Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS PERBANDINGAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN

REVALUASI ASET TETAP


(PMK 191 TAHUN 2015)
Satryo Eka Palgunadi (F1315088)
Akuntansi Keuangan Menengah 1
Program S1 Transfer Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret

ABSTRAK
Dalam rangka menambah setoran tunai pajak penghasilan, pemerintah
telah mengeluarkan fasilitas perpajakan terkait revaluasi aset. Fasilitas ini
memberikan tiga keuntungan bagi pelaku usaha jika pelaku usaha melakukan
revaluasi aset tahun 2015 dan tahun 2016. Berdasarkan Peraturan Menteri
Keuangan nomor 191/PMK.010/2015 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan
perpajakan terkait revaluasi, khususnya revaluasi yang dilakukan tahun 2015 dan
2016. Peraturan Menteri Keuangan ini diberi nama "Penilaian Kembali Aktiva
Tetap Untuk Tujuan Perpajakan Bagi Permohonan Yang Diajukan Pada Tahun
2015 Dan Tahun 2016".
1.

Latar Belakang

Salah satu fungsi pajak adalah budgetair yaitu untuk membiayai


pengeluaran - pengeluaran negara. Pemerintah terus berupaya dalam
meningkatkan penerimaan pajak, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakankebijakan yang terus diinovasikan pemerintah dalam hal penerimaan negara
melalui pajak. salah satu paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang
dikenal dengan paket kebijakan jilid V adalah tentang insentif pajak untuk
revaluasi aset. Peraturan Menteri Keuangannya juga sudah diterbitkan yaitu PMK
191/PMK.010/2015 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap untuk Tujuan
Perpajakan bagi Permohonan yang Diajukan Pada Tahun 2015 dan Tahun 2016.
Dengan peraturan tersebut, maka terbuka kesempatan bagi wajib pajak untuk
melakukan revaluasi aset untuk tujuan perpajakan di mana atas selisih lebih nilai
aset hasil revaluasi dikenakan pajak bersifat final (Jayaprana,2015)
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis terdorong untuk mengangkat secara
lebih mendalam mengenai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait insentif pajak
terkait revaluasi asset tetap serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan peraturan
tersebut. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
ANALISIS PERBANDINGAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVALUASI ASET
TETAP (PMK 191 TAHUN 2015)

PEMBAHASAN

1. Perbandingan kebijakan Revaluasi Aset Tetap


Secara formal, tujuan kebijakan khusus yang di keluarkan pemerintah adalah
menjaga stabilitas ekonomi makro dan mendorong pertumbuhan ekonomi
(Suparman, 2015). Karena khusus, maka Peraturan Menteri Keuangan
nomor 191/PMK.010/2015 tidak mencabut atau mengubah Peraturan Menteri
Keuangan nomor 79/PMK.03/2008. Jadi, setelah 2016 ketentuan tentang PPh atas
revaluasi
kembali
lagi
ke
peraturan
menteri
keuangan
nomor 79/PMK.03/2008 dan tarif yang dikenakan 10%. Wajib Pajak dapat
melakukan penilaian kembali aktiva tetap untuk tujuan perpajakan dengan
mendapatkan perlakuan khusus apabila permohonan penilaian kembali diajukan
kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu sejak berlakunya PMK
Nomor 191/PMK.010/2015 ini sampai dengan tanggal 31 Desember 2016.
Berikut adalah beberapa perbedaan yang ada pada kedua peraturan diatas:
PERBEDAAN
TARIF

PMK 79/PMK.03/2008
10%

PMK-191/PMK.10/2015
3% untuk tahun 2015, 4% untuk semester
I tahun 2016, 6% untuk semester II tahun
2016.

DASAR
PENGENAAN
PAJAK

Selisih lebih nilai aktiva

1.Selisih lebih nilai aktiva tetap hasil

tetap hasil penilaian

penilaian kembali di atas nilai sisa buku

kembali di atas nilai sisa

fiskal semula

buku fiskal semula.

2. Selisih lebih nilai aktiva tetap hasil


perkiraan penilaian
kembali oleh Wajib Pajak di atas nilai sisa

WAJIB PAJAK

Wajib Pajak badan dalam

buku fiskal semula


Wajib Pajak badan dalam negeri, bentuk

YANG DAPAT

negeri

usaha tetap (BUT), dan Wajib Pajak orang

MENGAJUKAN

dan bentuk usaha tetap

pribadi yang melakukan pembukuan,

PERMOHONAN

(BUT).

termasuk WP yang melakukan


pembukuan Bahasa Inggris dan Dollar
serta WP yang masih dalam 5 tahun sejak

penilaian kembali terakhir berdasarkan


PMK 79/PMK.03/2008

PENILAIAN

Seluruh aktiva tetap

Sebagian atau seluruh aktiva tetap

AKTIVA TETAP
PENGAJUAN

berwujud
Telah melakukan penilaian

berwujud
Telah melakukan penilaian kembali aktiva

PERMOHONAN

kembali aktiva tetap yang

tetap yang dilakukan oleh kantor jasa

dilakukan oleh kantor jasa

penilai publik atau ahli penilai

penilai publik atau ahli

2. Belum melakukan penilaian kembali

penilai
15 hari setelah

aktiva tetap
Sebelum mengajukan permohonan

PELUNASAN
PAJAK
TERUTANG
ANGSURAN

diterbitkannya keputusan
persetujuan
Paling lama 12 bulan

Tidak dapat diangsur

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas dapat diketahui kebijakan terbaru yang


dikeluarkan pemerintah lebih banyak menguntungkan Wajib Pajak dalam hal
melakukan kewajiban perpajakannya jika aturan kebijakan standar akuntansi serta
perpajakan sejalan/relevan. keuntungan bagi Wajib Pajak yang melakukan
revaluasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 191/PMK.010/2015 ini
adalah:
1. Diskon tarif PPh menjadi lebih kecil yaitu, 3%, 4% atau 6% saja. Tarif 3%
bagi Wajib Pajak yang telah memperoleh penetapan penilaian kembali aktiva
tetap oleh kantor jasa penilai publik atau ahli penilai, dan melunasi Pajak
Penghasilan sampai dengan tanggal 31 Desember 2015, lebih menguntungkan
karena yang dikenakan yang paling kecil diantara yang lainnya jika Wajib
Pajak melakukan kewajiban perpajakan sesuai dengan jangka waktunya.
2. Sisi aktiva Neraca perusahaan akan naik sebesar nilai lebih dan dicatat dalam
akun "Selisih Lebih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Wajib Pajak Tanggal ....
". Akun ini disusutkan sesuai masa manfaat aktiva Tetap. Artinya, tahun-tahun
setelah revaluasi penghasilan neto fiskal akan tergerus oleh penyusutan selish
lebih revaluasi.
3

3. Sisi ekuitas Neraca akan muncul "saham baru" baik berupa saham bonus atau
saham baru tanpa penyetoran. Saham baru ini bukan objek PPh sesuai Pasal 2
hurup b Peraturan Pemerintah nomor 94 tahun 2010. Secara umum,
penambahan saham tanpa setoran, apapun namanya, dianggap dividen. Bisa
dicek bagian penjelasan Pasal 4 (1) huruf g UU PPh.
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Keuangan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor


191/PMK.010/2015 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan
Perpajakan Bagi Permohonan Yang Diajukan Pada Tahun 2015 Dan Tahun 2016.
Jakarta: Sekertariat Negara.
Suparman, Raden Agus. 3 Keuntungan Revaluasi Aset Tahun
2015 dan 2016 . 26 oktober 2015.
http://pajaktaxes.blogspot.co.id/2015/10/3-keuntungan-revaluasiaset-tahun-2015.html
Jayaparna, Andre. Insentif Pajak Revaluasi Aset PMK 191/PMK.010/2015
Efektifkah. 19 November 2015.
http://www.kompasiana.com/andre.jayaprana/insentif-pajak-revaluasi-aset-pmk191-pmk-010-2015-efektifkah_564da6b1f07a615b09846482
Pajak, Forum. Perbedaan Revaluasi Aktiva Menurut PMK-191
Dengan PMK-79. 2 November 2015.
http://forumpajak.org/perbedaan-revaluasi-aktiva-menurut-pmk191-dengan-pmk-79/