Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mencari dan mendapatkan pekerjaan merupakan hal yang cukup sulit bagi
para pelamar pekerjaan, terlebih di zaman sekarang ini. Pertumbuhan manusia
yang semakin meningkat justru berbanding terbalik dengan lapangan
pekerjaan yang semakin sedikit. Di kota kota besar, Anda bisa mendapatkan
peluang kerja yang lebih besar dibandingkan di daerah, karena di kota kota
besar terdapat cukup banyak pusat industri dan perniagaan maka banyak
persaingan terjadi demi mendapatkan kesempatan bekerja. Wawancara Kerja
atau Interiew merupakan hal yang umum dilakukan setiap perusahaan dalam
proses perekrutan karyawan. Ketika anda mendengar kata wawancara kerja
pasti anda mempunyai anggapan bahwa ini adalah tahapan yang paling
mudah dibandingkan tahapan yang lain. Namun, kenyataannya tidak seperti
itu sebab tidak sedikit pelamar yang sudah lolos dalam tahapan sebelumnya
dan gugur di tahapan satu ini. Kenapa? Karena mereka menyepelekan dan
tidak memiliki kesiapan di sesi ini baik itu dari segi penampilan dan jawaban
dari pertanyaan yang diberikan kurang sesuai dengan harapan pewawancara.
Di dalam suatu wawancara kerja komunikasi menjadi suatu hal yang penting
untuk diperhatikan, Komunikasi adalah suatu proses mengirimkan
sinyal/pesan antara pengirim dan penerima melalui berbagai macam metode
baik secara tulisan, isyarat nonverbal, maupun lisan. Komunikasi juga
merupakan mekanisme yang kita gunakan untuk membangun dan
memodifikasi hubungan.
Komunikasi menjadi suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan seharihari khususnya dalam dunia kerja dan menjadi salah satu hal yang sangat
perlu diperhatikan untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat
menimbulkan suatu masalah, termasuk saat wawancara kerja. Didalam suatu
wawancara kerja segala cara komunikasi kita sangat berpengaruh dalam
penilaian pewawancara terhadap kita, disini biasanya pewawancara akan
mempertimbangkan apakah kita akan diterima untuk kerja atau tidak.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Cara Mencari Peluang Kerja
Dalam mencari pekerjaan langkah pertama yang harus anda ketahui adalah
bagaimana cara mencari peluang kerja sesuai yang anda inginkan. Berikut ini
adalah beberapa cara yang bisa dilakukan :
1. Tentukan jenis pekerjaan yang anda inginkan
Untuk menyederhanakan proses aplikasi pekerjaan, analisis kebutuhan dan
keinginan Anda yang berkaitan dengan pekerjaan. Anda dapat
mempersempit pilihan Anda dengan mempertimbangkan beberapa hal
berikut:
Pertimbangkan bidang karir. Apakah Anda sedang berpindah dari
bidang lain atau mempertimbangkan untuk melakukan lateral move,
pindah departemen atau kantor tanpa perubahan signifikan pada gaji,
penting untuk mencari pekerjaan yang bersifat menantang dan
menguntungkan untuk Anda. Mengetahui apa yang tidak ingin Anda
lakukan adalah sama pentingnya dengan mengetahui apa yang Anda
ingin lakukan.
Pertimbangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk posisi tertentu.
Merasa bahwa keterampilan Anda dimanfaatkan dan diakui dengan
sangat baik adalah kunci untuk mendapatkan kepuasan dari sebuah
pekerjaan. Memiliki sebuah gagasan tentang keterampilan Anda yang
mana, yang dapat diserap dan bisa Anda kembangkan adalah kunci
untuk memutuskan pekerjaan yang layak dan sesuai bagi Anda.
Pertimbangkan persyaratan gaji dan manfaat yang Anda peroleh.
Bersikaplah jujur dan realistis dengan standar batas finansial Anda.
Jika Anda membutuhkan jaminan kesehatan dan membutuhkan
sejumlah pendapatan tertentu per bulan, yang terbaik adalah mencari
pekerjaan yang memenuhi persyaratan tersebut.
2. Lakukan Riset
Sebelum Anda mulai mengirimkan resume dan surat pengantar masal, teliti
perusahaan yang ingin Anda lamar.
Dapatkan informasi mengenai karakteristik dan nilai-nilai perusahaan
dengan membaca pernyataan misi perusahaan. Informasi ini dapat berguna
untuk menulis surat lamaran dan ketika sesi wawancara.
Membaca tentang produk atau jasa perusahaan baru yang disediakan
perusahaan. Informasi ini sering berada di bagian "news" perusahaan.

Bagian ini juga bisa menjadi sumber informasi tentang kegiatan komunitas
yang melibatkan perusahaan tersebut.
Tinjau bagian pekerjaan atau karier pada situs web perusahaan untuk
wawasan mengenai lowongan kerja. Anda mungkin menemukan lebih
banyak pilihan pekerjaan di departemen atau lokasi lain.
3. Tulis Resume
Bahkan jika pekerjaan yang Anda inginkan tidak memerlukan pengajuan
resume sebagaimana biasanya, memiliki resume yang up-to-date sangat
dianjurkan. Resume tidak hanya menguraikan pendidikan dan riwayat
kerja, tetapi juga dapat menunjukkan proyek-proyek tertentu yang sudah
Anda kerjakan atau penghargaan yang Anda terima. Informasi yang Anda
masukkan ke dalam resume meliputi:
Informasi kontak Anda saat ini, termasuk nama , nomor telepon,
alamat rumah, dan alamat email.
Latar belakang pendidikan Anda. Cantumkan perguruan tinggi yang
pernah anda masuki (mulai dengan yang terbaru), tahun kemasukan,
dan setiap tingkatan atau sertifikat yang diterima. Anda dapat
memasukkan program studi Anda.
Riwayat kerja Anda selama beberapa tahun terakhir. Aturan tidak
resmi ialah satu halaman resume untuk periode sepuluh tahun
pengalaman kerja. Hati-hati dengan perbedaan waktu yang cukup
besar antara satu pekerjaan dengan yang lainnya, atau beberapa
pekerjaan dalam waktu singkat, hal tersebut mungkin akan
dipertanyakan dalam sebuah wawancara. Pastikan untuk menuliskan
tanggal bekerja, nama perusahaan, jabatan Anda, dan deskripsi singkat
mengenai kegiatan Anda.
Keterampilan yang relevan. Ini adalah kesempatan Anda untuk
menuliskan semua keterampilan yang Anda peroleh selama bertahuntahun. Pengetahuan tentang peralatan kantor, sistem operasi komputer,
program perangkat lunak (seperti Microsoft Office Suite atau Adobe
Creative Suite), kecepatan mengetik, pengalaman basis data, dan
informasi lain yang relevan harus disertakan dalam resume Anda.
4. Hubungi perusahaan untuk bertanya tentang proses aplikasi.
Kemungkinan telepon Anda akan diteruskan ke bagian perekrutan atau
manajer sumber daya manusia. Jika mereka memiliki lowongan, mereka
akan meminta Anda untuk datang mengisi aplikasi atau mengirimkan
resume dan surat lamaran melalui surat atau e-mail. Pastikan untuk
mencatat nama kontak tersebut, dan berkomunikasi selalu dengan orang
tersebut di lain waktu jika Anda memerlukannya.

5. Menulis surat lamaran


Pastikan surat ini khusus untuk perusahaan dan pekerjaan yang Anda
inginkan. Jika memungkinkan, tujukan surat lamaran ke nama kontak
tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sudah mencari informasi dan
tidak hanya mengirim surat lamaran dalam jumlah banyak ke perusahaan
apapun yang Anda jumpai. Pertimbangkan membahas topik-topik berikut
dalam surat lamaran Anda:
Bagaimana kepribadian dan misi perusahaan sejalan dengan nilai-nilai
Anda sendiri.
Bagaimana latar belakang Anda membuat Anda menjadi aset berharga
bagi jabatan dan bagi perusahaan.
Apa yang Anda ingin capai dengan bekerja pada posisi tersebut.
Apa bakat unik yang akan Anda berikan pada posisi tersebut.
Apa yang membuat Anda tertarik secara spesifik terhadap posisi
tersebut.

B. Hal Hal Penting dalam Membuat Surat Lamaran Kerja


Surat lamaran kerja merupakan salah satu jenis surat pribadi yang isinya
resmi. Surat tersebut memuat keinginan pelamar untuk bekerja pada badan
atau perusahaan. Pada umumnya, mereka (pencari kerja) mendapat informasi
adanya lowongan pekerjaan tersebut dari media massa (koran, majalah, dan
lainnya) atau bisa juga diberitakan keluar melalui pegawai/karyawan dari
badan usaha atau instansi yang bersangkutan. Salah satu persyaratan bagi
pencari kerja yang ingin bekerja di kantor atau perusahaan tersebut adalah
surat lamaran. Untuk mendapat suatau pekerjaan hal yang tidak kalah penting
untuk diketahui adalah bagaiman cara membuat surat lamaran kerja. Berikut
ini adalah hal hal yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran kerja:
1. Buat lamaran sebaik baiknya jangan asal asalan
Persiapkan surat lamaran denga baik jangan hanya asal-asalan dalam
melamar kerja. Pastikan dalam menulis CV dan surat lamaran kerja harus
disesuaikan dengan posisi yang dilamar. Buatlah surat lamaran dengan
efektif dan efisen jangan terlalu boros atau terlalu panjang lebar. Pastikan
Anda menuliskan skill yang terkait dengan bidang kerja yang dilamar.
2. Jangan sampai salah ketik
Jangan sampai salah ketik dalam menulis surat lamaran pekerjaan mulai
dari huruf, tanda baca, harus dipastikan dengan benar sebelum diajaukan,
jangan menganggap remeh salah ketik dalam CV dan resume karena dari
sini bisa melihat bahwa pelamar kurang teliti dan ceroboh akan walaupun
hal-hal sekecil apapun.

3. Jangan melebih lebihkan


Jangan melebih-lebihkan kemampuan diri atau skill palsu yang di tulis
pada. Tulislah kemampuan atau skill yang memang benar Anda miliki.
Sehingga ketika nanti diterima untuk tes wawancara tidak ketahuan
bohong dan lebih percaya diri memaparkan kelebihan Anda.
4. Menyertakan foto yang baik
Sertakan foto yang baik sesuai standar tukang foto/studio foto suaya
lebih berkesan profesional, gunakan pakaian yang baik setidaknya
mengenakan pakaian formal baju kemeja atau lebih baik lagi berdasi dan
berjas.
5. Gunakan format standar
Tidak usah repot-repot menghias CV dengan bingkai, atau tulisan warnawarni, gunakan tulisan dan format standar sehingga mudah dibaca dan
rapi,simple dan elegan kecuali memang di sarankan oleh perekrut dalam
perusahaan.
6. Sertakan CV, surat permohonan melamar kerja dan dokumen-dokumen
yang diperlukan
Jangan hanya mengirimkan lampiran CV tanpa surat permohonan
melamar kerja. Hal itu akan membuat Anda terkesan malas dan tidak
bersungguh-sungguh
dalam mendapatkan
pekerjaan.
Cara
mendeskripsikan diri, menjabarkan visi, misi serta harapan dalam surat
permohonan bisa menjadi acuan para perekrut untuk memilih kandidat
yang tepat.
C. Etika yang Harus Diperhatikan Saat Wawancara Kerja
Dalam proses wawancara kerja sangat diperlukannya beberapa etika baik
guna membuat kesan yang baik pula saat berlangsungnya proses wawancara
kerja. Pengertian dari etika itu sendiri menurut kamus besar bahasa indonesia
yaitu nilai terkait perilaku mana yang benar serta mana yang salah yang
memang dimiliki oleh setiap orang.Berikut ini beberapa etika saat proses
wawancara kerja berlangsung yang memang harus anda perhatikan.
1. Datang tepat waktu. Anda harus memastikan bahwa anda datang ke tempat
wawancara dengan waktu yang tepat, jangan terlambat ketika anda akan
datang ke tempat wawancara. Jika anda datang 15 menit lebih awal dari
agenda yang telah ditentukan, maka setidaknya anda akan memiliki waktu
yang panjang guna mempersiapkan diri anda kembali sebelum sesi
wawancara berlangsung. Namun alangkah lebih baik jika anda datang 1-2
jam sebelum sesi wawancara akan dimulai.
2. Pergunakanlah kata-kata serta kalimat yang halus serta baik ketika proses
wawancara berlangsung, perkataan yang tidak baik dapat mengurangi nilai
anda.
5

3. Saat wawancara berlangsung, ada baiknya jika anda menggunakan bahasa


yang memang mudah untuk dimengerti oleh lawan bicara anda.
4. Selain itu, anda juga harus memberikan ekspresi wajah seramah mungkin
serta tunjukan bahwa anda termasuk kedalam orang yang murah senyum.
5. Ketika sesi wawancara berlangsung, anda harus bertingkah laku yang baik
serta ramah terhadap lawan bicara anda atau dalam kata lain terhadap
pihak pewawancara.
6. Gunakanlah pakaian yang rapi serta profesional, dan anda harus
menggunakan pakian yang memang disesuaikan dengan situasi dan
kondisi.
7. Anda harus dapat menerima semua perbedaan pendapat atau pun bentuk
perselisihan yang memang terjadi saat proses wawancara kerja
berlangsung.
Selain itu, anda juga harus mampu menempatkan diri anda serta sesuaikanlah
gaya komunikasi anda dengan karakter yang dimiliki oleh pihak pewawancara.
1. Gunakanlah volume suara, nada bicara, intonasi serta kecepatan bicara
sebaik mungkin.
2. Matikan Handphone

D. Contoh Pertanyaan yang Sering Muncul dalam Wawancara Kerja dan


Cara Menjawabnya
1. Ceritakan tentang diri Anda?
Ini pertanyaan yang memiliki peluang emas untuk bercerita apa saja
menyangkut prestasi Anda. Tetapi kalau tidak siap, justru bisa jadi
jebakan mematikan. Sampaikan saja biografi singkat. Hanya saja Anda
harus tahu mulai dari mana dan berakhir di mana. Fokuskan jawaban
pada hal-hal yang berhubungan dengan bidang usaha perusahaan
tersebut. Misalnya, Anda melamar sebagai asisten humas, maka ajukan
perngalaman yang menyangkut bidang ini. Sebutkan prestasi yang pernah
diraih dalam bidang terkait. Jangan terpancing untuk memberik jawaban
tentang riwayat pendidikan dari TK sampai kuliah.
2. Mengapa Anda ingin pindah kerja?
Kalau Anda punya alasan yang baik dan sangat positif, jangan ragu untuk
menyampaikannya. Pastikan jawaban yang diberikan telah dipikir habishabisan. Hindari jawaban, Saya kurang cocok dengan atasan saya,
atau Atasan saya tidak kreatif, dan tidak pernah menerima ide anak
buahnya. Berikan jawaban tidak langsung, dengan menjelaskan
6

mengapa Anda ingin bergabung dengan perusahaan baru ini, seperti,


Saya tertantang untuk mencoba mendalami bisnis... Jawaban seperti
ini memberi dampak positif dan disenangi si penanya.
3. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Pelajari habis-habisan segala sesuatu tentang perusahaan yang Anda tuju.
Jawaban yang diberikan sepenuhnya tergantung dari apa yang Anda
ketahui. Jadi kalau sampai Anda menjawab tidak tahu, atau malah
ngawur, jangan harap bisa melaju ke tahap berikutnya. Cari info
sebanyak-banyaknya tentang perusahaan itu lewat internet, perpustakaan,
brosur perusahaan/company profile, atau mengobrol dengan orang yang
kenal bisnis itu.
4. Apa pengalaman Anda dalam bidang ini?
Ini kesempatang lagi untuk memenangkan wawancara. Berdasarkan info
dari kepustakaan, cobalah hubungan yang pas antara pengalaman Anda
dengan perusahaan yang bersangkutan. Agar jawaban tidak melebar dan
tak berujung, mintalah si penanya untuk lebih spesifik dengan
pertanyaannya. Dengan begitu Anda bisa memberikan jawaban yang
tepat dan diperlukan.
5. Apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan sekarang?
Sebisa mungkin hindari sisi negatif. Memang tidak mudah karena
manusia pada dasarnya suka mengeluh, terutama bila diberi kesempatan.
Cara aman, jawablah keduanya dengan mengatakan, Saya sangat
menyukai pekerjaan saya. Lalu lanjutkan dengan menyebutkan
keahlian, kualifikasi yang menunjang posisi Anda. Kemudian tutup
pembicaraan dengan, Sekarang saya siap memulai hal baru dan
kesempatan mendapat tanggung jawab baru..
6. Berapa jam waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan satu
proyek?
Hati-hati dengan pertanyaan ini karena bisa menjebak. Sebisa ungkin
hindari menyebut angka atau jumlah jam kerja. Katakan saja, Saya
selalu berusaha bekerja efisien dan seoptimal mungkin. Selama ini semua
berjalan dengan baik. Tetapi dalam bekerja tentu ada hal yang mendadak
dan harus diselesaikan segera. Dalam hal ini saya siap bekerja
ekstra/lembur. Biasanya memang jawaban seperti ini yang diinginkan
penanya. Tetapi kalau mereka tetap memaksa Anda menyebutkan jumlah
jam kerja untuk setiap proyek, katakan saja, Itu semua tergantung dari
bobot setiap proyek, dan prioritas pekerjaan.

7. Berapa Gaji Anda sekarang dan berapa yang diharapkan?


Langkah pertama adalah memisahkan pertanyaan pertama dari yang
kedua. Sebutkan gaji Anda berikut tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan
untuk pertanyaan kedua, hindari menyebutkan angka yang terlalu tinggi,
karena bisa dinilai berlebihan. tetapi jangan juga terlalu rendah karena
bisa dianggap tidak cukup kompeten untuk pekerjaan itu. Sebutkan saja
rentang, misalnya, Sekitar 4.500.000 7.000.000 Jangan lupa
menghitung komposisi pengeluaran dari jumlah gajih tersebut.
8. Masalah terberat apa yang pernah Anda hadapi?
Hati-hati dengan pertanyaan favorit ini. Jangan sebutkan persoalan yang
begitu sulitnya sampai Anda gagal mengatasinya. Sebutkan sebuah
masalah yang berakhir dengan happy ending. Hindari problem yang
sempat muncul dengan supervisor, rekan, atau atasan. Masalah yang
diungkap sebaiknya berasal dari pihak luar dan Anda bisa menyelesaikan
dengan baik.
9. Apa yang Anda harapkan dari pekerjaan ini?
Mungkin saja pekerjaan ini akan menjadi harapan Anda untuk naik gaji,
gengsi, atau kepuasan batin lainnya. Tetapi simpan semua alasan ini
dalam hati. Sebagai gantinya katakan Anda ingin meningkatkan
kontribusi pada perusahaan, menambah efisiensi kerja, dan memberi
kepuasan bagi diri sendiri maupun perusahaan. Sebutkan pula bahwa di
perusahaan ini Anda melihat peluang untuk lebih dapat menjalankan ilmu
yang Anda pelajari sebelumnya.
10. Mengapa saya harus menerima Anda?
Jangan jawab. Karena saya perlu pekerjaan! atau Saya baru diPHK!. Sebenarnya si penanya ingin tahu kesimpulan tentang keahlian
Anda. Jadi beri jawaban singkat namun padat tentang pekerjaan dan
kemampuan Anda. Sebutkan satu per satu kemahiran serta kualifikasi
Anda, lalu cocokkan dengan kebutuhan perusahaan tersebut.

11. Apakah Anda punya pertanyaan?


Pada akhir wawancara biasanya penanya memberi kesempatan kepada
Anda untuk bertanya. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kalau tak punya
ide, coba contek beberapa pertanyaan berikut:
Apakah ada yang ingin Anda tanyakan dari resume/CV saya?
Adakah yang ingin Anda ketahui tentang kualifikasi saya?
Dapatkah Anda jelaskan tentang pekerjaan ini?
Hasil seperti apa yang Anda harapkan dari saya?

Menurut Anda, pengalaman apa yang paling pas untuk posisi ini?
Bagaimana situasi kerja di sini?

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikihow.com/Melamar-Pekerjaan
https://triazis13.wordpress.com/2015/06/14/etika-dalam-wawancara-kerja/
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013188165/11-cara-cerdas-dantaktiks-menjawab-pertanyaan-wawancara/

10