Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan kadar sari larut air

Pada praktikum kali ini dilakukan penentuan kadar sari yang larut dalam etanol.
Simplisia yang digunakan adalah Cubeba fructus ( Kemukus).
Standarisasi merupakan hal yang penting untuk simplisia dan ekstrak yang akan
digunakan atau dikonsumsi. Parameter standar merupakan suatu metode standarisasi
untuk menjaga kualitas dari suatu simplisia maupun ekstrak. Parameter standar meliputi
parameter standar spesifik dan parameter standar non spesifik, yang diujikan terhadap
simplisia dan ekstrak. Salah satu parameter standar spesifik untuk pengujian standar
simplisia adalah penetapan kadar sari pada pelarut tertentu. Kadar sari larut etanol
merupakan pengujian untuk penetapan jumlah kandungan senyawa yang dapat terlarut
dalam etanol (kadar sari larut etanol)
Metode penentuan kadar sari digunakan untuk menentukan jumlah senyawa aktif
yang terekstraksi dalam pelarut dari sejumlah simplisia. Penentuan kadar sari juga
dilakukan untuk melihat hasil dari ekstraksi, sehingga dapat terlihat pelarut yang cocok
untuk dapat mengekstraksi senyawa tertentu. Prinsip dari ekstraksi didasarkan pada
distribusi zat terarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling
campur.
Pada penentuan kadar sari larut etanol, simplisia terlebih dahulu dimaserasi
selama 24 jam dengan 100 ml etanol. Hal ini bertujuan agar zat aktif yang ada pada
simplisia dapat terekstraksi dan tertarik oleh pelarut tersebut. Ketika penentuan kadar
sari larut etanol, simplisia tidak ditambahkan kloroform jenuh air terlebih dahulu seperti
pada uji kadar sari larut air , karena etanol merupakan organic yang bisa digunakan
sebagai zat antimikroba atau sebagai pengawet.

Dari percobaan yang telah dilakuakn didapatkan sari larut etanol adalah 3,5%,
hasil tersebut tidak sesuai dengan literature, dalam literature disebutkan kadar sari larut
etanol adalah tidak kurang dari 9% . Hal ini mungkin dikarenakan telah
terkontaminasinya simplisia oleh mikroba yang dapat mengganggu kadar dalam
simplisia, tidak tepatnya penyimpanan simplisia.
Kesimpulan
Pada praktikum ini dilakukan penetapan kadar sari larut dalam etanol, simplisia
yang digunakan adalah kemukus, dengan hasil kadar sari larut air 3,5 % nilai tersebut
tidak sesuai dengan literature yang menyebutkan kadar sari larut etanol adalah tidak
kurang dari 9%. nilai ini sangat jauh dengan hasil yang didapat. Hal ini mungkin
dikarenakan telah terkontaminasinya simplisia oleh mikroba yang dapat mengganggu
kadar dalam simplisia, tidak tepatnya penyimpanan simplisia.

Anda mungkin juga menyukai