Anda di halaman 1dari 30

Skenario

TRAFFIC CLUB

Oleh: Oktaviana Amartanie

1.

EXT.JALAN PAGI
Cast. SANDY, PAK RUDI, BU MILA
OPENING CREDIT TITLE
Sandy serta Bapak Ibunya berada di dalam mobil
melintas di jalan raya, Sandy memutar tune radio dan
menghentikannya pada salah satu gelombang radio yang
memutar lagu-lagu barat, lagu If I Were A Boy milik
Beyonce sedang diputar, Sandy mengikuti alunan lagu
tersebut.
SANDY
If

were

boy,

think

could

understand. (dengan suara keras)

Bapaknya tiba-tiba merubah gelombang radio


sedang memutar lagu-lagu campur sari jawa.

yang

Back sound.
SANDY
Yah, lagu yang tadi aja.

PAK RUDI
Ayah itu orang jawa, ya suka lagu-lagu
campur sari nok.

SANDY
Ketinggalan

jaman,

lagu

tadi

itu

syairnya bagus Yah, video klipnya juga


bagus, polwan aja bisa dilecehin.

By. Amartanie

Page 1

Traffic Club

PAK RUDI
Anak

jaman

sekarang,

kebarat-baratan.

Kamu itu hidup dimana to nok?

Sandy manyun, kakinya di angkat ke atas das board


mobil. Dari belakang ibunya menepuk pundak Sandy,
dengan memberi isyarat dari mimik wajahnya dan
menunjuk kaki Sandy untuk diturunkan dari atas,
karena di sampingnya ada Bapaknya.
CUT TO
2.

EXT. ASRAMA POLISI WANITA PAGI


Cast. SANDY, PAK RUDI, BU MILA
Mobil berhenti di depan asrama polisi, di dalam mobil
Sandy mencium tangan kedua orangtuanya.
SANDY
(sambil

mencium

tangan

kedua

orangtuanya). Yah, Ma..

PAK RUDI
Tetep

tenang

dan

konsentrasi,

nggak

telat to?

Sandy menggelengkan kepala.

BU MILA
Jangan kecewakan Ayahmu Sand!!

By. Amartanie

Page 2

Traffic Club

Sandy mengangguk, ia membuka pintu mobil. Dari luar


mobil,
Sandy
melambaikan
tangan
kepada
kedua
orangtuanya, sementara mobil menjauh darinya. Sandy
melihat jam di tangannya. Ia berlari masuk ke dalam.
FADE OUT
JUDUL
TRAFFIC CLUB
FADE IN
3.

EXT. LAPANGAN ASRAMA POLWAN PAGI


Cast. RENA, PESERTA SELEKSI POLWAN, POLISI, SANDDY
Para calon polwan berbaris, polisi memanggil daftar
nama dalam presensi. Giliran nama Sandy Rahina
Puspitasari dipanggil, namun Sandy tak ada dalam
barisan, kemudian dilanjutkan memanggil nama Rembulan
Rena Adiprana, Rena mengacungkan tangan.
RENA
(sambil mengacungkan tangan) Siap!!!
Dari luar lapangan Sandy
peserta seleksi polwan itu.

berlari

menuju

barisan

SANDY
Maaf pak saya telat.

POLISI
Mengapa anda telat?

SANDY
Macet Pak..

By. Amartanie

Page 3

Traffic Club

POLISI
Peserta

yang

lain,

ini

bukan

contoh

yang baik, sebagai calon aparat Negara


anda

semua

harus

disiplin.

Anda

(menunjuk Sandy) segera masuk barisan.

Sandy segera masuk barisan.


POLISI
Karena

salah

melakukan

satu

kesalahan,

dari
maka

anda

telah

anda

semua

harus menjalani hukuman. Siap skotjam,


satu dua tiga

Semua peserta seleksi melakukan skotjam.


DISSOLVE TO
4.

EXT. JALAN ASRAMA PAGI


Cast. SANDY, RENA, POLISI, PESERTA SELEKSI
Close up kaki-kaki peserta yang menjadi satu baris,
mereka berlari, polisi memberi komando hitungan.
Sandy berada di baris paling belakang, nafasnya
terengah - engah, Rena memperlambat gerak larinya dan
menjadi sejajar dengan Sandy. Sementara Sandy semakin
pelan dan tak ada tenaga lagi sambil memegangi
perutnya,
Sandy
agak
membungkuk
dan
istirahat
sejenak, Rena memopohnya untuk terus berlari pelanpelan.
CUT TO

5.

INT. ASRAMA MALAM


Cast. SANDY, RENA, POLISI, PESERTA SELEKSI

By. Amartanie

Page 4

Traffic Club

Para calon polwan berbaris di depan dipan dalam


ruangan seperti bangsal, polisi memimpin doa sebelum
tidur.
POLISI
Sebagai calon aparat Negara, kita semua
harus

mengedepankan

salahsatunya

mari

kita

moralitas,
berdoa

kepada

Tuhan YME, karena malam ini kita masih


diberi

waktu

untuk

istirahat,

agar

besok kita dapat melanjutkan aktifitas


dengan baik. Berdoa mulai.

Petugas
kepala.

polisi

serta

peserta

seleksi

menundukkan

POLISI
Berdoa selesai.

Peserta segera naik ke dipan masing-masing, petugas


polisi mematikan lampu. Sanddy yang berada di dipan
tingkat dua menerawang ke atas, Rena yang berada di
dipan
bawahnya
mengetuk
pembatas
dipan
tingkat
tersebut. Sanddy menengok ke bawah.
RENA
Kamu bandel sekali ya?

SANDY

By. Amartanie

Page 5

Traffic Club

Bukan

seperti

itu,

tapi

terpaksa

seperti ini, kahanan mbak bro.

RENA
Tapi asyik ko, kamu nyentrik

Sandy tersenyum membalas pendapat Rena.


RENA
Lulus tahun ini?

SANDDY
Iya, kamu?

RENA
Dua tahun kemarin, tapi jangan panggil
mbak, Rena aja!

Sandy kembali tersenyum dengan muka bandelnya. Flash


back cerita Sandy.
CUT TO
6.

EXT. JALAN RAYA SIANG


Cast. SANDDY, PEGAWAI POM BENSIN, PAK POLISI
Backsound. Combination of Two Big Brother and The
Holding Company
Sandy dengan motor Honda 70-an nya melaju di jalan
raya setelah pengumuman kelulusan sekolah SMA. Ia
berseragam abu-abu putih yang penuh coretan cat dan

By. Amartanie

Page 6

Traffic Club

spidol. Euforia kelulusan membuat wajahnya sumringah,


motor itu melaju perlahan, sesekali ia mengendari
dengan posisi badan berdiri, mulai dari pedagang
bakso, sampai polisi di jalan disapanya. Kini ia
berhenti di stasiun pengisian bensin, ia mengantri
sejenak, diserahkanya selembar uang lima ribu rupiah,
petusas POM bensin mulai memencet tombol digital
mesin operator bensin, Sanddy senyum-senyum sendiri
sampai si petugas merasa bingung. Setelah ditutupnya
jok motor, Sanddy pergi dengan melambaikan tangan
kepada petugas. Close up traffic light, diperempatan
itu ia belok kiri dengan berteriak gembira, Sanddy
tak
menyadari
rambu
lalu
lintas
yang
tak
memperbolehkan belok kiri, polisi yang menjaga pos
perempatan itu segera menunggang motor besar dan
mengejar Sandy, peluit ditiupnya, polisi
mengejar
Sandy sampai berhasil menyalip dari samping lalu
berhenti di depan motor Sanddy, terpaksa kaki Sandy
mendadak menekan rem, kedua tangannya pun nampak
mencengkeram rem, back sound berhenti dengan efek
pita kaset yang kusut seiring dengan mesin motor
Sanddy yang mati. Ia melihati wajah polisi yang turun
dari motor besar tersebut. Close up wajah polisi.
FADE OUT
FADE IN
7.

EXT. RUMAH KONTRAKAN


Cast. Sandy
Sandy mengetuk pintu sebuah rumah kontrakan yang
penuh warna serta gambar mural, tanpa segan ia masuk
ke rumah tersebut.
CUT TO

8.

INT. RUMAH KONTRAKAN


Cast. Sandy, Oky
Nampak di ruang tengah seorang laki-laki dari
belakang
sedang
melukis
dengan
headphone
yang
menutupi kedua telinganya, tangan Sandy menepuk
punggung laki-laki itu. Oky kaget namun segera ia
tersenyum melihat tingkah Sandy yang memamerkan
seragam penuh coretannya.

By. Amartanie

Page 7

Traffic Club

SANDY
Aku tau udah ga jaman bang..

Oky mengangguk, ia letakkan kuas di atas alas kertas


koran bekas, lalu bangkit menuju kamar. Sandy
mengambil gitar yang disandarkan ditembok, dipetiknya
sebuah lagu. Oky keluar dari kamar membawa kamera
SLR.
SANDDY
Bang

kamu

kok

ga

pernah

ngenalin

pacarmu to?

OKY
(sambil

tersenyum

dan

mengutak-atik

kamera) Ga perlu di publish kan, tar


pasti undangannya nyampe ke kamu.

Sandy meringis, Oky mulai menjepret Sandy yang reflek


bergaya di dengan kamera dengan gitar di tangannya.
Jepretan kamera itu membuat gambar frame per frame.
DISSOLVE TO
9.

INT. RUANG STUDIO MUSIK


Cast. YULI, TONI, ANGGA, EDEN
Backsound.
Intercut stick drum menabuh senar dan bas drum, kaki
menginjak pedal. Tangan dengan lihai memetik dawai
gitar, ekspresi wajah, ada yang menatur control
sound, kaki mengijak sound efek lalu tes suara gitar.
CUT TO

By. Amartanie

Page 8

Traffic Club

10. INT. STUDIO MUSIK


Cast. SANDY, RESEPSIONIST STUDIO MUSIK
Kamera subyektif Sandy masuk studio musik, Sandy
menyapa resepsionis, ia melewati lorong dan menaiki
tangga dengan melihati poster-poster yang tertempel
di dinding tangga. Close up tulisan di atas pintu
studio tiga, Sandy membuka pintu ruang studio.
CUT TO
11. INT. RUANG STUDIO MUSIK
Cast. SANDY, YULI, TONI, ANGGA, EDEN
Dari dalam ruang studio Sandy nampak masuk, temantemannya
mengacungkan
jempol
kepada
Sandy,
ia
langsung menggapai stand mic dan megaitkan tali gitar
pada badannya, temannya mengetes melodi sebuah lagu,
yang lain ikut mengiringi lagu tersebut, Sandy mulai
menyanyi sambil memaikan gitar.
DISSOLVE TO
12. EXT. RUMAH SANDDY
Cast. SANDY
Sandy menuntut motornya, ia membuka pagar dan
memarkir motornya di garasi, nampak Sangat pelan
sekali ia membuka pintu rumah, kakinya melangkah
sangat pelan.
FADE OUT
FADE IN
13. EXT. RUMAH SANDY PAGI
Cast. PAK RUDI, TUKANG KORAN
Matahari pagi terbit dan suasana terlihat hangat,
sinarnya
menembus
rumah
Sandy
dari
sela-sela
dedaunan. Pak Rudi sedang melakukan Yoga, suasana
pagi itu sangat tenang, hanya kicauan burung yang
menjadi atmosfer.
Tiba-tiba dari dalam rumah
terdengar suara musik yang berisik, Bapaknya merasa

By. Amartanie

Page 9

Traffic Club

terganggu dan mematikan saklar meteran listrik, dari


dalam rumah suara Sandy berteriak.
VO SANDY
Lampunya mati..
Tukang koran menyelipkan koran di pagar rumah Sandy,
Bapaknya mengambil koran tersebut.
PAK RUDI
Nuwun yo!!
Tukang koran mengacungkan jempolnya dan langsung
pergi dengan kembali mengayuhkan sepedanya. Pak Rudi
membuka lembar demi lembar sambil berjalan ke beranda
rumah.
CUT TO
14. INT. KAMAR SANDDY PAGI
Cast. SANDDY
Sandy menekan saklar lampu berkali-kali,
sendiri dengan menendang tembok.

ia

marah

SANDY
Payah!!

Sandy keluar kamar.


CUT TO
15. INT. DAPUR PAGI
Cast. BU MILA, SANDY, PEMBANTU
VO BU MILA

By. Amartanie

Page 10

Traffic Club

Iyo iyo, semua barang dilebelin,


truz

desain

nyiapin,
tahu,

yang

pokoknya

nanti

meeting

kemarin
aku

semua

jam10,

suruh

ndak

mau

harus

datang

ada

alasan

ndak

apapun
Telur mulai menggering di penggorengan, Bu Mila
nampak sibuk telepon dan tak memerhatikan telur
tersebut. Sandy duduk di meja makan dengan kaki
diangkat,
SANDY
Pagi-pagi lampunya kok mati sih Ma?

BU MILA
(sambil menoleh ke Sandy) ga tau nok
mama,kakinya itu, anak perawan kok kaya
gitu!

Terus

lagi,

aku

mau

nanti

ada

snack sama air mineral, pokoknya jangan


sampai

klien

kita

kecewa.

(meneruskan

telepon)

Sandy memakan roti tawar dan meminum susu yang sudah


disediakan di meja makan, Sandy menurukan kakinya ke
lantai.
SANDY
Ma telurnya gosong!!

By. Amartanie

Page 11

Traffic Club

BU MILA
(sambil mengangkat telur)Ya ampun, piye
iki. Kamu diem aja ada surprise dari
ayah

buat

kamu

sana!(dengan
(kepada

di

garasi,

nada

pembantunya)

liat

terburu-buru).
Mbak,

baju

kotor

masih ada di kamar Sandy, diambil aja


mbak.

PEMBANTU
Nggeh buk!

Pembantu melewati Sandy.

SANDY
Aku

ga

telur,

tahu

tadi

makanya

kalau

ma,

lagi

kalau

goring

sibuk

ya

jangan semua dilakukan sendiri,

Sambil membawa roti, Sandy pergi dari dapur, mamanya


hanya menoleh sementara Sandy lari menuju garasi.
CUT TO
16. INT. GARASI PAGI
Cast. SANDY
Close up
tersebut,

By. Amartanie

kain putih, tangan Sandy menarik kain


sebuah
sepeda
gunung
menjadi
hadiah

Page 12

Traffic Club

untuknya, Sanddy mengambil pesan yang diselipkan di


stang sepeda. Ia membacanya.
SANDDY
(dengan

wajah

tercengang)Tiap

hari.

(bergumam)

Sandy melihati pedal sepeda itu.


DISSOLVE TO
17. EXT. JALAN SORE (FLASH BACK)
Cast. SANDY 12 TAHUN, LAKI-LAKI
Gambar sephia dengan cahaya lembut, Sandy kecil
sedang mengayuh sepeda, dengan riangnya ia semakin
cepat
mengayuh
pedal,
ada
seorang
laki-laki
menghentikannya, Sandy mengerem sepeda, laki-laki
tersebut memberi mawar merah kepada Sandy. Shot
pohon, kamera move ke jalanan yang berlawan arah
dengan Sandy, jalan itu sepi. Warna gambar berubah
menjadi day light
CONTINUE TO
18. EXT. JALAN PAGI
Cast. SANDY
Dari ujung jalan yang berlawan arah dengan Sanddy
kecil, nampak Sanddy mengayuh sepeda ia berhenti
tepat di tempat saat dulu Sandy kecil diberi bunga
oleh seorang laki-laki. Sandy berhenti lalu turun
dari sepeda, napasnya terengah-engah, ia menepi di
pinggir jalan lalu muntah.
CUT TO
19. INT. KAMAR ASRAMA MALAM
Cast. SANDY, RENA

By. Amartanie

Page 13

Traffic Club

Sandy dan Rena kini berada di satu tempat tidur di


dipan bawah.
RENA
Pendapatku

ga

salah

kan

kalau

kamu

nyentrik.

SANDY
Mau gimana lagi Ren, yang paling aku ga
trima

tuh,

nih.

(sambil

memegang

rambutnya)

RENA
Tiap orang emang punya masalah masingmasing. Aku sih ga pernah punya masalah
sama

orangtuaku,

hanya

saja

nasibku

belum beruntung, dua tahun aku nunggu


buat

seleksi

ini

Sand.

Buang-buang

waktu ya?

SANDDY
Menurutku ga ada buang-buang waktu itu,
yang lebih tepat perjuangan ya, ga kaya
aku ga berjuang sama sekali.

RENA

By. Amartanie

Page 14

Traffic Club

Entahlah

Sand,

aku

juga

bingung

dan

merasa sangat bodoh.

Close up wajah Rena.


FADE OUT
FADE IN
20. EXT. LAPANGAN BASKET SORE
Cast. RENA, 5 TEMAN, EXTRAS
Rena dan lima temannya sedang bermain basket separuh
lapangan tiga lawan tiga, beberapa kali Rena berhasil
memasukkan bola ke keranjang. Tim Rena menang, Oky
datang menjemput Rena, selesai berlatih mereka menuju
kontrakan Oky.
CUT TO
21. INT. KONTRAKAN OKY SORE
Cast. RENA, OKY
Rena duduk dibawah di ruang tengah kontrakan Oky, ia
melihat dua cangkir kopi yang telah habis.
RENA
Ga ke studio hari ini Ky?

OKY
Benernya anak-anak

ada latihan, tapi

aku harus nyelesein lukisan dulu.

RENA
Ada yang datang po tadi?

By. Amartanie

Page 15

Traffic Club

OKY
Iya,

tadi

vokalis

band

yang

baru

kumanageri.

Tumben

kamu

mau

tahu

aktifitasku.

RENA
Hehe, ga seperti biasanya ya, tapi aku
tetep percaya kamu ko. (sambil memeluk
Oky)

OKY
Biasanya kan kamu ga mau tahu tentang
segala
(Oky

yang

berhubungan

mencubit

percaya

kamu,

hidung
kamu

dengan

Rena),
tu

musik.

Aku

cewek

juga
yang

tangguh.

RENA
Meskipun

yang

menjadi

kesukaan kita beda? Kamu

obsesi

dan

masih mau ama

aku terus kan?

OKY
Iya.

Aku

mencintaimu.

(wajah

Oky

didekatkan ke wajah Rena)

By. Amartanie

Page 16

Traffic Club

RENA
Meskipun aku pergi jauh?

OKY
Kamu

ini

ngomong

apa

sih?

Kemanapun

kamu pergi, aku tetap mencintaimu.

RENA
Aku juga mencintaimu

Wajah mereka semakin dekat dan akhirnya berciuman,


nampak siluet di tembok tubuh Rena merebah di lantai.
CUT TO
22. EXT. RUMAH RENA MALAM
Cast. PAK RUSLAN, RENA
Cover suasana rumah Rena, terdapat foto keluarga Rena
di tembok, foto Bapaknya yang mengenakan seragam
polisi, foto ibunya yang mengenakan seragam polisi,
serta foto dua kakak laki-lakinya yang mengenakan
seragam polisi. Bapak Rena sedang menonton tv, Rena
datang dengan membawa bola basket, Rena mencium
tangan Bapaknya, lalu duduk disebelahnya.
PAK RUSLAN
Jam segini baru pulang nduk, kamu itu
anak perempuan.

RENA

By. Amartanie

Page 17

Traffic Club

Pa, kulo udah gede, Insya Allah bisa


jaga diri. (dengan wajah menunduk)

PAK RUSLAN
Kamu kan anak gadis Bapak satu-satunya
, Ibumu pasti khawatir kalau masih ada
nduk.

Wajah Rena nampak ketakutan


bibir, ia menunduk.

dengan

menggigit-gigit

PAK RUSLAN
Kurang enam bulan lagi lho, enam bulan
itu

cepet,

kamu

harus

mempersiapkan

semua dengan baik, lanjutkan cita-cita


ibumu yang belum kesampaian.

RENA
Nggih Pak!

Close
up
wajah
Rena
yang
nampak
dilihatinya foto ibunya di dinding.

ketakutan,

CUT TO
23. INT. CAF MALAM
Cast. RENA, OKY
Rena
dan
Oky
berada
di
caf,
mengantarkan minuman pesanan mereka.

By. Amartanie

Page 18

pelayan

telah

Traffic Club

RENA
Ky, kamu serius kan sama aku, kamu gak
ninggalin aku kan?

OKY
Kamu kenapa jadi aneh sih Ren? Pasti
Ren apapun yang terjadi.

RENA
Aku

merasa

bersalah

sangat

banget

bodoh,

sama

aku

Ibuku.

merasa
Aku

itu

harapan cita-cita Ibu Ky.

OKY
Salahku ya Ren, aku minta maaf.

RENA
Ga perlu minta maaf Ky, aku yang bodoh
ga mikir panjang.

Oky menggenggam tangan Rena.


RENA
Dokan aja, aku lolos!

Oky mencium tangan Rena.

By. Amartanie

Page 19

Traffic Club

CUT TO
24. INT. RUANG ASRAMA MALAM
Cast. SANDDY, RENA
Rena duduk di pinggir kasur, tubuh Sandy merebah
dengan memeluk guling di atas kasur. Kamera dari
kanan Rena medium shot.
SANDDY
Namanya siapa Ren?

RENA
Oky..

SANDDY
Oky

anak

lukis

ISI?

Baru

memenageri

napas

panjang)

band ?

RENA
Iya, kenapa Sand?

SANDDY
Aku vokalis band

RENA
(sambil

menghela

Ternyata ruang dan waktu itu sempit..

By. Amartanie

Page 20

Traffic Club

hehe

(tersenyum

pasi).

Aku

bersyukur

baget, seleksi pertama lolos Sand.

SANDY
Lha aku heran kok bisa lolos, aneh.

RENA
Sand

maaf,

aku

selalu

lihat

kamu

muntah, kamu ada masalah dengan perut?

Sandy menggelengkan kepala,


pandangan matanya kosong.

Rena

bertopang

dagu,

CUT TO
25. EXT. RUMAH RENA PAGI
cast. RENA, PAK RUSLAN
Pak Ruslan dengan seragam polisinya sedang memanaskan
motor besar polisi di depan rumah. Rena dengan
kemeja, celana panjang, dan membawa map, keluar dari
rumah, tangan Bapaknya dicium, ia pergi dengan motor
disebelah motor Bapaknya yang diparkir.
CUT TO
26. EXT. POLRES PAGI
Cast. RENA, PETUGAS POLISI
Rena nampak menyerahkan map ke loket pendaftaran.
27. INT. RUANG PAGI
Cast. RENA, PETUGAS POLISI
Rena diukur tinggi badan dan berat badan.
CUT TO

By. Amartanie

Page 21

Traffic Club

28. INT. RUANG STUDIO SIANG


Cast. SANDDY, 4 PERSONEL TEMAN BAND, OKY
Sandy dan teman-temannya duduk di bawah. Temantemanya diam. Rambut Sandy telah dipotong pendek.
SANDDY
Aku

minta

maaf

banget

bang,

temen-

temen.

OKY
Kamu

kok

ga

pernah

bilang

dari

dulu

Sand, besok tu festivalnya.

Sandy hanya diam tak menjawab pertanyaan Oky, close


up wajah Oky.
CUT TO
29. INT. POLRES PAGI
Cast. SANDDY, PETUGAS POLISI
Sandy
diukur
timbangan.

berat

badannya,

close

up

jarum

CUT TO
30. INT. RUANG ASRAMA MALAM
Cast. SANDY, RENA
Jam berdenting menunjukan pukul dua, Rena dalam
posisi tidur di kasurnya. Sandy naek ke kasur atas.
RENA
Met tidur Sand, semoga keinginan kita
terkabul.

By. Amartanie

Page 22

Traffic Club

Sandy meletakkan badannya di atas kasur, pandangannya


ke atas, kosong.
CUT TO
31. EXT. RUMAH SANDY SORE
Cast. SANDY, YULI, TONI
Yuli dan Toni menyerahkan tropi serta sertifikat
kepada Sandy, nampak pada
tropi tersebut, juara II
festival musik. Toni dan Yuli pergi, Sandy hanya
melihati mereka berdua menjauh dari rumahnya.
FADE OUT
FADE IN
32. INT. RUANG ASRAMA PAGI
Cast. SANDY, RENA, PESERTA SELEKSI, POLISI
Polisi membunyikan lonceng, semua peserta seleksi
bangun, Rena naik ke kasur Sandy dan membangunkannya.
Sandy mengusap matanya sambil menguap. Rena dan Sandy
keluar dengan membawa handuk di pundak mereka.
CUT TO
33. EXT. LAPANGAN PAGI
Cast. SANDY, RENA, PESERTA SELEKSI, POLISI
Semua calon polwan melakukan pemanasan, lari, senam,
Sandy berhenti dan muntah. Rena mendekati Sandy.
CUT TO
34. INT. RUANG TES KESEHATAN - SIANG
Cast. SANDY, RENA, PESERTA SELEKSI, POLISI
Semua calon polwan mengenakan celana pendek, Sandy
melihati
temannya
yang
semula
berkerudung
juga
memakai celana super pendek.

By. Amartanie

Page 23

Traffic Club

CUT TO
35. INT. RUANG TES FISIK - SIANG
Cast. SANDY, POLISI
Sandy masuk ke ruang tes fisik, dilihatinya polisi
wanita dan laki-laki yang mengetes. Kamera cover kaki
Sandy, satu per satu bajunya di lepas dan diletakkan
di lantai. Tak terkecuali BH dan celana dalamnya.
CUT TO
36. INT. RUANG TES KEPERAWANAN - SIANG
Detail ekspresi Sandy yang menuju dipan pemeriksaan
37. INT. RUANG TES KEPERAWANAN - SIANG
Rena yang terlentang pada dipan pemeriksaan, nampak wajahnya gugup.
38. INT. RUANG TES KEPERAWANAN SIANG
Kamera seolah berada diselangkangan Sandy yang memperlihatkan wajah dokter
1. Dokter mengatakan dari hasil pemeriksaan kesehatan fisiknya lemah karena itu
ketika berolah raga ia sering muntah.
39. INT. RUANG TES KEPERAWANAN - SIANG
Kamera seolah berada diselangkangan Rena yang memperlihatkan wajah dokter 2.
Rena menutup mata, air matanya mengalir.
40. INT. RUANG TES KEPERAWANAN SIANG
Wajah dokter nampak di kamera yang seolah berada di selangkangan Sandy, flash
cut.
41. EXT. JALAN SORE
Flash back Sandy kecil jatuh dari sepeda, bunga jatuh ke aspal.
42. INT. RUANG TES KEPERAWANAN - SIANG
Rena masih terlentang dan melihati dokter yang membelakanginya dan sedang
mencatat hasil tes, close up wajah Rena, flash cut.
43. INT. KONTRAKAN OKY SORE
Flash back adegan Rena dan Oky bercinta.
44. INT. RUANG TES KEPERAWANAN -SIANG
Rena keluar dari ruangan dan menangis
45. INT. RUMAH RENA
Close up foto ibunya di tembok, fade out.

46. INT. RUANG TES KEPERAWANAN SIANG

By. Amartanie

Page 24

Traffic Club

Cast. SANDY, DOKTER


Detail ekspresi Sandy menuju dipan pemeriksaanSandy
terlentang di atas kasur yang terdapat tempat untuk
meletakkan kaki, kain menutupi bagian perut hingga
kakinya yang mengangkang. Dokter melihat catatan dari
kertas.
DOKTER
Sering mual dan muntah ya? Fisik anda
lemah.

Sandy
mengangguk,
kamera
seperti
berada
selangkangan Sandy, nampak wajah dokter memeriksa.

di

FLASH CUT
47. EXT. JALAN SORE
Cast. SANDY 12 TAHUN
Gambar sephia, flash back Sandy kecil
sepeda, bunga mawar jatuh ke aspal.

jatuh

dari

FLASH CUT
48. INT. RUANG TES KEPERAWANAN
Cast. RENA. DOKTER
Close wajah Rena yang nampak gugup serta bingung,
Rena telah terlentang di atas kasur. Kamera seolah
berada
di
selangkangannya,
wajah
dokter
nampak
memeriksa. Mata Rena melihati ke atas. Nampak plafon.
FLASH CUT
49. INT. KONTRAKAN OKY SORE
Cast. RENA, OKY
Gambar sephia, flash back. Rena dan Oky berada di
atas kasur, mereka bercinta.

By. Amartanie

Page 25

Traffic Club

FLASH CUT
50. EXT. RUANG TES KEPERAWANAN SIANG
Cast. RENA
Rena keluar dari ruang tes, pipinya nampak basah, ia
menangis, Rena tak peduli orang di sekitarnya. Ia
keluar dari ruangan itu.
CUT TO
51. INT. RUMAH RENA
Close up foto ibunya di tembok zoom out.
CUT TO
52. EXT. POLRES PAGI
Cast. RENA, EXTRAS CALON POLWAN
Rena
melihat
pengumuman
di
polres,
tangannya
mengurutkan daftar nama yang ditempel di tembok, tak
ada namanya dalam daftar, sekali lagi tangannya
mengurutkan dari atas hingga bawah, namun wajahnya
menampakkan kecewa, kakinya bergoyang-goyang, jarinya
digigit, ia pergi dari papan pengumuman, namun
kembali lagi, tangannya mengurutkan. Rena bersandar
di tembok sebelah papan pengumuman, badannya lemas
sampai berjongkok,
Back sound. Little Girl Blue
calon polwan
motion.

yang

lain

bergembira,

gambar

slow

CUT TO
53. INT. KAMAR SANDY SIANG
Cast. SANDY
Sandy di depan komputer, tangannya memegang mouse dan
beberapa
kali
menekan
click,
layar
komputer
memperlihatkan pengumuman hasil akhir seleksi polwan,
ia mengetik namanya dan menekan ckick, keluar anda
belum lolos.
Backsound. Try

By. Amartanie

Page 26

Traffic Club

Sandy
berjingkrak,
mengambil
botol
lotion
dan
menjadikannya mic, ia bernyanyi dan bergaya di depan
cermin.
CUT TO
54. INT. RUMAH RENA - SORE
Cast. RENA, PAK RUSLAN
Rena dan Bapaknya berada di ruang tamu, Rena duduk
sambil menunduk, ia menangis, pecahan gelas nampak di
lantai. Bapaknya berdiri membelakangi Rena di depan
jendela, Rena bangkit dan mencium kaki Bapaknya,
Bapaknya pergi dari Rena, Rena masih dengan posisi
sujud di lantai sambil menangis.
FADE OUT
FADE IN
55. EXT. JALAN RAYA
Cast. SANDY, EXTRAS
Long shot jalan raya, over shoulder seorang polwan
yang mengendarai motor, motor menepi ke pinggir
jalan, kaki kanan polwan itu nampak mengerem, kaki
kiri menurukan standar motor, polwan itu turun dari
motor, posisinya agak membungkuk memeriksa rantai
motor, dari belakang pantat polwan terlihat sexy
dengan celananya. Kamera subyektif seorang laki-laki
yang menaiki motor pelan-pelan, terdengar suara
siulan. Sandy yang berseragam polwan menoleh dan
melempar baru kearah laki-laki itu.
VO LAKI-LAKI
Galak coy!!

Close up wajah Sandy dengan mata terbelalak, ponsel


di sakunya berbunyi, Sandy mengambil ponsel itu lalu
membaca sms dari Oky. Tulisan dalam sms berbunyi
Undangan tak kan pernah sampai ke kamu, Rena telah

By. Amartanie

Page 27

Traffic Club

pergi selamanya. Tangan Sandy gemetar


ponsel sampai posel itu jatuh ke tanah.

memegang

VO SANDY
Kamu memang bodoh Ren!! (dengan suara
teriak)

FADE OUT
FADE IN
56. INT. KAMAR RENA
Cast. RENA
Backsound. Ball and Chain
Tangan Rena menjulur di lantai bersimbah darah,
disebelah tangan itu terdapat foto Rena dan Oky.
TAMAT
57. INT. RUANG KEPALA POLISI (FLASH BACK)
Cast. PAK RUDI, KEPALA POLISI
Gambar siluet, nampak tangan menyerahkan amplop di
meja, tangan orang di depannya menerima amplop
tersebut, close up wajah Pak Rudi sambil tersenyum
dan mengangguk-anguk menatap kamera.
FADE OUT
Backsound. Women is Losers
CLOSING CREDIT TITLE

By. Amartanie

Page 28

Traffic Club

By. Amartanie

Page 29

Traffic Club