Anda di halaman 1dari 15

AUDIT

INVESTMENT

Disusun Oleh
1.
2.
3.
4.
5.

Bertta Kusuma Dewi Lukyta Sarra (43213310067)


Diah Komalasari (43213310019)
Fika Aprisiana Sari (43213310046)
Herlin Gustianadewi (43213310093)
Restian Dwi Kurniasari (43213310061)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Audit
Investment ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima
kasih pada Ibu Novawiguna Kemalasari, SE, M.Ak selaku Dosen mata kuliah Auditing II
Universitas Mercu Buana yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini di waktu yang akan datang.

Bekasi, Maret 2016

Penyusun
1

DAFTAR ISI
A.

TUJUAN AUDIT INVESTMENT................................................................................. 1

B.

PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT.................................................................2

C.

PEMISAHAN TUGAS............................................................................................... 4

D.

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN.................................................4

E.

PROSEDUR SUBSTANTIF-INVESTASI........................................................................8
1.

Prosedur Analitis Substantif-Investasi..........................................................................8

2.

Pengujian Rinci-Investasi......................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 13

AUDIT INVESTMENT
Aktivitas investasi (investing activities) adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan,
peralatan serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. Di samping itu,
aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan instrument keuangan yang tidak
dimaksudkan untuk tujuan perdagangan. Suatu entitas mengakuisisi aktiva-aktiva ini karena
aktiva itu diperlukan untuk mendukung operasi dan proses intinya.
Langkah pertama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi pemahaman atas aktiva
yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas bersangkutan (misalnya mesin, peralatan,
fasilitas, tanah atau sumber daya alam) dan tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan
akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya.
Langkah kedua dalam mengaudit investasi meliputi penentuan aktiva apa yang diakuisisi
selama periode berjalan. Biasanya pertumbuhan aktiva tetap harus memperlihatkan hubungan
yang konsisten dengan pertumbuhan pendapatan. Aktiva jangka panjang biasanya cukup stabil
bagi kebanyakan entitas. Dengan kata lain, sebagian besar aktiva tetap yang ada pada akhir tahun
juga ada pada awal tahun. Karenanya, auditor sering memusatkan strategi audit pada audit
perubahan aktiva jangka panjang, bukan pada keseluruhan populasi aktiva jangka panjang.

A. TUJUAN AUDIT INVESTMENT


Tujuan audit siklus investasi adalah untuk memperoleh bukti tentang masing masing asersi
signifikan yang berkiatan denga transaksi dan saldo siklus investasi.
Tujuan audit siklus ini adalah sebagai berikut:

1. Asersi keberadaan dan keterjadian


Tujuan audit asersi keberadaan atau keterjadian menekankan pada apakah seluruh saldo
investasi surat berharga dan modal saham benar-benar ada pada tanggal neraca.
2. Asersi kelengkapan
Asersi ini menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo yang semestinya tercantum
dalam laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan disajikan.
3. Asersi hak dan kewajiban
Asersi ini berusaha memastikan apakah perusahaan mempunyaihak kepemilikan yang sah
atas saldo modal saham, dan infestasi surat berharga. Tujuan audit asersi hak dan
kewajiban: menentukan apakah semua investasi yang tercatat adalah investasi yang
dimiliki klien.
4. Asersi penilaian dan pengalokasian
Asersi penilaian berusaha memperoleh bukti mengenai apakah saldo investasi surat
berharga telah disajikan dalam laporan keuangan pada jumlah yang tepat.
5. Asersi laporan dan pengungkapan
Auditor perlu menghimpun bukti mengenai apakah transaksi dan saldo tercatat telah tepat
diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan dalan neraca.

B. PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT


1. Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini adalah penentuan
besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan
keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah hubungannya dengan biaya untuk
mendeteksi kesalahan.

2. Risiko Inheren
Risiko inheren (inherent risk) yang berkaitan dengan asersi eksistensi/keberadaan
seringkali rendah Karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Risiko inheren akan
keberadaan dapat meningkat sampai ke tingkat sedang atau tinggi karena potensi bahwa
aktiva dibesituakan atau tidak digunakan lagi, mungkin tidak dihapuskan. Asersi
kelengkapan dapat mencapai tingkat sedang sampai tinggi dalam kasus aktiva-aktiva
konstruksi, atau lease modal yang mungkin dicatat sebagai lease operasi Karena
2

kerumitan akuntansi untuk lease. Tergantung pada industri dan tingkat kesulitan yang
berkaitan dengan estimasi umur manfaat dan nilai sisa serta kerumitan metode
penyusutan, risiko inheren yang menyangkut asersi penilaian mungkin dinilai sedang atau
tinggi berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam hubungannya dengan estimasi beban
penyusutan.
3. Risiko Prosedur Analitis
Prosedur analitis bersifat efektif dari segi biaya dan hal itu dapat membantu
auditordalam mengevaluasi kelayakan laporan keuangan. Aktiva tetap secara relative
harusstabil,

dan

akibatnya,

prosedur

analitis

dapat

memberikan

keyakinan

tentangkewajaran penyajian laporan keuangan.


4. Risiko Pengendalian
Transaksi yang secara individu bersifat material, seperti akuisisi tanah atau bangunan,
atau pengeluaran modal yang besar, biasanya merupakan pokok dari pengendalian
terpisah yang mencakup anggaran modal dan otorisasi oleh dewan komisaris. Akibatnya,
risiko pengendalian mungkin rendah untuk asersi keberadaan atau keterjadian.
Pengendalian yang berkaitan dengan asersi penilaian mencakup pengendalian atas
estimasi akuntansi menyangkut beban penyusutan.

C. PEMISAHAN TUGAS
Berikut ini berisi pemisahan tugas yang utama untuk investasi dan contoh kemungkinan
kesalahan atau kecurangan yang dapat terjadi dari konflik penugasan. Namun, hanya entitas yang
berikatan dengan sejumlah aktivitas investasi yang signifikanlah yang memiliki pemisahan tugas
yang memadai untuk keseluruhan aktivitas investasi.
1. Fungsi di bagian awal sebaiknya dipisahkan dari fungsi persetujuan akhir
Jika satu individu bertanggung jawab baik untuk aktivias di bagian awal maupun
memberikan persetujuan atas transaksi sekuritas, transaksi fiktif dapat dibuat atau
sekuritas dapat dicuri.
2. Fungsi penilaian pengawasan sebaiknya dipisahkan dari fungsi pemerolehan

Jika satu individu bertanggung jawab baik untuk pemerolehan maupun pengawasan
penilaian sekuritas, nilai sekuritas dapat dicatat dengan tidak tepat atau tidak
dilaporkan kepada manajemen.
3. Tanggung jawab untuk pengelolaan buku besar atas sekuritas sebaiknya terpisah dari
pembuatan entri-entri dalam buku besar
Jika satu individu bertanggung jawab baik untuk buku besar atas sekuritas maupun
entri buku besar, individu dapat menyembunyikan beberapa penggelapan yang
umumnya dapat terdeteksidengan rekonsiliasi catatan buku besar pembantu dengan
akun pengendalian buku besar.
4. Tanggung jawab fungsi penyimpanan atas sekuritas sebaiknya terpisah dari fungsi
akuntansi untuk sekuritas
Jika satu individu memiliki akses baik untuk sekuritas maupun untuk catatan
akuntansi pendukung pencurian sekuritas dapat disembunyikan.

D. PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN


Pemahaman struktur pengendalian intern siklus ini meliputi pertimbangan lingkungan
pengendalian, penaksiran resiko, informasi dan komunikasi sistem akuntansi, pemantauan,
dan prosedur pengendalian.
1. Lingkungan pengendalian
Titik tolak pemahaman SPI siklus investasi adalah pemahaman lingkungan pengendalian atas
siklus investasi. Lingkungan pengendalian sangat penting untuk mewujudkan SPI siklus
investasi yang baik. Perwujudannya adalah memahami pemberian kekuasaan dan tanggung
jawab atas transaksi penanaman investasi pada bendahara perusahaan, manager keuangan,
atau direktur keuangan dengan demikian pelaksanaan transaksi ini slalu dilakukan oleh orang
yang kompeten dan ahli dalam bidang keuangan. Pemahaman dapat diperoleh melalui
pengajuan pertanyaan kepada managemen, mempelajari bagan organisasi, dan menelaah
deskripsi tugas.
2. Penaksiran risiko

Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan pengidentifikasian,


analisis, dan pengelolaan risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang
disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia
penaksiran

risiko

dapat

ditujukan

sebagai

mana

perusahaan

mempertimbangkan

kemungkinan transaksi dalam siklus investasi yang tidak dicatat atau mengidentifikasi dan
menganalisis estimasi yang signifikan yang dicatat dalam laporan keuangan.
3. Informasi dan komunikasi (sistem akuntansi)
Penerapan sistem akuntansi sangat mendasar. Perusahaan biasanya memakai buku pembantu
investasi yang terpisah untuk setiap jenis surat berharga. Pemahaman sistem akuntansi
menuntut pengetahuan auditor tentang metode pemrosesan data, dokumen serta catatan
pokok, yang digunakan. Pemahaman sistem akuntasi diperoleh melalui penelaahan buku
manual akuntansi dan flowchaart sistem, mengajukan pertanyaan pada personil akuntansi,
dan pengalaman terdahulu dengan klien. Akuntan harus memahami kompetensi personil
akuntansi dan bagian EDP yang bertanggung jawab atas pengolahan transaksi siklus
investasi.
4. Aktifitas pengendalian
Aktifitas pengendalian yang relevan dengan audit atas transaksi dalam siklus investasi dapat
digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
a.
b.
c.
d.

Review kinerja
Pengolahan informasi
Pengendalian fisik
Pemisahan tugas

5. Dokumen dan catatan


Dokumen dan catatan yang dipakai meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Sertifikat saham
Sertifikat obligasi
Bondindenture
Brokers advice
Buku jurnal
Buku pembantu investasi
5

6. Fungsi
Fungsi yang terkait meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pembelian surat berharga


Penerimaan pendapatan periodik
Penjualan surat berharga
Pencatatan transaksi
Pengamanan atau penyimpanan surat berharga
Penjaga ketepatan buku pembantu investasi

7. Pembelian surat berharga


Pembelian surat berharga pada umum nya dilakukan dalam jumlah nilai rupiah yang tidak
kecil. Oleh karena itu, pengendalian keputusan dan pelaksanaan pembelian surat berharga
harus memadai. Pembelian harus dilakukan sesuai otorisasi manajemen. Apabila perlu
perusahaan dapat membentuk komite investasi.
8. Penerimaan pendapatan periodik
Pendapatan periodik investasi dapat berupa deviden maupun bunga. Kas yang diterima atas
pendapatan periodik tersebut harus disetor kan sesegera mungkin setelah kas di terima.
9. Penjualan surat berharga
Seperti pembelian surat berharga , penjualan surat berharga pada umumnya dilakukan dalam
jumlah nilai rupuah yang besar. Oleh karena itu, pengendalian keputusan dan pelaksanaan
penjualan surat berharga harus memadai. Penjualan harus dilakukan sesuai dengan otorisasi
manajemen. Disamping itu kas yang diterima atas penjualan surat berharga tersebut harus di
setor kan sesegera mungkin setelah kas di terima.
10. Pencatatan transaksi
Seorang karyawan yang independen terhadap fungsi pemegang surat berharga harus menjaga
catatan rinci atas transaksi surat berharga yang dimiliki perusahaan. Catatan rinci tersebut
dimaksudkan untuk mengendalikan surat berharga yang semestinya ada di pemegang surat

berharga. Transaksi dan kejadian yang mempengaruhi saldo investasi harus di catat pada
jumlah, klasifikasi, dan periode akuntansi yang tepat.
11. Pengamanan atau penyimpanan surat berharga
Surat berharga yang dimiliki perusahaan dapat dipegang atau di simpan oleh manajemen
perusahaan klien atau dikelola oleh pihak ketiga seperti stock brokerage firm. Apabila
disimpan didalam perusahaan, minimlal dua orang karyawan harus bertanggung jawab atsa
keberadaaan surat berharga tersebut untuk mencegah penjualan tanpa otorisasi. Jadi surat
berharga harus dismpan di tempat yang aman dan akses atas karyawan yang berwenang.
12. Penjaga ketepatan buku pembantu investasi
Saldo investasi tercatat harus dibandingkan dengan surat berharga yang disimpan di dalma
perushaan maupun yang dikelola pihak ketiga. Pelaksanaan pembandingan tersebut harus
dilakukan dalam interval waktu yang memadai

E. PROSEDUR SUBSTANTIF-INVESTASI
Pada umumnya, lebih efisien untuk mengikuti strategi substantif untuk melakukan audit
investasi. Ketika risiko pengendalian ditentukan pada tingkat maksimum, auditor melakukan
perluasan prosedur substantif untuk mencapai tingkat risiko deteksi yang direncanakan. Selain
itu, karena sifat pekerjaan audit, pengujian rinci atas transaksi jarang digunakan sebagai sumber
bukti.
1. Prosedur Analitis Substantif-Investasi
Berikut adalah prosedur substantif yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keseluruhan
kewajaran investasi dan akun laporan rugi laba komprehensif yang terkait:
Perbandingan atas saldo akun investasi tahun berjalan dengan saldo tahun sebelumnya
setelah mempertimbangkan pengaruh kegiatan operasional tahun berjalan dan aktivitas
pendanaan atas kas dan investasi.
7

Perbandingan atas pendapatan bunga dan pendapatan dividen tahun berjalan dengan
pendapatan yang dilaporkan tahun sebelumnya dan dengan tingkat pengembalian
investasi yang diharapkan.
Penghitungan kembali pendapatan bunga tahun berjalan menggunakan nilai nominal
sekuritas yang ditahan, tingkat bunga, dan periode waktu ditahan.

2. Pengujian Rinci-Investasi
Standar auditing memberikan pedoman terkait prosedur auditing substantif yang dapat digunakan
auditor ketika mengumpulkan bukti yang terkait asersi investasi.
Asersi mengenai Saldo
Akun pada Akhir Periode
Keberadaan

Contoh Pengujian Rinci atas Saldo Akun


Melakukan inspeksi sekuritas jika dikelola oleh klien atau
memperoleh konfirmasi dari fungsi penyimpanan independen.

Hak dan Kewajiban

Menguji saran broker untuk sampel sekuritas yang dibeli

Kelengkapan

selama setahun
Mencari pembelian sekuritas dengan melakukan pengujian
transaksi untuk beberapa hari setelah akhir tahun.
Mengonfirmasi

sekuritas

yang

ditahan

oleh

fungsi

penyimpanan yang independen


Melakukan review dan menguji informasi sekuritas untuk
menentukan jika semua pendapatan bunga dan pendapatan
Penilaian dan Alokasi

dividen telah dicatat


Melakukan review faktur broker untuk basis harga sekuritas
yang dibeli
Menentukan

dasar

untuk

penilaian

investasi

dengan

menelusuri nilai ke penetapan yang dipublikasikan untuk


sekuritas yang diperdagangkan
Menentukan apakah ada beberapa penurunan permanen dari
nilai dasar biaya atas sekuritas individu
Menguji penjualan sekuritas untuk memastikan pengakuan
8

yang sesuai dari laba atau rugi yang dapat direalisasi


Memperoleh daftar investasi dengan kategori (held to
maturity, trading dan available for sale); daftar penjumlahan
dan mencocokan jumlahnya ke register dan buku besar atas
sekuritas.
Asersi mengenai Penyajian
Contoh Pengujian Rinci atasPengungkapan
dan Pengungkapan
Keterjadian serta hak dan Menentukan apakah beberapa sekuritas telah digadaikan
kewajiban

sebagai jaminan dengan menanyakanke manajemen dan


melakukan review atas notulen dewan direksi, perjanjian
pinjaman , dan dokumen lain
Menentukan semua pengungkapan yang disyaratkan ole ASC

Kelengkapan

Topic 320 telah dibuat untuk investasi


Melengkapi daftar pelpran keuangan untuk memastikan semua
pengungkapan laporan keuangan terkait dengan investasi yang
Klasifikasi dan pemahaman

telah dibuat
Melakukan review dan meminta keterangan manajemen
mengenai klasifikasi yang sesuai
Membaca

Akurasi dan Penilaian

catatan

kaki

untuk

memastikan

bahwa

pengungkapan yang disyaratkan dapat dipahami


Membaca catatan kaki dan informasi lain untuk memastikan
bahwa informasi akurat dan telah disajikan dalam jumlah yang
sesuai

Keberadaan
Standar auditing menyatakan bawa auditor sebaiknya melakukan satu atau lebi prosedur
audit berikut untuk mengumpulkan bukti untuk keberadaan:
a.
b.
c.
d.
e.

Pemeriksaan fisik
Konfirmasi dengan penerbit
Konfirmasi dengan fungsi penyimpanan
Konfirmasi transaksi yang belum diselesaikan dengan broker-diler
Konfirmasi dengan counterparty

Membaca perjanjian kerja sama atau perjanjian serupa yang akan dilaksanakan
9

Penilaian dan alokasi


Sekuritas awalnya dibeli dan dicatat pada biaya akuisisi. Auditor dapat memverifikasi
harga pembelian sekuritas dengan pengujian faktur broker atau dokumen yang serupa.
Sekuritas utang yang ditahan hingga jatuh tempo dinilai pada biaya amortisasinya. Nilai
wajar dari sebagian besar sekuritas ekuitas tersedia dari bursa sekuritas yang terdaftar di
Securities and exchange Comission atau pasar over the counter.
Investasi dapat dinilai tidak wajar dengan memperoleh data pasar sehingga membutuhkan
penyesuaian substansial pada bagian manajemen. Auditor juga harus menentukan jika ada
selain dari perubahan yang bersifat sementara untuk nilai wajar sekuritas investasi.
Faktor-faktor yang merupakan indikator penurunan nilai pada investasi yang bersifat
tidak sementara :

nilai wajar secara signifikan berada di bawah harga


penurunan nilai wajar yang berakibat untuk kondisi tertentu yang merugika, yang

mempengaruhi investasi tertentu.


Penurunan nilai wajar yang berakibat pada kondisi tertentu seperti kondisi dalam

industri atau dalam area geografis


Manajemen tidak memproses baik tujuan maupun kemampuan untuk menahan
investasi cukup lama yang memungkinkan berbagai perbaikan yang dapat

diantisipasi dalam nilai wajar


Penurunan dalam nilai wajar yang tersedia untuk periode yang diperpanjang
Sekuritas utang yang telah diturunkan oleh lembaga pemeringkatan
Kondisi keuangan dari penerbit menjadi memburuk
Dividen telah dikurangi atau dieliminasi atau pembayaran bunga atas sekuritas
utang yang telah dijadwalkan belum dibuat

Nilai investasi ditentukan selain dari penurunan nilai sementara,sekuritas diturunkan dan
nilai baru yang melekat (Carrying Amount) ditetapkan.Auditor menguji penjualan
beberapa sekuritas untuk memastikan nilai yang sesuai yang digunakan untuk mencatat
penjualan dan laba atau rugi yang direalisasi.
Asersi dan Pengungkapan
10

Pertama sekuritas Yang dapat diperdagangkan perlu untuk diklasifikasikan sebagai Held to
Maturity Securities,Trading dan Available for Sale baik laporan posisi keuangan maupun
laporan laba rugi komprehensif dipengaruhi oleh kesalahan klasifikasi.kedua klasifikasi laporan
keuangan masyarakat semua perdagangan sekuritas dilaporkan sebagai asset lancar Held to
maturity Securitas and Available for Sale individual sebaiknya diklasifikasi sebagai asset lancar
atau asset tidak lancar,didasarkan pada apakah manajemen memiliki ekspektasi untuk
mengonversi Sekuritas ke dalam 12 Bulan ke depan. Jika sekuritas di ekspektasikan untuk di
konversi menjadi kas dalam 12 Bulan itu sebaiknya di klasifikasikan sebagai asset lancar.Auditor
sebaiknya menanyakan kepada manajemen mengenai rencananya untuk menjual sekuritas.
Auditor sebaiknya menguji bukti seperti catatan tertulis yang disetujui atas strategi
investas,catatan aktifitas investasi intruksi manajer untuk portofolio dan memo pertemuan dewan
direksi atau komite investasi.
ASC Topic 320 mensyaratkan pengungkapan khusus untuk sekuritas sebagai contoh; Nilai wajar
agregat dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang disajikan dalam sekuritas,
Sebaiknya disajikan untuk sekuritas tersedia untuk dijual (Available for Sale) atau dimiliki
hingga jatuh tempo (Held to Maturity).

DAFTAR PUSTAKA

HOSTING Bina Antarbudaya Chap. MKS. (2013, January 18). AUDIT SIKLUS
INVESTASI DAN PEMBIAYAAN. Retrieved from

11

https://japanesebuginese.wordpress.com/2013/01/18/audit-siklus-investasidan-pembiayaan/comment-page-1/
Messier, W. F., Glover, S. M., & Prawitt, D. F. (2014). Jasa Audit dan Assurance.
Jakarta: Salemba Empat.
Umar, U. R. (2013, December 7). AUDIT SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN .
Retrieved from http://mimiakuntansi.blogspot.co.id/2013/12/audit-siklusinvestasi-dan-pembiayaan.html

12