Anda di halaman 1dari 5

Prosedur Pensiun PNS dengan BUP

By wikipns November 27, 2015 Pensiun No Comments


Pensiun PNS dengan BUP Seorang PNS tidak bisa bekerja selam hidupnya, ada umur yang
membatasi. Ada waktunya baginya untuk berhenti mengabdi di kantor karena telah memasuki
usia pensiun. Sebelum memasuki masa ini ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terlebih
dahulu. Salah satu hal yang penting bagi PNS adalah mengetahui bagaimana prosedur dan
persyaratan yang harus ditempuh agar ia dapat Pensiun dengan mendapatkan haknya (baca :
uang pensiun). Selama di kantor penulis banyak menjumpai berbagai kasus yang
mengakibatkan keterlambatan pembayaran uang pensiun karena secara prosedur dan
administrasi pegawai yang bersangkutan dan bahkan unit pengelola kepegawaian tidak atau
kurang memahami prosedur ketika akan memasuki masa pensiun.
Berangkat dari alasan sebagaimana disebutkan pada paragraf sebelumnya, penulis melalui
wikipns.com ingin berbagi informasi terkait prosedur Pensiun PNS karena telah mencapai
batas usia pensiun. Prosedur ini merupakan prosedur umum dan bukan merupakan prosedur
pensiun dini.

Pemberhentian Karena Mencapati Batas Usia Pensiun


Jika kita lihat lagi dalam ketentuan Peraturan PP nomor 32 Tahun 1979 jo. Pemerintah nomor
65 Tahun 2008 tentang Pemberhentian PNS lebih rincinya pada pasal 3 disebutkan bahwa
PNS ysng telah mencapai batas usia pensiun akan diberhentikan dengan hormat. Jadi jika
berdasarkan aturan yang berlaku maka secara otomatis PNS yang mencapai usia pensiun akan
diberhentikan dengan hormat.

Batas Usia Pensiun


Seorang PNS disebut telah mencapai batas usia pensiun ketika berusia 56 tahun. Batas
tersebut masih bisa berubah untuk PNS yang memangku jabatan tertentu menjadi 58, 60, dan
bahkan ada yang bisa BUPnya 65 tahun. Untuk penentuan umur PNS dihitung dari usia
kelahiran sebagaimana tercantum dalam nomor induk pegawai. Selengkapnya tentang BUP
bagi PNS bisa anda baca di artikel BUP PNS.

Persyaratan Pengajuan Pensiun


Untuk dapat mengajukan pemberhentian atau pensiun dengan mendapatkan hak pensiun,
seorang PNS harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Syarat utama untuk pengajuan pensiun adalah Usia PNS telah mendekati usia pensiun.
Bagi PNS umumnya mendekati usia 56 tahun, bagi yang mejabat di strutural eselon I dan
eselon II ketika mendekati umur 60 tahun, dan bagi PNS dengan jabatan tertentu ketika
umurnya telah mendekati 65 tahun.
2. Syarat tambahan lainnya terkait dengan pemberian penghargaan kenaikan pangkat
pengabdian berupa pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat terakhir saat pensiun.
Persyaratan mendapat pangkat pengabdian:

Unsur dari penilaian pelaksanaan pekerjaan atau yang lebih kita kenal dengan DP3
atau SKP/NKP sekurang-kurangnya bernilai baik untuk satu tahun terakhir.

Dalam satu tahun terkahir tidak pernah dijatuhi hukuman disipilin tingkat sedang
maupun tingkat berat.

Prosedur Administrasi Pensiun PNS


1. Penyusunan Daftar Nominatif
Pada setiap awal tahun, Unit yang menangani kepegawian di Unit kerja masing-masing PNS
(bisa Sekretariat, Biro Kepegawaian, atau Badan Kepegawaian Daerah) biasanya akan
membuat daftar nominatif PNS yang akan memasuki batas usia pensiun di tahun berikutnya
(Cetak Listing Pensiun dari BKN melalui SAPK) Misalnya untuk PNS pensiun tahun 2016 di
awal tahun 2015 pasti sudah dibuatkan daftar nominatifnya.
2. Penyampain Surat Pemberitahuan Pensiun
Penyampaian Surat pemberitahuan memasuki persiapan pensiun yang berisikan daftar
nominatif kepada PNS yang akan BUP. Biasanya dilampiri format Surat Permintaan Pensiun
dan Daftar Susunan Keluarga.
3. PNS yang telah menerima pemberitahuan akan segera pensiun dengan hak pensiun segera
menyampaikan surat permohonan pemberhentian dengan hormat sebagai PNS dengan
dilampiri dokumen administrasi sebagai berikut:

fotokopi SK CPNS dan SK PNS

fotokopi SK Pangkat terakhir

fotokopi KGB terakhir

fotokopi Kartu Pegawai (Karpeg)

fotokopi DP3 atau SKP satu tahun terakhir

daftar susunan keluarga

fotokopi surat nikah

fotokopi KTP

fotokopi Akta Kelahiran Anak

surat keterangan kuliah bagi anak yang masih jadi tanggungan keluarga.

surat keterangan tidak pernah dijatuhi hukdis tingkat sedang atau berat dalam 1 tahun
terakhir.

pas foto terbaru hitam putih, ukuran 3 x 4 sebanyak 10 lembar.

pas foto terbaru hitam putih suami/istri 3 x 4 sebanyak 4 lembar.

4. Surat permohonan pemberhentian dengan hormat dari PNS berikut kelengkapan berkasnya
harus segera disampaikan kepada Unit kerja yang bersangkutan kemudian unit kerja harus
segera menyampaikan kepada Presiden/Kepala BKN dalam waktu setahun sebelum
memasuki batas usia pensiun.
5. Pengiriman Usulan ke Presiden/BKN
Setelah dilakukan proses penelitian dan pemeriksaan administrasi terhadap usulan yang
disampaikan oleh PNS, unit kerja akan menyiapkan surat usul pemberhentian dengan hak
pensiun (kolektif) kepada:
a. Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Sekretariat Kabinet untuk PNS yang
memiliki pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) sampai dengan Pembina Utama
(IV/e). (ditembuskan juga kepada Kepala BKN)
b. Kepala BKN untuk PNS dengan pangkat Pembina Tk.I kebawah/
6. Proses Penetapan di Sekretariat Kabinet/BKN
Setelah usulan masuk ke Presiden (Sekretariat Kabinet) atau BKN maka akan diproses hingga
kemudian dikeluarkan produk berupa Surat Keputusan Pemberhentian dengan Hak Pensiun.
7. Setelah keluar Kep Pemberhentian dengan Hak Pensiun kemudian Skep tersebut
disampaikan kepada Unit kerja PNS (jangan lupa dilakukan penelitian kalau-kalau ada yang
salah dalam skep tersebut agar dapat segera direvisi). Menurut ketentuan dalam Peraturan
Pemerintah nomor 08 Tahun 1989 seorang PNS harus sudah memegang skep pensiun 3 bulan

sebelum memasuki BUP. Produk Keputusan Pemberhentian dengan Hak Pensiun ini
kemudian akan diguanakan oleh PNS untuk melakukan prosesur lanjutan seperti :
a. Penerbitan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran Gaji (SKPP Gaji)
b. Penerbitan SKPP Tunjangan Kinerja

Pembayaran Pensiunan Pertama


Setelah mendapat skep pensiun tidak serta merta seorang PNS langsung bisa mendapatkan
uang pensiun. Ada jeda waktu sebelum memasuki masa BUP yang bisa digunakan untuk
mengurus administrasi pencairan pensiun pertama.
Pembayaran pensiun pertama dilakukan di PT Taspen melalui Bank yang telah ditunjuk
sesuai dengan wilayah tembapat tinggal calon PNS yang akan pensiun setelah semua
persyaratan administrasi terpenuhi. Berikut persyaratan administrasi pencairan pensiun
pertama:
1. daftar susunan keluarga yang sah;
2. salinan sah surat keputusan pengangkatan pertama (SK CPNS);
3. salinan sah surat keputusan yang menetapkan gaji pokok terakhir;
4. fotokopi kartu pegawai;
5. fotokopi surat nikah;
6. fotokopi Kartu Tanda Penduduk;
7. surat keterangan kuliah, bagi anak yang masih menjadi tanggungan keluarga;
8. pas foto terbaru hitam putih, ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar;
9. pas foto terbaru hitam putih isteri/suami, ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar;
10. asli Petikan SK Pensiun berpasfoto dan 2 lembar fotokopi;
11. asli tembusan SK Pensiun berpasfoto;
12. SKPP asli dari KPPN;
13. fotokopi rekening bank sebanyak 2 lembar;
14. fotokopi Kartu Taspen sebanyak 2 lembar;
15. formulir Surat Permintaan Pembayaran Pensiun/Tunjangan/Uang Tunggu Pertama dan
Tabungan Hari Tua (SP4-A) dan Surat Pernyataan Pembayaran Pensiun melalui
Rekening dan Kuasa (SP3-R).

Ketika proses pencairan uang pensiun pertama sudah bisa dilakukan kepada pensiunan akan
diberikan Kartu Identitas Pensiun oleh PT Taspen yang berguna sebagai bukti sah untuk
pengambilan uang pensiun bulanannya.

Pembayaran Pensiun Lanjutan


Setelah pembayaran pertama berhasil dilakukan, untuk pembayaran berikutnya akan
dilakukan setiap awal bulan bisa melalui kantor pos atau langsung via transfer ke rekening
bank Pensiunan. Itulah tadi tahapan-tahapan prosedur PNS, masing-masing unit kerja
mungkin akan memiliki SOP yang sedikit berbeda. Namun demikian secara garis besar
prosedurnya adalah seperti yang telah kami sampaikan di atas.