Anda di halaman 1dari 3

Aplikasi Sensor dan Transduser

Sensor
1. Contoh Aplikasi Sensor LDR
Contoh Aplikasi LDR sebagai sensor cahaya diantaranya: Rangkaian alarm,
indikator, counter (penghitung), fungsi potensiometer.
2. Contoh Aplikasi Sensor Tekanan
Pemantau cuaca, pesawat terbang, dan pengukur tekanan ban
3. Contoh Aplikasi Sensor Suara (MIC KONDENSER)
Contoh pengaplikasian sensor ini adalah yang bekerja pada system robot. Aplikasi
mikrofon adalah pada system audio, sebagai sensor suara dan pada system
telekomunikasi telepon seluler.
4. Contoh Aplikasi Passive Infared Sensor (PIR)
Contoh penerapan Sensor ini dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat di Mal-Mal
besar. Disana mungkin terdapat Pintu yang akan terbuka dengan otomatis ketika ada
manusia hendak melintasi pintu tersebut. Kemungkinan besar pintu itu adalah
mengaplikasikan Sensor ini.
5. Contoh Aplikasi Sensor warna TCS230
contoh aplikasinya adalah alat pendeteksi warna yang diantaranya dapat
digunakan untuk mendeteksi warna cat pada mobil.
6. Contoh Aplikasi Sensor Kecepatan (RPM)
Buat program untuk pengukuran kecepatan putaran motor.
7. Contoh Aplikasi Sensor Rotary encoder
Salah satu contoh aplikasinya yaitu untuk menentukan posisi robot.
8. Contoh Aplikasi Limit Switch
Pengendali Lampu Pijar menggunakan Limit Switch
9. Contoh Aplikasi Load Cell

Aplikasi sensor loadcell pada timbangan paket pos digital, aplikasi untuk
Timbangan, Weigher, Weighing, Weighing System, Scale, dan Weigh.
10. Contoh Aplikasi Sensor Proximity
Robot cerdas, proximity switch

Transduser

Aplikasi Transduser dalam Alat Elektronik


Pada pengaplikasian transduser , alat ini dapat diaplikasikan pada bidang kesehatan
dimana bahwa Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian
tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar
pada pemeriksaan prostat. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan
untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser.
Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang
pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut
menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat
diterjemahkan dalam bentuk gambar.

Transduser sebagai pengukur amplitudo kecepatan getaran

Untuk mengukur suatu getaran mesin dibutuhkan suatu tranduser getaran yang berfungsi
untuk mengolah sinyal getaran menjadi sinyal lain, dalam hal ini sinyal listrik.. Tranduser
getaran yang umum digunakan adalah velocity pickups, accelerometer dan non-contact
pickups. Masingmasing tranduser tersebut mempunyai keuntungan dan kerugian dalam
aplikasinya. Tidak ada satupun tranduser yang dapat memberikan semua kebutuhan
pengukuran yang diperlukan, sehingga kita harus memilih tranduser yang paling cocok
untuk pekerjaan yang akan kita lakukan.
Prinsip kerja dari tranduser ini berdasarkan hukum fisika bahwa apabila suatu konduktor
digerakkan melalui suatu medan magnet, atau jika.suatu medan magnet digerakkan
melalui suatu konduktor, maka akan timbul suatu tegangan induksi pada konduktor
tersebut. Apabila transducer ini ditempatkan pada bagian mesin yang bergetar, maka
tranduser inipun akan ikut bergetar, sehingga kumparan yang ada di dalamnya akan
bergerak relatif terhadap medan magnet akan menghasilkan tegangan listrik pada ujung
kawat kumparannya. Sinyal listrik yang dihasilkan sebanding. dengan kecepatan getaran
mesin tersebut. Dengan mengolah/ mengukur dan menganalisa sinyal listrik dari tranduser,
maka getaran mesin dapat diukur.

Transducer Tekanan Relatif pada VSD untuk Motor Pompa


Pengaturan tekanan pada tangki air yang bersirkulasi secara terus-menerus dapat
dilakukan dengan pengaturan pipa buang . Motor pada pompa dioperasikan secara

penuh sesuai dengan kapasitasnya sementara tekanan air pada tangki dapat diatur
dengan membuang sebagian air yang akan masuk ke tangki sirkulasi. Hal ini
berakibat adanya air yang dibuang secara sengaja untuk menjaga tekanan air yang
kita inginkan. Dalam perspektif penggunaan motor pompa sebagai sumber tenaga
yang melakukan proses sirkulasi tersebut, maka pembuangan air kembali ke bak
utama merupakan suatu pemborosan listrik.
Hal diatas dapat diatasi dengan penggunaan sensor tekanan aktif pada tangki
sirkulasi. Yaitu sensor tekanan yang akan mengirimkan statusnya ke tenaga
penggerak utama (yang dalam hal ini adalah motor pompa) sehingga motor pompa
hanya bekerja sesuai dengan kebutuhan. Ketika tekanan dalam tangki sirkulasi
melebihi batas nilai yang diinginkan, maka motor pompa dapat bekerja pada
kecepatan dan atau tegangan yang lebih kecil dan sebaliknya ketika tekanan dalam
tangki sirkulasi lebih kecil dari nilai yang diinginkan, maka motor harus
dioperasikan dengan kecepatan dan atau tegangan yang lebih besar. Dengan
pengaturan motor ini, penggunaan listrik akan jauh lebih hemat karena motor
hanya dioperasikan sesuai kebutuhannya saja.
Sensor/transducer tekanan pada umumnya menggunakan strain gauge sebagai
sensornya. Strain gauge dapat mengubah sinyal tekanan menjadi sinyal listrik.
Pada kenyataannya, perubahan tekanan ini akan membuat strain gauge
memberikan nilai resistansi yang berbeda ketika terjadi perubahan luas
penampangnya. Selanjutnya, hambatan yang berubah-ubah ini dapat kita
konversikan menjadi bentuk tegangan atau arus yang berubah-ubah dengan
menggunakan tambahan rangkaian.

Transduser Ultrasonik dan Sensor Pyroelectric Sebagai Alat Bantu Pendeteksi


Objek Untuk Penderita Tunanetra
Penderita tunanetra yang menggunakan bantuan tongkat atau anjing untuk
mobilitasnya tidak dapat mendeteksi objek yang sejajar dengan kepalanya, serta
tidak dapat mengetahui posisi orang lain di sekitarnya. Alat bantu tunanetra ini
menggunakan transduser ultrasonik untuk mendeteksi objek yang ada di hadapan
pengguna, sensor pyroelectric untuk mendeteksi keberadaan orang lain, dan
mikrokontroler sebagai pengendali sistem. Pengguna alat ini dapat mengetahui
objek yang ada di hadapannya dari bunyi yang dihasilkan oleh earphone,
sedangkan keberadaan manusia dapat diketahui melalui getaran yang dihasilkan
oleh motor DC.