Anda di halaman 1dari 46

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan terselesaikannya Petunjuk
Teknis Pengoperasian Software Aplikasi Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Bidang Kesehatan sebagai acuan teknis Petugas Pengelola data dalam menginput
data SPM kabupaten/kotanya masing-masing.
Sebagaimana diketahui bahwa SPM bidang kesehatan kabupaten/kota telah
direvisi
melalui
Peraturan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota dengan petunjuk teknis sebagaimana tercantum
dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008
Tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota. Sehubungan dengan perubahan tersebut, software aplikasi
SPM bidang kesehatan kabupaten/kota perlu direvisi. Untuk itu, disusun buku
Petunjuk Teknis Pengoperasian Software Aplikasi Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan (Versi 3) yang mengacu pada SPM yang baru.
Buku ini merupakan panduan bagi petugas pengelola data di dinas kesehatan
kabupaten/kota agar mampu menginput data sasaran SPM, data realisasi SPM,
merubah data, sampai melihat output dari data yang telah masuk. Diharapkan
dengan adanya buku ini, petugas tersebut dapat lebih memahami software
aplikasi sehingga dapat meningkatkan pelaporan data SPM kabupaten/kota.
Kepada semua pihak yang terlibat serta berkontribusi dalam pembuatan
Petunjuk Teknis ini, kami sampaikan penghargaan dan terima kasih.
Akhir kata, semoga buku petunjuk teknis ini dapat bermanfaat sebagai acuan
dalam meningkatkan sistem pelaporan data SPM dalam rangka mempercepat
pembangunan kesehatan di Indonesia.
Jakarta, April 2009
PLT. Kepala Pusat Data dan Informasi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ I


DAFTAR ISI .......................................................................................................................II
1. PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
2. MEMBUKA SOFTWARE APLIKASI SPM ................................................................ 3
3. LOGIN ............................................................................................................................ 8
4. MENGGUNAKAN MENU ....................................................................................... 10
4.1.

MENU HOME ................................................................................................. 10

4.2.

MENU INPUT/EDIT DATA ......................................................................... 10


A. Data Sasaran/Target.................................................................................. 11
B. Data Realisasi .............................................................................................. 15

4.3.

MENU OUTPUT ............................................................................................. 22


A. Sub Menu Tabel .......................................................................................... 22
B. Check Data Kabupaten/Kota ................................................................... 38

4.4.

MENU LOGOUT ............................................................................................. 39

5. PENUTUP .................................................................................................................... 41
DAFTAR ISTILAH .......................................................................................................... 42
REFERENSI ...................................................................................................................... 44

ii

1. PENDAHULUAN
Konsekuensi logis dari ditetapkannya UU Otonomi Daerah Tahun 1999 adalah
berubahnya sistem pemerintahan di Indonesia dari bentuk terpusat (sentralisasi)
menjadi bentuk terdelegasikan (desentralisasi). Daerah kabupaten/Kota memiliki
kewenangan atas dasar desentralisasi luas, ini berarti kabupaten/kota memiliki
kewenangan yang besar dalam pembangunan daerahnya termasuk di bidang
kesehatan.
Besarnya keberagaman karakteristik daerah di Indonesia membuat setiap
pembangunan di setiap daerah berbeda-beda. Keberagaman ini juga
mempengaruhi pembangunan kesehatan di setiap daerah. Dikarenakan
karakteristiknya yang berbeda, permasalahan kesehatan di setiap daerah pun
akan berbeda. Namun, walaupun begitu tetap harus ada suatu standar pelayanan
minimal kesehatan untuk daerah kabupaten/kota. Untuk itu Pemerintah Pusat
yang dalam hal ini adalah Departemen Kesehatan dengan peran pengawasan dan
pembuat kebijakannya, menyusun suatu standar pelayanan minimal bidang
kesehatan di suatu wilayah kabupaten/kota.
Pada tahun 2003 dikeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No
1457/MENKES/SK/X/2003 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota. SPM merupakan tolak ukur kinerja pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan daerah kabupaten/kota. Pada SPM yang dibuat
tahun 2003 ini terdapat 26 jenis pelayan kesehatan dengan 47 indikator kinerja
wajib dan 7 jenis pelayanan kesehatan tambahan. Untuk memfasilitasi pelaporan
SPM ini, maka Pusat Data dan Informasi Depkes telah membuat software
aplikasi SPM yang dapat diakses daerah melalui komputer yang terhubung
dengan jaringan internet, dimana diharapkan pelaporan Data SPM tersebut dapat
berjalan dengan baik.
Dalam perjalanannya selama lima tahun ini, setelah dilakukan monitoring dan
evaluasi, terdapat beberapa indikator yang tidak relevan dan tidak sesuai lagi.
Oleh karena itu, pada tahun 2008 Kepmenkes Nomor 1457/
MENKES/SK/X/2003 direvisi dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota yang berisi 4 jenis pelayanan kesehatan dengan 18
indikator kinerja. Dengan berubahnya indikator SPM ini, maka software aplikasi
SPM yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi direvisi sesuai dengan
perubahan pada indikator SPM. Software terbaru ini adalah software aplikasi
SPM versi 3.
Untuk mempermudah cara pengoperasian software aplikasi tersebut, diperlukan
buku petunjuk mengoperasikan software aplikasi SPM bagi para pengelola SIK
atau penanggung jawab SPM di daerah khususnya di Dinas Kesehatan

Kabupaten/Kota agar dapat menginput, mengedit/mengubah dan melihat data


hasil SPM kabupaten/Kota di Indonesia untuk kepentingan daerah baik Provinsi
maupun Kabupaten/Kota.
Petunjuk teknis pengoperasian aplikasi SPM dimaksudkan sebagai panduan bagi
pengelola data dan informasi baik di pusat maupun daerah dalam menggunakan
software aplikasi SPM.
Ruang lingkup petunjuk teknis pengoperasian software SPM ini mencakup cara
membuka software aplikasi SPM melalui browser pada komputer yang
tersambung dengan jaringan internet, pengenalan halaman depan software dan
tata cara login, cara menginput, merubah data sasaran/target, data realisasi, cara
melihat output tabel dan grafik serta cara mengetahui atau melihat
kabupaten/kota yang belum dan sudah melaporkan.
Selanjutnya dengan adanya software ini diharapkan Pusat dapat menerima
laporan data SPM secara cepat dan akurat sehingga data ini dapat digunakan
sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pusat untuk daerah.

2. MEMBUKA SOFTWARE APLIKASI SPM


Software Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan kota merupakan
software berbasis web yang berarti, software ini dapat diakses atau digunakan
melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Software ini dapat
dibuka melalui program penjelajah internet (browser) seperti Internet Explorer
(IE), Mozilla Firefox, Opera dan berbagai browser lainnya.
Hal pertama yang harus dilakukan untuk dapat mengakses software SPM ini
adalah dengan menjalankan browser seperti petunjuk di bawah ini :
1. Klik Start kemudian pilih All Program lalu arahkan kursor dan klik Internet
explorer.

Gambar 1. Cara Membuka Browser Internet Explorer

Jika menggunakan browser Mozilla Firefox, caranya adalah dengan mengklik


start pilih All Program lalu arahkan kursor ke Mozilla Firefox dan kemudian
klik Mozilla Firefox.

Gambar 2. Cara Membuka Browser Mozilla Firefox

Atau jika pada desktop sudah terdapat icon (lambang) Internet Explorer
ataupun Mozilla Firefox, maka kita dapat membuka browser dengan hanya
mengklik 2 kali pada icon browser tersebut.

Setelah salah satu hal di atas dilakukan, maka akan keluar tampilan sebagai
berikut.

Gambar 3. Tampilan window browser

2. Pada kotak isian alamat window browser, isikan alamat web SPM, yaitu :
http://www.spm.depkes.go.id kemudian tekan enter atau klik pada icon
panah di sebelah kanan alamat web.

Gambar 4. Penulisan Alamat Web

Setelah itu maka akan muncul tampilan sebagai berikut.

Gambar 5. Halaman http://www.spm.depkes.go.id

3. Pada gambar sebelumnya terlihat dua pilihan untuk masuk ke software


SPM, yaitu :

Software untuk input data SPM tahun 2003 2007 sesuai dengan SK
Menkes RI Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 dengan jumlah indikator
sebanyak 54 indikator.
Software untuk input data SPM Tahun 2008 dan tahun berikutnya
sesuai dengan SK Menkes RI Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 dengan
jumlah indikator sebanyak 18 indikator.

Untuk pengisian SPM dari tahun 2008 dan tahun berikutnya (2009, 2010,
dst.), maka kita pilih kotak yang kedua.

Gambar 6. Cara Memilih Software SPM 2008

Setelah kita pilih kotak yang kedua, maka akan muncul halaman depan
software SPM sebagai berikut :

Gambar 7. Halaman Depan SPM 2008

Halaman depan SPM terdiri dari menu home, menu output dan menu
login. Halaman yang dapat dilihat semua orang tanpa harus login terlebih
dahulu ini memuat menu output yang merupakan output dari data SPM
seluruh Indonesia. Penjelasan mengenai menu output dapat dilihat pada
halaman 26.

3. LOGIN
Login digunakan agar user bisa masuk ke dalam software SPM untuk
menginput, mengubah atau melihat data yang telah diinput. Ada tiga macam
tingkatan user, yakni user pengelola SIKNAS Online Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten/Kota, user pengelola SIKNAS Online Dinkes Provinsi dan user
administrator/admin (Pusdatin).
Untuk masuk atau login ke software aplikasi SPM, klik menu login, seperti
gambar di bawah ini :

Gambar 8. Menu Login

kemudian masukkan User ID dan Password yang telah diberikan oleh Pusdatin
kepada masing-masing Dinkes Kab/Kota.

Gambar 9. Login SPM

Klik Login, jika User ID dan Password yang dimasukkan benar, maka akan
muncul tampilan berikut ini :

Gambar 10. Keterangan User

Tetapi jika anda gagal login, maka akan keluar halaman peringatan seperti di
bawah ini :

Gambar 11. Peringatan Pada Saat Gagal Login

dan ketika OK diklik maka akan kembali ke halaman login.


Jika lupa User ID dan Password, maka pengelola SIK di daerah dapat
menghubungi administrator di Pusat Data dan Informasi dengan menghubungi
nomor telepon 021-5201590 ext 2707 atau 021 5277169 dan email di alamat :
spm@depkes.go.id.

4. MENGGUNAKAN MENU
Setelah user login, maka user akan dihadapkan pada beberapa menu yang
memiliki berbagai fungsi. Ada 4 (empat) macam fungsi pada interface ini,
dibawah ini akan dijelaskan fungsi dari menu-menu tersebut dan cara
pengoperasiannya.

Gambar 12. Menu Standar Pelayanan Minimal

4.1. MENU HOME


Menu home digunakan untuk mengembalikan tampilan ke tampilan awal setelah
login.
4.2. MENU INPUT/EDIT DATA
Menu ini adalah menu yang digunakan untuk memasukkan data SPM atau
mengubah (edit)
data yang telah dimasukkan sebelumnya. Data yang
dimasukkan ada dua macam, yakni Data Target/Sasaran dan Data Realisasi.
Data Target/Sasaran merupakan angka sasaran atau target pelayanan kesehatan
yang telah ditentukan oleh kabupaten/kota pada 1 (satu) tahun tertentu, data ini
juga biasa disebut penyebut.
Data Realisasi merupakan data hasil pelayanan kesehatan (18 indikator) yang
dicapai oleh kabupaten/kota dalam 1 (satu) tahun, data realisasi ini juga biasa
disebut pembilang.
Terdapat dua macam input data seperti yang telah dijelaskan di bagian atas,
yakni input data target/sasaran dan input data realisasi. Berikut ini adalah cara
untuk melakukan input data target/sasaran dan input data realisasi.

10

A. Data Sasaran/Target
Input Data
1) Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginput data
target/sasaran adalah dengan mengarahkan kursor ke menu Input/Edit
Data kemudian pilihlah dengan mengklik sub menu Data Target/Sasaran.

Gambar 13. Sub Menu Data Target/Sasaran

2) Setelah muncul halaman Data Target/Sasaran Kabupaten, untuk


menginput data target/sasaran maka klik tombol Input Data
Target/Sasaran Kabupaten Baru yang terletak di sebelah kanan bawah,
seperti pada gambar yang dilingkari di bawah ini :

Gambar 14. Input Data Target/Sasaran Kabupaten Baru

11

3) Pilihlah tahun data target/sasaran yang akan dientri, setelah itu isilah data
target/sasaran pada kotak di sebelah kanan setiap variabel.

Gambar 15. Input Data Target/Sasaran

4) Setelah semua data terisi, lalu simpanlah dengan mengklik tombol Simpan
Data yang ada di bagian paling bawah

Gambar 16. Simpan Data Target/Sasaran

12

Setelah itu maka data akan tersimpan dan layar akan kembali ke halaman
depan Data Target/Sasaran Kabupaten dengan data yang telah diisi
muncul pada tabel seperti di bawah ini :

Gambar 17. Halaman Target/Sasaran Yang Telah Terisi

Edit Data
Jika ada data target/sasaran ada yang salah dimasukkan atau ada data yang
harus direvisi, maka untuk mengubahnya, yaitu dengan melakukan hal-hal di
bawah ini :
1)

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginput data


target/sasaran adalah dengan mengarahkan kursor ke menu Input/Edit
Data kemudian pilihlah sub menu Data Target/Sasaran.

Gambar 18. Halaman Target/Sasaran Untuk Mengubah Data

13

2)

Setelah itu akan keluar halaman Data Target/Sasaran Kabupaten


kemudian klik pada tahun data yang akan diubah.

Gambar 19. Kolom Tahun Untuk Mengubah Data

3)

Kemudian akan muncul window yang berisi data yang telah diinput
sebelumnya. Ubahlah data yang ingin dirubah pada kotak yang sesuai.

Gambar 20. Halaman Edit Data target/Sasaran

14

4)

Setelah selesai lalu klik tombol Simpan Data.

Gambar 21. Simpan Data target/Sasaran Yang Telah Diedit

Maka data yang baru diubah akan tersimpan dan window akan kembali
ke halaman berikut ini.

Gambar 22. Halaman Data target/Sasaran Yang Telah diedit

B. Data Realisasi
Input Data
1) Arahkan kursor ke menu Input/Edit Data maka kemudian akan munculah
dua pilhan sub menu, yaitu sub menu Data Realisasi dan sub menu Data
Target/Sasaran. Arahkan kursor dan kemudian klik di sub menu Data
Realisasi.

15

Gambar 23. Sub Menu Data Realisasi

Setelah itu akan muncul halaman seperti di bawah ini :

Gambar 24. Halaman Depan Data Realisasi

2) Untuk memasuki halaman input data, klik pada Input Data Baru yang
terdapat di bagian bawah sebelah kanan halaman input data realisasi,
seperti gambar di bawah ini :

Gambar 25. Input Data Baru Realisasi

Setelah Input Data Realisasi diklik, maka akan muncul halaman untuk
input data realisasi.

16

3) Pilihlah tahun data yang akan dimasukkan dengan mengklik gambar


panah pada combo box periode.

Gambar 26. Memilih Tahun Input Data Realisasi

4) Setelah periode pelaporan/tahun data dipilih, maka data dapat langsung


diinput di dalam kotak input data yang telah tersedia tepat disamping
setiap variabel atau indikator SPM.

Gambar 27. Halaman Input Data Realisasi

17

5) Setelah semua data terisi, lalu klik pada tombol Simpan Data yang
terdapat pada bagian paling bawah seperti yang tertera pada gambar.

Gambar 28. Cara Menyimpan Data Realisasi

Setelah data tersimpan maka window input data akan tertutup dan
kembali ke halaman input data realisasi dengan data yang diinput telah
tersimpan.

18

Gambar 29. Halaman Data Realisasi Yang Telah Terisi

Pada halaman ini terdapat dua buah tombol, yakni Tombol Kembali Ke
Daftar Kabupaten/Kota yang berisi data tahun-tahun lalu yang telah
diinput dan Tombol Input Data Realisasi Baru untuk memasukkan data
tahun lain yang belum diinput.
Edit Data
Untuk mengedit data realisasi yang telah dimasukkan, maka hal-hal yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Setelah login, arahkan kursor ke menu Input data Realisasi maka akan
keluar pilihan Data Realisasi dan Data Target/Sasaran. Arahkan kursor ke
Data Realisasi kemudian Klik pada Data Realisasi.

Gambar 30. Halaman Depan Data Realisasi Untuk Mengubah Data

19

2) Kemudian setelah muncul halaman Data Realisasi, Klik pada pilihan


tahun yang kita ingin ubah.

Gambar 31. Tahun Data Realisasi Untuk Edit Data

20

Jika tahun 2008 yang dipilih, maka selanjutnya akan muncul halaman
sebagai berikut.

Gambar 32. Edit Data Realisasi

21

3) Kemudian gantilah angka yang harus diganti dan setelah selesai klik pada
tombol Simpan Data, maka data yang baru diubah akan tersimpan.

Gambar 33. Simpan Data Realisasi Yang Telah Diedit

4.3.

MENU OUTPUT

Menu Output adalah menu yang digunakan untuk melihat hasil dari data yang
telah dientry. Menu Output terdiri dari Sub Menu Tabel, Grafik, dan Check Data
Kabupaten/Kota. Untuk menuju menu output caranya adalah dengan
mengarahkan kursor ke arah menu output, maka akan keluar tiga sub menu
output seperti gambar di bawah ini.

Gambar 34. Simpan Data Realisasi Yang Telah Diedit

A. Sub Menu Tabel


Sub Menu Tabel antara lain terdiri dari tabel nasional untuk semua indikator
SPM, tabel masing-masing indikator yang dibreakdown per provinsi, tabel trend
realisasi dan persentase untuk setiap indikator dan lain sebagainya yang akan
dijelaskan berikutnya.
22

1) Tabel Nasional
Pada sub menu Tabel Nasional terdapat empat macam tabel. Untuk membuka
atau melihat keempat tabel tersebut adalah dengan mengarahkan kursor ke
tabel-tabel tersebut, kemudian kita klik tabel yang akan kita lihat.

Gambar 35. Sub Menu Tabel nasional

Berikut ini adalah penjelasan dan cara singkat melihat tabel-tabel yang ada
pada sub sub menu tabel nasional.
a. Tabel SPM Indonesia Menurut Indikator
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk melihat tabel ini adalah
dengan mengarahkan kursor ke menu output, kemudian pilihlah sub menu
tabel lalu pilih sub sub menu tabel nasional dengan mengarahkan kursor ke
tabel nasional, lalu pilih dengan mengklik tabel nomor satu, yakni Tabel SPM
Indonesia Menurut Indikator, setelah itu akan keluar halaman seperti gambar
di bawah ini.

Gambar 36. Memilih Tahun Tabel Indonesia Menurut Indikator

23

Pilihlah tahun data yang akan dilihat dengan memilih tahun pada combo box
tahun seperti gambar di atas kemudian klik tombol Tampilkan, lalu akan
keluarlah output seperti gambar di bawah ini.

Gambar 37. Tabel SPM Indonesia Menurut Indikator

24

b. Tabel SPM Indonesia Menurut Provinsi


Untuk melihat output Tabel SPM Indonesia Menurut Provinsi adalah dengan
mengarahkan kursor ke menu output lalu klik sub menu tabel kemudian klik
sub sub menu tabel nasional, kemudian klik pilihan nomor 2, yakni Tabel
SPM Indonesia Menurut Propinsi. Setelah itu, akan keluar halaman seperti
gambar berikut.

Gambar 38. Tabel SPM Indonesia Menurut Propinsi

Lalu pilih tahun yang ingin dilihat dengan mengklik combo button Tahun
seperti dibawah ini.

Gambar 39. Memilih Tahun Untuk Output Tabel SPM Indonesia Menurut Propinsi

Setelah itu pilih Kategori SPM yang ingin dilihat dengan mengklik combo
button Kategori SPM seperti gambar dibawah ini :

Gambar 40. Memilih Kategori SPM Untuk Output Tabel SPM Indonesia Menurut Propinsi

25

Terakhir, pilihlah sub kategori atau indikator SPM dengan mengklik combo
Button Indikator SPM seperti berikut.

Gambar 41. Memilih Indikator SPM Untuk Output Tabel SPM Indonesia Menurut Propinsi

Setelah itu, klik tombol Tampilkan, maka akan keluar output sebagai berikut.

Gambar 42. Output Tabel SPM Indonesia Menurut Propinsi

26

c. Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut Indikator


Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut Indikator merupakan tabel rekapitulasi
data realisasi SPM dari Kabupaten/Kota se-Indonesia. Pada output ini, dapat
dilihat dan dibandingkan data realisasi SPM nasional dalam kurun waktu 5
tahun. Untuk melihat data tersebut terlebih dahulu kita mengarahkan kursor
ke menu output kemudian pilih sub menu tabel, lalu pilih sub sub menu tabel
nasional dan pilih tabel nomor 3, yakni Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut
Indikator.

Gambar 43. Sub Menu Tabel Nasional

Setelah tabel nomor 3 diklik maka akan keluar halaman seperti di bawah ini.
Pilih range tahun dengan mengklik tahun awal dan tahun terakhir data yang
akan dilihat. Kemudian klik tombol tampilkan.

Gambar 44. Memilih Range Tahun Untuk Output Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut Indikator

27

Setelah itu akan tampil output sebagai berikut.

Gambar 45. Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut Indikator

d. Tabel Cakupan SPM Indonesia Menurut Indikator


Tabel Cakupan SPM Indonesia merupakan tabel cakupan SPM (dalam bentuk
persentase) dari Kabupaten/Kota se-Indonesia. Pada output ini, dapat dilihat
dan dibandingkan cakupan/persentase hasil SPM nasional dalam kurun
waktu 5 tahun. Untuk melihat data tersebut terlebih dahulu kita
mengarahkan kursor ke menu output, lalu pilih sub menu tabel dan
kemudian pilih sub sub menu tabel nasional dan pilih tabel nomor 4, yakni
Tabel Cakupan SPM Indonesia Menurut Indikator.

28

Setelah tabel nomor 4 diklik maka akan keluar halaman seperti di bawah ini.
Pilih range tahun dengan mengklik tahun awal dan tahun terakhir data yang
akan dilihat. Kemudian klik tombol tampilkan.

Gambar 46. Memilih Range Tahun Untuk Output Tabel Cakupan SPM Indonesia Menurut Indikator

Setelah itu akan tampil output sebagai berikut.

Gambar 47. Output Tabel Hasil SPM Indonesia Menurut Indikator

29

2) Tabel Propinsi
Pada sub menu Tabel Propinsi juga terdapat empat macam tabel. Untuk
membuka atau melihat keempat tabel tersebut, caranya adalah dengan
mengarahkan kursor ke menu output, kemudian arahkan kursor ke sub menu
tabel , lalu ke sub sub menu tabel propinsi, maka akan keluar 4 sub menu
tabel propinsi.

Gambar 48. Menu Output, Sub Menu Tabel Propinsi

Berikut ini adalah penjelasan dan cara singkat melihat tabel-tabel yang ada
pada sub menu Tabel Provinsi.
a. Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk melihat tabel ini adalah
dengan mengarahkan kursor ke menu output, kemudian arahkan kursor ke
sub tabel propinsi, lalu pilih sub sub menu tabel propinsi dan klik tabel
nomor satu, yakni Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator, setelah itu
akan keluar halaman seperti gambar di bawah ini.

Gambar 49. Tampilan Sub Menu Tabel Tiap Propinsi Menurut Indikator

30

Pilih propinsi yang akan dilihat dengan memilih pada combo box di sebelah
kanan atas, kemudian pilih tahun yang akan dilihat, setelah itu klik tombol
Tampilkan.

Gambar 50. Pilihan Propinsi dan Tahun Untuk Output Tabel Tiap Propinsi Menurut Indikator

Maka akan keluarlah output seperti gambar berikut.

Gambar 51. Output Tabel Tiap Propinsi Menurut Indikator

31

b. Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten


Untuk melihat output Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten adalah
dengan mengarahkan kursor ke menu output, lalu pilih sub menu tabel,
kemudian pilih sub sub menu tabel propinsi dan klik pilihan nomor 2, yakni
Tabel SPM Tiap propinsi Menurut Kabupaten. Setelah itu, akan keluar
halaman seperti gambar berikut.

Gambar 52. Halaman Sub Menu Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

Pilih propinsi yang akan dilihat dengan memilih pada combo box di sebelah
kanan atas.

Gambar 53. Memilih Propinsi Untuk Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

32

Pilih tahun yang ingin dilihat dengan mengklik combo button Tahun seperti
dibawah ini.

Gambar 54. Memilih Tahun Untuk Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

Setelah itu pilih Kategori SPM yang ingin dilihat dengan mengklik combo
button Kategori SPM seperti gambar dibawah ini :

Gambar 55. Memilih Kategori SPM Untuk Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

33

Terakhir, pilihlah sub kategori atau indikator SPM dengan mengklik combo
Button Indikator SPM seperti berikut.

Gambar 56. Memilih Indikator SPM Untuk Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

Setelah itu, klik tombol Tampilkan,

Gambar 57. Cara Menampilkan Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

34

maka akan keluar output sebagai berikut.

Gambar 58. Output Tabel SPM Tiap Propinsi Menurut Kabupaten

c. Tabel Hasil SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator


Tabel Hasil SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator merupakan tabel
rekapitulasi data realisasi SPM dari satu provinsi. Pada output ini, dapat
dilihat dan dibandingkan data realisasi SPM pada suatu propinsi dalam
kurun waktu 5 tahun. Untuk melihat data tersebut terlebih dahulu kita
mengarahkan kursor ke menu output dan kemudian pilih menu tabel, lalu
pilih sub sub menu tabel propinsi dan pilih tabel nomor 3, yakni Tabel Hasil
SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator.
Setelah tabel nomor 3 diklik maka akan keluar halaman seperti di bawah ini.
Pilih propinsi yang akan dilihat datanya dengan memilih propinsi pada
combo box di sebelah kanan atas. Kemudian pilih range tahun dengan
mengklik tahun awal dan tahun terakhir data yang akan dilihat, dan terakhir,
klik tombol tampilkan.

35

Gambar 59. Memilih Propinsi dan Range Tahun Untuk Output


Tabel Hasil SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator

Setelah itu akan tampil output sebagai berikut.

Gambar 60. Output Tabel Hasil SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator

d. Tabel Cakupan SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator


Tabel Cakupan SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator merupakan tabel
cakupan SPM (dalam bentuk persentase) dari satu propinsi. Pada output ini,
dapat dilihat dan dibandingkan cakupan/persentase hasil SPM dari satu
propinsi dalam kurun waktu 5 tahun. Untuk melihat data tersebut terlebih
dahulu kita mengarahkan kursor ke menu output dan kemudian pilih sub
menu tabel, lalu pilih sub sub menu tabel propinsi dan pilih tabel nomor 4,
yakni Tabel Cakupan SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator.

36

Setelah table nomor 4 diklik, lalu pilih propinsi yang akan dilihat datanya
dengan memilih propinsi pada combo box di sebelah kanan atas. Kemudian
pilih range tahun dengan mengklik tahun awal dan tahun terakhir data yang
akan dilihat, dan terakhir, klik tombol tampilkan.

Gambar 61. Memilih Propinsi, dan Range Tahun Output Tabel


Cakupan SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator

Setelah itu akan tampil output sebagai berikut.

Gambar 62. Output Tabel Cakupan SPM Tiap Propinsi Menurut Indikator

37

B. Check Data Kabupaten/Kota


Check Data Kabupaten/Kota digunakan untuk melihat kabupaten/kota
dalam satu provinsi yang belum dan sudah menginput data SPMnya. Untuk
mencheck data kabupaten/kota kita hanya harus mengarahkan kursor ke
menu output, kemudian pilih Check Data Kabupaten/Kota.

Gambar 63. Halaman Check Data Kabupaten/Kota

setelah itu akan keluar halaman sebagai berikut.

Gambar 64. Halaman Check Data Kabupaten/Kota

Pilih Propinsi pada combo box di sebelah kanan atas

Gambar 65. Memilih Propinsi Untuk Memeriksa Data Kabupaten/Kota

Kemudian pilih Tahun dengan memilih combo box Periode dan terakhir klik
tombol periksa.
38

Gambar 66. Memilih Tahun Untuk Memeriksa Data Kabupaten/Kota

Maka akan keluar output sebagai berikut.

Gambar 67. Halaman Check Data Kabupaten/Kota

4.4.

MENU LOGOUT

Menu logout digunakan untuk keluar dari aplikasi SPM. Apabila user telah
selesai menginput ataupun merubah data pada aplikasi ini maka untuk keluar
dari program aplikasi ini adalah dengan mengklik menu logout seperti
tampilan di bawah ini.

Gambar 68. Menu Keluar

39

Setelah menu keluar di klik layar akan menuju ke halaman awal pada saat
kita menulis alamat web http://www.spm.depkes.go.id, seperti di bawah ini.

Gambar 69. Keluar Ke Halaman Index SPM

40

5. PENUTUP
Demikian uraian mengenai petunjuk teknis pengoperasian software aplikasi SPM
bidang kesehatan di Kabupaten/Kota. Kecepatan, ketepatan, dan kerelevanan
data pada indikator kinerja SPM ini bergantung pada hasil kerja keras para pihak
di kabupaten/kota. Data SPM ini merupakan tolak ukur keberhasilan pelayanan
kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, melihat betapa penting dan
dibutuhkannyanya data ini, diharapkan fasilitasi ini dapat mempercepat dan
memudahkan para pengelola SIK dalam melaporkan dan menganalisa hasil
pelayanan kesehatan di kabupaten/kotanya masing-masing serta dapat
membandingkan hasilnya dengan daerah lain sehingga dapat menstimulasi dan
memotivasi kabupaten/kota untuk mejadi lebih baik lagi.

41

DAFTAR ISTILAH
Administrator
Pengatur; penyelenggara; pengurus. Orang yang memberikan
pertanyaan kepada User Register untuk menganalisis status pengguna
secara individual dan permasalahan yang ada, serta untuk membuat
himpunan statistik.
Aplikasi
Program siap pakai. Program yang direka untuk melaksanakan suatu
fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain
Breakdown
Dibagi menjadi. Dipecah.
Browser
Penjelajah. Perangkat lunak untuk berselancar/menjelajah di internet.
Perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengakses World
Wide Web. Kemampuan dari sistem ini diantaranya adalah
menampilkan informasi yang terdapat pada suatu alamat di internet
serta menuju halaman lain yang terkait yang disediakan oleh halaman
tersebut.
Combo Box
Kotak atau isian yang memiliki fungsi untuk menampilkan daftar
pilihan
Edit
Suatu sistem yang digunakan untuk membaca suatu dokumen,
kemudian diperbaiki, dan kemudian disimpan kembali
http
Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, yang mana adalah suatu
protokol yang digunakan oleh World Wide Web. HTTP mendefinisikan
bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke
client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh
web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah
yang ada pada protokol HTTP ini
Icon
Lambang kecil yang berfungsi sebagai menu untuk menuju suatu fungsi.
Input
Masukan. Dalam hal ini adalah memasukan data.
Kursor
Indikator penunjuk posisi aktif
Login
Proses memasuki sistem, proses ini disebut juga dengan otentifikasi
pemakai

42

Menu
Penuntun fasilitas yang tersedia, untuk mengarahkan user dalam
memlilih proses yang akan dieksekusi.
Software
Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa
perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan
pekerjaannya. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin
komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip
lainnya.
Sub Menu
Bagian dari menu
User
Pengguna. Biasanya ditujukan kepada pengguna suatu sistem yang
umumnya adalah manusia. Misalnya pengguna komputer.
User ID
Indentitas yang dipakai untuk masuk ke komputer, Dapat dipilih sendiri
atau diberikan provider
Password
Kata sandi, kode rahasia. Biasanya digunakan dalam jaringan PC
Web
Halaman informasi di internet. Suatu sistem di internet yang
memungkinkan siapapun agar bisa menyediakan informasi. Dengan
menggunakan teknologi tersebut, informasi dapat diakses selama 24 jam
dalam satu hari dan dikelola oleh mesin. Untuk mengakses informasi
yang disediakan web ini, diperlukan berbagai perangkat lunak, yang
disebut dengan web browser.
Window
Jendela. Daerah penyajian isi file yang terpisah-pisah dalam layar.
Monitor dibagi untuk menampilkan isi setiap file yang dibuka dengan
dibatasi sebuah kotak (seperti jendela). Umumnya beberapa kota
tersebut dapat ditampilkan saling bertindihan.
www
World Wide Web. Sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks,
gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan dalam bentuk hypertext
dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser.

43

REFERENSI
Biro Hukum dan Organisasi Setjen Depkes RI. Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota : Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008.. 2008. Departemen Kesehatan, Jakarta
Biro Hukum dan Organisasi Setjen Depkes RI. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. 2008. Departemen Kesehatan, Jakarta
Citra Umbara. Peraturan Pemerintah Tentang Otonomi Daerah. 2000. Citra Umbara,
Bandung
Departemen Kesehatan. Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan Nasional (SIKNAS) : Keputusan Menkes No. 511/MENKES/SK/V/2002.
2007. Departemen Kesehatan, Jakarta
Departemen Kesehatan. Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota : Keputusan Menkes No. 932 Tahun 2002. 2002.
Departemen Kesehatan, Jakarta
http://www.spm.depkes.go.id.
http://www.total.or.id. Kamus Komputer dan teknologi Informasi. 2009
Pusat Data dan Informasi Depkes RI. Petunjuk Pengoperasian Software Aplikasi
Komunikasi Data. 2008. Departemen Kesehatan, Jakarta

44