Pasar Persaingan Sempurna


suatu pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang

didagangkan adalah barang homogen atau barang yang sama dan penjual tidak memiliki
kebebasan dalam menentukan harga. perusahaan, pasar persaingan sempurna memiliki
perusahaan atau produsen yang sangat banyak. contoh: Kegiatan pertanian.
2.1.2

Pasar Monopoli
suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak punya
pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar dalam perubahan harga. pasar monopoli tidak
memerlukan promosi iklan. contoh: perusahaan berlian, emas, minyak bumi.

2.1.3

Pasar Oligopoli
pasar yang hanya terdapat beberapa produsen di dalamnya yang saling
mempengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang. pasar oligopoli menghasilkan barang
standar atau berbeda corak. pasar Oligopoli ditempati oleh perusahaan-perusahaan
komersial negara terkemuka. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan perencanaan
strategis untuk mempertimbangkan reaksi dari pesaing lain yang ada di pasar. Contoh
Perusahaan baja, perusahaan mobil, perusahaan alat alat listrik.

2.2 MONOPOLI DAN DIMENSI ETIKA BISNIS


Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir
perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip
dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau
bisnis tertentu. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara
pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.Ada 2 macam
monopoli
1. Monopoli Alamiah
Monopoli alamiah lahir karena mekanisme murni dalam pasar. Monopoli ini lahir secara
wajar dan alamiahkarena kondisi objektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang
menyebabkan perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi dan dikalahkan
secara memadai oleh perusahaan lain.
2. Monopoli Artifisial
Monopoli ini lahir karena persengkongkolan atau kolusi politis dan ekonomi antara
pengusaha dan penguasa demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut.
Monopoli semacam ini bisa lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional.
Jadi Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir
perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip
dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan industri atau
bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara
pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.
Menurut Etika Bisnis, kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN adalah
Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta
diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan
transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia.
Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison
Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding.
Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat
bergantung pada PT. PLN, tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil memenuhi
4

kebutuhan listrik masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang
kebutuhan listriknya belum terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman listrik secara sepihak
sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi
masyarakat, dan investor menjadi enggan untuk berinvestasi.
Ketimpangan ekonomi akibat praktek monopoli juga berkaitan dengan tidak samanya
peluang yang terbuka bagi semua pelaku ekonomi oleh adanya praktek ekonomi itu. Dari masalah
ketiga yang ditimbulkan oleh praktek monopoli artifisial adalah terlarangnya kebebasan
kebebasan baik pada konsumen maupun pada pengusaha.

2.3 ETIKA DI DALAM PASAR KOMPETITIF JENIS KOPERASI ( PP 60


TAHUN 1959)
Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan
memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak.Pada pasar
persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat karena setiap penjual dalam satu wilayah
menjual barang dagangannya yang sifatnya homogen. Harga pada pasar persaingan sempurna
relatif sama dengan para pesaing usaha lainnya. Konsumen tentu akan memilih produsen yang
dinilai mampu memberikan kepuasan. Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah
tingkat pelayanan dan fasilitas-fasilitas penunjang.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar


Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
Jumlah penjual dan pembeli banyak
Posisi tawar konsumen kuat
Penjual bersifat pengambil harga
Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran.

Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal
dan fairness, yaitu:
1. Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai
pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual. Bertemunya

dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan
menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
2. Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik
pertemuan antara demand dan supply. ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan
persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk
mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari
barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak
harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang
berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya
sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
Etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain
itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap berkompetisi. Mereka
bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi satu sama lain
sehingga konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.

2.4 KOMPETISI PADA PASAR EKONOMI GLOBAL


Kompetisi adalah kata kerja intransitive yang berarti tidak membutuhkan objek sebagai
korban kecuali ditambah dengan pasangan kata lain seperti against (melawan), over (atas),
atau with(dengan). Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang
antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.
Sedangkan global menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), dapat diartikan sebagai
/bersangkut paut mengenai atau meliputi seluruh dunia.
Kompetisi global merupakan bertuk persaingan yang mengglobal, yang melibatkan
beberapa Negara. Dalam persaingan itu, maka dibutuhkan trik dan strategi serta teknologi untuk
bisa bersaing dengan Negara-negara lainnya. Disamping itu kekuatan modal dan stabilitas
nasional memberikan pengaruh yang tinggi dalam persaingan itu. Dalam persaingan ini tentunya
Negara-negara maju sangat berpotensi dalam dan berpeluang sangat besar untuk selalu bisa
eksis dalam persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :
1. Teknologi yang dimiliki jauh lebih baik dari Negara-negara berkembang.
2. Kemampuan modal yang memadai dalam membiayai persaingan global sebagai wujud
investasi mereka.
6

3. Memiliki masyarakat yang berbudaya ilmiah atau IPTEK.


Alasan-alasan di atas cenderung akan melemahkan Negara-negara yang sedang
berkembang dimana dari sisi teknologi, modal dan pengetahuan jauh lebih rendah. Bali sendiri
kalau kita lihat masih berada diposisi yang sulit, dimana perekonomian Bali masih didominasi
oleh orang-orang asing, misalnya hotel-hotel besar, dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Kompetisi global juga menyebabkan menyempitnya lapangan pekerjaan, terutama
masyarakat lokal, karena kebanyakan pekerjaan dilakukan oleh teknologi, dan Negara-negara
maju menjadi pemasok kebutuhan-kebutuhan, sehingga kita cuma bisa menikmati hasil yang
sudah disuguhkan secara baik yang sebenarnya merupakan ancaman yang sangat besar bagi
bangsa kita. Dilain sisi, lahan pertanian juga akan semakin menyempit.
Kompetisi mempunyai pengertian adanya persaingan antara perusahaan untuk mencapai
pangsa pasar yang lebih besar. Kompetisi antara perusahaan dalam merebutkan pelanggan akan
menuju pada inovasi dan perbaikan produk dan yang pada akhirnya pada harga yang lebih rendah.
Sebuah perusahaan yang memimpin pasar dapat dikatakan sudah mencapai keunggulan kompetisi.
Kompetisi baik bagi perusahaan karena akan terus mendorong adanya inovasi, ketekunan dan
membangun semangant tim. Sekalipun demikian, tidak selamanya kompetisi selalu baik karena
kita harus memastikan bahwa para pesaing perusahaan kita tidak akan mencuri pelanggan kita.
Dalam pengertian sempit, kompetisi mempunyai pengertian perusahaan-perusahaan
berusaha sekuat tenaga untuk membuat pelanggan membeli produk mereka bukan produk pesaing.
Oleh karena itu, akan terdapat pihak yang menang dan yang kalah. Dalam pengertian luas
sebagaimana sudah disebutkan di atas, kompetisi merupakan usaha organisasi bisnis dalam
memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dan lebih sukses dibandingkan dengan pesaingnya.
Ada tiga model kompetisi dalam dunia bisnis, yaitu: kompetisi manufaktur, kompetisi penjualan
dan model-model kompetisi.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Jadi Indonesia memiliki daya atau kemampuan saing untuk berkompetisi dalam pasar global.
Belum lagi faktor-faktor lain yang tidak diuraikan dalam. Jika ingin mendorong perusahaan7

perusahaan di Indonesia untuk mengekspansi sayap-sayapnya pada skala ASEAN pada MEA dan
AFTA 2015 (untuk jangka pendek), maupun pada skala global (untuk jangka panjang), beberapa
hal yang tertinggal terlebih dahulu harus dikejar dan dibenahi secara makro. Pertama, membentuk
SDM yang kuat dan profesional. Kedua, dalam rangka peningkatan produktivitas dan efisiensi,
teknologi-teknologi sebagai alat produksi perlu dimutakhirkan, dengan harapan bisa menurunkan
biaya produksi. Jadi Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau
segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti
yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan
industri.
3.2 Saran
Dari penulisan di atas, penulis menyarankan untuk para pengusaha dalam bersaing harus tetap
pada UU etika bisnis yang berlaku agar berjalan baik-baik saja dan bisa berdampak baik untuk
seluruh masyrakat sekitar dan menguntungkan bagi apra pengusaha, investor dan negara tersebut,
karenan dengan ada nya persaingan di pasar dan mengikuti etika bisnis semuanya pasti akan
berjalan lancar dan tidak ada konflik antar perusahaan dan bisa menjalin kerja sama yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sumber: http://lenterakreasi.blogspot.co.id/2014/11/perbedaan-pasar-persaingansempurna.html
2. http://auiaelda.blogspot.co.id/2015/11/monopoli-dan-dimensi-etika-bisnis.html
8

3. http://indradesmanto93.blogspot.co.id/2015/11/etika-dalam-pasar-kompetitif.html
4. http://rizki-diana-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-119458-Prinsip%20Ilmu
%20Ekonomi-KOMPETISI%20PASAR%20EKONOMI.html