Anda di halaman 1dari 10

CHAPTER 04 AUDITING II “AKUISISI MODAL DAN PAYMENT CYCLE”

Dosen Pengampu

Novawiguna Kemalasari, S.E, M.Ak

CHAPTER 04 AUDITING II “AKUISISI MODAL DAN PAYMENT CYCLE” Dosen Pengampu Novawiguna Kemalasari, S.E, M.Ak Disusun

Disusun Oleh :

  • 1. Asrina Liola

Nim. 43213310001

  • 2. Emi Tarwiyati

Nim. 43213310006

  • 3. Aditya Riyadi Wirawan

Nim. 43213310008

  • 4. Silvia Febriani

Nim. 43213310026

  • 5. Ramenta Sri Niska

Nim. 43213310034

TAHUN 2016

UNIVERSITAS MERCU BUANA CIBUBUR

Jalan Raya Keranggan No. 6 Jatisampurna

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI

i

AUDIT OF ACQUISITION & PAYMENT CYCLE

HAKEKAT SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN............................. PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI...................................................................

1

1

PENGUJIAN ATAS SALDO HUTANG USAHA

A.

Pengujian tentang Transaksi Rinci....................................................

2

  • B. Pengujian Terhadap Saldo Akun Rinci...............................................................

2

PENGENDALIAN, PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI DAN UTANG USAHA

  • A. Akun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Akuisisi dan Pembayaran.......................

3

  • B. Fungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan yang Terkait..................

4

  • C. Bagaimana E-Commerce Mempengaruhi Siklus Akuisisi dan Pembayaran..........

7

  • D. Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Transaksi........................................................................................

7

  • E. Metodologi Perancangan Pengjuian Terinci atas Saldo..........................................

8

DAFTAR PUSTAKA

AUDIT OF ACQUISITION & PAYMENT CYCLE

Siklus perolehan dan pembayaran meliputi dua golongan transaksi yang berbeda:

perolehan barang dan jasa dan pengeluaran kas untuk perolehan tersebut. Retur pembelian dan pengurangan harga juga merupakan satu golongan transaksi.

HAKEKAT SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN

2

Siklus tersebut biasanya dimulai dengan pengajuan permintaan pembelian oleh seorang pegawai berwenang yang membutuhkan barang dan jasa. Ada empat fungsi usaha pada siklus perolehan dan pembayaran umum.

Pemrosesan Order Pembelian Dokumen dan catatan yang terlibat adalah permintaan pembelian, dan order pembelian. Otorisasi yang memadai untuk perolehan merupakan bagian utama dari fungsi ini sebab otorisasi akan menjamin bahwa setiap barang dan jasa memang sesuai dengan kepentingan perusahaan. Setelah perolehan disetujui harus ada pengajuan order untuk membeli barang dan jasa. Biaasanya dibentuk bagian pembelian untuk memastikan kualitas yang baik dengan harga yang minimum. Dan bagian pembelian tidak bertanggung jawab mengotorisasi perolehan dan penerimaan barang. Semua order pembelian harus prenumbered.

Penerimaan barang dan jasa Dokumen yang terlibat adalah laporan penerimaan barang yang berisi tentang barang saat diterima, tanggal penerimaan, dll. Biasanya dilakukan oleh bagian penerimaan sebagai bukti bahwa barang sudah diterima dan diperiksa. Rangkapan laporan penerimaan barang dikirim ke bagian hutang usaha dan gudang. Untuk mencegah pencurian biasanya diawasi secara fisik.

PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

Pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif terbagi dalam dua area besar yaitu Pengujian akuisisi dan pengujian atas pembayaran.

Pengujian Akuisisi Meliputi pemprosesan pesanan pembelian, penerimaan barang dan jasa, dan pengakuan hutang. Perolehan yang dicatat adalah untuk barang dan jasa yang di terima, sesuai dengan kepentingan teknik klien (keberadaan atau keterjadian). Kelengkapan dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap pengendalian intern yang efektif karena audit atas saldo hutang usaha membutuhkan waktu yang lama.

2

Keakuratan Luas pengujian terinci atas banyak akun neraca dan beban akan tergantung pada evaluasi auditor atas efektifitas pengendalian intern melalui evaluasi yang tepat atas transaksi perolehan.

Klasifikasi Pengujian Pembayaran Meliputi fungsi keempat yaitu pemprosesan dan pencatatan pengeluaran kas. Format pengujian yang akan dilakukan sama dengan pengujian akuisisi.

PENGUJIAN ATAS SALDO HUTANG USAHA

Pada umumnya seluruh transaksi siklus akuisisi dan pembayaran masuk melalui utang dagang, maka akun tersebut adalah penting dalam seluruh audit pada siklus akuisisi dan pembayaran. Utang dagang merupakan kewajiban yang belum dijalankan untuk barang dan jasa yang diterima dalam suatu aktivitas bisnis.

Utang dagang harus dipisah dari utang dan kewajiban dengan bunga. Suatu kewajiban merupakan utang dagang jika total jumlah dari kewajiban tersebut diketahui dan terutang pada tanggal neraca jika kewajiban tersebut memasukkan pembayaran bunga.

  • A. Pengujian tentang Transaksi Rinci

    • 1. Menelusuri Hutang yang Dicatat ke Dokumentasi Pendukung (vouching)

    • 2. Melaksanakan Pengujian Pisah Batas Pembelian

Pemeriksaan transaksi pembelian dan retur pembelian, serta transaksi pengeluaran kas untuk pembayaran hutang usaha yang terjadi dalam beberapa minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca.

  • 3. Melakukan Pengujian Pisah Batas Pengeluaran Kas

Mengobservasi semua cek yang dibayarkan pada hari terakhir tahun yang di audit.

  • 4. Melakukan Pencarian Hutang yang Belum Tercatat

Memeriksa bukti-bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat

setelah tanggal neraca Memeriksa bukti kas keluar yang dibuat setelah tanggal neraca

Memeriksa catatan sediaan barang konsinyasi masuk

Mempelajari peraturan perpajakan yang menyangkut bisnis klien

3

Melakukan review terhadap anggaran modal (capital budget), perintah kerja (work order), dan kontrak pembangunan untuk memperoleh bukti adanya hutang yang belum dicatat.

  • B. Pengujian Terhadap Saldo Akun Rinci Konfirmasi Hutang Usaha Kreditur yang dipilih untuk dikirimi surat konfirmasi adalah :

kreditur yang melakukan penjualan yang besar kepada klien dalam tahun

yang di audit, kreditur yang memiliki akun berisi transaksi yang luar biasa sifatnya, kreditur mempunyai hubungan istimewa dengan klien(antara induk dengan

anak perusahaan)

PENGENDALIAN,

PENGUJIAN

SUBSTANTIF

ATAS

TRANSAKSI

DAN

UTANG

USAHA

  • A. Akun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Akuisisi dan Pembayaran

Tujuan keseluruhan dari audit atas siklus akuisisi dan pembayaran adalah untuk

mengevaluasi apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh akuisisi barang dan jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Terdapat tiga kelas transaksi yang dimasukkan dalam siklus :

  • 1. Akuisisi barang dan jasa

  • 2. Pengeluaran kas

  • 3. Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian

Sepuluh akun khusus yang terlibat dalam siklus akuisisi dan pembayaran yang ditunjukkan oleh

akun-T.

4

B. Fungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan yang Terkait Siklus akuisisi dan pembayaran melibatkan
  • B. Fungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan yang Terkait

Siklus akuisisi dan pembayaran melibatkan keputusan dan proses yang diperlukan untuk memperoleh barang dan jasa guna mengoperasikan suatu bisnis. Siklus tersebut umumnya dimulai dengan pembuatan permintaan pembelian oleh karyawan yang berwenang yang memerlukan barang dan jasa itu, dan berakhir dengan pembayaran utang usaha.

Memproses Pesanan Pembeli Permintaan akan barang dan jasa oleh personil klien merupakan titik awal bagi siklus ini.

Bentuk pasti dari permintaan itu dan persetujuan yang diperlukan tergantung pada sifat barang dan jasa serta kebijakan perusahaan.

Dokumen yang umum digunakan meliputi:

1.

Permintaan

Pembelian.

Digunakan

untuk meminta barang dan jasa oleh

karyawan yang berwenang berupa permintaan akuisisi seperti atas bahan oleh

5

2.

seorang mandor ruangan penyimpanan, perbaikan oleh pihak luar oleh personil kantor atau pabrik. Pesanan Pembelian, adalah dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa dari vendor. Pesanan tersebut mencakup deskripsi, kuantitas, dan informasi terkait mengenai barang dan jasa yang ingin dibeli perusahaan dan sering kali digunakan untuk menunjukkan otorisasi akuisisi.

Menerima Barang dan Jasa. Penerimaan barang dan jasa dari vendor oleh perusahaan merupakan saat dimana sebagian besar perusahaan mulai mengakui akuisisi dan kewajiban terkait pada catatannya. Ketika barang telah diterima, pengendalian yang memadai akan mewajibkan dilakukannya pemeriksaan atas deskripsi, kuantitas, kedatangan yang tepat waktu, dan kondisi. Laporan penerimaan adalah kertas atau dokumen elektronik yang dibuat pada saat barang diterima.

Mengakui Kewajiban

 

Pengakuan

kewajiban

yang tepat atas penerimaan barang dan jasa memerlukan

pencatatan yang tepat waktu dan akurat. Pencatatan awal akan mempengaruhi laporan keuangan dan pengeluaran kas aktual, karena itu, perusahaan harus berhati-hati mencantumkan semua transaksi, hanya akuisisi yg dilakukan, dan pada jumlah yang tepat.

Dokumen dan catatan yang umum meliputi:

  • 1. Faktur Vendor, adalah dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu akuisisi. Faktur tersebut menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang serta jasa yang diterima, harga, syarat diskon tunai, tanggal penagihan, dan total jumlahnya.

  • 2. Memo Debet, merupakan dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan pengurangan jumlah yang terutang kepada vendor akibat retur barang atau pengurangan yang diberikan.

  • 3. Voucher, sering digunakan organisasi dalam menetapkan cara yang formal untuk mencatat dan mengendalikan akuisisi, terutama dengan memungkinkan setiap transaksi akuisisi diberi nomor urut.

  • 4. File Transaksi Akuisisi, adalah file yang dibuat komputer yang meliputi semua transaksi akuisisi yang diproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode. File ini berisi semua informasi yang dicantumkan ke dalam sistem dan meliputi informasi tentang setiap transaksi.

6

  • 5. Jurnal Akuisisi atau Listing, jurnal tersebut mengindentifikasi apakah akuisisi dilakukan secara tunai atau dengan piutang usaha. Jurnal atau listing dapat mencakup periode selama sebulan. Transaksi dicatat ke buku besar, ke file induk utang usaha.

  • 6. File Induk Utang Usaha, file induk utang usaha mencatat transaksi akuisisi, pengeluaran kas, serta retur dan pengurangan akuisisi untuk setiap vendor. File induk ini diperbaharui dari file transaksi akuisisi, retur dan pengurangan, serta pengeluaran kas yang terkomputerisasi.

  • 7. Neraca Saldo Utang Usaha, mencantumkan jumlah yang terutang kepada setiap vendor atau dari setiap faktur atau voucher pada suatu titik waktu. Neraca tersebut dibuat secara langsung dari file induk utang usaha.

  • 8. Laporan Vendor, adalah dokumen yang disiapkan setiap bulan oleh vendor dam menunjukkan saldo awal, akuisisi, retur dan pengurangan, pembayaran kepada vendor, dan saldo akhir.

Memroses dan Mencatat Pengeluaran Kas Pembayaran atas pembelian barang dan jasa merupakan aktifitas yang signifikan bagi

semua entitas. Aktifitas tersebut secara langsung akan mengurangi saldo akun kewajiban, terutama utang usaha.

Dokumen yang terkait termasuk:

  • 1. Cek. Umumnya digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran sudah jatuh tempo. Sebagian besar perusahaan menggunakan cek yang dibuat melalui komputer berdasarkan informasi yang tercantum dalam file transaksi akuisisi pada saat barang dan jasa diterima.

  • 2. File Transaksi Pengeluaran Kas adalah file yang dibuat dengan komputer yang mencamtumkan semua transaksi pengeluaran kas yang diproses oleh sistem akuntansi selama masa periode. File ini berisi jenis informasi yang sama seperti yang dibahas untuk file transaksi akuisisi.

  • 3. Jurnal atau Listing Pengeluaran Kas, adalah laporan yang dibuat dari file transaksi pengeluaran kas yang mencamtumkan semua transaksi selama setiap periode waktu. Transaksi yang sama, termasuk semua informasi yang relevan, akan dicantumkan dalam file induk utang usaha dan buku besar umum.

  • C. Bagaimana E-Commerce Mempengaruhi Siklus Akuisisi dan Pembayaran Tujuan perusahaan menggunakan internet dan e-commerce untuk merampingkan proses akuisisi barang dan jasa serta proses lainnya seputar manajemen mata rantai suplai.

7

Informasi mengenai deskripsi produk, penetapan harga, skedul pengiriman, dan syarat lainnya telah tersedia di internet melalui website vendor dan database yang dapat diakses dengan mudah lainnya. Beberapa perusahaan menggunakan ekstranet, yang merupakan jaringan kerja pribadi yang dibangun atas dasar teknologi internet, yang memungkinkan pemasok dan pelanggan bisnis mengkomunikasikan serta melakukan bisnis secara langsung dalam setting yang aman. Pengguna ekstranet dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan bisnis dengan rekan bisnis yang jauh lokasinya, yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Perusahaan lainnya menggunakan lelang business-to-business yang diselenggarakan internet untuk menegosiasikan pembelian perlengkapan dan jasa yang diperlukan dalam lelang terbuka. Banyak yang berpendapat bahwa penggunaan internet untuk memperoleh barang dan jasa menimbulkan efisiensi pasar dan harga yang lebih murah karena pasar online akan memungkinkan jumlah pemasok dan pelanggan yang lebih besar untuk menegosiasikan pembelian serta penjualan produk dan jasa.

D. Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Transaksi

Pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke dalam dua bidang, yaitu:

1. Pengujian akuisisi: memroses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa, serta mengakui kewajiban.

2.

Pengujian pembayaran, meliputi proses bisnis: memroses dan mencatat pengeluaran kas.

Memahami pengendalian internal. Untuk memahami pengendalian internal sikus akuisisi

dan pembiayaan, auditor mempelajari bagan arus klien, mereview kuosioner pengendalian internal, serta melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksi akuisisi dan pengeluaran kas.

Menilai

risiko

pengendalian

yang

direncanakan. Informasi yang diperoleh dari

pemahaman pengendalian internal selanjutnya digunakan untuk menilai risiko

pengendalian dengan mengkaji pengendalian kunci untuk setiap fungsi bisnis siklus ini. Pengendalian kunci tersebut adalah:

o

Otorisasi pembelian

 

o

o

o

Pemisahan penyimpanan aktiva dari fungsi lainnya

Pencatatan yang tepat waktu dan review independen atas transaksi

Otorasi pembayaran

Menentukan luas pengujian pengendalian

8

Setelah mengkaji pengendalian kunci, auditor menilai risiko pengendalian. Luas pengujian pengendalian tergantung keefektifan dan keandalan pengendalian tersebut untuk mengurangi risiko pengendalian. Setelah efektifitas ditingkatkan, auditor akan

mampu mengurangi pengujian subtantif, banyak waktu bersih yang dapat dihemat. Merancang pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi akuisisi dan

pengeluaran kas guna memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi.

  • E. Metodologi Perancangan Pengjuian Terinci atas Saldo Tahap I. Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi utang usaha. Tahap II. Menetapkan salah saji yang dapat ditolerir dan menilai resiko bawaan untuk siklus penggajian dan kepegawaian.

Tahap III.

Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan kepegawaiaan.

Tahap IV.

Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran.

Tahap V. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk utang usaha.

Tahap VI.

Merancang pengujian atas rincian saldo utang usaha untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo. Meliputi prosedur audit, ukuran sampel, item yang akan dipilih, penetapan waktu.

DAFTAR PUSTAKA

https://webcache.googleusercontent.com/search?

q=cache:Lo1IPHOjo6MJ:https://dannysapoetra19.files.wordpress.com/2015/01/bab-19-audit-

siklus-akuisisi-dan-pembayaran.docx+&cd=1&hl=id&ct=clnk

9