Anda di halaman 1dari 29

BAB I

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN BISNIS


a. Jelaskan Karyawan Posisi Lini dan berikan 3 Contoh Karyawan di Perusahaan
konveksi!
Karyawan Posisi Lini adalah karyawan yang memiliki jabatan yang berkaitan
langsung dengan operasional perusahaan, sehingga jabatan ini mempunyai kewenangan
mengambil keputusan operasional. Tanpa jabatan ini, operasional tidak berjalan.
Contoh Karyawan lini pada perusahaan konveksi:
a. Direktur Utama
b. Kepala Bagian Pembelian Kain,
c. Kepala Bagian Produksi Kaos
b. Jelaskan Karyawan Posisi Karyawan Staf dan berikan 3 Contoh Karyawan di
Perusahaan konveksi!
Karyawan Posisi Staf adalah karyawan yang jabatannya tidak berkaitan langsung
dengan operasional perusahaan, sehingga jabatan ini tidak mempunyai kewenangan
mengambil keputusan operasional. Tanpa jabatan tsb operasional perusahaan tetap
berjalan.
Contoh Karyawan staf di perusahaan konveksi:
a. Sekretaris Direktur,
b. Bagian Akuntansi,
c. Bagian Administrasi Produksi Kaos
c. Apa yang dimaksud dengan JIT?
JIT (Just In Time) adalah metode pengendalian persediaan, persediaan dibeli ataupun
diproduksi saat ada kebutuhan sehingga nilai persediaan menjadi kecil dan jika
memungkinkan menjadi nol.
Contoh kondisi perusahaan yang cocok menggunakan JIT:
1) Perusahaan yang menjual berdasarkan pesanan yang spesifikasinya ditentukan
customer
2) Perusahaan yang menjual barang cepat rusak
3) Perusahaan yang menjual barang yang cepat mengalami perubahan teknologi
Contoh kondisi perusahaan yang tidak cocok menggunakan JIT:
1) Perusahaan yang menjual barang convenience/ umum seperti supermarket
2) Perusahaan yang menjual barang musiman yang tidak cepat rusak, misalnya gabah,
tembakau, rokok
3) Perusahaan yang menjual barang nilainya selalu naik, tidak cepat rusak, misalnya
kayu, besi.

d. Jelaskan cara kerja Plan Do Check Act (PDCA) untuk memecahkan masalah!
Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act):
Tahap Perencanaan (Plan), tim yang bertugs mengatasi masalah melakukan aktivitas
mempelajari proses yang ada, mengumpulkan data, menganalisis data untuk

mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah, menyusun rencana


perbaikan, dan memutuskan bagaimana mengukur perbaikan
Tahap Pelaksanaan (Do) melakukan eksperimen dan jika memungkinkan menerapkan
dalam lingkup yang lebih kecil. Di samping itu juga mengumpulkan data selama
proses pelaksanaan ini.
Tahap Pengecekan (Check), hasil dari eksperimen dianalisis, mengevaluasi data yang
diperoleh pada fase pelaksanaan dan menyimpulkan apakah ada hasil yang positif atau
tidak
Tahap Aksi (Act), jika hasil eksperimen positif, melakukan perubahan permanen, jika
negatif, melakukan kembali analisis data-data yang sudah didapatkan

e. Sebutkan tujuan utama rekayasa ulang


Tujuan utama process reengineering atau rekayasa ulang adalah:
1) mengeliminasi/ mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah (non value
added activities)
2) mengurangi kesalahan pembelian bahan, produksi, maupun pengiriman (reduce
errors), dan
3) menurunkan biaya (reduce costs)
f. Jelaskan dan berikan contoh cara kerja TOC!
TOC ( Theory Of Constraint) adalah pendekatan manajemen yang menekankan pada
pengelolaan sumber daya yang mengalami kendala atau keterbatasan (constraints).
Kendala tsb menyebabkan perusahaan beraktivitas tidak maksimal sehingga harus
memfokuskan mengatasi kendala tsb agar sumber daya yang dimiliki dapat dioperasikan
secara maksimal.
Contoh:
Perusahaan konveksi PT. Jahid mempunyai mesin potong kapasitas 500 baju/hari,
mesin jahit 500 baju/hari, dan mesin obras 300 baju/hari. Dengan demikian mesin
obras menjadi kendala untuk mencapai target 500 baju per hari. Manajemen harus
fokus mengatasi kendala tsb, misalnya dengan menambah jam kerja obras atau
menambah mesin agar target 500 baju per hari dapat tercapai.

BAB II
ISTILAH, KONSEP, DAN KLASIFIKASI BIAYA
Summary Table Biaya
Tujuan klasifikasi
1. Untuk menyusun laporan laba rugi
dan neraca

2. Berdasarkan perilaku biaya (untuk


membuat anggaran)
3. Berdasarkan objek yang dibiayai
(untuk identifikasi biaya)

4. Untuk membuat keputusan

Klasifikasi biaya
a. Biaya produksi
1) BBB
2) BTKL
3) BOP
b. Biaya periodik
1) Biaya pemasaran
2) Biaya administrasi
a. Biaya variabel
b. Biaya tetap
c. Biaya semivariabel
a. Biaya langsung
1) Variabel
2) Tetap
b. Biaya tidak langsung
1) Variabel
2) Tetap
a. Biaya diferensial dan pendapatan diferensial
b. Biaya terpendam (sunk cost)
c. Biaya kesempatan (opportunity cost)

a. Jelaskan Yang Dimaksud Biaya Produksi!


Biaya produksi (inventoriable cost / manufacturing cost) adalah biaya yang digunakan
untuk membuat suatu barang/jasa.
Biaya produksi pada saat terjadinya diakui sebagai aktiva, dan baru diakui sebagai beban
pada saat barang/jasa yang dihasilkan atas biaya tersebut dijual.
Biaya produksi meliputi BBB, BTKL, dan BOP.
b. Jelaskan yang Dimaksud Bahan Baku Dan Biaya Bahan Baku, Dan Berikan
Contohnya!
1) Bahan baku adalah bahan yang menempel menjadi satu (terintegrasi) dengan
barang jadi yang mempunyai nilai relatif lebih tinggi dibanding nilai bahan yang lain
dalam pembuatan suatu barang jadi.
2) Biaya bahan baku adalah nilai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
3) Contoh bahan baku : kain dalam pembuatan baju.
Contoh biaya bahan baku : nilai kain yang digunakan Rp2.000,-

c. Jelaskan pengertian TKL dan BTKL, dan berikan contohnya!


1) TKL adalah karyawan di bagian produksi yang mempunyai pekerjaan (fungsi) yang
berkaitan langsung dengan proses produksi, sehingga jika pekerjaan tersebut tidak
dilakukan, proses pembuatan barang jadi tidak akan selesai.
2) BTKL adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar TKL tersebut.
3) Contoh TKL : tukang potong, tukang jahit, tukang obras, dan tukang packing dalam
pembuatan baju.
Contoh BTKL : upah tukang potong yang dibayar Rp10.000,-.

d. Jelaskan pengertian BOP, dan sebutkan pengelompokkannya!


1) BOP adalah biaya produksi selain BBB dan BTKL. BOP dapat dibebankan secara
langsung pada metode process costing dan tidak langsung pada metode job order
costing.
2) BOP dikelompkkan menjadi 5, yaitu:
1. Biaya bahan pembantu : biaya benang, kancing, label, kain keras, mote
2. Biaya tenaga kerja tidak langsung : gaji manajer produksi, kepala potong,
kepala jahit, kepala obras, kepala packing, administrasi produksi, mandor,
planning and production control, petugas angkat barang, dll.
3. Tambahan gaji tenaga kerja langsung selain gaji pokok yang dihitung dengan
tarif per jam kerja dan tarif per unit hasil produksi, Contoh : uang makan, uang
lembur, bonus, premi hadir.
4. Biaya produksi karena berlalunya waktu : depresiasi mesin, depresiasi gedung,
premi asuransi mesin pabrik.
5. Biaya produksi dibebankan secara cash basis, misalnya dalam produksi baju
dibutuhkan pengeluaran uang untuk pembelian peralatan yang nilainya kecil
(jarum, gunting), pelumas mesin, kapur, biaya listrik, gas untuk setrika, servis
mesin, dll.
e. Jelaskan Yang Dimaksud Biaya Periodik, Dan Apa Saja Yang Termasuk Biaya
Periodik!
1) Biaya periodik (period cost / non manufacturing cost) adalah biaya selain biaya
produksi. Biaya periodik dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi pada saat
periode terjadinya.
2) Biaya ini meliputi biaya pemasaran dan administrasi.
a) Biaya pemasaran : semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan
konsumen, mencari pesanan, menyampaikan pesanan ke konsumen, dan biaya
purna jual. Contoh : biaya iklan, pengiriman, komisi penjualan, gaji bagian
penjualan, garansi, potongan pembayaran, dll.
b) Biaya administrasi : meliputi biaya eksekutif, organisasional, klerikal yang
berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contoh : gaji eksekutif, gaji
bagian akuntansi dan keuangan, sekretariat, public relation, alat tulis dan kantor,
dll.

f. Jelaskan Pengertian Biaya Variabel Dan Berikan Contohnya!


1) Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah proporsional dengan
perubahan aktivitas, atau biaya yang jumlah per unitnya tetap meskipun ada
perubahan aktivitas.
2) Contoh :
BBB kain dalam aktivitas produksi baju. Biaya kain per baju Rp20.000. Jika
memproduksi 100 baju, maka total biaya kain Rp2.000.000. Sedangkan jika
memproduksi 200 baju, maka total biaya kain Rp4.000.000. Terlihat total BBB
meningkat karena perubahan aktivitas, tetapi BBB per unit tetap.
Hasil produksi baju
(aktivitas)
1
100
200
400
Aktivitas berubah

BBB per unit

BBB Total

Rp20.000
Rp20.000
Rp20.000
Rp20.000
Biaya per unit tetap

Rp20.000
Rp2.000.000
Rp4.000.000
Rp8.000.000
Biaya total berubah secara
proporsional

g. Jelaskan Pengertian Biaya Tetap Dan Berikan Contohnya!


1) Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap meskipun ada perubahan
aktivitas, atau biaya per unitnya berubah berbanding terbalik dengan perubahan
aktivitas.
2) Contoh : biaya depresiasi mesin potong dengan metode garis lurus dalam aktivitas
produksi baju.
Hasil produksi baju
(aktivitas)
1
100
200
400
Aktivitas berubah

Biaya depresiasi mesin


potong per unit baju
Rp1.000.000
Rp10.000
Rp5.000
Rp2.500
Biaya per unit berubah
berbanding terbalik dengan
aktivitas

Biaya depresiasi mesin


potong total per bulan
Rp1.000.000
Rp1.000.000
Rp1.000.000
Rp1.000.000
Biaya total tetap

h. Jelaskan pengertian biaya semi variabel dan bagaimana cara memisahkan menjadi
biaya variabel dan tetap!
Biaya semi variabel (mix cost) adalah biaya yang mengandung unsur variabel dan unsur
tetap. Sebagian besar biaya berperilaku semi variabel, jarang biaya yang variabel murni,
dan jarang juga biaya yang tetap murni. Tetapi untuk kepentingan analisis, biaya harus
dikelompokkan ke biaya variabel atau biaya tetap. Umumnya biaya variabel tidak
dipengaruhi secara langsung aktivitas.

Cara memisahkan menjadi biaya variabel atau tetap:

1. Ditelusur secara analisis komponen variabel dan tetap. Cara ini membutuhkan data
beberapa periode, semakin banyak semakin baik. Selain itu, juga dibutuhkan orang
yang kompeten pada biaya yang bersangkutan.
2. Diestimasi secara statistik (scattergraph, high low method, least squares regression
method), sehingga diketahui komponen variabel dan tetap. Cara ini membutuhkan data
beberapa periode, semakin banyak semakin baik.
3. Cara praktisi, dimasukkan biaya tetap jika perubahan aktivitas tidak langsung
menyebabkan perubahan biaya tersebut. Contoh : biaya listrik dalam aktivitas
pembuatan baju diakui biaya tetap karena pengaruhnya tidak langsung. Aktivitas
produksi baju mempengaruhi jam kerja, kemudian mempengaruhi kwh pemakaian
listrik, kemudian akhirnya mempengaruhi biaya listrik.
4. Cara praktisi, dimasukkan biaya tetap jika perubahan biaya disebabkan lebih dari satu
faktor, tidak hanya faktor aktivitas. Contoh : biaya listrik dalam pembuatan baju tidak
hanya dipengaruhi oleh perubahan jumlah baju, tetapi juga faktor keahlian operator
mesin, kualitas bahan baku, atau kualitas mesin.
5. Cara praktisi, dimasukkan biaya variabel jika biaya tersebut langsung dipengaruhi
aktivitas, atau perubahan aktivitas tersebut merupakan faktor dominan atau satusatunya yang menyebabkan perubahan biaya, atau yang dikelompokkan biaya variabel
murni. Contoh : biaya bahan baku kain, bahan pembantu benang dalam pembuatan
baju.
i. Jelaskan pengertian biaya langsung dan contohnya!
1) Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang hanya dinikmati oleh satu objek biaya.
Jika objek yang dibiayai tidak ada, maka biaya langsung juga tidak ada.
2) Contoh : BBB kain untuk pembuatan baju.
Biaya langsung ada yang variabel dan ada yang tetap.
3) Contoh biaya langsung variabel : BBB kain.
4) Contoh biaya langsung tetap : gaji mandor untuk produk tertentu.
j. Jelaskan pengertian biaya tidak langsung dan berikan contohnya!
1) Biaya tidak langsung (indirect cost) atau common cost adalah biaya yang dinikmati
dua atau lebih objek biaya. Jika salah satu atau beberapa objek biaya tidak ada, tetapi
masih ada satu saja objek biaya, biaya ini masih ada. Umumnya biaya tidak langsung
tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada objek yang dibiayai.
2) Contoh : biaya gaji manajer produksi yang menangani produksi baju, kaos, jaket,
selimut, dan jenis pakaian lainnya. Jika perusahaan tidak memproduksi baju atau
kaos, tetapi masih memproduksi jaket atau selimut, biaya gaji manajer produksi
tersebut masih ada.
Biaya tidak langsung ada yang variabel dan ada yang tetap.
1) Contoh biaya tidak langsung variabel : bonus produksi yang dihitung berdasarkan unit
hasil produksi.
2) Contoh biaya tidak langsung tetap : gaji kepala produksi yang memproduksi berbagai
jenis barang.
k. Jelaskan Pengertian Sunk Cost, Dan Contohnya!

Sunk cost (biaya terpendam) adalah biaya yang sudah terjadi dan masih akan terjadi dan
tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat saat ini maupun masa yang akn datang.
Sunk cost bukanlah biaya yang relevan untuk mengambil keputusan karena semua
alternatif yang tersedia dibebani sunk cost yang sama. Sunk cost tidak menimbulkan
diferensi di antara alternatif yang ada.
Contoh :
Perusahaan membeli mobil untuk operasional perusahaan Rp80 juta tahun 2005. Mobil
didepresiasi Rp15 juta per tahun mulai tahun 2006 2008. Tahun 2008, ada dua
alternatif keputusan atas mobil tersebut, apakah digunakan atau diparkir. Apakah
keputusannya digunakan atau diparkir, setiap tahun ada biaya depresiasi Rp15 juta per
tahun sepanjang umur ekonomis.
Jika alternatif keputusannya dijual atau dipakai, depresiasi mobil bukan lagi sunk cost
karena jika mobil dijual, maka sudah tidak ada lagi depresiasi.
Atau jika alternatif keputusannya dipertahankan atau ditukar dengan yang baru, maka
depresiasi bukan lagi sunk cost karena depresiasi mobil lama berbeda dengan yang baru.
l. Jelaskan pengertian opportunity cost dan contohnya!
1) Opportunity cost (biaya kesempatan) adalah potensi keuntungan atau pendapatan
yang akan hilang karena memilih satu alternatif yang lain.
2) Contoh : Yoko bekerja di pabrik kerupuk dengan gaji Rp2 juta per bulan. Yoko
ditawari orang tuanya kuliah di UNS. Jika Yoko memilih kuliah di UNS, Yoko
kehilangan gaji Rp2 juta per bulan. Jadi opportunity cost Yoko kuliah adalah Rp2 juta
per bulan.

BAB III
PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI SISTEM PESANAN
a. Sebutkan syarat perusahaan yang cocok memakai pesanan!
1) Perusahaan memproduksi lebih dari satu jenis barang dagang atau jasa yang
mempunyai spesifikasi yang berbeda, dan mampu memisahkan biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung ke masing-masing spesifikasi barang
atau jasa (sesuai job).
2) Manajemen perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis barang atau jasa
dapat menerima asumsi atau anggapan bahwa manajemen perusahaan yang
sesyngguhnya tidak dapat memisahkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung ke setiap job barang atau jasa, dianggap dapat memisahkan biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja langsung ke setiap job barang atau jasa tersebut.
b. Jelaskan sistem pembebanan biaya produksi sistem pesanan!
1) Biaya bahan baku dibebankan angsung atau biaya bahan baku ditelusur ke setiap
job. (dibebankan dengan biaya sesungguhnya)
2) Biaya tenaga kerja langsung dibebankan angsung atau biaya bahan baku ditelusur
ke setiap job.
3) BOP dibebankan dengan tarif yang ditentukan di muka.
4) Dengan kewajiban menghitung BPRd ketika pesanan selesai diproses, BOP harus
dibebankan dengan tarif yang ditentukan di depan. Paling tidak ada tiga ada tiga
alas an yang mendukung BOP dibebankan dengan tariff, yaitu:
a. Jenis hasil produksi berbeda-beda sehingga biaya overhead pabrik per unit
tidak dapat dihitung dengan membagi BOP sesungguhnya dengan jumlah unit
hasil produksi.
b. BOP sesungguhnya untuk periode yang bersangkutan belum diketahui pada
saat ada job atau pesanan yang selesai sebelum periode akuntansi berakhir.
c. Jumlah unit hasil produksi untuk periode yang bersangkutan belum diketahui
pada saat ada pesanan yang selesai sebelum periode akuntansi berakhir.
c. Kapan BOP dibebankan?
BOP dibebankan pada waktu:
1) Saat pesanan selesai, untuk melengkapi perhitungan BPRd.
2) Saat akhir periode, jika job atau pesanan sampai akhir periode akuntansi belum
selesai (masih dalam proses), hal ini untuk menentukan nilai persediaan barang
dalam proses.
d. Apa Fungsi kartu biaya produksi per pesanan
1) Buku pembantu rekening buku besar persediaan BDP.
2) Media mengumpulkan BBB dan BTKL untuk setiap pesanan.
3) Media menghitung biaya produksi untuk setiap pesanan.
e. Apakah yang dimaksud dengan selisih BOP kurang dibebankan, dan
dibebankan ke rekening apa?
1) Selisih BOP kurang dibebankan merupakan selisih antara BOP yang dibebankan
dengan BOP yang sesungguhnya.

2) Selisih BOP kurang dibebankan tersebut dibebankan ke rekening Harga Pokok


Barang Yang Dijual.

BAB 4
Pengumpulan Biaya Produksi Sistem Proses
a

Sebutkan syarat perusahaan yang cocok memakai proses!


Syarat perusahaan yang cocok memakai proses yaitu:
1. Perusahaan memproduksi satu jenis spesifikasi barang atau jasa
2. Jika perusahaan memproduksi lebih dari satu spesifikasi barang, baik berbeda
karena model, bentuk, ukuran, warna, kualitas, maupun yang lainnya, tetapi
manajemen dapat menerima anggapan/asumsi bahwa spesifikasi barang yang
dihasilkan yang kenyataannya berbeda itu, dianggap memiliki spesifikasi yang
sama.

b Sebutkan bentuk hasil produksi dan jelaskan pengertian masing-masing!


Hasil produksi ada 3 bentuk yaitu:
1. Barang jadi, yaitu barang yang sudah memenuhi spesifikasi untuk dijual, tidak
membutuhkan proses produksi lagi di perusahaan yang bersangkutan.
2. Barang dalam proses, yaitu bahan yang sudah mengalami satu atau lebih proses
produksi, dan masih membutuhkan satu atau lebih proses produksi untuk menjadi
barang jadi.
3. Barang cacat, yaitu barang yang cacat atau rusak atau tidak sesuai dengan
spesifikasi barang jadi yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki, sehingga
dijual dalam bentuk barang cacat atau istilah umumnya BS (barang sortiran).
c

Jelaskan pengertian unit ekuivalen!


Unit ekuivalen adalah penaksiran unit barang dalam proses dan produk cacat ke dalam
unit barang jadi, yang dinilai dengan tingkat penyelesaian
d Jelaskan pengertian produk bersama, dan berikan contohnya!
Produk bersama adalah dua atau lebih jenis barang jadi yang dihasilkan sekaligus dari
suatu proses produksi dalam waktu yang bersamaan dengan bahan baku, tenaga kerja,
dan overhead pabrik secara bersama atau suatu proses produksi dengan bahan baku,
tenaga kerja, dan overhead pabrik yang sama menghasilkan sekaligus dua atau lebih
produk jadi. Contohnya proses penggilingan padi, bahan baku gabah diproses menjadi
beras dan bekatul. Kemudian dalam produksi tahu, bahan baku kedelai diproses menjadi
barang jadi tahu dan ampas tahu
e Jelaskan Pengertian produk utama dan produk sampingan, dan berikan
contohnya!
Produk utama adalah barang hasil produksi yang mempunyai nilai penjualan relatif
material atau relatif tinggi. Produk sampingan adalah barang hasil produksi yang
mempunyai nilai penjualan relatif tidak material atau relatif kecil. Contohnya, proses
produksi gula dengan bahan baku 10 kg tebu, menghasilkan produk utama gula pasir 3
kg dengan harga jual Rp6.000,00 per kg, dan produk sampingan berupa ampas tebu 7 kg
dengan harga jual Rp10,00 per kg. Manajemen perusahaan menganggap gula sebagai
produk utama, dan ampas tebu sebagai produksi sampingan karena ampas tebu dianggap
mempunyai nilai penjualan relatif tidak material
BAB 5

Perilaku Biaya dan Margin Kontribusi


a. Jelaskan pengertian rentang aktivitas dan berikan contohnya!
Rentang Aktivitas (Relevant Range) adalah rentang aktivitas yang masih memenuhi
asumsi aktivitas sehingga definisi biaya variabel dan biaya tetap masih valid. Jika
aktivitas melebihi yang diasumsikan, biaya tetap dan biaya variabel berubah, bisa naik
ataupun turun. Contoh biaya tetap, mesin potong mempunyai kapasitas memotong
1.000 baju per bulan, dan biaya depresiasi dengan metode garis lurus Rp 1.000.000,00
per bulan, maka rentang aktivitasnya adalah produksi nol baju sampai 1.000 baju.
Produksi nol atau tidak produksi, tetap ada beban depresiasi jika menggunakan garis
lurus. Jika menggunakan metode depresiasi jumlah hasil produksi atau jam kerja mesin,
biaya depresiasi menjadi biaya variabel dengan rentang kapasitas 1 baju sampai dengan
1.000 baju. Jika perusahaan memproduksi antara 0, 100, 200, 900 baju, sampai 1.000
baju, biaya depresiasi mesin potong total sama, yaitu Rp 1.000.000,00 per bulan,
sehingga definisi mesin potong sebagai biaya tetap masih valid atau benar. Tetapi jika
memproduksi lebih dari 1.000 baju, misal 1.200 baju, maka definisi biaya depresiasi
mesin potong sebagai biaya tetap sudah tidak valid karena sudah melewati rentang
aktivitas yang diasumsikan. Untuk memproduksi 1.200 baju dibutuhkan tambahan
mesin potong, sehingga jumlah total biaya depresiasi mesin potong sudah meningkat di
atas Rp 1.000.000,00 per bulan
b. Jelaskan Commited Fixed Cost dan berikan contohnya!
Commited fixed cost adalah biaya tetap yang muncul karena adanya keputusan
membeli barang/jasa yang mempunyai manfaat relatif jangka panjang (lebih dari 1
tahun buku), sehingga biaya ini sulit dikurangi dengan keputusan manajemen jangka
pendek, misalnya depresiasi bangunan, gaji pejabat kunci, sewa gedung dll. Depresiasi
mesin dengan metode garis lurus untuk aktivitas produksi per 31 Desember 2009 Rp
10.000.000,00 umur ekonomi sampai 2015. Maka, biaya depresiasi menjadi Commited
fixed costs 2009 sampai dengan 2014
c. Jelaskan Discretionary Fixed Cost dan berikan contohnya!
Discretionary fixed cost adalah biaya yang muncul karena keputusan manajemen untuk
membiayai area tertentu dari perusahaan yang dapat dikurangi dengan keputusan
manajemen jangka pendek. Misalnya biaya riset, biaya iklan, dll. Biaya riset dan
pengembangan per 31 Desember 2009 Rp 10.000.000,00. Dengan keputusan
manajemen, tahun 2020 bisa dibatalkan karena perusahaan memutuskan membubarkan
divisi riset tersebut.
d. Jelaskan manfaat adanya informasi biaya variabel dan tetap
Manfaat adanya informasi biaya variabel dan tetap di antaranya:
1. dapat menghitung margin kontribusi
2. Dapat menyusun laporan laba rugi dengan format margin kontribusi atau laporan
rugi laba yang disusun berdasarkan perilaku biaya
3. Dapat digunakan untuk analisis CVP (cost, volume, profit)
4. Dapat menghitung BEP (break even point)
5. Sebagai dasar menyusun anggaran fleksibel
e. Jelaskan pengertian margin kontribusi dan berikan contohnya
Margin kontribusi (contribution margin) adalah jumlah yang tersisa dari penjualan
dikurangi biaya variabel. Laporan Laba rugi dengan format margin kontribusi, biaya

dikelompokkan menjadi dua, yaitu biaya variabel diperlakukan sebagai biaya produksi
dan biaya tetap diperlakukan sebagai biaya periodik. Contoh:
LAPORAN LABA RUGI FORMAT MARGIN KONTRIBUSI
MARET 20X1 (metode Rata-rata)
Keterangan
Unit
Harga jual
Penjualan
Biaya Variabel:
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik Variabel
Biaya Administrasi dan Umum Variabel
Biaya Pemasaran Variabel
Jumlah Biaya Variabel
Margin Kontribusi
Biaya Tetap:
Biaya Overhead Pabrik
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya pemasaran
Jumlah Biaya Tetap
Laba Operasi

1 unit
1
5.000
5.000
1.202
602
300
250
350
2.704

Nilai
6.000
5.000
30.000.000
7.212.000
3.612.000
1.800.000
1.500.000
2.100.000
16.224.000
13.776.000

2.080.000
2.150.000
6.410.000
10.640.000
3.136.000

f. Jelaskan perbedaan komponen menyusun laporan laba rugi format margin


kontribusi dengan format konvensional
Laporan Laba rugi dengan format margin kontribusi, biaya dikelompokkan menjadi
dua, yaitu biaya variabel diperlakukan sebagai biaya produksi dan biaya tetap
diperlakukan sebagai biaya periodik. Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, BTKL,
BOP variabel, administrasi variabel, dan pemasaran variabel. Biaya Periodik meliputi,
BOP Tetap, Administrasi Tetap, dan Pemasaran tetap. Laporan Laba Rugi
Konevensional, biaya diklasifikasikan menjadi biaya produksi dan biaya periodik.
Biaya Produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik. Biaya periodik meliputi biaya administrasi dan biaya pemasaran

BAB 6
Variabel Costing dan Full Costing
a. Jelaskan tiga metode perhitungan biaya produksi!
Tiga metode perhitungan biaya produksi:
1. Full costing/absortion costing, yaitu menghitung biaya produksi (production cost)
yang meliputi biaya produksi variabel dan tetap. Biaya variabel (variabel cost)
meliputi BBB, BTKL, dan BOP variabel. Sedangkan, biaya produksi tetap (fixed cost)
hanya BOP tetap.
2. Variabel costing, yaitu menghitung biaya produksi (production cost) yang meliputi
biaya variabel saja. Biaya variabel meliputi BBB, BTKL, dan BOP variabel.
Sedangkan biaya produksi tetap, yaitu BOP tetap diperlakukan sebagai biaya periodik
(periodic cost).
3. ABC (activity based costing), yaitu menghitung biaya produksi (production cost)
berdasarkan aktivitas yang meliputi biaya praproduksi, biaya produksi, biaya
administrasi, dan biaya pemasaran baik yang variabel maupun tetap. Dalam
perhitungannya, biaya dikelompokkan menjadi dua, biaya yang dapat ditelusur
(traceble cost) dan biaya yang tidak dapat ditelusur (non traceble cost). Biaya yang
tidak dapat ditelusur dibebankan/dialokasikan ke produk dengan multitarif sesuai cost
pool masing-masing.
b. Sebutkan karakteristik biaya produksi dan biaya periodik!
Karakteristik biaya produksi:
1. Biaya berhubungan dengan produk.
2. Dibebankan bukan saat periode terjadinya, tetapi ditangguhkan dalam rekening
persediaan (barang dalam proses dan barang jadi) dan baru dibebankan saat produk
dijual di rekening harga pokok barang yang dijual.
Karakteristik biaya periodik:
1. Biaya tidak berhubungan dengan produk.
2. Dibebankan saat periode terjadinya.
c. Jelaskan cara menggeser biaya produksi ke periode berikutnya!
Cara menggeser biaya produksi ke periode berikutnya adalah dengan menahan persediaan
sampai akhir periode, dan baru dijual pada periode berikutnya.
d. Berikan alasan BOP tetap cocok sebagai biaya produksi!
Alasan BOP tetap cocok sebagai biaya produksi karena BOP tetap tersebut terjadi karena
adanya aktivitas produksi, sehingga wajar jika dimasukkan dalam penghitungan harga
pokok produksi.
e. Berikan alasan BOP tetap cocok sebagai biaya periodik!
Alasan BOP tetap cocok sebagai biaya periodik karena BOP tetap tersebut terjadi karena
berlalunya waktu, dan tidak berkaitan dengan jumlah unit yang diproduksi, sehingga tidak
wajar jika dimasukkan dalam penghitungan harga pokok produksi sehingga harus
dimasukkan ke biaya periodik.

f. Apa pengaruh penggunaan JIT terhadap laba metode full costing dan variabel
costing?
JIT (Just In Time) dapat memperkecil perbedaan laba pada metode full costing dan
variable costing, karena JIT akan memungkinkan jumlah produksi sama dengan jumlah
yang dijual. Jika jumlah produksi sama dengan jumlah yang dijual, maka biaya produksi
dan biaya periodik akan sama-sama dibebankan pada periode terjadinya. Tidak ada biaya
produksi (BOP Tetap) yang ditangguhkan pembebanannya karena semua barang terjual
pada periode produksi. Perusahaan yang menerapkan JIT di dalam perusahaannya
mengasumsikan tidak ada perubahan persediaan barang dalam proses dan persediaan
barang jadi awal periode dan akhir periode, serta tidak ada produk cacat dalam periode
tersebut. Dengan demikian, jumlah unit yang diproduksi sama dengan yang dijual, serta
tidak ada persediaan BDP dan barang jadi awal dan akhir.
g. Apa keuntungan Variabel Costing?
Keuntungan variabel costing:
1. Variabel costing mempermudah melakukan analisa CVP.
2. Dengan menggunakan variabel costing, perubahan (fluktuasi) persediaan tidak
mempengaruhi laba.
3. Manajer sering salah menginterpretasi hasil perhitungan biaya produksi dengan full
costing diperlakukan seperti variabel costing.
4. Variabel costing lebih mudah digunakan untuk pengendalian biaya.

BAB 7
Hubungan Cost Volume Profit

a. Jelaskan pengertian analisa CVP


Analisa CVP adalah analisa perubahan laba akibat adanya perubahan harga jual, volume
penjualan, biaya variabel per unit, perubahan biaya tetap total, dan perubahan proporsi
jenis barang yang dijual jika perusahaan menjual lebih dari dua jenis barang.
b. Jelaskan pengertian BEP, dan jelaskan rumusnya.
BEP (Break Even Point) adalah titik total penjualan sama dengan biaya total (biaya
variabel dan biaya tetap). Dengan kata lain, pada saat BEP maka perusahaan tidak
mengalami laba atau rugi, atau laba Rp0,-.
Rumus BEP dalam unit = Biaya tetap : Margin kontribusi per unit
Rumus BEP dalam Rp = Unit BEP x Harga jual
c. Jelaskan pengertian analisa target laba
Analisa target laba adalah perhitungan jumlah penjualan untuk mencapai laba tertentu
yang ditargetkan. Analisa ini pada dasarnya mirip dengan analisa BEP, yang
membedakan hanyalah analisa BEP mempunyai target laba Rp0 sedangkan analisa target
laba mempunyai target laba dalam angka tertentu.
Rumus analisa target laba dalam unit = (Biaya tetap + target laba) : Margin kontribusi per
unit
d. Jelaskan pengertian margin of safety, dan jelaskan rumusnya
Margin of safety adalah kelebihan penjualan yang dianggarkan atau penjualan
sesungguhnya di atas penjualan pada kondisi BEP. Dapat digunakan untuk mengukur
sejauh mana jumlah penurunan penjualan sehingga perusahaan sampai pada titik impas
(BEP).
Rumus margin of safety = penjualan yang dianggarkan penjualan BEP
atau
Rumus margin of safety = penjualan sesungguhnya penjualan BEP
e. Jelaskan pengertian operating leverage dan jelaskan rumusnya
Operating leverage adalah ukuran sensitivitas laba bersih terhadap persentase perubahan
penjualan. Apabila operating leverage tinggi, berarti persentase peningkatan penjualan
yang kecil dapat menghasilkan peningkatan laba dengan persentase lebih besar.
Tingkat operating leverage = Mergin kontribusi : Laba bersih

Bab 8
Hubungan Cost Volume-Profit
a. Komponen biaya apa saja yang digunakan untuk menghitung biaya produksi dalam
metode ABC?
Komponen biaya yang digunakan untuk menghitung biaya produksi dalam metode ABC
adalah:
1. Biaya Pra Produksi
Biaya Administrasi Tender
Pembuatan Proposal
Souvenir
Pembuatan Sampel, dll.
2. Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead Pabrik
3. Biaya Periodik
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Pemasaran
b. Dalam perhitungan ABC, biaya dikelompokkan jadi dua, sebutkan dan jelaskan!
Dalam perhitungan ABC, biaya dikelompokkan jadi dua, yaitu:
1. Biaya yang dapat ditelusur
Adalah biaya yang dapat ditelusur besarnya untuk setiap pesanan.
2. Buiaya yang tidak dapat ditelusur
Adalah biaya yang tidak dapat ditelusur besarnya untuk setiap pesanan sehingga harus
dibebankan/dialokasikan ke setiap pesanan menggunakan multi tarif sesuai dengan
cost pool masing-masing.
c. Mengapa biaya tenaga kerja langsung menjadi dasar yang lemah dalam
mengalokasikan BOP?
Dalam perusahaan manufaktur yang menggunakan teknologi tinggi, konten tenaga kerja
berkurang dengan sangat cepat, sehingga alokasi biaya berdasarkan jam kerja atau biaya
tenaga kerja sudah tidak memadai.
d. Sebutkan spesifikasi perusahaan yang cocok memakai ABC!
Spesifikasi perusahaan yang cocok memakai ABC, yaitu perusahaan yang memproduksi
barang/jasa:
1. Biaya produksi, khususnya Biaya Bahan Baku dan BTKL bukan biaya yang
mayoritas. Terdapat biaya praproduksi yang besar, BOP yang besar, biaya pemasaran
yang besar.
2. Barang dan jasa yang diproduksi mempumyai spesifikasi yang sangat berlainan,
sehingga bahan dan TKL jarang dapat digunakan bersama di antara barang yang
dihasilkan. Dengan demikian, praproduksi, produksi, pemasaran, mudah di telusur ke
setiap jenis barang/jasa.
3. Barang/jasa yang diproduksi sangat bervariasi, baik bahan baku, BTKL, BOP, dan
proses produksi.
4. Biaya praproduksi relatif besar, sehingga harus dibebankan ke produk yang
bersangkutan.

e. Jelaskan keterbatasan sistem tradisional/job order!


Keterbatasan sistem tradisional/job order, adalah:
1. Mengabaikan aktivitas pendukung yang tidak berkaitan dengan volume, misalnya
aktivitas penanganan bahan, pengadaan bahan, set up, penjadwalan produksi,
inspeksi, dll.
2. Mengasumsikan setiap jenis produk/jasa yang dihasilkan mengkonsumsi semua jenis
sumber daya secara proporsional, sehingga memungkinkan perhitungan biaya
produksi menyimpang/tidak akurat.
3. Tidak cocok untuk organisasi yang mempunyai jenis produksi yang banyak dan
bersaning di pasar global.
f. Jelaskan keterbatasan metode ABC!
Keterbatasan metode ABC, adalah:
Secara teori, common cost dapat ditelusuri, tetapi dalam praktiknya terdapat banyak jenis
common cost yang tidak dapat ditelusur, misalnya biaya staf administrasi kantor pusat,
sehingga masih digunakan alokasi secara arbitrase. Perusahaan yang menggunakan ABC
adalah perusahaan memproduksi berbagai jenis barag seperti dalam perusahaan yang
menggunakan job order costing. Sistem job order costing disebut sistem tradisional.

Bab 9
Anggaran
a. Jelaskan pengertian anggaran!
Anggaran adalah rencana detail untuk mendapatkan dan menggunakan sumber
daya keuangan dan sumber daya lainnya dalam periode tertentu. Anggaran
menggambarkan rencana untuk masa yang akan datang yang diekspresikan dalam
istilah-istilah keuangan yang formal.
b. Apa yang dimaksud continuous budget?
Continuous budget atau perpetual budget adalah anggaran yang berkesinambungan
antar periode anggaran, saat satu periode anggaran berakhir langsung disambung
dengan periode berikutnya.
c. Jelaskan pengertian self imposed budget dan apa kelebihannya!
Self imposed budget (anggaran pertisipatif) adalah anggaran yang dibuat dengan
kerja sama dan partisipasi penuh manajer pada semua tingkatan.
Kelebihannya:
1. Setiap orang pada semua tingkatan organisasi diakui sebagai anggota tim yang
pandangan dan penilaiannya dihargai oleh manajemen puncak
2. Anggaran cenderung lebih akurat dan handal karena orang yang berkaitan
langsung dengan suatu aktivitas mempunyai kedudukan penting dalam pembuatan
anggaran
3. Motivasi untuk mencapai anggaran lebih tinggi karena pelaksana anggaran merasa
terlibat dalam penyusunan anggaran akan lebih termotivasi merealisasi anggaran
tersebut dibanding jika pelaku anggaran tidak terlibat dalam penyusunan anggaran
4. Anggaran partisipatif menciptakan sistem kendali diri, jika mereka tidak dapat
mencapai anggaran, mereka menyalahkan dirinya sendiri. DI sisi lain, jika
anggaran didrop dari atasan, jika mereka tidak dapat mencapai anggaran akan
berdalih anggaran tidak relistis atau sangat sulit dicapai
d. Jelaskan kelemahan anggaran partisipatif dan berikan contohnya!
Munculnya budgetary slack (kelonggaran anggaran) sehingga menyebabkan
ketidakefisienan yang dilegalkan. Orang yang terkait dalam penyusunan dan
pelaksanaan akan cenderung membuat anggaran yang longar sehingga mudah tercapai
merkipun dengan usaha yang minimal.
Contoh: Manajer penjualan menganggarkan penjualan RP100 juta sedangkan
potensinya Rp200 juta, dengan usaha yang minimalpun anggaran tersebut dapat
dicapai.
e. Jelaskan pengertian anggaran statis dan berikan contoh penggunaan untuk
penilaian kinerja!
Static budget (anggaran statis) adalah anggaran yang disusun untuk suatu tingkatan
aktivitas.

Contohnya: anggaran BOP variabel 20X1 Rp240 ribu. BOP variabel aktual
Rp245.300 sehingga terjadi selisih tidak menguntungkan Rp5.300. Maka, kinerja
produksi dinilai buruk karena biaya sesungguhnya lebih besar dari anggaran.
f. Jelaskan anggaran fleksibel dan berkan contoh penggunaan untuk penilaian
kinerja!
Flexible budget (anggaran fleksibel) adalah anggaran yang disusun untuk lebih dari
satu tingkatan aktivitas.
Contoh: Anggaran BOP variabel Rp 216 ribu saat aktivitas 900 baju; Rp240ribu saat
aktivitas normal 1000 baju; Rp264 ribu saat aktivitas 1100 baju. BOP variabel aktual
Rp245.300 saat aktivitas memproduksi 1110 baju. Analisis selisih dilakukan dengan
membandingkan anggaran fleksibel pada kapasitas yang susuai kapasitas aktual yaitu
1100 baju, sehingga terjadi selisih menguntungkan Rp18.700. Kinerja produksi bagus,
karena biaya aktual lebih kecil dari anggaran.
g. Jelaskan pengertian zero based budgeting dan berikan contoh penyusunannya!
Zero based budgeting adalah cara menyusun anggaran yang selalu mengkaji ulang
setiap mata anggaran dan nilainya. Setiap menyusun anggaran dianggap seperti
belum ada anggaran tahun sebelumnya.
Contoh: anggaran biaya promosi tahun 2011 Rp10 juta. Untuk membuat anggaran
tahun 2012 dianggap anggaran tahun 2011 tidak ada, penyusun anggaran harus
mengkaji ulang faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi penjualan tahun 2012,
misalnya diperoleh angka anggaran penjualan Rp13 juta. Angka Rp13 juta ini tidak
ada kaitannya dengan anggaran tahun 2012 Rp10 juta.
h. Jelaskan pengerian incremental based budgeting dan berikan contoh
penyusunannya!
Incremental based budgeting adalah cara menyusun anggaran dengan berpedoman
pada anggaran periode sebelumnya. Anggaran tahun depan umumnya dengan
menambahkan angka atau persentase tertentu anggaran tahun sebelumnya.
Misalnya untuk menyusun anggaran tahun 2012 dengan menaikkan 10% anggaran
tahun sebelumya sehingga anggaran penjualan tahun 2012 menjadi Rp11 juta.
i. Sebutkan manfaat anggaran!
Manfaat anggaran:
1. Sebagai alat perencanaan
2. Sebagai alat mengendalikan laba dan operasi perusahaan
3. Sebagai alat mengevaluasi kinerja dan dasar pemberian insentif
4. Membangu menentukan tujuan
5. Memikirkan sesuatu dan rencana masa depan
6. Sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya organisasi agar berdaya guna
maksimal
7. Sebagai alat untuk menghindari potensi bottleneck (kemandekan aktivitas)
8. Alat mengkoordinasikan aktivitas organisasi
9. Alat mengkomunikasikan rencana ke semua karyawan organisasi yang terkait
10. Menyediakan tujuan sebagai alat benchmark (contoh praktik terbaik) untuk
mengevaluasi kinerja.

BAB 10
BIAYA STANDAR DAN BALANCE SCORE CARD
a. Jelaskan pengertian dari standar?
Standar adalah suatu norma/benchmark (contoh praktik yang terbaik) untuk mengukur
kinerja atau menilai suatu hal.
b. Jelaskan perbedaan anggaran dan standar, dan berikan contohnya!
Perbedaan standard dan angaran adalah standar dinyatakan dalam satuan unit
sedangkan anggaran dinyatakan untuk jumlah total atau jumlah per periode. Contoh
biaya standar bahan baku baju adalah Rp100.000,00 per buah, maka anggaran untuk
50 baju adalah Rp5.000.000,00. Jika anggaran pembuatan itu untuk bulan november
maka bisa disebut anggaran periode bulan November sebesar Rp5.000.000,00.
c. Jelaskan perbedaan sistem biaya standard dengan sistem biaya aktual!
Sistem biaya standar penghitungan biaya produksi suatu barang atau jasa sebelum
proses produksi dijalankan dengan menggunakan biaya standar dan hasil produksi
standar, sedangkan biaya produksi aktual adalah sistem perhitungan biaya produksi
suatu barang atau jasa setelah proses produksi barang atau jasa selesai dengan
menggunakan biaya yang aktual dan hasil produksi aktual.
d. Sebutkan manfaat biaya standar!
Manfaat biaya standar:
1. Menjadi alat utama dalam menjalankan management by exception
2. Mengendalikan biaya
3. Meningkatkan efisiensi
4. Menyederhanakan pembukuan
5. Biaya standar cocok untuk menjalankan sistem akuntansi pertanggungjawaban
(responsibility accounting)
6. Meningkatkan kinerja karyawan atau bagian
e. Sebutkan potensi permasalahan menggunakan biaya standar!
Potensi permasalahan dalam biaya standard:
1. Laporan selisih biaya standar umumnya terlambat dibuat, atau tidak tepat waktu
sehingga tindakan perbaikan sering terlambat dilakukan atau bahkan sudah tidak
bisa dilakukan sehingga laporan tersebut kurang berdaya guna.
2. Jika manajer tidak sensitif dan manajer menggunakan selisih sebagai alat
menghukum, akan menimbulkan moral yang buruk bagi bawahan.
3. Kualitas standard dan selisih efisiensi TKL mempunyai dua asumsi, asumsi
tersebut sering tidak terpenuhi sehingga penggunaan laporan sering tidak
memberikan manfaat.
4. Dalam beberapa kasus, selisih menguntungkan bisa jadi lebih buruk daripada
selisih tidak menguntungkan.
5. Karyawan yang terkait dengan pelaksanaan standar lebih memprioritaskan usaha
mencapai standar, dan mengesampingkan hal yang lebih penting bagi perusahaan.
6. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, agar perusahaan survive
bahkan berkembang, perusahaan lebih membutuhkan perbaikan yang terus
menerus, tidak hanya mencapai standar.

f. Jelaskan pengertian kapasitas teoritis dan kapasitas normal!


- Kapasitas teoritis adalah kapasitas maksimum yang dapat dicapai untuk
memproduksi barang atau jasa, semua fasilitas dan karyawan bekerja secara
sempurna, tanpa memperhitungkan hambatan alamiah yang mungkin terjadi.
- Kapasitas normal adalah jumlah produksi yang diharapkan dapat dicapai
perusahaan setelah mempertimbangkan hambatan alamiah yang mungkin terjadi
yang dihitung secara ilmiah, bukan berdasarkan perkiraan semata
g. Jelaskan pengertian biaya standar bahan baku per unit, kuantitias standard
bahan baku per unit, dan harga standard bahan baku per unit!
Kuantitas standar bahan baku per unit
Kuantitas bahan baku yang seharusnya digunakan untuk membuat satu barang jadi.
Kuantitas ini ditentukan sebelum produksi dimulai.
Biaya standar bahan baku per unit
Biaya bahan baku yang serharusnya dikeluarkan untuk membuat satu unit barang jadi.
Biaya ini ditentukan sebelum proses produksi dimulai.
Harga standar bahan baku per unit
Harga bahan baku yang seharusnnya digunakan untuk membuat barang jadi. Harga
standar ditentukan sebelum proses produksi dimulai.
h. Jelaskan biaya TKL standar per unit, jam kerja standar per unit, dan tarif upah
standard per jam TKL!
Biaya TKL standar per unit
Biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu unit
barang jadi.
Jam kerja standar per unit
Jam kerja TKL atau mesin yang seharusnya digunakan untuk membuat satu barang
jadi.
Tarif upah standar per unit
Tarif upah TKL yang seharusnya dibayarkan untuk 1 jam kerja tenaga kerja langsung.
i. Jelaskan penyebab selisih kuantitas bahan baku dan berikan contohnya!
Penyebab terjadinya selisih kuantitas bahan baku karena adanya perbedaan antar total
kuantitas standar bahan baku dengan total kuntitias akutal. Hal ini bisa terjadi
misalnya ketika produksi dalam jumlah banyak maka bahan baku aktual yang
digunakan akan cenderung (tidak selalu) lebih kecil dibandingkan dengan kuantitas
bahan baku standar.
j. Jelaskan pengertian selisih tarif upah TKL, dan berikan contohnya!
Selisih tarif upah TKL adalah selisih yang timbul karena ada perbedaan antara tarif
TKL standar per unit dengan tarif TKL aktual per unit. Contohnya : untuk pengerjaan
produk sampai lembur larut akan menimbulkan tarif aktual per unit yang lebih besar
dibandingkan dengan pengerjaan produk pada siang hari.
k. Jelaskan pengertian selisih efiesiensi BOP variabel dan berikan contohnya!
Selisih efisiensi BOP variable adalah selisih yang disebabkan karena jam kerja standar
TKL tidak sama dengan jam kerja aktual TKL yang digunakan. Contohnya: jam kerja
standar untuk membuat satu baju adalah 6 jam, sedangkan jam kerja aktual 7,5 jam,
karena jam kerja standar lebih kecil dibandingkan jam kerja aktual maka terjadi
selisih yang tidak efisien (unfavorable)
l. Jelaskan pengertian selisih pengeluaran BOP variabel, dan berikan contohnya!

Selisih pengeluaran BOP variable adalah selisih yang disebabkan karena tarif standar
tidak sama dengan tarif aktual. Contohnya: tarif BOP variabel standar Rp580,00 per
jam, sedangkan tarif BOP variabel aktual hanya Rp500,00 per jam. Karena tarif BOP
variabel standar lebih kecil dibandingkan aktualnya maka terjadi selisih
menguntungkan (favorable).
m. Jelaskan selisih anggaran dan selisih volume BOP tetap!
- Selisih anggaran terjadi karena adanya perbedaan anggaran BOP tetap dengan
BOP aktual.
- Selisih volume terjadi jika volume produksi dianggarkan tidak sama dengan
volume produksi aktual. Atau jam kerja TKL yang digunakan sebagai
denominator pada perhitungan tarif BOP tetap berbeda denga jam kerja yang
diperbolehkan untuk output atau produksi aktual.
n. Berikan contoh ukuran kinerja financial, customer, internal businees processes,
and learning and growth!
- Ukuran kinerja finansial : ROI, laba, likuiditas, solvabilitas, IRR, turn over, dan
lain-lain
- Ukuran kinerja customer : kepuasan konsumen, komplain konsumen, pangsa
pasar, retur penjualan, kesetiaan konsumen, jumlah konsumen baru, dan lain-lain.
- Ukuran kinerja proses bisnis : penjualan jenis produk baru, waktu untuk
mengenalkan produk baru, pengiriman tepat waktu, prosentase persediaan barang
dalam proses dari penjualan, selisih biaya standar tidak menguntungkan,
persentase produk cacat dari produk yang sempurna, siklus waktu pengiriman,
throughput time, maufacturing cycle efficiency, biaya kualitas, set up time,
persentase komplain yang langsung ditanggapi, waktu untuk menanggapi klien.
- Ukuran kinerja learning anda growth : usulan karyawan, karyawan bernilai
tambah, perputaran karyawan, jam pelatihan per karyawan, dan lain-lain.
o. Jelaskan pengertian MCE (Manufacturing cycle efficiency), dan berikan contoh
aktivias yang bernilai tambah dan yang tidak bernilai tambah!
- Manufacturing Cycle Efficiency adalah ukuran seberapa banyak waktu proses
produksi digunakan melakukan aktifitas bernilai tambah,
- Contoh aktifitas bernilai tambah adalah waktu melakukan proses produksi
- Contoh aktifitas tidak bernilai tambah adalah waktu untuk memindahkan barang,
waktu menunggu, waktu menginspeksi barang, dan waktu antri.

BAB 11
BIAYA RELEVAN UNTUK PEMBUATAN KEPUTUSAN
a. Jelaskan pengertian relevant cost dan avoidable cost!
- Pengertian relevant cost: biaya atau keuntungan yang berbeda di antara alternatif
keputusan yang tersedia. Biaya ini akan mempengaruhi manajemen dalam
pengambilan keputusan
- Avoidable cost : biaya yang dapat dieliminasi/dikurangi seluruhnya atau sebagian
dengan memilih salah satu alternatif di antara alternatif yang tersedia. Avoidable
cost merupakan biaya yang relevant dalam pengambilan keputusan
b. Jelaskan pengertian irrelevant cost, dan biaya apa saja yang masuk kelompok
ini?
- irrelevant cost : unsur biaya atau keuntungan yang sama di antara alternatifalternatif dalam pembuatan keputusan. Biaya yang sama antara alternatifalternatif ini biasanya diabaikan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
- Kategori biaya yang termasuk irrelevant cost:
o biaya terpendam (sunk cost);
o biaya masa depan yang sama di antara alternatif keputusan yang tersedia
(future cost that do no differs between alternatives)
c. Kapan manajer memerlukan analisa biaya atau keuntungan diferensial untuk
membuat keputusan menghentikan atau mempertahankan divisi?
Manajer memerlukan analisa biaya atau keuntungan diferensial untuk membuat
keputusan menghentikan atau mempertahankan divisi pada saat:
- Divisi tersebut mengalami kerugian beberapa periode terakhir.
- Margin kontribusi untuk divisi tersebut positif.
- Divisi menikmati common fixed cost.
d. Dalam kondisi bagaimana, suatu divisi lebih baik dipertahankan? Berikan
contohnya!
Suatu divisi lebih baik dipertahankan dalam kondisi:
- margin kontribusinya positif;
- dan divisi tersebut menikmati common fixed cost
Contoh: Suatu perusahaan mempunyai 2 divisi: pintu dan jendela.
Divisi pintu:
- Margin kontribusi (+) Rp20.000 per unit.
- Rugi Bersih (-)Rp133.000 per unit.
- Memiliki common fixed cost Rp8.580.000.
- Jika Divisi Pintu dipertahankan, Divisi Pintu Rugi Rp7.980.000, Total laba
perusahaan Rp5.100.000.
- Jika Divisi Pintu dihentikan, Divisi pintu rugi sejumlah common fixed cost=
Rp8.580.000 dan total laba perusahaan menurun menjadi Rp4.500.000.
Sehingga, lebih baik divisi pintu dipertahankan/ diteruskan.

e. Dalam kondisi bagaimana, suatu barang atau komponen lebih baik diproduksi
sendiri? Berikan contohnya!

Suatu barang atau komponen lebih baik diproduksi sendiri dalam kondisi jika biaya
produksi variable per unit lebih kecil dibanding harga beli per unit
Contoh: Divisi Pintu mendapat penawaran harga pembelian pintu dengan spesifikasi
sama dengan harga Rp650.000 per unit. Sedangkan harga jualnya Rp700.000 per unit.
Namun, harus tetap dilihat komponen common fixed costnya. Jika membeli dan
memproduksi sendiri sama-sama menanggung common fixed cost, maka dilihat biaya
produksi variabelnya.
Misalnya ternyata biaya produksi variable per unitnya Rp610.000, maka keputusan
yang tepat adalah memproduksi sendiri pintu tersebut.
f. Dalam kondisi bagaimana, suatu pesanan khusus diterima? Berikan contohnya!
Suatu pesanan khusus diterima dalam kondisi :
- perusahaan mempunyai kapasitas produksi yang menganggur sehingga melayani
pesanan khusus tersebut tidak mengganggu produksi barang yang dijual dengan
harga jual yang normal;
- margin kontribusi positif.
Contoh: Terdapat pesanan khusus UNS 100 jendela dengan harga Rp168.000 per
unit, padahal harga normalnya Rp300.000.
Pertama, jika masih tersedia kapasitas produksi untuk mengerjakan pesanan khusus
tersebut, maka dilakukan analisis margin kontribusinya.
Misalkan ternyata margin kontribusinya positif Rp1.200, maka pesanan khusus UNS
tersebut diterima

BAB 12
LAPORAN SEGMEN DAN DESENTRALISASI
a. Jelaskan pengertian sentralisasi dan desentralisasi!
- Pengambilan keputusan sentralisasi (centralized decision making) adalah
memberikan kewenangan manajer puncak membuat keuptusan, dan manajemen
pada jenjang yang lebih rendah bertanggung jawab terhadap implementasi
keputusan tersebut.
- Pengambilan keptusan desentralisasi (decentralized decision making) adalah
memberikan kewenangan manajer pada jenjang yang lebih rendah untuk
membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang berkaitan
dengan wilayah pertanggungjawaban mereka.
b. Berikan contoh pengambilan keputusan secara sentralisasi dan desentralisasi!
- Contoh pengambilan keputusan sentralisasi: PT. Elsa yang berpusat di Solo
mepunyai 13 cabang di kota kabupaten di Jawa Tengah. PT. Elsa menjual
komputer. Tahun 2010 mempunyai kebijakan, harga jual komputer di semua
cabang diputuskan oleh manajer pusat. Manajer cabang bertanggung jawab
mengimplementasikan keputusan harga jual tersebut.
- Contoh pengambilan keputusan desentralisasi: PT. Elsa yang berpusat di Solo
mepunyai 13 cabang di kota kabupaten di Jawa Tengah. Tahun 2011, manajer
cabang diberi kewenangan memutuskan harga jual komputer di wilayah masingmasing, dan bertanggung jawab terhadap implementasi harga jual komputer
tersebut.
c. Sebutkan beberapa keuntungan desentralisasi !
Beberapa keuntungan desentralisasi
- manajer level bawah mendapat pengalaman dalam mengambil keputusan
- keputusan yang dibuat biasanya berdasarkan informasi yang lebih baik
- manajer level bawah lebih cepat dalam merespon pelanggan
- pembuat keputusan lebih mudah mendapatkan kepuasan kerja
- manajemen puncak terbebas dari keputusan operasional jangka pendek sehingga
dapat menggunakan waktu, pikiran, dan tenaga pada strategi jangka panjang
d. Sebutkan beberapa kekurangan desentralisasi !
Kekurangan desentralisasi
- Menajer level bawah mungkin membuat keputusan tanpa melihat kepentingan
keseluruhan perusahaan, tetapi hanya melihat bagiannya sendiri.
- Tujuan manajer level bawah mungkin bukan tujuan perusahaan.
- Kemungkinan lebih sulit menemukan ide inovatif yang berguna bagi perusahaan.
- Kemungkinan terjadi kesenjangan koordinasi di antara manajer yang mempunyai
kewenangan mengambil keputusan
e. Jelaskan pengertian segmen !
segmen adalah setiap bagian atau aktivitas organisasi yang pada bagian atau aktivitas
tersebut manajer membutuhkan data biaya/pendapatan/profit/investasi
f. Jelaskan pengertian pusat biaya, dan berikan contohnya !
Pusat biaya adalah suatu segmen/bagian yang memiliki manajer yang mempunyai
kekuasaan mengendalikan (control) semua biaya yang terjadi di segmen tersebut,

g.

h.

i.

j.

k.

tetapi tidak dapat mengendalikan pendapatan maupun dana investasi. Kinerja manajer
diukur dengan biaya, misalnya biaya standar, anggaran biaya.
Contoh: departemen pengecatan di pabrik mobil, bagian produksi perusahaan garmen,
departemen riset, dan pengembangan suatu perusahaan.
Jelaskan pengertian pusat pendapatan, dan berikan contohnya !
Pusat pendapatan (revenue center) adalah suatu segmen yang memiliki manajer yang
mempunyai tanggung jawab atas pendapatan atau penjualan. Kinerja manajer diukur
dengan pendapatan, misalnya target penjualan.
Contoh: bagian reservasi maskapai penerbangan, bagian penjualan suatu perusahaan
Jelaskan pengertian pusat laba, dan berikan contohnya!
Pusat laba (profit center) adalah suatu segmen yang memiliki manajer yang
mempunyai kekuasaan mengendalikan (control) baik semua biaya maupun
pendapatan yang terjadi di segmen tersebut, tetapi tidak dapat mengendalikan dana
investasi. Kinerja diukur dengan laba, misalnya target laba, anggaran laba.
Contoh: Kepala cabang toko, kepala divisi baju dewasa, kepala cabang asuransi
Jelaskan pengertian pusat investasi, dan berikan contohnya !
Pusat investasi (investment center) adalah suatu segmen yang memiliki manajer yang
mempunyai kekuasaan mengendalikan (control) biaya, pendapatan, profit, dan
investasi. Kinerja manajer diukur diantaranya dengan ROI dan residual income.
Contoh: manajer puncak superior food corporation.
Jelaskan pengertian traceable cost dan common cost !
Traceable cost adalah biaya yang muncul karena adanya suatu segmen, jika segmen
tersebut tidak ada, biaya tersebut juga tidak ada, atau biaya yang hanya dinikmat satu
segmen saja sehingga jika segmen tersebut ada, biaya tersebut ada.
Common cost adalah biaya yang dinikmati lebih dari satu segmen sehingga jika suatu
segmen tertentu dihapus, biaya tersebut masih ada karena dibutuhkan segmen lain.
Berikan contoh traceable cost yang menjadi common cost !
Contoh traceable cost yang menjadi common cost : biaya pendaratan pesawat yang
dibayar maskapai penerbangan ke pengelola bandara. Biaya ini merupakan traceable
cost karena dapat ditelusur untuk nomor penerbangan tertentu, tetapi tidak dapat
ditelusur untuk segmen kelas satu, bisnis, dan ekonomi. Dengan demikian, biaya
pendaratan pesawat menjadi common cost bagi segmen tempat duduk kelas satu,
bisnis, dan ekonomi.
Contoh lain: biaya depresiasi mesin jahit dengan metode garis lurus di pabrik garmen
merupakan traceable cost untuk semua produk fashion. Kemudian jika segmen
fashion dibagi menjadi tiga segmen, yaitu segmen yaitu segmen baju anak dan baju
dewasa, biaya depresiasi mesin jahit tersebut menjadi common cost untuk segmen
baju anak, baju dewasa, dan baju muslim

l. Jelaskan ROI dan bagaimana rumusnya? Apa kriteria investasi yang layak
dilakukan dengan kriteria ROI ?
ROI (Return on Investment) adalah sejumlah tingkat pengembalian tertentu atas
investasi/ penanaman modal, yang biasanya dinyatakan dengan persentase.
Rumus ROI:

ROI=

Labaoperasi bersih
Aset operasional ratarata

ROI=Margin x Perputaran

Margin=

Aset opersional ratarata


Penjualan

Perputaran ( turnover )=

m.

n.

o.

p.

Penjualan
Aset operasional ratarata

Suatu proyek investasi yang diukur dengan kriteria ROI dinyatakan layak dilakukan
jika ROI lebih besar dari tingkat suku bunga pinjaman
Jelaskan cara menaikkan ROI !
Cara menaikkan ROI:
- Menaikkan laba dengan meningkatkan penjualan
- Menaikkan laba dengan menurunkan biaya
- Menurunkan aset opersional (operating assets)
Jelaskan residual income dan berikan contohnya !
Residual Income adalah laba neto operasi yang diperoleh suatu pusat investasi di atas
tingkat pengembalian (rate of return) minimum atas aset opersional yang dimiliki.
Contoh perhitungan residual income :
Aset operasional Rp225.000
Rate of return minimum 10% dari aset operasional atau Rp22.500.
Laba Rp18.000,
Residual income negatif (Rp4.500) sehingga investasi ini dinilai kinerjanya buruk
karena residual income di bawah rate of return minimum yang dikehendaki
Jelaskan pengertian harga transfer !
Harga transfer (transfer pricing) adalah harga yang ditetapkan atas barang ketika satu
segmen/divisi/departemen/bagian memberikan barang ke segmen lain dalam satu
perusahaan, atau harga yang ditetapkan atas barang yang ditransfer dari satu segmen
ke segmen lain dalam satu perusahaan.
Sebutkan cara penentuan harga transfer, dan sebutkan kelebihan dan
kelemahannya !
1. Harga transfer berdasarkan negosiasi (negotiable price) antara segmen/ divisi
pembeli dengan segmen penjual.
Kelebihan:
- Meningatkan kesesuaian tujuan divisi dan tujuan perusahaan
- Meningkatkan akurasi evaluasi kinerja.
Kekurangan:
- Manajer divisional yang menguasai informasi khusus mungkin dapat
mengambil keuntungan dari manajer divisi lainnya
- Ukuran-ukuran kinerja mungkin diubah oleh ketrampilan negosiasi para
manajer divisi
- Negosiasi dapar menghabiskan sejumlah besar waktu dan sumber daya

2.

Harga transfer berdasarkan biaya (cost-based-price) yang terjadi di segmen


penjual ditambah angka tertentu sebagai laba departemen penjual
Kelebihan:
- Harga transfer mudah ditentukan karena biaya produksi dapat diketahui
divisi penjual
- Kekurangan:
- Ketidakefisienan divisi penjual menjadi beban departeman pembeli
- Tidak menyediakan insentif pengendalian biaya divisi penjual
3. Harga transfer berdasarkan harga pasar (market price)
Kelebihan:
- Harga pasar lebih objektif sehingga penilaian kinerja departemen pembeli
dan penjual juga objektif
- Membantu mempertahankan otonomi divisi
- Menyediakan insentif untuk divisi penjual agar kompetitif dengan suplier
luar.
Kelemahan:
- Harga pasar suatu barang dapat berbeda di tempat yang berbeda sehingga
berpotensi menimbulkan konflik
- Tidak semua barang yang ditransfer memiliki harga pasar
4. Harga transfer arbitrase, yaitu harga transfer berdasarkan penilaian pihak
independen, bisa atasan bisa orang di luar perusahaan.
Kelebihan:
- Harga transfer lebih fair
Kelemahan:
- Orang yang dipandang independen bisa salah menentukan harga, baik karena
tidak sengaja ataupun karena sengaja membantu salah satu pihak