Anda di halaman 1dari 11

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016

MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN


GURU KELAS SD
BAB I
GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

Dra.Hj.Rosdiah Salam, M.Pd.


Dra. Nurfaizah, M.Hum.
Drs. Latri S, S.Pd., M.Pd.
Prof.Dr.H. Pattabundu, M.Ed.
Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd., M.Pd.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
2016

BAB I
GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah unit ini diharapkan peserta dapat mengetahui gejala alam baik secara langsung
maupun tidak langsung. Adapun idikator Pencapaian kompetensi (IPK) sebagai berikut:
1. Menelaah beberapa gejala alam biotik.
2. Merancang penelitian tentang gejala alam biotik.
3. Melakukan observasi beberapa gejala alam biotik.
4. Menyusun laporan hasil observasi beberapa gejala alam biotik.
5. Menilai hasil observasi beberapa gejala alam biotik.
6. Menelaah beberapa gejala alam abiotik.
7. Merancang penelitian tentang gejala alam abiotik
8. Melakukan observasi beberapa gejala alam abiotik.
9. Menyusun laporan hasil observasi beberapa gejala alam abiotik.
10. Menilai hasil observasi beberapa gejala alam abiotik
B. Uraian Materi
1. Gejala Alam Biotik
Pernakah Anda berpikir mengapa ada disiplin ilmu tertentu? Mengapa ada yang disebut
Ilmu Pengatuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan bidang ilmu lainnya? Tuhan memberi
karunia pada manusia berupa naluri dan kemampuan berpikir, yang dengan kemampuan
berpikirnya, manusia selalu berusaha mengetahui segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Pengetahuan yang diperoleh dapat dikomunikasikan dengan orang lain dan keturunannya.
Pengetahuan-pengetahuan itu akhirnya terkumpul membentuk suatu disiplin ilmu. Kita sadar
semua sadar bahwa manusia tidak akan dapat hidup sendiri, melainkan hidup berdampingan
dan saling berinteraksi dengan lingkungan.

Mari kita perhatikan gambar berikut ini:

Sumber:www.ipapedia.web.id/2015/09/gejala-alam-biotik-dan-abiotik.html

Apa saja yang dapat anda dapat amati dari gambar tersebut? Kita akan sepakat bahwa
paling kurang ada dua kelompok yang bisa diamati yakni kelompok makhluk yang hidup
(lingkungan biotik) dan kelompok makhluk yang tak hidup (lingkungan abiotik). Jika
dicermati lebih jauh maka Anda akan melihat pada gambar ada bahwa yang termasuk
lingkungan biotik adalah pohon, rerumputan, dan rusa. Sedangkan yang termasuk lingkungan
abiotik adalah tanah, air, dan batu-batuan. Isilah tabel berikut ini:
Tabel 1. Contoh lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
No.

Lingkungan Biotik

No.

Lingkungan Abiotik

Komponen biotik dan kemponen abiotik mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat kita
amati. Ciri-ciri tersebut disebut gejalan alam yang berdasarkan objeknya, gejala alam dapat
dibedakan menjadi dua gejala alam biotik dan gejala alam abiotik. Gejala alam biotik meliputi
hal-hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, misalnya metamorfosis serangga, fotosintesis,
penyerbukan, pertumbuhan makhluk hidup, dan lain-lain. Gejala alam biotik hanya dimiliki
atau dapat dilakukan oleh makhluk hidup, sehingga merupakan ciri-ciri makhluk hidup.
2

Perhatikan gambar-gambar berikut ini, ciri apakah yang diperlihat-kan pada setiap
gambar. Setiap gambar memperlihatkan salah satu ciri yang dimiliki makhluk hidup.
1. .........................................................
2. .........................................................
3. .........................................................
4. .........................................................
5. .........................................................

Sumber: Daniel, Keskel, dan Siegel (Focus on Life Science,1987,


h.89)

Jika Anda cermat melihatnya maka akan


menemukan

gejala-gejala

alam

biotik

(cocokkan dengan hasil yang anda peroleh)


sebagai berikut:

a. Memerlukan makanan
b. Bernapas (respirasi)
c. Bertumbuh/berkembang
d. Gerak
e. Reprodukasi

2.

Gejala Alam Abiotik


Gejala alam abiotik berkaitan dengan sifat fisik dan kimia di luar makhluk hidup,

contohnya hujan, pelapukan, erosi, ledakan, dan sebagainya. Beberapa karakteristik atau sifat
gejala alam abiotik antara lain sebagai berikut.

a. Wujud

b. Bentuk

c. Warna

d. Ukuran

e. Bau

f. Rasa

g. Tekstur

Selanjutnya kita perhatikan salah satu komponen abiotik, seperti air. Air akan mengalami
gejala alam berupa menerima suhu tinggi sehingga terjadi penguapan yang menjadi awan.
Apabila awannya sudah terkumpul, penurunan suhu akan menimbulkan pengembunan.
Pengembunan akan mengubah awan kembali menjadi air melalui hujan. Dengan demikian,
gejala alam yang diterima oleh air terdiri dari penaikan suhu, penguapan, terbentuk awan,
penurunan suhu, pengembunan, hujan, dan kembali menjadi air.

Gambar: Contoh Gejala Alam Abiotik pada Air


Kita dapat menemukan banyak contoh lain gejala alam abiotik di sekitar lingkungan kita.
Beberapa di antaranya antara lain terjadinya gunung meletus, tsunami, hujan, kemarau, dan
terjadinya angin.

Indonesia dikenal memiliki banyak gunung berapi, coba dsikusikan dalam kelompok
apa keuntungan dan kekurangan gunung berapi? Alasan ilmiah apa yang menjadikan
masyarakat sekitar gunung berapi enggan meninggalkan desa mereka?
3.

Interaksi Peristiwa Alam Biotik dan Abiotik


Saling mempengaruhi antara alam biotik dan abiotik biasa disebut juga saling

ketergantungan. Banyak hal dalam kehidupan nyata sehari-hari yang menunjukkan saling
pengaruh tersebut. Biji yang kita yang diletakkan di atas tanah merupakn calon untk untuk

menjadi mahkluk hidup (biotik), akan tetapi apakah bisa bertumbuh atau mati sangat ditentukan
oleh faktor abiotik di lingkungannya. Jika temperatur sesuai dan tanah tempatnya berada cukup
subur maka biji akan tumbuh menjadi tanaman baru. Keadaan akan berbeda jika temperatur
sangat panas atau sangat dingin serta tanah yang gersang maka kemungkinan biji tidak akan
tumbuh dengan baik. Nah..anda tahu bahwa temperatur dan tanah adalah faktor abiotik
sedangkan biji adalah faktor biotik. Dalam hal ini faktor abiotik sangat berpengaruh terhadap
faktor alam biotik.
Sebaliknya, tidak jarang faktor biotik mempengaruhi alam biotik. Pernakah anda
melihat batu kerikil yang banyak di sungai? Batu-batu kerikil diolah dijadikan campuran semen
untuk membuat beton yang kuat. Manusia sebagai faktor biotik dapat menjadikan alam biotik
berubah dan seringkali berdampak kembali kepada alam biotik. Terjadinya longsor yang
mengerikan dibeberapa daerah disebabkan karena manusia (biotik) tidak memperlakukan
secara bijak gunung yang sudah tandus (abiotik).
Amati gambar biji yang sedang berkecambah di bawah ini. Bagian yang dekat dengan
ujung akar akan memanjang lebih cepat karena disamping terjadi pertambahan jumlah sel juga
terjadi pembentangan sel-sel di bagian tersebut.

Sumber: Haryanto (Sains, SD Kelas II, 2004, h.21).

Pertumbuhan dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor baik faktor abiotik maupun faktor
biotik . Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan hasil diskusinya pada kolom yang tersedia.

Tugas: Perhatikanlah gambar di samping. Idebtifikasi faktor-faktor biotik dan abiotik yang ada
dan diskusikan bagaimana terjadinya interaksi antara abiotik dan biotik. Buat kesimpulan,
mengapa berteduh dibawah pohon terasa sejuk di siang hari.

Sumber: Slesnick,dkk.,(Biology, 1988,h.655)


Selanjutnya, silahkan Anda mengisi tabel berikut ini dan tentukan faktor apa yang lebih
berpengaruh dalam interaksi biotik dan abiotik. Berikan tanda centang (V) pada kolom yang
sesuai.
Tabel 2. Pengaruh Alam Biotik dan Biotik

Biotik Abiotik
Biotik Abiotik
Abiotik
Biotik Biotik
Abiotik

No. Gejala/ Peristiwa Aalam


1
2

Lumut tumbuh dibatuan sehingga


terjadi pelapukan
Fotosintesis pada tumbuhan

Respirasi pada manusia

Respon tumbuhan terhadap cahaya

Metamorfosis pada kupu-kupu

Perkarataan pada besi

Pengendapan lumpur di sungai

Mentega yang mencair

Benalu tumbuh di pohon lain

4. Mengamati Peristiwa Alam Biotik dan Abiotik


Lalu kapan dan di mana kita bisa melakukan pengamatan gejala alam? kita dapat
melakukan di mana saja dan kapan saja (pengamatan di alam). Namun demikian ada pula
pengamatan yang harus dilakukan di tempat khusus (laboratorium). Anda bisa melakukan
pengamatan untuk meneliti gejala alam biotik. Untuk mendapatkan hasil yang baik dan dapat

dipertanggung jawabkan maka digunakanlah langkah ilmiah yang sering disebut metode Ilmiah
(Scientific Methods)
Metode ilmiah mulai digunakan Aristoteles ribuan tahun lalu, bertumpu pada metode
deduktif, sampai pada masa Francis Bacon pada abad ke 17 yang mengembangkan metode
keilmuan yang bertumpu pada metode induktif. Menurut Bacon, logika tidak cukup untuk
menemukan kebenaran dan dapat menimbulkan penyimpangan dari keadaan yang
sebenarnya (Cain, 1986).
Perkembangan keilmuan masa kini adalah gabungan antara metode deduksi dan
metode induksi. Para peneliti dapat menggunakan metode induksi untuk menghubungkan
antara apa yang diamati, hasil pengamatan, dan hipotesis yang diajukan. Selanjutnya, secara
deduktif hipotesis dihubungkan dengan pengetahuan yang ada untuk melihat kesesuain
inplikasinya. Hipotesis diuji melalui serangkaian data yang dikumpulkan melalui observasi
dan eksperimen untuk menguji sah atau tidaknya hipotesis tersebut secara empiris (Sarkim,
1998).
Metode keilmuan masa kini adalah perpaduan antara observational and theoretical.
Sedangkan, Horner dan Hunt (Sarkim, 1998) menyatakan bahwa metode keilmuan itu
adalah perpaduan antara rasionalisme dan emperisme, dengan kerangka dasar dalam enam
langkah, yaitu (a) menyadari adanya masalah dan merumuskan masalah, (b) mengumpulkan
data yang relevan melalui pengamatan, (c) menyusun atau mengklasifikasi data, (d)
merumuskan hipotesis, (e) deduksi hipotesis, dan (f) tes dan pengujian kebenaran
hopotesis.
Model-model lain metode keilmuwan (scientific methods) dikemukakan banyak ahli.
Urutan langkah yang dikemukakan meng-gunakan istilah yang sedikit berbeda tetapi pada
hakikatnya tujuannya adalah sama. Goodman,et.al. (1986) menggunakan langkah: (a) mendefenisikan masalah, (b) mengumpulkan informasi yang sesuai, (c) menyusun hipotesis, (d)
menguji hipotesis, (e) merekam dan menganalisis data, dan (f) menarik kesimpulan.
Sedangkan, Slesnick, et.al (1988) memulai langkah dengan melakukan pengamatan dan
mengumpulkan fakta, kemudian menyusun hipotesis untuk menjelaskan pengamatan dan
merencanakan percobaan terkontrol untuk menguji hipotesis. Selanjutnya, melaksanakan
dan mengevaluasi percobaan serta menguji ulang hipotesis jika perlu, dan langkah terakhir
menarik kesimpulan. Langkah yang lebih sederhana termasuk pelaporan digambarkan oleh
7

Gega (1986) sebagai berikut: pertanyaan pengamatan hipotesis percobaan


kesimpulan.
Penerapan dalam proses pembelajaran di kelas, (Bundu, 2010) mengemukakan bahwa
untuk lebih teraturnya pembelajaran IPA khususnya dalam percobaan sederhana dapat
diurutkan langkah sebagai berikut:
1) Pangantar/ Deskripsi singkat
2) Penyampaian tujuan percobaan
3) Menetapkan langkah percobaan
4) Pelaksanaan percobaan (kerja kelompok)
5) Kesimpulan/ Konfirmasi hasil percobaan
Berikut ini contoh pengamatan dan percobaan sederhana yang memperlihatkan gejala
alam biotik. Untuk memudahkan disajikan dalam bentuk pendekatan inkuiri tipe terbimbing
model cook book (buku resep).

Mengamati Pengaruh Latihan pada Denyut Jantung


Pendahuluan
Latihan menjadikan kebutuhan energi bagi otot meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan
energi otot memerlukan oksigen dan zat makanan. Ketika otot menggunkanan energi
dalam jumlah banyak, maka pernapasan, denyut nadi/ jantung, dan tekanan darah akan
mengalami perubahan karena harus bekerja lebih cepat untuk memenuhi kebetuhan energi
tersebut
Tujuan
Untuk mengukur jumlah denyut nadi/ jantung dalam keadaan diam, dan membandingkannya dalam keadaan sesudah latihan.
Alat dan Bahan
Arloji dengan ukuran detik atau Stowatch
Prosedur Kegiatan
a. Bekerjalah secara berpasangan dan bergantian melakukan pengukuran.
b. Ukurlah denyut jantung (nadi) pasangan Anda sementara dia duduk dengan tenang.
Untuk kegiatan ini, letakkan dua jari pada bagian dalam pergelangan teman Anda dan
cari letak denyut nadi.

c. Hitunglah berapa denyutan dalam 15 detik. Ulangi sampai tiga kali, hitung rataratanya, kemudian kalikan dengan 4 untuk mendapatkan jumlah denyutan dalam satu
menit. Ulangi sampai tiga kali.
Lakukan kegiatan yang sama secara bergantian. Catat hasil pengamatan Anda.
Hasil Denyut Nadi/Jantung Teman Anda (Diam)
Pengukuran

15 dtk
I

15 dtk
II

15 dtk
III

Rerata Jml/mnt

15 dtk
III

Rerata Jml/mnt

I
II
III
Rata-Rata
Hasil Denyut Nadi/Jantung Anda (Diam)
Pengukuran 15 dtk
I
I

15 dtk
II

II
III
Rata-Rata
Lari-lari ditempat selama 5 menit. Kemudian ukurlah seperti pada langkah pertama,
kedua dan ketiga.
Hasil Denyut Nadi/Jantung Teman Anda (Latihan)
Pengukuran

15 dtk
I

15 dtk
II

15 dtk
III

Rerata Jml/mnt

I
II
III
Rata-Rata
Hasil Denyut Nadi/Jantung Anda (Latihan)
Pengukuran

15 dtk
I

15 dtk
II

I
II
III
Rata-Rata
9

15 dtk
III

Rerata Jml/mnt

Petanyaan/ Kesimpulan
1. Buatlah grafik data dari hasil pengukuran yang Anda lakukan!
2. Mengapa harus mengukur denyut nadi sebelum melakukan latihan?
3. Buatlah laporan hasil percobaan tentang pengaruh latihan terhadap denyut jantung,
dan hubungannya dengan tekanan darah.
Kita tentu sepakat bahwa hasil percobaan atau kegiatan ilmiah yang dilakukan harus
dilaporkan sebagai pertanggung jawaban secara ilmiah. Pola laporan yang paling sederhana
adalah:
1) Kata Pengantar
2) Pendahuluan
3) Pembahasan
4) Penutup

10