Anda di halaman 1dari 2

Tujuan pemeriksaan test Osborn ini, adalah untuk mengetahui adanya DKP

(disporposi kepala panggul) pada ibu hamil. Prosedur pemeriksaan test Obborn
ini, adalah sebagai berikut :
1. Dilakukan pada umur kehamilan 36 minggu.
2. Tangan kiri mendorong kepala janin masuk/ke arah PAP.
Apabila kepala mudah masuk tanpa halangan, maka hasil test Osborn adalah
negatif (-). Apabila kepala tidak bisa masuk dan teraba tonjolan diatas simfisi,
maka tonjolan diukur dengan 2 jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan.
Apabila lebar tonjolan lebih dari dua jari, maka hasil test osborn adalah positif
(+). Apabila lebar tonjolan kurang dari dua jari, maka hasil tes osborn adalah
ragu-ragu (). Dengan pertambahan usia kehamilan, ukuran kepala diharapkan
bisa menyesuaikan dengan ukuran panggul (moulase).
Cara lain apabila kepala tidak bisa masuk dan teraba tonjolan di atas simfisis,
maka jari tengah diletakkan tepat di atas simfisis. Apabila telunjuk lebih rendah
dari jari tengah, maka hasil test Osborn adalah negatif (-). Apabila jari telunjuk
dan jari tengah sejajar, maka hasil test Osborn adalah ragu-ragu (). Apabila jari
telunjuk lebih tinggi dari jari tengah, maka hasil test osborn adalah positif (+)
Pemeriksaan osborn
Pemeriksaan osborn di gunakan untuk melakukan pemeriksaan dari luar tentang
kemungkinan kesempitan panggul sebagai berikut :
1. Kepala janin di pegang dan diupayakan untuk dapat masuk ke PAP
2. Jika tidak dapat masuk PAP karena masih tinggi, harus diukur dengan jari
untuk mengetaui seberapa tinggi nya dari simfisis pubis
3. Jika tingginya sekitar 2 jari di atas simfisis, ini di sebut osborn positif yang
berarti ada kemungkinan panggul sempit
4. Untuk membuktikan kebenaran osborn positif selanjutnya masih dapat
dibuktikan dengan trial of labor (persalinan percobaan)
Tanpa pemeriksaan osborn, kemungkinan kesempitan panggul akan di jumpai
pada hasil pemeriksaan palpasi leopold yaitu:
1. Kepala janin masih tinggi di atas simfisis dan masih dapat di goyangkan di
atas simfisis
Pada metode Osborn, satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah
rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk
menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak. Metode
Muller Munro Kerr dilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan
menekan kepala ke arah rongga panggul, sedang dua jari tangan yang lain
masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan
tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan
antara kepala dan simfisis.

Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan antara kepala


janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa persalinan dapat berlangsung
per vaginan dengan selamat dapat dilakukan persalinan percobaan. Cara ini
merupakan tes terhadap kekuatan his, daya akomodasi, termasuk moulage
karena faktor tersebut tidak dapar diketahui sebelum persalinan.4
Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala, tidak bisa
pada letak sungsang, letak dahi, letak muka, atau kelainan letak lainnya.
Ketentuan lainnya adalah umur keamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu
karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage dan ada
kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan
percobaan.4
Pada janin yang besar kesulitan dalam melahirkan bahu tidak akan selalu
dapat diduga sebelumnya. Apabila dalam proses kelahiran kepala bayi sudah
keluar sedangkan dalam melahirkan bahu sulit, sebaiknya dilakukan
episiotomy medioateral yang cukup luas, kemudian hidung dan mulut janin
dibersihkan, kepala ditarik curam kebawah dengan hati-hati dan tentunya
dengan kekuatan terukur. Bila hal tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan
pemutaran badan bayi di dalam rongga panggul, sehingga menjadi bahu
depan dimana sebelumnya merupakan bahu belakang dan lahir dibawah
simfisis. Bila cara tersebut masih juga belum berhasil, penolong memasukkan
tangannya kedalam vagina, dan berusaha melahirkan janin dengan
menggerakkan dimuka dadanya. Untuk melahirkan lengan kiri, penolong
menggunakan tangan kanannya, dan sebaliknya. Kemudian bahu depan
diputar ke diameter miring dari panggul untuk melahirkan bahu depan.4
Persalinan percobaan ada dua macam yaitu trial of labour dan test of labour.
Trial of labour serupa dengan persalinan percobaan di atas, sedangkan test of
labour sebenarnya adalah fase akhir dari trial of labour karena baru dimulai
pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian. Saat ini test of
labour jarang digunakan karena biasanya pembukaan tidak lengkap pada
persalinan dengan pangul sempit dan terdapat kematian anak yang tinggi
pada cara ini.7
Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir sontan per
vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan anak baik.
Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali
kemajuannnya, keadaan ibu atau anak kurang baik, ada lingkaran bandl,
setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak masuk PAP
dalam 2 jam meskipun his baik, serta pada forceps yang gagal. Pada keadaan
ini dilakukan seksio sesarea.7